158

BAB 5
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
5.1.1 M1 (Ketenagaan)
Dimiliki ruangan Nusa Indah sudah baik, dapat dilhat dari kepala ruangan
mampu memfasilitasi dan memotivasi perawatnya untuk lebih aktif untuk mencari
ilmu keperawatan terbaru, perawat ruangan mau dan mampu untuk menerima
serta mengaplikasikan ilmu keperawatan yang didapat, memanfaatkan tenaga
keperawatan yang ada diruangan atau mahasiswa praktek, mengatur dan
menjadwalkan giliran jaga perawat, kepala ruangan mampu mengkoordinasi kerja
perawat ruangan, terdapatnya alur bagan tindakan keperawatan dan kepala
ruangan mampu bersikap tegas dengan petugas ruangan dan keluarga pasien
sesuai dengan tata tertib yang ada. Evaluasi pelaksanaan program atau rencana
kegiatan yang bisa dilakukan oleh mahasiswa program profesi ners STIKES Eka
Harap Palangka Raya untuk sistem ketenagaan di Ruang Nusa Indah BLUD
RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya ialah: diruangan terdapat kumpulan
asuhan keperawatan, perawat mampu mengaplikasikan ilmu keperawatan yang
didapat, jadwal giliran jaga perawat sudah tersusun serta mahasiswa program
profesi ners STIKES Eka Harap Palangka Raya memberikan surat permohonan
mengenai standar jadwal kepegawaian yang sesuai dengan standar berdasarkan
karakteristik ketergantungan pasien pershif pagi dan sore dan kepala ruangan
menerima surat permohonan yang diajukan oleh mahasiswa profesi ners, kepala
ruangan dapat mengkoordinasi kerja perawat ruangan, salah satunya terdiri dari
perawat pelaksana pada shif pagi, shif sore dan shif malam, hasil dari perhitungan
berdasarkan teori Douglas jumlah kepegawaian perawat dan non perawat pada
ruang Nusa Indah 39 orang sedang hasil dari perhitungan yang didapatkan
berdasarkan rumus sesuai dengan tingkat ketergantungan pasien pada hasil
pengkajian tanggal 13 Mei 2017 standar berjumlah 22 orang kepegawaian
sehingga jumlah kepegawaian ruang Nusa Indah belum mencukupi sesuai dengan
jumlah pasien, beban kerja perawat tidak berlebih karena dibantu oleh mahasiswa

158

kelompok menerapkan Model Asuhan Keperawatan Tim. perawat primer. 5. dan Ners Cahaya Bangsa sehingga klien merasa puas terhadap pelayanan yang didapat diruangan. Persiapan yang kelompok lakukan sebelum pelaksanaan adalah pengorganisasian yaitu mahasiswa berperan sebagai kepala ruangan.1.3 M3 (Method) 1) MAKP. S1 Keperawatan Eka Harap.2 M2 (Material/ sarana dan prasarana). Model asuhan keperawatan yang digunakan yaitu SOAPIER pada evaluasi asuhan keperawatan. bak sampah. ketua tim. 5. 2) Suvervisi. dan perawat associate. pewangi ruangan. 159 praktek profesi Ners Eka Harap. supervisi diruangan belum dilakukan secara optimal karena tidak setiap hari kepala ruangan dapat mengawasi perawat pelaksana dalam melakukan praktik keperawatan di ruang perawatan sesuai dengan yang didelegasikan. berdasarkan hasil pengkajian kelompok dan pertimbangan penerapan model sistem pemberian asuhan keperawatan. Rencana yang telah dilakukan mahasiswa profesi Ners Eka Harap Palangkaraya yaitu memodifikasi dan memanfaatkan tenaga yang telah ada di ruangan seperti adanya mahasiswa praktek sehingga model asuhan keperawatan dapat berjalan dengan baik dengan hasil dari kuesioner yang diberikan pada pasien tingkat kepuasan dalam pelayanan hasil baik. . Mahasiswa program profesi ners menyiapkan format pencatatan alat dan bahan untuk mendata ketersediaan alat dan bahan diruangan setelah itu mengumpulkan data mengenai jumlah ketersediaan alat dan bahan diruangan dan melakukan perhitungan jumlah ketersediaan alat dan bahan diruangan. Sehingga pelaksananaan yang dilakukan pada program atau rencana kegiatan yang dapat dilakukan oleh mahasiswa program profesi ners STIKES Eka Harap Palangka Raya adalah menyediakan sarana dan prasarana yang belum lengkap diruang Nusa Indah seperti kurang tersedia sarana dan prasarana untuk pasien seperti alat-alat. pengikat sampiran.1. sterofom tempat menempel catatan untuk pasien pada bed masing-masing pasien.

Evaluasi) serta persiapan format yang diperlukan saat melaksanakan dokumentasi keperawatan. Kelebihan ronde ini tersedianya fasilitas pendukung untuk kelancaran proses ronde yang baik di ruang Nusa Indah. Rencana yang dilakukan oleh mahasiswa profesi ners ini melakukan pengkajian head to toe setiap pasien yang dikelola terkecuali bila pasien dalam penurunan kesdaran mahasiswa profesi ners mengalami . 4) Dokumentasi Keperawatan. Rencana asuhan keperawatan dan catatan keperawatan dengan model PIE (Problem. resiko injuri berhubungan peningkatan tekanan intrakranial. pendokumentasian yang disesuaikan dengan sistem dokumentasi asuhan keperawatan di Ruang Nusa Indah BLUD RS dr. gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan kelemahan fisik. Alasan kelompok tertarik mengambil kasus tersebut karena pada saat perawatan pasien memerlukan asuhan keperawatan yang lebih komperehensif sehingga kelompok berusaha untuk membantu mengatasi masalah tersebut dengan rencana keperawatan yang sudah ditentukan sesuai dengan literatur yang ditemukan. 160 3) Ronde Keperawatan. Implementasi. Doris Sylvanus Palangka Raya ini sudah ketentuan pihak rumah sakit disebabkan untuk memudahkan komunikasi dalam pemberian asuhan keperawatan kepada pasien. ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan hiperventilasi. selama praktek manajemen keperawatan mahasiswa melakukan ronde keperawatan pada tanggal 31 Mei 2017 pasien atas nama Tn. Kelemahan pada ronde keperawatan ini tidak adanya dokter yang dapat memberikan saran serta masukan. B dengan Diagnosa Medis Space Occupying Lesions + Edema Serebri. Saran untuk perawat ruangan supaya melakukan ronde keperawatan diruangan setiap bulan minimal 1 kali terutama pada kasus tertentu yang menarik dan jarang. dengan masalah keperawatan ketidakefektifan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan peningkatan tekanan intrakranial. sedangkan mahasiswa profesi ners membuat format asuhan keperawatan yang dipersiapkan terdiri dari pengkajian dengan pendekatan review of system. Keunggulannya dari ronde keperawatan merupakan mencari pemecahan masalah yang dialami pasien yang bisa dilakukan antar perawat atau melibatkan tenaga kesehatan yang lain.

5) Sentralisasi Obat. jelas. mudah dimengerti dan mewakili kondisi pasien pada saat itu. Pada pelaksanaan sentralisasi obat terdapat beberapa format yang harus diisi. Doris Sylvanus Palangka Raya. dalam pemberian obat mahasiswa harus berkomunikasi dengan perawat ruangan agar tidak terjadi kesalahan dalam pemberian obat. 7) Timbang terima selalu dilakukan.4 M4 (Money) Keuangan rumah sakit sudah dikelola oleh pihak rumah sakit dr. pelaksanaan sentralisasi obat yang dilakukan oleh mahasiswa program profesi ners STIKES Eka Harap Palangka Raya membuat format sentralisasi obat. Sedangkan tempat obat harus tetap disatukan pada keranjang obat yang ada di Ruang Nusa Indah RSUD dr.1. Penyampaian pesan yang dilakukan secara singkat. observasi ke kamar pasien kemudian dilanjutkan kembali ke nurse station untuk melakukan morning meeting/pembagian tugas yang dipimpin oleh kepala ruangan. membacakan laporan masing-masing pasien. Selama timbang terima ini dapat dilakukan oleh mahasiswa profesi ners dan telah didokumentasikan. 161 kesulitan dalam melakukan pengkajian head to toe salah satunya pengkajian sistem saraf kranial. dengan tahap yang pertama adalah berada di nurse station. selama dirawat di ruang Nusa Indah sampai pasien keluar dari rumah sakit yang dilakukan oleh ketua tim atau perawat asociet bila telah didelagasikan oleh ketua tim. . Keunggulan sistem dokumentasi yang ada ialah sistem pendokumentasian dapat dengan mudah dipelajari oleh perawat karena petunjuk sudah jelas. (Terlampir) 5. Sedangkan kelemahannya adalah dari faktor sumber daya manusianya yang belum bisa menggunakan sistem pendokumentasian dengan optimal dimana dokumentasi masih dilakukan dengan manual. Doris Sylvanus Palangkaraya. baik itu oleh perawat yang menerima obat serta keluarga pasien yang bersedia obat pasien dikelola oleh perawat. 6) Discharge planning selalu dilakukan pada pasien dari awal masuk rumah sakit.

162 5. 5. 5.1. 5.3 Bagi Pasien dan Keluarga Pasien dan keluarga mampu bekerja sama dalam melaksanakan praktik manajemen keperawatan.2. serta melakukan ronde keperawatan minimal 1 kali dalam sebulan. menunjuk ketua tim untuk dapat mengelola setiap pasien sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat ketua tim dan dapat dilanjutkan oleh perawat sore dan malam.5 hari (2 hari) dan ditemukannya terjadinya flebitis rata– rata 2 pasien. selama perawatan rata rata 5 pasien yang mengalami resiko jatuh.4 Bagi Institusi Pendidikan Penyedian sarana dan prasarana yang memadai seperti penyediaan format yang dapat dipakai dalam pelaksanaan praktik manajemen keperawatan dan menyediakan sedikit waktu untuk membimbing mahasiswa manajemen .2. tidak ada pasien yang terkena dekubitus selama perawat.1 Bagi Mahasiswa Mahasiswa program profesi Ners yang akan datang diharapakan dapat memantau kegiatan praktik manajemen keperawatan yang pernah dilakukan. Menyempurnakan format pengkajian. jumlah perhitungan Averge Length Of Stay (ALOS) adalah 2.2 Bagi Perawat Ruangan Diharapkan dapat membudayakan praktik manajemen keperawatan yang telah dilakukan sesuai standar dan menerapkan MAKP sebagai rutinitas kegiatan harian perawat.2.5 M5 (Mutu) Pada saat pelaksanaan mahasiswa manajemen yang dikelola dari 3 ruangan didapatkan BOR (Bed Occupacy Rate) sebagai berikut dengan jumlah rata-rata 94%. Jadi.2 Saran 5.2. 5. dan intervensi yang sudah ada. dan diharapkan dapat mengembangkan kegiatan lain yang belum dilakukan atau melanjutkan masalah yang masih belum dapat terselesaikan sebelumnya.

Diharapakan juga laporan ini dapat menjadi bahan evaluasi institusi pendidikan untuk penyempurnaan dalam praktik manajemen keperawatan. 163 keperawatan di lahaan. .