I.

Pendahuluan
Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan
manusia. Pendidikan yang merupakan proses secara sadar untuk
merubah prilaku dari tidak tahu menjadi tahu, tidak bisa menjadi bisa
yang dilakukan secara sadar oleh manusia. Dengan demikian pendidikan
dapat menjadikan manusia menjadi manusia seutuhnya.
Pada kehiduban berbangsa dan bernegara, peran pendidikan
sangatlah penting. Pendidikan merupakan salah satu aspek yang menjadi
tolak ukur Negara tersebut dikategorikan sebagai Negara yang maju atau
tidak. Pengembangan pendidikan tentunya melibatkan berbagai
komponen. Tidak hanya pemerintah yang berkontribusi untuk
memajukan pendidikan, tetapi masyarakat pun dituntut untuk dapat
mengembangkan pendidikan. Hal tersebut harus dilakukan dengan saling
mendukung antara satu dengan lainnya agar tujuan pendidikan yang
telah dirumuskan menjadi tujuan bersama dapat tercapai dengan baik.
Pendidikan secara internasional juga sangat dipentingkan.
Lembaga International Association for the Evaluation of Education
Achievement (IEA) merupakan lembaga yang menilai prestasi bidang
pendidikan yang berpusat di Lynch School of Education, Boston
Collage, USA. IEA melakukan pengembangkan kemampuan matematika
dan sains dengnan melakukan kegiatan TIMSS (Trend International
Mathematics And Science Study).
TIMSS diselenggarakan pertama kali pada tahun 1995. Pelaksanaan
TIMSS yaitu setiap empat tahun sekali yaitu pada tahun 1995, 1999,
2003, 2007, 2011 dan terakhir pada 2015. Beberapa Negara di duini ini
ikut berkontribusi dalam TIMSS. Partisipasi Indonesia pada TIMSS
adalah sebagai berikut:

Indonesia mulai mengikuti TIMSS dari tahun 1999 hiingga 2015.
Berikut adalah ngara-negara yang mengikutii TIMSS pada tahun
2015 (about TIMSS 2015):

Penilaian tersebut mayoritas TIMSS menilai pada bidang kemampuan menerapkan dan penalaran siswa. TIMSS menguji seluruh aspek dalam belajar dan pembelajaran. struktur system pendidikan. TIMSS membantu Negara untuk memilih keputusan yang tepat mengenai bagaimana pembelajaran yang harus dilakukan untuk mengajarkan matematika dan sain yang tepat. Selain itu. Penilaian terdiri dari 200 item di tiap area kurikulum. Penilaian pada tim terdiri dari hampir 800 item penilaian. Berikut adalah konten-konten yang di ujikan di TIMSS 2015: . Penilaian matematika dan sains pada TIMSS 2015 berdasarkan pada kerangka komprehensif yang dikembangkan secara kolaborasi dengan Negara-negara peserta.Siswa yang diujikan TIMSS adalah siswa kelas empat dan kelas delapan. spesifikasi guru matematika dan sains yang dibutuhkan serta jenis ujian yang digunakan untuk menguji hasil belajar siswa seperti apa apakah bisa mengintrepetasikan seluruh hasil yang dibutuhkan atau tidak Tujuan diselenggarakannya TIMSS adalah untuk mengetahui peningkatan pembelajaran matematika dan sains. Jadi selain hasil yang dicapai oleh siswanya (belajar) TIMSS juga menguji seberapa baik pembelajaran yang dilakukan oleh suatu Negara. Aspek yang diujikan dalam cakupan pembelajaran yaitu kurikulum.

Berikut adalah rerarta persentase jawaban benar siswa pada TIMSS 2015: Skor dan ranking Indonesia pada TIMSS 2015 untuk kelas empat SD/MI mendapatkan hasil berikut: . Soal yang menjadi alat uji memiliki dua domain penting yang digunakan untuk menggambarkan kemampuan siswa pada pelajaran matematikan dan IPA. Hasil belajar siswa yang dituangkan ke dalam berapa banyaknya soal matematika dan sains yang dijawab benar.

disini menggambarkan kondisi yang berasal dari luar siswa (eksternal) yang secara langsung mempengaruhi kualitas pembelajaran. Pembahasan Pada pembahassan ini mengenai prestasi yang didapat siswa Indonesia pada TIMSS yang berdampak harus adanya solusi untuk memperbaiki pendidikan Indonesia. Permasalahan Hal-hal yang berpotensi berhubungan dengan pencapaian skor matematika dan ipa seorang siswa diantaranya pendidikan anak di usia dini (PAUD). serta pendidikan guru. penggunaan teknologi (computer dalam pembelajaran matematika dan IPA) Kondisi pembelajaran. Perbaikan didasarkan pada hasil TIMSS dimana perbaikan pendidikan harus mempunyai inovasi lebih . serta kelengkapan materi yang diajarkan oleh guru sudah sesuai kurikulum atau tidak. baik matematika maupun sains. Diantaranya jam belajar (berapa lama waktu yang digunakan oleh sekolah atau siswa untuk belajar matematika dan IPA). III. II. pemahaman guru terhadap kurikulum. sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan belajar matematika dan IPA. Dari factor yang mempengaruhi pencapaian skor ppada TIMSS di atas. masalah yang dialami siswa adalah pada daya nalar siswa ketika melaksanakan ujian TIMSS. Siswa Indonesia secara umum lemah pada semua aspek konten maupun kognitif.

kualitas yang diharapkan tidask hanya insan yang cerdas namun juga memiliki kepribadian yang baik atau berkarakter. Permasalahan yang dialami siswa adalah pada daya nalar. p. fifsik dalam memecahkan masalah tentunya menggunakan cara yang terstruktur yang biasa disebut metode atau proses ilmiah. hukum. Kurikulum 2013 adalah salah stu upaya pemerintah menanggapi TIMSS dimana pada pengembangan kurikulum ini terutama pada pembelajaran IPA. Pemerintah memfasilitasi agar semua itu dapat ditunjang dengan merumuskan kurikulum. Dimana tujuan pendidikan adalah mewujudkan proses yang berkulitas . konsep. Kurikulum yang dibuat pemerintah pun harus dapat menyesuaikan dengan kebutuhan global. dan teori serta metodologi keilmuan (Mundilarto. Perkembangan yang terjadi secara global. Penekanan KTSP adalah pada pengem-bangan kemampuan melakukan (kompetensi) dan tugas-tugas dengan standar performansi tertentu. 2013. Pendidikan harus lah bersifat dinamis agara dapat memenuhi kebutuhan secara global untuk menjawab tantangan-tantangan secara global juga. sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh siswa berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu (Hamriah. Pemerintah membuat kurikulum yang berbasis kompetensi. Hal ini dapat memudahkan siswa untuk dapat memahami pembahasan materi IPA terseebut. Pengembangan kurikulum 2013 bertujuan pada pembentukan kompetensi dan karakter peserta didik. Pada tahun 2013 pemerintah mengambangkan kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013. Fisika sebagai ilmu dasar memiliki karakteristik yang mencakup bangun ilmu yang terdiri atas fakta. Karakter tersebut nantinya di harapkan menumbuhkan gernerasi bangsa yang tumbuh dan berkembang denngan karakter bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kenbangsaan.4).terutama dalam pembelajaran matematika dan sains. prinsip. siswa dapat melakukan kegiatan belajar dengn prosde yang kontekstual. kete-rampilan dan sikap yang dapat didemonstrasikan peserta didik sebagai wujud pemahaman terha-dap konsep yang dipelajari secara kontekstual. berdampak pada pendidikan. Proses ilmiah tersebut terkait erat dengn kemampuan berpikir siswa dalam pemecahan masalah. Pada abad XXI kebutuhan kurikulum yaitu pada bidang kompetensi. Proses ilmiah tersebut dapat membantu siswa melatih daya nalar tentunya dengan menerapkan secara terus-menerus sehingga . 2010. Negara dan agama yang baik sehingga menjadi insan yang mewarisi ciri khas bangsa Indonesia. berupa paduan pengetahuan. p. postulat. Dimana daya nalar dapat dilatihkan pada siswa agar terbiasa. Kurikulum disosialisasikan dan harus di terapkan oleh elemn-elemn pendidikan agar tujuan yang telah dibut dapat terlealisasi.340). Pemerintah membuat kurikulum yang berbasis kompetensi adalah kurikulum KTSP.

2.102). Aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. teori. Proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. Menurut Sugiarto (2015. prinsip. p. 2.menjadi sebuah kebiasaan bagi siswa untuk memecahkan masalah dengan metode tersebut.2013.45). 3. tetapi juga mampu melihat alternatif cara penyelesaian dari peme-cahan masalah itu. Hal tersebut dapat memenuhi kebutuhan abad 21. evaluasi. Sikap: rasa ingin tahu tentang benda.p. Dari paparan diatas bahawa kreativitas sanagat lah dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan abad 21. 4. 4. fenomena alam. IPA bersifat open ended. dan hukum. Selanjutnya hakikat IPA menurut (Kemendikbud. 3. Bersibuk diri secara kreatif tidak hanya bermanfaat tetapi juga memberikan kepuasan kepada individu. Potensi diri siswa dengan terus berlatih seperti ini dapat berkembang dengan sendirinya. Produk: berupa fakta. Kreativitaslah yang memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya IPA merupakan suatu sistem untuk mengetahui tentang alam melalui pengumpulan data dari observasi dan eksperimen (Chiappetta &Koballa. Menurut Munandar (1992.213) meliputi empat unsur yaitu: 1. metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis. padahal untuk . makhluk hidup. merupakan bentuk pemikiran yang sampai saat ini masih kurang mendapat perhatian dalam pendidikan formal. perancangan eksperimen atau perco-baan. Hal ini menjadikan siswa dapat memecahkan permasalahan fisika dengan beberapa cara dan juga dapat melatihkan siswa untuk berpikir inovatif dan kreatif. p. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. Seseorang yang mempunyai kemampuan berpikir kreatif tidak hanya mampu memecahkan ataupun mengajukan suatu perma-salahan dalam materi fisika. Kreativitas atau berpikir kreatif sebagai kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah. 2) selama ini kreativitas peserta didik belum banyak dikem-bangkan disekolah-sekolah. p. Kengan berkreasi orang dapat mewu-judkan dirinya. pengukuran. 2010. dan perwujudan diri termasuk salah satu kebutuhan pokok dalam hidup manusia. alasan kreativitas perlu dikembangkan yakni: 1. dan penarikan ke-simpulan.

siswa juga tidak mengetahui darimana rumus-rumus itu berasal. pp. Dalam artian ini siswa dituntun untuk dapat mengingat rumus rumus fisika. Pemikiran kreatiflah yang dapat men jawab permasalahan pada siswa Indonesia yang mengikuti TIMSS. Hal ini yang harus dirubah karena dengan hanya mengingat rumus-rumus siswa tidak diajarkan untuk kreatif. Pembelajaran dapat dilakukan dengan cara online modul-modul dapat di buat dengan format digital. Pemanfaatan kedua gerbang tersebut dapat membuat manusia memaksimalkan memori penangkapan informasinya. animasi. Pendidik harus . Teknologi sekarang ini sangat lah mudah dan cepat. Para pendidik tentunya harus mengembangka inovasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Multimedia memanfaatkan berbagai unsur media yaitu audio. yang terjadi sebagian besar pendidik hanya mengajarkan rumu. Perkembangan teknologi yang pesat. Kebutuhan abad 21 salah satunya adalah dituntun untuk selalu cepat. Pemanfaatan kedua gerbang tersebut dapat menggunakan suatu pemanfaatan teknologi yaitu dengan memanfaatkan multimedia pembelajaran. dan gerbang auditorial berkaitan dengan gerbang pendengaran yaitu telinga. sehingga informasi yang diterima menjadi lebih lengkap dan lebih akurat. gambar. Kecepatan tersebut dapat dipenuhi dengan menggunakan teknologi. Kebutuhan manusia dalam menyerap informasi adalah melewati dua gerbang yaitu gerbang visual dan gerbang auditorial. Gerbang visual berkaitan dengan indra penglihatan yaitu mata. video teks daan sebagainya. Pendidikan dalam pemanfaatan teknologi salah satunya adalah penggunaan computerisasi. Jadi. Pendidikan pun harus mengikuti teknologi yang berkembang. Misalnya dengan membuat sebuah percobaan dari suatu permasalahan yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari.menyelesaikan permasalahan yang semakin kom-pleks diperlukan kreativitas yang tinggi agar dapat memilih solusi yang tepat. tentunya dapat menimbulkan efek baik buruk atau pun baik. Piirto (2011. 18-22) dalam bukunya Creativity for 21st Century Skill mengemukakan bahwa kreativitas bisa dimunculkan oleh guru dengan banyak cara. diharapkan peserta didik tidak hanya mengandalkan menghafal rumus. Dengan komputerisasi tidak adanya pembatasan ruang dalam menjalankan pendidikan. Pada pembahasan fisika. Manusia dapat dengan cepat bertukar informasi tanpa harus tatap muka. Inovasi selanjutnya dapat dilakukan oleh pendidik dengan memanfaatkan teknologi. Selain itu. Dalam arti kebutuhan manusia abad 21 ini yang diinginkan manusia adalah selalu cepat dalam berbagai hal. tetapi bagai-mana cara peserta didik dalam menyelesaikan masalah dengan banyak cara yang dapat mereka lakukan.

Pendidik harus paham dengan pemanfaatan teknologi tersebut. . inquiry learning. Dalam hal ini teknologi memmudahkan pendidik dan peserta didik untuk dapat berdiskusi tentang materi atom tersebut. Dengan demikian daya nalar siswa dapat meningkat dengan terus diasah dengan pembelajaran menggunakan model-model pembelajaran seperti itu. Model pembelajaran yang dianjurkan oleh kurikulum 2013 adalah model pembelajaran untuk memecahkan sesuatu secara terbimbing. Animasi gerakan electron yang mengelilingi inti atom dapat dibuat dan ditayangkan dalam pembelajaran. Pendekatan tersebut melatih siswa agar dapat mengasah kemampuan berpikir secara ilmiah yang diharapkan siswa mampu memecahkan masalah dengan cara ilmiah. yang diketahui atom itu tidak kelihatan dan gerakan elehtron pun tidak bisa dilihat dengan kasat mata. Multimedia yang dibuat oleh pendidik mestinya harus interaktif. Tentunya model pembelajaran harus menyesuaikan dengan muatan materi yang akan diajarkan. Para pendidik harus cermat untuk menggunakan model-model pembelajaran tersebut. Multimedia yang interaktif dapat memudahkan pendidik untuk dapat membuat siswa mengembangkan pemikiran kreatif dan guru dapat menjadi fasilitas siswa untuk mendiskusikan materi yang diajarkan. Salah satunya dalam pembuatan multimedia tidak asal membuat. project-based learning. Tentunya pendidik dapat melakukan pembuatan media yang dapat bmembimbing siswa untuk mengasah pemikiran kreatifnya agar daya nalar siswa dapat terasah dengan baik. Hal tersebut agar mudah dipahami dan siswa dapat memanfaatkan kedua gerbang masuknya informasi. Dalam fisika misalnya pada materi atom. Selain itu. Aturan-aturan dari model-model pembelajaran tersebutlah yang harus guru kuasai. Dengan demikian. pembelajaran dapat berjalan dengan melatih kemampuan siswa yang kreatif dan berdampak pada daya nalar siswa. Model pembelajaran yang dianjurkan adalah discovery learning. pendekatan saintifik memungkinkan siswa untuk belajar secara terbimbing untuk memecahkan masalah. problem-based learning. Dengan demikian siswa dengan pembelajaran tersebut secara terus menerus dapat melatih siswa bberfikir kreatif dan menggunakan metode ilmiah. Pembelajaran mengacu pada kurikulum 2013 dimana pembelajaran harus menggunakan pendekatan sain tifik.mengikuti perkembangan tersebut yaitu salah satunya pendidik dapat membuat modul pembelajaran berbasis teknologi dengan memanfaatkan multimedia.

3. Model pembelajaran dianjurkan menggunakan model pembelajaran discovery learning. 4. 2.IV. Pembelajaran harus meningkatkan ranah berpikir kreatif dengan menggunakan pemecahan dengan metode ilmiah agar daya nalar siswa terlatih. Pemanfaatan teknologi dengan memanfaatkan multimedia dalam pembelajaran untuk memudahkan dan mengasah kemampuan siswa berpikir kreatif agar dapat melatih daya nalar siswa. Penggunaaan kurikulum 2013 adalah salah satu solusi untuk menjawab prestasi siswa Indonesia dalam TIMSS. Pembelajaran dalam kelas dengan menggunakan metode saintifik. 5. inquiry learning. . project-based learning. Kesimpulan 1. problem-based learning.

DAFTAR PUSTAKA .