Promosi Kesehatan dalam Mendukung PHBS di Tatanan Sekolah Menengah

Posted on September 5, 2012 by admin Leave a comment
Adanya Termininologi Promosi kesehatan yang digunakan dewasa ini merupakan bentuk perkembangan
dari Pendidikan Kesehatan yang telah digunakan berpuluh puluh tahun yang lalu. Secara umum
pendidikan kesehatan adalah suatu upaya untuk mempengaruh masyarakat, baik individu mapun
kelompok agar mereka berperilaku hidup bersih dan sehat.
Sehat adalah hak asasi manusia dan merupakan investasi pembangunan sehingga perlu dipelihara,
dilindungi dan ditingkatkan kualitasnya melalui berbagai upaya yang dilakukan oleh semua pihak.
Undang-undang No 36 Tahun 2009 menyebutkan bahwa penyelenggaraan kesehatan sekolah bertujuan
untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat, meningkatkan lingkungan sehat, dan mendidik sumber
daya manusia berkualitas. Kualitas sumber daya manusia antara lain ditentukan oleh dua faktor yang
satu sama lain saling berhubungan dan saling bergantung, yaitu pendidikan dan kesehatan. Kesehatan
merupakan syarat utama agar upaya pendidikan berhasil, sebaliknya pendidikan yang diperoleh akan
sangat mendukung tercapainya peningkatan status kesehatan seseorang.
Anak Sekolah merupakan asset atau modal utama pembangunan di masa depan yang perlu dijaga,
ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. Sekolah selain berfungsi sebagai tempat pembelajaran juga
dapat menjadi ancaman penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik.
Seperti halnya Kesehatan Masyarakat, Promosi Kesehatan sebagai bagian dari Kesehatan Masyarakat
juga mempunyai aspek teori atau ilmu, dan praktik, aplikai atau seni. Dari aspek aplikasi, promosi
Kesehatan mencakup komponen atau factor-faktor yang terkait dengan pelaksanaan Promosi Kesehatan
di lapangan.
Usaha kesehatan Sekolah di Indonesia, maupun sekolah yang berwawasan kesehatan sebenarnya
memilki tujuan utama yakni membina komunitas sekolah sehingga menjadi sekolah yang sehat.
Pentingnya Promosi Kesehatan,
Bahwa Promosi kesehatan merupakan pilar utama Kesehatan Masyarakat. Hal ini dapat dipahami karena
semua bidang atau program kesehatan mempunyai aspek perilaku. Penyakit menular mapun tidak
menular terjadi, bukan hanya karena adanya egent atau penyebab penyakit saja, melainkan juga karena
perilaku manusia.
Demikian juga masalah kesehatan yang lain seperti kesehatan lingkungan, kesehatan reproduksi, gizi,
imunisasi, kecelakaan dsbnya.
Urgensi Promosi Kesehatan di Sekolah,
Promosi kesehatan di sekolah adalah suatu upaya menciptakan sekolah menjadi komunitas yang mampu
meningkatkan derajat kesehatannya melalui :
Pencipta lingkungan sekolah yang sehat;
Pemeliharaan dan pelayanan kesehatan di sekolah ;
Upaya pendidikan kesehatan yang berkesimbungan.
Sekolah menempati kedudukan strategis dalam upaya promosi kesehatan karena :
Sebagian besar anak usia 5 – 19 tahun terpajan dengan lembaga pendidikan dalam jangka waktu yang
cukup lama;
Sekolah mendukung pertumbuhan dan perkembangan alamiah seorang anak, sebab disekolah seorang
anak dapat mempelajari berbagai pengetahuan , termasuk kesehatan, sebagai bekal kehidupannya

sehingga dapat menimbulkan rasa kepemilikan dari stakeholder dan rasa keterlibatan dari berbagai aspek kegiatan sekolah. Penerapan PHBS di sekolah menengah oleh peserta didik. yang akan memberikan dasar baginya memasuki periode dewasa. yang selaras dengan proses tumbuh kembangnya dikelompokkan menjadi 2 sudkelompok yakni pra remaja berusia 6-9 tahun dan remaja berusia 10 – 19 tahun. Pada setiap periode perkembangan anak. yaitu : Periode remaja awal . kebutuhan akan adanya teman yang dapat memahami dan menolongnya. Usaha Kesehatan Sekolah adalah bagian dari program kesehatan anak usia sekolah. Program UKS adalah upaya terpadu lintas program dan lintas sector untuk meningkatkan derajat kesehatan serta membentuk perilaku hidup bersih dan sehat anak usia sekolah yang berada di sekolah umum dan sekolah yang berbasis keagamaan. metal maupun social. sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal. prestasi serta sikap social. dalam jasmani dan mental. Periode remaja madya. Sasaran program UKS adalah anak usia sekolah berusia 6 – 19 tahun. intelektual dan ketrampilan individu . paling tidak ada tiga hal yang harus diperhatikan. biasanya ditandai dengan sifat-sifat negative. Lebih khusus program UKS bertujuan memupuk kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat dan meningkatkan derajat kesehatan anak sekolah. Sasaran terbentuknya sekolah yang berwawasan promosi kesehatan antara lain adalah untuk mengembangkan setiap insane yang terlibat di sekolah. Tercapainya sehat fisik. Elemen Promosi Kesehatan di Sekolah Menengah. Tujuan umum program UKS adalah meningkatkan kemampuan anak sekolah berperilaku hidup bersih dan sehat. serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat di sekolah. ancaman dan hambatan yang terjadi. seharusnya pengetahuannya tentang kesehatan semakin baik. emosional. seiring dengan bertambahnya umur seorang anak. berdasarkan kesadaran sebagai hasil pembelajaran sehingga mereka mampu mandiri dalam mencegah penyakit. Arah perkembangan. adalah periode dimana remaja dapat menentukan pendirian hidupnya. guru dan masyarakat lingkungan sekolah. memiliki dayahayat dan daya tangkai terhaddap pengaruh buruk penyalahgunaan zat. Periode remaja akhir . yang ditandai tumbuhnya dorongan untuk hidup. yaitu : Kondisi fisik. Sekolah-sekolah yang menerapkan program promosi kesehatan merupakan suatu komunitas sekolah yang melakukan kegiatan dan memberikan prioritas pada terbentuknya lingkungan yang kondusif yang dapat menciptakan dampak terbaik bagi guru dan staf yang bekerja disekolah. dimana pengetahuan yang baik diikuti oleh gaya dan motivasi untuk melindungi diri yang lebih baik. Apabila ditinjau. yang mencakup pengetahuan. meningkatkan kesehatannya. pantas dijunjung dan dipuja. harapan dan cita-cita individu . sikap dan ketrampilan untuk melaksanakan prinsip perilaku hidup bersih dan sehat. secara koprehensif dan teoritis. Bahwa Usia siswa Sekolah menengah bertepatan dengan dimasukinya periode remaja. serta pembentukan jaringan yang baik dengan masyarakat dan keluarga yang membutuhkan.kelak. meningkatkan derajat kesehatan serta menciptakan lingkungan yang sehat. yang terbagi ke dalam tiga periode. serta mencari sesuatu yang dianggap bernilai tinggi. Gangguan. .

kaki gajah dan Cikungunya. monitoring dan evaluasi program promosi kesehatan di sekolah. regional dan global. Kesuksesan program promosi kesehatan di sekolah sangat ditentukan oleh dukungan dari berbagai pihak. Strategi dan Program Promosi Kesehatan di Sekolah Menengah. Penguatan kapasitas national. untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah karena sampah adalah sarang kuman penyakit. Mencuci tangan dengan airbersih yang mengalir dan sabun. Penelitian.pelaksanaan. karena merokok berbahaya bagi kesehatan anatara lain dapat menyebabkan penyakit paru-paru. Kerjasama dengan berbagai pihak sangat bermanfaat bagi penanggungjawab program kesehatan di sekolah karena mereka dapat belajar dan berbagi pengalaman tentang cara menggunakan berbagai sumber daya yang ada. sehingga terjadi kemitraan untuk mengembangkan program promosi kesehatan di sekolah. Berbagai sector yang terkait harus memberikan dukungan untuk memperkuat program promosi kesehatan di sekolah. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat di sekolah. kanker dan merusak gigi serta menyebabkan bau mulut tidak sedap. Salah satu bentuk dukungan yang rencana kegiatan. Penelitian merupakan salah satu komponen dari pengembangan dan penilaian program promosi kesehtan di sekolah yang akan dilakukan dan dikembangkan. Kerjasama. donor. malaria.PHBS di Sekolah Menengah. Kesehatan sekolah secara global dicanangkan pertama kali oleh WHO pada tahun 1995. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan sekali. WHO menganjurkan untuk menjalin kemitraan dengan berbagai organisasi pemerintah dan swasta untuk : Revitalisasi dan mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan status kesehatan melalui sekolah. perlu ada upaya-upaya untuk menyadarkan berbagai pihak. di samping untuk melakukan evaluasi peningkatan perilaku hidup sehat siswa sekolah. memaksimalkan investasi dalam pendidikan dan pemanfaatan sekolah untuk melakukan promosikan kesehatan. jantung. Tidak merokok di sekolah. melalui sekolah dengan menggunakan organisasi sekolah untuk memobilisasi dan memperkuat kegiatan promosi dan pendidikan kesehatan di tingkat local. LSM nasional dan internasional. Beberapa kegiatan peserta didik dalam rangka menerapkan PHBS disekolah anatara lain : Mengkonsumsi Jajan Sehat di warung/kantin sekolah. Memberantas jentik nyamuk disekolah secara rutin agar seluruh masyarakat sekolah terhindar dari berbagai penyakit yang ditularkan melalui nyamuk. nasional. Tujuan dari pencanangan ini adalah untuk meningkatkan jumlah sekolah yang melaksanakan program promosi kesehatan WHO mencanangkan lima strategi promosi kesehatan di sekolah yang terdiri dari atas : Advokasi. Kemitraan. Kegiatan ini dirancang untuk memperbaiki kesehatan siswa. warga sekolah dan orang tua siswa. Mengikuti kegiatan olah raga dan aktifitas fisik secara teratur di sekolah akan meningkatkan kebugaran peserta didik. seperti sector terkait. Guna mendapat dukungan tersebut. Bagi sector terkait penelitian merupakan akses untuk mengembangkan program promosi kesehatan di sekolah secara national. Membuang sampah pada tempatnya. untuk memantau tingkat pertumbuhan peserta didik. . seperti demam berdarah.

meningkatkan perilaku siswa. dll sehingga masyarakat . Pengembangan Rencana Kegiatan Promosi Kesehatan di Sekolah. Menentukan tujuan. serta masyarakat di sekitarnya. Media yang bisa dipergunakan seperti poster. Setelah melakukan langkah-langkah diatas. guru. Menentukan Metode Promosi Kesehatan di Sekolah. Perencanaan promosi kesehatan adalah proses diagnose penyebab masalah. yang dimaksud dengan sasaran primer adlah siswa sekolah. penetapan prioritas masalah dan tujuan program. Menentukan hubungan antara status kesehatan dengan pelayanan kesehatan di sekolah dan masyarakat. kita harus menetapkan sasaran langsung (primer) dan tidak langsung ( sekunder dan teersier). Oleh karena itu perencanaan promosi kesehatan di sekolah harus dibuat secara bersama-sama oleh pihak sekolah. yaitu : meningkatkan pengetahuan dan atau sikap sisiwa. PROCEED digunakan untuk menetapkan sasaran dan criteria kebijakan serta pelaksanaan dan evaluasi. PRECEDE (Predisposing. leaflet. Sasaran Promosi kesehatan dan pendidikan kesehatan tidak selalu sama. yang pada akhirnya akan berpenagruh terhadap peningkatan status kesehatan mereka. sedangkan sasaran sekunder adalah warga sekolah ( guru. masyarakat sekolah . Di dalam promosi kesehatan di sekolah. Langkah-langkah yang harus ditempuh untuk menetapkan prioritas masalah kesehatan adalah : Menetapkan status kesehatan. penetapan prioritas masalah dan alokasi sumberdaya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menentukan determinan masalah kesehatan. Reinforsing and Enabling Causes in Educational Diagnosis and Evaluation) digunakan pada fase diagnosis masalah kesehatan. Jika ingin mencapai aspek pengetahuan maka dapat dilakukan dengan cara penyuluhan langsung. Adapun langkah-langkah yang ahrus dilakukan dalam melakukan perencanaan promosi kesehatan di sekolah adalah sebagai berikut : Analisis situasi. Kelima strategi promosi keshetan digunakan untuk melengkapi keenam elemen dalam rangka mewujudkan sekolah sehat. Pertimbangan politis guna mendapat dukungan. Menentukan Sasaran Promosi Kesehatan di Sekolah.Mengembangkan penelitian dan berbagi pengalaman dari berbagai Negara maupun local tentang upaya- upaya yang telah dilakukan untuk mengembangkan promosi kesehatan di sekolah Mendorong mobilisasi guna meningkatkan kesehatan di sekolah. spanduk. professional kesehatan dan pihak-pihak terkait sehingga dihasilkan program promosi kesehatandi sekolah yang efektif dalam biaya dan berkesinambungan. Green dan Kreuter (1991) telah mengembangkan suatu model pendekatan untuk membuat perencanaan dan evaluasi kesehatan yang dikenal sebagai model PRECEED – PROCEDE. Menetapkan Prioritas Masalah. Oleh sebab itu. guru. Diagnosis Masalah. masyarakat disekitarnya. selanjutnya dalam menentukan prioritas masalah kita harus mempertimbangkan beberapa factor. Perencanaan Promosi Kesehatan di Sekolah Menengah. seperti : Beratnya masalah dan akibat yang ditimbulkan. masyarakat disekitar sekolah. kepala sekolah dan staf sekolah lainnyainnya. dll. Pada dasarnya tujuan promosi kesehatan disekolah adalah untk mencapai tiga hal. Sumberdaya yang ada di sekolah maupun masyarakat. Dalam menggunakan metode yang akan digunakan dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada siswa harus dipertimbangkan aspek yang ingin dicapai. Menetukan pola pelayanan kesehatan yang ada.

bahwa belajar yang paling baik dan mudah adlah dengan menggunakan panca indera sebanyak mungkin. Menyusun Rencana Evaluasi. Jika akan mengembangkan aspek ketrampilan tertentu.sekolah sering melihat dan membaca. orang tua dan masyarakat di lingkungan sekolah dalam mendidik anak sekolah untuk Berperialaku Hidup Bersih dan Sehat menjadi sangat berarti. Menentukan Media Promosi Kesehatan di Sekolah. Disamping itu. Sebagai Kesimpulan. monitoringdan evaluasi kegiatan yang dilakukan perlu diususn jadwal pelaksanaan kegiatan. maka siswa harus diberi kesempatan untuk mencoba. perasaan dan sikap siswa. beserta jajarannya juga dunia usaha sangat penting untuk memfasilitasi kegiatan promosi kesehatan di sekolah. Menyusun Jadwal Pelaksanaan Kegiatan. tanggung jawab Pemerintah Daera. yang untuk maksud tersbut hamper semua program pendidikan kesehatan menggunakan media yang disesuaikan denngan sasaran. yang biasanya disajikan dalam bentuk gant chart atau matrik. Untuk memudahkan pelaksanaan. Selanjutnya peran guru. Akhirnya kegiatan promosi kesehatan di sekolah yang terintegrasi dengan program UKS merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan lebih optimal oleh siapa saja yang sangat peduli dengan anak sekolah sebagai generasi penerus di masa datang. Untuk aspek sikap perlu diberikan contoh yang konkrit sehingga dapat menggugah emosi. Bahwa Promosi kesehatan di sekolah merupakan upaya menciptakan lingkungan yang kondusif dalam memberdayakan warga sekolah dan masyarakat lingkungan sekolah untuk Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat. Evaluasi bertujuan untuk mengukur keberhasilan dari apa yang telah dilakasanakan. Teori pendidikan menyebutkan. .

Related Interests