Jurnal e-Clinic (eCl), Volume 4, Nomor 2, Juli-Desember 2016

Hubungan penyakit jantung bawaan pada anak
dengan status pendidikan orang tua

1
Kimberly Munaiseche
2
Rocky Wilar
2
Erling D. Kaunang

1
Kandidat Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado
2
Bagian Pediatri Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado
Email: kimberly.munaiseche@gmail.com

Abstract: Congenital heart disease (CHD) has an incidence of 30% of all congenital
abnormalities. The incidences of CHDs in developed countries and developing countries
range from 6-10 cases per 1000 live births, with an average of 8 per 1,000 live births.
Education and knowledge of parents play important roles in the treatment of CHD. This
study was aimed to determine the relationship between CHD in children and the educational
status of parents. This was an analytical observational study with a cross sectional design.
Subjects were all children admitted to the Pediatrics Department Prof. Dr. R. D. Kandou
Manado in 2014-2015 due to heart diseases. Data consisted of sex, age, and the last
education of the parents. Data were analyzed by using the Chi-Square test. The results
showed that there were 100 children with heart diseases consisted of 53 males and 47
females. There were 38 males (52.8%) with positive CHD and the highest percentage of
positive CHD was at 7-12 years as many as 17 children (60.7%). Based on education level,
most of the children’s fathers were senior high school (42.9%) as well as the children’s
mother (53.6%). The Chi-Square showed p= 0.776 and p= 0.532 for the relationships
between the fathers’ as well as the mothers’ education levels and congenital heart disease in
children. Conclusion: There was no significant relationship between parents’ educational
level and congenital heart disease in children.
Keywords: congenital heart disease, education.

Abstrak: Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kelainan bawaan yang sering dijumpai,
dengan angka kejadian 30% dari seluruh kelainan bawaan. Insiden PJB dinegara maju
maupun negara berkembang berkisar 6-10 kasus per 1000 kelahiran hidup, dengan rata-rata 8
per 1000 kelahiran hidup. Pendidikan, pengetahuan, dan pekerjaan orang tua berperan
penting dalam penanganan PJB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan
antara PJB pada anak dengan status pendidikan orang tua. Jenis penelitian ialah analitik
observasional dengan desain potong lintang. Subjek penelitian ialah semua anak dengan
penyakit jantung yang dirawat di Instalasi Rawat Inap di Bagian Ilmu Kesehatan Anak
RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado tahun 2014-2015. Data diambil dari Bagian Rekam
Medik berupa jenis kelamin anak, usia anak, serta pendidikan terakhir ayah dan ibu. Analisis
data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian mendapatkan jumlah subjek
penelitian sebanyak 100 anak terdiri dari 53 anak laki-laki dan 47 anak perempuan.
Berdasarkan jenis kelamin yang terbanyak positif PJB ialah laki-laki sebanyak 38 orang
(52,8%). Berdasarkan usia yang terbanyak positif PJB ialah 7-12 tahun sebanyak 17 anak
(60,7%). Pendidikan terbanyak ialah SLTA yaitu pada ayah 42,9% dan pada ibu sebesar
53,6%. Uji Chi-Square, mendapatkan p = 0,776 dan p = 0,532 untuk hubungan tingkat
pendidikan ayah dan ibu dengan PJB. Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara
tingkat pendidikan orang tua dengan penyakit jantung bawaan pada anak.
Kata kunci: penyakit jantung bawaan, pendidikan

Prof. dapat meningkatkan kepatuhan orangtua. namun angka dengan rata-rata 8 per 1000 kelahiran kematian di Indonesia karena PJB masih hidup. Wilar. Selain itu kurangnya pengeta- Kesehatan Indonesia 2008.4 Menurut salah satu hal yang esensial dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kardio.43%) dan 36 perempuan (45.5 PJB bukanlah hal yang mudah bagi banyak PJB tidak mudah dideteksi karena dokter keluarga dan dokter anak. Ventricle Septal Defect (VSD) 25. tingginya biaya.6 Dengan ekokardiografi fetal.87%. dan masa janin. Di bidang pencegahan terhadap deteksi dini PJB.10 padahal pemahaman yang Diagnosis yang paling banyak ialah Atrial baik dari orangtua pasien PJB terbukti Septal Defect (ASD) sebanyak 56. kuratif. Kandou Manado. angka kejadian huan orangtua. PJB itu sendiri.2 mempunyai pengetahuan yang cukup serta Penatalaksanaan anak PJB harus sikap yang mendukung sehingga akan dilaksanakan secara menyeluruh yaitu terbentuk perilaku kesehatan yang meliputi penanganan komprehensif holistik menunjang perawatan anak PJB. sebagian pasien PJB terdiri dari 43 laki-laki besar orangtua dari anak dengan PJB tidak (54.8 Hal ini mungkin disebabkan Amerika hidup dengan PJB..9 Oleh karena itu diperlu- pada masa neonatal tetapi bila tidak kan suatu upaya untuk meningkatkan dideteksi dan ditangani secara tepat dapat pengetahuan tentang PJB tidak hanya pada menyebabkan kematian pada bulan pertama orangtua anak pasien PJB tetapi lebih luas kehidupan. diharapkan lingkungan.3 Pada penelitian sebelumnya di RSUP persepsi terhadap penyakit yang ada.9-11 Orangtua sebagai bagian saling berinteraksi yaitu faktor genetik dan yang paling dekat dengan anak. Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan yang mencakup aspek preventif. Pengetahuan orangtua merupakan kecacatan dan kematian. D. R. mengurangi kecemasan pada anak dan juga Patent Ductus Arteriosus (PDA) 8. Kurang- penyakit-penyakit lain yang menyerang nya pengetahuan orangtua memengaruhi bayi. penanganan PJB.9-10 Atrioventricle Septal Defect (AVSD) Memahami dan menjelaskan tentang 3.06%.8 menyebabkan gangguan tumbuh kembang. preventif. dan kejadian PJB di Indonesia ialah 8 tiap 1000 kurangnya kemampuan finansial orangtua kelahiran hidup. PJB anak yang masih belum dapat mengurus menempati peringkat pertama diantara kebutuhan kesehatannya sendiri.96%. sehingga diharapkan dapat membantu distrimia serta disfungsi miokard pada dalam upaya promotif. Pasien PJB ialah anak- vaskuler Indonesia (PERKI). dan rehabilitatif. terlebih hanya 30% yang memberikan gejala pada lagi bagi orangtua yang tidak memiliki latar minggu-minggu awal kehidupan dan 30% belakang medis. sampai saat ini masih merupakan faktor yang berpengaruh belum memuaskan. didapatkan 79 Menurut penelitian Adhikarmika.2-3 Angka kurangnya fasilitas. orangtuanya yang berakibat baik terhadap Tetralogy of Fallot (ToF) 5. promotif. memiliki pengetahuan yang baik tentang Sebagian besar (94. dan penyakit jantung dan pembuluh darah di lingkungan yang tidak mendukung juga Indonesia cenderung meningkat dan dapat mempersulit penanganan pada pasien PJB. kelainan bawaan.7 Seiring dengan dengan angka kejadian 30% dari seluruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. yaitu pada masyarakat secara umum telah dapat dideteksi defek jantung. dan makin banyak dilakukan.. Berdasarkan profil pasien PJB.56%).1 Insiden PJB dinegara tindakan bedah dan non-bedah sebagai maju maupun Negara berkembang berkisar upaya kuratif dan rehabilitatif makin maju 6-10 kasus per 1000 kelahiran hidup. dan kemajuan kesehatan anaknya. pendidikan rendah.7%.10 Baik pendidikan orang timbulnya gangguan organogenesis jantung tua pasien maupun pekerjaan juga pada masa janin. Munaiseche. Kaunang: Hubungan penyakit jantung.93%) dengan asianotik.31%. . kelainan bawaan yang sering dijumpai. walaupun sudah dapat terhadap pengetahuan orangtua pasien diindentifikasi adanya multifaktor yang tentang PJB. Diperkirakan satu juta anak di tetap tinggi.

Dr. Tujuan berdasarkan usia anak. diploma berjumlah 1 orang Tabel 1.8 kelamin. Nomor 2. SMP berjumlah 6 kelamin anak dengan penyakit jantung.9%). sebanyak 5 anak (17.6%).2). dan usia RSUP Prof. bawaan serta status pendidikan orangtua Tabel 2 menjelaskan distribusi pasien belum banyak diteliti.9%).4 34 47. R.0 72 100. Volume 4. Kandou Anak PJB Manado.4) dan yang positif PJB sebanyak 34 bertingkat). usia 1-6 tahun pendidikan orangtua. Sampel dipilih sesuai kriteria Usia (tahun) Negatif Positif inklusi yaitu semua anak berusia <18 tahun n % n % dengan penyakit jantung. usia 1-6 potong lintang.4%). SLTA berjumlah 38 Laki-laki 15 53.4%).7 22 30. Tabel 3 menjelaskan karakteristik sampel berdasarkan hubungan antara HASIL PENELITIAN tingkat pendidikan ayah SD yang negatif Tabel 1 menjelaskan distribusi jenis sebanyak 2 orang (7. Jumlah total sampel sebanyak rgamma = 0.Jurnal e-Clinic (eCl). D.9%).8%).6%) dan sebesar 40.2 (6.6 38 52.8 Kesehatan Anak RSUP Prof.5%). usia 7-12 tahun sebanyak 17 anak (60. SMP berjumlah n % n % 13 orang (18. Oleh sebab itu digunakan (52. tingkat SD kelamin Negatif Positif berjumlah 2 orang (7. R. orang (21.1%).9%).6 20 27. D. Dr.65%). R. Sampel berjenis kelamin perem. dan S1/S2 berjumlah 7 orang jenis kelamin dengan PJB (25.0% kurang dari 5 (seharusnya yang positif PJB sebanyak 38 anak hanya 20%). Total 28 100.9 28 38. Karakteristik sampel berdasarkan Inap di Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK umur dengan PJB UNSRAT RSUP Prof. dan S1/S2 berjumlah 14 orang (19. Karakteristik sampel berdasarkan (3. Hasil analisis ini diperoleh anak (47.1%).8%).9 2 2. Kandou Manado. Diploma berjumlah 5 orang Perempuan 13 46.8%). dan usia 13-18 BAHAN DAN METODE PENELITIAN tahun sebanyak 5 anak (17. Penelitian dilakukan di tahun sebanyak 28 anak (38. Dr.8%).6 diambil dari rekam medik di Bagian Ilmu 13-18 tahun 5 17.053 dengan p = 0. Data disajikan berupa tabel dan dianalisis menggunakan program SPSS 22.6%). usia 7-12 Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNSRAT tahun sebanyak 22 anak (30. Terdapat 28 pasien penelitian ini untuk mengetahui hubungan yang negatif PJB dengan usia <1 tahun penyakit jantung bawaan dengan status sebanyak 1 anak (3. D.8 orang (52.0 Hubungan antara tingkat pendidikan ayah dan PJB diuji dengan Uji x2. Total 28 100 72 100 Kandou.0776 yang . analisis koefisien korelasi Gamma (data puan yang negatif PJB sebanyak 13 anak kedua variabel bentuk kategori ordinal/data (46. SLTA berjumlah 12 orang (42.1%). Hasil uji Sampel berjenis kelamin laki-laki yang ini tidak digunakan sebab expected count negatif PJB sebanyak 15 anak (53.9 orangtua dari anak dengan PJB yang 7-12 tahun 17 60.7%). Terdapat Jenis penelitian yang dilakukan ialah 72 pasien yang positif PJB dengan usia <1 analitik observasional dengan desain tahun sebanyak 20 anak (27. Juli-Desember 2016 Data mengenai pengetahuan orangtua 100 anak dan didapatkan yang terbanyak secara umum tentang penyakit jantung ialah laki-laki yang positif PJB. 13-18 tahun sebanyak 2 anak (2. Data yang dikumpulkan meliputi: jenis < 1 tahun 1 3. Pada tingkat pendidikan ayah dari Jenis PJB anak penderita yang positif PJB. usia anak.0%). status pendidikan 1-6 tahun 5 17. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien anak yang dirawat di Instalasi Rawat Tabel 2.

9%).0 14 19.3%). kelamin laki-laki dan 47 anak berjenis Dr. (Tabel 3).. Kandou Manado periode tahun kelamin perempuan.7 6 8. Tingkat rgamma = 0.9%).0 72 100.6%).0 *Diuji dengan korelasi Gamma BAHASAN Kandou Manado yang sesuai kriteria Penelitian ini dilakukan di Bagian Ilmu inklusi peneliti didapatkan 53 anak berjenis Kesehatan Anak FK UNSRAT RSUP Prof.1 gamma= 0.8 p = 0. R.532 Diploma 3 10.5 S1/S2 7 25. Hasil uji sampel berdasarkan hubungan antara ini tidak digunakan sebab expected count tingkat pendidikan ibu SD yang negatif sebesar 30.1 7 9.7%).1 r SMP 6 21. Hasil analisis ini diperoleh berjumlah 6 orang (21. Karakteristik sampel berdasarkan pendidikan ayah dari anak dengan PJB Anak PJB Pendidikan ayah Negatif Positif n % n % Uji SD 2 7. SLTA berjumlah 31 orang (43.6 5 6. R.7 rgamma=0.4 Total 28 100.532 yang pendidikan ibu dari anak penderita yang menyatakan tidak ada hubungan yang positif PJB. SMP berjumlah 7 orang (9. hanya 20%). Tabel 3.1 p = 0.. diploma kedua variabel bentuk kategori ordinal/data berjumlah 3 orang (10.9 38 52.3 S1/S2 6 21. tingkat SD berjumlah 2 orang (7.1%). SLTA analisis koefisien korelasi Gamma (data berjumlah 15 orang (53.106* SLTA 15 53.6 31 43.0% kurang dari 5 (seharusnya PJB.0 72 100. dan S1/S2 bertingkat).1%).4 13 18. Munaiseche. Kaunang: Hubungan penyakit jantung.9 Total 28 100. Hubungan antara tingkat pendidikan Tabel 4 menjelaskan karakteristik ibu dan PJB di uji dengan Uji x2. D. D.1 5 9 SMP 2 7. Semua data sampel 2014-2015. yaitu data berjumlah 100 anak penderita penyakit rekam medik dari Januari 2014 sampai jantung bawaan di RSUP Prof.776 Diploma 1 3. Desember 2015. menyatakan tidak ada hubungan bermakna diploma berjumlah 6 orang (8. Dr. tingkat SD berjumlah 5 orang bermakna antara tingkat pendidikan ayah (6. Oleh sebab itu digunakan SMP berjumlah 2 orang (7. .0 *Diuji dengan korelasi Gamma Tabel 4. dengan PJB (Tabel 4).053* SLTA 12 42.1 2 7.4%). Distribusi sampel berdasarkan pendidikan ibu dari anak dengan PJB Anak PJB Pendidikan ibu Negatif Positif n % n % Uji SD 2 7.106 dengan p = 0.1%).4 23 31.7%). Wilar. dan antara tingkat pendidikan ayah dengan PJB S1/S2 berjumlah 23 orang (31. Didapatkan total sampel diambil dari data sekunder.

menunjukkan bahwa insidens PJB berkisar 6 tradisi.1% dari seluruh tua. dalam masa bayi bahkan pada masa pengetahuan orang tua dengan upaya neonatus.Jurnal e-Clinic (eCl). Penelitian ini masih terfokus pada seberapa yakni sekitar 17% bahkan lebih kurang 7% besar pengetahuan orang tua terhadap PJB kasus pada kedua kelompok diagnosisnya yang diderita anak. maka pada saat diagnosis persentase imunisasi pada anak dengan PJB.9%). dapat rerata 8 per 1000 kelahiran hidup. yakni 33. Cukup banyak juga orang tua belum banyak dilakukan. adanya sampai 10 per 1000 kelahiran hidup dengan pengaruh orang lain yang disegani. pasien yang didiagnosis setelah usia 5 tahun. Hasil uji menderita PJB oleh dokter. pengetahuan tidak penanganan pasien PJB. keterjangkauan fasilitas. sehingga dengan PJB (p = 0. ditegak-kan setelah anak berusia 10 tahun Berdasarkan variabel dan pendidikan yang biasanya menderita kelainan relatif ibu tidak didapati hubungan bermakna ‘ringan’. yaitu SD. pengetahuan orang tua kasus menurut terdapatnya sianosis atau mengenai pemberian gizi. Hal ini ini tidak digunakan sebab expected count menunjukkan kurangnya pengetahuan sevesar 30. Volume 4. Penelitian tentang hubungan antara kelompok sianotik 12.0% kurang dari 5 (seharusnya tua tentang PJB terdapat pada kategori hanya 20%). Oleh sebab itu digunakan Hasil penelitian ini sejalan dengan analisis koefisien korelasi Gamma (data yang diungkapkan oleh Notoatmodjo kedua variabel bentuk kategori ordinal/data bahwa pada situasi tertentu.0776. Kemampuan rgamma = 0. Hal ini sesuai dengan analisis koefisien korelasi Gamma (data tingkat pendidikan orang tua sebagian besar kedua variabel bentuk kategori ordinal/data (37%) yang berada pada tingkat pendidikan bertingkat). sedangkan di negara berkembang pencarian bantuan. Hasil uji orang tua terhadap anak dengan PJB. stimulus dapat bertingkat). Hasil ini untuk menyerap suatu pengetahuan akan menyatakan tidak ada hubungan yang semakin baik dengan tingkat pendidikan bermakna antara tingkat pendidikan ayah yang lebih tinggi pula. pasien pada setiap kelompok usia hampir Hal ini dapat disebabkan oleh banyak sama. Yang menjadi faktor-faktor yang mendukung nampak berbeda ialah jenis PJB di rumah terbentuknya perilaku yang baik.106 dengan p = 0. hanya 20%).0% kurang dari 5 (seharusnya masyarakat awam tentang PJB. pasien dengan PJB. tindakan seseorang tidak harus didasari Studi di negara maju dan berkembang oleh pengetahuan atau sikap. Hasil analisis ini diperoleh yang cukup rendah. Hasil ini seseorang dapat bertindak atau berperilaku menyatakan tidak ada hubungan yang baru tanpa mengetahui terlebih dulu makna bermakna antara tingkat pendidikan ayah stimulus yang diterimanya. Defek septum ventrikel merupakan antara PJB dengan status pendidikan orang PJB terbanyak. belum pernah mengetahui tentang istilah Hubungan antara tingkat pendidikan PJB sebelum anaknya didiagnosis ibu dan PJB du uji dengan Uji x2. Oleh sebab itu digunakan sedang (86.1% sedang kelompok PJB pada anak dengan status pendidikan non-sianotik 3.053 dengan p = 0. sakit rujukan oleh karena di negara maju Tidak terdapatnya hubungan bermakna praktis semua pasien telah dapat dideteksi antara tingkat pendidikan orang tua. kecuali pada masa neonatus (pada faktor. pengambilan keputusan masih banyak yang dibawa berobat setelah dalam melaksanakan tindakan medik yang anak besar. Nomor 2. tingginya biaya dan kurangnya finansial Pada penelitian sebelumnya yang orang tua pasien PJB yang mempersulit dilakukan oleh Rahmi.532).7%). . Semua responden dengan PJB (p = 0. kepercayaan. dan pelaksanaan tidak. Hal ini disebabkan kurangnya fasilitas.532. Hasil analisis ini diperoleh langsung menimbulkan tindakan artinya rgamma = 0.0776). ini tidak digunakan sebab expected count Persentase terbesar dari pengetahuan orang sebesar 40. Bila dilakukan pengelompokan diambil dokter. Juli-Desember 2016 Hubungan antara tingkat pendidikan berhubungan bermakna dengan perilaku ayah dan PJB di uji dengan Uji x2.

ac. Deteksi dini status pendidikan orang tua. jantung bawaan tidak berhubungan dengan 6. Wisnuwardhana M. Congenital heart disease 9. penyakit jantung bawaan [internet]. 2001.pdf diet terhadap pertumbuhan pada anak 8. Departemen Kesehatan RI.96(4):354-60. and lipid disorders in children. Munaiseche. Ontoseno T. 2010.id/contents/koleksi/11/68321669 antara orangtua pasien di Pusat 235fd5a14595241e85893e6bbb8907f Pelayanan Kesehatan Primer dan 2. Rein JJTA.detail/12 understanding of their child’s 5. Cheuk DKL. Rencana lokasi yang lebih luas sehingga dapat pembangunan jangka panjang bidang menambah informasi mengenai tingkat kesehatan tahun 2005-2025 pengetahuan PJB dan selanjutnya menjadi [homepage on the Internet]. bahasan dapat disimpulkan bahwa penyakit Arch Dis Child. cited 2010 Jan 31]. Management of patients with dengan penyakit jantung bawaan congenitally malformed hearts in [Disertasi]. Roebiono PS. masukan dalam penyebaran informasi PJB. Available from: http://www. Okoromah CAN. Wong SMY. Okunowo WO. Parental knowledge and views of Pediatric Nutrition (2nd ed). pediatric congenital heart disease. 2006 17(6):584-8. Diponegoro. Parents’ public/information/news. Berry M. Okeiyi 2004. Diagnosis dan tatalaksana Med Assoc J. 2. SIMPULAN children with congenital heart defects: Berdasarkan hasil penelitian dan a case-control observational study. Heart BMU. c2009. Ekure EN. 4. Available from: Perlu diadakan penelitian lanjutan http://www.go. JC.org/index.90(4):435-9. 2010. Available from: 11. Tijani BO.pdf orang tua dengan variasi karakteristik dan 7. Universitas Diponegoro. congenital heart disease. Apriandari A. Cheung YF. Nir A. Prevalence. Isr 3.id/downloads/n DAFTAR PUSTAKA ewdownloads/rancangan_RPJPK_200 1..depkes. Semarang: Universitas Indonesia. Kaunang: Hubungan penyakit jantung. Lesi FEA. [homepage on the internet]. Tertier [Undergraduate thesis].pdf. [updated 2009 Jan 29. 10. tentang penyakit jantung bawaan ui.php/ AKT. Rahajoe AU. Cardiol Young. 2011. Manfaat pemberian 5-. Haramati Z.pediatrik. Perbedaan pengetahuan Available from: http://repository. penyakit jantung bawaan pada neonatus: diagnosis dan saat rujukan.com/buletin/200 mengenai hubungan status pendidikan 60220-f18q56-buletin. Angka tinggi Semarang: Fakultas Kedokteran dengan tenaga terbatas [internet]. Rahman MA.393:194-7. Choi YP. Hsieh V. Wilar. profile and predirectors of malnutrition in .. Chau http://www. 2005. 2007. Lewis A.inaheart. 2006 SARAN [cited 2011 Sept 12]. Penyakit jantung bawaan.

Related Interests