PENGARUH SUHU 50◦C DAN 60◦C SERTA LAMANYA PEMANASAN

TERHADAP KADAR AMOKSISILIN SECARA
SPEKTROFOTOMETRI INFRAMERAH

Oleh:
Siska Rusmalina (Prodi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Unikal)

ABSTRAK

Amoksisilin merupakan penisilin semisintetik, yang aktifitas baktericidnya
terletak pada keutuhan cincin β-laktam. Cincin β-laktam ini dapat rusak oleh
adanya suasana asam, suasana basa, enzim penisilinase dan akan dipercepat oleh
adanya logam atau pengaruh panas serta pemanasan jangka panjang akan
menginaktifkan penisilin. Gugus C=O β-laktam mempunyai serapan yang
spesifik pada bilangan gelombang 1780-1770 cm-1, maka kespesifikan pita
serapan pada panjang gelombang inframerah ini dimanfaatkan untuk analisa
kuantitatif derivat penisilin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
sejauhmana suhu 50◦C dan 60◦C serta lamanya pemanasan berpengaruh terhadap
kadar amoksisilin secara spektrofotometri inframerah dengan cara memanaskan
amoksisilin pada suhu 50◦C dan 60◦C selama 1 jam, 2 jam, 4 jam, 8 jam, 1 hari, 2
hari, 8 hari, 15 hari dan 30 hari. Hasil pemanasan tersebut diperiksa kadarnya
secara spektrofotometri inframerah menggunakan teknik pellet KBr. Hasil yang
didapat dari penelitian ini adalah metode spektrofotometri inframerah dapat
digunakan untuk menetapkan kadar amoksisilin sejauh belum terjadi peruraian
terhadap amoksisilin serta dapat digunakan untuk mendeteksi kerusakan
amoksisilin akibat pengaruh suhu.

Kata kunci : Amoksisilin, β-laktam, Spektrofotometri Inframerah

PENDUHULUAN
Golongan Penisilin digunakan secara hasil uraiannya dapat menyebabkan reaksi
luas dalam berbagai bentuk sediaan farmasi, alergi dari gejala kulit yang ringan sampai
karena golongan penisilin merupakan manifestasi anafilaksis yang dapat
antibiotik yang non toksik, murah dan membunuh penderita (Mutschler,E.,1991).
bersifat bakterisid. Ciri khas dari struktur Kerusakan cincin β-laktam ini dapat
kimia penisilin dan turunannya adalah disebabkan oleh adanya air, suasana asam,
mempunyai cincin β-laktam tiazolidin yang suasana basa, enzim penisilinase, dan akan
bertanggung jawab terhadap kerja dari dipercepat oleh adanya logam berat atau
golongan penisilin dan turunannya sehingga pengaruhpanas (Siswandono, Soekardjo,B.,
jika cincin β-laktam ini rusak, maka kadar 1995). Sehubungan banyaknya faktor yang
dan potensi dari penisilin akan turun, serta mempengaruhi stabilitas dan

selain itu terhadap kadar dan stabilitas cincin β- absorpsi amoksisilin di saluran cerna jauh laktam. perubahan awal dari amoksisilin akibat oleh karena itu spesifikasi dan kontrol pengaruh suhu. 2 jam. merupakan penisilin semisintetik. 8 jam. karena selain secara spektrofotometri inframerah. maka mendeteksinya karena mudah.B. sehingga terjadi karena memiliki lebih banyak pita serapan perubahan warna dari warna putih menjadi sehingga memungkinkan untuk memilih pita kekuningan pada sediaan golongan penisilin serapan yang spesifik dan kuat terutama bentuk kapsul atau kaplet yang (Skoog.R. secara intensif mutlak perlu dilakukan Meskipun kegunaan utama dari karena untuk mencegah kemungkinan. 2 hari.K. senyawa.. akurat. Untuk mendeteksi kerusakan Amoksisilin trihidrat amoksisilin akibat pengaruh suhu . 1 pengobatan.5R.1978).D.. tetapi saat ini sudah banyak Pada proses penyimpanan serta digunakan untuk analisa kuantitatif. juga Untuk mengetahui sejauhmana suhu relatif tahan asam dan mempunyai dan lamanya pemanasan berpengaruh spektrum terapetik yang luas. kespesifikan pita serapan ini dimanfaatkan Dalam penelitian ini dipilih untuk analisa kualitatif maupun kuantitatif amoksisilin sebagai sampel. tidak dapat dihindarkan. Bahkan penyimpanan dari sediaan golongan spektrum serapan inframerah lebih penisilin. maka pemakaian penisilin subdosis teraupetik. hari. maka pada penelitian ini dilakukan lebih baik dari pada pemanasan terhadap bahan baku amoksisilin ampisilin(Istiantoro. sering kali adanya pengaruh panas berfaedah daripada serapan ultraviolet.1986).6R)-6-[(R)-(-)-2-amino-2.. pengawasan terhadap golongan penisilin sensitif.1995).A. maka pada penelitian ini digunakan metode Mempunyai nama kimia Asam spektrofotometri inframerah untuk (2S. 8 hari. dan cepat(Day Jr.H. berdasarkan bahwa gugus kualitas dari sediaan golongan penisilin karbonil pada cincin β-laktam mempunyai harus dilakukan dengan ketat hal ini untuk serapan spesifik dan kuat pada daerah 1780- mencegah terjadinya resistensi akibat 1770 cm-1(Pranab.aktifitas golongan penisilin.1980). 15 hari dan 30 hari.A. (p- . 4 jam. spektrofotometri inframerah ialah untuk kemungkinan negatif yang ditimbulkan mengetahui gugus fungsional suatu akibat rusaknya sediaan golongan penisilin.. Jika sediaan tersebut rusak dapat digunakan untuk mendeteksi maka kadar dan potensinya akan berkurang. mengindikasikan bahwa sediaan tersebut Selain itu spektrofotometri inframerah telah rusak.Y. Selain itu trihidrat pada suhu 50◦C dan 60◦C masing- amoksisilin banyak digunakan dalam masing selama 1 jam.

K.D.1980).. 15 hari dan 30 hari.1978): radiasi yang datang. Data spektrum inframerah amoksisilin yang diteruskan.0]-heptana-2.2. Asam 6-(D-(-)-α. Connors. kauntitatif.1980. COO.1979. sehingga % Identifikasi spektrum inframerah Transmitan yang teramati dalam spektra amoksisilin inframerah diubah menjadi serapan Identifikasi spektrum inframerah dilakukan dengan cara mendispersikan Io A = log amoksisilin dalam kalium bromida It (Anonim. Prinsip analisa kuantitatif dari amino.1995). dan D(-)-α-p –hidroksi spektrofotometri UV-Vis yaitu benzil amino penisilin trihidrat menggunakan hukum Lambert-Beer untuk (Anonim. yang spesifik. pengaruh suhu secara kualitatif maupun okso-4-tia-1 – azabisiklo [3.hidroksifenil) asetamido] -3. penelitian ini adalah amoksisilin trihidrat Prinsip penetapan dari metode ini baku yang dipanaskan pada suhu 50◦C dan berdasarkan bahwa gugus karbonil pada 60◦C selama 1 jam.B.3.1995). Io= intensitas (Pranab. dan tajam yakni pada 1780-1770 cm-1 (Skoog.1996). kuat. spektrum amoksisilin trihidrat dalam pellet KBr dapat dianalisa A=abc pada bilangan sebagai berikut A = serapan (absorbansi). 4 jam.p-hidroksifenil – asetamido) – spektrofotometri inframerah sama dengan penisilinat trihidrat. 8 hari. serapan (absorbansi) dengan konsentrasi dan tebal sampel (Soerodo. 8 jam. c = konsentrasi. Dengan Identifikasi variabel utama demikian metode ini dapat digunakan untuk Variabel utama adalah metode menganalisa kerusakan amoksisilin karena identifikasi dan penetapan kadar amoksisilin . karboksilat trihidrat.A. 2 hari.dimetil-7. 1 cincin β-laktam memberikan pita serapan hari. menyatakan hubungan antara intensitas Anonim. b = tebal trihidrat baku kuvet. It = intensitas radiasi Tabel 1.K..asimetrik str 1582 Populasi dan sampel Spektrofotometri inframerah Sampel yang digunakan dalam menggunakan teknik pellet KBr. 2 jam..A. Gugus Bilangan Untuk menentukan harga serapan gelomabang (cm-1) pada spektra inframerah dikenal 2 cara yaitu NH2 3400 dan 3350 OH-stretching 3200 – 2500 teknik garis dasar (base line methode) dan Β-laktam C=O str 1780 – 1770 Amida C=O str 1688 cell in-cell out method. a = daya serap.

2 jam.0 dan 7. kadar air dan kadar. Mortir yang sudah dipanaskan pada suhu 50◦C dan agate.0. 1 hari. 2 hari. . Serapan dan kadarnya dihitung pada daerah 1780-1770 cm-1.0 mg. Neraca analitik 60◦C. dengan mortir agate. 15 hari dan 30 hari. Pertama. spektranya. mg. amoksisilin sesudah dengan tekanan 700 kg/cm2 selama 5 menit dipanaskan adalah hasil penetapan kadar pada keadaan hampa udara dan dibuat sampel. kelarutan. sampel yang digunakan dalam penelitian ini Selanjutnya dibuat pellet seperti prosedur adalah amoksisilin trihidrat baku yang umum diatas. lalu dibuat pellet Kedua.0 Transform Transform Infra Red (FTIR). spektranya.0. dengan menggunakan kurva baku yang diperoleh. 4 jam. lalu dibuat spektra dengan dipanaskan pada suhu 50◦C dan 60◦C selama kondisi alat sama dan serapannya dihitung 1 jam.trihidrat hasil pemanasan pada suhu 50◦C Metode Penelitian ◦ dan 60 C dalam jangka waktu tertentu. identifikasi. ditimbang ±5. 2. keduanya dihomogenkan hari. penelitian ini dibedakan menjadi dua yaitu Ditambahkan pada masing-masing bahan sampel dan bahan kimia.0. amoksisilin yang keasaman-kebasaan. dikeringkan selama 24 jam pada suhu Penetapan kadar amoksisilin secara 105◦C. 5. ditetapkan kadarnya adalah amoksisilin Prosedur umum teknik pellet KBr trihidrat baku yang dipanaskan pada suhu adalah sebagai berikut ditimbang ±100. 8 hari.0 mg. Bahan penimbangan serbuk KBr kering ±100. 2 hari. kemudian dibuat pellet seperti libror AEG-120. 8 jam. 2 jam. spektrofotometri inframerah dilakukan Alat yang digunakan adalah Fourier dengan cara ditimbang serbuk KBr ±100. 15 hari dan 30 sampel ditimbang.0 mg sampel amoksisilin Hanpress ( alat pencetak pellet). Desikator dan cawan petri prosedur umum diatas dan dibuat kecil. 1 hari.0 mg ◦ ◦ 50 C dan 60 C selama 1 jam. 3. Pemeriksaan bahan baku amoksisilin trihidrat menurut FI ed IV. Kemudian hari. Kaca arloji. 8 serbuk KBr yang sudah dikeringkan. Sedang bahan dibuat kurva hubungan antara konsentrasi kimianya adalah KBr khusus yang telah amoksisilin (mg/100mg) dengan serapan. 4 jam. lalu jam. Oven. pemeriksaan Definisi operasional variabel utama meliputi pemerian. Membuat kurva kalibrasi dengan Bahan dan alat cara menimbang seksama serbuk Bahan yang digunakan dalam amoksisilin ±1. 8 pada daerah 1780-1770 cm-1.

Kedua penentuan bobot konstan cawan petri pada suhu percobaan dengan Kurva kalibrasi cara setelah diperoleh bobot konstan cawan Data kurva kalibrasi amoksisilin petri pada suhu 105◦C .77%.16%.08%.4375 + 0.9789. panaskan selama Dari hasil penetapan kadar 1 jam didinginkan dalam desikator. Setelah diperoleh bobot Penetapan kadar amoksisilin akibat konstan cawan petri pada suhu percobaan. lalu didinginkan dalam Setelah dilakukan pemeriksaan desikator. suhu 60◦C dapat dilihat pada tabel 5. Dari hasil jam lalu didinginakan dalam desikator.06%. denagn r = 0. pemanasan serta melakukan prosedur yang selama 2 jam adalah 92. hasil dapat dilihat pada tabel 2. 8 hari. bobot sampel setelah dipanaskan selama sedangkan data susut pengeringan pada waktu yang telah ditentukan. cawan petri trihidrat pada bilangan gelombang 1687 cm- 1 dipanaskan pada suhu percobaan selama 1 dapat dilihat ada tabel 3. 1 hari. Sampel dipanaskan 2 jam adalah 95.43%. penetapan kurva kalibrasi diperoleh kemudian ditimbang. selama 8 jam adalah 93. penentuan susut pengeringan. didinginkan dalam 94. konstan. kemudian ditimbang. Susut pengeringan dihitung dari bobot Susut pengeringan awal sampel dalam cawan petri konstan Data susut pengeringan amoksisilin pada suhu percobaan dikurangi dengan pada suhu 50◦C dapat dilihat pada tabel 5. diulang hingga diperoleh bobot konstan. Prosedur terhadap bahan baku amoksisilin. ternyata tersebut diulang hingga diperoleh bobot hasilnya memenuhi persyaratan FI edisi IV.97.30%. Sedangkan susut pengeringan unuk pemanasan 2 jam. kadar amoksisilin sesudah dipanaskan pada Dengan mengakumulasikan lama suhu 60◦C selama 1 jam adalah 98. selama 4 jam sama seperti diatas. selama 4 jam adalah lagi selama 1 jam. Prosedur penetapan susut Hasil pengeringan. . 15 hari dan 30 hari.76%. selama untuk pemanasan 1 jam. 8 jam. pengaruh suhu dan lamanya pemanasan lalu ditambah 1 g sampel. penentuan bobot Pemeriksaan bahan baku amoksisilin konstan cawan petri pada suhu 105◦C trihidrat selama 1 jam. 2 hari. lalu amoksisilin sesudah dipanaskan pada suhu ditimbang dan dihitung susut pengeringan 50◦C selama 1 jam adalah 98. Prosedur tersebut persamaan garis y = 0. selama 8 jam 92. dan susut pengeringan untuk pemanasan 4 jam. maka akan diperoleh adalah 95. dan desikator dan ditimbang sehingga diperoleh selama 1 hari adalah 89.62%. Pertama. Ketiga.95%.0193x. selama 1 hari adalah 91.

hal ini 1775 cm-1 tidak terjadi pemisahan dari menunjukkan bahwa sampel yang dianalisa amoksisilin dengan berbagai konsentrasi adalah amoksisilin trihidrat. dimana dan hanya bertemu disatu titik. Hal ini disebabkan mempunyai serapan yang spesifik dan kuat karena sesudah dipanaskan lebih dari 1 hari. dari amoksisilin standar secara visual. yang berarti interpretasi spektrum inframerah bahwa perubahan konsentrasi tidak amoksisilin trihidrat standar menunjukkan menyebabkan perubahan pada serapan.Pembahasan bilangan gelombang 1775 cm-1 yang Analisa kualitatif pada penelitian ini ditunjukkan oleh hasil spektra serapan dilakukan dengan membandingkan spektra amoksisilin dari bilangan gelombang 1820- sampel amoksisilin trihidrat dengan spektra 1620 cm-1 pada berbagai konsentrasi. telah terjadi perubahan bilangan gelombang setelah dilakukan scanning pada hasil dari gugus C=O amida menjadi kurang dari spektra penelitian.asimetrik stretching.9789 dan persamaan garis y = amoksisilin trihidrat pada penelitian ini 0. 1687 cm-1.0193 x. Hal ini bilangan gelombang 3200-2500 cm-1 menunjukkan bahwa pada bilangan 1687 disebabkan oleh adanya OH. didapatkan bahwa gugus 1677 cm-1 dan puncak pada bilangan C=O β-laktam mempunyai serapan pada tersebut semakin mengecil yang . adanya puncak cm-1 adalah puncak dari gugus C=O amida. analisa dan alat yang digunakan tidak sama. adanya puncak-puncak utama yang dapat sedangkan puncak pada bilangan gelombang dianalisa sebagai berikut.4375 + 0. pada bilangan gelombang 1780-1770 cm-1. Persamaan garis yang menunjukkan hasil yang sama(Tabel 2) dan didapat tersebut kemudian digunakan untuk apabila terjadi sedikit pergeseran bilangan menetapakan kadar amoksisilin akibat gelombang. pada bilangan gelombang 1780-1770 cm-1 Dari hasil penetapan kurva kalibrasi disebabkan oleh gugus C=O stretching dari didapatkan hubungan antara konsentrasi cincin β-laktam. adanya puncak pada amoksisilin dalam pellet KBr versus serapan bilangan gelombang 1582 cm-1 disebabkan (Absorbansi) pada bilangan gelombang oleh gugus COO. dimana puncak pada bilangan gelombang ternyata hasil spektranya sama. adanya puncak pada tersebut dapat ditetapkan. Kadar amoksisilin pada penelitian Pada literatur disebutkan bahwa ini hanya ditetapkan sampai lama gugus C=O stretching dari cincin β-laktam pemanasan 1 hari. yaitu adanya 1687 cm-1 terjadi pemisahan dari puncak pada bilangan gelombang 3350 dan amoksisilin dengan konsentrasi sehingga 3400 cm-1 disebabkan oleh adanya gugus kadar amoksisilin pada berbagai konsentrasi NH2 stretching. hal ini disebakan karena kondisi pengaruh suhu (Tabel 4). ternyata linier dengan koefisien Sedangkan interpretasi spektrum korelasi r = 0.

dilakukan 1 kali. Untuk itu digunakan untuk menetapkan kadar tidak amoksisilin tidak boleh terkena panas pada homogen sehingga pada waktu melakukan temperatur 50◦C dan 60◦C terutama pada penetapan kadar. kadar yang diperoleh waktu pemasaran dan penyimpanan dari menjadi kecil.. yang seharusnya dengan degradsi/kerusakan amoksisilin yang semakin tinggi suhu dan lama pemanasan dibuktikan dari hasil spektra amoksisilin kadar akan semakin kecil. Sedangkan gugus C=O β-laktam (1775 cm. Untuk mengantisipasi hal sediaan amoksisilin tersebut tidak tersebut seharusnya pada penelitian ini mengalami kerusakan sehingga kadar dan dilakukan penetapan kadar lebih dari 1 kali stabilitas dari amoksisilin tetap terjaga dan . selain itu senyawa uraian melakukan pemanasan sampel. panas yang tersebut diindikasikan sebagai penyebab diserap oleh sampel yang ada dibagian atas reaksi alergi dari gejala kulit ringan sampai lebih besar dari pada panas yang diserap manifestasi anafilaksis yang dapat oleh sampel yang ada dibagian bawah membunuh sehingga amoksisilin yang sehingga sampel yang berada dibagian atas sudah terkena panas sampai temperatur 50◦C akan lebih cepat mengalami kerusakan dan dan 60◦C akan sangat berbahaya apabila ketika mengambil sampel yang akan dikonsumsi oleh pasien. Berdasarkan hasil penelitian 1 ) juga mengalami pergeseran menjadi 1763 pengaruh suhu 50◦C dan 60◦C serta lamanya cm-1 setelah pemanasan 2 hari.menunjukkan bahwa gugus C=O amida dari untuk masing-masing sampel amoksisilin amoksisilin telah pecah dan terbentuk hasil pemanasan. pemanasan terhadap kadar amoksisilin yang Dari hasil penetapan kadar telah dilakukan menunjukkan bahwa suhu amoksisilin sesudah dipanaskan pada suhu 50◦C dan 60◦C akan mempercepat 50◦C dan 60◦C. Tetapi karena pengingat suatau senyawa uraian dari amoksisilin yang satu dan lain hal maka penetapan kadar dari tidak mempunyai gugus C=O amida masing-masing sampel pemanasan hanya sehingga kadarnya tidak dapat dihitung. kerja antibiotik dari amoksisilin dan turunan Hal ini terjadi karena pada waktu penisilin lainnya. tetapi dalam sesudah dipanaskan 50◦C dan 60◦C selama penelitian ini hasil yang diperoleh sedikit lebih dari 1 hari ternyata gugus C=O β- melenceng yaitu kadar pada pemanasan laktam dari amoksisilin telah pecah dan 60◦C denga lamanya pemanasan 2 jam terbentuk senyawa uraian dari amoksisilin ternyata kadar yang diperoleh lebih kecil yang tidak mempunyai gugus C=O β-laktam dari amoksisilin dengan lamanya pemanasan maka senyawa uraian yang terbentuk tidak ◦ ◦ 3 jam. C=O β-laktam bertanggung jawab terhadap ternyata kadar pada suhu 50◦C lebih kecil. serta kadar antara suhu 50 dan 60 berkhasiat sebagai antibiotik karena gugus yang dipanaskan selama 4 jam dan 1 hari.

Harga serapan yang diperoleh kemudian diplotkan . kadar zat aktif dalam pellet turunan penisilin akibat pengaruh suhu. Dengan pellet KBr antara lain tekanan pengempaan. intensitas radiasi yang diteruskan (I t) dari Penetapan kadar amoksisilin dapat cincin β-laktam yang teramati pada spektra dilakukan dengan metode spektrofotometri menjadi serapan dengan menggunakan inframerah menggunakan teknik pellet KBr metode teknik garis base dasar(base line sejauh belum terjadi peruraian terhadap method) yang mempunyai keuntungan amoksisilin. penisilin berdasarkan atas gugus karbonil Faktor-fakror yang dapat dari cincin β-laktam yang memberikan pita mempengaruhi intensitas serapan gugus serapan yang spesifik. kadar yang didapat diharapkan valid. amida yang spesifik. KBr digerus sehomogen mungkin sebelum laktam. cepat. KBr. Selain itu metode spektrofotometri dibuat pellet. homogenitas zat aktif karena aktivitas bakterisid dari turunan dalam pellet KBr. kuat dan tajam pada karbonil dari cincin β-laktam dengan teknik -1 bilangan gelombang 1775 cm . tebal pellet KBr. untuk bilangan gelombang gugus karbonil dari mendapatlkan tebal pellet sama. sehingga cincin β-laktam. tekanan vakum dalam untuk menetapkan kadar dan stabilitas dari alat pengempa. Amoksisilin dengan serbuk mempunyai gugus C=O dari cincin β. amoksisilin pada berbagai konsentrasi. faktor-faktor yang inframerah dapat digunakan untuk mempengaruhi pada saat pengempaan mendeteksi kerusakan yang akibat pengaruh dibuat sama. kespesifikan ini dapat digunakan lama pengempaan. sederhana dan cukup teliti. perhitungkan dan dieliminir sekecil laktam. demikian.tidak menyebabkan kerugian apabila kedalam persamaan garis dari kurva baku dikonsumsi oleh konsumen(pasien). Penetapan kadar amoksisilin secara spektrofotometri inframerah pada penelitian Kesimpulan Pengaruh suhu dan lamanya ini dilakukan dengan cara mengubah pemanasan akan berakibat pada penurunan intensitas radiasi yang datang (Io) dan kadar dan stabilitas dari amoksisilin. Hal ini telah kami penisilin terletak pada keutuhan cincin β. frekuensi yang dipilih secara spektrofotometri inramerah dapat merupakan pita serapan gugus karbonil dilakukan sejauh belum terjadi peruraian. Penetapan kadar turunan penisilin mungkin antara lain. kuat dan tajam yaitu karena senyawa uraian yang terbentuk tidak pada 1687 cm-1. Dalam penelitian ini dipelajari sehingga akan diperoleh kadar amoksisilin prospek analisa kuantitatif dari turunan sesudah dipanaskan. yaitu dikempa dengan tekanan suhu yang ditunjukkan dari perubahan 700 kg/cm2 selama 5 menit.

. diterjemahkan oleh Mathilda B. A... Profiles of Drug Substances. Universitas Indonesia Press. The United State Pharmakopeial Mutschler.641. Edisi IV. A. Gan. G. tebentuk. Penerbit Liberty. Anna Setiadi Ranti.. Saptoraharjo. 1975. Instrumental Analysis.. Ltd London. Organic Spectroscopy.M. New York.. Bandung.. A. Bagian kerusakan amoksisilin akibat pengaruh Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas suhu. Widianto dan 1165. W. diterjemahkan oleh A. 1994. 234. D. Penerbit Siswandono. The Use of Antibiotikcs. Philadelphia. A.. Y. Yogyakarta. D. 34-37. Malcolm.V. 1972. 1982. 67-70.. Holt .B. 21-39. 4th Ed. Oediro.L. 1st Ed.. 1978. jakarta. Anonim. Spektroskopi. Sefalosporin dan Antibiotik Betalaktam dapat digunakan untuk mendeteksi Lainnya.J. Haryanto. Convention. Academic Press inc. Farmakologi dan Terapi. Bandung. Amidon. H. Chemical Stability of Pharmaceutical a hand Vol.A. 1975. 706-709. Edisi ke Day Jr. K. New Tork.. London.A. Analisis Instrumental. Kuanititatif. Analisa kimia 4. Perlman. M. Principles of Tokyo. 1995. Ganiswarna (ed). 1996. Yogyakarta.. 8th ed. 358- 362. Kemp.R.S. Edisi ke-2. Erlangga. University Press. 635.. Kurnia Firman. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Wilson and Gisvol’s Texbook of dari panas untuk menjaga agar stabilitas dan Organic and Pharmaceutical Chemistry. Kennon. Penerbit ITB. Konsep Dasar Analitik.. diterjemahkan oleh 604-605. 388. 1991.. Analisis Spektrum Snyawa Organik.. Yorke Medical Pada proses pemasaran dan Books. 1980. Jilid 2.. Lewis. Winifred..1995. R. B.. D. William Heinemann Medical Books Ltd. Daftar Pustaka Universitas Airlangga Press. 1982. S. Stanlake. Brisbane-Toronto.A.632-636. Samik Wahab..M.C. Amir Musadad.A... diterjemahkan oleh Raslim Rasyid.B Lippincott kadar amoksisilin tetap terjamin. Soekardjo. A. Jakarta. J. in Florey. Jakarta.. H. Indonesia. Penisilin. Practical Suwarno. Analytical Connors. P. 1st Ed. Mc Graw-Hill. Perlu dilakukan isolasi terhadap diterjemahkan oleh A. 16 th Ed. Sastrohamidjojo. Dinamika Obat. Saran Khophar. 1986. 64-69. K. 622.. Ed.H. 1990..B. penyimpanan amoksisilin harus terhindar Martin.M.. M.. Kogakusha. The United State Pharmakopeia.. Skoog. Modern Drug Encyclopedia and Therapeutics Index. Tisno Beckett. The Athlone. 2001.J.L. Edisi ke-5. edisi 4. Pranab..239-242. Q. Penerbit ITB. L. book for Pharmacist. Sommers. 1160.. hasil uraian amoksisilin akibat pengaruh suhu dan lamanya pemanasan untuk Kucers. Dasar Biologis & Klinis Penyakit Infeksi. part two. Jakarta.637. Gadjah Mada Pharmaceutical Chemistry. 2nd Ed. Farmakope indonesia. Edisi Creswell. Prinsip-Prinsip Kimia Medisinal..626-627. K. Ewing. E. Surabaya. Surabaya. 2nd Ed. Washington D. 129-136. G. Airlangga University Press. Soendoro Bagian Kimia-Fakultas Kedokteran Universitas Erlangga-Surabaya.. Toronto: J. 1980.J.7. Company. S. Phair. 56-57.H. 1970. 1981. Metode spektrofotometri inframerah Istiantoro. The Mac Millan Press Ltd. London. 1533.C. 45-49. 1979.. 59-60. Underwood. mengetahui secara tepat senyawa yang 62-63. C. kedua. Dalam : Sulistia G. Anonim. West. Instrumental Methods of Chemical Analysis.H. 241-242. New York-Chicester. suharman 1995.. 1995..... 21st Ed. Mulya. Kimia Medisinal.I. Yogyakarta. Runquist. Edisi ke-4. 95-96. 255-256.. Gadjah Mada University Press. diterjemahkan oleh Kosasih Padmawinata dan Shulman.

M. Instrumental Methods of Analysis. A. H. 4 hari - Sukandar. 73-74. California.8 % Tabel 3.5699 y = 0. Susut pengeringan Spesifikasi Hasil 11.77% 2 jam 92.0193 x r = 0. pengeringan(%) pengeringan(%) 1.R. 15 hari .75 8 hari 11.74 2 hari 11.43% Watimena.06% 4 jam 94.28 8 jam 9. Farmakodinamika dan Terapi Antiboitik. Data kadar amoksisilin sesudah dipanaskan pada 241.4672 3. E. 2 hari . Data susut pengeringan amoksisilin pada suhu 50 oC dan 60oC 50 oC 60 oC Tabel 2. Tabel 4.94 4 jam 8. 1981. lamanya kadar lamanya kadar Thamrin.C. 50 oC 60 oC Akademi Kesehatan Yayasan R.51 2 jam 8...64 Praktis tidak berbau Tidak Berbau 4 hari 10. Kadar Spesifikasi Hasil Minimum 90 % 99. Kimia Analitik Kuantitatif Teori..95 Sebuk hablur Serbuk Hablur 8 jam 7. Spektrum Inframerah yang Dibuat dengan Cara 30 hari 12.38 1 hari 10.18 2. Yogyakarta.9789 . 2 hari - 4 hari .J. Settle Jr.78 Spesifikasi Hasil 2 jam 6. 10 hari - UGM.Y.A.76% 8 jam 92. Tabel 5.H.5 – 14. 2 jam 95. 237.5400 7.25 Putih Putih 1 hari 8. Sugiarto. 1979. Merrit Jr.S.56 4 hari 11. Konsentrasi (%) A log lo (mg / 100 mg) lt 2. M.0 0. 8 hari - 1991.L.A. 8 hari . Setiadi...21 10 hari 12. 8 jam 93.8 0. Widianto.1 0.16 4 jam 6. 287-292. 1 jam 98. Data kurva kalibrasi amoksisilin pada bilangan gelombang 1687 cm-`. suhu 50 oC dan 60 oC Soerodo.B.1 % 4.69% 1 hari 91. 1996.. Soemarjo. Philadelphia.08% 4 jam 96. J.54 2 hari 9.97% 1 hari 89. A. L.4375 + 0. 34-37. 7 th Ed. Seri Analisa Obat dan Makanan I.Sainders Internasional Editions.30% Sudjadi.5 % 14.68 8 hari 10..04 30 hari 12.A.H.5028 4.R.96% 1 jam 98. Pemerian 1 jam 6. 30 hari .. 30 hari - Catatan : kadar hanya dihitung sampai pemanasan 1 hari karena Willard.. Yogyakarta.53 Mendispersikan Amoksisilin Kedalam KBr Menunjukkan Maksimum pada Bilangan Gelombang: Gugus Spesifikasi Hasil -1 NH2 3400 dan 3350 cm 3400 dan 3350 cm-1 OH-streching 3200-2500 cm-1 3200-2600 cm-1 β-laktam C=O str 1780-1770 cm-1 1775 cm-1 Amida C=O str 1688 cm-1 1686 cm-1 COO. N.132-133. 121.asimetrik str 1582 cm-1 1583 cm-1 3.2 0.12 1 jam 7. ≤ 1677 cm-1. Jakarta.16% Fakultas Farmasi UGM. Wods Worth Publishing Company Belmont. Data Hasil Pemeriksaan Bahan baku Amoksisilin lamanya susut lamanya susut trihidrat Menurut FI edisi IV. Dean. pada pemanasan 2 hari bilangan gelombang telah berubah menjadi F..90 15 hari 11.