A.

Jenis Pembimbing
1. Pembimbing Lahan Praktik
Pembimbing lahan praktik atau pembimbing lapangan yaitu bidan yang ditunjuk oleh
pihak berwenang di tempat praktik, dengan ketentuan pendidikan minimal D-III
Kebidanan, dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun yang memiliki Surat Tanda
Registrasi.
2. Pembimbing Institusi
Pembimbing institus atau pembimbing dari pendidikan adalah Pembimbing atau
Instruktur Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dengan pendidikan S2
berlatarbelakang bidan dengan STR dan atau pendidikan minimal D-IV Kebidanan
atau pembimbing yang ditunjuk oleh Kaprodi D-III Kebidanan.
B. Peran Masing-Masing Pembimbing
1. Pembimbing Lahan Praktik
a. Melakukan kontrak belajar bersama mahasiswa (pre conference) dan
memfasilitasi untuk mencapai tujuan pembelajaran.
b. Membimbing mahasiswa dalam melaksanakan asuhan kebidanan dengan metode:
bed side teaching, case study, pre post conference dan demonstrasi.
c. Mengecek kebenaran kasus yang disusun mahasiswa sebagai laporan mahasiswa.
d. Mengecek dan merekam kehadiran mahasiswa di tempat praktik.
e. Memberikan feed back kepada institusi pendidikan terhadap proses bimbingan
selama mahasiswa praktik. Bentuk feed back yang diberikan berupa nilai praktik
dan isian catatan bimbingan. Nilai pfraktik dan catatan bimbingan dikembalikan
ke institusi pendidikan melalui pembimbing pendidikan atau mahasiswa dalam
amplop tertutup di akhir praktik.
2. Pembimbing Institusi
a. Menyerahkan mahasiswa ke tempat praktik.
b. Melakukan kontrak belajar bersama mahasiswa (pre conference) dan
memfasilitasi untuk mencapai tujuan pembelajaran.
c. Membimbing mahasiswa langsung di tempat praktik dengan metode bed side
teaching, case study, pre post conference, dan demonstrasi.
d. Membimbing mahasiswa dalam menyusun laporan asuhan kebidanan sesuai kasus
yang diperoleh di tempat praktik.

Tetapi apabila tanpa keterangan diwajibkan mengganti 2 (dua) kali jumlah hari yang ditinggalkan. Mahasiswa yang berambut pendek tidak boleh melewati leher baju atau kerah. mahasiswa wajib mengganti hari praktik sesuai hari yang ditinggalkan. Apabila karena suatu hal. Tata Tertib/ Ketentuan Praktik 1. maka mahasiswa wajib melapor secara lisan dan tertulis ke bagian pendidikan (Ibu Munica Rita Hernayanti. Mahasiswa menulis laporan kasus asuhan kebidanan yang diperoleh dii tempat praktik. 2. Sebagai gantinya mahasiswa wajib mengisi daftar hadir secara kelompok di tempat praktik dan daftar hadir secara individu. Hadir tepat waktu dan sesuai jadwal yang yang telah ditentukan (kehadiran mahasiswa harus 100%).Kes selaku penanggung jawab Praktik D-III Kebidanan). Daftar hadir individu dikumpullkan ke bagian praktik pada akhir kegiatan praktik. sedangkan yang berambut panjang disanggul. Ketentuan pembuatan laporan kasus adalah: a. Mahasiswa wajib praktik selama 6 (enam) hari dalam satu minggu dan libur tidak harus pada hari Minggu. Mahasiswa akan diberikan surat keterangan oleh bagian pendidikan sebagai kelengkapan administrasi untuk penggantian praktik. dilampiri surat keterangan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang. . mahasiswa tidak dapat melaksanakan praktik. Apabila ada keterangan yang bisa dipertanggungjawabkan. 9. 5. Mahasiswa memakai seragam lengkap dengan atribut. 6. tidak memakai perhiasan/make up yang berlebihan. Penulisan laporan dengan tulisan tangan sendiri dan diperbolehkan menggunakan format yang telah disediakan (format bisa difotokopi).C. Mahasiswa wajib mengikuti bimbingan oleh pembimbing dari pendidikan sesuai ketentuan yang diatur kemudian. M. Mahasiswa mematuhi tata tertib yang berlaku di tempat praktik dan pendidikan 3. b. 7. Mahasiswa wajib mengikuti bimbingan oleh pembimbing dari pendidikan sesuai ketentuan yang diatur kemudian 10. 8.. kecuali cincin kawin dan giwang/anting 4. SSiT. Mahasiswa tidak diwajibkan menulis laporan harian.

Mahasiswa yang terbukti melakukan pemalsuan tanda tangan atau paraf. Pemalsuan tanda tangan dan paraf adalah tindak pidana yang mempunyai sanksi hukum.c. . akan dikenakan sanksi. Laporan kasus yang telah disetujui pembimbing lapangan segera dikonsultasikan pada dosen pembimbing laporan masing-masing dengan menyertakan buku bimbingan praktik klinik. d.