PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI KURIKULUM DI SMK

AZIZ CAHYA PRADANA
NIM 15702251018

Tugas ini dibuat untuk memenuhi Tugas Akhir mata kuliah
Telaah dan Pengembangan Kurikulum

Dosen: Drs. Wardan Suyanto, M.A., Ed.D.

PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2016

dan antara satu definisi dengan deifinisi lain tidak sama. (4) Adanya peningkatan perhatian serta partisipasi masyarakat. ketrampilan. (2) adanya peningkatan mutu pembelajaran. Pendidikan bagi manusia merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi sepanjang hayat. (6) Tumbuhnya sikap. yaitu: (1) Adanya lulusan yang berkualitas. sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan tenang dan menyenangkan (joyfull learning). (5) Adanya peningkatan tanggung jawab sekolah. Oleh karena itu. Implementasi kurikulum menuntut kemandirian guru dan kepala sekolah untuk mengkaji dan memahami Standar Nasional Pendidikan. evaluasi kurikulum perlu dilakukan agar menjadi dasar perbaikan dan penyempurnaan terhadap segala komponen kurikulum yang ada. Kajian Teori 1. (3) Adanya peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan 4 dan pendayagunaan sumber belajar.PENDAHULUAN Seiring dengan perkembangan zaman dan era globalisasi ini. produktif. Nasution. . Kurikulum Definisi tentang kurikulum yang dikemukakan orang bermacam. Kurikulum dipandang sebagai suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses belajar-mengajar di bawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah beserta staf pengajarnya (S. Pendidikan merupakan upaya dalam peningkatan sumber daya manusia yang lebih baik. (9) Adanya proses evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan (continuous quality improvement). Disisi lain. Bekal pendidikan yang dimiliki masyarakat akan menciptakan sumber daya manusia yang bermutu dan dapat bersaing secara kompetitif dengan sumber daya dari luar. efektif. dan tertib. nyaman. (8) Terciptanya iklim yang aman. menurut Mulyasa (2014: 11 – 12) indikator keberhasilan implementasi statu Kurikulum juga dapat dilihat dari indikator-indikator perubahan. (7) Terwujudnya pembelajaran aktif. KAJIAN TEORI DAN PERMASALAHAN A.macam. kreatif. dan menyenangkan (PAKEM). dan mandiri. kreatif. Pendidikan merupakan sarana paling efektif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan dapat mengantarkan bangsa Indonesia mencapai tujuan. serta menerapkannya dalam pembelajaran. 1989: 5). Selain dari faktor guru yang berkompeten. dan pengetahuan secara secara utuh dikalangan peserta didik. pemerintah juga dituntut untuk memenuhi apa yang telah ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan. pendidikan menjadi hal yang sangat penting.

Alexander Inglis. dan strategi. fungsi diferensiasi. atau ada juga yang menyebutnya sebagai silabus. 1) Tujuan Kurikulum adalah suatu program yang dimaksudkan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan. menjelaskan kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. isi. b. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. dalam bukunya Principle of 15 Secondary Education (1918) dalam Oemar Hamalik (2007: 13). Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 butir 19. Berhasil atau tidaknya program pengajaran di sekolah dapat diukur dari seberapa jauh dan banyak pencapaian tujuantujuan tersebut. Fungsi Kurikulum Di samping memiliki peranan kurikulum juga mengemban berbagai fungsi tertentu. kurikulum sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan akan direncanakan mempunyai komponen. organisasi. Menurut Winarno Surahmad dalam Burhan Nurgiyantoro (1985: 9). ia berdasarkan kriteria apakah suatu bidang studi menopang tujuan itu atau tidak. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program masing-masing bidang studi tersebut. Isi program suatu bidang studi yang diajarkan sebenarnya adalah isi kurikulum itu sendiri. fungsi pengintegrasian. Silabus biasanya dijabarkan ke dalam bentuk pokok-pokok bahasan dan sub-subpokok . dan fungsi diagnostik. mengatakan bahwa kurikulum berfungsi sebagai fungsi penyesuaian. 2) Isi Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yang diberikan kepada anak dalam kegiatan belajar mengajar dalam 16 rangkai mencapai tujuan. fungsi persiapan.komponen pokok tujuan. a. Menurut Winarno Surahmad dalam Burhan Nurgiyantoro (1985: 6). Tujuan itulah yang dijadikan arah atau acuan segala kegiatan pendidikan yang dijalankan.bagian tertentu yang saling mendukung dan membentuk satu kesatuan yang tak terpisahkan. isi. kurikulum didefinisikan sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan tertentu. Jadi. Komponen Kurikulum Kurikulum mempunyai komponen-komponen atau bagian. fungsi pemilihan. Dalam kurikulum sekolah pasti dicantumkan tujuan-tujuan pendidikan yang akan atau harus dicapai oleh sekolah yang bersangkutan. Jenis-jenis bidang studi ditentukan atas dasar tujuan institusional sekolah yang bersangkutan.

yaitu misalnya program pendidikan umum. dengan sistem unit waktu semester atau caturwulan. dan sebagainya. Kegiatan yang berkenaan dengan fungsi-fungsi manajemen kurikulum secara garis besar dapat dikemukakan sebagai berikut. 2008: 3). akademis. pengaturan.kelompok mata pelajaran (correlated). penilaian. Tercakup juga di sini adalah jenis-jenis program yang dikembangkan di sekolah. atau gabungan anatara keduanya. Perencanaan Kurikulum Perencanaan kurikulum adalah perencanaan-perencanaan kesempatan belajar yang dimaksudkan untuk membina siswa ke arah perubahan tingkah laku yang diinginkan dan menilai sampai mana perubahan-perubahan telah terjadi pada diri . tanpa kelas. alat atau media pengajaran. keguruan. bahasan. komprehensif. bimbingan dan konseling. 3) Organisasi Organisasi kurikulum adalah struktur program kurikulum yang berupa kerangka program-program pengajaran yang akan disampaikan kepada siswa. atau penyatuan seluruh pelajaran (integrated). a. serta uraian bahan pelajaran. Penentuan pokok-pokok dan sub-subpokok bahasan didasarkan pada tujuan instruksional. dan sistematik dalam rangka mewujudkan ketercapaian tujuan kurikulum (Rusman. 2. sistemik. Misalnya apakah kurikulum dilaksanakan dengan sistem kelas. kelompok. Termasuk dalam hal ini adalah juga masalah pembagian waktu untuk masing-masing bidang studi untuk tiap tingkat. Masalah strategi pelaksanaan itu dapat dilihat dalam cara yang ditempuh dalam melaksankan pengajaran. Bentuk-bentuk penyusunan mata-mata pelajaran itu dapat secara terpisah (separate subject). Manajemen Kurikulum Manajemen kurikulum adalah sebagai suatu sistem pengelolaan kurikulum yang kooperatif. dan lainlain. Organisasi kurikulum dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu struktur horisontal dan struktur vertikal. Uraian bahan pelajaran inilah yang dijadikan dasar pengambilan bahan dalam setiap kegiatan belajar mengajar di kelas oleh pihak guru. pemilihan metode mengajar. 4) Strategi Dengan komponen strategi dimaksudkan dengan strategi pelaksanaan kurikulum di sekolah. kegiatan sekolah secara keseluruhan. Struktur vertikal berhubungan dengan masalah pelaksanaan kurikulum disekolah. keterampilan. Struktur horisontal berhubungan dengan masalah pengorganisasian kurikulum dalam bentuk penyusunan bahan-bahan pengajaran yang akan disampaikan.

Sedangkan menurut Oemar Hamalik (2007: 171). sosial dan kebudayaan. Untuk mencapai tujuan tersebut. Kekuatan yang lain pada satuan pendidikan dan perencanaan kurikulum adalah perubahan nilai struktur dari masyarakat itu sendiri. 2007: 177). manajemen pembelajaran. analisis situasional. dan sarana yang diperlukan. 1) Perumusan Tujuan Kurikulum Perumusan tujuan belajar diperlukan untuk meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat. perencanaan kurikulum adalah suatu proses ketika peserta dalam banyak tingkatan membuat keputusan tentang tujuan belajar. konsep kurikulum. pelatihan guru. Informasi dan data yang menjadi area utama adalah sebagai berikut. tenaga. media pembelajaran yang digunakan. 2) Landasan Perencanaan Kurikulum Menurut Rusman (2008: 25-26). Perencanaan kurikulum berfungsi sebagai pedoman atau alat manjemen yang berisi petunjuk tentang jenis dan sumber individu yang diperlukan. cara mencapai tujuan tersebut melalui situasi mengajar-belajar. budaya dan alam sekitarnya. Pendidikan kita menggunakan sistem terbuka sehingga harus selalu menyesuaikan dengan perubahan dan dinamika sosial yang terjadi di masyarakat. sumber filosofis. sumber mata pelajaran. dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial. goal. ekonomi. tindakan- tindakan yang perlu dilakukan. dan tekanan pendidikan (Oemar Hamalik. Sumber dari tujuan (aim. sumber biaya. serta penelaahan keefektifan dan kebermaknaan metode tersebut. 2008: 21). dan sistem pembelajaran (Rusman. yaitu filosofi. baik itu sistem politik. b) Perlakuan Pengetahuan . maupun objective) ini adalah sumber empiris. perencanaan kurikulum pendidikan harus mengasimilasi dan mengorganisasi informasi dan data secara intensif yang berhubungan dengan pengembangan program lembaga atau sekolah. Proses pendidikan merupakan sebuah perjalanan sejarah di dalam suatu Negara yang selalu menerapkan mekanisme adaptasi untuk perubahan 20 ke arah yang lebih baik.siswa. peran dan unsur-unsur ketenagaan untuk mencapai tujuan manajemen lembaga pendidikan. a) Kekuatan Sosial Perubahan sistem pendidikan di Indonesia sangatlah dinamis. penyelenggara sekolah berpedoman pada tujuan pendidikan nasional. Di dalam perencanaan kurikulum minimal ada lima hal yang memengaruhi perencanaan dan pembuatan keputusan. sistem monitoring dan evaluasi. konten/materi.

mencari fakta dan data. Pertimbangan lainya untuk perencana kurikulum yang berhubungan dengan perlakuan pengetahuan adalah dimana individu belajar aktif untuk mengumpulkan dan mengolah informasi. proses informasi. seperti pengetahuan. dan minat. isi urikulum adalah mata pelajaran pada proses belajar mengajar. . keterampilan dan nilai-nilai yang diasosiasikan dengan mata pelajaran. Untuk itu. Kontribusi untuk memahami perkembangan manusia telah menyeluruh di dunia ini sebagai informasi tentang perkembangan manusia yang diakumulasikan ke sekolah. 3) Perumusan Isi Kurikulum Menurut Oemar Hamalik (2007: 178). isi kurikulum tersebut siap untuk dipelajari siswa. Pemikiran ini timbul sebagai usaha untuk mengorgansasi informasi dan data. Di sekolah tradisional biasanya struktur informasi lebih dari informasi itu sendiri. lebih awal anak belajar pendidikan khusus. utility. a) Organisasi Isi Kurikulum Organisasi isi kurikulum harus mempertimbangkan dua hal: pertama berguna bagi siswa sebagai individu yang dididik dalam menjalani kehidupannya dan kedua. emosi. learnibility. Data ini penting seperti kegiatan sekolah yang selalu menyediakan untuk pengembangan program sekolah baru. umumnya bereaksi terhadap keberadaan data atau informasi yang berhubungan dengan pembelajaran. Pemilihan isi menekankan pada pendekatan mata pelajaran (pengetahuan) atau pendekatan proses (keterampilan). pendidikan sekolah 21 alternatif. perasaan terhadap pembelajaran. Interpretasi tentang pengetahuan perkembangan dasar manusia untuk membedakan dalam teori pembelajaran yang dikemukakan oleh perencana kurikulum. c) Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia Landasan ketiga dalam perencanaan kurikulum adalah informasi yang berhubungan dengan perkembangan manusia. berusaha belajar tentang sikap. dan mengambil kembali informasi tersebut untuk dikembangkan dan digunakan dalam kegiatan. validitas. memanipulasi. terdapat kriteria yang perlu diperhatikan dalam pemilihan isi kurikulum. merancang kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. relevansi sosial. pendidikan akselerasi. Perencanaan dan pengembangan kurikulum. menyimpan. yaitu: signifikansi. Umumnya penting untuk dipahami tentang pola-pola dari pertumbuhan dan perkembangan krena para guru dituntut untuk merencanakan kurikulum atau program pembelajaran yang berkenaan dengan kebutuhan dan perkembangan siswa.

pelajaran prasyarat. Stanley. d) Kriteria Pemilihan Isi Kurikulum Menurut Rusman (2008: 29) sebuah isi kurikulum dikatakan signifikan apabila menjadi dasar dalam pembentukan perilaku individu secara logis menjadi dasar dalam berbagai studi lapangan. Perkembangan manusia berhubungan dengan refleksi antara aspek-aspek kemanusian sebagai individu dan anggota masyarakat yang saling berhubungan satu sama lain dalam lingkaran karakter individu dengan konteks sosial yang ada. generalisasi. ruang lingkup kurikulum meliputi beberapa hal berikut. dan kronologis atau kejadian (Rusman. dan berbagai pendekatan untuk dapat saling memahami satu sama lain. mengasah perasaan. seperti matematika. (1) Isi yang bersifat umum. Isi kurikulum dikatakan mempunyai kegunaan apabila mempunyai pengaruh dalam aktivitas siswa dan dijadikan dasar studi empiris tentang cara manusia pada umumnya bisa hidup secara efektif dalam masyarakat. Pada umumnya. konsep. Isi dapat berbentuk data. yaitu dari yang sederhana menuju hal yang lebih kompleks. biologi. sejarah. kimia. berlaku untuk semua siswa yang berguna dalam proses interaksi dan pengembangan tingkat berfikir. Smith. berlaku untuk program-program tertentu. dan Shores (1957) mengidentifikasikan empat prinsip yang mendasari cara penyajian urutan materi dalam kurikulum. isi yang diseleksi berdasarkan . dan materi pelajaran sekolah. 2008: 28-29). menegaskan posisi setiapsiswa sebagai anggota dan hidup dalam lingkungan masyarakat. 2008: 27-28). dan lain-lain yang secara rasional dan logis diorganisasikan ke dalam struktur ilmu pengetahuan atau displin sebagai sumber yang diyakini kebenarnya (Rusman. b) Ruang lingkup Isi Kurikulum Menurut Rusman (2008: 28). siswa yang mempunyai kebutuhan berbeda atau mempunyai kemampuan “istimewa” disbanding siswa 23 lainnya. yang membutuhkan perlakuan berbeda untuk dapat mengaktualisasikan seluruh potensi yang dimiliki. bahasa. (2) Isi yang bersifat khusus. c) Urutan Isi Kurikulum Dilihat dari unsur mana yang harus ditampilkan dalam kurikulum Zais (1976) mengemukakan bahwa urutan dapat disajikan tergantung dari sudut pandang seseorang terhadap struktur materi pelajaran yang akan disajikan atau psikologis yang melandasi orang tersebut. Interes berhubungan dengan keberagaman minat siswa. secara keseluruhan.

perkembangan manusia memusatkan perhatiannya pada pendalaman nilai- nilai moralideal. Berbagai dimensi implementasi kurikulum yang penting untuk dicermati adalah materi kurikulum. Menurut Nana Syaodih S. minat. dan keterpaduan (integrated). aspek siswa dan masyarakat. dan kondisi siswa. 1) Konsep Implementasi Kurikulum Menurut Nana Syaodih S. keseimbangan. tetapi keberhasilannya sangat tergantung terhadap guru. faktor budaya masyarakat. Organisasi Kurikulum Organisasi kurikulum sangat terkait dengan pengaturan bahan pelajaran yang ada dalam kurikulum. dan dedikasi yang tinggi. pengetahuan dan internalisasi nilai.. Dalam implementasi ini. serta evaluasi dan feedback. implementasi ini mengintegrasikan aspek-aspek filosofis. dibutuhkan beberapa kesiapan. misalnya kesiapan sumber daya. struktur organisasi kurikulum. dalam artian digunakan secara aktual di sekolah dan di kelas. subject matter. (2001) dalam Rusman (2008: 75). terutama kesiapan pelaksana. model 25 pembelajaran. Keberhasilan implementasi terutama ditentukan oleh aspek perencanaan dan strategi implementasinya. mata pelajaran. peranan atau perilaku. minat. nilai sosial. strategi mengajar dan kegiatan belajar. tentu saja harus diupayakan penanganan terhadap pengaruh factor-faktor tertentu. urutan bahan (sequence). Implementasi Kurikulum Oemar Hamalik (2007: 190). dan latihan yang sesuai dengan kemampuan. Fleksibilitas ini diwujudkan dalam pengorganisasian kurikulum. masalah sosial. tujuan. diantaranya berkaitan dengan ruang lingkup (scope). kontinuitas. Suatu kurikulum yang fleksibel adalah kurikulum yang memberikan alternatif yang luas sehingga siswa bias memilih program. semangat. kebutuhan. hasilnya akan lebih baikdari desain kurikulum yang . salah satu prinsip dasar dalam pengembangan kurikulum adalah fleksibilitas. sedangkan yang menjadi sumber bahan pelajaran dalam kurikulum adalah nilai budaya. menjelaskan sebuah kurikulum yang telah dikembangkan tidak berarti (menjadi kenyataan) jika tidak diimplementasikan. untuk mengimplementasikan kurikulum sesuai dengan rancangan. serta ilmu pengetahuan dan teknologi. (2001) dalam Rusman (2008: 61). dan kebutuhan peserta didik dan pengguna. proses berfikir efektif. b. isu-isu kontreversial. Sebagus apa pun desain atau rancangan kurikulum yang dimiliki. dan lain-lain (Rusman 2008: 29). dan lain-lain. Pada prinsipnya. Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam organisasi kurikulum. yaitu kelenturan kurikulum melayani perbedaan kemampuan. Kurikulum yang sederhana pun apabila gurunya memiliki kemampuan. c.

model demonstrasi. guru yang kreatif dan berdedikasi tiggi. dan masih banyak lagi model-model yang lainnya. dan biaya terbatas. b) Kemampuan untuk menjabarkan tujuan-tujuan kurikulum tersebut menjadi tujuan yang lebih spesifik. ketiga. Guru adalah kunci utama keberhasilan implementasi kurikulum. model action research. model implementasi kurikulum yang dapat digunakan bermacam-macam. a) Pemahaman esensi dari tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam kurikulum. Nana Syaodih (1997) dalam Rusman (2008: 89). baik dewan sekolah maupun komite sekolah. dapat mengembangkan program. semangat dan dedikasi gurunya rendah. Dengan sarana. lingkungan. (2008: 75-77). Kedua. Sumber daya pendidikan yang lain pun seperti sarana prasarana. Pertama. menjelaskan bahwa “pemilihan suatu model pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas kelebihan dan kebaikannya serta pncapaian hasil yang . juga merupakan kunci keberhasilan pendidikan. model Taba. (2008: 89). maka perlu diupayakan hal-hal sebagai berikut. dalam mendiagnosis kebutuhan seyogianya masyarakat. c) Kemampuan untuk menerjemahkan tujuan khusus kepada kegiatan pembelajaran. tetapi kunci utamanya adalah guru. model emerging technical. Sedangkan kendala yang harus dihadapi dalam implementasi kurikulum ini adalah terutama berkenaan dengan: pertama. organisasi. masih lemahnya diagnosis kebutuhan baik pada skala makro maupun mikro sehingga implementasi kurikulum sering tidak sesuai dengan yang diharapkan. dan alat bantu pembelajaran yang inovatif. model Beauchamp. dilibatkan sejak awal. kedua. 2) Kemampuan Guru dalam Implementasi Kurikulum Menurut Rusman. kegiatan. biaya. kemampuan. model grass-roots. 3) Model Implementasi Kurikulum Menurut Rusman. dan keempat. evaluasi masih sering tidak sesuai dengan tujuan instruksional yang dikembangkan. prasarana. Pola penerapan dari masing-masing model tersebut berbeda sesuai dengan kurikulum yang digunakan. dalam implementasi kurikulum guru mempunyai kewenangan penuh dalam menerapkan strategi pembelajaran dan materi/bahan ajar. Untuk mengantisipasi kendala yang dihadapi.kemampuan yang harus dimiliki guru untuk mengimplementasikan kurikulum adalah sebagai berikut. hebat. tetapi kemampuan. yaitu: model administrasi. model Rodgers. perumusan kompetensi pada tahapan mikro sering dikacaukan dengan tujuan instruksional yang dikembangkan. pemilihan pengalaman belajar yang dikembangkan.

3. 5. dunia industri dan dunia usaha. Pendirian SMK kurang memperhatikan dan tidak mementingkan potensi. Kurangnya fasilitas sarana dan prasarana pendidikan. 2. Pendirian kompetensi keahlian SMK cenderung berdasarkan “trendy” saat ini dan yakni Zaman Digital sehingga SMK Bidang Keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi menjamur pendiriannya karena diminati oleh masyarakat dari daerah perkotaan sampai daerah pedesaan yang menimbulkan ketidakrelevanan kompetensi lulusan SMK dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri di daerah. Sehingga banyak diantara lulusan yang tidak dibutuhkan. 4. optimal. Pada akhirnya. yang ada masih sangat umum. Hal ini akan berimbas pada lulusan SMK yang dihasilkan. Kurangnya jumlah guru produktif SMK dan kurangnya kualitas guru produktif SMK serta tidak semua program studi yang ada di SMK ada calon gurunya di Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK). misalnya Pendidikan Teknologi Informasi. sedangkan lulusan yang dibutuhkan daerah berkurang. Adapun permasalahan dan tantangan yang terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan saat ini adalah : 1. kurangnya fasilitas uji kompetensi dan fasilitas sertifikasi SMK . kebutuhan keterampilan dan kearifan lokal di daerah masing-masing. Kuantitas lulusan SMK yang tidak terserap di dunia usaha dan dunia industri cukup tinggi disebabkan rendahnya kompetensi lulusan . B. Permasalahan Kondisi Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan saat ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah terutama terkait 3 beberapa masalah yang dapat menghambat upaya pemerintah dalam memperbanyak lulusan SMK berkompetensi tinggi dan berkarakter untuk menyiapkan ketenagakerjaan yang siap bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) khususnya dan era global umumnya. Contoh Program Studi Animasi yang ada di SMK di perguruan tinggi keguruan sampai saat ini belum ada Program Studi Animasi. serta model konsep pendidikan mana yang digunakan. tetapi juga perlu disesuaikan dengan sistem pendidikan dan sistem pengelolaan pendidikan yang dianut. Kurikulum SMK yang digunakan tidak selaras dengan kompetensi sesuai pengguna lulusan (link and match) sehingga belum mampu memenuhi tuntutan dunia kerja. lulusan banyak yang menganggur atau berpindah tempat mencari pekerjaan di kota lain dan hal ini akan berkolaborasi pada tingkat urbanisasi yang tinggi.ketidaksesuaian kompetensi yang dilatih di SMK dengan kebutuhan perusahaan/ dunia industri/ dunia usaha dan kurangnya kesiapan mental bekerja lulusan SMK.

Kurangnya kerjasama perusahaan. Pendidikan SMK meningkatkan kemampuan siswa untuk dapat mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. pelatihan guru dan tenaga kependidikan lainnya. seperti penyediaan buku-buku (materi ajar) dan alat belajar lainnya. 2) Pengelolaan pendidikan selama ini lebih bersifat macro-oriented. sehingga lulusannya dapat mengembangkan kinerja apabila terjun dalam dunia kerja. Akibatnya.1981) tidak berfungsi sepenuhnya di lembaga pendidikan (sekolah). 1) Strategi pembangunan pendidikan selama ini lebih bersifat input oriented. Ternyata strategi input-output yang diperkenalkan oleh teori education production function (Hanushek. pegawai dan staff perusahaan yang acuh tak acuh terhadap siswa dalam pelaksanaan Prakerin bahkan terdapat beberapa perusahaan besar yang menolak siswa prakerin dengan alasan merepotkan. Analisis Solusi Permasalahan 1.Ada dua faktor yang dapat menjelaskan mengapa upaya perbaikan mutu pendidikan selama ini kurang atau tidak berhasil. 1979. Peningkatan layanan dan penjaminan mutu akademik Mutu akademik atau mutu pendidikan memegang peranan penting dalam menghasilkan dan mencetak lulusan SMK yang bermutu dan memeiliki kompetensi. serta menyiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja dan mengembangkan sikap professional. ANALISIS DAN SIMPULAN A.6. teknologi dan kesenian. diatur oleh jajaran birokrasi di tingkat pusat. banyak faktor yang diproyeksikan di . lembaga pemerintah. Strategi yang demikian lebih bersandar kepada asumsi bahwa bilamana semua input pendidikan telah dipenuhi. keterampilan dan keahlian. melainkan hanya terjadi dalam institusi ekonomi dan industri. namun dalam mengembangkan SMK terdapat berbagai macam masalah. Ini terbukti dalam pelaksanaan Praktek Kerja Industri (Prakerin) banyak karyawan. dunia usaha dan dunia industri dalam pelaksanaan pendidikan sistem ganda yaitu terjalinnya sinergi antara SMK dan industri. Faktor lain yang menjadi masalah sering ada perlakuan yang tidak sama antar satu perusahaan dengan lainnya terkait waktu prakerin. yaitu: a. Merencanakan dan mengembangkan solusi permasalahan di SMK SMK merupakan salah satu lembaga pendidikan yang bertanggungjawab untuk menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan. maka secara otomatis lembaga pendidikan ( sekolah) akan dapat menghasilkan output (keluaran) yang bermutu sebagai mana yang diharapkan. penyediaan sarana pendidikan.

sekolah dituntut untuk memilki akuntabilitas baik kepada masyarakat maupun pemerintah. sekolah bertanggung jawab untuk mengembangkan kurikulum baik dari standar materi (content) dan proses penyampaiannya. Pertanggung-jawaban (accountability) ini bertujuan untuk meyakinkan bahwa dana masyarakat dipergunakan sesuai dengan kebijakan yang telah ditentukan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan jika mungkin untuk menyajikan informasi mengenai apa yang sudah dikerjakan. sekolah harus mempunyai fleksibilitas dalam mengatur semua sumber daya sesuai dengan kebutuhan setempat. Selain pembiayaan operasional/administrasi. Untuk itu setiap sekolah harus memberikan laporan pertanggung-jawaban dan mengkomunikasikannya kepada orang tua/masyarakat dan pemerintah. karakter dan memiliki kematangan emosional. memilliki sikap arif dan bijaksana. Untuk meningkatkan mutu akademik dan pendidikan. terampil. Melalui penjelasan bahwa materi tersebut ada mafaat dan relevansinya terhadap siswa. seringkali tidak dapat terpikirkan secara utuh dan akurat oleh birokrasi pusat. b) Bagaimana mengembangkan keterampilan pengelolaan untuk menyajikan kurikulum tersebut kepada siswa sedapat mungkin secara efektif dan efisien . 2) Pertanggung-jawaban (accountability). dan melaksanakan kaji ulang secara komprehensif terhadap pelaksanaan program prioritas sekolah dalam proses peningkatan mutu. 3) Kurikulum. dan (iii) pengurangan kebutuhan birokrasi pusat. tingkat makro (pusat) tidak terjadi atau tidak berjalan sebagaimana mestinya di tingkat mikro (sekolah). sekolah harus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan melibatkan semua indera dan lapisan otak serta menciptakan tantangan agar siswa tumbuh dan berkembang secara intelektual dengan menguasai ilmu pengetahuan. berdasarkan kurikulum standar yang telah ditentukan secara nasional.koridor tertentu antara lain sebagai berikut: 1) Sumber daya. Atau dengan singkat dapat dikatakan bahwa komleksitasnya cakupan permasalahan pendidikan. sekolah diharapkan dapat bekerja dalam koridor . (ii) pemisahan antara biaya yang bersifat akademis dari proses pengadaannya. Hal ini merupakan perpaduan antara komitment terhadap standar keberhasilan dan harapan/tuntutan orang tua/masyarakat. Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam kegiatan ini yaitu. pengelolaan keuangan harus ditujukan untuk : (i) memperkuat sekolah dalam menentukan dan mengalolasikan dana sesuai dengan skala prioritas yang telah ditetapkan untuk proses peningkatan mutu. a) Pengembangan kurikulum tersebut harus memenuhi kebutuhan siswa.

Proses ini akan memberikan masukan ulang secara obyektif kepada orang tua mengenai anak mereka (siswa) dan kepada sekolah yang bersangkutan maupun sekolah lainnya mengenai performan sekolah sehubungan dengan proses peningkatan mutu pendidikan. Bagi SMK manfaat menjalin . Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah memberikan kewenangan kepada sekolah untuk mengkontrol sumber daya manusia. Kerjasama adalah suatu usaha atau kegiatan bersama yang dilakukan oleh kedua belah pihak dalam rangka untuk mencapai tujuan bersama (Depdikbud. affektif dan psikomotor maupun aspek psikologi lainnya. atau muatan lokal. b. guru dan staf lainnya). Peningkatan relevansi dan daya saing kurikulum Masalah krusial lain dari pengembangan SMK adalah kurangnya kerjasama (relevansi) industry dengan sekolah dan belum sesuainya program keahlian SMK jurusan teknologi Industri dengan potensi industri di suatu daerah yang menyebakan program keahlian SMK industri yang ada kurang mendukung potensi industri didaerah tersebut. Untuk melihat progres pencapain kurikulum. dengan memperhatikan sumber daya yang ada. 4) Personil sekolah. Demikian pula mengirim guru untuk berlatih di institusi yang dianggap tepat. Dalam konteks ini pengembangan profesioanl harus menunjang peningkatan mutu dan pengharhaan terhadap prestasi perlu dikembangkan. Terkandung pula makna bahwa kerjasama akan menyebabkan saling ketergantungan antara pihak pertama dan pihak kedua dan hubungannya bersifat interakfif. fleksibilitas dalam merespon kebutuhan masyarakat. c) Pengembangan berbagai pendekatan yang mampu mengatur perubahan sebagai fenomena alamiah di sekolah. siswa harus dinilai melalui proses test yang dibuat sesuai dengan standar nasional dan mencakup berbagai aspek kognitif. Untuk itu birokrasi di luar sekolah berperan untuk menyediakan wadah dan instrumen pendukung. Sementara itu pembinaan profesional dalam rangka pembangunan kapasitas/kemampuan kepala sekolah dan pembinaan keterampilan guru dalam pengimplementasian kurikulum termasuk staf kependidikan lainnya dilakukan secara terus menerus atas inisiatif sekolah. sekolah bertanggung jawab dan terlibat dalam proses rekrutmen (dalam arti penentuan jenis guru yang diperlukan) dan pembinaan struktural staf sekolah (kepala sekolah. misalnya pengangkatan tenaga honorer untuk keterampilan yang khas. wakil kepala sekolah. 1995). Dari definisi ini terkandung makna bahwa kedua belah pihak perlu membuat kesaepakatan tentang tujuan maupun kegiatan kerjasama.

Munculnya WBL adalah karena terjadinya ketidak jelasan link and match antara apa yang dipelajari di SMK dengan apa yang diharapkan di dunia kerja. 2) Kerjasama dapat meringankan beaya penyelenggaraan dan pengembangan SMK.kerjasama dengan lembaga pendidikan tinggi adalah sebagai berikut: 1) Kualitas program-program SMK dapat ditingkatkan atas bantuan dan kerjasama dengan perguruan tinggi. Menurut David Boud (2003:48) dalam Isma Widiati (2010:46) hubungan antara mitra DuDi dengan institusi pendidikan secara khusus untuk membangun dan membantu pembelajaran. SMK akan mampu mengikuti perkembangan mutakhir pendidikan tinggi. Untuk meningkatkan kualitasnya. khususnya iptek. 4) Kerjasama akan membantu ketercapaian tujuan SMK. Hubungan ini diperlukan untuk memungkinkan membangun infrastruktur dalam membangun pembelajaran. SMK perlu bekerjasama dengan berbagai pihak antara lain dunia usaha/industri. sehingga apa yang diajarkan di SMK tidak ketinggalan dengan perkembangan iptek saat ini. dan masyarakat lainnya. 3) Dengan kerjasama yang baik. 5) Kerjasama dapat membantu meningkatkan wawasan dan kemampuan guru tentang: apa yang harus diajarkan. bagaimana cara mengajar yang lebih efektif dan efisien. Disamping itu lembaga pendidikan tinggi dapat mengirimkan mahasiswanya untuk melaksanakan praktik kerja lapangan atau mengadakan penelitian. Sedangkan bagi lembaga pendidikan tinggi. Kerjasama tersebut dilakukan atas dasar saling menguntungkan. WBL dapat terjadi jika pembelajaran dilakukan ditempat kerja dan pembelajaran dilaksanakan dalam kondisi yang cukup kondusif. Dengan demikian melalui kerjasama dengan SMK diharapkan juga dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan mengajar bagi mahasiswa melalui pengembangan praktik mengajar dan praktik lapangan di SMK. kerjasama dengan SMK merupakan salah satu kewajiban yaitu melaksanakan pengabdian pada masyarakat. dan sebagai tempat untuk melakukan penelitian dan mengembangkan metode mengajar bagi dosen. bagaimana cara mengadakan penelitian yang berguna untuk meningkatkan kuialitas siswanya. Bidang-bidang kerjasama yang akan dilakukan terlebih dahulu harus diidentifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi kedua belah pihak agar bermanfaat. Disamping itu proyek pelaksanaan pembelajaran dijalankan dengan bentuk kerjasama sesuai dengan apa yang . dan sebagainya. Dalam dunia SMK terdapat satu model pembelajaran yang dikenal dengan sebutan WBL (Work Based Learning). perguruan tinggi. dan sebagainya.

Simulasi Kasus. Latihan Soal. yaitu (1) TIK sebagai alat bantu guru yang meliputi: Animasi Peristiwa. Simulasi Pelajaran. Sumber Referensi Ajar. TIK di dalam pendidikan dapat dikategorisasikan menjadi 4 (empat) kelompok manfaat. Kelas Virtual. atau mengikuti pendidikan lagi kejenjang yang lebih tinggi. Evaluasi Kinerja Siswa. di dalam kelompok ini TIK dapat dimanfaatkan sebagai: Perpustakaan Elektronik. 2) TIK sebagai Alat bantu Pembelajaran. Jaringan Pakar Beragam Bidang Ilmu. Manajemen Pengetahuan. Kemudian (2) TIK sebagai Alat Bantu Interaksi Guru-Siswa yang meliputi: Komunikasi Guru-Siswa. Oleh karena itu melalui WBL hubungan dapat terjalin dengan merancang MOU antara institusi pendidikan dan perusahaan. Peningkatan kompetensi guru dan tenaga pendukung akademik Peningkatan kompetensi guru kejuruan harus selalu ditingkatkan dan diprioritaskan mengingatbahwa guru juga harus menyiapkan siswanya untuk memasuki duania kerja. Alat Karya Siswa. Peningkatan kompetensi guru dapat dilakukan dengan cara mengikuti work shop. dan Media Komunikasi Antar Guru. d. Alat Peraga Visual. 3) TIK sebagai Fasilitas Pembelajaran. 1) TIK sebagai Gudang Ilmu Pengetahuan. Kelas Jarak Jauh. Pusat Pengembangan Materi Ajar. bagaimana WBL dapat dilaksanakan sesuai kemampuan perusahaan. Jaringan Antar Institusi Pendidikan. Perjanjian tersebut berkaitan dengan jumlah siswa yang akan dilibatkan. Papan Elektronik . Pengembangan pembelajaran berbasis TIK Menurut pemanfaatannya. Belajar Mandiri. c. hal ini dikarenakan WBL memerlukan rancangan pembelajaran secara individual yang dirancangan dalam beberapa tahun dan pembelajaran diorientasikan agar siswa menjadi siap untuk memiliki pengalaman belajar keterampilan dan siap untuk bekerja. dan media Komunikasi Antar Siswa. Alat Uji Siswa. Media Illustrasi. Aplikasi Multimedia. Sedangkan (3) TIK sebagai Alat Bantu Siswa meliputi: Buku Interaktif . dan Komunitas Perbandingan Standar Kompetensi. dan sebagainya. pelatihan-pelatihan. Wahana Pengembangan Kurikulum. di kelompok ini TIK dimanfaatkan sebagai sebagai Referensi Ilmu Pengetahuan Terkini. lamanya program tersebut akan dijalankan. Kelas Teater Multimedia. dibutuhkan ditempat kerja. di dalam kelompok ini sekurang- kurangnya ada 3 fungsi TIK yang dapat dimanfaatkan sehari-hari di dalam proses belajar-mengajar. Kolaborasi Kelompok Studi. dan Manajemen Kelas Terpadu.

Alat-Alat Digital. dinamik dan interaktif di dalam ruang belajar. Sistem Basis Data. dan Infrastruktur Teknologi Informasi (Media Transmisi). Kini di era pendidikan berbasis TIK. Komputer Personal. Sistem Jaringan dan Komunikasi Data. Sekolah. dari partisipan pasif menjadi partisipan aktif yang banyak menghasilkan dan berbagi (sharing) pengetahuan/keterampilan serta berpartisipasi sebanyak mungkin sebagaimana layaknya seorang ahli. pelatih. di dalam kelompok ini TIK kita temukan dukungan teknis dan aplikatif untuk pembelajaran – baik dalam skala menengah maupun luas – yang meliputi: Ragam Teknologi Kanal Distribusi. Sistem Operasi. Disisi lain Siswa juga dapat belajar secara individu. sebagaimana halnya juga kolaboratif dengan siswa lain. Guru dan Siswa harus memahami 9 (sembilan) prinsip integrasi TIK dalam pembelajaran yang terdiri atas prinsip-prinsip: . Alat Ajar Multi-Intelejensia. dan Komunikasi Kolaborasi Kooperasi (Intranet Sekolah). dan 4) TIK sebagai Infrastruktur Pembelajaran. peran Guru tidak hanya sebagai pengajar semata namun sekaligus menjadi fasilitator. baik di dalam kelas maupun di luar kelas. kolaborator. Karenanya Guru dapat memberikan pilihan dan tanggung jawab yang besar kepada siswa untuk mengalami peristiwa belajar. Pojok Internet. Guru & Siswa sama-sama dituntut untuk membuat suasana belajar dan proses transfer of knowledge–nya berjalan menyenangkan serta tidak membosankan. Ragam Aplikasi dan Perangkat Lunak. dan (5) collaborative skills yang diperlukan untuk mengatasi setiap permasalahan dan tantangan hidupnya. Bahasa Pemrograman. Dengan peran Guru sebagaimana dimaksud. maka peran Siswa pun mengalami perubahan. maka Manajemen Sekolah. (2) critical thinking skills. Oleh karena itu penataan peran Guru & Siswa di dalam kelas yang mengintegrasikan TIK di dalam pembelajaran perlu dipahami dan dimainkan dengan sebaik-baiknya. Untuk mendukung proses integrasi TIK di dalam pembelajaran. Di dalam proses belajar-mengajar tentunya ada subjek dan objek yang berperan secara aktif. pengarah dan teman belajar bagi Siswa. Berangkat dari optimalisasi pemanfaatan TIK untuk pembelajaran tersebut kita berharap hal ini akan memberi sumbangsih besar dalam peningkatan kualitas SDM Indonesia yang cerdas dan kompetitif melalui pembangunan masyarakat berpengetahuan (knowledge-based society). Masyarakat yang tangguh karena memiliki kecakapan: (1) ICT and media literacy skills). (3) problem-solving skills. (4) effective communication skills. mentor.

pendirian SMK yang tidak sesuai dengan kebutuhan daerah. kualitas lulusan SMK yang rendah sehingga angka pengangguran SMK tinggi. B. visual. maupun kinestetik (dePorter et al. minimnya sarana dan prasarana SMK dan ketidaksinergian SMK dengan dunia usaha/dunia industri dan pemerintah. 8) Multisensory: memungkinkan pembelajaran dapat disampaikan untuk berbagai modalitas belajar (multisensory). pengambilan keputusan. 9) High order thinking skills training: memungkinkan untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi (seperti problem solving. Simpulan Ada 6 (enam) permasalahan SMK yang mendasar saat ini yang perlu diambil tindakan atau solusi dalam mengatasi permasalahan SMK tersebut untuk dapat berdaya saing. dikutip oleh Norton et al (2001)). dll. (Jonassen (1995). 2) Konstruktif: memungkinkan siswa dapat menggabungkan ide-ide baru kedalam pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya untuk memahami makna atau keinginan tahuan dan keraguan yang selama ini ada dalam benaknya. 5) Dialogis: memungkinkan proses belajar secara inherent merupakan suatu proses sosial dan dialogis dimana siswa memperoleh keuntungan dari proses komunikasi tersebut baik di dalam maupun luar sekolah. menasehati dan memberi masukan untuk sesama anggota kelompoknya. Permasalahan-permasalahan ini menjadi tantangan untuk diambil tindakan dan solusi dalam mewujudkan harapan menjadikan SMK sebagai lembaga vokasi yang berdaya saing ketenagakerjaan. baik audio. Keenam permasalahan SMK adalah : kurikulum SMK yang tidak selaras dengan kebutuhan dunia usaha/dunia industri. 3) Kolaboratif: memungkinkan siswa dalam suatu kelompok atau komunitas yang saling bekerjasama. 1) Aktif: memungkinkan siswa dapat terlibat aktif oleh adanya proses belajar yang menarik dan bermakna.) serta secara tidak langsung juga meningkatkan ”ICT & media literacy” (Fryer. 6) Kontekstual: memungkinkan situasi belajar diarahkan pada proses belajar yang bermakna (real-world) melalui pendekatan ”problem-based atau case-based learning”. berbagi ide. 4) Antusiastik: memungkinkan siswa dapat secara aktif dan antusias berusaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan. kurangnya kuantitas dan kualitas guru produktif. 7) Reflektif: memungkinkan siswa dapat menyadari apa yang telah ia pelajari serta merenungkan apa yang telah dipelajarinya sebagai bagian dari proses belajar itu sendiri. Program Revitalisasi SMK diharapkan sebagai problem solving (pemecah . 2001). saran atau pengalaman. 2000).

DAFTAR PUSTAKA Tedjo Narsono Reksoatmodjo.Cetakan Pertama. yang berkompetensi tinggi dan berkharakter sehingga menjadi tenaga kerja yang siap bersaing di era global serta menghasilkan lulusan SMK yang memiliki keberanian dan kemampuan berwirausaha. 2009.”pemengembangan Kurikulum Pendidikan Teknologi Kejuruan”. Peningkatan Kemampuan Pemahaman serta Koneksi Matematis Siswa SMK melalui Pembelajaran Kontekstual. (2009) Lestari.”Kurikulum & Pembelajaran”PT.2010.com .masalah) dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan dan pelatihan di SMK yang profesional dan peta kebutuhan tenaga kerja bagi lulusan SMK.”Model-Model Pembelajaran (Mengembangkan Profesionalisme Guru)”Seri manajemen Sekolah Bermutu. Hingga 2020. Jakarta Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran Universitas Pendidikan Indonesia. pendidik dan tenaga kependidikan SMK.PT Raja Grafindo Persada. Semoga pelaksanaan program revitalisasi SMK ini berjalan lancar sehingga dapat mewujudkan harapan-harapan ke depan. Bandung Rusman. Jakarta: Kompas. Evaluasi Kurikulum. Jakarta: Depdiknas Departemen Pendidikan Nasional.Edisi pertama. Pemerintah Berencana Membangun 400 SMK. Bandung: Kerjasama SPs UPI & Rosdakarya. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan. 2011. Undang .Refika aditama. mempercepat sertifikasi kompetensi bagi lulusan SMK. Departemen Pendidikan Nasional. penyelarasan kurikulum SMK sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. P. 2003. H. Jakarta: Depdiknas Kompas Online. Raja Grafindo Persada. penataan kelembagaan SMK dan menguatkan sinergi antara SMK dengan dunia usaha/dunia industri serta lembaga pemerintahan. diantaranya : menjadikan SMK sebagai sekolah pilihan masyarakat 14 (orang tua dan siswa) oleh karena banyaknya peluang-peluang untuk dapat bekerja di dunia usaha dan dunia industri. memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan layanan pendidikan SMK yang bermutu.Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. menciptakan lulusan SMK yang berkualitas.2013. 2016. Tesis UPI: Tidak dipublikasikan. Jakarta Hasan. meningkatkan kuantitas dan kualitas guru produktif serta pemberian lisensi bagi SMK sebagai lembaga sertifikasi profesi pihak pertama. (2009).S.

Jakarta: Sekretariat Kabinet Republik Indonesia .com News Portal Jawa Pos National Network (JPNN). Urgensi Pendidikan Progresif dan Revitalisasi Peran Guru dan Orangtua. Jakarta: Netralnews. Perihal Penyampaian Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan Dalam Rangka Peningkatan Kualitas Dan Daya Saing Sumber Daya Manusia.com Republika Online. Fatchul. Hamdalah.co.id Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. 2016. 2016. SMK Jadi Primadona di Era Jokowi-JK. 2016.Mu’in. Kemendikbud akan Sesuaikan Kurikulum SMK. BPS: Lulusan SMK Paling Banyak Menganggur. Jakarta: Republika. 2012. Pendidikan Karakter: Konstruksi Teoretik & Praktik. Jakarta: Jpnn. Jogjakarta: Ar- Ruzz Media Netralnews. 2016.

Related Interests