BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Secara embriologis, sinus urogenitalis dihubungkan dengan umbilikus melalui

allantois. Pada akhirnya allantois ini mengalami obliterasi menjadi urachus, berupa

jaringan fibrus yang terletak di dalam kavum Retzius, yakni di antara fasia

transversalis dan peritoneum. Jaringan fibrus tersebut menghubungkan apeks buli-

buli dengan umbilikus menjadi suatu ligamentum umbilikalis medius.

Obliterasi yang tidak lengkap akan menyisakan beberapa masalah, yaitu

berupa :

1. Persisten (fistula) urachus, yakni lumen urachus tetap terbuka sehingga

masih terjadi hubungan antara buli-buli dengan umbilikus. Tanda klinis yang

ditunjukkan adalah berupa keluarnya urin dari umbilikus. Diagnosis dapat

ditegakkan dengan memastikan bahwa cairan yang keluar adalah urin dengan

pemeriksaan kadar kreatinin, pencitraan VCUG, fistulografi, atau dengan

instilasi zat warna ( metilen biru melalui buli-buli ).

2. Kista Urachus, jika obliterasi terjadi pada ujung proksimal ( dekat dengan

umbilikus ) dan ujung distal ( dekat dengan buli-buli ), sedangkan di

tengahnya berupa rongga (kista). Kista ini dapat menjadi besar sehingga

1

secara klinis terlihat benjolan di infra-umbilikus, jika terinfeksi bisa

menyebabkan sepsis, dan bisa terbentuk batu di dalam kista.

3. Divertikulum urachus atau divertikulum vesiko-urachus, yakni masih

terbukanya urachus sisi distal. Keadaan ini sering tidak memberikan gejala

klinis, hanya saja beberapa kasus dapat berubah menjadi maligna, yang sering

sebagai adenokarsinoma buli-buli. Diagnosa ditegakkan melalui sistografi

atau sistoskopi dan CT scan.

4. Sinus urachus, masih terbukanya urachus pada sisi umbilikus yang berupa

kantong yang terbuka pada umbilikus. Tidak jarang sinus urachus

memberikan gejala keluarnya cairan melalui umbilikus, yang jika mengalami

infeksi berupa cairan purulen. Diagnosis ditegakkan dengan sinografi

bersamaan dengan sistografi.

Penatalaksanaan pada kasus ini adalah dengan dilakukan pembedahan,

yakni dengan melakukan eksisi urachus, dengan mencari seluruh sisa urachus

dari fundus buli-buli hingga umbilikus. Jika terjadi degenerasi maligna

dilakukan operasi radikal.(1) Pembedahan tersebut bisa dilakukan paling cepat

pada anak usia 6 bulan. (5)

2

Kelainan urachus akan muncul ketika proses obliterasi ini tidak sempurna.4 inci (8-10 mm). pada proses normal akan terjadi apoptosis dari sel epitelium urachus (obliterasi urachus) pada minggu ke 5-7 kehamilan sehingga urachus tersebut akan mengalami involusi membentuk ligamentum umbilicalis mediana. Definisi Urachus merupakan saluran yang menghubungkan antara allantoic stalk dan vesica urinaria bagian atas. atau pada sebagian saluran membentuk sinus urachus.(3) Urachus merupakan suatu korda fibromuskuler yang berlokasi pada jaringan ekstraperitoneal anterior dalam ruang Retzius (antara fasia transversalis sebelah anterior dan peritoneum parietalis disebelah posterior). (3) Urachus adalah suatu saluran yang menghubungkan lumen kandung kemih dengan alantois yang terdapat pada fetus. Bisa terjadi pada keseluruhan saluran membentuk patent urachus. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Patent urachus merupakan keadaan dimana penutupan saluran urachus tidak sempurna.2-3.9 inci (3-10 cm) dan diameter 0. Pada keadaan normal urachus menutup setelah hewan lahir dengan membentuk sikatrik pada apex dari kandung kemih. berkembang dari bagian superior sinus urogenital dan menghubungkan fundus vesika urinaria ke umbilicus selarna 3 . Urachus berbentuk saluran yang pada orang dewasa berukuran panjang 1. kista atau diverticulum. yang kemudian akan meninggalkan lumen persisten.3-0. sedangkan fungsi urachus digantikan oleh uretra.

dan  Otot polos pada lapisan terluar yang memiliki kontinuitas dengan muskulus detrusor. berfungsi sebagai vesika urinaria embrionik pada awal pembentukan darah dan pembentukan ginjal definitif. bagian ekstraembrional allantois mengalami degenerasi selama bulan kedua masa gestasi. Normalnya. menyisakan pita fibrous yang pada orang dewasa dikenal sebagai ligamentum umbilikalis media. kehidupan fetal. Embriologi Urachus merupakan sisa embriologi dari involusi allantois dan ventral kloaka. menghubungkan sinus urogenital dengan umbilikus. Defek pada obliterasi urachus menimbulkan kelainan bawaan berupa fistula urachus. sinus urachal.(9) B. sisa allantois ini ditemukan pada proksimal 4 . Allantois sendiri muncul pada hari ke- 16 setelah konsepsi sebagai kantong yang bermuara pada dinding kaudal yolk sac. Urachus adalah normal pada kehidupan embrionik dan mengalami obliterasi dengan 32 minggu masa gestasi. akan tetapi masih terdapat kontroversi mengenai kontribusi pasti dari allantois dan ventral kloaka terhadap terbentuknya urachus. Adakalanya. (4) Secara histologi urachus merupakan tabung fibromuskuler yang terdiri atas tiga lapisan berbeda yaitu :  Saluran epitelial dengan epitel transisional (70%) atau epitel kolumner (30%).  Lapisan jaringan konektif submukosal. divertikulum urachal dan kista urachal. Sisa urachus dapat memberikan berbagai masalah tidak hanya pada bayi dan anak- anak tetapi juga pada orang dewasa.

Bagian intraembrionik allantois membentuk hubungan dari umbilikus hingga ke sinus urogenital. urorectal septum membagi endodermal cloaca menjadi ventral urogenital sinus dan dorsal rectum. Vesica urinaria terbentuk dari bagian ventral kloaka yang bersambung dengan allantois di ventral. dan amnion membentuk umbilical cord .6. pembuluh darah allantois. menyebabkan umbilical cord bertambah panjang dan allantois mengalami involusi membentuk urachus. connecting stalk. Setelah kelahiran. Antara minggu keempat – minggu keenam gestasi. terjadi pembesaran cavum amnion dan lateral folding transform trilaminar embryo ke dalam struktur tubular yang kasar.Urachus merupakan bagian dari vesica urinaria fetus yang dibentuk dari kloaka5. Allantois. Bagian cranial 5 . Bagian ujung cranioventral dari vesica urinaria membuka ke allantois setinggi umbilicus. urachus menjadi pita fibrous yang pada orang dewasa dikenal sebagai ligamentum umbilikalis media. Allantois terbentuk pada umur kehamilan 16 hari sebagai kantong tipis berbentuk jari dari dinding caudal yolk sac.umbilicus dan dapat dilihat antara arteri umbilikalis pada pemeriksaan patologik fetus selama masa gestasional ini. Dinding ventral embryo dibentuk dari fusi lateral somatopleure yang menyebabkan penggabungan bagian yolk sac di dalam embryo sebagai primitive midgut. Antara bulan ke 4-5 gestasional. Selama minggu keempat perkembangan embrionik. vesika urinaria mulai mengalami desensus ke depan bawah rongga pelvis dan menginduksi involusi allantois. (10) Embriologi dan Anatomi.

10. Pada minggu ke-21. pertama pada regio bladder dome dan selanjutnya menuju bladder base. yang akan menjadi vesica urinaria8. Allantois berkembang menjadi extraembryonic cavity dari yolk sac dan berhubungan dengan bagian cranioventral cloaca. Selama bulan ketiga kehamilan.dari urogenital sinus bersambung dengan allantois dan berkembang menjadi vesica urinaria dan pelvic urethra. Bagian caudal berkembang menjadi phallic urethra pada pria dan distal vagina pada wanita. epitel vesica urinaria terdiri dari bilayered cuboidal cells dan mulai menjadi mature urothelial antara minggu ke-13 – minggu ke-17. lapisan epitel menjadi 4 – 5 lapisan tebal dan menunjukkan gambaran ultrastruktural yang serupa dengan urothelium yang telah differensiasi sempurna5. Antara minggu ke-7 – minggu ke-12. setengah bagian bawah buli bertempat di belakang os pubic sedangkan setengah bagian atas buli menyempit dan berkerut menjadi struktur tipis seperti kerucut yang disebut middle umbilical ligament‖. Vesica urinaria fetus berbentuk kantong tubular dilapisi single layer cuboidal cells yang dikelilingi jaringan ikat longgar.10. Pada umur 10 minggu embrionik. Vesical atau stratified 6 . Jaringan kolagen pertama muncul pada lamina propria dan kemudian meluas ke dinding yang lebih dalam antara otot. keseluruhan urethra wanita berasal dari bagian pelvic urogenital sinus. vesica urinaria meluas dan apexnya meruncing ke urachus yang bersambung dengan sisa allantoic stalk. Tidak seperti pada pria.6.8. Pada minggu ke-7 – minggu ke-12 jaringan ikat sekitar memadat dan otot polos mulai tampak.

Lapisan tengah berupa fibroconnective tissue. Bagian apex vesica urinaria menyempit menjadi helaian fibromuscular yang dilapisi epitel dan dinamakan urachus. urachus merupakan struktur ekstraperitoneal. Lapisan terluar merupakan otot polos yang bersambung dengan detrusor. Pada bulan keempat .8. urachus merupakan struktur kecil yang memeluk dinding abdomen anterior dan hampir tertutupi oleh arteri umbilical yang relatif besar.5 cm dari apex vesica urinaria sampai ke umbilicus. Pada dewasa.10. Pada tahap ini. atau urachus‖ dapat patent maupun obliterasi5. Urachus terdiri dari 3 lapisan yaitu lapisan terdalam. traktus fibrotik tersebut terletak sepanjang bagian bawah dari posterior rectus sheath5.10. lapisan tengah.10. Urachus dapat bergabung dengan satu atau dua arteri umbilcal 7 .9.8. Saat lahir. dengan tambahan sekitar 0. Urachus yang obliterasi menjadi medial umbilical ligament dan menghubungkan apex vesica urinaria dengan umbilicus5.6. allantoic duct dan ventral cloaca involusi menjadi vesica urinaria.8. Panjangnya sekitar 3 – 10 cm dan diameternya sekitar 8 – 10 mm7.6. dan lapisan terluar.kelima kehamilan. Vesica urinaria turun masuk ke dalam pelvis.5 cm intramural pada dinding vesica urinaria. Ukuran urachus bervariasi. panjang urachus sekitar 2 – 2. Lapisan terdalam berupa modified transitional epithelium menyerupai uroepithelium.6. Dari riwayat embriologisnya. Turunnya vesica urinaria ini menyebabkan allantoic duct memanjang.epithelium dapat berlanjut melalui ligamen umbilical tersebut. Ligamen ini.

13.15.12. Ultrasound Obstet Gynecol.yang obliterasi dan bisa terjadi sedikit deviasi ke arah kanan atau kiri dari midline. Gambar 2: struktur umbilical ring dan umbilical cord. 3rd edition (2001). Gambar 1: ilustrasi perkembangan embrional pada minggu keempat. Human embryology.11. Gambar 1 – 7 menunjukkan embriologi dan anatomi urachus6. 10 (1977) 366 – 8. 8 .14.

Gambar 3: skema embriologi intrauterine (A). 2012 9 . 242–3. Philadelphia: Elsevier. p. Langman J. Campbell SC. Gambar 4: skema perkembangan embriologi membran kloaka. 5 minggu. Baltimore: Williams & Wilkins. (B). (C). Medical embryology. 8 minggu. Urology. 13 minggu. 10th ed. 1981. 4th ed.

21:451–461. Gambar 6: anatomi urachus. Campbell SC.Gambar 5: ilustrasi pada fetus umur 8 minggu. Philadelphia: Elsevier. Urology. 2012 10 . 10th ed. RadioGraphics 2001.

Gambar 7: urachus.(1) Kelainan urachus secara kongenital ini ditemukan kurang dari 1 : 1000 pada bayi lahir hidup. Terdiri dari: _Patent urachus atau urachal fistula (fistula urachus). Klasifikasi Kelainan/kegagalan proses yang secara normal terjadi pada urachus ini pada masa kehamilan mengakibatkan terjadinya kelainan secara kongenital pada urachus/ congenital urachal remnant abnormalitie. – urachal cysts (kista urachus). – urachal sinus (sinus urachus). C-2114 C. – vesicourachal diverticulum 11 . European Society of Radiology 2014.

Diagnostic imaging of the kidney and urinary tract in children. Urachal diverticulum. Defek obliterasi ini memberikan variasi kelainan yang menyebabkan hubungan menetap antara vesika urinaria. d.Gambar 8 menunjukkan tipe – tipe urachus16. yaitu fistel urachus. kelainan sisa urachus sering dimisdiagnosis dengan gangguan intraabdominal daerah midline dan gangguan pada rongga pelvis. b. urachus dan umbilikus. Patent urachus. Tergantungnya proses desensus ini lebih sering menyertai paten urachus dibanding obstruksi saluran keluar vesika urinaria. Springer-Verlag. Terbentuknya urachus berhubungan langsung dengan desensus vesika urinaria. Kelainan urachus kongentinal dua kali lebih sering di temukan pada laki- laki dibanding perempuan dan dikenal 4 jenis kelainan. Kelainan urachus diakibatkan oleh kegagalan obliterasi lumen urachus dengan etiologi yang mendasari baik secara genetik maupun pada tingkatan molekuler masih belum diketahui. sinus urachal dan divertikulum urachal. Oleh karena kasusnya yang jarang. Gambar 8: a. c. Urachal sinus. Urachal cyst. 12 . kista urachal.

dan lambatnya penyembuhan tali pusat. fistula urachus disertai dengan atresia uretra atau obstruksi katup posterior 13 . Gejala tambahan yang biasa muncul. teori kegagalan proses penurunan vesika urinaria ke dalam pelvis dan teori re-tubularization.000 kelahiran dan 2:1 predominan pada laki-laki. batuk dan mengedan. Kausanya masih idiopatik tapi ada beberapa teori yg muncul. Fistula terjadi bila saluran sisa hubungan menetap antara vesika urinaria dengan umbilikus akibat kegagalan total penutupan garis epithelial kanal urachal. Pada 15 – 30% pasien.25-15/10. Pemeriksaan Longitudinal Ultrasound dan Voiding Cystourethrogram (VCUG) dapat untuk membedakan dengan paten omphalomesenterik dan juga dapat menunjukkan hubungan umbilikus dengan vesika urinaria. sehingga urin dapat mengalir keluar melalui umbilikus. Pada kultur bakteri sering didapatkan Staphylococcus aureus. Pada pemeriksaan fisik didapatkan drainase cairan dari umbilikus secara terus-menerus atau intermiten yang meningkat alirannya saat peningkatan tekanan intra abdominal seperti menangis. Escherichia coli. Diagnosa dapat dilakukan dengan pemeriksaan ureum dan kreatinin pada cairan urin atau dengan menyuntikkan methylen blue atau dengan indigo Carmen melalui kateter ke dalam vesika urinaria. seperti pembesaran atau edema umbilikus. yaitu teori obstruksi vesika urinaria intrauterine. Enterococcus dan Citrobacter.1. FISTULA URACHUS Fistula urachus terjadi sekitar 50% dari seluruh kelainan urachal dengan insiden sekitar 0.

Kista urachal ditemukan pada 30% dari keseluruhan kasus kelainan urachus dengan insiden yang rendah (kira-kira 1/5000 kelahiran ) dan 3:1 14 . yang merupakan mekanisme proteksi terhadap obstruksi. Drawings illustrate the four types of congenital urachal anomalies. KISTA URACHAL Kista urachal terjadi jika urachal menutup pada daerah umbilikus dan vesika urinaria akan tetapi. granulasi penyembuhan umbilikus. Lumen sisa ini kemudian terisi cairan dan membentuk kista. sinus urachus. Radiographics 2001. diantara kedua area tersebut saluran urachus tetap paten. infeksi pembuluh darah umbilikus. omphalitis. Paten urachus didiagnosis banding dengan paten duktus omphalomesenterik.21:451-461 2. Figure 3a. Yu J et al.

nyeri perut bawah daerah midline. Kista urachal dengan infeksi memberikan gejala klinis berupa demam. CT Scan dan MRI digunakan untuk mengevaluasi adanya perluasan sekunder proses 15 . Pada gambaran USG tampak massa ekstraperitoneal di antara umbilikus dan vesika urinaria.predominan pada laki-laki. melalui hematogen. Umumnya. midline dan kistik. Jika terdapat infeksi. kista urachal terjadi pada sepertiga distal urachus. keberhasilan diagnostik dengan USG adalah 75 -100%. Staphylococcus aureus merupakan organisme yang paling sering menyebabkan infeksi pada kista urachal. berukuran kecil dan asimptomatik. limfatik atau trauma tumpul abdomen. akan tetapi dapat digunakan dalam menentukan ukuran dan lokasi kista. tidak terdeteksi hingga terjadi komplikasi (misalnya infeksi) yang menimbulkan gejala klinik. keluhan buang air kecil dengan atau tanpa infeksi saluran kemih dan kadang-kadang teraba adanya massa lunak suprapublik dengan kulit yang eritem di atasnya. USG Scan atau MRI umumnya tidak diperlukan. Kista non infeksi dapat menimbulkan gejala jika semakin membesar atau ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaan rutin atau pemeriksaan lain (misalnya hidronefrosis prenatal dan infeksi saluran kemih). Infeksi kista urachal lebih sering ditemukan pada orang dewasa dibanding anak-anak. Pemeriksaan USG merupakan pemeriksaan untuk pilihan mendiagnosis kista urachal. Infeksi sekunder ini dapat berasal dari fokal infeksi dari umbilikus atau kandung kemih. Menurut literature.

umbilikus yang lembab basah atau adanya jaringan granulasi pada umbilikus. Pemeriksaan penunjang lain seperti uretrosistografi. kegunaannya masih diragukan. Sinus urachal sering menimbulkan infeksi pada umbilikus. Bagian distal dari urachus terisi oleh sel epitel deskuamasi. dan tidak terdapat hubungan dengan vesika urinaria. Pada sinus urachal. Atau dapat pula terjadi akibat kista urachus yang membuka saluran drainase ke arah umbilikus. inflamasi pada struktur di sekitar kista urachal. saluran urachus tertutup parsial dengan saluran sisa membuka ke umbilikus. Anak sering mengeluhkan adanya pembengkakan periumbilikal. Pada pemeriksaan fisik. menyebabkan timbulnya cairan dari umbilikus. dapat ditemukan adanya drainase yang intermiten dari umbilikus (dapat berupa serous atau serosangiunous). 3. SINUS URACHAL Sinus urachal ditemukan pada 15% kasus kelainan urachus. 16 .

Divertikel vesikourachal merupakan kantung bermuara pada apeks vesika urinaria yang disebabkan karena penutupan yang tidak sempurna urachus proksimal. 17 . Akibat misdiagnosis dengan jaringan granulasi. Umumnya pasien dengan divertikulum vesikourachal tidak memberikan keluhan karena aliran urin pada divertikulum mengalir baik seiring dengan pengosongan vesika urinaria. Diagnosis sinus urachal mungkin sukar dibedakan dari granuloma umbilikus atau sinus umbilikus. Harus pula dibedakan dengan persisten duktus omphalomesenterik melalui pemeriksaan sonogram. sering anak ini akan mengalami terapi kauterisasi dengan perak nitrat berulang kali biasa setelah pemotongan sisa korda umbilikus. DIVERTIKULUM URACHAL Divertikulum urachal terjadi 3-5 % anomali urachal. 4. Fistulogram mungkin akan sangat membantu.

Divertikulum vesikourachal mungkin tidak menyebabkan penyulit. akan tetapi kadang-kadang ukurannya menjadi lebih besar dan pengosongan urin didalamnya menjadi jelek. Divertikulum vesikourachal sering ditemukan secara tidak sengaja. D. Tanda Klinis Tanda yang sering muncul pada bayi yang mengalami kelainan urachus meliputi : – granulasi pada daerah periumbilical – adanya ekskresi urine pada urachus – terdapat nyeri – keluarnya cairan purulen dari urachus – bengkak dan kemerahan pada daerah disekitar urachus 18 . menimbulkan infeksi saluran kemih yang rekuren atau pembentukan batu didalamnya.

Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan untuk mendiagnosis kelainan pada urachus dapat digunakan: – Fistulografi dengan kontras yang biasanya digunakan untuk membedakan antara fistula urachus atau sinus urachus. – Keunggulan dari cystoskopi adalah dapat mengetahui posisi pembukaan fistula dari vesica urinaria 19 . – Selain itu dapat juga dilakukan cystoscopy. MRI dan CT scan. – Pada pemeriksaan ini kontras dimasukan melalui mulut fistula kemudian diamati perjalanan kontras tersebut. Pada kelainan urachus dapat terjadi infeksi yang menyebar baik secara hematogen atau limfatik. seringnya berhubungan dengan respons inflamasi lokal disekitar kulit dan mungkin berhubungan dengan kelainan pada urachus ataupun pada ductus vitellin (omphalomesentericus). E.Terapi awal dengan memakai silver nitrat. USG. jika kontras memasuki vesica urinaria diagnosis mengarah ke kelainan urachus. pada kista urachus dapat terjadi infeksi serta terbentuk abses yang dapat mengalami ruptur pada cavitas peritonealis. Granuloma umbilicalis umumnya muncul berupa jaringan merah muda yang rapuh. – Indigo carmine merupakan bahan pewarna yang bisa disuntikkan ke dalam saluran fistula kemudian observasi perubahan warna pada urin untuk menentukan diagnosisnya.

Teori lain menyebutkan bahwa omphalokel berkembang karena kegagalan midgut untuk masuk kembali ke kavum abdomen pada minggu ke- 12 perkembangan. tetapi frekuensinya semakin meningkat khususnya pada wanita muda. Pada awal minggu ke-3 perkembangan embrio. biasanya di kanan. saluran pencernaan terbagi menjadi foregut. penutupan omphalokele melalui 2 tahap. Gastroskisis Merupakan herniasi sisi perut melalui dinding tubuh langsung menuju rongga amnion. midgut dan hindgut. 2. Diagnosis Banding 1. Pertumbuhan ini berhubungan erat dengan lipatan embrio (embryonic fold) yang berperan dalam pembentukan dinding abdomen. melalui suatu daerah lemah karena regresi kelahiran. Cacat ini terjadi disebelah lateral umbilicus. gastroskisis tidak ada hubungannya dengan kelainan kromosom atau cacat berat lainnya. Tahap pertama ialah membuat skin flap untuk melindungi organ-organ abdomen yang mengalami herniasi. Peningkatan ini mungkin disebabkan penggunaan kokain. Tidak seperti oemphalocele. Omphalokel Omphalokel diartikan sebagai suatu defek sentral dinding abdomen pada daerah cincin umbilikus (umbilical ring) atau cincin tali pusar sehingga terdapat herniasi organ-organ abdomen dari cavum abdomen namun masih dilapisi oleh suatu kantong atau selaput yang terdiri atas lapisan amnion dan peritoneum.– Sedangkan USG memiliki kelebihan jika kelainan berupa kista maka bentuk anatomi dapat diketahui secara pasti walaupun pemeriksaan ini jarang dilakukan. F. Tahap kedua ialah merepair hernia ventralis. 20 .

vena umbilikalis kanan yang normalnya tidak ada. Omentum dan usus dapat masuk ke dalam kantong hernia. Tetapi. G. Hernia umbilicalis sering terjadi pada bayi dan merupakan kelainan kongenital. Hernia Umbilikalis Kongenital Hernia umbilikalis merupakan penonjolan yang mengandung isi rongga perut yang masuk melalui cincin umbilikus (pusar) akibat peninggian tekanan intra abdomen. dan usus bisa rusak karena langsung terkana cairan amnion. bisa mematikan banyak bagian usus dan menyebabkan kematian bayi. proses inflamasi kista yang meluas sehingga melibatkan usus didekatnya dan pembentukan fistula enterocutaneus. 3. Umbilicus merupakan salah satu lokasi yang lemah pada abdomen dan tempat yang sering mengalami herniasi. pembesaran ukuran dan pengosongannya yang terganggu dapat menimbulkan infeksi saluran kemih yang rekuren atau pembentukan batu. Hernia umbilikalis merupakan defek dinding abdomen persis dipusat umbilikus. 21 . Kulit kantong hernia tidak pernah ruptur dan sangat jarang terjadi inkarserasi. Komplikasi Komplikasi serius dari kista urachal yang terinfeksi adalah ruptur kista ke dalam rongga peritoneum.khususnya bila bayi menangis. sehingga angka kelangsungan hidupnya bagus sekali. volvulus (rotasi usus) yang menyebabkan gangguan suplai darah. visera tidak dibungkus oleh peritoneum atau amnion. berupa herniasi utuh yang hanya tertutup peritoneum dan kulit yang terdapat waktu lahir. Pada divertikulum urachal.

prognosisnya adalah jelek. Anak yang akan dilakukan pembedahan harus mendapatkan anastesi umum. Ahli bedah akan membuat membedah memotong di bagian perut bawah. Karsinoma urachal ditemukan tersering pada lokasi peralihan ligament urachal dan fundus urinaria. H. karsinoma sel squamos dan sarkoma telah dilaporkan. Kesemuanya adalah neoplasma yang jarang dan pada umumnya ditemukan pada dewasa tua. Keganasan urachal pada umumnya berupa adenokarsinoma walaupun karsinoma sel transisional. Pasien dengan kelainan sisa urachus yang sudah dioperasi lazimnya sangat baik Pada umumnya anak mengalami pemulihan dengan cepat. Selanjutnya ahli bedah akan menemukan saluran urachal dan Terapi yang biasa dilakukan pada kelainan urachus adalah pembedahan yang umumnya disarankan untuk mencegah komplikasi infeksi dan kerusakan kulit. I. Komplikasi kelainan sisa urachus berupa adenokarsinoma memberikan prognosis yang jelek. Kecuali jika kelainan kongenital serius ditemukan bersama dengan sisa urachus. 22 . Penatalaksanaan Penatalaksanaan untuk memperbaiki urachus persisten adalah melakukan operasi untuk memperbaiki kecacatan kandung kemih. Prognosis Kelainan sisa urachus umumnya tidak memiliki morbiditas dan mortalitas yang signifikan. Resiko timbulnya keganasan dimasa datang pada sisa urachus telah diketahui baik timbulnya keganasan pada sisa urachus kiranya disebabkan oleh inflamasi dan infeksi kronik keganasan urachal terhitung hanya berkisar 1 persen hingga 10 persen dari kanker pada orang dewasa.

PENANGANAN KELAINAN URACHUS Penanganan bedah adalah penanganan utama dari kelainan urachus. pembentukan batu. Penanganan bedah dilakukan dengan eksisi radikal sisa urachus termasuk ligamentum umbilikalis medialis sama halnya dengan peritoneum yang bersebelahan dengan umbilicus hingga fundus vesikaurinaria dengan sedikit fragmen fundus vesikaurinaria pada insersi urachus diangkat. urachus. kista urachus yang simptomatis (berukuran besar atau infeksi). sedangkan untuk fistula sebaiknya dilakukan eksisi lengkap dari umbilicus. dan divertikulum dengan mulut lebar. Indikasi operasi pada kelainan urachus adalah paten urachus persisten (karena resiko rekuren infeksi. – Selain itu jahitan sederhana pada kelainan urachus memiliki tingkat rekurensi yang tinggi. Hal ini dilakukan untuk mencegah rekurensi. 23 . pembentukan batu. ekskoriasi. dan nyeri). Sejauh ini pendekatan tradisional dengan eksisi total urachus dilakukan melalui insisi curvilinear hipogastrik (bayi) atau insisi transversal infraumbilikal (anak yang lebih tua) memberikan penanganan yang adekuat.– Untuk sinus dan kista urachus dilakukan eksisi melalui infraumbilical. pada kelainan paten urachus pada neonatus. Eksisi merupakan penanganan terpilih untuk kelainan urachus. Mukosa hendaknya tidak ditinggalkan pada umbilicus. dapat menutup secara spontan bila tidak terjadi obstruksi vesikaurinaria. dan sinus urachus yang simptomatis. drainase cairan persisten dari umbilikus. dan mencegah timbulnya malignansi adenokarsinoma. dan vesica urinaria bagian ventral.

Pada bayi dan anak-anak. jarak dari fundus vesikaurinaria ke dasar umbilicus sangat dekat. hendaknya diobservasi terlebih dahulu dengan USG serial. dilakukan pembedahan untuk membuang seluruh sisa urachus. Sinus urachus dapat diobservasi terlebih dahulu pada 4 -8 minggu awal kehidupan. operasi ini dapat dilakukan dengan sangat mudah melalui pendekatan insisi pfannenstiel. Pada kasus kista urachal yang terinfeksi. insisi pfannenstiel dapat digunakan dan lagi jarak dari dasar umbilicus dan fundus vesikaurinaria pada bayi sangat pendek. Pada bayi atau anak-anak. Pada bayi. yang dapat ditangani dengan memasang dauer kateter. Jika menetap maka dilakukan koreksi bedah. Penanganan kista urachal dengan drainase kista tidak adekuat dapat menimbulkan resiko adenokarsinoma pada sisa urachus yang tidak direseksi walaupun insidennya sangat rendah. umumnya diberikan antibiotik terlebih dahulu untuk menenangkan dan membatasi proses infeksi sehingga mengurangi komplikasi setelah operasi. Komplikasi postoperative yang biasa muncul adalah drainase urinpersisten. Eksisi primer merupakan penanganan terpilih untuk kista urachal tanpa infeksi. Setelah infeksi kista tertangani. Untuk kista yang berukuran kecil dan asimptomatik yang ditemukan secara tidak sengaja. Koreksi bedah harus meliputi seluruh saluran urachus dari umbilicus hingga fundus vesikaurinaria. yang umumnya bersifat superfisial dan berespon baik dengan antibiotik. Infeksi. Rencana pembedahan dilakukan setelah penanganan infeksi yang adekuat karena struktur intraperitoneal dapat melekat pada urachus selama proses 24 .

14. Sumber : ( 13. observasi dilakukan terlebih dahulu pada beberapa bulan awal kehidupan karena pada beberapa kasus dapat mengalami resolusi spontan. 15 ) 25 . Pada fistula urachus.inflamasi tersebut. Jika terdapat obstruksi saluran keluar vesikaurinaria harus dikoreksi terlebih dahulu karena hal ini mungkin menjadi penyebab patensi urachus yang menetap. Koreksi bedah diharuskan jika menetap setelah 2 bulan.

Sumber : ( 13. 15 ) 26 . 14.

Terapi urachus yaitu pembedahan dengan melakukan eksisi urakus. prognosisnya adalah jelek. dengan mencari seluruh sisa urachus dari fundus buli-buli hingga umbilikus. Pasien dengan kelainan sisa urachus yang sudah dioperasi lazimnya sangat baik. 5. divertikulum urachus dan sinus urachus. Kelainan pada urakus terdiri dari : fistula urachus. Jika terjadi degenerasi maligna dilakukan operasi radikal. 27 . keluarnya cairan purulen dari urachus. 2. Tanda klinis yang sering muncul pada bayi yang mengalami kelainan urachus meliputi : granulasi pada daerah periumbilical. Kelainan sisa urachus umumnya tidak memiliki morbiditas dan mortalitas yang signifikan. Urachus merupakan saluran yang menghubungkan antara allantoic stalk dan vesica urinaria bagian atas. Kecuali jika kelainan kongenital serius ditemukan bersama dengan sisa urachus. pada proses normal akan terjadi apoptosis dari sel epitelium urachus (obliterasi urachus) pada minggu ke 5-7 kehamilan sehingga urachus tersebut akan mengalami involusi membentuk ligamentum umbilicalis mediana. 3. Pada umumnya anak mengalami pemulihan dengan cepat. adanya ekskresi urine pada urachus. Komplikasi kelainan sisa urachus berupa adenokarsinoma memberikan prognosis yang jelek. BAB III KESIMPULAN 1. kista urachus. terdapat nyeri. bengkak dan kemerahan pada daerah disekitar urachus. 4.

Anonim. Hammond GY. Goldsmith R. The urachus: its anatomy. Urachal Remnant Disease: Spectrum of CT and US Findings. Diverticulum. Flaris N. Edisi 2. 1941:271-274. Maher J. 10 (1977) 366 – 8. B. The urachus. its anatomy and associated fascia. 7. 6. Hippokratia 2002.. Kleinman G. 9. Begg RC. Purnomo Basuki. 4: 167 – 170. Jakarta: Penerbit CV Sagung seto. Jakarta 2003 : 485 3. 21 Issue 2 March 2001. Sterling JA. Spiridis C. Anatomical Record. Large Serous Urachal Cyst in an Adult. : Buku Ajar IlmuBedah. Lee HJ. Dasar-dasar urologi. Lesions of Urachus Which Appear in The Adult. Ultrasound Obstet Gynecol. Lee YJ. EGC. Sjamsuhidayat R. Walker A. Available at http://en. Tolaymat L. Yu JS.org/wiki/Diverticulum. Kim KW. Tsantilas D. Stalnaker R. Gerasidimis T. Pezikoglou H. BAB IV DAFTAR PUSTAKA 1.64:170-183. 6. Jong WD. Davis JE. Persistent Patent Urachus with Allantoic Cyst: a Case Report. 28 . 5. 4. Journal of Anatomy.wikipedia. Frangandreas G. 8. Radiographics Vol. 1930.2011.137 No1 January 1953. histology and development. Annals of Surgery Vol. 223-224 2. Kea K.

2012. 29 . Ueno T. Murphy JM. Urology.38(8):1203-7. 13. 15. 10th ed.10. 2003 Aug. Hutchinson B. 2003 May.38(5):798-803. Pathology of Persistent Urachal Remnants: A Pictorial Review. 2001. 14. Human Embryology 3rd edition. New York: Churchill Livingstone. European Society of Radiology 2014. Philadelphia: Elsevier. p. Baltimore: Williams & Wilkins. Larsen WJ.J Pediatr Surg. McCarthy P. 4th ed. Hall C et al (1980) Diagnostic imaging of the kidney and urinary tract in children. C-2114. 11.JPediatr Surg. Blair GK Surgical implications of urachal remnants: Presentation and management. Medical embryology. Chrispin AR. Kanamauro H Urachal anomalies: ultrasonography and management. Hashimoto H. McCollum MO. Springer-Verlag. Langman J. Das JP. 12. Gordon I. Berlin. 16. 242–3. Macneily AE. Campbell SC. 1981.