INDIKASI OPNAME

1. Penanganan pasien yang membutuhkan fasilitas di RS seminimalnya 1x24 jam seperti
pemeriksaan, pengobatan, perawatan, observasi terhadap obat yang butuh pemantauan,dll
2. Gagal rawat jalan atau tidak ada perbaikan selama observasi (maksimal 6 jam)
3. Pasien dengan triage merah, selain triage merah wajib mempertimbangkan faktor Time, Age,
Complication, Comorbidity (TACC) : Terlampir, segala faktor resiko, keparahan, riwayat,
kemungkinan perburukan bila rawat jalan, kestabilan, dll
4. Gejala kardiak seperti nyeri kardiak akut, gangguan aritmia yang butuh obat infuse, pasien yang
butuh obat vasopresor,hipertensi urgensi,dll
5. Gejala neurologi seperti pemeriksaan neuro yang butuh follow ketat tiap 4 jam, penurunan
kesadaran, TIA dengan gejala neuro atau hasil radiologi yang abnormal,dll
6. Dehidrasi
7. Gejala endokrin seperti adanya benjolan/massa terkait kelenjar, komplikasi DM,dll
8. Gejala sal.cerna seperti perdarahan, asites, susah menelan, diare mualmuntah dengan dehidarasi,
gangguan sal cerna disertai masalah hepatorenal, kolik abdomen,dll
9. Gejala musculoskeletal seperti dislokasi, fraktur, bengkak nyeri kejang sendi/otot, trauma dengan
krusakan neurovascular, tidak dapat melakukan aktivitas harian yang sederhana misal
bergerak,dll
10. Gejala hemato-imuno-onkologi seperti perawatan sakratul maut, penanganan efek samping
pengobatan onkologi, penurunan BB yang signifikan, infeksi parah yang butuh antibiotik infuse,
kadar Na <125 / >149, K<2,6 / >5,9, dll
11. Gejala respiratori seperti nyeri dada, RR>30x/I atau <10/I, efusi pleura, sianosis, sesak, pelebaran
vena leher, pemakaian otot nafas bantu, wheezing berulang, SaO2 < 89%, serangan asma,dll
12. Gejala kulit seperti infeksi akut yang sangat invasive, luka/ulkus pus/berdarah yang susah
terkontrol, tanda dan kriteria SIRS (contoh pasien dewasa : leukosit > 15000, HR>100x/i,
Temp>39 C,sangkaan fokus infeksi,dll) peteki/ekimosis/purpura yang progresif dan idiopatik
13. Gejala kejang
14. Gejala urinary sistem seperti peningkatan ureum >40mg/dl dan kreatinin >1,8 mg/dl, urine output
<20cc/jam atau <400cc/24 jam, hematuri makroskopi, sangkaan sumbatan/batu saluran kemih,
serangan akut BAK, ISK dengan gangguan sistemik, GGA, dll
15. Daftar kriteria gawat darurat BPJS Kesehatan dan daftar diagnosis penyakit yang harus tuntas
ditangani pada Faskes Primer (Puskesmas/Klinik BPJS Kesehatan) : Terlampir
16. Seluruh alasan pasien diopnamekan wajib tertulis dengan lengkap dan jelas di form IGD baik
oleh staf medis maupun paramedic.

Referensi :

1. Hospital In Patient Vs Observation Guidelines 26th Annual Fall Symposium – New Frontier in Geriatrics – Arizone Geriatrics Society.
Sun, MA, 2014.
2. Garfield County Hospital District Caring for Generation, 2014.

Pendaftaran khusus IGD tidak menyatu dengan pasien lainnya. Menyederhanakan form pendaftaran di resepsionis 5. 2. Diluar daripada waktu tersebut dokter IGD dapat meminta bantuan kepada menko untuk mencari bantuan dokter dari ruangan/ICU bila perlu. Pasien yang sudah dapat PBJ wajib diPBJkan (waktu tunggu maksimal 2 jam bila tidak akan kena charge biaya kamar penuh dan berlaku untu semua jenis pasien). pasien tidak ada yang mengantar diizinkan sampai besok pagi jam 7. Seluruh pasien IGD yang sudah distabilkan dapat dipindahkan ke rawatan setelah dokter jaga IGD menghubungi DPJP 3x selang 5 menit tetapi HP tidak diangkat/tidak dapat dihubungi. 3. Proses pengiriman hasil laboratorium pasien IGD memakai sistem informasi computer 7. Pasien triage hijau dapat langsung naik ke rawatan setelah dokter jaga IGD menghubungi DPJP dan menuliskan advis dengan jelas. Pelayanan IGD pada office hour dan hari kerja dilayani langsung oleh 2 dokter jaga bila perlu. maka perawat dan dokter ruangan akan melanjutkan penanganannya. CARA MEMPERCEPAT ALUR PASIEN YANG MASUK DARI IGD 1. 6. . maka perawat dan dojter ruangan akan melanjutkan untuk menghubungi dan penanganannya. 4. kecuali diatas jam 7 malam.