Kebiasaan Mencontek di Kalangan Siswa

Kata menyontek mungkin tidak asing lagi bagi pelajar dan mahasiswa. Bahkan mungkin diantara
kita sudah ada yang melakoninya, terutama saat ujian. Menyontek adalah kebiasaan buruk yang
harus dihindari dikalangan pelajar. Menyontek merupakan suatu tindakan yang tidak jujur dan
dilakukan dalam keadaan sadar untuk menciptakan keuntungan sehingga mengabaikan prinsip
keadilan.
Sudah dimaklumi bahwa orientasi belajar siswa-siswi disekolah hanya mendapatkan nilai tinggi
dan lulus ujian, kemampuan kognitif dari afektif dan psikomotor. Inilah yang membuat mereka
mengambil jalan pintas yaitu dengan menyontek.
Jika tidak ada sanksi, maka orang akan cenderung mengulangi lagi. Jelas ini merugikan siswa-
siswi yang rajin belajar, karena objektivitas penilaian tidak ada sama sekali dilihat hasil ujian
bukan keseluruhan proses dalam pembelajaran. Siswa yang jujur dalam menjawab pertanyaan
sering mendapatkan nilai rendah dibandingkan siswa yang menyontek. Akibatnya dia frustasi,
dendam, marah pada dirinya sendiri, marah kepada teman yang menyontek, dan marah kepada
guru yang memberi nilai tidak objektif.
Tetapi ada juga guru yang memiliki pengalaman luas dan mengetahui karakteristik siswanya.
Sang guru akan curiga jika siswa tersebut dalam kesehariannya biasa-biasa saja, tetapi pada saat
ulangan atau ujian nilainya bagus.
Anehnya perbuatan contek-menyontek dikalangan pelajar sampai saat ini masih ada, bahkan
lebih canggih. Tidak ada sanksi, skorsing dan lain sebagainya.
Satu hal lagi yang merugikan siswa adalah system penilaian guru sangat subjektif, kebanyakan
melihat hasil jawaban siswa saja, tanpa melihat proses bagaimana siswa mendapatkan nilai
tersebut, sehingga menimbulkan kerugian tidak hanya pada siswa yang pintar, tetapi juga bagi
siswa yang malas.
Jika ini terus dibiarkan saja oleh kita sebagai guru, orang tua, pemerhati pendidikan, pejabat
pemerintah dan semua komponen masyarakat lainnya, maka dunia pendidikan tidak akan maju,
bahkan menciptakan manusia tidak jujur, malas, yang cenderung mengambil jalan pintas dan
akhirnya menjadikan manusia yang selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu
yang diinginkan.
Dalam konteks pendidikan, yang termasuk dalam kategori siswa menyontek antara lain, meniru
pekerjaan teman, bertanya langsung pada teman ketika sedang mengerjakan test ataupun ujian,
membawa catatan pada kertas atau pada anggota badan, menerima dropping jawaban dari pihak
luar, saling tukar jawaban dari teman, mencarai bocoran soal, menyuruh orang lain mengerjakan
tugas ujian dikelas ataupun tugas pekerjaan rumah, bahkan saat ini telah berkembang teknologi
canggih melalui handphone dengan memakai jaringan GSM atau Bluetooth.

1. Rumusan masalah

 Siswa yang memiliki kebisaan menyontek
 Cara mengatasi siwa yang memiliki kebisaan menyontek
 Manfaat kejujuran bagi pengembangan pribadi siswa

1. Cara pemecahan dan teori yang relevan

orangtua terlalu menuntut anaknya untuk mendapat nilai yang bagus. 1. 1. ü Siswa yang malas belajar disebabkan karena terlalu asyik dengan kegiatan yang lain. Factor orangtua ü Kurangnya pengawasan orangtua Orangtua yang terlalu yakin dan percaya dengan anaknya. karena siswa itu sendiri yakin dengan jawaban temannya yang belum tentu pasti benar. atau sebagainya. Faktor guru ü Guru yang kurang tegas kepada siswa sehingga siswa menganggap remeh sang guru.  Siswa yang Memiliki Kebiasaan Menyontek 1. ü Siswa yang kurang merasa percaya diri akan kemampuan dirinya sendiri. 1. menyontek dengan usaha sendiri dan kerjasama. ü Jumlah materi yang terlalu banyak membuat siswa akan terbebani dengan itu. ü Terlalu menuntut anak Kebanyakan. curang dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Sehingga anaknya. Menyontek dapat diketegorikan menjadi dua antara lain. ü Siswa memiliki teman untuk berbagi jawaban. ü Factor penilaian. karena menganggap walaupun tidak belajar bisa mendapatkan nilai yang tinggi. akan membuat siswanya kurang paham dan kurang mendalami materi yang dijelaskan guru. membuat siswa tidak mengerti bahan yang nantinya diujikan. ü Guru yang memanjakan siswa. Bisa karena orangtua gengsi. kebiasaan ini dilakukan karena sudah menjadi sesuatu hal yang sudah menjadi tradisi dikalangan siswa. Faktor materi pelajaran ü Belum tuntasnya materi pelajaran. hal ini akan membuat siswa menganggap remeh karena ia menganggap bahwa guru tersebut memanjakannya dan tidak akan melakukan apa-apa atas apa yang telah ia lakukan. untuk mempermudah proses menjawab soal. Tapi orangtua tersebut tidak pernah mencoba untuk .Menyontek adalah suatu perbuatan yang tidak jujur. ü Siswa yang terlalu mengendalikan teman. tak heran beberapa siswa memilih kepekaan. ü Guru yang menyampaikan materi yang kurang jelas. membuat orangtua jarang mengawasi anaknya dalam belajar. yang meliputi standar nilai yang terlalu tinggi dan perbedaan skor tiap soal. Faktor siswa ü Siswa yang sudah memiliki kebiasaan menyontek akan mengentengkan materi pelajaran. mereka berpikir bahwa jawabannya itu kurang tepat dan masih ragu-ragu. ü Guru yang mematok nilai tinggi akan membuat siswa merasa tertekan dan akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai tertinggi. sering menyalahgunakan kepercayaan yang sudah diberikan orangtua.

Faktor system evaluasi ü Membuat instrument evaluasi yang tetap dan tepat. 1. ü Bersikap rasional dan tidak melakukan kecurangan dalam memberikan tugas tes atau ujian. ü Membiasakan mereka berpikir lebih realistis dan tidak ambisius. ü Kurangnya kepedulian orang tua Umumnya orangtua memiliki kesibukan masing-masing dengan karirnya. 1. ü Menanamkan kebenaran firman Tuhan bahwa menyontek itu adalah perbuatan dosa. Faktor pribadi ü Membangkitkan rasa percaya diri. Dan akhirnya anaknya pun tidak peduli dengan nilainya. namun terkadang dalam kenyataannya orang tua melanggar prinsip tersebut. Hal ini menyebabkan tertanamnya prinsip kejujuran dalam diri anak berkurang.membimbing anaknya dalam belajar. ü Bentuk soal dilakukan sesuai perkembangan kematangan siswa. ü Melakukan pengawasan yang ketat tanpa pilih kasih. Sehingga anaknya merasa tertekan dan akhirnya menggunakan segala cara untuk memenuhi target nilai orangtua. 1. Prinsip kejujuran dalam keluarga sebenarnya sudah ditanamkan. ü Membuat system belajar yang menarik bagi dirinya.  Cara mengatasi siswa yang memiliki kebiasaan menyontek 1. Faktor lingkungan dan kelompok Menciptakan kesadaran disiplin dan etik kelompok yang sarat dengan pertimbangan moral. ü Guru perlu memahami tujuan atau target pemahaman dari suatu materi pelajaran dan . ü Menyusun metode belajar-mengajar yang tidak monoton dan dikemas dengan cara penyampaian yang menarik. ü Belajar menerima kekurangan hidup sebagai bagian proses perkembangan yang harus dilewati. ü Menerapkan cara pemberian skor penilaian yang objektif. ü Mengarahkan self concept ke arah yang lebih proposional. karena orangtua itu sendiri juga tidak peduli dengan nilai anaknya. ü Menunujukkan keteladanan dalam perilaku moral. ü Memberikan umpan balik atas setiap penugasan. Faktor guru ü Berlaku objektif dan terbuka dalam pemberian nilai. ü Menumbuhkan kesadaran hati nurani yang mampu mengontrol naluri beserta desakan logis rasionalistis jangka pendek yang bermuara kepada perilakunya. Sehingga orangtua jarang mengawasi perilaku dan kebiasaan anaknya. Sehingga anak menjadi meremehkan prinsip kejujuran itu sendiri. ü Kurangnya prinsip kejujuran dalam keluarga.

7. tidak sekaligus pada saat ujian atau test. Menjadi modal sukses bagi orang itu sendiri. ü Menumbuhkan sifat positif dari siswa Untuk mengurangi ketegangan murid sebelum ujian atau tes maka sebaiknya para guru telah menjelaskan sedini mugkin fungsi ujian atau tes kepada murid-murid dan sistem penilaian yang akan diterapkan. Kesimpulan dan Rekomendasi 1. kapan saja. Penulis sebagai guru akan memberikan test lisan karena cara ini lebih efektif. 2. ü Membuat kalender jadwal ulangan. karakteristik siswa. Untuk menentukan nilai siswa hasil ujian atau test bukan menjdi ukuran.diimplementasikan pada saat mengajar. Disukai banyak orang. Membuat hidup kita menjadi terarah dan teratur. Ditambah lagi dengan materi yang terlalu banyak dan sulit yang diberikan guru. Ujian atau tes merupakan kesempatan untuk mengekspresikan pengetahuan yang telah dipelajari dan ujian atau tes akan membantu guru mengetahui topik yang belum dikuasai murid. Pemberian test lisan ini akan diberikan secara bertahap. ü Menanyakan kepada siswa topik mana yang dianggap paling susah untuk dikuasai dan juga rencana belajar mereka untuk memecahkan masalah tersebut. 1. Banyak orang ingin bergaul dengan kita. 1. 6. Kesimpulan ü Siswa menyontek pada dasarnya karena kurang adanya motivasi dari sang siswa untuk berlatih jujur. Informasikan kepada para murid bahwa ulangan/test akan membantu memfokuskan proses belajar murid. Rencana Implementasi Penulis sebagai calon guru akan berusaha menjauhkan siswa dari sifat menyontek dan memberikan motivasi bagi siswa agar percaya diri. Membuat perasaan menjadi tenang dan bahagia. Disamping itu. namun yang pantas dihargai adalah siswa yang bersifat jujur dalam segala hal. 9. Siswa akan menjadi biasa bersikap jujur dimana saja. Dia akan merasa bangga dan puas dengan hasilnya sendiri. 5. Dipercaya banyak orang. Sehingga guru harus mempunyai catatan tentang kemampuan siswa. sehingga siswa dapat mencerna dari setiap materi yang disampaikan.  Manfaat Kejujuran 1. 3. 4. data-data keluarga dan lain sebagainya. 8. yakin akan kemampuannya dan selalu berbuat jujur. Orang jujur akan sukses di karirnya nanti. membuat pikiran siswa terbebeani dan akhirnya siswa cenderung menghalalkan segala cara baik jelek . dan pada siapa saja. kurangnya dukungan dari orang tua karena para orang tua siswa sibuk akan karirnya masing-masing tapi mereka menuntut anaknya untuk mendapat nilai bagus dan prestasi yang membanggakan sehingga siswa merasa tertekan akan tuntunan orang tua yang salah tersebut. test tertulis juga akan digunakan sebagai pembanding kemampuan siswa- siswinya.

ü Dengan mengembangkan pribadi jujur. 1. salah satunya adalah menyontek. kepala sekolah harus jujur dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Diposkan 24th May 2012 oleh Qurotun' Aini 0 Add a comment Seputar Kota Magelang  Classic  Flipcard  Magazine  Mosaic  Sidebar  Snapshot . Paling tidak penulis sebagai pendidik dapat meminimalisir perbuatan menyontek tersebut sesuai dengan kemampuan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki. Dari segi orangtua. Hendaklah mulai dari saat ini juga kita bersama-sama menerapkan perilaku hidup jujur. kita akan terbiasa jujur. guru seharusnya dapat memberi materi pelajaran lebih mendalam hingga para siswa dapat mengerti sepenuhnya. ü menyontek dapat diatasi dari siswa sendiri seperti mempersiapkan diri dan mental fisik maupun psikis sebelum menghadapi tes. pengawas harus jujur mengawasi para siswa. Jangan malu dan takut dikatakan gagal meluluskan siswa-siswinya dalam ujian. juga lebih menerapkan prinsip kejujuran dalam keluarga. Penulis mengharapkan ada kesepakatan bersama semua komponen yang terlibat langsung dalam dunia pendidikan untuk memerangi masalah menyontek bagi siswa dalam ujian atau test yang diberikan oleh guru. lebih baik orangtua mau ikut campur dalam membimbing siswa. Walau terpaksa mereka melakukannya dengan rasa terpaksa. sepertinya perbuatan menyontek ini sulit dihilangkan dan sudah membudidaya dari zaman dahulu. Dengan kejujuran kita dapat memperoleh hasil yang memuaskan. Karena sistem sekarang ini masih menggunakan penilaian nasional. Dari segi guru dan materi. Kita pun menjadi dipercaya orang lain dan perasaan selalu tenang. sekolah maupun pemerintah (Ujian Nasional). dan juga percaya pada diri sendiri dengan tidak mengandalkan teman. Rekomendasi Mencermati kasus sendiri dan pengalaman penulis sendiri sebagai pelajar dan mahasiswa. Guru dalam menilai harus jujur. dan sebaiknya guru meningkatkan pengawasan juga memberi sanksi pada siswa yang menyontek.maupun baik demi mendapat nilai yang optimal. maka yang terpenting kita sebagai subyek pendidikan yang berlaku jujur dalam mengelola pendidikan. Jadi kejujuran itu sangat penting karena kejujuran adalah kepastian untuk menuju hidup yang diidamkan.

dan marah kepada guru yang memberi nilai tidak objektif. terutama saat ujian. 1. Jika ini terus dibiarkan saja oleh kita sebagai guru.  Timeslide Kebiasaan Mencontek di Kalangan Siswa Kebiasaan Mencontek di Kalangan Siswa Kata menyontek mungkin tidak asing lagi bagi pelajar dan mahasiswa. Inilah yang membuat mereka mengambil jalan pintas yaitu dengan menyontek. kebanyakan melihat hasil jawaban siswa saja. Dalam konteks pendidikan. Tidak ada sanksi. menyuruh orang lain mengerjakan tugas ujian dikelas ataupun tugas pekerjaan rumah. marah pada dirinya sendiri. maka dunia pendidikan tidak akan maju. yang cenderung mengambil jalan pintas dan akhirnya menjadikan manusia yang selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. dendam. Bahkan mungkin diantara kita sudah ada yang melakoninya. saling tukar jawaban dari teman. Tetapi ada juga guru yang memiliki pengalaman luas dan mengetahui karakteristik siswanya. kemampuan kognitif dari afektif dan psikomotor. Sang guru akan curiga jika siswa tersebut dalam kesehariannya biasa-biasa saja. menerima dropping jawaban dari pihak luar. Satu hal lagi yang merugikan siswa adalah system penilaian guru sangat subjektif. bertanya langsung pada teman ketika sedang mengerjakan test ataupun ujian. malas. orang tua. maka orang akan cenderung mengulangi lagi. meniru pekerjaan teman. tetapi pada saat ulangan atau ujian nilainya bagus. bahkan menciptakan manusia tidak jujur. sehingga menimbulkan kerugian tidak hanya pada siswa yang pintar. membawa catatan pada kertas atau pada anggota badan. bahkan saat ini telah berkembang teknologi canggih melalui handphone dengan memakai jaringan GSM atau Bluetooth. tanpa melihat proses bagaimana siswa mendapatkan nilai tersebut. yang termasuk dalam kategori siswa menyontek antara lain. bahkan lebih canggih. Jelas ini merugikan siswa- siswi yang rajin belajar. mencarai bocoran soal. pemerhati pendidikan. Akibatnya dia frustasi. Siswa yang jujur dalam menjawab pertanyaan sering mendapatkan nilai rendah dibandingkan siswa yang menyontek. Jika tidak ada sanksi. tetapi juga bagi siswa yang malas. marah kepada teman yang menyontek. karena objektivitas penilaian tidak ada sama sekali dilihat hasil ujian bukan keseluruhan proses dalam pembelajaran. Anehnya perbuatan contek-menyontek dikalangan pelajar sampai saat ini masih ada. Sudah dimaklumi bahwa orientasi belajar siswa-siswi disekolah hanya mendapatkan nilai tinggi dan lulus ujian. skorsing dan lain sebagainya. Rumusan masalah  Siswa yang memiliki kebisaan menyontek  Cara mengatasi siwa yang memiliki kebisaan menyontek . pejabat pemerintah dan semua komponen masyarakat lainnya. Menyontek merupakan suatu tindakan yang tidak jujur dan dilakukan dalam keadaan sadar untuk menciptakan keuntungan sehingga mengabaikan prinsip keadilan. Menyontek adalah kebiasaan buruk yang harus dihindari dikalangan pelajar.

ü Factor penilaian. mereka berpikir bahwa jawabannya itu kurang tepat dan masih ragu-ragu. Cara pemecahan dan teori yang relevan Menyontek adalah suatu perbuatan yang tidak jujur. Faktor guru ü Guru yang kurang tegas kepada siswa sehingga siswa menganggap remeh sang guru. ü Guru yang memanjakan siswa. Faktor materi pelajaran ü Belum tuntasnya materi pelajaran. ü Siswa yang malas belajar disebabkan karena terlalu asyik dengan kegiatan yang lain. yang meliputi standar nilai yang terlalu tinggi dan perbedaan skor tiap soal. hal ini akan membuat siswa menganggap remeh karena ia menganggap bahwa guru tersebut memanjakannya dan tidak akan melakukan apa-apa atas apa yang telah ia lakukan. kebiasaan ini dilakukan karena sudah menjadi sesuatu hal yang sudah menjadi tradisi dikalangan siswa. Faktor siswa ü Siswa yang sudah memiliki kebiasaan menyontek akan mengentengkan materi pelajaran. ü Siswa yang kurang merasa percaya diri akan kemampuan dirinya sendiri. untuk mempermudah proses menjawab soal. curang dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. 1. membuat orangtua jarang mengawasi anaknya dalam belajar. membuat siswa tidak mengerti bahan yang nantinya diujikan. akan membuat siswanya kurang paham dan kurang mendalami materi yang dijelaskan guru. Factor orangtua ü Kurangnya pengawasan orangtua Orangtua yang terlalu yakin dan percaya dengan anaknya.  Siswa yang Memiliki Kebiasaan Menyontek 1. ü Guru yang menyampaikan materi yang kurang jelas. Menyontek dapat diketegorikan menjadi dua antara lain. karena siswa itu sendiri yakin dengan jawaban temannya yang belum tentu pasti benar. ü Siswa yang terlalu mengendalikan teman. 1.  Manfaat kejujuran bagi pengembangan pribadi siswa 1. tak heran beberapa siswa memilih kepekaan. 1. ü Guru yang mematok nilai tinggi akan membuat siswa merasa tertekan dan akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai tertinggi. ü Siswa memiliki teman untuk berbagi jawaban. Sehingga anaknya. ü Jumlah materi yang terlalu banyak membuat siswa akan terbebani dengan itu. menyontek dengan usaha sendiri dan kerjasama. sering menyalahgunakan kepercayaan yang sudah . karena menganggap walaupun tidak belajar bisa mendapatkan nilai yang tinggi.

ü Kurangnya kepedulian orang tua Umumnya orangtua memiliki kesibukan masing-masing dengan karirnya.  Cara mengatasi siswa yang memiliki kebiasaan menyontek 1. Faktor guru ü Berlaku objektif dan terbuka dalam pemberian nilai. 1. ü Membiasakan mereka berpikir lebih realistis dan tidak ambisius. Faktor lingkungan dan kelompok Menciptakan kesadaran disiplin dan etik kelompok yang sarat dengan pertimbangan moral. Hal ini menyebabkan tertanamnya prinsip kejujuran dalam diri anak berkurang. ü Membuat system belajar yang menarik bagi dirinya. 1. ü Menanamkan kebenaran firman Tuhan bahwa menyontek itu adalah perbuatan dosa. Tapi orangtua tersebut tidak pernah mencoba untuk membimbing anaknya dalam belajar. Dan akhirnya anaknya pun tidak peduli dengan nilainya. ü Kurangnya prinsip kejujuran dalam keluarga. ü Menunujukkan keteladanan dalam perilaku moral. namun terkadang dalam kenyataannya orang tua melanggar prinsip tersebut. ü Belajar menerima kekurangan hidup sebagai bagian proses perkembangan yang harus dilewati. Faktor system evaluasi ü Membuat instrument evaluasi yang tetap dan tepat. ü Terlalu menuntut anak Kebanyakan. ü Melakukan pengawasan yang ketat tanpa pilih kasih. ü Bentuk soal dilakukan sesuai perkembangan kematangan siswa. 1. ü Menerapkan cara pemberian skor penilaian yang objektif. orangtua terlalu menuntut anaknya untuk mendapat nilai yang bagus.diberikan orangtua. Sehingga anak menjadi meremehkan prinsip kejujuran itu sendiri. Faktor pribadi ü Membangkitkan rasa percaya diri. atau sebagainya. Sehingga anaknya merasa tertekan dan akhirnya menggunakan segala cara untuk memenuhi target nilai orangtua. karena orangtua itu sendiri juga tidak peduli dengan nilai anaknya. Bisa karena orangtua gengsi. Prinsip kejujuran dalam keluarga sebenarnya sudah ditanamkan. ü Bersikap rasional dan tidak melakukan kecurangan dalam memberikan tugas tes atau ujian. Sehingga orangtua jarang mengawasi perilaku dan kebiasaan anaknya. ü Mengarahkan self concept ke arah yang lebih proposional. ü Menumbuhkan kesadaran hati nurani yang mampu mengontrol naluri beserta desakan logis rasionalistis jangka pendek yang bermuara kepada perilakunya. .

ü Menyusun metode belajar-mengajar yang tidak monoton dan dikemas dengan cara penyampaian yang menarik. Membuat perasaan menjadi tenang dan bahagia. tidak sekaligus pada saat ujian atau test. 1. 7. ü Menumbuhkan sifat positif dari siswa Untuk mengurangi ketegangan murid sebelum ujian atau tes maka sebaiknya para guru telah menjelaskan sedini mugkin fungsi ujian atau tes kepada murid-murid dan sistem penilaian yang akan diterapkan. Dia akan merasa bangga dan puas dengan hasilnya sendiri. test tertulis juga akan digunakan sebagai pembanding kemampuan siswa- siswinya. 4. Kesimpulan ü Siswa menyontek pada dasarnya karena kurang adanya motivasi dari sang siswa untuk berlatih jujur. kurangnya dukungan dari orang tua karena para orang tua siswa sibuk akan karirnya . kapan saja. yakin akan kemampuannya dan selalu berbuat jujur. namun yang pantas dihargai adalah siswa yang bersifat jujur dalam segala hal. Kesimpulan dan Rekomendasi 1. Disamping itu. ü Menanyakan kepada siswa topik mana yang dianggap paling susah untuk dikuasai dan juga rencana belajar mereka untuk memecahkan masalah tersebut. 6. 1. karakteristik siswa. Membuat hidup kita menjadi terarah dan teratur. Menjadi modal sukses bagi orang itu sendiri. Orang jujur akan sukses di karirnya nanti. ü Membuat kalender jadwal ulangan. Sehingga guru harus mempunyai catatan tentang kemampuan siswa. 9. Rencana Implementasi Penulis sebagai calon guru akan berusaha menjauhkan siswa dari sifat menyontek dan memberikan motivasi bagi siswa agar percaya diri. Banyak orang ingin bergaul dengan kita. 5. Penulis sebagai guru akan memberikan test lisan karena cara ini lebih efektif. Siswa akan menjadi biasa bersikap jujur dimana saja. sehingga siswa dapat mencerna dari setiap materi yang disampaikan.  Manfaat Kejujuran 1. dan pada siapa saja. Informasikan kepada para murid bahwa ulangan/test akan membantu memfokuskan proses belajar murid. ü Guru perlu memahami tujuan atau target pemahaman dari suatu materi pelajaran dan diimplementasikan pada saat mengajar. Ujian atau tes merupakan kesempatan untuk mengekspresikan pengetahuan yang telah dipelajari dan ujian atau tes akan membantu guru mengetahui topik yang belum dikuasai murid. 8. Untuk menentukan nilai siswa hasil ujian atau test bukan menjdi ukuran. Pemberian test lisan ini akan diberikan secara bertahap.ü Memberikan umpan balik atas setiap penugasan. Disukai banyak orang. Dipercaya banyak orang. 2. data-data keluarga dan lain sebagainya. 3.

Dengan kejujuran kita dapat memperoleh hasil yang memuaskan. Rekomendasi Mencermati kasus sendiri dan pengalaman penulis sendiri sebagai pelajar dan mahasiswa. dan sebaiknya guru meningkatkan pengawasan juga memberi sanksi pada siswa yang menyontek. Hendaklah mulai dari saat ini juga kita bersama-sama menerapkan perilaku hidup jujur. Diposkan 24th May 2012 oleh Qurotun' Aini 0 Add a comment Tambahkan komentar . salah satunya adalah menyontek. kita akan terbiasa jujur. sepertinya perbuatan menyontek ini sulit dihilangkan dan sudah membudidaya dari zaman dahulu. ü Dengan mengembangkan pribadi jujur. 1. Ditambah lagi dengan materi yang terlalu banyak dan sulit yang diberikan guru. kepala sekolah harus jujur dan bijaksana dalam mengambil keputusan. pengawas harus jujur mengawasi para siswa. dan juga percaya pada diri sendiri dengan tidak mengandalkan teman. guru seharusnya dapat memberi materi pelajaran lebih mendalam hingga para siswa dapat mengerti sepenuhnya. Paling tidak penulis sebagai pendidik dapat meminimalisir perbuatan menyontek tersebut sesuai dengan kemampuan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki. lebih baik orangtua mau ikut campur dalam membimbing siswa. membuat pikiran siswa terbebeani dan akhirnya siswa cenderung menghalalkan segala cara baik jelek maupun baik demi mendapat nilai yang optimal.masing-masing tapi mereka menuntut anaknya untuk mendapat nilai bagus dan prestasi yang membanggakan sehingga siswa merasa tertekan akan tuntunan orang tua yang salah tersebut. Walau terpaksa mereka melakukannya dengan rasa terpaksa. Kita pun menjadi dipercaya orang lain dan perasaan selalu tenang. Dari segi orangtua. Karena sistem sekarang ini masih menggunakan penilaian nasional. ü menyontek dapat diatasi dari siswa sendiri seperti mempersiapkan diri dan mental fisik maupun psikis sebelum menghadapi tes. Jadi kejujuran itu sangat penting karena kejujuran adalah kepastian untuk menuju hidup yang diidamkan. Jangan malu dan takut dikatakan gagal meluluskan siswa-siswinya dalam ujian. Guru dalam menilai harus jujur. Dari segi guru dan materi. juga lebih menerapkan prinsip kejujuran dalam keluarga. maka yang terpenting kita sebagai subyek pendidikan yang berlaku jujur dalam mengelola pendidikan. sekolah maupun pemerintah (Ujian Nasional). Penulis mengharapkan ada kesepakatan bersama semua komponen yang terlibat langsung dalam dunia pendidikan untuk memerangi masalah menyontek bagi siswa dalam ujian atau test yang diberikan oleh guru.

Related Interests