STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

DIARE
No. Dokumen
S
No. Revisi
O Tanggal terbit
Halaman
P
Puskesmas H. SEJARAH, S.Sos
Rensing NIP:196612311986031
093
Pengertian  Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar
dengan konsistensi lembek atau cair bahkan berupa air saja dan
frekuensinya lebih sering dari biasanya, biasanya tiga kali atau lebih
dalam satu hari.

Tujuan Terjaringnya pasien dengan kasus diare di PUSKESMAS

Kebijakan SK Kepala Puskesmas Rensing tentang protap diare

Referensi
Prosedur 1. Persiapan alat
a. stetoscope
b. termometer
c. lampu senter
d. timbangan berat badan
e. pengukur tinggi badan
f. blangko resep

2. Anamnesa
Menanyakan :
a. Nama Pasien
b. Nama Ortu
c. Pekerjaan Ortu
d. Umur
e. Alamat
f. Riwayat Penyakit dahulu
g. Riwayat Penyakit Sekarang

3. Pemeriksaan
Sebelumnya beritahu pasien, orang tua/pengantar tiap jenis
pemeriksaan yang akan dilakukan
a. Bagaimana keadaan umum penderita :
- Baik & Sadar
- Gelisah atau rewel
- Mengantuk, lesu, Lunglai. Atau tidak sadar.
- Apakah terlihat haus, dgn cara diberi minum biila haus minum
dgn lahap
b. Konsistensi tinja : tinja
c. Sehari berapa kali BAB
d. Sudah berapa lama diare
e. Adakah dahak / lender pada tinja.
f. Adakah penyakit lain yg menyertai diare..
g. Tanyaka Makmin apa sebelumnya ( ± 5 jam terakhir )
h. Adanya air mata. ( Tanyakan bila menangis keluar air mata / tidak,
sejak diare )
i. Tanyakan pada pengantar, apa anak selalu minta minum ( rasa
haus )
j. Bagaimana kencingnya ( sedikit / banyak )
k. Periksa nadi dgn menggunakan stop wotch selama satu menit.
l. Hitung respirasi selama satu menit.
m. Periksa suhu tubuh dgn termometer.
n. Periksa tensi pada penderita dewasa.
o. Timbang berat badan.
p. Lihat status gizi dgn melihat KMS & BB anak.
q. Periksa apakah matanya cekung
r. Periksa ubun-2 besar pada bayi.
s. Periksa mukosa mulut & lidah banyak air ludah apa tidak
t. Periksa turgor kulit.
Beritahu hasil pemeriksaan pada padien, pengantar / ibu.

Hal-hal a. melakukan rekapan harian kasus diare pada register harian
b. melakukan kunjungan rumah bagi pasien diare jika diperlukan
yang perlu
diperhatika c. merekap kasus diare selama satu bulan
d. melakukan pengisian LB 1
n
BP UMUM
Unit terkait MTBS

Dokumen Kartu Anak
terkait

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
ISPA (PNEUMONIA)
No. Dokumen
S
No. Revisi
O Tanggal terbit
Halaman
P
Puskesmas H. SEJARAH, S.Sos
Rensing NIP:196612311986031
093
Pengertian  .Suatu pemeriksaan yang dilakukan pada pasien yang datang ke
Puskesmas sehingga diketahui penyakitnya
 Merupakan infeksi yang mengganggu proses pernafasan
seseorang. Infeksi ini umumnya disebabkan oleh virus yang
menyerang hidung, trakea (pipa pernafasan), atau bahkan paru-
paru.

Tujuan Untuk menentukan diagnosa dan pemberian terapi pada balita sakit
Kebijakan SK Kepala Puskesmas Rensing

Referensi
Prosedur 1. Persiapan alat
Sarana non medis
a. Meja 1-2 buah
b. Kursi 2-4 buah
c. Tempat tidur 1 buah
d. Blanko resep
e. Blanko rujukan
f. Wastafel dengan kran mengalir dan sabun cuci tangan
g. Tissue (lap tangan)
h. Kartu status anak
i. Computer
j. MTBS

Sarana medis
a. Stetoskop
b. Thermometer
c. Soundtimer
d. Timbangan
e. Alcohol 70%
f. Kassa steril
g. Tempat sampah medis dan nom medis

2. langkah-langkah
anamnesa
a. Identitas pasien
b. Tanya apakah anak menderita batuk dan atau sukar bernapas,
lama batuk
c. Tanya apakah anak 2 bulan - <5 tahun tidak bias minum atau
menetek; apakah bayi <2 bulan kurang bisa minum atau
menetek
d. Tanya apakah anak demam, berapa lama
e. Tanya apakah anak kejang

pemeriksaan
Anak harus tenang dan dipangku ibu atau ditidurkan ditempat
pemeriksaan
a. Frekwensi pernafasan yaitu dengan menghitung tarikan nafas
pada gerakan dinding dada dan melihatnya dengan hitungan
waktu permenit berapa kali
b. Apakah ada tarikan dinding dada/tarikan dinding dada kedalam
dengan cara melihat dinding dada bagian bawah pada celah
intercosta dan diamati apakah terjadi pada saat inspirasi
c. Apakah ada pernafasan cuping hidung : lihat pada cuping
hidung yaitu gerakan cuping hidung pada ekspirasi dan inspirasi
d. Mengukur suhu badan : dengan memakai thermometer, dimana
sebelumnya thermometer harus dibersihkan dengan kapas
alcohol pada ujungnya setelah itu digerak-gerakkan sampai air
raksa pada titik 0, baru diletakkan menempel pada ketiak dan
dipertahankan selama 5 menit setelah itu dilepas dan dilihat
dengan sejajar dengan mata dan suhu dicatat kemudian ujung
thermometer dibersihkan dengan alcohol dan diletakkan pada
tempatnya
e. Apakah ada wheezing/stridor : dengan meletakkan stetoskop
pada dinding dada dan akan terdengar bunyi ngik pada waktu
inspirasi itulah suara wheezing. Begitu juga dengan stridor juga
meletakkan stetoskop pada dinding dada dan akan terdengar
suara nafas berbunyi ksosok – krosok
f. Ukuran berat badan yaitu dengan timbangan bayi, untuk
anak>2 tahun yaitu dengan timbangan injak

BP UMUM
Unit terkait MTBS

Dokumen Kartu Anak
Format MTBS
terkait
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
DEMAM
No. Dokumen
S
No. Revisi
O Tanggal terbit
Halaman
P
Puskesmas H. SEJARAH, S.Sos
Rensing NIP:196612311986031
093
Pengertian  . Demam adalah peningkatan suhu tubuh dari variasi suhu normal
sehari-hari yang berhubungan dengan peningkatan titik patokan
suhu di hipotalamus. Suhu tubuh normal berkisar 36.5 – 37.2 °C.
Derajat suhu yang dikatakan demam adalah: rectal temperature ≥
38.0 °C atau oral temperature ≥ 37.5 °C atau axillary temperature ≥
37.2 °C

Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanaan demam untuk
merendahkan suhu tubuh yang tinggi

Kebijakan
Referensi
Prosedur 1. Persiapan alat
a. stetoscope
b. termometer
c. lampu senter
d. timbangan berat badan
e. pengukur tinggi badan
f. blangko resep

Penatalaksanaan demam bertujuan untuk merendahkan suhu
tubuh yang terlalu tinggi, bukan untuk menghilangkan demam.
Penatalaksanaan demam dapat dibagi menjadi dua garis besar
yaitu: non- farmakologi dan farmakologi.
Akan tetapi, diperlukan penanganan demam secara langsung
oleh dokter apabila penderita dengan umur <3 bulan dengan
suhu rektal >38°C, penderita dengan umur 3-12 bulan dengan
suhu >39°C, penderita dengan suhu >40,5°C, dan demam
dengan suhu yang tidak turun dalam 48-72 jam

Terapi non farmakologi.
1. Berikan cairan dalam jumlah yang banyak untuk
menghindari dehidrasi dan istirahat yang cukup.
2. Lepaskan pakaian dan selimut yang terlalu berlebihan.
3. Berikan kompres hangat kepada penderita.

Terapi farmakologi.
Obat-obatan yang dipakai dalam mengatasi demam (antipiretik)
adalah parasetamol (asetaminofen) dan ibuprofen. Parasetamol
cepat bereaksi dalam menurunkan panas sedangkan ibuprofen
memiliki efek kerja yang lama. Pada anak-anak, dianjurkan untuk
pemberian parasetamol sebagai antipiretik. Penggunaan OAINS
tidak dianjurkan dikarenakan oleh fungsi antikoagulan dan resiko
sindrom Reye pada anak-anak.

BP UMUM
Unit terkait MTBS

Dokumen Kartu Anak
terkait