5

BAB II. PENELUSURAN PUSTAKA

2.1. Dasar Teori
Pirolisis atau devolatilisasi adalah proses fraksinasi material oleh suhu.
Proses pirolisis dimulai pada temperatur sekitar 230 °C, ketika komponen yang
tidak stabil secara termal, dan volatilematters pada sampah akan pecah dan
menguap bersamaan dengan komponenlainnya. Produk cair yang menguap
mengandung tar dan polyaromatic hydrocarbon. Produk pirolisis umumnya terdiri
dari tiga jenis, yaitu gas (H2, CO, CO2, H2O, dan CH4), tar (pyrolitic oil), dan
arang. Parameter yang berpengaruh pada kecepatan reaksi pirolisis mempunyai
hubungan yang sangat kompleks, sehingga model matematis persamaan kecepatan
reaksi pirolisis yang diformulasikan oleh setiap peneliti selalu menunjukkan
rumusan empiris yang berbeda (Trianna dan Rochimoellah, 2002). Selain itu,
plastik merupakan polimer yang berat molekulnya tidak bisa ditentukan, ataupun
dihitung. Karena itu, kecepatan reaksi dekomposisi didasarkan pada perubahan
massa atau fraksi massa per satuan waktu. Produk pirolisis selain dipengruhi oleh
suhu dan waktu, juga oleh laju pemanasan. Rodiansono dkk.,(2007) melakukan
perengkahan sampah plastik jenis polipropilena dari kemasan air mineral dalam
reaktor pirolisis terbuat dari stainless steel, dilakukan pada temperatur 475OC
dengan dialiri gas nitrogen (100 mL/menit).

Faktor-faktor atau kondisi yang mempengaruhi proses pirolisis adalah :
1. Waktu
Waktu berpengaruh pada produk yang akan dihasilkan karena, semakin lama
waktu proses pirolisis berlangsung. produk yang dihasilkannya (residu padat, tar,
dan gas) makin naik. Kenaikan itu sampai dengan waktu tak hingga () yaitu
waktu yang diperlukan sampai hasil padatan residu, tar, dan gas mencapai
konstan. Nilai  dihitung sejak proses isotermal berlangsung. Tetapi jika
melebihi waktu optimal maka karbon akan teroksidasi oleh oksigen (terbakar),
menjadi karbondioksida dan abu. Untuk itu pada proses pirolisis penentuan waktu
optimal sangatlah penting.

6

2. Suhu
Suhu sangat mempengaruhi produk yang dihasilkan karena sesuai dengan
persamaan Arhenius, suhu makin tinggi nilai konstanta dekomposisi termal makin
besar akibatnya laju pirolisis bertambah dan konversi naik.
3. Ukuran Partikel
Ukuran partikel berpengaruh terhadap hasil,semakin besar ukuran partikel. Luas
permukaan per satuan berat semakin kecil,sehingga proses akan menjadi lambat.
(Wahyudi,2001)
4. Berat Partikel
Semakin banyak bahan yang dimasukkan,menyebabkan hasil bahan bakar cair(tar)
dan arang meningkat.(Wahyudi,2001)
Plastik adalah polimer rantai panjang dari atom yang mengikat satu sama
lain. Rantai ini membentuk banyak unit molekul berulang, atau "monomer".Istilah
plastik mencakup produk polimerisasi sintetik, namun ada beberapa polimer alami
yang termasuk plastik. Plastik terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan
polimer dan bisa juga terbentuk dengan menggunakan zat lain untuk
menghasilkan plastik yang ekonomis
Polyethylene(PE) berdensitas menengah dan tinggi, titik lelehnya berkisar
120oC hingga 135oC.Titik leleh polietilena berdensitas rendah berkisar 105oC
hingga115oC.HDPE memiliki derajat rendah dalam percabangannya dan memiliki
kekuatan antar molekul dan kekuatan regang sangat tinggi. Kegunaannya adalah
sebagai bahan pembuat botol susu,botol/kemasan deterjen, kemasan margarin,
pipa air dan tempat sampah. LDPE dicirikan dengan densitas 0,910-0,940 g/cm3.
LDPE memiliki derajat tinggi terhadap percabangan rantai panjang dan
pendekyang berarti tidak akanberubah menjadi struktur kristal. Hal ini juga
mengindikasikan bahwa LDPE memiliki kekuatan regangan yang
rendah.Kegunaannya adalah sebagai container yang agak kuat dan dalam aplikasi
film plastik seperti sebagai kantongplastik dan plastik pembungkus. LLDPE
dicirikan dengan densitas antara 0,915-0,925 g/cm3. LLDPE adalahpolimer linier
dengan percabangan rantai pendek dengan jumlah yang cukup signifikan,
kegunaannya sebagai pembungkus kabel, mainan, tutup kemasan, ember,

519 Cal/g atau 44.040.Agus Sapriyanto (2011) telah melakukan pengujian terhadap mesin pengubah sampah plastik menjadi BBM. Jenis plastik yang dapat didaur ulang diberi kode berupa nomor untuk memudahkan dalam mengidentifikasi dalampenggunaannya seperti yang ditampilkan pada Gambar 2. Reaksi pirolisis pada temperatur 475 oC dalam reaktor yang terbuat dari stainless steel dan dialiri gas nitrogen(100 mL/menit) menghasilkan kecepatan reaksi dekomposisi perengkahan sampah plastik jenis polipropilena (PP). Plastik dapat dikelompokkan menjadi dua macam yaitu thermoplastic dan termosetting. Di tahun yang sama. Kemudian dalam waktu 2 jam menghasilkan bahan bakar cair sebanyak 300 ml.Untuk membuat plastik. Aprian dkk (2011) juga meneliti minyak yang diperoleh dari proses pirolisis pengolahan sampah plastik. akan mencair dan dapat dibentuk kembali menjadi bentuk yang diinginkan.Thermoplastic adalah bahan plastik yang jika dipanaskan sampai temperatur tertentu. thermoplastic adalah jenis yang memungkinkan untuk didaur ulang. Berdasarkan hasil pengujian didapat nilai kalor bahan bakar tersebut sampah plastik sebesar10. sedangkan thermosetting adalah plastik yang jika telah dibuat dalam bentuk padat. .2. Pengenalan Plastik Plastik adalah salah satu jenis senyawa makromolekul yang dibentuk dengan proses polimerisasi.95 J/g. Proses pengujian dilakukan pada 1 kg sampah plastik dengan suhu pemanasan 530 oC. 2011). Berdasarkan sifat kedua kelompok plastik diatas.yaitu bahan yang dihasilkan dari penyulingan minyak bumi atau gas alam.24 J/g. Plastik merupakan senyawa polimer yang unsur penyusun utamanya adalah karbondan hidrogen.1. 2. 7 container dan pipa (Aprian et al.285 Cal/g atau 43061.1 dan Tabel 2.salah satu bahan baku yang sering digunakan adalah naphta. tidak dapat dicairkan kembali dengan cara dipanaskan. setara dengan nilai kalor premium yaitu 10. Polimerisasi adalah proses penggabungan beberapa molekul sederhana (monomer) melalui proses kimia menjadi molekul besar (makromolekul atau polimer). Jenis plastik yangdimasukkan ialah semua jenis plastik.

1 Nomor Kode Plastik Tabel 2. Sifat-sifat thermalyangpenting adalah titik lebur (Tm).ataute 6 PS (Polystyrene) mpat makanan daristyrofoam.sendokdangarpuplastik. alat-alat rumah tangga. mainan. mainan anak.1 Jenis plastik. botolshampo. jenis suku cadang mobil.jerigen pelumas. danbotolsambal. Other(O). temperatur transisi (Tg) dan temperaturdekomposisi. 7 plastiklainnyaselain komputer. tutup plastik.botol sambal. Sifat Thermal Plastik Pengetahuan sifat thermal dari berbagai jenis plastik sangat penting dalam proses pembuatan dan daur ulang plastik. botolsusu cair. plastik mengalamipembesaran volume sehingga . dan berbagaimacamplastiktipis lainnya. PP (Polypropylene cup plastik.botolminyak PET (polyethylene 1 goreng. gallon airminum. LDPE (Low-density kantongkresek.gelasplastik. dan tempatmakan plastiktransparan botol susu bayi. plastik kemasan. Di atas titik lebur.3.sikatgigi. taplak meja 3 Chloride) dari plastik. plastik pembungkus 4 Polyethylene) daging beku. kode dan penggunaannya No. 2 Polyethylene) danbotolkosmetik PVC (Polyvinyl pipa selang air.jus. 5 atau Polypropene) dan margarine kotakCD.2009 Gambar 2. tutup botol dari plastik. Jenis Plastik Penggunaan Kode botolkemasanairmineral. botolobat. pipa bangunan.dan terephthalate) botolkosmetik HDPE (High-density botolobat. danmainan dariNo. Temperatur transisi adalahtemperaturdimanaplastikmengalami perenggangan struktursehinggaterjadi perubahan darikondisikakumenjadi lebih fleksibel.1 hingga 6 lego 2. 8 Sumber: UNEP. alat-alat elektronik.

4 Polyvinyl chloride 18.5 kali dari temperatur transisinya (Budiyantoro.0 Polystyrene 41.4 Coal 24.3 Nilai Kalor bahan plastik dan bahan lainnya Material Nilai Kalor (MJ/kg) Polyethylene 46.3. 2010). Tabel 2.0 Diesel 43.1 Light fuel oil 41. Temperaturdekomposisimerupakan batasan dari proses pencairan.Dekomposisiterjadi karena energi thermalmelampauienergiyang mengikat rantai molekul. 9 molekulbergeraklebihbebasyangditandai dengan peningkatan kelenturannya.0 Heavy fuel oil 41. plastik akanmudahmengalirdanstruktur akan mengalamidekomposisi. Jika suhu dinaikkan di atas temperatur lebur.3 Polypropylene 46.3 Petrol 44.9 .2.2010 Perbandinganenergiyang terkandungdalam plastikdengansumber- sumberenergilainnyadapatdilihatpadaTable2. Tabel 2. Data temperaturtransisidan temperaturleburplastik Temperatur Tm Tg Jenis kerja maks (oC) (oC) (oC) PP 168 5 80 HDP 133 -110 82 LDP 330 -115 260 PA 260 50 100 PET 250 70 100 ABS 110 85 PS 90 70 PMM 100 85 PC 150 246 PVC 90 71 Sumber:Budiyantoro.Datasifattermalyangpenting pada proses daur ulang plastik dapat dilihat padaTabel2. Secara umum polimer akanmengalamidekomposisipada suhu diatas 1. .2. Temperatur leburadalah temperaturdimana plastikmulaimelunakdanberubahmenjadi cair.

1 Kerosene 43. Polyprophylen (PP) Polyprophylen (PP) merupakan polimer hidrokarbon yang termasuk ke dalam polimer termoplastik yang dapat diolah pada suhu tinggi. Polipropilena berasal dari monomer propilena yang diperoleh dari pemurnian minyak bumi. Reaksi polimerisasi dari propilena dapat dilhat pada Gambar 2. 10 LPG 46.4.2 Reaksi Polimerisasi propilena menjadi polipropilena Dalam kehidupan sehari-hari polipropilena dapat dijumpai penggunaannya dalam bentuk kemasan botol minuman. Contoh plastik jenis polipropilena dalam kehidupan sehari- hari dapat dilihat pada Gambar 2. dengan A merupakan propilena. peralatan laboratorium.1 berikut : CH2=CH-CH3 8 Secara industri. Struktur molekul propilena dapat dilihat pada gambar 2. serta komponen otomotif. 2007 2.4 Sumber: Dasdan Pande. alat tulis.2.3. polimerisasi polipropilena dilakukan degan menggunakan katalis. .1. Gambar 2. Proses polimerisasi ini akan menghasilkan suatu rantai linear yang berbentuk –A-A-A-A-A-A-.

3Jenis plastik polipropilena dalam kehidupan sehari-hari 2.4 Sifat Fisika dan Kimia Polypropylene (PP) . 11 Gambar 2. Penggunaan bahan additive memungkinkan polipropilena memiliki mutu kimia yang baik sebagai bahan polimer dan tahan terhadap pemecehan yang disebabkan oleh tekanan maupun temeperatur yang tinggi. Akibatnya akan terjadi perbedaan drajat kristalinitas pada bagian permukaan dengan bagian tengah.90-0. maka bagian tengah akan menjadi dingin lebih lambat daripada bagian luar.4.1.12 W/m sehingga banyak juga dimanfaatkan sebagai isolator. contohnya dalam suatu proses pencetakan thermoplastik membentuk barang jadi yang tebal dan luas. yang bersentuhan langsung dengan dengan cetakan. memiliki kekerasan dan kerapuhan yang paling tinggi dan bersifat kurang stabil terhadap panas dikarenakan adanya hydrogen tersier.92 gr/cm3. Sifat-sifat Polipropilena 9 Polipropilena merupakan jenis bahan baku plastic yang ringan dengan densitas 0.Polipropilena memiliki konduktivitas panas yang rendah 0. Polipropilena memiliki tingakat kristalinitas yang rendah sehingga rentanterhadap laju pendinginan. Tabel 2.

72  ΔHO (kjoule/mol OK) : 20. ESDM. CO.5. 12 Sifat Fisika Sifat Kimia  Rumus Kimia : (C3H6)n  Tidak Korosif  Bentuk : Butiran padat  Pada suhu tinggi material akan mulai  Warna : Tembus cahaya membusuk menghasilkan asap yang  Bau : Sedikit berbau  Berat Molekul : 42 kg/mol dapat berisi CO2. 2008) 2. Polystyrene (PS) .913 g/cm3 aldehida  Titik Lebur : 150-170oC  Titik Nyala : >300oC  Suhu dekomposisi : >300oC  ΔGO (kjoule/mol OK) : 62. 2008). Keton dan  Densitas : 0.880-0. Tabel 2. polypropylene 2016) Berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi tahun 2008.42 (sumber : Material Safety Data Sheet. Standar dan mutu (spesifikasi) bahan bakar minyak jenis minyak bakaryang dipasarkan di dalam negeri adalah sebagai berikut (ESDM. Kementerian Energi danSumber Daya Mineral Republik Indonesia.5 Spesifikasi bahan bakar minyak (Sumber: SK Dirjen Minyak & Gas Bumi.

Gambar 2. Meskipun demikian. PS juga mempunyai daya serap air yang rendah yaitu dibawah 0. Transparansi sifat optis dari PS adalah mempunyai derajat transparansi yang tinggi.cashing TV. moldable dan merupakan insulatoryang baik. dapat melalui semua panjang gelombang cahaya (A 90%). ` Polystyrene dibentuk dari moleku molekul styrene. lensa (optik dari plastik ). 4. 13 Polistirene adalah hasil polimerisasi dari monomer-monomer stirena.utensil . bahan ini mudah tergores. Ketahanan terhadap bahan kimia PS terhadap bahan-bahan kimia umumnya tidak sebaik ketahanan yang dipunyai oleh PP atau PE.Ikatan rangkap antara bagian CH2 dan CH dari molekul disusun kembalihingga membentuk ikatan dengan molekul molekul styrene berikutnya danpada akhirnya membentuk polystyrene. Material ini diaplikasikan untukpembuatan furniture (pelapis kayu ). 2.25%. cashing monitor komputer . hidrokarbon aromatik dan chlorinated hydrocarbon. Bilamana polystyrene dipanaskan dan udaraditiupkan maka melalui pencampuran tersebut akan terbentuk styrofoam.4 Reaksi Polimerisasi Styrene Menjadi Polystryrene Sifat-sifat umum dari polistirena : 1. Abrasion resistance PS mempunyai kekuatan permukaan relative lebih keras dibandingkan dengan jenis termoplastik yang lain.Styrofoam memiliki sifat sangat ringan . . Sifat-sifat mekanis yang menonjol dari bahan ini adalah kaku. mempunyai bunyi seperti metallic bila dijatuhkan. keras. dimana monomer stirenanya didapat dari hasil proses dehidrogenisasi dari etil benzene (dengan bantuan katalissedangkan etil benzene-nya sendiri merupakan hasil reaksi antara etilena dengan benzene (dengan bantuan katalis). PS larut dalam eter. 3.

Material PET ini merupakan plastik utama untukpembuatan kantong kemasan makanan. slot liners dan covering dari kapasitor. . PS foil digunakan untuk spacers. Ketahanan panas PS mempunyai softening point rendah (90 oC) sehingga PS tidak digunakan untuk pemakaian pada suhu tinggi. PET ini dapat dibentuk menjadi fiber seperti dacron danFilm seperti mylar. Suhu maksimum yang boleh dikenakan dalam pemakaian adalah 75oC. PS mempunyai sifat konduktifitas panas yang rendah. Polyethylene Terephtalate (PET) Polyethylene terephtalate yang sering disebut PET dibuat dari glikol (EG) dan terephtalic acid(TPA) atau dimetyl ester atau asam terepthalat (DMT). 6. dimana bahan ini mempunyai indeks refraksi 1. Material ini dihasilkan darikondensasi antara ethylene glycol dengan asam terepthalic dan termasuk padatipe thermoplastik.5 Jenis plastik polistirene dalam kehidupan sehari-hari 2. 14 Disamping itu dapat memberikan kilauan yang baik yang tidak dipunyai oleh jenis plastik lain. koil dan keperluan radar. 5.592. Gambar 2. Sifat elektrikal karena mempunyai sifat daya serap air yang rendah maka PS digunakan untuk keperluan alat-alat listrik.6. Disamping itu. atau misalnya pada makanan yang panas.

demikian juga daya serap terhadap air. tahan bahan kimia dan panas. 15 Gambar 2.7.7 Jenis plastik polyethylene terephtalate dalam kehidupan sehari-hari 2. Penggunaan PET sangat luas antara lainbotol-botol untuk air mineral. kaku (stiffness). tahan nyala api. dimensinya stabil. PET dapat diproses dengan proses ekstrusi pada suhu tinggi 518. saus. soft drink. liat. Polymer PET dapat diberi penguat fiber glass.02 %) untuk mencegah terjadinya proses hidrolisa selama pencetakan. minyak makan. Gambar 2. kemasan sirup. PET engineer resin mempunyai kombinasi sifat-sifat: kekuatannya tinggi. permeabilitas terhadap gas. selain itu juga dapat diproses dengan tehnik cetak injeksi maupun cetak tiup. Sebelum dicetak sebaiknya resin PET dikeringkan lebih dahulu (maksimum kandungan uap air 0. Polyetylene (PE) . aroma maupun air rendah. serta mempunyai sifat elektrikal yang baik. PET film bersifat jernih. PET memiliki daya serap uap air yang rendah. selai. kuat. atau filler mineral. dimensinya stabil. tidak beracun.6 Rumus bangun polyethylene terephtalate PET merupakan keluarga polyester seperti halnya PC.608 oF.

Titik leleh LDPE berkisar 105oC hingga115oC.8. Bentuknya yang linier menghasilkan sifat bahan yang bersifat kuat . Merubah sampah plastic menjadibahanbakarminyak dapatdilakukan dengan proses cracking (perekahan). wraps (pembungkus makanan) .Plastik HDPE ini keras dan memiliki titik lebur tinggi dibandingkan LDPE selain itu tenggelam dalam larutan campuran air dengan alkohol. HDPE (high density polyethylene) dibuat melalui polimerisasi ethylene dengan penambahan berbagai metal. thermalcrackingdan catalyticcracking (Panda.940 g/cm3. LDPE memiliki derajat tinggi terhadap percabangan rantai panjang dan pendek yang berarti tidak akanberubah menjadi struktur kristal. Konversi Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Mengkonversi sampah plastik menjadibahanbakarminyaktermasuk daur ulang tersier. dan sarung tangan yang sekali pakai buang. 2.dan dihasilkan polimer polyethylene yang tersusun hampir sebagaian besar polimer polimer linier.Hasildariproses cracking plastik ini dapat digunakansebagai bahan kimia atau bahan bakar. 16 Polyethylene (LDPE dan HDPE) : Polimer yang paling umum dalam plastik mialah polyethylene yang dihasilkan (dibuat) dari monomer monomer ethylene (CH2=CH).kantong sampah . Pertama kali dibuat ialah LDPE (low density polyethylene) . namun saat ini aplikasinya telah berkembang diantaranya untuk pembuatan film .rapat dan strukturnya mudah diatur . Material ini diaplikasikan untuk pembuatan hula hoop dan kontainer. Karakteristik LDPE ialah lunak dan fleksibel sehingga pertamakali diaplikasikan sebagai isolator kawat listrik.botol .material ini mengambang pada larutan campuran air dan alkohol. Ada tiga macam prosescrackingyaituhidrocracking. LDPE dicirikan dengan densitas 0. 2011).910-0. Hidrocracking . Crackingadalah proses memecah rantai polimer menjadi senyawa dengan berat molekulyang lebih rendah. 1.

dan1/6dengansistem semialir.5denganlajualirgashydrogen 150 ml/jam. Proses dekomposisi pada pirolisis ini juga sering disebut dengan devolatilisasi. dan 400°C. Arang yang terbentuk dapat . 350. 400.amorphous silica alumina. 17 Hidrocracking adalah proses crackingdenganmereaksikanplastikdengan hidrogendi dalam wadahtertutupyang dilengkapidenganpengadukpadatemperature antara423– 673Kdantekananhidrogen3– 10MPa. zeolite dansulphate zirconia.Dalam proseshydrocracking ini dibantudengankatalis. Kinerjakatalis NiMo/zeolitmenurun setelah pemakaian beberapa kali. Untuk membantu pencapurandan reaksibiasanyadigunakan bahan pelarut 1-methyl naphtalene. Beberapa katalis yang sudah ditelitiantara lain alumina. Thermalcrackingatau Pirolisis Pirolisis adalah proses dekomposisi suatu bahan pada suhu tinggi tanpa adanya udara atau dengan udara terbatas.0.Uji aktivitas katalis NiPd/Zeolit untuk reaksi hydrocrackingsampahplastik menjadi fraksi bensin telah dilakukan dengan variasi temperatur300.melakukan penelitian samadenganpenelitianRodiansono (2005) tetapidengan katalisNiPd/Zeolite.25. dan gas. Proseshydro cracking dilakukandalam reaktorsemialir (semiflow-fixedbedreactor)padatemperature 300. tetapi dengan proses regenerasi kinerjanya bisa dikembalikan lagi. 450 dan500°C dan variasirasioberatkatalis: umpan 1/2.Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas katalisoptimumdicapaipadatemperatur450°C dan rasio beratkatalis:umpan =1/2.0. 1/4. 2.17. rasio katalis/umpan 0. minyak. Produk utama dari pirolisis yang dapat dihasilkan adalah arang (char). 360. Uji aktivitas katalis NiMo/zeoliteyang menghasilkanselektivitas produk C7-C8tertinggidicapaipada temperatur 360°C dan rasio katalis/umpan 0. Nurcahyo (2005). Penelitian tentang proseshydrocracking ini antara lain telah dilakukan oleh Rodiansono (2005) yang melakukan penelitianhydrocracking sampahplastik polipropilena menjadi bensin (hidrokarbon C5-C12)menggunakan katalisNiMo/Zeolit danNiMo/Zeolit-Nb2O5.5. tetralin dan decalin.

dan baunya merangsang. minyak dari plastik bekas ini memiliki sifat tidak jenuh. hasil cair yang diperoleh 79%-83% dari berat plastik yang dimasukkan ke dalam reaktor pirolisis. Skodars. perbandingan antara karbon dan hidrogen tidak seimbang sehingga ada mata rantai yang tidak terisi. mengeluarkan jelaga.G.. dimana semakin . B. tetapi sudah bisa untuk bahan bakar kompor atau obor (Purwanti Ani dan Sumarni. dengan konstruksi agak berbeda. J. 2008.et al.4oC sehingga sangat mudah dinyalakan.S Chaurasia. 2008).4. 2009). Sedangkan minyak yang dihasilkan dapat digunakan sebagai zat additif atau campuran dalam bahan bakar. Pada proses ini. dibantu dengan nyala gas hasil pirolisis. Pemanasan dilakukan dengan listrik.(2006) telah melakukan penelitian mengenai pengaruh temperatur dan waktu terhadap hasil char pada proses pirolisis. Karakteristik bahan bakar sampah plastik khususnya plastik polietilena dapat dilihat di dalam tabel 2. Minyak pirolisis ini dapat diolah lagi supaya mempunyai sifat jenuh dan stabil (Boy Macklin Pareira. diperoleh cairan mirip minyak bumi sekitar 75 gram (Purwanti Ani dan Sumarni. 18 digunakan untuk bahan bakar ataupun digunakan sebagai karbon aktif..V Babu. Minyak hasil pirolisis ini mudah terbakar. Adapun gas bakar yang didapat mencapai 116 ml per gram plastik bekas. Berdasarkan analisa yang pernah dilakukan Lembaga Minyak dan Gas Bumi.. dan sistem pendingin ditingkatkan. hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak pirolisis dari plastik polietilena mempunyai densitas 939 kg/m3 atau lebih berat dari minyak tanah. Sedangkan lebih dari 80% minyak pirolisis ini terdiri dari styrene. Pirolisis plastik yang pernah dilakukan oleh Purwanti adalah dari 100 gram kantung plastik yang diolah pada suhu 400oC dalam waktu dua jam. Adanya kelemahan sistem batch. Minyak berwarna kuning kecokelatan. Komponen utama minyak pirolisis dari plastik polietilena adalah styrene monomer yang kadarnya hampir 64%. maka dikembangkan sistem "sinambung".). Sedangkan gas yang terbentuk dapat dibakar secara langsung (A. Minyak bakar ini mempunyai ignition point 30. Artinya.(2008) meneliti tentang minyak pirolisis dari plastik polietilena. Pranata. dengan panas dari luar yang dapat dikurangi 10%-15%. 2005).

1 3.Toulene % 2. Sedangkan komponen waktu tidak terlalu berpengaruh terhadap reaktifitas dari char. Proses konversi dilakukan dengan dua metode.4 f.Ethyl Benzene % 1. Tabel 2.5 Komponen a.Alphamethyl styrene % 2. Oleh karena itu salah satu variasi pada penelitian yang akan dilakukan adalah variasi suhu.939 2 Kinematic viscosity (300 C) mm2/s 1. Pyrolisis dilakukan di dalam tabungstainlesssteelyangdipanaskan dengan elemen pemanas listrik dengan temperatur bervariasiantara 475– 600 °C.2 e.Other % 13. digunakanuntuk mengembunkangasyang terbentuk setelah plastik dipanaskanmenjadi minyak.5 c. 19 tinggi temperatur setelah melewati temperatur puncak. Denganadanyakatalis.Katalisyang digunakanpada penelitian ini adalah silica alumina. Catalitikcracking Cracking cara ini menggunakan katalisuntuk melakukanreaksiperekahan. yaitudengan thermal crackingdan catalys cracking.Styrene Trimer % 5. Kondenserdengantemperatur 30–35°C.2 g.7 4 d. Osueke dan Ofundu (2011) melakukan penelitian konversiplastiklow density polyethylene(LDPE)menjadiminyak.6 Karakteristik bahan bakar dari sampah plastik polietilena No Unsur Satuan Jumlah 1 Density (150 C) g/cm3 0. reaktifitas dari char akan menurun. Dari penelitian inidiketahui bahwadengan temperaturpyrolisis .9 b.189 0 3 Ignition point C 30. dapatmengurangi temperaturdan waktu reaksi. Styrene Monomer % 63. Styrene dimmer % 11.

Borsodidkk. 2011.Pirolisis dilakukandi dalam reaktortabung.5m H2 Proses gasifikasi pada hakikatnya mengoksidasi suplai hidrokarbon pada lingkungan yang terkontrol untuk memproduksi gas sintetis yang memiliki nilai . 2.Dalam penelitianini temperatur pirolisis 500°C.. efisiensi dari proses ini hanya sekitar10% dan dengan cara ini penggunaan merupakan sumber polusi yang cukup besar. 20 550°Cdanperbandingan katalis/sampah plastik 1:4 dihasilkan minyakdengan jumlahpalingbanyak. Gasifikasi Gasifikasi adalah sebagian proses oksidasi yang mengubah bahan bakar padat menjadi bahan bakar gas. KatalisyangdigunakanadalahY. Namun. zeolite.Reaksi dasar gasifikasi adalah: CnHm + 0.55n O2à nCO + 0. 2.Plastik yang diproses ada dua macam. Daripenelitian inidiketahuibahwa HDPE yang terkontaminasiproduk volatilenyalebih tinggidandensitasnyajuga lebih tinggi. melakukan penelitiantentang pirolisisterhadapplastik yang terkontaminasiuntuk memperoleh senyawahidrokarbon. tetapipadaHDPEyang terkontaminasipengaruh pemakaiankatalis tidak signifikan. Pemakaian katalis menurunkan densitas dari minyak yang dihasilkan dariprosespirolisis.denganpemasukkan materialplastik secarakontinyu. Pembakaran Oksidasi bahan bakar yang biomassa dapat sepenuhnya teroksidasi dan ditransfer menjadi panas.9. Pemakaian katalis mempengaruhi prosescracking padaHDPEyang tidak terkontaminasi.Proses gasifikasi dari limbah terjadi pada temperatur yang lebih tinggi dari pirolisis dan dengan penambahan oksigen yang terkontrol.yaituHDPEdalam kondisibersihdanHDPEyang terkontaminasi minyakpelumas. Pirolisis Ada 3 cara yang sering dilakukan untuk mengekstrak energi dari biomassa yaitu: 1. Pirolisis dilakukandengankatalis (thermo-catalytic pyrolysis) dan tanpa katalis (thermal pyrolysis).

Jika AFR <1. 21 komersial yang signifikan.8Grafik perbedaan pembakaran. Jika jumlah udara : bahan bakar (AFR. c. air fuel ratio) = 0.9 menunjukan jalur reaksi yang mungkin untuk pirolisis biomassa pada kayu. hidrogen dan oksigen senyawa yang terkandung dalam biomassa terurai menjadi molekul yang lebih kecil dalam bentuk gas. Pirolisis Pirolisis adalah proses dekomposisi suatu bahan pada suhu tinggi tanpa adanya udara atau dengan udara terbatas. uap terkondensasi (tar dan minyak) dan arang padat.5 maka proses disebut gasifikasi. gasifikasi dan phyrolisis 3. .5 maka disebut proses pembakaran Gambar 2. a. Perbedaan gasifikasi dengan pirolisis dan pembakaran: berdasarkan kebutuhan udara yang diperlukan selama proses.Gambar 2. b. maka proses disebut pirolisis.Proses pirolisis bahan organik sangat kompleks dan terdiri dari kedua simultan dan reaksi berturut ketika bahan organik dipanaskan dalam suasana non-reaktif. Rantai panjang karbon. Jika AFR >1. Dalam proses ini dekomposisi termal dari komponen organik dalam biomassa dimulai pada 350 °C-550 °C dan naik ke 700 °C-800 °C dalam ketiadaan udara atau oksigen.

Pirolisis Lambat 2. Pirolisis Flash . 22 Gambar 2. Klasifikasi Pirolisis Berdasarkan kondisi operasi operasi pirolisis diklasifikasikan menjadi 3: 1.10Proporsi relatif dari produk akhir pirolisis biomassa a.9 Representasi reaksi pirolisis kayu Gambar 2. Reaksi Pirolisis menggunakan plastik polypropylene (PP) 29C3H5 3H2+CH4+C2H4+C3H6+C3H8+C4H10+C8H16+C16H32+C28H56+20C b. Pirolisis Cepat 3.

Produk utama dalam proses pirolisis lambat terjadi karena waktu tinggal yang tinggi dan dapat mempengaruhi bio-minyak hasil dan kualitas. tinggi laju pemanasan dan waktu tinggal yang singkat . 23 Tabel 2. biomassa cepat dipanaskan sampai suhu tinggi tanpa adanya oksigen. Dalam proses ini. waktu tinggal yang lama dan transfer panas yang rendah menuntut masukan energi ekstra.2 1050-1300 75 12 13 Sumber: Prabir Basu (Biomassa Gassification and Pyrolisis Handbook. pirolisis lambat memiliki beberapa keterbatasan teknologi yang membuat itu tidak mungkin cocok untuk produksi bio-minyak berkualitas baik. Karakteristik dasar dari proses pirolisis cepat ialah transfer panas tinggi dan tingkat pemanasan. b.7 Parameter operasi dan produk hasil pirolisis Waktu Laju Ukuran Yield Produk (%) Proses tinggal Temperatur Pemanasa Partikel Pirolisi padata (°K) Ga n (K/s) (mm) OIL s n (s) Char s 450- Lambat 550 0. Pirolisis Lambat Pirolisis lambat telah digunakan selama ribuan tahun untuk meningkatkan produksi arang pada suhu rendah dan tingkat pemanasan yang rendah.2010) a. Biasanya secara berat.5-10 10-200 <1 850-1250 50 20 30 Flash <0. Pirolisis Cepat Dalam proses pirolisis cepat.5 >1000 <0. sangat singkat waktu tinggal uap singkat.0-50 550-950 30 35 35 Cepat 0. pirolisis cepat menghasilkan 60% -75% dari produk berminyak (minyak dan lainnya Cairan) dengan 15% -25% dari padatan (terutama biochar) dan 10% -20% dari fase gas tergantung pada bahan baku yang digunakan. pendinginan uap cepat dan aerosol untuk tinggi yield bio-oil. Namun. Teknologi pirolisis cepat menerima popularitas yang luar biasa dalam memproduksi bahan bakar cair dan berbagai khusus dan . Produksi cairan biasanya dihasilkan dari biomassa dalam suhu rendah.1-1 5. waktu tinggal uap terlalu tinggi (5 menit sampai 30 menit) dan komponen dalam fase uap terus bereaksi satu sama lain yang menghasilkan char padat dan cairan lainnya. Selain itu.

Biasanya tahap awal dari perancangan tangki adalah pemilihan tipe/bentuk yang paling sesuai dengan konsisi operasi yang diinginkan. 2. Peningkatan viskositas dari waktu ke waktu oleh aksi katalitik char.10. Suhu dan tekanan operasi 4. c. Teknologi pirolisis cepat dapat memiliki biaya investasi yang relatif rendah dan energi tinggi efisiensi dibandingkan dengan proses lainnya. Flash Pirolisis Flash pirolisis biomassa adalah proses yang menjanjikan untuk produksi bahan bakar padat. terutama pada skala kecil.1. Sifat alamiah dari fluida yang akan digunakan 3. 16 24 komoditas bahan kimia. Produk cair ini dapat dengan mudah dan ekonomis diangkut dan disimpan. dan gas dari biomassa yang dapat mencapai hingga 75% dari hasil bio-oil. misalnya: stabilitas termal yang buruk dan korosif minyak. tingkat pemanasan partikel yang tinggi. . Pada sebagian besar alat proses. Perancangan Alat Pirolisis 2. alkali terkonsentrasi di char larut dalam minyak dan produksi air pirolitik. Faktor terpenting yang sesuai yang mempengaruhi pemilihan ini adalah: 1. Ia juga memiliki potensial untuk memasok sejumlah bahan kimia yang berharga yang menawarkan daya tarik nilai tambah yang jauh lebih tinggi daripada bahan bakar. tinggi suhu reaksi antara 450 °C dan 1000 °C dan waktu tinggal gas yang sangat singkat (kurang dari1s). Fungsi dan lokasi tangki 2. Hal ini ditandai dengan devolatilisasi cepat dalam suasana inert. padatan dalam minyak. tangki dirancang dengan beberapa modifikasi sesuai keperluan yang memungkinkan alat beroperasi pada fungsi yang dikehendaki. Volume yang dibutuhkan atau kapasitas untuk proses yang akan digunakan. cair.10. Namun proses ini memiliki beberapa keterbatasan teknologi. Perancangan Tangki Tangki merupakan salah satu bagian terpenting dalam setiap alat proses. sehingga de-coupling penanganan biomassa padat dari pemanfaatan.

P. . H.Dalam hal ini tangki berfungsi sebagai reaktor pirolisis untuk mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. 25 Secara umum tangki dapat digolongkan kedalam beberapa jenis yang dapat dilihat pada Gambar 2. Volume silinder dengan faktor safety 20% dapat dihitung dengan rumus berrikut. Pemilihan ini didasarkan pada tekanan yang diperlukan hingga 5 atm dan proses membutuhkan suhu yang tinggi.. volume tangki terdiri dari volume silinder. tangki yang digunakan adalah tangki vertikal berbentuk silinder. Volume cairan dapat dihitung dengan rumus berrikut. (Setiawan. 1. Tangki berbentuk bola (hemispherical tank) Vertical Tank Horizontal Tank Hemispherical Tank Gambar 2. Tangki bentuk vertikal (vertical tank) 2.11. Tangki bentuk horizontal (horizontal tank) 3. 2013) 1. Diamteter tangki (Dt) Menghitung diameter tangki memerlukan data volume tangki. volume cairandiperoleh dari rumus berikut. Jenis-Jenis Tangki Dalam perancangan ini.11.

5 D Maka. Tebal (t) Rumus yang digunakan untuk menghitung tebal Ekstraktor yaitu. D = √ 3 4V 1. Tebal dinding . Tinggi (Hs) Tinggi silinder dapat dihi ung dengan menggunakan rumus berikut : t Hs = 1. ts (Brownell & Young.5π 2.1959. 26 Maka untuk menghitung diameter tangki.hal. 2 V = π ×r ×H D2 = π× ( ) 4 ×H Diasumsi tinggi adalah Hs = 1.5 Dd 3.5 Dd 2 π ×D ×1.254) keterangan : ts = ketebalan dinding tangki Pd = tekanan desain D = diameter tangki f = nilai tegangan material E = efisiensi .5D = 4 Didapat rumus diameter tangki. V = 4 3 π×1.

Head ini juga dapatdigunakan sebagai dasar dari tangki silinder vertikal dengan diameter maksimal20 ft.. 2009) Gambar 2. Head ini merupakan yang paling kuat.10. √ P t = D 0 . Tetapi harga pembuatan dan biayalain-lain dari head ini paling besar dibandingkan dengan yang lain. P. juga tersedia untuk ukuran lebih dari 246 in. Cabe. tipe flat flanged Sumber : Mc.240 in denganselisih 12 in. .(Suratno.L. bentuk dari tipe flat flanged dapat dilihat pada Gambar 2. 1985 Untuk menentukan ketebalan head tipe flat flanged dapat menggunakan rumus. Headini dapat menahan tekanan hingga 2 kali lipat dari elliptical head ataupun shellsilinder dengan tebal dan diameter yang sama.baik bagian atas tangki (head) maupun bagian bawah tangki (bottom).12. 144 . 2013) a. et. Tipe Flat Flanged Head jenis ini adalah yang paling ekonomis dalam pembuatannya. Head jenis ini diukur dengan basis diameter luar dan tersedia untuk ukuran12-42 indengan selisih 2 in. 27 C = korosi yang diizinkan (corrosion allowance) 2. karenahanya membentuk flange dengan radius pada plat datar.W. Tipe Sphere dan Hemisphere Untuk ketebalan yang sama.12. All.3 +C S b. Pada umumnyajenis penutup silinder dibagi menurut bentuk geometrisnya dan yang paling seringdigunakan adalah bentuk (Setiawan. H.2. Penutup (head) Head merupakan bagian tangki yang berfungsi sebagai penutup silinder (shell). Penggunaannya yangpaling banyak adalah pada tangki bertekanan atmosferis. 42 -144 in dengan selisih 6 in.

14. bentuk Dari tipe ellipsoidal dapat dilihat pada Gambar 2.Tutup Bejana Tipe Sphere Sumber : Suratno.2P . 2009) Gambar. 2009 Untuk menentukan ketebalan head tipe Sphere dan Hemisphere dapat menggunakan rumus.14. karena pembuatan dari plat tunggallebih sulit.13. 2. 2. PR t= +C 2SE-0 .Tutup Bejana Tipe Ellipsoidal Sumber : Suratno. Tipe Ellipsoidal Head ini digunakan untuk tangki bertekanan antara 100 psig hingga lebih dari 200 psig. 2P c. PD t= +C 2SE-0. 28 Ketersedianhead ini juga terbatas dalam ukurannya. (Suratno.13. 2009) Gambar. 2009 Untuk menentukan ketebalan head Ellipsoidal dapat menggunakan rumus. Jika rasio sumbu mayor : sumbu minor = 2:1 maka kekuatan head akan sama dengan kekuatan shell silinder dengan diameter dalam dan luar yang sama. (Suratno. Kedalaman bagian dalam dari lengkungan sama dengan setengah dari sumbu minor atau sama dengan 1/4 diameter dalam dari head. Bentuk dari tipe sphere dan hemisphere dapat dilihat pada Gambar 2.

15. PD t= +C 2cos α(SE-0. (Suratno. 2009 Untuk menentukan ketebalan head tipe Cone dan Conical dapat menggunakan rumus. tangki pemisah dan lain-lain. jika lebih dari 30° maka ada perhitungan khusus. spray dryer.15. 29 d.6P) Catatan : α ≤ 30°. Bentuk dari tipe conical dapat dilihat pada Gambar. Disamping itu juga digunakan sebagai tutup bawah pada alat-alat proses seperti:evaporator. bin. hopper . 2. 2. P = tekanan desain atau tekanan maksimal yang bekerja pada ketel uap (psi atau Pa) S = nilai tegangan dari material (psi atau Pa) E = efisiensi dari pengelasan R = jari-jari bagian dalam ketel uap (inchi atau mm) D = diameter bagian dalam ketel uap (inchi atau mm) α = sudut puncak tutup ketel uap ( º ) L = diameter bagian dalam dari tutup tipe Torishperical (inchi atau mm) r = jari-jari knuckle bagian dalam V (inchi atau mm) t = ketebalan tutup V (inchi atau mm) . Gambar. 2009). crystallizer. Tutup Bejana Tipe Cone Sumber : Suratno. Tipe Cone dan Conical Tutup bejana conical biasanya digunakan sebagai penutup atas pada tangki silinder tegak dengan laju alir yang rendah dan memiliki alas flat bottomyang beroperasi pada tekanatmosperik.

10. atau radiusnya tidak kurang dari 6% diameter dalam.2P 2. Kondenser .16.Tutup Bejana Tipe Torispherical Sumber : Suratno. (Suratno. bentuk dari tipe torispherical dapat dilihat pada Gambar 2. Tetapi untuk penggunaan lebih dari 200 psig lebih ekonomis untuk menggunakan elliptical flanged and dished head. 2009) Gambar. Head ini dapat digunakan untuk tangki vertikal maupun horisontal pada berbagai alat proses. Tipe Torispherical (ASME Flanged dan Dished Head) Dengan mengurangi stress lokal pada inside corner head. 2. batas tekanan dari flanged and dished head dapat ditingkatkan.1P Jika L /r < 16 2/3 PLM t= +C 2SE-0.16.885PL t= +C SE-0. 30 M = faktor M dicari dari L/r e. Jika L /r = 16 2/3 0.3. 2009 Untuk menentukan ketebalan head tipe Torispherical dapat menggunakan rumus. dan radius lengkungan harus sama atau kurang dengan diameter head. Hal ini dapat dilakukan dengan membentuk head sehingga inside comer radius paling tidak sama dengan tiga kali ketebalan plat. Head ini umumnya digunakan untuk tangki bertekanan antara 15-200 psig bahkan dapat lebih dari 200 psig.

yaitu kondensasi lapisan (film) dan kondensasi titik (droplet). Contohnya pada cross flow heat exchanger biasanya digunakan pada proses pemanasan dan pendinginan udara ataupun gas sedangkan pada shell and tube heat exchangers sering diaplikasikan pada penerapan bioteknologi. cross flow heat exchanger dan double pipe heat exchangers. proses terjadinya dimulai dengan timbulnya lapisan film yang menyelubungi dinding-dinding sebelah dalam pipa dan semakin lama akan menjadi lapisan tebal serta akhirnya mengalir akibat pengaruh gravitasi. 31 Kondenser merupakan sebuah alat penukar panas (heat exchanger) yang berfungsi mengkondensasikan fluida kerja. Ketiga alat penukar panas tersebut memiliki fungsi yang berbeda- beda. yaitu shell and tube heat exchanger. proses kondensasi terjadi dengan dimulainya titik-titik yang akhirnya berubah dan berkembang menjadi tetesan-tetesan cairan dan jatuh dari permukaan akibat dari gravitasi (Holman 2010). Terdapat berbagai jenis heat exchanger yang terdapat dipasaran. Berbagai macam alat penukar panas dapat dilihat pada Gambar 2. kemudian pada gas terjadi perubahan fase menjadi cair. Menurut Rohsenow (1973) dalam Holman (2010) nilai dari koefisien pindah panas dari kondensasi lapisan yang terjadi pada pipa horizontal dengan aliran laminar dapat diketahui dengan persamaan: h : Koefisien pindah panas (W/m ) ρ : Densitas (kg/m3) g : Gravitasi (m/s2) hfg : Evaporasi entalpi (kJ/kg) . Terdapat dua jenis kondensasi yang terjadi pada proses kondensasi di dalam kondenser. Pada kondensasi titik. Kondensasi terjadi jika suhu dari bahan dibawah suhu saturasi dari gas. Pada kondensasi lapisan.

32 µ : Viskositas dinamik (kg/ms) d : Diameter (m) Tg : Suhu saturasi Tw : Suhu di dinding .

Related Interests