5.1.

6 Chilled Water
Chilled water merupakan air yang digunakan untuk mendinginkan udara pada AHU
(Air Handling Unit) yang berfungsi sebagai AC sentral. PT Indo-Rama Synthetics, Tbk
mempunyia 3 jenis chiller yang digunakan untuk mengolah chilled water yaitu :
1. Unit Chiller Elektrik dengan kapasitas 1100 TR
2. Unit Chiller HVAC dengan kapasitas 600 TR
3. Unit Chiller VAC dengan kapasitas 1100 TR dan 1 Unit Chiller VAC dengan
kapasitas 500 TR.
TR (Ton of Refrigeration) merupakan jumlah air (dalam 100 kg) air yang dapat
dibekukan oleh alat tersebut tiap jam. Satu Ton of Refrigeration dengan 12.000 Btu/jam atau
200 Btu/menit.
5.1.6.1 Chiller Elektrik
Chilled water yang telah digunakan untuk mendinginkan udara di dalam AHU,
masuk ke dalam evaporator (refrigerator). Chilled water yang masuk ke dalam
evaporator ini mempunyai suhu sebesar 13oC dan akan keluar pada suhu 8oC setelah
panasnya diserap oleh refrigeran.
Di dalam evaporator, chilled water yang berada di dalam pipa didinginkan
oleh refrigeran yang dipercikkan dari nozzle sehingga refrigeran akan mengalami
kontak dengan chilled water di sekeliling pipa. Refigeran yang digunakan yaitu Freon
134a (HFC 134a)/Tetraflouroethane. Panas dari chilled water diserap oleh refrigeran.
Tekanan yang cukup tingggi di dalam evaporator yaitu 2,6 kg/cm2 menyebabkan
refrigeran berubah fasa dari fasa cair menjadi fasa uap.
Refrigeran dalam fasa uap ini kemudian dialirkan melewati kompresor untuk
dinaikkan tekanannya dari 2,6 kg/cm2 menjadi 7 kg/cm2. Tekanan yang dinaikkan
menyebabkan temperatur refrigeran juga naik.
Refrigeran berupa fasa uap kemudian dikondensasikan di dalam kondensor
pada tekanan tetap dengan menggunakan cooling water yang berasal dari cooling
tower. Temperatur refigeran yang berada di atas temperatur kamar membuat
refrigeran mudah terkondendasi. Temperatur cooling water yang masuk berkisar 25 –
33oC dan yang keluar berkisar anara 26 - 38 oC . Refrigeran akan terkondensasi
sehingga berada dalam fasa cair dengan tekanan tetap yaitu 7 kg/cm2.
Refrigeran cair ini kemudian melewati expansion valve untuk diturunkan
tekanannya dari 7 kg/cm2 menjadi 2,6 kg/cm2. Akibatnya temperatur refrigeran
menjadi turun. Setelah temperatur dan tekanan turun, refrigeran dapat digunakan
kembali untuk menyerap panas di dalam evaporator.

Pemanasan dilakukan dengan menggnakan air panas yang berasal kondensat dari Departemen POLY yang dilewatkan ke dalam plate heat exchanger. Hanya saja. pada VAC pemisahan antara air dan LiBr yang terjadi di dalam generator menggunakan steam. LiBr yang mengendap akan dikembalikan ke dalam absorber dan uap air akan dialirkan ke dalam kondensor untuk dikondensasikan. 5. 5. PT Indo- Rama Synthetics. terjadi kondensasi dengan cara mengontakkan uap refrigeran dengan cooling water yang berasal dari plate HE sehingga uap refrigeran akan berubah fasa menjadi asa cair. Di dalam absorber. Pemisahan dilakukan dengan cara memanaskan campuran tersebut.1.1. Refrigeran yang digunakan adalah air. Refrigeran ini kemudian dialirkan ke dalam evaporator untuk digunakan kembali dalam penyerapan panas dari chilled water. Tekanan di dalam evaporator dibuat vakum sebesar 7 mmHg sehingga refrigeran akan menguap setelah menyerap panas dari chilled water.6. Di dalam generator terjadi pemisahan antara air dengan LiBr.2 HVAC Chilled Water yang masuk ke dalam evaporator didinginkan oleh refrigeran.6. 5. Campuran ini kemudian dipompa ke dalam generator. Dilihat dari segi efisisensi dan segi ekonomis. Dengan adanya perbedaaan titik didih maka air akan menguap dan LiBr akan mengendap. Steam yang masuk mempunyai tekanan sebesar 8 kg/cm2 dengan temperatur sebesar 170oC dan keluar dengan temperatur sebesar 100oC. Tbk mempunyai 8 unit Cooling Tower dengan 3 kapasitas yang berbeda yaitu :  4 unit Cooling Tower dengan kapasitas masing-masing 1300 TR . Pada PT Indo-Rama Synthetics. Tbk jenis chiller yang sering digunakan adalah chiller elektrik. Uap refrigeran kemudian diserap oleh absorber berupa LiBr. chiller elektrik lebih efisien dan lebih murah jika dibandingkan dengan kedua jenis chiller yang lain.7 Cooling Water Cooling Water merupakan air pendingin yang diperoleh dari cooling tower. uap air bercampur menjadi LiBr sehingga terjadi penurunan konsentrasi dari 63% menjadi 53%. Di dalam kondensor.1.3 VAC Proses yang terjadi pada chiller VAC sama dengan chiller HVAC.

3 Skema Cooling Tower Di atas sprinkle head terdapat kipas yang berfungsi untuk menghisap udara. Cooling water yang sudah tertampung di dalam . make up water juga berfungsi sebagai pengganti cooling water yang hilang selama dalam penggunaan maupun pada saat di dalam cooling tower. Make up water ini berfungsi untuk menjaga level dari basin sehingga cooling water yang keluar mempunyai kapasitas yang konstan. Gambar 5.  3 unit Cooling Tower dengan kapasitas masing-masing 500 TR  1 unit Cooling Tower dengan kapasitas 1000 TR Cooling water ini berfungsi sebagai media pendingin yang digunakan di dalam proses. cooling water ditampung di dalam basin yang di dalamnya terdapat flood valve yang berfungsi untuk mengalirkan make up water. Kemudian cooling water akan melewati lower. Udara akan masuk melalui filler dan mengalami kontak dengan butiran-butiran air yang dipercikkan sebelumnya sehingga di dalam filler ini terjadi penurunan temperatur dari cooling water. Selain itu. Cooling water ini kemudian di pompa ke bagian sprinkle head dan menyebar ke bagian sprinkle pipe. diantaranya pada :  Aliran MEG dari tangki  Heat exchanger  Mesin pompa  MEG vapour pada unit pompa vakum Proses yang terjadi di dalam cooling tower dimulai dari cooling water yang masuk ke dalam cooling tower dengan temperatur awal berkisar antara 33-35oC. Setelah itu. Saringan ini akan menampung kotoran-kotoran yang terbawa oleh cooling water. yang berfungsi sebagai penyaring. Sprinkle pipe ini akan memercikkan cooling water menjadi butiran-butiran yang lebih kecil.

5 ppm 6. Kadar bakteri <10-5ppm 9.7 Spesifikasi Cooling Water No Parameter Keterangan 1.2 2. Hardness kalsium 50-200 ppm 4.7. Tabel 5. Air yang digunakan sebagai cooling water berasal dari air baku dan untuk lebih menjaga kualitas air yang digunakan maka ditambahkan bahan-bahan kimia ke dalam air tersebut. Ph 7-8. Alkalinitas 300 ppm 3. Konduktivitas 1000-2000µs/cm . Kadar phosphate yang dapat larut 4-8 ppm 5.basin sudah dapat digunakan sebagai media pendingin dan mempunyai temperatur berkisar antara 29-30oC. Kadar silica 100 ppm 7. Kadar phosphate yang tidak larut <1. Adapun bahan-bahan kimia yang ditambahkan yaitu:  Non Oxidizing Biocide  Scale inhibitor (xp 8301) yang digunakan untuk mengikat lapisan kerak  Zinc Phospate (xp 7356) yang digunakan sebagai corrosion inhibitor Setelah diolah. Kadar klorida <150 ppm 8. cooling water juga harus memenuhi spesifikasi seperti yang terlihat pada Tabel 5.

Related Interests