BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kayu merupakan tumbuhan alam yang disekitar kita, baik kayu yang
berkualitas baik, maupun kualitas sembarangan.Indonesia yang merupakan
Negara penghasil kayu yang sangat besar. Oleh karena itu pemakaian kayu untuk
konstruksi bangunan jika ditinjau dari segi ekonominya sangat menguntungkan.
Kayu yang kita dapati dihutan terutama di Indonesia sangat menunjukkan
kualitas dan kuantitas yang bermutu. Bahan konstruksi ini banyak digunakan
karena mempunyai kekuatan yang tinggi.
Mengingat jumlah kayu yang banyak di Negara kita, ada baiknya kita
menghasilkan kontruksi yang baru dengan mutu yang tinggi. Oleh karena itu, kita
harus mempelajari tentang struktur kayu, penggunaan alat-alat mesin kayu dengan
baik dan benar.

1.2 Tujuan Dan Manfaat
Mengetahui dasar – dasar penggunaan peralatan mesin kayu dilanjutkan
dengan pembuatan benda kerja untuk mendapatkan konstruksi kayu yang baik dan
benar.

1.3 Pembatasan Masalah
Praktek Kerja Kayu II ini dititik beratkan pada penggunaan peralatan
mesin kayu dengan baik dan benar yang diaplikasikan pada pembuatan benda
kerja.

1.4 Metode Pembahasan

Dalam penyusunan laporan ini data-data di dapat dari berbagai sumber,
diantaranya adalahreferensi buku-buku dan internet yang memberi masukan
dalam penyusunan laporan bengkel kerja kayu ini.

1

BAB II
DASAR TEORI

2.1 Pengertian Kerja Kayu

Kerja kayu adalah suatu pekerjaan konstruksi yang menggunakan bahan
kayu atau yang menyangkut pekerjaan kayu.
Prinsip kerja kayu :
Sebelum melakukan pekerjaan kayu, maka sebagai orangyang melakukan
pekerjaan tersebut haruslah mengetahuiprinsip-prinsip kerja kayu sehingga slama
melakukan pekerjaandapat menggunakan peralatan yang benar serta dengan
hasilyang baik sesuai dengan keinginan.Adapun prinsip-prinsip kerja kayu yang baik
adalah:
 Menjaga keselamatan kerja diri sendiri atau orang lain yangberada pada
areal dimana kita sedang bekerja.
 Dapat menggunakan peralatan atau perkakas kayu sesuaidengan fungsi
masing-masing.
 Hasil yang di dapat harus siku,lurus,datar,dan halusuntuk setiap
permukaan.
 Penggunaan dan penempatanberbagai jenis sambunganharus benar
sehingga dapat memberikan kekuatan darikonstruksi tersebut.
 Pembuatan sambungan pada kayu harus benar-benar rapatantar kayu satu
dengan kayu lainnya pada konstruksisambungan tersebut.

2.2 Pengertian Kayu

Kayu adalah bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang
mengeras karena mengalami lignifikasi (pengayuan). Kayu digunakan untuk
berbagai keperluan mulai dari keperluan memasak, membuat perabot (meja, kursi,
lemari), bahan bangunan (pintu, jendela, rangka atap) bahan kertas, dan lain-lain.
Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan rumah tangga dan sebagainya.

2

Penyebab terbentuknya kayu adalah akibat akumulasi selulosa dan lignin pada
dinding sel berbagai jaringan di batang.

Kayu mempunyai tiga macam sifat:
1. Sifat fisik kayu
Fisik kayu terdiri dari kulit luar, kulit dalam, batang dan proses
pertumbuhannya.
2. Sifat hygrocopis
Terdiri dari kadar lengas dan kembang kusut yaitu berubahnya sifat
kekuatan kayu akibat penurunan kadar air dalam sel kayu.
3. Sifat mekanik
 Hubungan arah serat dan arah gaya
 Diagram lentur
 Pengaruh angka rapat
 Pengaruh kadar lengas kayu
 Pengaruh cara dan lamanya pembebanan
 Pengaruh penyimpangan arah serat
 Arah gaya dan arah serat
 Pengaruh mata kayu dan cacat kayu
 Pengaruh sifat kolom dan batang desak

Macam-macam kayu, terdiri atas:

1. Kayu Masif (Asli)
Kayu yang memiliki struktur kuat, kokoh, keras, padat, maupun
utuh tidak ada cacat.
2. Kayu Lapis (Tripleks/ Multipleks)
Jenis kayu ini sudah mengalami beberapa proses pengolahan
sehingga sudah jauh dari sifat asli.

3. Kayu Lapis Majemuk

3

Akibatnya saat ini terdapat kecenderungan beralihnya peran kayu dari bahan struktur menjadi bahan pemerindah (dekoratif). 4 . Kayu lapis yang lapisan intinya atau lapisan tertentunya terbuat dari bahan selain kayu utuh atau venir. struktur kayu banyak digunakan sebagai alternatif dalam perencanaan pekerjaan-pekerjaan sipil. Pada dasarnya kayu merupakan bahan alam yang banyak memiliki kelemahan struktural. kolom. diantaranya adalah : rangka kuda-kuda. kering dan berfingsi sebagai pelindung bagian dalam kayu. dimana secara ekonomis kayu lebih menguntungkan dari pada penggunaan bahan yang lain) peranan kayu sebagai bahan struktur masih digunakan. sehingga pengunaan kayu sebagai bahan struktur perlu memperhatikan sifatsifat tersebut. Dalam perkembangannya. dan balok lantai bangunan. Kulit luar (outer bark). Namun demikian pada kondisi tertentu (misalnya: pada daerah tertentu.Oleh sebab itu. Bagian-bagian kayu : a. maka struktur kayu kurang populer dibandingkan dengan beton dan baja. rangka dan gelagar jembatan. struktur perancah. yang merupakan kulit mati.3 Pengertian Struktur Kayu Struktur kayu merupakan suatu struktur yang elemen susunannya adalah kayu. 2.

b. Kayu teras atau galih (heart wood). 2. baik tekanan sejajar serat maupun tegak lurus serat. misalnya sebagai bantalan kereta api. Kekuatan terbesar yang dapat ditahan oleh kayu adalah sejajar arah serat. khususnya dalam : 1.20 cm tergantung jenis kayunya. lunak basah. f. 2. sedangkan kekuatan tarikan tegak lurus arah serat lebih kecil dari pada sejajar serat. g. c. Menahan Tarikan. Jari-jari teras (Rays) yang menghubungkan berbagai bagian dari pohon untuk penyimpanan dan peralihan bahan makanan. Kayu teras terjadi dari perubahan kayu gubal secara perlahan- lahan. berwarna keputih-putihan. berupa lapisan sangat tipis (tebalnya hanya berukuran mikroskopik). bubuk. Untuk keperluan struktur umumnya kayu perlu diawetkan dengan memasukan bahan-bahan kimia kedalam lapisan kayu gubal ini. kulit hidup. Kayu juga dapat menahan beban desak. tebalnya bervariasi antara 1 .4 Bentuk dan Kegunaan Kayu Sebagai bahan struktur kayu mempunyai berbagai kekuatan. yang berfungsi mengangkut bahan makanan dari daun kebagian lain. lebih tebal dari kayu gubal yang tidak bekerja lagi. Kambium (cambium). berfungsi sebagai pengangkut air (berikut zat-zat) dari tanah ke daun. Menahan Tekanan (Desak). berada disebelah dalam kulit dalam. Daya 5 . Kulit dalam (bast). Kayu gubal (sap wood). jamur) dari pada kayu gubal. d.Kayu teras merupakan bagian utama pada struktur kayu yang biasanya lebih awet (terhadap serangan serangga. Bagian inilah yang memproduksi sel-sel kulit dan sel-sel kayu. e. Hati (puh).

Besarnya daya tahan kayu terhadap lenturan tergantung pada jenis kayu. kelembaban dan pengaruh waktu pembebanan.6 Klasifikasi Kayu 6 . dll. 2.). retak.  Mudah didapatkan.  Keterbatasan ukuran khususnya untuk memenuhi kebutuhan struktur bangunan yang makin beskala besar dan tinggi. tahan desak tegak lurus serat lebih kecil bila dibandingkan dengan sejajar serat. lebar bentangan.  Beberapa jenis kayu kurang awet. papan. berat badan.  Pengaruh temperatur terhadap perubahan bentuk dapat diabaikan. mutu. relatif murah. Kekurangan Kayu :  Adanya sifat-sifat kayu yang kurang homogen (ketidak seragaman).  Tahan terhadap pengaruh kimia dan listrik.  Memiliki sisi keindahan yang khas.Sebagai bahan struktur kayu biasanya diperdagangkan dengan ukuran tertentu dan dipakai dalam bentuk balok. Menahan Lenturan. sehingga baik untuk partisi. 2. besarnya peampang kayu. sehingga dengan dapatnya kayu menaan lenturan maka dapat menahan beban tetap meupun beban kejut/pukulan.  Untuk beberapa jenis kayu tertentu harganya relatif mahal dan ketersediaan terbatas (langka). atau bentangan bulat.5 Kelebihan dan Kekurangan Kayu Kelebihan Kayu :  Berkekuatan tinggi dengan berat jenis rendah. 3.  Relatif mudah dikerjakan dan diganti.  Kekuatannya sangat dipengaruhi oleh jenis kayu. cacat kayu (mata kayu.  Pada kayu kering memiliki daya hantar panas dan listrik yang rendah.

0.30 < 360 < 215 2.60 1100 . Tingkat pemakaian III. jenis kayu yang dipakai untuk konstruksi berat.500 425 .425 III 0. BERAT JENIS KUAT LENTUR KUAT DESAK KELAS KUAT KERING UDARA (Kg/Cm2) (Kg/Cm2) I > 0. Berdasarkan pemakaiannya kayu digolongkan menjadi: a. b. Tingkat pemakaian V.40 725 . Jenis kayu yang digunakan untuk konstruksi bangunan didasarkan atas sifat kayu itu sendiri yang berhubungan dengan pemakaiannya.40 . Tingkat pemakaian IV.725 650 .90 > 1100 > 650 II 0. terpengaruh basah kering (hujan dan matahari). kayu yang digunakan untuk konstruksi yang terlindung dari tanah lembab (di bawah atap).300 IV 0. 7 .0. kayu yang digunakan untuk konstruksi yang tidak permanen (bangunan sementara). Kayu dengan tingkat pemakaian I dan II. kayu yang digunakan untuk konstruksi ringan yang terlindung dari tanah lembab (di bawah atap).90 .7 Hubungan Berat Jenis Dan Kekuatan Berat jenis menyatakan berat kayu dibagi dengan volumenya. yang selalu terkena pengaruh tanah lembab.30 500 .60 .0. Kadar air tersebut akan keluar bersamaan dengan mengeringnya kayu hingga mencapai titik jenuh serat (fiber saturation point). d. umumnya kayu yang baru ditebang mempunyai kadar air 40 % untuk kayu berat hingga dan 200 % untuk kayu ringan. c.215 V < 0.360 300 . Kelas Kuat Kayu Berdasarkan Berat Jenisnya.

Jadi turunnya kadar lengas kayu mengakibatkan bertambahnya kekuatan kayu.yang berkadar lengas kira-kira 25–35 %. lama s as Kayu ditempatkan di tidak tidak tidak 20 tempat terlindung tapi terbata terbat terbat tahun Tahun dirawat. rayap dan r seberapa Cepat 8 . tujuannnya adalah untuk meningkatkan ketahanan kayu terhadap serangan-serangan serangga (rayap. bubuk.8 Cara Meningkatkan Keawetan Kayu Upaya meningkatkan keawetan kayu telah lama dilakukan. dsb.) agar memperpanjang umur kayu. Tahun Tahun tahun pendek Pendek Kayu tidak terlindung beberapa terhadap angin dan 20 15 10 Sangat tahun iklim. KELAS AWET I II III IV V Selalu berhubungan 8 5 3 Sangat Sangat dengan tanah lembab. dinding sel menjadi padat. Kelas Awet Kayu Berdasarkan Umurnya. 2. tetapi dilindungi tahun tahun tahun pendek terhadap air. di cat. Apabila kayu mengering dibawah titik jenuh seratnya. dll. s as as sangat Kayu termakan / Agak sangat tidak jarang cepat terserang rayap cepat cepat Kayu termakan oleh tidak tidak hampi tidak Sangat bubuk kayu. tidak tidak beberapa Kayu ditempatkan di sangat terbata terbat tahun Pendek tempat terlindung. akibatnya serat-seratnya menjadi kuat dan kokoh.

4. Penggunaan minyak ini juga bisa disapukan atau dicatkan dibagian luar seperti mengetir. lalu diproses sampai 10 atmosfir. Ada dua macam tir yang sering dipakai yaitu : “kolter” dan “sweedsteer” warnanya coklat muda dan cair. sehingga bubuk/rayap akan mudah masuk dalam retak-retak itu dan akan menyebabkan rusaknya kayu. Membakar Kayu. Lewat saluran pipa lain minyak kreosoot yang telah dipanasi sampai 60oC dimasukan. serangga lain tidak Ada beberapa cara untuk meningkatkan keawetan kayu.Biasanya digunakan pada bangunan air dan umum. Penggunaan Karbolium. Salah satu cara untuk menambah ketahanan kayu adalah dengan membakar lapisan luar kayu tersebut. agar getah kayu keluar. 2. diantaranya adalah : 1. Kemudian disalurkan uap air. sebab pori-pori kayu tidak tertutup dan getahnya masih bisa keluar. Biasanya dipakai pada tiang pagar dan rangka atap dari kayu muda. Cara ini tidak baik sebab kayu akan retak. Kayu yang akan di-kreosoot dimasukan kedalam ketel. Karbolium lebih baik dari pada tir. 3. Cara ini biasanya dipakai untuk tiang-tiang yang sebagian tertanam dalam tanah. Bagian luar yang berlapis arang tidak akan mudah termakan rayap. Mengetir. dll. Penggunaan Minyak Kreosoot. 5. perahu.Air panas yang tercampur getah dan angin dipompa keluar. 9 . misalnya untuk tiang jembatan dalam laut. Proses Burnett.

Pada proses ini digunakan dua bejana (tangki) khusus. tingkat keawetan I dan tingkat kekuatan I dengan Bj 0. kayu dimasukan kedalam tangki bagian bawah. 7. Proses ini menggunakan garam wolman.Kayu yang sudah diobati tidak berbau dan berwarna. yaitu bahan pengawet yang terdiri dari Na Fe di tambah dini trophenol dan bichromat kers. 6. sehingga kopervitriool bercampur air akan mengalir dan mengisi pori-pori kayu. 2. 8.Cara ini tidak baik jika digunakan pada struktur yang berlengas. Kayu Merbau 10 . juga tidak baik dipadukan (komposit) dengan besi. Proses ini sama dengan proses minyak kreosoot. Tangki bagian atas diisi campuran kopervitriool dan air.14 hari. kemudian direndam dalam air yang sudah dicampur garam wolman selama 7 hari dan kemudian dikeringkan.Proses Wolman. 2. Proses Kijan.67 kayu jati adalah kayu terbaik diseluruh dunia. setelah kering bisa di cat. Penggunaan Kopervitriool (Prusi). Kayu yang akan diawetkan harus dikeringkan terlebih dahulu. dijual dalam bentuk bubuk. hanya bahannya yang berbeda yaitu Zn Cl2 berbusa dan tak berwarna. Kayu direndam dalam air yang sudah dicampur bahan pengawet Hg Cl2 (zat cair putih yang beracun sangat berbisa dan tak berwarna) selama 5 . kemudian ditumpuk pada tempat yang berangin.9 Jenis-Jenis Kayu di Indonesia Jenis kayu bangunan dan furniture: 1. Kayu Jati Jati merupakan kayu tingkat pemakaian I. Cara ini tidak dapat digunakan untuk struktur yang terendam air.

kembang susutnya hanya sedikit. 6.8-1.8 kayu ini tumbuh didaratan tinggi lebih dari 500m dari permukaan laut. Kayu Merawan Kayu merawan merupakan kayu tingkat pemakaian II. Kayu Resak Kayu resak merupakan kayu tingkat pemakaian I.1 kayu ini walaupun keras diolah. Banyak dipakai untuk bangunan air juga sering digunakan untuk pasak. biasa digunakan untuk tiang jembatan. Kayu merbau merupakan kayu tingkat pemakaian I. tingkat keawetan II dan tingkat kekuatan II dengan Bj 0. mudah diperoleh dalam ukuran besar dan tanpa cacat. tingkat keawetan I dan tingkat kekuatan I dengan Bj 1. kayu ini susah diolah dan tidak dimakan rayap atau serangga. tahan pula terhadap bubuk.2 kayu ini sering dinamakan kayu besi Kalimantan atau disebut juga belian onglen.6-0. Kayu Belian Kayu belian merupakan kayu tingkat pemakaian I. tahan terhadap rayap dan tempat terlindung serta tidak banyak mengalami perubahan kadar lengas. kayu ini mudah diolah dan tidak dimakan rayap. tingkat keawetan I dan tingkat kekuatan I dengan Bj 0. tingkat keawetan I dan tingkat kekuatan I dengan Bj 0.8 kayu ini mempunyai kembang susut 11 . tingkat keawetan II dan tingkat kekuatan II dengan Bj 0. tingkat keawetan II dan tingkat kekuatan I dengan Bj 0.6-0. Kayu ini sering dinamakan juga jati Kalimantan atau disebut juga balau.9-1. Namun sering terjadi puntir akibat cepat mengalami perubahan kadar lengas. 5. Kayu Bangkirai Kayu bangkirai merupakan kayu tingkat pemakaian I. Kayu ini adalah kayu terbaik karena selain tahan rayap juga kembang susutnya hanya sedikit. 3. 4.1. Kayu Rasamala Kayu rasamala merupakan kayu tingkat pemakaian II.9-1. 7.

mempunyai warna sawo matang. tahan bubuk tapi tidak tahan rayap. Kayu Jeungjing 12 . Kayu jenis ini juga ada yang berkualitas rendah dengan warna sawo kemerahan. tingkat keawetan III dan tingkat kekuatan II dengan Bj 0. KayuMeranti Kayu Meranti merupakan kayu tingkat pemakaian IV. Kembang susutnya besar. mudah busuk. 8. Lagi pula mudah di dapat dengan ukurannya yang besar.6-0. mendapat ukuran besar sering digunakan untuk perkakas rumah tangga. Di pergunakan untuk berkisting .8 kayu ini di dapat di sumatera dan kalimantan di dalam jumlah yang besar. tingkat keawetan IV dan tingkat kekuatan III dan IV dengan Bj 0.0. 3.5 . Kayu Keruing Kayu keruing merupakan kayu tingkat pemakaian III. lagi kembang susutnya besar. yang lebih besar jumlahnya dan meranti putih. Jenis kayu sembarang: 1.7 . Kayu Suren Kayu Suren merupakan kayu tingkat pemakaian IV. Maka karena kejelekan – kejelekan itu hanya di gunakan untuk bangunan – bangunan yang kurang berarti atau sementara.9 kayu ini tidak tahan terhadap rayap. 2. Bila ingin meningkatkan tingkat kuat awetnya maka perlu dilakukan proses pengawetan terlebih dahulu sebelum digunakan. Kayunya mudah di makan rayap.4 – 0. Dapat tumbuh di seluruh indonesia . BJ = 0. dapat juga menjadi lapuk. Oleh karena kayu ini sering digunakan untuk bangunan sederhana. pekerjaan beton bertulang dan kadang – kadang juga untuk bangunan – bangunan sementara atau sederhana . Kayunya : kembang susutnya besar dan gampang di makan rayap . Macam pohon di bagi menjadi 2 golongan besar yaitu meranti merah. tingkat keawetan IV dan tingkat kekuatan III .tidak seberapa.

0. mudah busuk.5 .10Teori Kayu Cacat-cacat kayu Cacat kayu menimbulkan akibat sampingan:  Kekuatan kayu  Kekakuan kayu  Keindahan kayu Cacat kayu dapat terjadi: 1. Oleh karena kayu ini sering digunakan untuk bangunan sederhana dan sementara terutama di daerah pengunungan. pada saat tumbuhnya banyak terkena angin sehingga terjadi pemuntiran batang  Cacat alur minyak Yaitu garis-garis alur minyak pada kayu jati yang berwarna abu-abu muda kecoklatan atau berwarna hitam namun cacat ini tidak dapat dicegah  Cacat Doreng 13 . dan tingkat kekuatan IV . dengan Bj = 0.8 kayu ini tidak tahan terhadap rayap. 2. Kayunya lembek dan kembang susutnya besar . Kayu Jeungjing merupakan kayu tingkat pemakaian IV. Kebaikannya ialah agak tahan rayap .3 . tingkat keawetan III dan tingkat II dengan Bj 0. yaitu yang di tanam di perkebunan teh . Kayu Puspa Kayu puspa merupakan kayu tingkat III. tingkat keawetan IV. lagi kembang susutnya besar.6-0. Banyak terdapat di jawa barat .Banyak dipergunakan untuk kayu dalam bangunan – bangunan sederhana terutama baik sekali untuk dipergunakan dalam konstruksi paku . 4. Saat tumbuh/cacat alami(Natural Defect):  Cacat punter Yaitu cacat yang disebabkan oleh pertumbuhan kayu tidak nornal.

Yaitu garis-garis atau bercak-bercak hitam pada kayu jati yang tumbuh akibat penyakit alami. Saat penebangan dan penanganan  Terjadi benturan  Memar  Retak-retak permukaan(surface charcks)  Pecah ujung (end cheeks)  Retak-retak rambut (hairline cracks). Saat penggergajian akibat penyusutan 14 .  Cacat mata kayu Yaitu bagian cabang yang berada didalam kayu dapat dibedakan atas: • Mata kayu sehat • Mata kayu lepas • Mata kayu busuk • Hati kayu rapuh • Serangan serangga perusak kayu • Cacat kayu gubal/kayu yang mengalami lepas serat  Cacat akibat serangan jamur Yaitu akibat kelembaban suhu pada permukaan kulit kayu sehingga kayu sering ditumbuhi jamur dan akan mengakibatkan ganguan terhadap batang kayu.  Cacat bahan kimia Yaitu akibat kayu mempunyai kandungan beberapa zat kimia diantaranya adalah zat extraaktif melalui reaksi kimia dan zat ini mengakibatkan perubahan warna atau noda pada kayu. 3. 2.

11 Komponen Bangunan Untuk lalu lintas keluar masuk bangunan maupun antar ruang dalam bangunan diperlukan lubang yang dapat dibuka maupun ditutup.3-14%  Radial yaitu penampang yang melintang lingkaran tumbuh angka penyusutan berkisar antara 2. Retak dalam (honey combing) d. Cacat kadar air tidak merata f.1-0. agar lubang yang dimaksud serasi. 4. Mesin dan teknologi pengeringan b. 15 . Kemampuan operator oven c. indah dan terpasang kokoh pada dinding tembok maka dipasanglah kusen ( ibu pintu/jendela ). Dengan demikian kusen pintu/jendela merupakan bagian/komponen suatu bangunan gedung. besarnya angka penyusutan erkisar 4.3%. Jenis cacat kayu dalam proses pengeringan: a. Kondisi kayu sebelum diproses. kusen juga diperlukan untuk lubang ventilasi maupun penerangan.5%  Aksial yaitu penampang dalam arah memanjang kayu angka penyusutan 0. Saat pengeringan Cacat pengeringan dapat terjadi resiko ini harus ditekan sekecilmungkin. selain pada lubang pintu dan jendela. Pengerasan kayu (case harduehing) c.1-8. Perubahan warna kayu(discoluration) 2. Peruahan bentuk(distorsi) e. cacat pengeringan kayu dapat terjadi karena: a. Cacat penggergajian sering disebabkan oleh penyusutan yang berlebihan pada 4 sisi-sisi/penampang kayu seperti:  Tangensial yaitu penampang menyinggung arah lingkaran tumbuh. Retak ujung dan permukaan(end and surface checks) b.

Ambang atas : berfungsi untuk menahan beban pasangan batu bata diatasnya. Tiang : untuk pegangan/tumpuan tempat daun pintu dipasang melalui engsel. fungsi dari alur kapur ini untuk memperkuat hubungan antara kusen dan tembok. Ukuran sponing dalamnya 1-1. 4. 5. 3. Ambang bawah : jika kusen tersebut untuk lubang jendela. Alur kapur : pada tiang kusen bagian luar yang akan berhubungan dengan tembok dengan jarak terdiri atas 15 cm dibuat alur berbentuk mulut ikan (V) atau persegi tergantung peralatan yang ada. Kaki tiang (duk) : dibuat dari campuran kedap air (1 PC : 2 PS) setinggi 10-15 cm.5 cm sedang lebarnya yaitu tebal daun pintu/daun jendela ditambahkan 3 mm agar tidak terjadi gesekan pada saat pintu/jendela dibuka/ditutup sehingga cat tidak lekas rusak. Sedangkan jenis kayu yang umum dipakai adalah kayu jati. berfungsi untuk melindungi tiang bagian bawah dari air atau lembab agar tidak lekas atau lapuk. selain itu sangat tepat dipakai pada bangunan tingkat banyak karena beratnya ringan dan tahan api. karena pembuatannya mudah dan rapi. 8. 6. 2. kayu nangka. Ambang tengah : jika kusen tersebut digabung dengan lubang ventilasi diatasnya. Ukuran kayu yang umum dipakai biasanya balok ukuran 6/12 untuk daun pintu selapis dan 6/15 untuk daun pintu rangkap. 7. Kusen alumunium dapat dipakai untuk bangunan umum atau bangunan komersial. ukuran alur kapur ini didalamnya 1-1. Pada pembuatan kusen dari kayu terdapat bagian-bagian / istilah- istilah dari kusen tersebut antara lain : 1. Sponing plesteran : pada sekeliling kusen bagian luar yang akan berhubungan dengan tembok dibuat sponing ukuran 1x1 cm yang fungsinya untuk memperindah hubungan antara kusen dengan plesteran 16 . Ibu pintu biasa disebut kusen dapat dibuat dari alumunium. Kusen pintu untuk rumah tinggal biasanya terbuat dari kayu karena lebih artistik dan alami.5 cm lebarnya 1/3 lebar kayu. kayu kulim. kayu kamper dan sejenisnya. besi ataupun kayu. Sponing : berfungsi untuk merapikan hubungan daun pintu/daun jendela dengan kusen agar tidak terjadi celah pada pertemuan keduanya.

serta untuk mempermudah pekerjaan finishing kusen maupun tembok. Angker ini dipasang pada tiang pinggir bagian luar yang berhubungan dengan tembok. angker tersebut dipasang 15 cm dari ambang atas dengan jarak antar angker 50-60 cm. tembok. Angker : fungsinya untuk memperkokoh kedudukan kusen terhadap tembok agar posisinya tidak goyah atau berubah sewaktu dipasang daun pintu / daun jendela. Selain angker yang dipasang pada sisi tiang bagian luar juga dipasang angker lurus pada ujung bawah tiang untuk memperkokoh hubungan tiang dan duk (sepatu tiang). 9. supaya tidak terjadi celah yang tembus jika ada penyusutan. Angker ini biasanya dibuat dari besi berdiameter 8-10 mm dengan panjang sama panjang batu bata dan kait setebal batu bata namun bisa juga dipasang paku berukuran 10-12 cm dengan jumlah yang lebih banyak. BAB III PERALATAN MESIN KERJA KAYU 3.1 Radial Arm Saw (Mesin Gergaji Bundar Berlengan) 17 .

Fungsi mesin ini ádalah untuk memotong tegak dan miring. 3.2 Circular Saw (Mesin Gergaji Bermeja) Mesin gergaji meja merupakan mesin yang digunakan untuk memotong. Dengan bantuan pembatas yang ada disamping daun gergaji. Posisi daun gergaji menonjol keluar dari permukaan meja dan daun gergaji diputar oleh motor penggerak. membuat sponing. mesin dapat digunakan untuk membelah kayu sesuai dengan ukuran tebal yang diinginkan. Fungsi pokok mesin 18 . membelah dan membubut alur kayu. konstruksi lengan dan terpasang sebuah daun gergaji bundar dimana daun gergajinya berada diatas dudukan/meja dan dapat digeser pada sepanjang lengannya. Mesin gergaji bundar berlengan ádalah mesin yang menggunakan konstruksi tiang. digeser naik-turun pada tiangnya. membuat alur dan membuat purus atau pen. serta dapat pula diputar 180°. Selain itu juga dapat digunakan untuk memotong bentuk cowakan tegak atau miring.

Untuk berfungsi dengan baik dan aman. 3. mengetam sponing. membuat alur memotong urat kayu. membelah kayu (ripping). memotong kayu (cross cutting). Mesin kayu ini terdiri: rangka badan. mengetam cowakan dan mengetam kepala kayu.4 Thinesser Planner (Mesin Ketam Penebal) 19 . rata dan siku. Fungsi lain dari mesin ini yaitu membuat champer.ini ialah. sumbu ketam dan motor. siku dan halus permukaan kayu. siku sisi tebal kayu. Fungsi lain mesin ketam perata adalah mengetam miring. mengetam tirus. meja muka dan meja belakan. mengetam rata.3 Surface Planner (Mesin Ketam Perata) Mesin ketam perata adalah sebuah mesin kayu yang digunakan untuk mengetam kayu dua sisi yang berdekatan sehingga menjadi lurus. tudung pengaman (safety guard) dan alat pengatur naik turunnya meja. dan membuat cekung. maka mesin ketam perata tersebut masih dilengkapi dengan pengantar (Fence). 3. membuat alur. lurus. membuat purus. dan mengiris kayu (resawing). membuat sponing. Fungsi Mesin Ketam Perata adalah untuk meratakan lurus. membuat tirus.

20 . yakni : 1. dan lain-lain. 8 dst. selain sebagai mesin ketam penebal. 6. rem kaki dan mata gergaji. 3. lurus. penggergaji. pengantar. Mesin ketam penebal adalah mesin kayu untuk mengetam balok atau papan dengan ukuran sisi yang sama. Mesin ketam penebal kombinasi. wings penyiku. dan halus. pelubang. rata. Mesin ketam penebal ada dua jenis. Mesin ketam penebal tunggal 2. siku.5 Band Saw (Mesin Gergaji Kecil Tegak) Mesin gergaji kecil tegak adalah mesin kayu untuk memotong lurus dengan ukuran yang lebih kecil. membuat alur. dan pembuat profil. Pengoperasian mesin ketam penebal kombinasi tidak jauh berbeda dengan mesin tunggal. dapat digunakan sebagai mesin ketam perata. Konstruksinya terdiri dari motor dan sumbunya. Fungsi Mesin ketam penebal ini dapat mengetam siku muka III & IV. mengetam miring sesuai dengan alat bantunya. memotong miring. kelebihan mesin ketam penebal kombinasi. mengetam segi 4. meja kerja.

Konstruksinya terdiri dari motor. menggerinda. wings pengatur jarak roda gergaji.7 Hallow Chisel Mortiser (Mesin Bor Tekan) Mesin bor tekn adalah mesin kayu untuk membuat lubang bulat. mengamplas. mata gergaji dan roda gergaji. Ketentuan ukuran pada mesin bor ialah jarak dari tiang terhadap titik pusat bor 21 . meja sebagai alas tempat duduk.3. Konstruksi terdiri dari tiang dari baja. Kecepatan roda 2000 – 4000 rpm. wings dan tiang penahan benda kerja. motor dan meja untuk meletakan kayu pekerjaan. membuat lubang persegi dengan perlengkapan khusus. dan mengerjakan profil pada pinggiran kayu. wings maju dan mundur. 3.6 Wood Working Machinery (Mesin Pembuat Mal) Mesin pembuat mal adalah mesin kayu yang digunakan untuk membuat mal pada benda kerja dengan ukuran tertentu dan menghasilkan hasil yang maksimal.

Pensil berguna untuk menandai bagian pada kayu yang akan diubah bentuknya. c.  Alat-Alat Pengatur dan Pemberi Tanda a. Umumnya jarak ini antara 250 sampai 400 mm dan kecepatan putaran 600 sampai 5000 rpm. Meter lipatdigunakan untuk keperluan pengukuran bahan yang akan digunakan dalam pekerjaan. b. Mistar Siku digunakan untuk menarik garis lukisan pada kayu pekerjaan di atas permukaan dengan garis siku 90° terhadap bidang lain yang telah diberi tanda. Gergaji punggung digunakan untuk pekerjaan kecil dan halus.Bentuk oktagonal yang datar sengaja didesain agar pensil tidak menggelinding di permukaan yang miring. Pensil dibentuk pipih sehingga pensil itu tidak menggelinding dari tempat tukang kayu bekerja.  Pahat 22 .kali dua untuk yang mempunyai meja tak berprofil. 3. Gergaji potong digunakan untuk menggergaji melintang tegak lurus arah serat kayu. b. sedangkan perusut kembar digunakan untuk melukis dua garis sejajar sesuai dengan jarak dua garis yang telah ditentukan c. Gergaji belahdigunakan untuk menggergaji kayu sejajar dengan arah serat kayu. c. Lokasi kerja adalah tempat di mana mengerjakan benda kerja. Alat-Alat Manual Tangan  Meja kerja terdiri dari : a. Sedang untuk yang berprofil jarak antara sisi profil terhadap pusat mata bornya dua kali.8. seperti atap. Mundamadalah tempat untuk meletakkan alat saat tidak digunakan. b. Klem penjepitadalah alat yang digunakan untuk menjepit benda kerja. d.  Alat Pemotong (Gergaji) a. Perusut digunakan untuk melukis satu garis sejajar terhadap sisi bidang kayu memanjang yang telah diketam (perusut tunggal).

yaitu: 1. Palu kayudigunakan untuk memukul benda kerja yang terbuat dari kayu. 7.  Alat Bantu a. Selalu pakai kacamata pengaman pada waktu bekerja menggunakan pahat untuk menghindari serpihan kayu. Pasang penutup/pengaman mata tajam pahat ketika sedang tidak digunakan. Jepit benda kerja pada klem sehingga tidak bergerak. 4. Gunakan pahat untuk memahat kayu. 2. Palu besidigunakan untuk memukul benda kerja yang terbuat dari besi. bukan untuk membuka sekrup atau mengungkit paku. Alat yang terbuat dari logam dan mempunyai gagang dan mempunyai kegunakan sesuai jenis penampangnya. 6. Selalu pegang pahat pada bagian belakang dan selalu jaga posisi kedua tangan pada bagian belakang pahat. Penggunaan Pahat Yang Aman. 3. 5. Jangan pernah meletakkan ataupun menyimpan pahat di dalam saku. Selalu posisikan kedua kaki anda di atas lantai. b. 23 .

Tujuan  Memahami dan menjelaskan fungsi.  Kontrol bahan yang akan dipakai dan dipastikan bebas dari benda yang akan mengganggu dalam proses pengerjaan. Instruksi Umum  Pakailah selalu pakaian kerja dengan rapi saat praktek. bagian.  Menyetel untuk membuat bentuk-bentuk tertentu untuk mengoperasikan mesin-mesin tersebut.  Pakailah selalu alat-alat pelindung diri sesuai dengan kondisi pekerjaan. III. II. BAB IV URAIAN KERJA 4.  Membuat bagian kusen pintu dan jendela sesuai dengan gambar dengan tahapan yang benar dan hasil yang baik. Peralatan Yang Digunakan  Mesin gergaji bundar (circular saw)  Mesin gergaji bundar berlengan (radial arm saw) 24 .  Pastikan peralatan yang akan digunakan selalu dalam keadaan baik dan siap pakai.  Menyebutkan serta menjelaskan fungsi utama bagian-bagian kusen pintu dan jendela pada suatu bangunan dengan benar. cara pengoperasian maupun perawatannya berikut aturan keselamatan kerja dari mesin-mesin kerja kayu dengan benar.1 Membuat Kusen Pintu dan Jendela I.

112 3 Ambang 6/11.  Membentuk benda kerja sesuai dengan bentuk yang diinginkan.  Siapkan bahan yang akan digunakan. klem penjepit IV. Uraian Ukuran 1 Unit 1. 196 2 Ambang 6/11. Kusen Pintu Tiang 6/11. Bahan Yang Digunakan  Kayu ukuran 7/13 x 400 cm.  Paku  Daftar Komponen Jumlah (btg) No. 112 1 2. Kusen Jendela Tiang 6/11.  Mesin ketam perata  Mesin ketam penebal  Mesin pahat. palu kayu. gergaji punggung. 25 .  Membentuk purus/pen dengan mesin gergaji bundar berlengan. mesin moulder  Mesin router  Meteran. 138 2 V. paku besi  Pahat pukul.  Siapkan peralatan yang akan digunakan. siku-siku. 5 batang.  Ketam sisi tebal dan lebar lainnya dengan menggunakan mesin ketam penebal dengan ketebalan ketaman 2 mm hingga mencapai ukuran yang dikehendaki. kontrol kondisi peralatan agar siap digunakan. pilih ukuran dan kondisi bahan yang sesuai.  Ketam sisi tebal dan lebar kayu hingga rata. pahat tusuk. Langkah Kerja  Hitung kebutuhan bahandan rencanakan bentuk pemotongan sehingga sedikit mungkin bahan yang tersisa/terbuang.  Potong bahan sesuai dengan rencana pemotongan (pemotongan kasar adalah ukuran bersih ditambah 1-2 cm) dengan menggunakan mesin gergaji bundar berlengan. pensil.  Lukis benda kerja tersebut sesuai dengan bentuk masing-masing dan diberi tanda supaya tidak tertukar atau salah dalam pemotongan. lurus dan siku dengan menggunakan mesin ketam perata.

 Membuat sponing dan alur kapur dengan menggunakan mesin gergaji bundar.  Membuat profil sudut kayu dengan menggunakan mesin moulder.  Jika tidak tepat dalam memasangnya maka harus dibetulkan dahulu dengan menggunakan peralatan manual. siku. rapat dan rapi).  Membuat lubang persegi dengan mesin pahat. Tujuan  Memahami dan mengetahui dasar-dasar pertimbangan menentukan dimensi daun pintu dan daun jendela dengan benar  Memahami dan mengetahui ketentuan sambungan daun pintu dan daun jendela (sambungan antara ambang bawah dengan tiang) dengan benar  Menyetel dan mengoperasikan peralatan mesin-mesin kerja kayu sesuai bentuk pekerjaan tertentu dengan benar  Memahami dan menjelaskan aturan keselamatan kerja untuk tiap-tiap mesin kerja kayu dengan benar  Membuat daun pintu dan daun jendela panel dengan hasil yang baik (ukuran tepat.  Membuat tirus telinga dengan menggunakan mesin gergaji bundar berlengan. rata.  Rakit semua komponen yang sudah siap dengan benar.  Menyetel tiap sambungan dengan teliti dan hati-hati (harus siku. Instruksi umum :  Pakailah selalu peralatan kerja dengan rapid an benar saat praktek 26 .  Membuat verstek dan cowakan dengan mesin gergaji bundar berlengan. halus. Perhatikan semua sambungan harus rapi. teliti dan diperkuat dengan paku. dan tidak baling) dengan langkah kerja yang benar II.2 Membuat Daun Pintu dan Jendela I. Kusen pintu dan jendela 4. rapat serta siku.

siku.  Pastikan peralatan yang akan digunakan selalu dalam keadaan baik dan siap pakai  Control bahan yang akan dipakai dan pastikan bebas dari benda yang mengganggu dalam proses pengerjaan  Selalu pusatkan perhatian pada pekerjaan  Tanyakan pada instruktur apabila ada keraguan dalam penyetelan penggunaan mesin dan hal-hal yang perlu ditanyakan. Bahan yang digunakan :  Kayu merawan ukuran 4/25 x 400 cm  Lem putih dengan pengenceran air V. perusut IV. Langkah kerja: 27 . Peralatan yang digunakan :  Mesin gergaji bundar berlengan  Mesin ketam perata  Mesin ketam penebal  Mesin gergaji bundar  Mesin pahat  Mesin moulder  Mesin router  Mesin bor  Mesin amplas  Palu kayu  Klam penjepit  Meteran. III. pensil.

Membuat profil tepi dengan mesin moulder atau router . Membuat pen dengan mesin gergaji bundar / mesin gergaji bundar berlengan . Membuat lubang persegi dengan mesin pahat . dengan mesin gergaji bundar berlengan  Ketam sisi tebal kayu hingga lurus. Hitung kebutuhan bahan dan rencanakan bentuk pemotongan sehingga sedikit mungkin bahan yang tersisa/terbuang  Siapkan bahan dan peralatan yang benar akan digunakan  Potong bahan sesuai dengan rencana pemotongan (pemotongan kasar adalah ukuran bersih ditambah 1-2 cm). Membuat vestek dan cowakan dengan mesin gergaji bundar berlengan . dengan mesin ketam perata  Belah kayu yang sudah diketam lurus sesuai ukuran jadi ditambah 3 mm. dengan mesin gergaji bundar  Ketam kedua sisi tebal dan lebar kayu hingga lurus dan siku tipi-tipis saja dengan menggunakan mesin ketam perata  Ketam sisi tebal dan lebar lainya dengan mesin ketam penebal hingga mencapai ukuran yang dikehendaki  Potong ukuran jadi sesuai dengan gambar kerja dengan teliti dan benar jangan lupa beri tanda supaya tidak salah  Lukis benda kerja tersebut sesuai dengan bentuk masing-masing  Membentuk benda kerja sesuai dengan bentuk yang diinginkan . Membuat alur dengan mesin pergaji bundar 28 .

rata dan rapi)  Jika ada yang kurang tepat dibetulkan terlebih dahulu dengan teliti  Rakit komponen daun pintu dan daun jendela panel yang sudah siap dengan benar. teliti dan diperkuat dengan lem kayu dan dipasak. rapi. Membuat tirus panel dengan mesin gergaji bundar  Setel setiap sambungan dengan teliti dan hati-hati (harus siku. serta siku dan keadaan pintu dan jendela tidak baling/melintir. Perhatikan semua sambungan harus rapat. Amplas hingga halus dan periksalah ke instruktur hasil kerja 29 . .

30 .

4.3 Membuat Meja I. 31 . Tujuan  Memahami dan mengetahui dasar-dasar pertimbangan menentukan dimensi Tiang Perancah dengan benar.  Memahami dan mengetahui ketentuan sambungan Tiang Perancah.

 Pastikan peralatan yang akan digunakan selalu dalam keadaan baik dan siap pakai. pensil.  Kontrol bahan yang akan dipakai dan dipastikan bebas dari benda yang akan mengganggu dalam proses pengerjaan. Langkah Kerja  Hitung kebutuhan bahan dan rencanakan bentuk pemotongan sehingga sedikit mungkin bahan yang tersisa/terbuang. Peralatan Yang Digunakan  Mesin gergaji bundar (circular saw)  Mesin gergaji bundar berlengan (radial arm saw)  Mesin ketam perata  Mesin ketam penebal  Mesin router  Meteran.  Menyetel dan mengoperasikan peralatan mesin-mesin kerja kayu sesuai bentuk pekerjaan tertentu dengan benar. III. II. Bahan Yang Digunakan  Kayu ukuran 4/25 x 400 cm  Paku V. paku besi  Klem penjepit IV. siku-siku.5/6 x 71 = 8 buah untuk kaki meja 2 unit  Kayu ukuran 3/6 x 80 = 16 buah untuk rangka daun meja 2 unit  Kayu ukuran 3/86x 82 = 8 buah untuk ambang meja 2 unit  Ketam kedua sisi tebal dan lebar kayu hingga lurus.  Buat permukaan papan siku dengan mesin ketam perata  Sesuaikan ketebalan papan dengan mesin ketam penebal  Potong bahan sesuai dengan rencana pemotongan (pemotongan kasar adalah ukuran bersih ditambah 1-2 cm) dengan menggunakan mesin gergaji bundar berlengan  Potong papan menjadi beberapa ukuran yang telah ditentukan  Multiplek ukuran 100 x 100 cm = 2 buah untuk bagian atas meja 2 unit  Teakwood ukuran 100 x 100 = 2 buah untuk bagian atas meja 2 unit  Kayu kulim ukuran 3.rata dan siku. palu kayu. Instruksi Umum  Pakailah selalu pakaian kerja dengan rapi saat praktek.Tipis- tipis saja dengan menggunakan mesin ketam perata 32 .  Pakailah selalu alat-alat pelindung diri sesuai dengan kondisi pekerjaan.

Perhatikan semua sambungan harus rapi.  Dengan menggunakan mesin hasil yang didapat lebih baik dan lebih efisien.rapi)  Jika tidak tepat dalam pemasangannya.siku dan rapat  Amplas hingga halus dan periksalah hasil kerja anda kepada instruktur BAB V PENUTUP 5. 5.  Ketam sisi tebal dan lebar lainnya dengan menggunakan mesin ketam penebal dengan ketebalan ketaman 2 mm hingga mencapai ukuran yang dikehendaki  Lukis benda kerja tersebut sesuai dengan bentuk masing-masing dan diberi tanda supaya tidak tertukar atau salah dalam pemotongan  Membentuk benda kerja sesuai yang diinginkan  Membentuk purus/pen dengan mesin gergaji bundar berlengan  Membuat lubang persegi dengan menggunakan mesin pahat  Membuat verstek dan cowakan dengan menggunakan mesin gergaji bundar berlengan  Membuat profil sudut kayu dengan menggunakan mesin moulder  Menyetel tiap sambungan dengan teliti dan hati-hati (siku.1 Kesimpulan  Mengetahui langkah-langkah kerja dalam pembuatan benda kerja kayu. ketelitian dan kedisiplinan sangat membantu dalam proses produksi sebuah benda.  Ikutilah prosedur pelaksanaan yang telah ditentukan.  Yang paling utama dalam pekerjaan kayu adalah keselamatan kerja selain itu faktor kecermatan.rata. 33 .maka harus dibetulkan dahulu dengan mesin perata sebelum diberi lem perekat/kayu  Rakit semua komponen yang sudah siap dengan benar.rapat.teliti dan diperkuat dengan paku.2 Saran  Bekerjalah dengan teliti dan konsentrasi.

34 . Dalam melaksanakan praktek kerja kayu jangan ragu-ragu bertanya kepada instruktur. baik dan benar.  Di dalam bekerja tidak perlu cepat selesai yang terpenting adalah mengerjakannya dengan rapi.