STATUS DAN TUGAS UJIAN

KEPANITERAAN KLINIK PSIKIATRIKUS

Nama : Cahaya Intan
NIM :
Semester : VIII
Tanggal : 17 Juli 2017
Pembimbing : dr. H. M. Zainie Hassan AR ,SpKJ (K)
Kegiatan : Ujian Kepaniteraan Klinik

BAGIAN/DEPARTEMEN ILMU KEDOKTERAN JIWA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
RS Dr. ERNALDI BAHAR PROVINSI SUMATERA SELATAN
2017

H. SpKJ (K) Bangsal : Poli Rumah Sakit Mohammad Hoesin MENGETAHUI SUPERVISOR dr.BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA Nomor Status : 014268 FAKULTAS KEDOKTERAN Nomor Registrasi : UNIVERSITAS SRIWIJAYA Tahun : 2017 PALEMBANG Tanggal Masuk : 17 juli 2017 Tanggal Meninggal : - STATUS PASIEN JIWA Nama : Linda binti Salim Laki-laki/Perempuan Tanggal Lahir/Umur : 25/12/2001/16th Tempat Lahir : Lintang Status Perkawinan : Menikah Warga Negara : Indonesia Agama : Islam Suku Bangsa : Sumatera Tingkat Pendidikan : Tamat SD Pekerjaan : Tidak bekerja Alamat dan nomor telepon keluarga terdekat pasien: Dusun 6 Babatan Lintang Kanan Kel. M Zainie Hassan AR.Lintang Kanan Kab.Empat Lawang Dikirim Oleh : Ibu Kandung Nama Mahasiswa : Cahaya Intan NIM : Dokter Supervisor / yang mengobati : dr.Babatan Kec. M Zainie Hassan AR. SpKJ (K) . H.

memakan obat. bengkulu. mudah RSMH. STATUS INTERNUS Sensorium : Compos Mentis Berat Badan : 45 kg Tekanan Darah : 110/70 mmHg Tinggi Badan : 150 cm Nadi : 85 kali/menit Gizi : Normal (IMT=20) RR : 20 kali/menit Sistem organ : Tidak ada kelainan Temp : 36.4oC III. sakit.Lintang Kanan Kab. Pasien sedih.Babatan Kec. IDENTIFIKASI Ny.L / Perempuan / 16 tahun / Menikah / Islam / Warga Negara Indonesia / suku Sumatera / Tamat SD / Tidak bekerja / Dusun 6 Babatan Lintang Kanan Kel. . nafsu makan mengeluh mulut menurun. lahat. Keluhan Utama : Mulut kaku selama ±5detik setelah minum obat. Riwayat Perjalanan Penyakit: 10 Bulan SMRS 1 bulan SMRS 17 Juli 2017 Kaki kiri terasa berat. Sulit tidur. dan tebing. keluarga ke poli sering menangis.Empat Lawang/ berobat diantar oleh keluarga ke poli RSMH 17 Juli 2017 II. susah ditapakkan. RESUME I. STATUS PSIKIATRIKUS Sebab Utama : Kaki sebelah kiri terasa berat dan sakit. Pasien mencoa bunuh Berobat diantar susah digerakkan.pasien berobat ke terasa kaku setiap pagaralam. diri. STATUS NEUROLOGIKUS Tidak ada kelainan IV.

tidak pernah tinggal kelas. cukup bulan. Dengan keadaan ekonomi menengah ke bawah. . konsumsi alkohol disangkal R/ NAPZA disangkal Riwayat Pendidikan SD : Tamat. Dewasa : Sosialisasi baik Riwayat Penyakit Dahulu R/ Keluhan yang sama sebelumnya disangkal R/Kejang disangkal R/Trauma disangkal R/ Darah tinggi disangkal R/ Asma disangkal R/ Merokok. nilai rata-rata SMP : Tidak Sekolah SMA : Tidak Sekolah Riwayat Pekerjaan Pasien bekerja sebagai tukang asuh.Riwayat Premorbid Bayi : Lahir normal. Riwayat Perkawinan Pasien sudah menikah. sekarang pasein tidak bekerja lagi. Keadaan Sosial Ekonomi Pasien tinggal bersama kedua orang tua. langsung menangis Anak : Sosialisasi baik Remaja : Tidak ada kemauan dan mudah tersingung.

Keadaan afektif: afek datar. Keadaan proses berpikir: koheren. terkendali. halusinasi auditorik dan visual (-). kontak fisik-mata-verbal ada. . perhatian adekuat. Hidup emosi: labil. . arus emosi normal. Keadaan dan fungsi intelek: daya ingat. inisiatif ada. . Kecemasan (anxiety) yang terlihat secara nyata (covert) tidak ada. . Keadaan dorongan instinktual dan perbuatan: hipobulia. waham hipokondrik (+). cara bicara lancar. echt. mood eutimik. . orientasi tempat-waktu-orang baik. sikap kooperatif. . normal. ekspresi fasial datar. bisa dirabarasakan. . inadekuat. dangkal. Reality Testing Ability (RTA) terganggu. . discriminative insight baik. luas pengetahuan baik. daya konsentrasi. Keadaan spesifik: . Kelainan sensasi dan persepsi: ilusi (-).Riwayat Keluarga Laki-laki Perempuan Riwayat gangguan jiwa dalam keluarga disangkal Psikopatologi Keadaan umum: Compos mentis. tingkah laku motorik normoaktif. verbalisasi jelas.

Maka diagnosis pada penderita ini adalah F25. pasien malas bekerja dan melarang istrinya bekerja. Dengan demikian dapat disimpulkan penderita mengalami suatu gangguan kejiwaan. Pada wawancara psikiatri diperoleh keterangan bahwa penderita tidak pernah minum-minuman beralkohol ataupun mengkonsumsi obat- obatan terlarang sehingga kemungkinan gangguan mental dan perilaku akibat zat psikoaktif (F10 – F19) juga dapat disingkirkan.1. mudah sedih dan waham hipokondrik dengan onset ± 10 bulan sebelum penderita di bawa ke RSMH. sering meangis. Pada aksis IV. penderita tidak memiliki riwayat penyakit medis lainnya. tidak ditemukan adanya kejadian yang mencetuskan perubahan pola perilaku dan psikologis dalam timbulnya gejala dan tanda klinis. gangguan mental oganik (F00 – F09) dapat disingkirkan. Pada aksis III. Dengan demikian. pasien merasa sulit tidur. nafsu makan berkurang. Gangguan Skizoafektif Tipe Depresif. . FORMULASI DIAGNOSTIK Berdasarkan riwayat penderita. juga ditemukan gejala somatik. penderita memiliki masalah dengan istrinya ± 1 tahun sudah berpisah/tidak tinggal serumah karena masalah ekonomi dan sering bertengkar. Selain itu. Pada diagnosis multiaksial aksis II tidak terdapat diagnosis. Menurut adik kandungnya. diagnosis pada aksis IV(massalah keluarga) pisah ranjang dengan istri. Gejala yang timbul mengakibatkan terjadinya gangguan dalam kehidupan sehari-hari. Pada diagnosis multiaksial aksis I ditemukan gangguan suasana perasaan berupa penurunan afek (sebelumnya tidak pernah terjadi gangguan afek). Pada pemeriksaan status internus dan status neurologikus tidak ditemukan kelainan yang mengindikasikan adanya gangguan medis umum yang secara fisiologi dapat menimbulkan disfungsi otak serta mengakibatkan gangguan kejiwaan yang diderita selama ini.Dengan demikian.

karena terdapat gejala ringan dan beberapa kesulitan dalam fungsi sosial. namun secara umum dapat berfungsi cukup baik. . Pada aksis V didapatkan Global Assessment of Functioning (GAF) Scale 70-61. Hal ini karena pasien memenuhi kriteria-kriteria untuk diagnosis gangguan somatisasi. Diagnosis banding dalam kasus ini adalah F. Gangguan Somatisasi.45.0.

0 Skizofrenia Paranoid F32.3 Episode Depresif Berat dengan Gejala Psikotik TERAPI Psikofarmaka:  Fluoxentin 2 mg 1x1/2 Psikoterapi: Suportif : Memberikan motivasi kepada pasien untuk selalu berpikiran optimis dan meminum obat dengan teratur. PROGNOSIS Dubia ad bonam . Keluarga : Memberikan penjelasan kepada anggota keluarga agar bersama-sama membantu dan mendukung pasien demi kesembuhannya. Religius : Bimbingan keagamaan agar pasien selalu menjalankan ibadah sesuai ajaran agama yang dianutnya. DIAGNOSIS MULTIAKSIAL AKSIS I : F25.1 Skizoafektif tipe depresif AKSIS II : Tidak ada diagnosis AKSIS III : Tidak ada diagnosis AKSIS IV : Masalah Keluarga (Pisah ranjang dengan istri) AKSIS V : GAF Scale 70-61 DIAGNOSIS DIFERENSIAL F20.

Teori homeostatik-deskriptif. cintoh: nafsu makan. Pada skizofrenia terjadi pecahnya atau ketidakserasian antara afeksi. Bagaimana psikodinamika skizofrenia? Mekanisme terjadinya skizofrenia pada diri seseorang dari sudut psikodinamik dapat diterangkan dengan dua buah teori. Skizofrenia merupakan suatu deskripsi dengan variasi penyebab (banyak belum diketahui) dan perjalanan penyakit (tidak selalu bersifat kronis atau deteriorating) yang luas. Ego dan Super Ego. seksual. bahwa skizofrenia muncul karena terjadi fiksasi pada fase paranoid-schizoid pada perkembangan awal masa bayi.1. afek tumpul. Id sifatnya vital sebagai suatu mekanisme pertahanan diri. memiliki nilai-nilai moral etika yang membedakan mana yang boleh mana yang . autism dan ambivalensi. Unsur Super Ego sifatnya sebagai“badan penyensor”. dan perilaku. Fasilitatif-etiologik. yang menyatakan bahwa gangguan jiwa paranoia merupakan jelmaan dari proyeksi laten dan pembalikan dari dorongan-dorongan homoseksual. fisik. minum. Menurut Freud suatu gangguan jiwa muncul akibat terjadinya konflik internal pada diri seseorang yang tidak dapat beradaptasi dengan dunia luar. Id merupakan jiwa seseorang berupa dorongan atau nafsu yang sudah ada sejak manusia lahir. Sebagaimana diketahui bahwa pada setiap diri terdapat 3 unsur psikologik yaitu yang dinamakan Id. diuraikan gambaran gejala-gejala (deskripsi) dari suatu gangguan jiwa yang menjelaskan terjadinya gangguan keseimbangan (balance) atau homeostatik pada diri seseorang. diuraikan faktor-faktor yang memudahkan (fasilitasi penyebab (etiologi suatu penyakit itu muncul. Misalnya apa yang dikemukakan oleh sigmund freud (1923). dan sosial budaya. Gejala khas dari skizofrenia adalah 4A. serta sejumlah akibat yang tergantung pada perumbangan pengaruh genetik. bagaimana perjalanan penyakitnya dan penjelasan mekanisme psikologis dari penyakit yang bersangkutan. Apa yang dimaksud dengan skizofrenia? Apa ciri khas skizofrenia? Skizofrenia berasal dari bahasa Yunani “skhizein”yang berarti terbagi/terpisahdan “phren”yang berarti pikiran. yaitu Asosiasi longgar. agresivitas. dan sejenisnya. 2. sebelum dan sesudah terjadinya gangguan jiwa tersebut. kognitif. Menurut Melanie klein (1926). 2. yaitu: 1. Teori lain menyatakan bahwa pada penderita skizofrenia sudah terdapat faktor psikogenetik sebelumnya.

Dengan kata lain merupakan “hati nurani” manusia. Komponen lingkungan dapat biologis (infeksi). Terdapat hipotesis bahwa modulasi afektif dapat menyebabkan predisposisi seseorang untuk masuk ke dalam keadaan hyper-resonance. komentar permusuhan. atau stimuli eksternal lain. terutama ansietas. lebih waspada terhadap tatapan permusuhan. mana yang buruk. mana yang baik. dan penaksiran terhadap ancaman dari luar. mana yang halal mana yang haram dan sejenisnya. atau psikologis (situasi keluarga yang penuh konflik atau kematian teman dekat). Orang yang mendapatkan modulasi kuat dalam kondisi ansietas dan merasakan ancaman lebih khawatir mengenai deteksi. tidak. Jelaskan bagaimana stres bisa menyebabkan skizofrenia! Pada model diatesis-stres dijelaskan bahwa seseorang yang rentan (diatesis) jika terpapar oleh suatu pengaruh lingkungan yang menimbulkan stres. 3. atau niat jahat. Model diatesis-stres Keadaan stres dapat menginduksi terjadinya penyakit pada individu yang rentan. monitoring.1 Gambar 1. stres dapat memicu . Kondisi ini dapat menginduksi afek kuat. Pada individu yang lebih peka. dapat berkembang menjadi gejala skizofrenia. Sedangkan Ego merupakan “badan pelaksana” yang menjalankan kebutuhan Id setelah “disensor” dahulu oleh Super-Ego. dan perasaan berada dibawah ancaman.

4 .) menjelaskan mengenai bagaimana stres dapat memicu terjadinya penyakit. maintenance of psychosis.b. Stres  peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman  peningkatan modulasi terhadap deteksi ancaman  keadaan hiper resonansi dalam deteksi ancaman  gejala psikosis persekutorik  persepsi terhadap ancaman  stres Gambar 2.umpan balik positif. Skema menunjukkan presipitasi/eksaserbasi eksternal dari psikosis pada skizofrenia. dan mekanisme hipotetikal mengenai kerja antipsikosis pada poin a. dan bagaimana penyakit tersebut dapat berlangsung terus-menerus. dimana kewaspadaan terhadap ancaman eksternal dapat menimbulkan persepsi menyimpang dari sebuah ancaman eksternal. dan c. Skema di bawah ini (Gambar 1.

Apa yang dimaksud dengan Psikosis? Apa saja yang termasuk dalam psikosis? Psikosis adalah gangguan jiwa berat yang ditandai dengan adanya gangguan reality testing ability. 4. o Insomnia intermiten: Merupakan ketidakmampuan untuk tetap mempertahankan tidur sebab sering terbangun. Ada berapa macam insomnia? Insomnia dibagi menjadi 3 macam. seksual dan Riwayat sosial. Bagaimana cara menentukan prognosis? Prognosis Baik Prognosis Buruk Awitan lambat Awitan muda Ada faktor prepitasi yang jelas Tidak ada faktor presipitasi Awitan akut Awitan Insidius Riwayat sosial. Psikosis merupakan gangguan tilikan pribadi yang menyebabkan ketidakmampuan seseorang menilai realita dengan fantasi dirinya. tetapi gejala tersebut bukan merupakan gejala spesifik penyakit tersebut. terdapat realita baru versi orang psikosis tersebut. o Insomnia terminal: Bangun lebih awal tetapi sulit untuk tertidur kembali 6. Hasilnya. yaitu: o Insomnia inisial: Kesulitan untuk memulai tidur. seksual dan pekerjaan premorbid baik pekerjaan premorbid buruk Gejala gangguan mood (terutama Perilaku autistik. cerai atau menjanda/ duda Riwayat keluarga dengan Riwayat keluarga dengan gangguan mood skizofrenia Sistem pendukung baik Sistem pendukung buruk Gejala positif Gejala negative Tanda dan gejala neurologis Riwayat trauma perinatal Tanpa remisi dalam 3 tahun Berulang kali relaps Riwayat melakukan tindakan penyerangan 5. seperti yang tercantum dalam kriteria diagnostik DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) maupun ICD-10 (The International Statistical Classification of Diseases) atau menggunakan . Psikosis adalah suatu kumpulan gejala atau sindrom yang berhubungan gangguan psikiatri lainnya. menarik diri gangguan depresi) Menikah Lajang.

Penyakit serebrovaskuler: stroke. gangguan psikotik singkat. skizofreniform. dan perilaku. biasanya terlihat bersamaan dengan fungsi gangguan kognitif secara global. . shared psychotic disorder.III (Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa). dan lain sebagainya. gangguan deterioratif sederhana (skizofrenia simpleks). Psikosis terbagi menjadi 2 . 7. Biasanya delirium mempunyai onset yang mendadak. dst . gangguan delusional. demensia. Contoh: delirium. persepsi. Trauma : perdarahan intrakranial Ekstrakranial . gangguan paranoid. 8. gangguan depresif pasca psikotik dengan skizofrenia. Contoh: skizofrenia. amnesia. Organik Gangguan yang disebabkan karena adanya kelainan pada struktur sistem saraf pusat. gangguan afektif berat. Apa yang menyebabkan orang delirium? Jawab: Intrakranial . Transiet Ischemic Attack. Dapat pula ditemukan kelainan mood. Delirium ditandai oleh gangguan kesadaran. Tidak terdapat kelainan struktural pada sel saraf. malaria cerebral. Infeksi : meningitis. Tumor . Fungsional Gangguan jiwa yang disebabkan terganggunya fungsi sistem pengantar sinyal sel- sel saraf (neurotransmitter) dalam sistep saraf pusat. skizoafektif. kriteria diagnostik PPDGJ. dst . Apa definisi delirium? Jawab: Delirium adalah gangguan otak difus yang dikarasteristikkan dengan variasi kognitif dan gangguan tingkah laku. perjalanan yang singkat dan berfluktuasi dan perbaikan yang cepat jika faktor penyebab diidentifikasi dan dihilangkan.

Vaskuler : infark miokard. . dan perdarahan6. antihipertensi. konstipasi/retensi urin yang berat Kondisi putus zat/intoksikasi zat : alkohol. dapat juga tidak tampak pada CT scan karena ukurannya yang kecil atau terletak di batang otak. aritmia. Pada 1/3 kasus. MRI kepala akurat untuk menunjukan adanya lakunar terutama di batang otak. gagal jantung . diameter 2-15 mm yang disebabkan kelainan pada small penetrating arteries di daerah diencephalon. sering disertai pseudobulbal palsy. dopaminergik. uremia. gangguan berjalan (sleep step gait). dst 9. Infark Multiple Dementia multi infark merupakan akibat dari infark multiple dan bilateral. steroid. afasia. opioid. dst) . TIA. H2 bloker. hiperkapnia. benzodiazepin. Medikasi :antikolinergik. Forced laughing/crying. hemiplegi. Terdapat riwayat satu atau beberapa kali serangan stroke dengan gejala fokal seperti hemiparesis. hemianopsia. opioid. . CT scan otak menunjukan hipodens bilateral disertai atrifi kortikal kadang disertai dilatasi ventrikel. endokrin (hipertiroid. SIADH. kondisi post- trauma. infark lakunar bersifat asimptomatik. Pseudobulbar palsy sering disertai disarthia. Pada derajat yang berat terjadi lacunar state. dst . batang otak dan subkortikal akibat dari hipertensi. Jelaskan mekanisme demensia? Jawab: Demensia Vaskuler Beberapa patologi vaskuler yang berbeda dapat menyebabkan kerusakan kognisi. hipoksia. dehidrasi. 2. emboli jantung. Infeksi : infeksi traktus urinarius dan respiratorius . kanabinoid. dapat terjadi gangguan sensoris. hipoglikemia. terutama pons. imbalans elektrolit. CT scan kepala menunjukan hipodensitas multiple dengan ukuran kecil. Infark Lakuner Lakunar adalah infark kecil. Metabolik : malutrisi. stimulansia. sedatif-hipnotik. kondisi post-operatif. anemia. Apabila menimbulkan gejala. hemiparesis atau ataxia. Bila jumlah lakunar bertambah maka akan timbul sindrom demensia. antiepileptik. termasuk trombosis otak. refleks babinski dan inkontinensia. halusinogen. antibiotik. penyakit Addison. ketoasidosis. 1. Fisik/fisiologik: nyeri yang sangat hebat.

Terdapat atropi white matter. kegagalan autoregulasi arteri serebral. kegagalan fungsi pernafasan. angiopati amiloid). Infark id daerah distribusi arteri serebri posterior menimbulkan gejala anmnesia disertai agitatasi. kegagalan autoregulasi aliran darah di otak usia lanjut. 5. pembesaran ventrikel dengan korteks serebral yang normal. Angiopati amiloid cerebral Terdapat penimbunan amiloid pada tunika media dan adventitia arteriola serebral. Kadang terjadi dementia dengan onset mendadak. gangguan berjalan (gait) dan inkontinensia.3. Demensia Alzheimer Hipotesis tradisional amyloid menyebutkan akumulasi beta amyloid peptides yang mencetuskan terjadinya degenerasi neuron. Infark daerah distribusi arteri arteri serebri anterior menimbulkan abulia. gangguan memori. Insidennya meningkat denga bertambahnya usia. Sindroma Binswanger Gambaran klinis sindrom Binswanger menunjukan demensia progresif dengan riwayat stroke. gangguan visual dan kebingungan. disorientasi spasial dan gangguan konstruksi. Infark Tunggal Strategic single infarc dementia merupakan akibat lesi iskemik pada daerah kortikal atau subkortikal yang mempunyai fungsi penting. hipoperfusi dengan atau tanpa gejala oklusi karotis. agrafia. aleksia. kelainan piramidal. aritmia dan hipotensi. Infark girus angularis menimbulkan gejala sensorik. Kondisi tersebut menyebabkan lesi vaskular di otak yang multiple terutama di daerah white matter. hipertensi dan kadang diabetes melitus. Selain itu mereka juga berkembang menjadi Aβ selectively di mitokondria sel otak . 6. hipoperfusi periventrikel karena kegagalan jantung. yang menyebabkan sel menjadi mati (apoptosis). Infark lobus parietalis menimbulkan gangguan kognitif dan tingkah laku yang disebabkan gangguan persepsi spasual. Akumulasi dari aggregated amyloid fibrils dipercaya menjadi bentuk toksik dari protein yang berespon untuk mengacaukan cell’s calsium ion homeostasis. 4. Infark pada daerah distribusi arteri paramedian thalamus mengkasilkan thalamic dementia. afasia motorik dan apraksia. halusinansi visual. hipotensi berat. Faktor resikonya adalah small artery disease (hipertensi. Hipoperfusi Dementia dapat terjadi akibat iskemia otak global karena henti jantung. Sering disertai gejala pseudobulbar palsy.

Sediaan dan waktu paruh Risperidone? a. Waktu paruh antara 10 sampai 16 jam (rata – rata 12jam). Risperidon secara ekstensif dimetabolisme di hati oleh enzim CYP 2D6 menjadi metabolitnya 9-hidroksirisperidon.Obat ini lebih efektif dalam terapi pasien skizofrenik yang tidak berespons terhadap obatantipsikotik konvensional. Risperidon dan metabolitnya dieliminasi lewat urin dan sebagian kecil lewat feses. Di plasma risperidone terikat dengan albumin dan alfa 1 glikoprotein. Ikatan protein plasma sekitar 90%. 11. kadarstabil biasanya dicapai dalam tiga sampai empat hari jika digunakan dosis dua kalisehari. dan kadar puncak dalam plasmadicapai dalam satu sampai empat jam. Inflamasi secara umum sebagai marker dari kerusakan jaringan dan kerusakan jaringan merupakan marker dari respon imun. FARMAKOKINETIK Clozapin diabsorpsi dari saluran gastrointestinal (GI). Proses inflamasi dan sitokin mungkin juga berperan pada patologi penyakit Alzheimer. volume distribusi 1-2 L/kg. 2 mg. Risperidone Sediaan . 10. Selain itu. pasien Alzheimer. Farmakologi Clozapin? CLOZAPIN Obat antipsikotik yang efektif yang lebih jarang disertai dengan efek samping miripparkinsonism dibandingkan dengan antipsikotik konvensional. Waktu paruh Risperidone adalah 20 jam. menghambat fungsi enzim dan penggunaan glukosa oleh neuron. FARMAKODINAMIK Clozapin memiliki potensi yang jauh lebih tinggi sebagai antagonis pada reseptor D1serotonin tipe 2 (5-HT2) dan noradrenergik alfa (khususnya 1). yang bekerja terutama denganaktivitas antagonisnya pada reseptor dopamin tipe 2 (D2). obat . Sirup dan injeksi (long-lasting injection) 50 mg/ml Bioavibilitas oral sekitar 70%. Tablet 1 mg. dan 3 mg .

walaupun terapi tersebut mungkinmemperberat efek hipotensif clozapine. Clozapin juga disertai denganperkembangan kasus leukositosis ringan.konstipasi. keadaan inipaling sering berkembang dalam enam bulan pertama. Agranulositosis Penurunan jumlah sel darah putih. Efek kardiovaskular Takikardia. telahdilaporkan bahwa clozapin memiliki afinitas yang efektif untuk reseptor dopamin tipe 4 (D4). dan demam. Skizifrenia resisten terapi 2. dan peningkatan lajuendap darah. Terapifenobarbital (luminal) dapat dimulai. dapat diobati dengan antagonis adrenergik  kerja perifer. dan perubahan elektroensefalogram (EEG) berhubungan denganterapi clozapin. selanjutnya dinaikkan kembali secara bertahap. Takikardia terjadi karena inhibisi vagal. Pada ibu yang menyusui 2. seperti atenolol. Belakangan ini. dan dapat dimulai kembali pada kira – kira 50%dosis sebelumnya . hipotensi. Kejang Jika kejang timbul pada pasien. REAKSI MERUGIKAN : 1. penambahan berat badan.ini memilikiaktivitas antagonis pada reseptor muskarinik dan histamin tipe 1 (H1). Indikasi lainnya. Efek merugikan lainnya adalah sedasi. Agranulosit dapat tampak secara tiba – tiba atau bertahap. 4. dengan penurunan spesifik pada jumlah leukositpolimorfonuklear. leukopenia. seperti pada pasien yang sakit serius atau kepekaan khusus terhadap efeksamping ekstrapiramidal dari obat antipsikotik standar. INDIKASI TERAPEUTIK 1. 2. kelelahan. clozapine harus dihentikan secara sementara. KONTRAINDIKASI 1. Pasien dengan hitung sel darah putih yang kurang dari 3. eosinofilia. Terapi clozapin menekan gerakanabnormal dari tardive dyskinesia dan dapat mengobati gangguan pergerakan. 3.500 . sialorea. efek antikolinergik.

THP (Triheksifenidil) merupakan antikolinergik yang digunakan untuk mengatasi gejala ekstrapiramidal akibat penggunaan obat-obatan yang menghambat kerja dopamine pada SSP.5 mg dua kali sehari. Riwayat agranulositosis 5. . 6. walaupun dosis awal konservatif adalah 12. Jelaskan fungsi dan cara kerja THP? Jawab: Pada psikiatri. 12. 3. DOSIS DAN PEMBERIAN Clozapin tersedia dalam bentuk tablet 25 mg dan 100 mg. Untuk penghentian obat. kemerahan pada wajah. Riwayat kejang atau trauma kepala. THP bekerja menghambat aktivitas kolinergik dengan cara memblok secara selektif reseptor asetilkolin muskarinik M1 sehingga meningkatkan kadar dopamine pada SSP. diare dan hiperaktivitas. Riwayat gangguan sumsum tulang 4. 1 mg clozapine adalah ekivalendengan kira-kira 1.Hati – hati pada pasien yang memiliki riwayat sakit jantung sebelumnya. Dosis selanjutnyadapat dinaikkan bertahap sampai 300 mg sehari dalam dosis terbagi.5 sampai 2 mg chlorpromazine.terapi clozapine harus diturunkan bertahap bilamana mungkin untuk menghindari gejalarebound kolinergik seperti diaforesis. Dosis awal biasanya 25 mg satu atau duakalisehari.