Mu'adz bin Jabal –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan, Allah memerintahkan untuk beramal?

” (Fathul Bari, Ibnu antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan

‫َل‬
ِ ‫َم‬
‫ُ الع‬ َِ
‫مام‬‫ُ إ‬ ْ‫الع‬
‫ِلم‬
Hajar, 1/108)
 
 beberapa derajat.” (QS Al Mujadalah: 11) 
 


Al Muhallab rahimahullah mengatakan, “Amalan yang
َ ُ
Kedua, seorang yang berilmu adalah cahaya yang banyak
ُُ
‫ه‬‫ِع‬‫تاب‬ ‫َل‬
‫َم‬‫َالع‬
‫و‬ bermanfaat adalah amalan yang terlebih dahulu didahului dimanfaatkan manusia untuk urusan agama dan dunia
dengan ilmu. Amalan yang di dalamnya tidak terdapat niat, meraka. Dalilnya, satu hadits yang sangat terkenal bagi
"Ilmu adalah pemimpin amal dan amalan itu berada di ingin mengharap-harap ganjaran, dan merasa telah kita, kisah seorang laki-laki dari Bani Israil yang
belakang setelah adanya ilmu.” (Al Amru bil Ma'ruf wan berbuat ikhlas, maka ini bukanlah amalan (karena tidak membunuh 99 nyawa. Kemudian dia ingin bertaubat dan
Nahyu 'anil Mungkar, hal. 15)
 
 didahului dengan ilmu, pen). Sesungguhnya yang dia bertanya siapakah di antara penduduk bumi yang
dilakukan hanyalah seperti amalannya orang gila yang paling berilmu, maka ditunjukkan kepadanya seorang ahli
Bukti Bahwa Ilmu Lebih Didahulukan daripada pena diangkat dari dirinya.“ (Syarh Al Bukhari libni ibadah.
Amalan
 
 Baththol, 1/144)
Kemudian dia bertanya kepada si ahli ibadah, apakah ada
Ulama hadits terkemuka, yakni Al Bukhari berkata, "Al Ibnul Munir rahimahullah berkata, “Yang dimaksudkan taubat untuknya. Ahli ibadah menganggap bahwa
'Ilmu Qoblal Qouli Wal 'Amali (Ilmu Sebelum Berkata dan oleh Al Bukhari bahwa ilmu adalah syarat benarnya suatu dosanya sudah sangat besar sehingga dia mengatakan
Berbuat)". Perkataan ini merupakan kesimpulan yang perkataan dan perbuatan. Suatu perkataan dan perbuatan bahwa tidak ada pintu taubat bagi si pembunuh 99 nyawa.
beliau ambil dari firman Allah ta'ala, itu tidak teranggap kecuali dengan ilmu terlebih dahulu. Maka dibunuhlah ahli ibadah sehigga genap 100 orang

ََّ
Oleh sebab itulah, ilmu didahulukan dari ucapan dan yang telah dibunuh oleh laki-laki dari Bani Israil tersebut.
َ‫َِل‬
‫ه‬ َ ‫ه‬
‫َل إ‬ ُ‫ن‬ ‫ْ أ‬‫لم‬ َْ
‫َاع‬ ‫ف‬ perbuatan, karena ilmu itu pelurus niat. Niat nantinya yang Akhirnya dia masih ingin bertaubat lagi, kemudian dia
akan memperbaiki amalan.” (Fathul Bari, 1/108)
 
 bertanya siapakah orang yang paling berilmu, lalu
ْ
‫ِر‬‫ْف‬
‫َغ‬‫َاسْت‬ َّ ‫َل‬
‫اَّللُ و‬ َِّ
‫إ‬ ditunjukkan kepada seorang ulama. Dia bertanya kepada
Keutamaan Luar Biasa Ilmu Syar’i ulama tersebut, “Apakah masih ada pintu taubat untukku”.
َ‫ِك‬ ‫نب‬ َ‫ل‬
ْ‫ِذ‬ Setelah kita mengetahui hal di atas, hendaklah setiap
Maka ulama tersebut mengatakan bahwa masih ada pintu
taubat untuknya dan tidak ada satupun yang menghalangi
orang lebih memusatkan perhatiannya untuk berilmu
"Maka ilmuilah (ketahuilah)! Bahwasanya tiada dirinya untuk bertaubat. Kemudian ulama tersebut
terlebih dahulu daripada beramal. Semoga dengan
sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan menunjukkan kepadanya agar berpindah ke sebuah
mengetahui faedah atau keutamaan ilmu syar’i berikut
mohonlah ampunan bagi dosamu" (QS. Muhammad [47]: negeri yang penduduknya merupakan orang shalih,
akan membuat kita lebih termotivasi dalam hal ini. 
 
 karena kampungnya merupakan kampung yang dia
19).
 

tinggal sekarang adalah kampung yang penuh kerusakan.
Pertama, Allah akan meninggikan derajat orang yang
Dalam ayat ini, Allah memulai dengan ‘ilmuilah’ lalu Oleh karena itu, dia pun keluar meninggalkan kampung
berilmu di akhirat dan di dunia. Di akhirat, Allah akan
mengatakan ‘mohonlah ampun’. Ilmuilah yang halamannya. Di tengah jalan sebelum sampai ke negeri
meninggikan derajat orang yang berilmu beberapa derajat
dimaksudkan adalah perintah untuk berilmu terlebih yang dituju, dia sudah dijemput kematian. (HR. Bukhari
berbanding lurus dengan amal dan dakwah yang mereka
dahulu, sedangkan ‘mohonlah ampun’ adalah amalan. Ini dan Muslim). Kisah ini merupakan kisah yang sangat
lakukan.
pertanda bahwa ilmu hendaklah lebih dahulu sebelum masyhur. Lihatlah perbedaan ahli ibadah dan ahli
amal perbuatan.
 Sedangkan di dunia, Allah meninggikan orang yang ilmu. 
 

berilmu dari hamba-hamba yang lain sesuai dengan ilmu
Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah berdalil dengan ayat ini dan amalan yang dia lakukan. Allah Ta’ala berfirman, Ketiga, Ilmu adalah Warisan Para Nabi. Nabi shallallahu
untuk menunjukkan keutamaan ilmu. Hal ini sebagaimana
dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dalam Al Hilyah ketika
‫َّللاُ الهذِينَ آ َ َمنُوا ِم ْن ُك ْم َوالهذِينَ أُوتُوا ْال ِع ْل َم‬
‫َي ْرفَعِ ه‬ ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan
menjelaskan biografi Sufyan dari jalur Ar Robi’ bin Nafi’ ‫دَ َر َجات‬ dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa
darinya, bahwa Sufyan membaca ayat ini, lalu
yang mengambilnya, maka dia telah memperoleh
mengatakan, “Tidakkah engkau mendengar bahwa Allah 
 “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di keberuntungan yang banyak.” (HR Abu Dawud no. 3641
memulai ayat ini dengan mengatakan ‘ilmuilah’, kemudian

malah akan mendatangkan kerusakan dan bukan tentu Allah tidak menginginkan kebaikan dan bagusnya kebaikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang keimanan. Seluruh Kebaikan. Ingatlah diberi kepahaman dalam masalah agama. Akan tetapi ketika ia telah mampu berhaji. hal. maka Allah akan memahamkan dia Penutup
 
 tentang agama. 28/80)
 
 "Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu. hal-hal yang berkaitan amalan kita menjadi benar karena telah diawali dengan dengan shalat. dipelajari karena setiap amalan yang ia lakukan tentunya ِ ‫ِه‬ َّ ِ ‫اَّللُ ب‬ ‫ِد‬ ُ ْ ‫ير‬ َ ‫من‬ berkaitan dengan niat. Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. mengenai keimanan adalah apa yang dia ilmui) memiliki keserupaan dengan orang ilmu yang wajib dipelajari ketika seseorang menjadi Yahudi. ilmu tentang yang thoyib. dan rizki tentang hal-hal yang halal dan haram. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina . Jadi ilmu mengenai tauhid. Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Contohnya seseorang yang saat ini belum mampu berhaji.” (Majmu’ Al Fatawa. merupakan ilmu terdahulu. seperti bersuci dan lainnya. Bukhari dan Muslim) 
 
 Marilah kita awali setiap keyakinan dan amalan dengan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan. “Orang berilmu yang rusak (karena tidak mengamalkan mengenai 2 kalimat syahadat. Sufyan bin ‘Uyainah –rahimahullah. 
 
 Alhamdulilllahilladzi bi ni’matihi mualamalah dan seterusnya. 2682.mengatakan. Adapun ilmu tentang tauhid. 
 
 ُ‫ه‬ِْ ‫َق‬ ُ ‫ًا‬ ‫َي‬ ‫ْر‬ Kalau niatnya dalam melakukan ibadah karena Allah ‫ِى‬ ‫ه ف‬ ‫يف‬ ‫خ‬ maka itulah amalan yang benar. “Setiap orang ilmu agar luruslah niat kita dan tidak terjerumus dalam yang Allah menghendaki kebaikan padanya pasti akan ibadah yang tidak ada tuntunan (alias bid’ah). Semoga Allah memberikan kita ilmu yang ilmu berikutnya yang harus dipelajari." (Al Amru bil Ma'ruf wan Nahyu Dahulu?
 
 'anil Mungkar.” (HR. Orang yang Berilmu yang Akan Mendapatkan berkaitan dengan haji. amal yang sholeh yang diterima.” (Majmu’ Al Fatawa. 
 
 tatimmush sholihaat. Manakah Ilmu yang Wajib Dipelajari terlebih maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan. setiap ilmu Ilmu yang wajib dipelajari bagi manusia adalah ilmu yang hendaklah diamalkan agar tidak serupa dengan orang menuntut untuk diamalkan saat itu. karena ilmu ini adalah dasar yang harus beribadah tanpa dasar ilmu) memiliki keserupaan dengan diketahui. agama pada dirinya. Sedangkan bahwa suatu amalan yang dibangun tanpa dasar ilmu orang yang tidak diberikan kepahaman dalam agama. adapun ketika amalan Yahudi. Dho’if Sunan Abi Daud dan Shohih wa Dho’if Sunan maka ilmu tentang haji belum wajib untuk ia pelajari saat Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini shohih) 
 
 ini.
 
 seluruh kebaikan. Ini semua jika dilatarbelakangi dengan aqidah dan tauhid 
 “Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan yang benar. 15) 
 
 Di samping itu pula. tersebut belum tertuntut untuk diamalkan maka belum wajib untuk dipelajari. adalah hal pertama yang harus bersabda. Sedangkan ahli ibadah yang rusak (karena muslim. Kemudian ilmu bermanfaat. ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz mengatakan. ia wajib mengetahui ilmu tentang haji dan segala sesuatu yang Keempat. Adapun kalau niatnya ِ‫ِين‬ ‫الد‬ karena selain Allah maka itu adalah amalan syirik. 16/567)
 
 Semoga Allah senantiasa memberi kita bertaufik agar setiap Kemudian ilmu mengenai shalat.
 
 orang Nashrani.dan Tirmidzi no.