Lampiran

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH TUBAN
Nomor :
Tanggal :
Tentang : Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Rumah Sakit
Muhammadiyah Tuban

KEBIJAKAN
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)

A. Pendahuluan
Program pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) sangat penting untuk dilakukan di
rumah sakit sebagai tempat pelayanan kesehatan, disamping itu sebagai tolok ukur mutu
pelayanan juga untuk melindung pasien, petugas rumah sakit, pengunjung dan
keluarganya dari risiko infeksi karena dirawat, bertugas ata berkunjung ke Rumah Sakit
Muhammadiyah Tuban. Kegiatan pencegahan dan pengendalian infeksi ini merupakan
bagian integral dari upaya peningkatan kualitas layanan rumah sakit menuju layanan
prima. Setiap unit kerja yang ada di Rumah Sakit Muhammadiyah Tuban wajib
memperhatikan dan melaksanakan seluruh kebijakan yang berkenaan dengan
pengendalian pengendalian infeksi.

B. Sasaran :
1. Seluruh karyawan rumah sakit
2. Seluruh pasien rumah sakit
3. Keluarga pasien
4. Pengunjung pasien

C. Dasar Hukum Kebijakan PPI di RS MUHAMMADIYAH Tuban :
Dalam menerapkan kebijakan program pencegahan dan pengendalian infeksi di RSM
Tuban mengacu pada :
1. Panduan Pencegahan Infeksi untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan dengan Sumber Daya
Manusia Terbatas, JNPK KR – JHPIEGO, 2004
2. Pedoman Manajemen Linen di Rumah Sakit , Depkes, 2004
3. KMK No. 1204 /Menkes/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan
4. KMK No. 875 /Menkes/SK/VIII/2001 tentang Penysunan Upaya Pengelolaan
Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan.
5. KMK No. 876 /Menkes/SK/VIII/2001 tentang Pedoman Teknis Analisis Dampak
Kesehatan Lingkungan

Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RS Muhammadiyah Tuban 1

KMK 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal di RS D. Pedoman Pelayanan Gizi di Rumah Sakit. Kebijakan yang berfokus pada program : a. Pedoman Pelaksanaan Kewaspadaan Universal di Pelayanan Kesehatan. 2006 9. 2007 17. Dalam melaksakan tugasnya KPPIRS berkoordinasi dan bekerjasama dengan semua unit di RSM Tuban terutama Tim PMKP dan Tim K3RS RSM Tuban. 2. Depkes –Perdalin – JHPIEGO. Depkes. Penetapan dan kualifikasi staf KPPIRS sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh direktur. 2004 10. Pedoman Instalasi Pusat Sterilisasi di Rumah Sakit. Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi RS (KPPIRS) bertanggungjawab kepada Direktur RS Muhammadiyah Tuban. Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RS Muhammadiyah Tuban 2 . RUANG LINGKUP 1. 2007 16. Depkes. Depkes. PMK No. A Guide to the Implementation of the WHO multi model Hand Hygiene Improvement Strategy. pengendalian dan pengurangaan infeksi terkait dengan pelayanan kesehatan. RSM Tuban menggunakan pendekatan berdasar risiko dalam menentukan fokus dari program PPI di RS yaitu pencegahan. 7. KPPIRS membuat laporan kegiatan program dan evaluasi secara periodik kepada Direktur RSM Tuban. 2000 8. b. 6. Depkes 2009 18. KMK No. Depkes. Depkes. Kebijakan Manajemen a. Seluruh area. RSM Tuban menyusun dan menerapkan program yang komprehesif untuk mengurangi risiko infeksi terkait dengan pelayanan kesehatan kepada pasien dan staf RSM Tuban. Tim PPI menjadi bagian dari KPPIRS. b. c. 1691 / 2011 tentang Keselamatan Pasien RS 13. Pedoman Sanitasi Rumah Sakit di Indonesia. Depkes. 2003 11. Standar Kamar Jenazah. Pedoma Penatalaksanaan Pengelolaan Limbah Padat dan Limbah Cair di RS. 2009 14. Pedoman Manajerial Pecegahan dan Pengendalian Infeksi di RS dan Fasilitas Kesehatan Lainnya. 2005 15. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS dan Fasilitas Kesehatan Lainnya. Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan. c. staf dan pengunjung RSM Tuban dimasukkan dalam program PPI. 1335 /Menkes/SK/X/2002 tentang Standar Operasional Pengambilan dan Pengukuran Sampel Kualitas Udara di Ruangan RS 12.

RSM Tuban mengidentifikasi prosedur dan proses terkait dengan risiko infeksi dan mengimplemtasikan strategi untuk menurunkan risiko infeksi. c. Pasien yang meninggal dan proses tatakelolaanya memerlukan waktu lebih dari satu jam. maka jenazah dibawa ke kamar jenazah sampai dengan proses tatakelolaanya selesai. Kebijakan tentang perawatan jenazah dan kamar jenazah a. MERS dan sebagainya) dilakukan di ruang tindakan khusus IGD 4. RSM Tuban menyediakan penghalang untuk pencegahan (barrier precaution) dan prosedur isolasi yang melindungi pasien. Kebijakan tentang prosedur isolasi : a. g. pengunjung dan staf terhadap penyakit menular dan melindungi dari infeksi pasien yang immunosuppressed. b. d. RS Muhammadiyah Tuban melakukan penatalaksanaan awall kegawatdaruratan untuk kemudian dilakukan proses rujukan ke RS rujukan. RSM Tuban menurunkan risiko infeksi dengan menjamin pembersihan peralatan dan sterilisasi yang memadai serta manajemen laundry dan linen yang benar. Untuk penatalaksanaan kegawatdaruratan pasien dengan diagnosa pasti dan atau diduga kuat imunosupressed (misal HIV-AIDS. f. pembangunan dan renovasi. j. RSM Tuban menetapkan prosedur pembuangan benda tajam dan jarum. Untuk penatalaksanaan pasien dengan imunosupressed (misal HIV-AIDS. e. RSM Tuban mengurangi risiko infeksi selama ada demolisi/pembongkaran. MERS dan sebagainya). i. 3. RSM Tuban menurunkan risiko infeksi dengan pembuangan sampah yang tepat. untuk kemudian dibawa ke ambulance jenazah. d. Pasien yang meninggal di RS Muhammadiyah Tuban dilakukan perawatan jenazah awal oleh petugas dengan prinsip precaution universal. RSM Tuban mengurangi risiko infeksi di beberapa unit terkait dengan kegiatan pelayanan makanan dan pengendalian mekanik dan permesinan. c. Proses pemulasaraan jenazah dilakukan jika ada permintaan keluarga dan jenazah tidak terdiagnosa atau diduga terjangkit penyakit infeksi khusus (atas persetujuan tim PPI) Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RS Muhammadiyah Tuban 3 . h. sehingga rentan terhadap infeksi nosokomial. Pasien yang meninggal dan proses tatakelolanya memerlukan waktu kurang dari satu jam. dapat langsung dibawa dari ruang perawatan menuju ambulance jenazah untuk kemudian dibawa ke rumah duka. RSM Tuban menetapkan prosedur untuk mengidentifikasi proses pengelolaan perbekalan yang kadaluwarsa dan menetapkan kondisi untuk penggunaan ulang (re-use) dari alat sekali pakai (single-use). b.

Petugas yang bertanggung jawab di kamar jenazah adalah staf bina rohani RS Muhammadiyah Tuban 5. d. Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh Tim PPI RS Muhammadiyah tuban secara periodik setiap enam bulan dan dilaporkan kepada direktur RS. No Lini Jenis antibiotika PJ 1. Lini 1 Amoksisilin Dokter Umum Eritromisin Trimetropim Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RS Muhammadiyah Tuban 4 . c. b. e. Kebijakan tentang teknik pengamanan (barier) dan hand hygiene a. RS Muhammadiyah Tuban menggunakan 6 langkah cuci tangan. Semua karyawan RSM Tuban melakukan kebersihan tangan pada 5 moment yang telah ditentukan. RSM Tuban menyediakan sabun dan desinfektan untuk kebersihan tangan (hand hygiene ) di semua unit kerja. area pasien. c. Pemberian antibiotik diawasi oleh komite PPI Rumah Sakit. b. 6. RSM Tuban menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) dimasing-masing unit kerja dan digunakan secara benar. Kebijakan tentang penggunaan antibiotika a. Penggunaan antibiotik harus diatur kewenangannya untuk meningkatkan penggunaan antibiotik yang rasional. area pengunjung dan digunakan secara benar apabila diperlukan.

RSM Tuban menetapkan indikator / pengukuran yang berhubungan dengan masalah infeksi yang secara epidemiologis penting bagi rumah sakit. g. Lini 2 Cefixime Ampisilin Sulbactam Ciprofloxacin Ceftazidim Dokter Spesialis 3. Lini 4 Vancomycin Persetujuan Tim PPI RS Linezolid 7. Hasil monitoring PPI di RSM Tuban secara berkala disampaikan ke pimpinan dan staf. RSM Tuban menelusuri risiko infeksi. Kebijakan tentang integrasi program dengan peningkatan mutu dan keselamatan pasien a. f. Lini 3 Cefeperazon Dokter Spesialis IPCO Levofloxacin Meropenem Dokter Spesialis IPCO Imipenem Berdasar klinis dan kultur 4. e. Cefotaxime Sulfametoxazol Cefadroxil Amoxiclav Dokter Umum Ceftriaxone Dokter Spesialis 2. Jawa Timur atau Kementerian Kesehatan RI. angka dan kecenderungan untuk menyusun atau memodifikasi proses untuk menurunkan fisiko infeksi terkait dengan pelayanan kesehatan ke level yang serendah mungkin. d. Proses PPI diintegrasikan dengan keseluruhan program RSM Tuban dalam peningkatan mutu dan keselamatan pasien terutama dengan Tim PMKP dan Tim K3RS. RSM Tuban menggunakan informasi risiko. RSM Tuban melaporkan informasi tentang infeksi di RS secara periodik kepada Dinas Kesehatan Tuban bila perlu ke Dinas Kesehatan prop. c. 8. RSM Tuban membandingkan angka kejadian infeksi RS dengan rumah sakit lain melalui perbandingan data dasar (data base). Kebijakan tentang program pendidikan staf Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RS Muhammadiyah Tuban 5 . b. dan kecenderungan infeksi terkait pelayanan kesehatan.

RSM Tuban memberikan pendidikan tentang praktik PPI kepada staf. dr. 9. Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RS Muhammadiyah Tuban 6 . pasien dan keluarga serta pemberi layanan kesehatan lainnya ketika ada indikasi keterlibatan mereka dalam pelayanan. dokter. INDAH KUSUMA DEWI NBM. Ditetapkan di : TUBAN Pada Tanggal : 10 Ramadhan 1435 H Agustus 201 M Direktur. Kebijakan tentang pengadaan bahan dan alat yang melibatkan PPI RSM Tuban melibatkan Tim PPI dalam pengadaan peralatan dan bahan-bahan yang terkait dengan program pencegahan dan pengendalian infeksi.

Related Interests