a.

JCI Library of Measures 2 : Pasien stroke ischemic dan hemorrhagic yang telah
dikaji untuk mendapatkan pelayanan edukasi stroke
INDIKATOR JCI LIBRARY OF MEASURES
STANDAR Related to JCI’s Library Of Measures, I-STK-10 :
Ischemic or hemorrhagic stroke patients who were assessed for
education services
JUDUL Pasien stroke ischemic dan hemorrhagic yang telah dikaji untuk
INDIKATOR mendapatkan edukasi tentang stroke
TIPE Struktur √ Proses Outcome Proses &
INDIKATOR Outcome
TUJUAN Mengidentifikasi kualitas pelayanan pasien stroke yang mendapatkan
dengan edukasi tentang stroke
DEFINISI Stroke hemorrhagic adalah sebuah perdarahan non-traumatik
OPERASIONAL intraserebral, perdarahan subarachnoid atau hemoragik infark
Stroke ischemic adalah defisit neurologis terukur onset mendadak,
dianggap sekunder berfokus iskemia otak, dan bukan disebabkan
perdarahan intraserebral (ICH) atau proses penyakit lain. Gangguan
cerebrovascular ini disebabkan oleh kekurangan aliran darah ke area
otak, umumnya sebagai akibat trombosis, emboli, atau berkurangnya
tekanan darah.
ALASAN/ Beberapa bukti klinis menunjukkan outcome klinis yang lebih baik ketika
IMPLIKASI/ pasien stroke dirawat dengan model perawatan yang terkoordinasi dan
RASIONALISASI memberikan pelayanan multidisiplin yang berkaitan dengan stroke.
Intervensi edukasi yang efektif perlu diinisiasi lebih awal mengingat
pelayanan stroke dapat meningkatkan proses recovery dan
meminimalkan kecacatan. Tujuan utama edukasi pada pasien stroke
adalah untuk meminimalkan komplikasi, kecacatan, dan memaksimalkan
fungsi.
FORMULA Jumlah pasien stroke ischemic dan hemorrhagic yang telah mendapat
edukasi dalam satu bulan (orang) : Jumlah pasien stroke ischemic dan
hemorrhagic yang berusia ≥ 18 tahun dalam bulan yang sama (orang) x
100%
NUMERATOR Jumlah pasien stroke ischemic dan hemorrhagic yang telah mendapat
edukasi tentang stroke dalam satu bulan
DENOMINATOR Jumlah pasien stroke ischemic dan hemorrhagic yang berusia ≥ 18 tahun
dalam bulan yang sama
TARGET 100%
SAMPLING Pengumpulan data dilakukan dengan total sampling, yaitu dengan
melihat rekam medis pasien dengan ischemic atau hemorrhagic stroke
setelah pasien keluar rumah sakit.
PENCATATAN Pencatatan dilaksanakan setiap hari, dilakukan oleh Kepala Ruangan
Rawat Inap setelah pasien keluar dari Rawat Inap untuk semua pasien
stroke. Data diukur dengan melihat data dokumentasi rekam medis.
ANALISA & Rekapitulasi dan analisa sederhana dilaksanakan oleh Kepala Ruangan
PELAPORAN Rawat Inap sebagai informasi awal untuk unit masing-masing, kemudian
data akan dilaporkan kepada Kepala Instalasi Rawat Inap. Data beberapa
Ruangan Rawat Inap akan direkapitulasi dan dianalisis oleh Kepala
Instalasi Rawat Inap, kemudian setiap bulannya data akan dilaporkan
kepada Tim Mutu dan Manajemen Risiko dan Direksi. Secara umum data
akan dievaluasi serta dideseminasikan kepada seluruh komponen rumah
setiap tiga bulan yang dikoordinasikan oleh Tim Mutu dan Manajemen
Risiko

b. JCI Library of Measures 2 : Pasien stroke ischemic dan hemorrhagic yang telah
dikaji untuk mendapatkan pelayanan rehabilitasi
INDIKATOR JCI LIBRARY OF MEASURES
STANDAR Related to JCI’s Library Of Measures, I-STK-10 :
Ischemic or hemorrhagic stroke patients who were assessed for
rehabilitation services
JUDUL Pasien stroke ischemic dan hemorrhagic yang telah dikaji untuk
INDIKATOR mendapatkan pelayanan rehabilitasi
TIPE Struktur √ Proses Outcome Proses &
INDIKATOR Outcome
TUJUAN Mengidentifikasi kualitas pelayanan pasien stroke yang dihubungkan
dengan penanganan pasien stroke dengan pelayanan rehabilitasi
DEFINISI Stroke hemorrhagic adalah sebuah perdarahan non-traumatik
OPERASIONAL intraserebral, perdarahan subarachnoid atau hemoragik infark
Stroke ischemic adalah defisit neurologis terukur onset mendadak,
dianggap sekunder berfokus iskemia otak, dan bukan disebabkan
perdarahan intraserebral (ICH) atau proses penyakit lain. Gangguan
cerebrovascular ini disebabkan oleh kekurangan aliran darah ke area
otak, umumnya sebagai akibat trombosis, emboli, atau berkurangnya
tekanan darah.
ALASAN/ Beberapa bukti klinis menunjukkan outcome klinis yang lebih baik ketika
IMPLIKASI/ pasien stroke dirawat dengan model perawatan yang terkoordinasi dan
RASIONALISASI memberikan pelayanan multidisiplin yang berkaitan dengan stroke.
Intervensi rehabilitasi yang efektif perlu diinisiasi lebih awal mengingat
pelayanan stroke dapat meningkatkan proses recovery dan
meminimalkan kecacatan. Tujuan utama rehabilitasi pada pasien stroke
adalah untuk meminimalkan komplikasi, kecacatan, dan memaksimalkan
fungsi.
FORMULA Jumlah pasien stroke ischemic dan hemorrhagic yang telah mendapat
pelayanan rehabilitasi dalam satu bulan (orang) : Jumlah pasien stroke
ischemic dan hemorrhagic yang berusia ≥ 18 tahun dalam bulan yang
sama (orang) x 100%
NUMERATOR Jumlah pasien stroke ischemic dan hemorrhagic yang telah mendapat
pelayanan rehabilitasi dalam satu bulan
DENOMINATOR Jumlah pasien stroke ischemic dan hemorrhagic yang berusia ≥ 18 tahun
dalam bulan yang sama
TARGET 100%
SAMPLING Pengumpulan data dilakukan dengan total sampling, yaitu dengan
melihat rekam medis pasien dengan ischemic atau hemorrhagic stroke
setelah pasien keluar rumah sakit.
PENCATATAN Pencatatan dilaksanakan setiap hari, dilakukan oleh Kepala Ruangan
Rawat Inap setelah pasien keluar dari Rawat Inap untuk semua pasien
stroke. Data diukur dengan melihat data dokumentasi rekam medis.
ANALISA & Rekapitulasi dan analisa sederhana dilaksanakan oleh Kepala Ruangan
PELAPORAN Rawat Inap sebagai informasi awal untuk unit masing-masing, kemudian
data akan dilaporkan kepada Kepala Instalasi Rawat Inap. Data beberapa
Ruangan Rawat Inap akan direkapitulasi dan dianalisis oleh Kepala
Instalasi Rawat Inap, kemudian setiap bulannya data akan dilaporkan
kepada Tim Mutu dan Manajemen Risiko dan Direksi. Secara umum data
akan dievaluasi serta dideseminasikan kepada seluruh komponen rumah
setiap tiga bulan yang dikoordinasikan oleh Tim Mutu dan Manajemen
Risiko

c. JCI Library of Measures 2 : Pasien stroke ischemic dan hemorrhagic yang telah
dikaji untuk mendapatkan terapi anti trombolitik
INDIKATOR JCI LIBRARY OF MEASURES
STANDAR Related to JCI’s Library Of Measures, I-STK-10 :
Ischemic or hemorrhagic stroke patients who were assessed for anti
trombolitic
JUDUL Pasien stroke ischemic dan hemorrhagic yang telah dikaji untuk
INDIKATOR mendapatkan terapi anti trombolitik
TIPE Struktur √ Proses Outcome Proses &
INDIKATOR Outcome
TUJUAN Mengidentifikasi kualitas pelayanan pasien stroke yang dihubungkan
dengan penanganan pasien stroke yang mendapatkan anti trombolitik
DEFINISI Stroke hemorrhagic adalah sebuah perdarahan non-traumatik
OPERASIONAL intraserebral, perdarahan subarachnoid atau hemoragik infark
Stroke ischemic adalah defisit neurologis terukur onset mendadak,
dianggap sekunder berfokus iskemia otak, dan bukan disebabkan
perdarahan intraserebral (ICH) atau proses penyakit lain. Gangguan
cerebrovascular ini disebabkan oleh kekurangan aliran darah ke area
otak, umumnya sebagai akibat trombosis, emboli, atau berkurangnya
tekanan darah.
Anti trombolitik adalah obat yang mencegah pembekuan darah, obat ini
bekerja dengan cara berdifusi kedalam bekuan darah dan mengaktifkan
plasminogen yang digunakan untuk menghancurkan gumpalan-gumpalan
pada kondisi trombosis vena, emboli paru, trombositis retina juga infrak
myocard
ALASAN/ Beberapa bukti klinis menunjukkan outcome klinis yang lebih baik ketika
IMPLIKASI/ pasien stroke dirawat dengan model perawatan yang terkoordinasi dan
RASIONALISASI memberikan pelayanan multidisiplin yang berkaitan dengan stroke.
Intervensi terapi anti trombolitik efektif perlu diinisiasi lebih awal
mengingat terapi anti trombolitik dapat meningkatkan proses recovery
dan meminimalkan kecacatan. Tujuan utama pemberian anti trombolitik
pada pasien stroke adalah untuk meminimalkan komplikasi, kecacatan,
dan memaksimalkan fungsi.
FORMULA Jumlah pasien stroke ischemic dan hemorrhagic yang telah mendapat
terapi trombolitik dalam satu bulan (orang) : Jumlah pasien stroke
ischemic dan hemorrhagic yang berusia ≥ 18 tahun dalam bulan yang
sama (orang) x 100%
NUMERATOR Jumlah pasien stroke ischemic dan hemorrhagic yang telah diresepkan
anti trombolitik dalam satu bulan
DENOMINATOR Jumlah pasien stroke ischemic dan hemorrhagic yang berusia ≥ 18 tahun
dalam bulan yang sama
TARGET 100%
SAMPLING Pengumpulan data dilakukan dengan total sampling, yaitu dengan
melihat rekam medis pasien dengan ischemic atau hemorrhagic stroke
setelah pasien keluar rumah sakit.
PENCATATAN Pencatatan dilaksanakan setiap hari, dilakukan oleh Kepala Ruangan
Rawat Inap setelah pasien keluar dari Rawat Inap untuk semua pasien
stroke. Data diukur dengan melihat data dokumentasi rekam medis.
ANALISA & Rekapitulasi dan analisa sederhana dilaksanakan oleh Kepala Ruangan
PELAPORAN Rawat Inap sebagai informasi awal untuk unit masing-masing, kemudian
data akan dilaporkan kepada Kepala Instalasi Rawat Inap. Data beberapa
Ruangan Rawat Inap akan direkapitulasi dan dianalisis oleh Kepala
Instalasi Rawat Inap, kemudian setiap bulannya data akan dilaporkan
kepada Tim Mutu dan Manajemen Risiko dan Direksi. Secara umum data
akan dievaluasi serta dideseminasikan kepada seluruh komponen rumah
setiap tiga bulan yang dikoordinasikan oleh Tim Mutu dan Manajemen
Risiko

d. JCI Library of Measures 2 : Pasien stroke ischemic dan hemorrhagic yang telah
dikaji untuk mendapatkan terapi koagulasi
INDIKATOR JCI LIBRARY OF MEASURES
STANDAR Related to JCI’s Library Of Measures, I-STK-10 :
Ischemic or hemorrhagic stroke patients who were assessed for
therapy koagulan
JUDUL Pasien stroke ischemic dan hemorrhagic yang telah dikaji untuk
INDIKATOR mendapatkan terapi antikoagulan
TIPE Struktur √ Proses Outcome Proses &
INDIKATOR Outcome
TUJUAN Mengidentifikasi kualitas pelayanan pasien stroke yang dihubungkan
dengan penanganan pasien stroke yang mendapatkan terapi
antikoagulan
DEFINISI Stroke hemorrhagic adalah sebuah perdarahan non-traumatik
OPERASIONAL intraserebral, perdarahan subarachnoid atau hemoragik infark
Stroke ischemic adalah defisit neurologis terukur onset mendadak,
dianggap sekunder berfokus iskemia otak, dan bukan disebabkan
perdarahan intraserebral (ICH) atau proses penyakit lain. Gangguan
cerebrovascular ini disebabkan oleh kekurangan aliran darah ke area
otak, umumnya sebagai akibat trombosis, emboli, atau berkurangnya
tekanan darah.
Anti koagulan adalah untuk pencegahan dan pengobatan tromboemboli,
mencegah pembekuan darah, menghambat pembekuan/menghambat
fungsi beberapa faktor pembekuan darah, mencegah terbentuk dan
meluasnya trombosis dan emboli, menghambat pembekuan fibrin
sebagai pencegahan untuk mengurangi tromboemboli pada vena
ALASAN/ Beberapa bukti klinis menunjukkan outcome klinis yang lebih baik ketika
IMPLIKASI/ pasien stroke dirawat dengan model perawatan yang terkoordinasi dan
RASIONALISASI memberikan pelayanan multidisiplin yang berkaitan dengan stroke.
Intervensi terapi koagulansi yang efektif perlu diinisiasi lebih awal
mengingat pelayanan stroke dapat meningkatkan proses recovery dan
meminimalkan kecacatan. Tujuan utama pemberian anti koagulansi pada
pasien stroke adalah untuk meminimalkan komplikasi, kecacatan, dan
memaksimalkan fungsi.
FORMULA Jumlah pasien stroke ischemic dan hemorrhagic yang telah
mendapatkan terapi antikoagulan dalam satu bulan (orang) : Jumlah
pasien stroke ischemic dan hemorrhagic yang berusia ≥ 18 tahun dalam
bulan yang sama (orang) x 100%
NUMERATOR Jumlah pasien stroke ischemic dan hemorrhagic yang telah mendapat
terapi anti koagulan dalam satu bulan
DENOMINATOR Jumlah pasien stroke ischemic dan hemorrhagic yang berusia ≥ 18 tahun
dalam bulan yang sama
TARGET 100%
SAMPLING Pengumpulan data dilakukan dengan total sampling, yaitu dengan
melihat rekam medis pasien dengan ischemic atau hemorrhagic stroke
setelah pasien keluar rumah sakit.
PENCATATAN Pencatatan dilaksanakan setiap hari, dilakukan oleh Kepala Ruangan
Rawat Inap setelah pasien keluar dari Rawat Inap untuk semua pasien
stroke. Data diukur dengan melihat data dokumentasi rekam medis.
ANALISA & Rekapitulasi dan analisa sederhana dilaksanakan oleh Kepala Ruangan
PELAPORAN Rawat Inap sebagai informasi awal untuk unit masing-masing, kemudian
data akan dilaporkan kepada Kepala Instalasi Rawat Inap. Data beberapa
Ruangan Rawat Inap akan direkapitulasi dan dianalisis oleh Kepala
Instalasi Rawat Inap, kemudian setiap bulannya data akan dilaporkan
kepada Tim Mutu dan Manajemen Risiko dan Direksi. Secara umum data
akan dievaluasi serta dideseminasikan kepada seluruh komponen rumah
setiap tiga bulan yang dikoordinasikan oleh Tim Mutu dan Manajemen
Risiko

e. JCI Library of Measures 2 : Pasien Akute myocard Infark yg telah dikaji
mendapatkan terapi Aspirin
INDIKATOR JCI LIBRARY OF MEASURES
STANDAR Related to JCI’s Library Of Measures, I-STK-10 :
Acute myocard infark patients who were assessed for therapy
Aspirin
JUDUL Pasien Acute myocard Infark yg telah dikaji mendapatkan terapi
INDIKATOR Aspirin
TIPE Struktur √ Proses Outcome Proses &
INDIKATOR Outcome
TUJUAN Mengidentifikasi kualitas pelayanan Pasien Acute myocard Infark yg
mendapatkan terapi Aspirin
DEFINISI Acute myocard infark adalah keadaan gawat darurat jantung dengan
OPERASIONAL manifestasi klinis berupa perasaan tidak enak didada atau gejala gejala
sebagai berikut
- Acute myocard infark dengan segment ST
- Acute myocard infark berupa elevasi segment ST
- Angina pectoris tak stabil

ALASAN/ Beberapa bukti klinis menunjukkan outcome klinis yang lebih baik ketika
IMPLIKASI/ pasien AMI dirawat dengan model perawatan yang terkoordinasi dan
RASIONALISASI memberikan pelayanan multidisiplin yang berkaitan dengan AMI
Intervensi terapi yang efektif perlu diinisiasi lebih awal mengingat
pelayanan AMI dapat meningkatkan proses recovery dan meminimalkan
kecacatan. Tujuan utama terapi pada pasien AMI adalah untuk
meminimalkan komplikasi, kecacatan, dan memaksimalkan fungsi.
FORMULA Jumlah pasien AMI yg telah mendapat t/h Aspirin dalam satu bulan
(orang) : Jumlah pasien AMI yang berusia ≥ 18 tahun dalam bulan yang
sama (orang) x 100%
NUMERATOR Jumlah pasien Acute Myocard Infark yang telah mendapat t/h Aspirn
dalam satu bulan
DENOMINATOR Jumlah pasien Acute Myocard Infark yang berusia ≥ 18 tahun dalam
bulan yang sama
TARGET 100%
SAMPLING Pengumpulan data dilakukan dengan total sampling, yaitu dengan
melihat rekam medis pasien dengan Acute Myocard Infark setelah pasien
keluar rumah sakit.
PENCATATAN Pencatatan dilaksanakan setiap hari, dilakukan oleh Kepala Ruangan
Rawat Inap setelah pasien keluar dari Rawat Inap untuk semua pasien
Acute Myocard Infark. Data diukur dengan melihat data dokumentasi
rekam medis.
ANALISA & Rekapitulasi dan analisa sederhana dilaksanakan oleh Kepala Ruangan
PELAPORAN Rawat Inap sebagai informasi awal untuk unit masing-masing, kemudian
data akan dilaporkan kepada Kepala Instalasi Rawat Inap. Data beberapa
Ruangan Rawat Inap akan direkapitulasi dan dianalisis oleh Kepala
Instalasi Rawat Inap, kemudian setiap bulannya data akan dilaporkan
kepada Tim Mutu dan Manajemen Risiko dan Direksi. Secara umum data
akan dievaluasi serta dideseminasikan kepada seluruh komponen rumah
setiap tiga bulan yang dikoordinasikan oleh Tim Mutu dan Manajemen
Risiko
f. JCI Library of Measures 2 : Pasien AMI yang telah dikaji untuk mendapatkan terapi
ACE Inhibitor/ARB dengan LUSD
INDIKATOR JCI LIBRARY OF MEASURES
STANDAR Related to JCI’s Library Of Measures, I-STK-10 :
Acute myocard infark patients who were assessed for therapy ACE
Inhibitor/ARB dengan LUSD
JUDUL Pasien Acute Myocard Infark yang telah dikaji untuk mendapatkan
INDIKATOR terapi ACE Inhibitor/ARB dengan LUSD
TIPE Struktur √ Proses Outcome Proses &
INDIKATOR Outcome
TUJUAN Mengidentifikasi kualitas pelayanan Pasien Acute Myocard Infark yang
telah dikaji untuk mendapatkan terapi ACE Inhibitor/ARB dengan LUSD
DEFINISI Acute myocard infark adalah keadaan gawat darurat jantung dengan
OPERASIONAL manifestasi klinis berupa perasaan tidak enak didada atau gejala gejala
sebagai berikut
- Acute myocard infark dengan segment ST
- Acute myocard infark berupa elevasi segment ST

- Angina pectoris tak stabil
ALASAN/ Beberapa bukti klinis menunjukkan outcome klinis yang lebih baik ketika
IMPLIKASI/ pasien AMI dirawat dengan model perawatan yang terkoordinasi dan
RASIONALISASI memberikan pelayanan multidisiplin yang berkaitan dengan AMI
Intervensi terapi yang efektif perlu diinisiasi lebih awal mengingat
pelayanan AMI dapat meningkatkan proses recovery dan meminimalkan
kecacatan. Tujuan utama terapi pada pasien AMI adalah untuk
meminimalkan komplikasi, kecacatan, dan memaksimalkan fungsi.
FORMULA Jumlah pasien Acute Myocard Infark yang telah mendapatkan terapi ACE
Inhibitor/ARB dengan LUSD dalam satu bulan (orang) : Jumlah pasien
Acute Myocard Infark yang berusia ≥ 18 tahun dalam bulan yang sama
(orang) x 100%
NUMERATOR Jumlah pasien pasien Acute Myocard Infark yang telah mendapatkan
terapi ACE Inhibitor/ARB dengan LUSD dalam satu bulan
DENOMINATOR Jumlah pasien Acute Myocard Infark yang berusia ≥ 18 tahun dalam
bulan yang sama
TARGET 100%
SAMPLING Pengumpulan data dilakukan dengan total sampling, yaitu dengan
melihat rekam medis pasien dengan Acute Myocard Infark setelah pasien
keluar rumah sakit.
PENCATATAN Pencatatan dilaksanakan setiap hari, dilakukan oleh Kepala Ruangan
Rawat Inap setelah pasien keluar dari Rawat Inap untuk semua pasien
Acute Myocard Infark. Data diukur dengan melihat data dokumentasi
rekam medis.
ANALISA & Rekapitulasi dan analisa sederhana dilaksanakan oleh Kepala Ruangan
PELAPORAN Rawat Inap sebagai informasi awal untuk unit masing-masing, kemudian
data akan dilaporkan kepada Kepala Instalasi Rawat Inap. Data beberapa
Ruangan Rawat Inap akan direkapitulasi dan dianalisis oleh Kepala
Instalasi Rawat Inap, kemudian setiap bulannya data akan dilaporkan
kepada Tim Mutu dan Manajemen Risiko dan Direksi. Secara umum data
akan dievaluasi serta dideseminasikan kepada seluruh komponen rumah
setiap tiga bulan yang dikoordinasikan oleh Tim Mutu dan Manajemen
Risiko
g. JCI Library of Measures 2 : Pasien AMI yang telah dikaji untuk mendapatkan terapi
ACE Inhibitor/ARB
INDIKATOR JCI LIBRARY OF MEASURES
STANDAR Related to JCI’s Library Of Measures, I-STK-10 :
Acute Myocard Infark patients who were assessed for therapy ACE
Inhibitor/ARB
JUDUL Pasien Acute Myocard Infark yang telah dikaji untuk mendapatkan
INDIKATOR terapi ACE Inhibitor/ARB
TIPE Struktur √ Proses Outcome Proses &
INDIKATOR Outcome
TUJUAN Mengidentifikasi kualitas pelayanan Pasien Acute Myocard Infark yang
telah dikaji untuk mendapatkan terapi ACE Inhibitor/ARB
DEFINISI Acute myocard infark adalah keadaan gawat darurat jantung dengan
OPERASIONAL manifestasi klinis berupa perasaan tidak enak didada atau gejala gejala
sebagai berikut
- Acute myocard infark dengan segment ST
- Acute myocard infark berupa elevasi segment ST

- Angina pectoris tak stabil
ALASAN/ Beberapa bukti klinis menunjukkan outcome klinis yang lebih baik ketika
IMPLIKASI/ pasien AMI dirawat dengan model perawatan yang terkoordinasi dan
RASIONALISASI memberikan pelayanan multidisiplin yang berkaitan dengan AMI
Intervensi terapi yang efektif perlu diinisiasi lebih awal mengingat
pelayanan AMI dapat meningkatkan proses recovery dan meminimalkan
kecacatan. Tujuan utama terapi pada pasien AMI adalah untuk
meminimalkan komplikasi, kecacatan, dan memaksimalkan fungsi.
FORMULA Jumlah pasien Acute Myocard Infark yang telah mendapatkan terapi ACE
Inhibitor/ARB dalam satu bulan (orang) : Jumlah pasien Acute Myocard
Infark yang berusia ≥ 18 tahun dalam bulan yang sama (orang) x 100%
NUMERATOR Jumlah pasien pasien Acute Myocard Infark yang telah mendapatkan
terapi ACE Inhibitor/ARB dalam satu bulan
DENOMINATOR Jumlah pasien Acute Myocard Infark yang berusia ≥ 18 tahun dalam
bulan yang sama
TARGET 100%
SAMPLING Pengumpulan data dilakukan dengan total sampling, yaitu dengan
melihat rekam medis pasien dengan Acute Myocard Infark setelah pasien
keluar rumah sakit.
PENCATATAN Pencatatan dilaksanakan setiap hari, dilakukan oleh Kepala Ruangan
Rawat Inap setelah pasien keluar dari Rawat Inap untuk semua pasien
Acute Myocard Infark. Data diukur dengan melihat data dokumentasi
rekam medis.
ANALISA & Rekapitulasi dan analisa sederhana dilaksanakan oleh Kepala Ruangan
PELAPORAN Rawat Inap sebagai informasi awal untuk unit masing-masing, kemudian
data akan dilaporkan kepada Kepala Instalasi Rawat Inap. Data beberapa
Ruangan Rawat Inap akan direkapitulasi dan dianalisis oleh Kepala
Instalasi Rawat Inap, kemudian setiap bulannya data akan dilaporkan
kepada Tim Mutu dan Manajemen Risiko dan Direksi. Secara umum data
akan dievaluasi serta dideseminasikan kepada seluruh komponen rumah
setiap tiga bulan yang dikoordinasikan oleh Tim Mutu dan Manajemen
Risiko
h. JCI Library of Measures 2 : Pasien AMI yang telah dikaji untuk mendapatkan
pendidikan berhenti merokok
INDIKATOR JCI LIBRARY OF MEASURES
STANDAR Related to JCI’s Library Of Measures, I-STK-10 :
Acute Myocard Infark patients who were assessed for education of
stop smoking
JUDUL Pasien Acute Myocard Infark yang telah dikaji untuk mendapatkan
INDIKATOR pendidikan berhenti merokok
TIPE Struktur √ Proses Outcome Proses &
INDIKATOR Outcome
TUJUAN Mengidentifikasi kualitas pelayanan Pasien Acute Myocard Infark yang
telah dikaji untuk mendapatkan pendidikan berhenti merokok
DEFINISI Acute myocard infark adalah keadaan gawat darurat jantung dengan
OPERASIONAL manifestasi klinis berupa perasaan tidak enak didada atau gejala gejala
sebagai berikut
- Acute myocard infark dengan segment ST
- Acute myocard infark berupa elevasi segment ST

- Angina pectoris tak stabil
ALASAN/ Beberapa bukti klinis menunjukkan outcome klinis yang lebih baik ketika
IMPLIKASI/ pasien AMI dirawat dengan model perawatan yang terkoordinasi dan
RASIONALISASI memberikan pelayanan multidisiplin yang berkaitan dengan AMI
Intervensi terapi yang efektif perlu diinisiasi lebih awal mengingat
pelayanan AMI dapat meningkatkan proses recovery dan meminimalkan
kecacatan. Tujuan utama terapi pada pasien AMI adalah untuk
meminimalkan komplikasi, kecacatan, dan memaksimalkan fungsi.
FORMULA Jumlah pasien Acute Myocard Infark yang telah mendapatkan pendidikan
berhenti merokok dalam satu bulan (orang) : Jumlah pasien Acute
Myocard Infark yang berusia ≥ 18 tahun dalam bulan yang sama (orang)
x 100%
NUMERATOR Jumlah pasien pasien Acute Myocard Infark yang telah mendapatkan
pendidikan berhenti merokok dalam satu bulan
DENOMINATOR Jumlah pasien Acute Myocard Infark yang berusia ≥ 18 tahun dalam
bulan yang sama
TARGET 100%
SAMPLING Pengumpulan data dilakukan dengan total sampling, yaitu dengan
melihat rekam medis pasien dengan Acute Myocard Infark setelah pasien
keluar rumah sakit.
PENCATATAN Pencatatan dilaksanakan setiap hari, dilakukan oleh Kepala Ruangan
Rawat Inap setelah pasien keluar dari Rawat Inap untuk semua pasien
Acute Myocard Infark. Data diukur dengan melihat data dokumentasi
rekam medis.
ANALISA & Rekapitulasi dan analisa sederhana dilaksanakan oleh Kepala Ruangan
PELAPORAN Rawat Inap sebagai informasi awal untuk unit masing-masing, kemudian
data akan dilaporkan kepada Kepala Instalasi Rawat Inap. Data beberapa
Ruangan Rawat Inap akan direkapitulasi dan dianalisis oleh Kepala
Instalasi Rawat Inap, kemudian setiap bulannya data akan dilaporkan
kepada Tim Mutu dan Manajemen Risiko dan Direksi. Secara umum data
akan dievaluasi serta dideseminasikan kepada seluruh komponen rumah
setiap tiga bulan yang dikoordinasikan oleh Tim Mutu dan Manajemen
Risiko

i. JCI Library of Measures 2 : Pasien AMI yang telah dikaji untuk mendapatkan terapi
Beta Bloker selama perawatan
INDIKATOR JCI LIBRARY OF MEASURES
STANDAR Related to JCI’s Library Of Measures, I-STK-10 :
Acute myocard infark patients who were assessed for therapy Beta
Bloker
JUDUL Pasien Acute Myocard Infark yang telah dikaji untuk mendapatkan
INDIKATOR terapi Beta Bloker selama perawatan
TIPE Struktur √ Proses Outcome Proses &
INDIKATOR Outcome
TUJUAN Mengidentifikasi kualitas pelayanan Pasien Acute Myocard Infark yang
telah dikaji untuk mendapatkan terapi Beta Bloker selama perawatan
DEFINISI Acute myocard infark adalah keadaan gawat darurat jantung dengan
OPERASIONAL manifestasi klinis berupa perasaan tidak enak didada atau gejala gejala
sebagai berikut
- Acute myocard infark dengan segment ST
- Acute myocard infark berupa elevasi segment ST

- Angina pectoris tak stabil
ALASAN/ Beberapa bukti klinis menunjukkan outcome klinis yang lebih baik ketika
IMPLIKASI/ pasien AMI dirawat dengan model perawatan yang terkoordinasi dan
RASIONALISASI memberikan pelayanan multidisiplin yang berkaitan dengan AMI
Intervensi terapi yang efektif perlu diinisiasi lebih awal mengingat
pelayanan AMI dapat meningkatkan proses recovery dan meminimalkan
kecacatan. Tujuan utama terapi pada pasien AMI adalah untuk
meminimalkan komplikasi, kecacatan, dan memaksimalkan fungsi.
FORMULA Jumlah pasien Acute Myocard Infark yang telah mendapatkan terapi Beta
Bloker selama perawatan dalam satu bulan (orang) : Jumlah pasien
Acute Myocard Infark yang berusia ≥ 18 tahun dalam bulan yang sama
(orang) x 100%
NUMERATOR Jumlah pasien pasien Acute Myocard Infark yang telah mendapatkan
terapi Beta Bloker selama perawatan dalam satu bulan
DENOMINATOR Jumlah pasien Acute Myocard Infark yang berusia ≥ 18 tahun dalam
bulan yang sama
TARGET 100%
SAMPLING Pengumpulan data dilakukan dengan total sampling, yaitu dengan
melihat rekam medis pasien dengan Acute Myocard Infark setelah pasien
keluar rumah sakit.
PENCATATAN Pencatatan dilaksanakan setiap hari, dilakukan oleh Kepala Ruangan
Rawat Inap setelah pasien keluar dari Rawat Inap untuk semua pasien
Acute Myocard Infark. Data diukur dengan melihat data dokumentasi
rekam medis.
ANALISA & Rekapitulasi dan analisa sederhana dilaksanakan oleh Kepala Ruangan
PELAPORAN Rawat Inap sebagai informasi awal untuk unit masing-masing, kemudian
data akan dilaporkan kepada Kepala Instalasi Rawat Inap. Data beberapa
Ruangan Rawat Inap akan direkapitulasi dan dianalisis oleh Kepala
Instalasi Rawat Inap, kemudian setiap bulannya data akan dilaporkan
kepada Tim Mutu dan Manajemen Risiko dan Direksi. Secara umum data
akan dievaluasi serta dideseminasikan kepada seluruh komponen rumah
setiap tiga bulan yang dikoordinasikan oleh Tim Mutu dan Manajemen
Risiko

j. JCI Library of Measures 2 : Pasien AMI yang Meninggal selama perawatan
INDIKATOR JCI LIBRARY OF MEASURES
STANDAR Related to JCI’s Library Of Measures, I-STK-10 :
Acute Myocard Infark patients who were assessed for Morbilitation
of patients
JUDUL Pasien Acute Myocard Infark yang meninggal selama perawatan
INDIKATOR
TIPE Struktur √ Proses Outcome Proses &
INDIKATOR Outcome
TUJUAN Mengidentifikasi kualitas pelayanan Pasien Acute Myocard Infark yang
meninggal selama perawatan
DEFINISI Acute myocard infark adalah keadaan gawat darurat jantung dengan
OPERASIONAL manifestasi klinis berupa perasaan tidak enak didada atau gejala gejala
sebagai berikut
- Acute myocard infark dengan segment ST
- Acute myocard infark berupa elevasi segment ST

- Angina pectoris tak stabil
ALASAN/ Beberapa bukti klinis menunjukkan outcome klinis yang lebih baik ketika
IMPLIKASI/ pasien AMI dirawat dengan model perawatan yang terkoordinasi dan
RASIONALISASI memberikan pelayanan multidisiplin yang berkaitan dengan AMI
Intervensi terapi yang efektif perlu diinisiasi lebih awal mengingat
pelayanan AMI dapat meningkatkan proses recovery dan meminimalkan
kecacatan. Tujuan utama terapi pada pasien AMI adalah untuk
meminimalkan komplikasi, kecacatan, dan memaksimalkan fungsi.
FORMULA Jumlah pasien Acute Myocard Infark yang meninggal selama perawatan
dalam satu bulan (orang) : Jumlah pasien Acute Myocard Infark yang
berusia ≥ 18 tahun dalam bulan yang sama (orang) x 100%
NUMERATOR Jumlah pasien pasien Acute Myocard Infark yang meninggal selama
perawatan dalam satu bulan
DENOMINATOR Jumlah pasien Acute Myocard Infark yang berusia ≥ 18 tahun dalam
bulan yang sama
TARGET 100%
SAMPLING Pengumpulan data dilakukan dengan total sampling, yaitu dengan
melihat rekam medis pasien dengan Acute Myocard Infark setelah pasien
keluar rumah sakit.
PENCATATAN Pencatatan dilaksanakan setiap hari, dilakukan oleh Kepala Ruangan
Rawat Inap setelah pasien keluar dari Rawat Inap untuk semua pasien
Acute Myocard Infark. Data diukur dengan melihat data dokumentasi
rekam medis.
ANALISA & Rekapitulasi dan analisa sederhana dilaksanakan oleh Kepala Ruangan
PELAPORAN Rawat Inap sebagai informasi awal untuk unit masing-masing, kemudian
data akan dilaporkan kepada Kepala Instalasi Rawat Inap. Data beberapa
Ruangan Rawat Inap akan direkapitulasi dan dianalisis oleh Kepala
Instalasi Rawat Inap, kemudian setiap bulannya data akan dilaporkan
kepada Tim Mutu dan Manajemen Risiko dan Direksi. Secara umum data
akan dievaluasi serta dideseminasikan kepada seluruh komponen rumah
setiap tiga bulan yang dikoordinasikan oleh Tim Mutu dan Manajemen
Risiko

Related Interests