MODUL TEKNOLOGI PRODUKSI AGEN HAYATI

Materi 2: Perbanyakan Parasitoid sebagai Agens Hayati
Tujuan: mempelajari dan memahami cara perbanyakan inang alternatif Corcyra
cephalonica dan parasitoid Trichogramma spp.
Parasitoid merupakan musuh alami hama dan dapat digunakan sebagai agens
hayati. Parasitoid dapat menyerang inang baik pada stadia telur, larva, nimfa, kepompong
atau imago. Serangga parasitoid adalah serangga yang fase pradewasa menjadi parasit
pada atau di dalam serangga inang atau arthropoda lainnya, sedangkan fase dewasa hidup
bebas. Keberadaan parasitoid tersebut di lapang selalu tersedia dan dapat berkembang
sendiri, namun perkembangan parasitoid sering terganggu oleh pemakaian pestisida dan
mengakibatkan penurunan jumlah populasi. Perbanyakan parasitoid untuk keperluan
pengendalian OPT dapat dilakukan dengan bantuan manusia, yakni dengan
memperbanyak parasitoid di laboratorium sebelum dilepas di lapangan. Parasitoid yang
telah berhasil diperbanyak dapat dilepas ke lapangan dengan mempertimbangkan faktor
lingkungan, kecepatan parasitoid menyebar dan menemukan inang, waktu yang tepat
untuk pelepasan parasitoid, pengetahuan akan dinamika populasi hama dan waktu
peletakan telur, dan pengaruh buruk penggunaan pestisida (Knipling, 1992).
Perbanyakan massal merupakan salah satu kegiatan membiakkan agens hayati
dalam rangka membantu upaya manusia untuk mengendalikan populasi hama. Menurut
Finney dan Fisher (1964) dalam Parra (2010), perbanyakan massal merupakan upaya
menghasilkan jutaan serangga yang menguntungkan secara ekonomis dalam sebuah garis
produksi, dengan tujuan untuk memperbanyak dengan menggunakan seminimum
mungkin tenaga kerja, waktu dan juga ruang serta memaksimalkan jumlah serangga
betina yang subur dengan biaya yang murah. Salah satu parasitoid yang sering dibiakkan
secara massal dalam pengendalian OPT adalah parasitoid telur Trichogramma spp.
Parasitoid Trichogramma spp. telah berhasil diperbanyak dalam jumlah besar di berbagai
negara dibandingkan dengan parasitoid lain. Perbanyakan parasitoid Trichogramma spp.
telah banyak dilakukan di berbagai inang alternatif, seperti Antheraea pernyi, Corcyra
cephalonica, Sitotroga cereallela. dan Samia cynthia (Wang, dkk. 2014). Upaya Quality
Control dari perbanyakan Trichogramma spp. pada inang C. cephalonica meliputi
pembersihan telur C. cephalonica yang baik, seleksi telur C. cephalonica, mengolah
parasitoid yang superior, pengumpulan telur yang terparasit, penyaringan serta inspeksi
(Wang, dkk. 2014). Parasitoid Trichogramma spp. umumnya menyerang banyak inang,
terutama dari ordo Lepidoptera. Satu spesies Trichogramma spp. dapat memarasit lebih
dari satu inang dan satu spesies inang dapat diparasit lebih dari satu spesies
Trichogramma spp. (Marwoto, 2010). Pelepasan Trichogramma spp. berhasil menekan
serangan hama penggerek pucuk tebu dengan laju parasitisasi 60-87,5% di Filipina
(Alba, 1988 dalam Marwoto dan Saleh, 2003).
Pelepasan parasitoid Trichogramma spp. mampu memarasit hama penggerek
polong kedelai Etiella spp. hingga 83,33% (Marwoto, 2001 dalam Marwoto, 2010).
Perbanyakan massal Trichogramma spp. memiliki beberapa tahapan yaitu pembuatan
media perbanyakan inang alternatif, pembuatan sangkar perkawinan inang alternatif,
perbanyakan inang alternatif, dan perbanyakan Trichogramma spp. Inang pengganti yang
umum digunakan untuk produksi masal parasitoid telur adalah serangga yang hidup di
gudang, seperti Corcyra chepalonica (Stainton) (Lepidoptera: Pyralidae). Inang
pengganti harus memenuhi syarat yaitu mudah dipelihara dan disediakan di laboratorium,
relatif lebih cepat dan murah dibandingkan dengan pembiakan inang alami (Herlinda,
2002).
Menurut Chen dkk. (2004) dalam Wang dkk. (2014), kriteria imago T. pretiosum
yang memiliki kualitas tinggi saat diperbanyak menggunakan inang C. cephalonica
meliputi kemampuan bertahan hidup (80% imago menunjukkan ketahanan hidup selama
2 hari tanpa mendapatkan air dan makanan pada suhu 25oC, RH 80-90%), kemampuan
parasit 50 atau lebih telur C. cephalonica per imago betina, memiliki nisbah kelamin 3:1.
Ketahanan hidup berdasarkan pada 60 imago, sementara fekunditas berdasarkan 10
imago betina yang sudah berkopulasi.

Perbanyakan Trichogramma spp.
Dalam perbanyakan Trichogramma sp. terdiri dari 2 tahapan yakni :
1. Perbanyakan inang alternatif C.cephalonica
2. Perbanyakan parasitoid Trichogramma spp.

Perbanyakan inang alternatif C.cephalonica
Sebagai inang pengganti, C. cephalonica memiliki beberapa kelebihan dibanding
dengan spesies serangga gudang lainnya, seperti mudah didapatkan dari berbagai macam
bahan simpanan lokal, seperti padi, beras, terigu, tepung jagung, dan dedak. Serangga ini
mudah dan murah dibiakkan di laboratorium. Ukuran telur cukup besar sehingga nutrisi
yang dibutuhkan parasitoid cukup untuk mendapatkan kebugaran cukup tinggi. Ngengat
betina memiliki keperidian yang tinggi dengan produksi telur dapat mencapai 300- 400
butir per betina (Herlinda, 2002).
a. Alat
- Kuas
- Cawan Petri
- Timbangan
- Oven
- Sinar UV
b. Bahan
- Dedak dan Beras Jagung ± 250 gram
- Toples plastik
- Serangga C. Cephalonica
- Kain hitam
Tahapan perbanyakan inang alternatif C. cephalonica adalah sebagai berikut:
1. Persiapan pakan
2. Pertumbuhan inang
3. Perkawinan
Langkah kerja:
1. Persiapan pakan, pakan adalah campuran dedak : beras jagung (3:1)
2. Pakan disterilkan 70 0C ± 2 jam
3. Masukkan pakan yang telah steril ke toples plastik,
4. Masukkan telur C. cephalonica yang akan di perbanyak ke dalam toples, dan
amati hingga menjadi imago C. cephalonica.
5. Larva yang telah menjadi imago dimasukkan ke sangkar perkawinan. Pada saat
perkawinan sangkar perkawinan ditutupi oleh kain hitam
6. Telur C. cephalonica yang ada pada kain kasa di alas dan atas tabung disapu
menggunakan kuas dan ditampung ke bagian bawah (cawan Petri) alas tabung.
7. Telur yang telah ditampung di cawan Petri, dipisah yang bersih dan kotor, telur
yang bersih akan dipakai untuk perbanyakan C. cephalonica, sedangkan yang
kotor dikembalikan ke toples perbanyakan imago (imago bertelur 1 x 24 jam)
8. Telur yang bersih kemudian disinari oleh sinar UV selama 30 menit untuk
menghancurkan embrio C. cephalonica
9. Telur yang sudah dipaparkan kemudian dimasukkan ke dalam cawan Petri dan
diwrapping.
10. Penulisan hari dan tanggal telur dipanen.

Indikator keberhasilan dari perbanyakan inang alternatif C. cephalonica yang
ditaburkan dapat tumbuh dengan baik yaitu dengan melihat butiran- butiran media
pembiakan. Apabila butiran- butiran tersebut berubah menjadi gumpalan- gumpalan kecil
dan sedikit lengket maka telur yang telah ditaburkan dapat berkembang dengan baik.

Pembuatan sangkar perkawinan inang alternatif C.cephalonica
a. Alat
- Pensil
- Penggaris
- Gunting
- Pisau
- Staples besar
- Kuas
- Cawan Petri
- Fial film
b. Bahan
- Kertas karton
- Kain kasa 30 x 30 cm
- Jaring kawat
- Plastik wrap
Langkah Kerja
1. Siapkan alat dan bahan,
2. Kertas karton digunting dengan ukuran 50 x 30 cm dan dibentuk tabung
dengan diameter 10 cm.
3. Sisi pada tinggi tabung di buat lubang untuk memasukkan imago
C.cephalonica
4. Karton yang telah dibentuk tabung, di tutup dengan kain kasa pada kedua alas
tabung, yang nantinya sebagai tempat imago corsira meletakkan telurnya.
5. Lubang yang dibentuk di sisi tinggi tabung ditutup dengan fial film.
6. Sangkar perkawinan untuk imago C.cephalonica telah selesai.
Gambar sarang perkawinan

Perbanyakan parasitoid Trichogramma spp.
Pembiakan massal parasitoid Trichogramma spp. dapat dilakukan dengan optimal
apabila keadaan telur dari inang alternatif masih segar, sehingga diperlukan pemanenan
telur setiap hari agar telur yang digunakan tidak berubah warna dan bentuk.
a. Alat
- Kuas
- Gunting
- Autoklaf
b. Bahan
- Kertas karton atau kertas manila
- Lem kertas
- Tabung reaksi
- Kain perca
- Telur C. cephalonica yang sudah steril
- Kertas label
Langkah Kerja:
1. Gunting kertas karton dengan ukuran 1,5 x 7 cm.
2. Mengoleskan lem perekat kebagian tepi karton seluas 1,5 x 4 cm.
3. Menaburkan telur yang sudah steril keatas karton yang sudah diberi lem perekat
4. Hitung jumlah telur yang diletakkan pada pias
5. Karton diberi keterangan tanggal pembuatan.
6. Memasukkan karton yang sudah berisi telur dan starter indukan Trichogramma
sp. kedalam tabung reaksi lalu ditutup dengan kain perca.
7. Karton diberi keterangan tanggal pembuatan.
8. Tunggu 3-4 hari sampai telur C. cephalonica berubah warna menjadi warna
hitam.
9. Hitung jumlah telur yang menunjukkan ciri- ciri terparasit
Pada proses penaburan telur diatas pias, lem yang digunakan harus lem yang tidak
berwarna dan tidak berbau agar parasitoid mau memarasit telur inang. Pemberian lem
pada waktu perekatan telur dipias diusahakan tidak terlalu banyak, hal tersebut bertujuan
untuk menjaga kesterilan media dan juga agar telur tidak bertumpukan atau menempel
satu sama lain karena permukaan telur tertutup lem menyebabkan imago parasitoid tidak
mampu keluar dari telur atau menetas. Selain itu, pemberian lem yang terlalu sedikit juga
akan berpengaruh terhadap jumlah telur yang merekat pada pias dan berakibat parasitoid
yang dihasilkan menjadi sedikit, sehingga dalam penaburan telur pada pias harus hati-
hati agar telur yang ditaburkan merata dan tidak bertumpang tindih. Indikator
keberhasilan perbanyakan Trichogramma spp. dilihat dari warna telur C. cephalonica.
Apabila telur berubah warna menjadi kehitaman maka perbanyakan Trichogramma sp.
dianggap berhasil, namun apabila telur C. cephalonica berubah warna menjadi kuning
kusam maka perbanyakan Trichogramma spp. dianggap gagal.
Penentuan persentase parasitisasi C. cephalonica oleh Trichogramma spp. dapat
dihitung menggunakan rumus, yaitu :

𝑃
𝑃𝑠 = 𝑥 100%
𝑆

Keterangan:

Ps : Persentase parasitisasi Trichogramma spp.
P : Jumlah telur inang yang terparasit
S : Total telur inang
DAFTAR PUSTAKA

Knipling E. F. 1992. Principles of Insect Parasitism analyzed from new perspectives.
USDA. Washington D. C

Marwoto. 2010. Prospek Parasitoid Trichogrammatoidea bactrae-bactrae Nagaraja
(Hymenoptera) Sebagai Agens Hayati Pengendali Hama Penggerek Polong
Kedelai Etiella spp. Pengembangan Inovasi Pertanian 3(4): 274-288

Marwoto dan Nasir, S. 2003. Peningkatan Peran Parasitoid Telur Trichogrammatoidea
bactrae-bactrae dalam Pengendalian Penggerek Polong Kedelai Etiella spp.
Jurnal Litbang Pertanian 22(4): 141-149

Parra, J. R. P. 2010. Mass Rearing of Egg Parasitoids for Biological Control Programs.
Dalam Consoli, F. L., Jose, R. P. P., dan Roberto, A. Z. (Eds). Egg Parasitoid in
Agroecosystem with Emphasis on Trichogramma. Springer

Wang, Z. Y., Kai, L. H., Fan, Z., Xin, L., dan Dirk, B. 2014. Mass rearing and release of
Trichogramma for biological control of insect pests of corn in China. Biological
Control 68: 136-144
Jadwal pengamatan telur C. cephalonica kelompok ….
No Tanggal Nama Tanda tangan
pengamatan Asisten
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13