Maira menggeleng Pelan Setetes Air mata menbasahi Pipi nya.

"Ibu Nangis?"Tanya Kaiza mengusap Jejak Air mata dari pipi ibu nya.
"Ibu gak papa kaiza. Kita Pulang"Sahut Maira lantas menggendong Kaiza dan Berlalu dari Rumah
bu ratn dengan Panji yang mengekor nya.

Di kediaman Almarhum Syarhan. Para warga telah berdatangan membuat Kaiza senang karena
banyak memiliki teman sekaligus bingung melihat semua orang menangis.

Tidak begitu lama sirine ambulan berdering keras semakin keras ketika ia berhenti di depan rumah
Kaiza.

Kaiza dan teman-teman sebaya nya berlari ke sumber suara."Ya! Ada ambulan!"Pekik Kaiza Girang.
Ia merasa terhibur dengan Dering Sirine Ambulan itu. Tanpa ia ketahui di dalam situ terbaring sang
Ayah yang hanya tertinggal raga.

Dengan cepat Maira menarik kedua buah hati nya dalam dekapan.

"Semua akan baik-baik saja"Gumam Maira di sertai isakan. Panji pun ikut terisak karena ia paham
apa yang terjadi pada ayah nya sementara Kaiza tidak sama sekali.
"Ibu memang semua sudah baik-baik saja"Sahut Kaiza Polos.
"Tidak Bu. Tidak Kaiza. Semua nya tidak akan baik-baik saja dan semua nya sudah tidak akan baik-
baik saja!"Bantah Panji yang terpukul karena kepergian sang Ayah.
"Kaka semua nya baik. Aku bahkan senang sekarang apa lagi bunyi sirine itu membuat ku sangat
senang."Ujar Kaiza dengan Mimik Polos.
"Kau Tidak Mengerti Kai! Kita tidak akan baik tanpa Ayah"Sahut Panji yang bersikeras dengan
Ucapan nya.
"hemm Ayah? Oh ya bu Ayah dimana bukan nya ini hari libur dan Ayah sudah berjanji akan
mengajak kami berlibur."Tanya Kaiza yang baru mengingat tentang Ayah nya.
"Ayah ada di dalam sana"Sahut Panji menunjuk Ambulan yang tengah terbuka pintu belakang nya
karena jenazah Tuan Syarhan Akan segera di solat kan.
"Di dalam sana? Kaiza juga mau pasti sangat asik di sana"Gumam Kaiza dengan Mata berbinar.
"Kamu tidak boleh kesana. Ambulan hanya untuk orang meninggal seperti Ayah."Cegah Panji
menarik pergelangan sang Adik.
"Kaka bohong"Tuduh Kaiza.
"Bu! Ibu bilang Kita tidak Boleh Bohong dan sekarang kaka berbohong marahi kaka bu
ayoo!"Rengek Kaiza manja.