SOAL BIMBINGAN ANAK – IV

1. Seorang anak berusia 6 tahun mengalami hambatan pertumbuhan tulang dan gigi akibat
sering mendapat antibiotika tetrasiklin.
Keadaan tersebut terkait dengan farmakokinetik obat tetrasiklin, yaitu?
A. Distribusi dan penumpukan obat tetrasiklin di tulang dan gigi
B. Ekskresi obat tetrasiklin kurang sempurna
C. Absorbsi obat tetrasiklin meningkat pada anak usia 6 tahun
D. Metabolisme obat tetrasiklin kurang sempurna pada anak-anak
E. Metabolisme obat tetrasiklin menghasilkan metabolit yang aktif

2. Seorang bayi perempuan dirujuk ke RS karena lahir prematur (34 minggu), BB pada saat
lahir 2100 gram, APGAR skor 8/10, reflex hisap bayi lemah.
Bagaimanakah cara yang paling baik memberikan minum pada bayi ini?
A. Bayi dipuasakan dulu
B. Pemberian cairan intravena
C. Menyusu langsung dengan ibu
D. Pemberian ASI dengan sendok
E. Pemberian ASI dengan pipa lambung

3. Seorag bayi lahir prematur 33-34 minggu, berat badan 1700 gram, akan dirujuk dari
puskesmas ke RS.
Apakah transportasi neonatus yang sebaiknya digunakan pada kasus tersebut?
A. Metode kangguru
B. Pemberian ekstra lampu
C. Menghangatkan dengan botol air panas
D. Memakai infant warmer
E. Bayi dilapisi dengan kain berlapis

4. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun masuk dengan keluhan batuk berlendir sejak
seminggu yang lalu. Keluhan disertai dengan demam dan sesak. Pada pemeriksaan foto
thoraks didapatkan kepadatan berbentuk segitiga pada apeks paru kanan dan shift trakea
ke kanan serta tarikan cor.
Apakah diagnosis yang paling mungkin pada anak tersebut?
A. Atelektasis
B. Pneumonia
C. Pneumothoraks
D. Hidropneumothoraks
E. Efusi pleura

1

Pada pemeriksaan fisik didapatkan motorik pada keempat ekstremitas = 0. Seorang anak perempuan berusia 11 tahun dibawa ke tempat praktik saudara dengan keluhan sakit kepala. Pada pemeriksaan fisik tampak koma. Hidrokarbon golongan alistatik 8. riwayat menderita radang tenggorokan sebelumnya tidak ada. Hirsutisme dapatan E. Seorang anak berusia 9 tahun dibawa oleh ibunya dengan keluhan anaknya yang tidak bisa jalan. Organofosfat B. Bayi tidak tampak ikterik. Awalnya keluhan dialami pada kaki saja namun menjalar ke tangan. bulu ketiak sudah tumbuh. Dilakukan intubasi. Diberi susu formula saja B. Seorang bayi berusia 2 hari. Keluhan ini dialami sejak 6 bulan yang lalu. diberikan suntikan Na Tiosulfat 25% 1 ml/kgBB. Riwayat trauma saat kecil tidak ada. Didapati bahwa riwayat imunisasi tidak lengkap. Dijauhkan dari ibu E. Hirsutisme kongenital D. rugae scrotum kasar dan hitam. Apakah yang menjadi penyebab keluhan pada pasien tesebut? A. pernapasan agonal. Diberikan vaksin hepatitis B D. katartik (laktulosa). sensoris (+). BCG B. Ibuprofen D. Hiperkortisolisme 6. Tanda vital dalam batas normal. Apakah diagnosis pada pasien ini? A. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun datang ke dokter diantar oleh ibunya dengan keluhan anak muncul jerawat dan berbulu. Polio 2 . MMR E. terlahir dari ibu dengan HbsAg (+). Dibiarkan saja 7. Selain itu.5. Karbon monoksida E. Pubertas prekoks B. Apakah imunisasi yang harus diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit tersebut? A. Pubertas primer C. HiB D. mual dan muntah setelah 4 jam sebelumnya makan singkong. bilas lambung arang aktif. Asam sianida C. Apakah penanganan pencegahan awal setelah bayi lahir? A. Diberi immunoglobulin hepatitis B C. DPT C.

Perselubungan homogen pada lobus kanan atas B. Koartasio aorta E. retraksi subcostal (+). Pada pemeriksaan fisik didapatkan perbedaan tekanan darah 130/80 mmHg di lengan kiri dan 110/60 di lengan kanan. Tetralogy of fallot 3 . Hiponatremia B. trombosit 150. Pendataran diafragma dan hiperaerasi seluruh lapang paru E. Terapi suportif B. peristaltik 20 kali/menit.9. Apakah penatalaksanaan yang tepat pada pasien ini? A. Apakah gambaran radiologis yang paling mungkin pada kasus ini? A. Bayi lahir cukup bulan dan lahir dengan persalinan normal. Apakah penyebab hipertimpani pada kasus diatas? A. Apakah diagnosis pada pasien tersebut? A.5. Hipokalemia E. Terapi medikamentosa E. Suhu 39oC. leukosit 28. Seorang anak berusia 9 tahun datang dengan keluhan berat badan tidak naik. hipertimpani dan turgor menurun. Seorang anak berusia 4 tahun datang ke klinik dengan keluhan demam dan batuk sejak 3 hari yang lalu. ASD D.000. Pemberian larutan koloid 10. Fototerapi D. PDA B. Streaky infiltrate seluruh lapang paru disertai hiperinflasi dada 12. Hiperkalsemia D. Pemeriksaan laboratorium kadar bilirubin total 21 mg/dL. cuping hidung merah. Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun mengalami diare sejak 2 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. abdomen cembung. anak rewel.000 dengan 75% neutrofil. RR 50 kali/menit. VSD C. Hipernatremia C. Transfuse tukar C. Gambaran hiperlusen avaskular pada rongga dada kanan D. Pemeriksaan auskultasi ditemukan crackles di seluruh lapang paru. saturasi oksigen 98%. air mata masih ada. Bercak infiltrat patchy pada seluruh lapang paru C. Seorang bayi berusia 5 hari datang dibawa oleh ibunya dengan keluhan kuning di seluruh tubuh yang tidak hilang dari lahir. Dehidrasi 11. HB 11. dengan frekuensi 6-10 kali/hari.

Alkalosis respiratorik D. Konsumsi alkohol saat trimester 1 E. Seorang bayi laki-laki berusia 3 bulan dengan BB 5 kg dan PB 50 cm. Defisiensi asam folat C. Seorang anak berusia 5 tahun datang dengan keluhan diare dan air ampas sedikit. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 11 g/dL. keadaan umum baik. Asidosis metabolik C. Seorang anak laki-laki berusia 18 tahun berobat dengan keluhan demam hilang timbul sejak 1 bulan terakhir disertai juga dengan batuk. tidak batuk dan tidak pilek. dilanjutkan RH selama 4 bulan 14. Apakah penyebab keadaan dari pasien tersebut? A. Seorang anak laki-laki berusia 2 bulan dibawa ke puskesmas dengan keluhan sumbing bibir dan langit-langit. Pemberian RHZ selama 2 bulan. Nafsu makan pasien menurun sehingga pada pemeriksaan fisik didapatkan gizi anak kurang. Apakah kemungkinan komplikasi yang terjadi pada pasien ini? A. Pemberian RHZE selama 6 bulan C.13. pembesaran KGB submandibular multiple. Defisiensi Fe B. turgor kulit menurun dan kesadaran apatis. denyut nadi 60 kali/menit. Pemberian RHZE selama 2 bulan + prednisone 2-4 minggu + dilanjutkan RH selama 10 bulan E. Pada pasien.5 kg. 4 . Defisiensi vitamin b6 15. Pemberian RHZ + prednison selama 2 bulan D. didapatkan labiognatopalatoskisis unilateral sinistra komplit. Thoraks foto memperlihatkan gambaran tuberkel halus disseminata. Alkalosis metabolik E. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 90/palpasi. Kegagalan multiorgan 16. Hasil pemeriksaan lain dalam batas normal. suhu badan 39oC. Diketahui ayah dari pasien yang tinggal serumah dengan pasien sedang menjalani pengobatan paru selama 6 bulan. Infeksi toksoplasma saat trimester 1 D. terdapat benjolan sebesar jeruk dan tanda tidak menutupnya tulang belakang. Sebelumnya ia sudah demam selama 4 hari. Asidosis respiratorik B. Pemberian RHZ selama 6 bulan B. Berat badan anak ini adalah 4. Apakah tatalaksana yang tepat pada pasien ini? A.

Pada usia 3 bulan bayi sesak napas dan pada pemeriksaan ditemukan bising kontinyu derajat 3/6 pada daerah infraklavikula dekstra. Asiklovir B. Pubertas tarda D. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun mengalami febris karena ISPA. Pada foto rontgen di korteks distal femur. Osteoarthritis 18. 10 bulan E. Dokter mengatakan bahwa anak tersebut terinfeksi virus herpes varicella-zoster. Seorang anak perempuan berusia 6 tahun dibawa oleh ibunya ke dokter dengan keluhan demam dan muncul bintil-bintil merah di beberapa bagian tubuhnya. Osteogenik sarcoma E. 10 hari C. Dalam waktu 10 hari kemudian terdapat pembengkakan pada lutut kiri disertai nyeri dan mobilisasi terbatas. tampak fokus litik dikelilingi tepi yang sklerotik. Apakah kemungkinan penyakit yang dialami pasien? A. Amantadine D. Manakah antivirus yang tepat untuk kasus tersebut? A. Menarke B. Gansiklovir 20. Pseudopubertas dini 19. Klimektarium E. Osteomyelitis tuberkulosa B. Osteomyelitis akut piogenik C. Oseltamivir E. Pubertas dini C. Foscarnet C. 10 tahun 17. frekuensi 5 . Riwayat trauma genital disangkal. Artritis supuratif D. Berapakah usia pasien yang paling tepat untuk dilakukan labioplasti? A. Apakah diagnosis pada pasien tersebut? A. Seorang bayi laki-laki lahir prematur dengan berat lahir 1400 gram. 10 jam B. Bayi tampak tidak sianosis. 10 minggu D. Seorang anak perempuan berusia 7 tahun mengalami perdarahan pervaginam dengan tanda seksual sekunder (+). frekuensi napas 62 kali/menit.

retraksi suprasternal dan intercostal (+). melahirkan seorang bayi perempuan dengan section caesarea atas indikasi partus tidak maju. Asma episodik jarang serangan berat E. Neonatal pneumonia B. Sindroma aspirasi meconium D. Injeksi haloperidol dekanoat B. Asma episodik jarang serangan sedang 23. Gagal jantung kanan D. sianosis (-). Didapatkan pada pemeriksaan bayi : bayi sadar. air ketuban jernih. sianosis (-). Penyakit membran hialin C. Seorang anak perempuan berusia 9 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan sesak napas sejak 1 jam sebelum masuk rumah sakit. Seorang bayi berusia 3 hari dibawa oleh ibunya ke IGD dengan keluhan tidak mau membuka mulut dan menyusu. Seorang ibu G2P1A0 usia gestasi 39 minggu. PB 49 cm. bayi terlihat sesak napas. tampak sesak napas. Tidak gagal jantung B. wheezing ekspirasi dan inspirasi. Pada pemeriksaan thoraks ditemukan retraksi dan ronkhi basah pada hemithoraks kiri dan kanan bagian posterior. Asma episodik sering serangan berat C. Asma persisten B. serta tali pusat kotor dan berbau busuk. Apakah kemungkinan diagnosis pada pasien ini? A. denyut nadi 120 kali/menit. Pada usia 1 jam. Apakah penanganan awal yang tepat pada bayi? A. skor APGAR 8/10. Sindroma eisenmenger 21. Apakah diagnosis fungsional pada bayi tersebut? A. suhu tubuh 36. Gagal jantung kiri C. Asma episodik sering serangan sedang D.8oC. retraksi (+). pasien masih bisa menceritakan keluhannya dalam penggalan kalimat. frekuensi napas 44 kali/menit. Sindroma gawat napas tipe-1 E. Keluhan disertai batuk. Takipnea sementara pada neonatus 22. denyut jantung 148 kali/menit. Pemeriksaan fisik didapatkan anak gelisah. Pasien sudah mendapat inhalasi β2 agonis 2 kali dan responnya parsial. Apakah diagnosis pada pasien ini? A. Keluhan yang sama sudah dialami pasien 2 bulan yang lalu. frekuensi napas 72 kali/menit. Gagal jantung kongestif E. tidak ada demam. nadi 168 kali/menit. opistotonus (+). Injeksi haloperidol IM C. Human tetanus immunoglobulin 5M 6 . BBL 3200 gram.

7 . Riwayat persalinan di bidan dan saat persalinan bahu sulit lahir. Dari pembiakan agar McConkey didapatkan pertumbuhan bakteri baik. Enteroinvasive E. Tortikolis D. Tanda-tanda dehidrasi (+) tetapi anak tidak menunjukkan tanda-tanda nyeri. Hormon tiroksin D. Immunisasi tetanus E. Keluhan demam disangkal. Seorang ibu membawa anaknya yang berusia 6 bulan dengan keluhan kepala anak selalu miring ke kiri. Enterotoxigenic E. Hormon kortisol B. bayi menangis kesakitan saat ibu berusaha membenarkan posisi. Enteropathogenic E. halus. coli B. Hormon adrenalin 27. coli E. Abses bezold B. Fraktur skapula 25. Fraktur klavikula C. Growth hormone C. coli C. BAB tidak berdarah. Hormon paratiroid E. Enterohemorrhagic E. Dari kultur tinja didapatkan bakteri gram negatif. Defisiensi hormon apakah yang menyebabkan gejala anak tersebut? A. testis juga dirasa membesar dan berwarna merah. Pada pemeriksaan tampak leher sebelah kiri lebih pendek. teraba benjolan di area sternokleidomastoideus. Seorang anak berusia 2 tahun dibawa oleh ibunya ke IGD karena BAB mencret dan cair sejak sehari sebelumnya. D. coli D. Enteroaggregative E. Apakah diagnosis pada kasus tersebut? A. coli 26. Saat ini anak masih duduk di bangku kelas 3 SD. Ada teman-teman sekolahnya yang mengeluhkan hal serupa. Seorang anak berusia 10 tahun dengan keluhan demam dan benjolan dengan ukuran 2x5 cm memanjang dari depan telinga hingga sudut rahang kanan dan kiri. Seorang ibu datang membawa anaknya yang berusia 12 tahun karena khawatir anaknya yang tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah seperti teman-temannya yang lain. Antibiotik 24. koloni bundar. Fraktur humerus E. Diketahui juga TB anak 80 cm dan BB anak 15 kg. Bakteri apakah yang kemungkinan menyebabkan kelainan pada pasien? A. cembung dan memfermentasi laktosa.

Apakah tatalaksana yang tepat untuk kasus tersebut? A. Konjungtiva sedikit anemis. tampak sakit sedang. frekuensi nadi 80 kali/menit. kurus. Dexamethasone B. lain-lain dalam batas normal. Kultur feses 30. pseudomembran dan tremor. Pasien memiliki kebiasaan jajan di pinggir jalan. eosinophil 1. Pemeriksaan laboratorium didapatkan eosinophilia. Seorang anak berusia 7 tahun datang dengan keluhan diare sejak 1 minggu. Lidah eritema. Metronidazole D. Menelan larva infeksius B. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat? A. Eritromisin 28. Keluhan disertai dengan penurunan BB. Pyrantel pamoat 29. Kultur sputum C. Apakah terapi yang tepat? A. Seorang anak perempuan diantar oleh ibunya ke puskesmas dengan keluhan demam sejak 10 hari yang lalu. Telur menembus kulit C. Kultur LCS B. Albendazole C. Larva rhabditiform menembus kulit 8 . Pada pemeriksaan fisik anak terlihat lesu dan pucat. Amoksisilin 3x500 mg D. Kultur darah D. lemah badan dan penurunan nafsu makan. Parasetamol 3x500 mg C. namun 2 hari terakhir demam dirasakan terus-menerus. Hb 9 g/dL. Keluhan disertai dengan penurunan nafsu makan dan diare. Pasien sering mengkonsumsi daging babi. Demam dirasakan meningkat terutama malam hari. Pada pemeriksaan fisik yaitu komposmentis. Praziquantel E. frekuensi napas 18 kali/menit dan suhu 38. Teraba pembesaran hepar 1 jari. Kultur urin E.5%. Pada pemeriksaan fisik TD 100/80 mmHg. Bagaimanakah cara masuk dari penyebab infeksi tersebut? A. Mebendazole B. Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun dengan keluhan utama nyeri perut dan sering BAB sejak 1 bulan yang lalu.5C. Pemeriksaan feses didapatkan adanya telur 3 lapis dengan sisi luar bergelombang ukuran 43x65 µm berisi sel ovum. Acyclovir 4x500 mg E.

Berikan antibiotik C. Hidrokortison 100 mg IV D. tanpa lauk ikan ataupun daging. mengi sejak 2 jam yang lalu. Penderita sebelumnya pernah mengalami penyakit serupa sebelumnya 3 bulan yang lalu. Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan sesak napas. Penderita masih bisa bermain dan berlari. Nebulasi salbutamol C. TD 60/palpasi. Seorang anak berusia 3 tahun dibawa berobat oleh ibunya karena anak tampak lemas. Tampilan klinis anak lemah. rambut merah tipis dan jarang serta rambut mudah dicabut. napas cuping hidung. retraksi minimal intercostal. Apakah nutrisi yang paling tepat untuk diberikan kepada anak tersebut? A. Karbohidrat B. regular. frekuensi nadi 120 kali/menit. Riwayat batuk pilek sebelumnya ada sejak 1 hari yang lalu dan tidak ada demam. wheezing ekspirasi. Vitamin B1 C. Berikan nebulisasi bronkodilator E. Nebulasi kortikosteroid B. Inhalasi telur 31. 9 . Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dengan keluhan lemas dan pucat. Berikan bronkodilator dan steroid oral D. Apakah penatalaksanaan medikamentosa awal yang tepat untuk kasus diatas? A. Menelan telur E. Lemak jenuh 34. Sesak dipengaruhi oleh cuaca dingin. dan ditemukan crazy pavement dermatosis. Adrenalin 0. frekuensi napas 40 kali/menit. Anak biasa diberi makan sayur dan nasi. pandangan mata sayu. tiba-tiba sesak napas dan penurunan kesadaran setelah makan obat siprofloksasin 1 jam sebelumnya. Vitamin C D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 40 kali/menit. Difenhidramin 25 mg IV dilanjutkan dengan cimetidine IM 33. D. saturasi oksigen 60%. Pada pemeriksaan fisik didapatkan sensorium koma. Seorang anak laki-laki berusia 16 tahun sedang dirawat di rumah sakit. Berikan nebulisasi steroid 32. Pemeriksaan hapusan darah didapatkan gambaran normokromik normositer dan pansitopeni. Apakah tatalaksana awal yang diberikan pada anak ini? A.3 cc 1/1000 IM E. Protein E. Sebelumnya sering konsumsi antibiotik yang dibeli sendiri. Berikan teofilin B.

Keluhan disertai demam. Disertai nyeri pada otot terutama pada betis. Pada pemeriksaan mikroskop lapangan gelap ditemukan bakteri berbentuk spiral. Perikarditis akut E. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dibawa ibunya ke UGD dengan keluhan nyeri dada sejak 2 hari yang lalu. nadi 90x/menit. RR 18x/menit. Cotrimoxazole 2x500 mg selama 5 hari D. suhu 38. Apakah terapi yang tepat untuk diberikan pada anak tersebut? A. dan pada EKG PR interval memanjang. Anak sering bermain di banjir. Doxyciclin 2x100 mg selama 7 hari B. Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun diantar oleh ibunya ke prakter dokter dengan keluhan panas 1 minggu. bengkak. Serum Fe B. Amoxicillin 3x250 mg selama 3 hari 36. Chloramphenicol 2x500 mg selama 3 hari E. Hitung retikulosit D. Endocarditis 10 .80C. Apakah pemeriksaan yang harus dilakukan untuk menegakkan diagnosis? A. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien tersebut? A. Infeksi streptococcus beta hemolitikus grup A B. dan Tax 37. frekuensi nadi 120 kali/menit.5C. Sebelumnya pasien mengalami sakit tenggorokan dan hanya diberi obat penurun panas oleh dokter umum setempat. Demam rematik akut C. Pada pemeriksaan fisik TD 120/80 mmHg. Pemeriksaan sumsum tulang belakang E. Miokarditis akut D. Ciprofloxacin 2x500 mg selama 7 hari C. Pada auskultasi didapatkan bising sistolik meningkat. Pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/70 mmHg. frekuensi napas 18 kali/menit. Tes comb C. nyeri pada siku dan lutut serta dada berdebar. Pemeriksaan B12 dan asam folat 35.

Related Interests