56

3. Intervensi Keperawatan

Tabel 2.1 Intervensi Keperawatan pada Pasien dengan Hipertensi

No Intervensi Keperawatan
Diagnosa Keperawatan Rasional
Tujuan dan kriteria Intervensi
hasil

1. Nyeri akut NOC : NIC :
berhubungan dengan 1. Pain Level, Pain Management
peningkatan tekanan 2. pain control, 1. Lakukan pengkajian nyeri 1. Untuk mengetahui sejauh mana
vaskuler cerebral 3. comfort level secara komprehensif tingkat nyeri dan merupakan
termasuk lokasi, indiaktor secara dini untuk dapat
karakteristik, durasi, memberikan tindakan selanjutnya
Setelah dilakukan
frekuensi, kualitas dan
tindakan keperawatan,
faktor presipitasi
selama 3 x24 jam,
diharapkan nyeri klien
berkurang dengan
2. Observasi reaksi nonverbal 2. Reaksi nonverbal menunjukkan
kriteria hasil:
dari ketidaknyamanan adanya nyeri pada pasien.
1. Klien mampu
mengontrol nyeri 3. Bantu pasien dan keluarga
(tahu penyebab untuk mencari dan 3. Dukungan dari keluarga dapat
nyeri, mampu menemukan dukungan menurunkan tingkat nyeri pasien
menggunakan
tehnik 4. Kontrol lingkungan yang
nonfarmakologi dapat mempengaruhi nyeri 4. Suhu ruangan, pencahayaan dan
seperti suhu ruangan, kebisingan dapat mempengaruhi
untuk mengurangi
pencahayaan dan nyeri.
nyeri, mencari

Faktor presipitasi nyeri penting dengan untuk dikurangi. nyeri seperti penyebab nyeri. terapi analgetik : 8. b. meningkatkan relaksasi dan dapat x/menit) relaksasi.37. Kaji tipe dan sumber nyeri 130 mmHg. berapa lama nyeri 10.. 3. pada pasien tidur/istirahat 9.. informasi yang tepat dapat intervensi menurunkan tingkat kecemasan diastole 70 -90 pasien dan menambah pengetahuan mmHg) pasien tentang nyeri. TD (sistole 110 . Informasi yang cukup pada pasien akan berkurang dan dapat memberi pemahaman pada . 6. karena merupakan menggunakan faktor penyebab utama yang manajemen nyeri menimbulkan nyeri. untuk menentukan 6. Kurangi faktor presipitasi nyeri 5. menurunkan skala nyeri pasien d.. Tingkatkan istirahat pasien 9.5 kompres hangat atau 0 dingin C) 8. Berikan informasi tentang pasien menjadi rileks.. suhu (36. 7.. HR(60-100 x/menit) 7. Ajarkan tentang teknik non c. Istirahat yang cukup dapat membuat 10. Melaporkan bahwa nyeri berkurang 5. Tanda vital dalam rentang normal a.5 . Analgetik dapat memnurunkan nyeri mampu . Kolaborasi dengan tim Klien tampak rileks medis. RR (16-24 farmakologi: napas dalam. distraksi. 57 bantuan) kebisingan 2.

Lakukan tirah baring pada klien 1. Catat adanya disritmia jantung pompa jantung dan kerja jantung nadi. Dapat efekpengobatan antiaritmia pengobatan. Disritmia jantung menunjukkan 3. 3. dan perfusi . Evaluasi adanya nyeri dada kerja jantung yang abnormal. Nyeri dada menunjukkan adanya 2. 58 antisipasi pasien dan keluarga. Catat adanya tanda dan menunjukkan adanya penurunan x/menit. 11. 5. tidak 6. Monitor respon pasien terhadap 5. 2 Penurunan curah jantung b/d NOC : NIC afterload Setelah dilakukan 1. gejalapenurunan cardiac output cardiac output. mentoleransi aktivitas.Penurunan resistensi penurunan curah ginjal/plasenta.Edema selama 3x24 jam curah jantung. Data penunjang : tindakan keperawatan dengan posisi miring kiri. vascular paru jantung teratasi. Mengkonstriksikan pembuluh darah. respirasi) TD: 120/80 mmHg. 1. sehingga pasien ketidaknyamanan dari dan keluarga dapat mengidentifikasi prosedur nyeri. Tanda dan gejala penting untuk 4. Untuk mengetahui respon terhadap 2. Periode latihan disusun agar 3. Meningkatkan aliran balik vena. RR : 18-24 4. Tidak ada edema kelelahan. Kongesti vena pulmonal Kriteria hasil: 2. Tanda vital dalam rentang normal (TD. . Monitor vital sign sebelum dan sesudah pemberian analgesik pertama kali 11. Vital sign penting untuk mengobservasi respon pasien akan pemberian analgesik. kelelahan tidak terjadi pada pasien . Atur periode latihan dan ada kelelahan istirahat untukmenghindari 6. Nadi : 60-100 x/menit.

nitrogliserin dan vasodilator. . Mengetahui apakah terdapat 12. Untuk mengetahui apakah kerja 10. nadi.Monitor TD. jantung seimbang dan optimal.inotropik. RR. warna. Auskultasi TD pada kedua lengan dan bandingkan. Sebagai Terapi yang diberikan untuk mempertahankan kontraktilitas jantung. Pernafasan yang abnormal bisa 13. 9. Monitor toleransi aktivitas 4. Stress dapat mempengaruhi kerja jantung.Monitor frekuensi dan irama patologis padajantung.Monitor suhu. kelembabankulit 13. Anjurkan pasien tarik nafas dalam untuk menurunkan stress. pernapasan. dan tidak ada asites 7.Monitor jumlah. Mengetahui perfusi jaringan apakah 14. 11. Nadi.dan setelah aktivitas. RR menunjukkan respon pasien setelah latihan. sebelum. 59 paru. bunyi dan irama jantung. perifer. 11. 9.Konsultasikan pemberian obat adekuat atau tidak anti aritmia. TD. Untuk mengetahui sejauh mana penurunan kemampuan pasien dalam aktivitas kesadaran 8. dan dipengaruhi dari kerja jantung. 12. 10. 14. selama. Tidak ada pasien 7. 8.

cedera 2. resiko dari pasien lingkungan/perilaku personal 4. Mengurangi mobilisasi klien yang menjelaskan faktor ditempat yang mudah dijangkau jauh. Klien mampu menjelaskan 3. selama 3x24 jam diharapkan gangguan 2. 60 3. Mampu 5. tidak cedera. hidup untuk mencegah injury 6. resiko cedera. Resiko Cidera b/d iplopia NOC: NIC Setelah dilakukan 1. Keluarga dapat memantau kebutuhan 5. Memberikan penerangan yang 5. Memberikan pencahayaan agar klien memodifikasi gaya cukup. kondisi fisik dan fungsi kognitif kriteria Hasil: pasien dan riwayat penyakit 1. Sediakan lingkungan yang aman 1. fasilitas kesehatan yang ada 6. Menggunakan menemani pasien dan keamanan klien. sesuai dengan asuhan keperawatan yang tepat teratasi. Lingkungan yang aman mengurangi tindakan keperawatan untuk pasien. Menganjurkan keluarga untuk 6. Sebagai acuan dalam pemberian sensori penglihatan keamanan pasien. Klien mampu 4. . Mampu mengenali perubahan status kesehatan Sumber : Wilkinson (2014)Doengoes (2000). Klien terbebas dari terdahulu pasien. Menghindari lingkungan yang 3. injury/cedera 3. Menempatkan skalar lampu 4. Lingkungan yang berbahaya dapat cara/metode untuk berbahaya (misalnya meningkatkan risiko cedera pada mencegah memindahkan perabotan) klien. Identifikasi kebutuhan 2.