Abses perinefrik

Abses dapat juga terjadi pada daerah perinefrik. Abses ini berkembang pada lemak
perirenal dan bermula sebagai infeksi menyeluruh dengan nekrosis pada lemak perirenal.
Setelah beberapa hari, kavitas yang mengandung pus mulai terbentuk.13
Perirenal, seperti juga abses renal, dapat berkembang sebagai komplikasi dari
pielonefritis atau hasil dari penyebaran hematogen dari infeksi. Pada pembentukannya, infeksi
pielonefritis/supurasi dapat ruptur menyeberangi kapsula renal ke rongga Gerotta. Selain itu,
pengobatan batu ginjal dengan extracorporeal shock-wave dapat menyebabkan timbulnya
abses. Infeksi ini sering berkembang pada pasien dengan obstruksi traktus urinarius, seperti
batu staghon atau kalkulus lainnya, atau pada pasien dengan abses kortikal.13
Sewaktu abses ini terbentuk dari penyebaran hematogen, S.aureus merupakan patogen
yang biasa didapatkan. Bagaimanapun, tipe dari infeksi ini jarang terjadi. Kebanyakan abses
perinefrik sekarang ini merupakan komplikasi dari pielonefritis dan disebabkan oleh basil
Gram negatif aerob. Gas dapat secara khusus dihasilkan oleh beberapa organisme ini.13
Pada gambaran klinis, infeksi perinefrik dipisahkan dari infeksi intrarenal dengan
beberapa cara. Onset nyeri, demam, dan leukositosis secara khusus lebih progresif pada kasus
dengan koleksi perinefrik. Nyeri tekan abdomen dan flank lebih superfisial pada kasus ini, dan
inflamasi dari kulit dapat diobservasi pada flank.13
Pada imajing, rontgen dada dan plain abdominal dapat membantu mengarahkan
diagnosis. Pada foto polos abdomen datar ditemukan gambaran radioopak batu ginjal. Garis
dari otot psoas ipsilateral dapat kabur. Udara ekstraintestinal dapa ditemukan disekitar ginjal
pada kasus dengan organisme pembentuk gas. Reaksi parenkim paru dan pleura dapat
diobservasi pada foto thoraks dan ditemukan pada satu setengah dari semua kasus, dengan efusi
pleura, atelektasis dan atau elevasi dari diafragma. Diagnosis supurasi perinefrik penting
berdasarkan imajing dengan CT-scan. Bantuan dengan CT scan ini dapat menunjukkan tempat
dan perluasan dari abses.13
Sewaktu diagnosis dan pengobatan terlambat, abses perinefrik dapat menjadi kondisi
yang berat dengan mortalitas sebesar 40%. Sebaliknya, diagnosis awal dan pengobatan dini
memiliki prognosis yang baik. Prinsip utama dari terapi untuk abses perinefrik adalah sama
dengan terapi pada abses renal. Pengobatan berdasarkan pemilihan antibiotik yang cocok,
dibantu dengan identifikasi organisma yang menyerang dan percobaan kecocokan antibiotik.
Kultur urin dan darah, atau contoh perkutaneus dari pus dapat menunjukkan secara keseluruhan
bakteri patogen. Kriteria untuk sembuh berdasarkan klinis, laboratorium, dana CT scan.

abses itu sendiri.13 .Drainase perkutaneus dengan kateter atau drainase pembedahan dapat diindikasikan dalam kasus dengan kavitas yang mengandung pus yang banyak.13 Pengobatan urologi awal dari obstruksi. merupakan suatu kewajiban. Pada kasus dengan batu staghorn dengan atrofi renal pielonefritis berat. nefrektomi merupakan pilihan terbaik untuk mengeliminasi penyebab dari abses. dimana bertanggung jawab untuk infeksi perirenal. dan resiko kemungkinan munculnya lagi.