Macroeconomic Theory; A Dynamic General Equilibrium Approach

Ditulis Oleh: Michael Wickens Diterjemahkan Oleh: Syahril
BAB I PENGANTAR
1.1 Dynamic General Equilibrium versus Traditional Macroeconomics
Makroekonomi modern mencoba untuk menjelaskan agregat ekonomi menggunakan
teori yang berbasis pada kekuatan fondasi mikroekonomi. Ini berbeda dengan
pendekatan tradisional dari makroekonomi Keynes, dimana didasarkan pada teori
khususnya tentang hubungan antara agregat makroekonomi. Dalam makroekonomi
modern, ekonomi digambarkan sebagai system dynamic general equilibrium (DGE)
(system keseimbangan umum yang dinamis) yang menggambarkan pengambilan
keputusan secara kolektif dari banyak individu rasional terhadap berbagai macam
variable yang berhubungan antara saat ini dan masa depan. Keputusan individual ini
kemudia terkoordinasi melalui pasar yang kemudian menghasilkan teori makroekonomi.
Ekonomi dipandang sebagai hal yang continuous equilibrium dalam pengetian itu,
informasi tersedia, orang mengambil keputusan terlihat optimal bagi mereka, dan tidak
melakukan kesalahan pengambilan keputusan secara berulang. Dalam pengertian ini
juga, perilaku individu dianggap rasional. Kesalahan, ketika terjadi, dihubungakan
dengan adanya gap informasi, seperti misalnya ketidakmampuan mengatisipasi
guncangan ekonomi.

Perbedaan yang biasanya muncul disebabkan karena adanya keseimbangan dalam
jangka pendek dan jangka panjang (short-run and long-run equilibria). Ekonomi
diasumsikan untuk selalu mengalami keseimbangan dalam jangka pendek. Dalam
jangka panjang, atau dalam kondisi steady state, merupakan mathematical property
dari model makroekonomi yang mendeskripsikan jalur/transmisi ketika terjadi
guncangan melalui system. Ini dapat menggunakan salah satu salah satunya yaitu
static equilibrium (keseimbangan yang statis), dimana semua variable adalah konstan,
atau, keseimbangan yang lebih umum, growth equilibrium, dimana dalam kondisi tidak
terjadinya guncangan, tidak cenderung ekonomi datang dari jalur yang tetap,
umumnya satu saluran agregat makroekonomi tumbuh pada tingkatan yang sama. Ini
tidak seperti itu, oleh karena itu, ekonomi diasumsikan terjadi dalam jangka panjang,
tapi dengan menggunakan model makroekonomi. Keseimbangan (jangka pendek
maupun panjang) digambarkan sebagai hal yang general (general equilibrium) karena
semua variable secara simultan (bersama-sama) membentuk kesimbangan, tidak
hanya beberapa variable, atau pasar yang particular, dimana kondisi ini yang kita kenal
dengan isitilah partial equilibrium.

Keputusan individu diasumsikan didasarkan pada pertimbangan terhadap total
kesejahteraan yang dimililiki saat ini dan diharapkan dimasa depan yang menjadi
kendala (subject to) dari preferensi dan empat konstrain: konstrai anggaran atau
sumberdaya, endowments, ketersediaan teknologi, dan informasi. Isu sentral dalam
DGE makroekonomi adalah bersifat intertemporal (antar waktu): apakah konsumsi hari
ini, atau tabungan hari ini dengan tujuan konsumsi dimasa mendatang. Ini memerlukan
kemampuan transfer pendapatan hari ini untuk penggunaan dimasa mendatang, atau
pendapatan masa mendatang untuk penggunaan hari ini. Pemindahan ini mungkin
dapat dicapai melalui kepemilikan finansial asset atau melakukan peminjaman untuk
pendapatan masa depan. Perbedaan pengambilan keputusan kemudian dipertemukan
melalui economy-wide market system, dan oleh harga pasar (termasuk didalamnya
harga asset). Fokus dari makroekoni modern, oleh karena itu, adalah respon individual

and equity). the intertemporal nature of decisions. penggunaan anggaran. technological progress.terhadap guncangan dan bagaimana kemungkinan ini berdampak pada pasar secara simulatan baik pada saat ini maupun di masa depan. Ini didasarkan pada apa yang dirpduksi oleh setiap individu yang dapat dikonsumsi atau investasi untuk meningakatkan konsumsi dan output dimasa depan. Ini adalah hal yang mengejutkan karena menggunakan karakteristika dari ekonomi untuk melakukan analisis dari sejumlah ciri-ciri utama (consumption and saving. are determined) tapi tanpa menggunakan pengantarnya secara tegas. labor supply. Tahap pertama mengarah pada cara berfikir yang lebih luasr yaitu mengizinkan pengambilan keputusan dengan cara desentralisasi. the nature of economic equilibrium. Ini adalah pengetahuan umum dari Ramsey (1928) model atau sebagai representativeagent model. Ini juga berbeda dengan model makroekonomi tradisional. seperti model Keynesian. Pada setiap tahapan ekonomi dianalisis dengan menggunakan sisitem general equilibrium dan penting bagi ekonomi untuk setiap tambahan feature yang dapat dipelajari. dan kepemilikan asset. and how prices. such as real wages and interest rates.2 Traditional Macroeconomics . dimana umumya tidak berubah melalui kebijakan (kecuali kalau. tenaga kerja. the balance of payments. atau tidak diketahui. asset fisik (capital stock. saving and investment. atau pemerintah. dank arena kebijakan fiscal. 1. Perusahaan menentukan supply barang dan jasa. tapi termasuk didalmnya variable inti makroekonomi. housing. Karena ini meyoroti perilaku individu. tentu saja. salah satu inti yang menjadi daya Tarik pendekatan ini adalah karena menyediakan sebuah kerangka yang cocok untuk menganalisis kebijakan ekonomi melalui pengamatan terahadap parameter “deep structural” dalam ekonomi. Pemerintah menentukan pengeluaran. transfer. Tahapan yang berikut adalah memasukkan pemerintah. parameter kebijakanya berubah. Ini membutuhkan pasar tambahan (dimana bertinda untuk mengkoordinasikan pengambilan keputusan dan dengan cara tersebut memungkinkan untuk melepaskan diri dari central planner/perencana terpusat) dan asset finansial. dan asset. dan karena itu terdapat perbedaan antara real and nominal variables. and real and nominal exchange rates). dan penerbitan surat utang. investment and dividend payments. dan memungkinkan adanya dimensi luar negeri (seperti current account.) atau finansial asset (money. Secara luas. perusahaan. etc. base money (kebijakan moneter). Mereka berhubungan dengan barang dan jasa. dimana tidak menetapkan isitilah parameter deep structural melalui konefisien dimana mungkin mengubah kebijakan dengan menggunakan cara yang tidak ditentukan. Titik awal dari DGE model makroekonomi adalah model small general equilibrium. Ini merupakan hal yang tepat untuk mempertimbangkan pengambilan keputusan individu berdasarkan pada tipe agen ekonomi mereka yang bertindak sebagai: rumah tangga. durables. TIga tipe utama dari keputusan diambil melalui agen ekonomi (economic agents). productive and financial capital. pengembilan keputusan rumah tangga berhubungan dengan konsumsi. Dasar dari model Ramsey dapat diintepretasikan secara kasar sebagai ekonomi tertutup tanap stuktur pasar dimana pengambilan keputusan dikoordinasikan melalui central planner. the short-run and long-run behavior of the economy (the business cycle and economic growth). dan penggunaan profit. bonds. pajak. investasi. labor demand.

total output. Konsekunesinya. Hal ini juga menekankan pendekatan permintaan dalam ekonomi (demand side of the economy). Hasilnya. seperti misalnya instrument kebijakan. Tujuan dari intervensi kebijakan adalah untuk mengembalikan kondisi equilibrium. dapat diselesaikan dengan ini). Dalam model Brookings macroeconometric gagasan tepatnya dengan cara ini (Duesenberry 1965): Pada tahap pertama varibel individual aggregate digunakan untuk penelitian yang terpisah dan kemudian. 1. adalah terkadang sulit untuk memasukkan kedalam perhitungan efek yang lebih luas dan dalam jangkan panjang dari kebijakan (kebijakan yang meskipun diarahkan untuk melawan guncangan). dan bagaimana cara terbaik untuk membawa kembali kondisi equilibrium. dan inflasi mengalami bayak perubahan dalam 25 tahun terakhir. makroekonomi cenderung untuk focus pada perilaku jangka pendek dari ekonomi dan menggunakan pendekatan partial-equilibrium yang mengarahkan pada pembagian pemikiran yang sulit untuk mendapatkan pandangan yang menyeluruh tentang bagaimana system bekerja secara keseluruhan. Wajar saja jika penekanan terhadap disequilibrium yang menganggap kesimbangan adalah hal yang special. jika apapun. kecenderungannya kebijakan menjadi sulit dipahami dan dianalisis. Hasilnya sedikit demi sedikit. Hingga akhir beberapa tahun teori makroekonomi (dan terutama macroeconomic textbooks) sebagain besar focus pada membangun model untuk menjelaskan hal yang kita sebut dengan perilaku disequilibrium dalam ekonomi dengan maksud untuk membuat formulasi yang tepat dalam kebijakan stabilisasi untuk mengembalikan keseimbangan dalam ekonomi. Dalam studi terkait isu ini. perhatian secara langusng tidak banyak diarahkan pada bagaiman perilaku system ekonomi dalam long-run equilibrium. tidak akan kembali pada equilibrium. pada tahapan yang kedua. Alasan-alasan untuk kebijakan stabilisasi merupakan system ekonomi yang menyimpang dari equilibrium.3 Dynamic General Equilibrium Macroeconomics . Hanya kemudia mereka dikombinasikan dalam bentuk sebuah keseluruhan model ekonomi. Berawal dari hal tersebut. menekankan pada perilaku jangka pendek dalam ekonomi. salah satu tujuan dari makroekonomi Keynes dalam bukunya The General Theory (Keynes 1936) adalah memahami bagaimana periode yang menyebabkan pengangguran yang tinggi bisa terjadi. atau bagaiman melakukan stabilisasi ekonomi. Studi tentang mekroekonomi diperkenalkan pertama kali sebagai hal yang penting pada saat Great Depression (resese yang terjadi diseluruh dunia pada tahun 1930an). Dibawah pengaruh mekroekonomi Keynes. atau mungkin juga berjalan sangat lambat. atau guncangan. adalah pendekatan partial-equilibrium dalam mekroekonomi. merupakan keadaan yang sangat biasa untuk setiap variable makroekonomi untuk dibuat dalam model pada satu waktu dalam persamaan yang terpisah.Pandangan tentang bagaiman cara terbaik dalam menganalisis variable makroekonomi seperti misalnya aggregate consumption. persamaan dikumpulkan untuk membentuk model makroekonomi yang lengkap. untuk mengubah variable exogen. Pendekatan disequilibrium ini untuk makroekonomi cenderung focus pada individual markets dan tidak pada sisitem secara keseluruhan. Oleh karena itu. dimulai dari analisis full employment dan untuk apa. dan kasus yang kurang penting. atau untuk mengembalikan keseimbangan ekonomi (atau lebih dekat pada keseimbangan) dengan lebih cepat. tapi kenapa nampaknya dalam jangka panjang menyebabkan disequilibrium (khusunyanya. mengapa perekonomian mengalami disequilibrium. sebagai contoh. oleh karena itu.

Meskipun. pemeriksanan melalui jalur yang diikuti oleh gross domestic product (GDP) menunjukkan bahwa hal yang paling diutamakan adalah pertumbuah dalam tren dari potensial output. Model DGE berasumsi bahwa ekonomi selalu mengalami keseimbangan. Kami mempertimbangkan hasil utama dari penelitian ini dalam chapter 14. Model ini digunakan oleh Kydland and Prescott. seperti misalnya bagaimana perilaku ekonomi dalam mencapai equilibrium. output yang hilang dalam kaitanya dengan resesi seringkali disepelekan. dimana Lukas memasukkan. tapi pengertian dalam hal ini ekonomi dapat mengalami disequilibrium pada titik manapun dan kapanpun disebabkan karena pengambilan keputusan yang didasarkan pada informasi yang salah. dan bagaimana merespon perubahan dalam varibel eksogen dan ketika terjadi guncangan. dan Long dan Plosser (1983) terhadap real business cycles. Kydland dan Prescott (1982). ini merupakan hal yang penting untuk disadari bahwa tujuan dari makroekonomi tidak hanya mempelajari isu kebijakan. (Diskusi terbaru dari kegunaan DGE models dalam memformulasi kebijakan dikemukakan oleh Chari and Kehoe (2006)). Berikutnya memperluas model ini dalam berbagai bentuk dengan tujuan untuk menguji efek dari tipe guncangan yang lain.Pendekatan tradisional dalam mekroekonomi mungkin sangat berbeda dengan konsepsi dari DGE macroeconomics dimana agen/pelaku ekonomi merupakan subjek yang selalu melakukan reoptimizing terhadap kendala dengan hasil dimana makroekonomi selalu membentuk keseimbangan. yang pada intinya. dan salah satu pertanyaan pertama umumnya yang ditanya ndari sebuah model. Ini merupakan pertanyaan awal yang harus ditanyakan. Berdasarkan pandangan ini. khusunya jika kita tidak belum memahami dengan jelas tentang apa konsekuensi yang boleh jadi akan terjadi. menggunakan model Ramsey. sebagai tambahan. keseimbangan jangka pendek dalam ekonomi mungkin berbeda dari keseimbangan jangka panjang tapi. Untuk menemukan jawaban dari pertanyaan ini merupakan alasan yang cukup untuk untuk mempelajarai makroekonomi. Motivasi yang datang berkali-kali untuk membangun model makroekonomi. Tidak selalu cukup untuk mencari kebijakan apa yang dapat mengubah kondisi equilibrium. Meskipun untuk untuk banyak pandangan makroekonomi mempertahankan focus pada perilaku jangka pendek dan stabilisasi. Kesan ini menunjukkan bahwa sejauh ini lebih lebih penting untuk mendiring tingkat pertumbuhan dari output potensial melalui kebijakan supply-side dibandingkan memidahkan ekonomi kembali mengarah pada jalur tren dari output potensial melalui kebijakan demand-side stabilization. jika stabil. apakah itu dalam jangka pendek maupun panjang. adalah apa implikasinya bagi kebijakan ekonomi. Dari perpektif ini. meskipun kadang menghasilkan disequilibrium merupakan kasus yang special dari DGE macroeconomics adalah menyesatkan. Asal dari DGE macroeconomics diungkapkan oleh Lucas (1975). pengeluaran pemerintah dan uang. Mereka bertujuan untuk menjelaskan perilaku dinamis dari ekonomi (khususnya auto-covariances dari riil output dan covarians dari output dengan aggregate macroeconomic time series lainya) didsarkan pada model keseimbangan kompetitif ekpektasi rasional (competitive rational-expectations equilibrium model yang mengambil inspirasi dari model pertumbuhan ekonomi. Awalnya focus terhadap peran perkembangan teknologi dalam menghidupkan siklus bisnis. keseimbangan jangka pendek akan berubah sepanjang waktu dan akan menjadi keseimbangan jangka panjang. .

Ini dapat kita lihat ketika intervensi pemerintah masuk pada privat good dan bukanya barang public. dan oleh karena itu didasarkan pada teori siklus bisnis. Sebagai pengambilan keputusan yang beroritnasi masa depan harusnya didasarkan pada ekspektasi terhadap masa depan. Mereka mungkin akan mengubah variable eksogen dan guncangan. Sektor privat akan melakukan subtitusi ke barang public. kami menggunakan intertemporal dynamic optimization. Makroekonomi tradisional didasarkan pada asumsi pengambilan keputusan individu seringkali dilakukan tanpa infomasi yang jelas dimana kesalahan. Kesimpulannya adalah kami akan memberikan tawaran yang sangat berbeda dari model makroekonomi tradisional. Ini disebabkan karena fluktuasi jangka pendek dalam ekonomi. sebagai hasilnya. syarat dari barang public menyebabkan peningkat apda output sebagai total dari keuntungan privat melebihi total privat cost. keputusan yang nampaknya benar dimasa lalu mungkin tidak benar untuk masa depan. Ini sudah cukup untuk mendukung bahwa kesalahan seharusnya tidak diulangi. Jika sektor privat dapat mengantisipasi intervensi yang dibuat pemerintah. domestic atau luar negeri. riil atau nominal. seringkali masih dilakukan. dan bagaimana respon ekonomi untuk itu. yang seringkali menjadi asumsi. Argumen tentang pengeluaran pemerintah ini biasanya dipakai. pun ketika itu disadari. kebijakan tersebut tidak akan memberikan hasil yang maksimal. Kecenderungan dari pemikir makroekonomi untuk membuat asumsi dari rasionalitas dengan cepat membagi opini ahli kedalam dua bagian. Daya tarik lain dari pendekatan intertemporal ini dalam makroekonomi adalah memperbaiki kelemahan jangka panjang dalam ekonomi Keynesian. tapi intrinsic dynamic structure dari ekonomi mungkin menghasilakan efek persisten dalam variable makroekonomi. Penelitian terbaru mengusulkan bahwa intervensi kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah cenderung akan berhasil ketika pemerintah memiliki keunggulan informasi dari sektor private. Catatan sebelumnya. dampaknya. diatisipasi atau tidak diantisipasi. Guncangan mungkin akan terjadi secara berurutan namun tidak saling berhubungan. Masalahnya kembali lagi ke .Analisis kami akan mempertimbangkan factor apa yang kuat menghalangi terjadinya economy’s equilibrium. tentu saja. bahwa hasil dari tipe kesalahan ini membuat kita berfikir bawah ekonomi menjai bagian dari disequilibrium. mereka mungkin akan menjadi permanen atau bersifat sementara. permintaan atau penawaran. mereka mungkin benar. Perhatian model ini berkaitan dengan konsep tentang rasionalitas (another key feature of DGE macroeconomics). rumah tangga malahan akan membayar melalui pajak yaitu after-tax income. dan akan terrus dikembangkan dimasa depan. atau gap informasi yang tidak diantisipasi). Ide penting dibalik ekpektasi rasional adalah bahwa orang tidak akan mengulagi kesalahan ketika mereka mengidentifikasinya. Penekanan pada keseimbangan diartikan sebagai dynamic macroeconomics. Model ini melihat masa depat. dan respon dari ekonomi mungkin berbeda dalam setiap kasus. DGE models bersifat intertemporan (antar waktu). dimana orang akan diperlakukan/diasumsikan sebagai orang yang mampu memproses informasi secara rasional tentang masa depan ketika mereka mengambil keputusan. Ini merupakan keuntungan mendapatkan informasi yang benar dan memutuskan cara terbaik untuk menggunakan informasi tersebut. Pengambilan keputusan saat ini disebabkan oleh ekspektasi individu terhadap masa depan. Hal ini tidak termasuk. bahwa orang yang memilki banyak atau sedikit pengetahuan yang lengkap (untuk kesalahan yang fatal akan menghasilan guncangan. Ini sangat berbeda.

karena tidak memiliki cara pandang yang forward-looking dalam stuktur dinamis. Keynes masih menggunakan konsep yang keliru dalam equilibrium. Mungkin menyediakan sebuah penilaian untuk menggunakan model yang dirancang untuk menangkap ciri-ciri kunci dari ekonomi meskipun sederhana melalui abstraksi dari hal-hal yang tidak cukup detail. adalah stock equilibrium. Keynes menyadari bahwa formulasi dari equilibrium ini tidak benar dan kemudia dia menulis The General Theory sebagai bagian dari usaha untuk membenarkan yang keliru (Keynes 1936). Benar bahwa hampir semua kebijakan makroekonomi didasarkan pada model yang sederhana dari ekonomi. Dalam bukunya Treatise on Money. Ada jumalh yang tidak terbatas dari kemungkinan flow equilibria—terkadang disebut dengan equilibria temporary (atau jangka pendek)— tapi hanya satu yang konsisten dengan stock equilibrium. Matinya ilmu alam. . tapi equilibrium dalam ekonomi mengacu pada modal (a stock).Keynes’s (1926) Treatise on Money. Ciri yang menarik dari stock equilibrium adalah bahwa melibatkan sebuah komponen forward-looking. Pengatar ini adalah perbedaan mendasar antara ekonomi dan ilmu alam yang dalam beberapa cara membuat ilmu ekonomi lebih sulit. dan sebagai hasilnya adalah keraguan. Sayangnya. Karena orang melihat kedepan ketika membuat keputusan mungki ada peluang untuk individu lainya untuk melakukan manipulasi strategi untuk keutungan infromasi yang dimiliki yang menjadi dasar pengambilan keputusan. dimana penggunaan konesp keseimbangan yang merupakan sebuah flow equilibrium (tabungan sama dengan investasi). satu variable (suku bunga) dapat menjadi perantara untuk menyeimbangkan antara dua variable tersebut (tabungan dan invetasi). adalah bahwa model makroekonomi sejauh ini juga merupakan model yang sulit untuk digunakan. Ini merupakan hal yang biasa dalam DGE macroeconomics untuk memulai dari menurunkan stock equilibrium. sebuah komentar yang dibuat oleh orang yang familiar dengan ilmu teknik. jangka pendek dan tidak dalam jangka panjang. Masalahnya adalah bagaimana menghasilkan flow equilibrium ini. Pernyataan yang dikemukakan oleh Skidelski (1992) mengatakan bahwa Keynes tidak pernah benar- benar bahagia dengan The General Theory. yang bernama. Dalam DGE macroeconomic models preferensi individu berhubungan dengan konsumsi (a flow variable). dan tidak hanya backward looking. Akan tetapi. seperti misalnya fisika dan kimia. dimana dihindari oleh Keynes. engineering menemukan bahwa ini cukup untuk mendapatkan cara yang sederhana dengan tujuan untuk membuat progress. Ini membiarkan tabungan untuk sama dengan invetasi untuk kemungkinan nilai dari tabungan dan invetasi. Penyederhanaan dari model makroekonomi umumnya terlihat sebagai kelemahan yang utama. barangkali ini disebabkan karena dia terutama tertarik dalam equilibrium. Ada dua komplain yang terkadang muncul tentang makroekonomi. (Kami menunjukkan bahwa ini umumnya merupakan equilibrium yang unik). Pertama adalah bahwa makroekonomi model bekerja terlalu sederhana untuk menangkap hal-hal yang kompleks dalam ekonomi. Ini mungkin menjadi pelajaran untuk makroekonomi. dan oleh karena itu tidak memiliki strategic dimension (dimensi strategis). Konsep yang benar dari equilibrium. flow equilibrium. mungkin oleh karena itu berpotensi untuk diperkuat. Barangkali ini disebabkan karena dia menyadari bahwa dia masih tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah dalam macroeconomic equilibrium. Kedua. Pendapat pertama mudah untuk banyak orang untuk simpat dibandingkan opini kedua.

. model yang sederhana dari model makroekonomi cenderung untuk menjadi lebih kompleks dibandingkan model Keynesian. Untuk pandangan lain dari relasi antara makroekonomi dan engineering.dan merupakan hal yang berbahaya dalam menerapakan kesimpulan yang diperoleh dari model tersebut untuk situasi dimana asumsi sederhana juga mengalami distorsi. tapi masih terlihat lebih canggih. sebagai engineering. dapat dilihat di Mankiw (2006). Meskipun begitu. Ini sebaiknya membuat kita lebih berhati-hai untuk membangun sebuah kesimpulan dari asumsi model tersebut.