BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Stroke merupakan salah satu penyakit vaskular dengan angka kejadiannya yang besar

di dunia. Sebagian besar populasi pasien stroke berada di kisaran usia lanjut. Di Inggris

stroke merupakan penyakit ke-2 setelah infark miokard akut sebagai penyebab kematian

utama dan penyakit ini cukup banyak memberikan gejala sisa pada penderitanya (Soedoyo,

2009). Dari 297.000 orang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setiap tahunnya

di dunia ini, sekitar 40% di antaranya meninggal dunia, 30% dapat kembali normal dan

sisanya harus menjalani perawatan di rumah sakit (Murray et al). Gejala sisa yang

ditimbulkan dapat berupa gejala fisik maupun peubahan psikis. Sebagian besar pasien stroke

sembuh dengan kelumpuhan dan mengalami perubahan psikis seperti perubahan emosi,

perilaku serta penurunan kognitif. Hal tersebut dapat penyebabkan penurunan taraf hidup

bagi seorang penderita stroke (Kneebone et al).

Sebagian besar penderita stroke sembuh dengan gejala sisa seperti kelumpuhan di

beberapa bagian anggota gerak badan, afasia serta keterbatasan lainnya cenderung akan

menimbulkan kecemasan bagi penderitanya, kecemasan akan lebih berat jika tidak segera

diatasi sehingga terjadi gangguan cemas. Gangguan cemas dapat timbul akibat penurunan

taraf hidup maupun gangguan psikis yang dialami pasca stroke itu akibatnya, pasien pstroke

cenderung mengalami gangguan prilaku, gangguan emosional (gangguan cemas dan depresi)

serta penurunan kognitif (Ferro et al, 2009).

Gejala umum gangguan cemas adalah ketika seseorang merasa cemas, khawatir dan

tidak dapat mengendalikan kecemasannya tersebut. Kriteria Diagnostic and Statistic Manual

of Mental Disorder) DSM-IV-TR dalam mendiagnosis sesorang mengalami gangguan cemas

1

disinilah peran religiusitas seseorang mengambil andil yang besar dalam mencetuskan kecemasan bagi seorang penderita stroke. aktivitas fisik jangka panjang serta kehidupan sosial seorang stroke survival dengan gejala sisa. 1998). kesulitan konsentrasi. Allah berfirman dalam (QS.Berdasarkan hal tersebut maka penulis tertarik membahas tentang “efek gangguan cemas pasien stroke dalam memengaruhi oengobatan pasca stroke ditinjau dari kedokteran dan islam.2. bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah. Bagaimana cara mengatasi gangguan cemas pasca stroke? 2 . tidak bisa tidur.Permasalahan 2. merasa nervous dan gelisah (Ferro et al). Dari uraian di atas kecemasan dapat timbul akibat seorang kurang mengingat Allah.” (Najati dan Utsman. Gangguan cemas merupakan salah satu faktor penilai prognosis bagi pasien stroke dalam masa penyembuhannya (Shimoda et al. Faktor-faktor apa saja yang dapat menimbulkan gangguan cemas pada pasien pasca stroke? 3. Pasien stroke mengalami penurunan kapabilitasnya merasa hampa dan tidak berarti. maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” 1. Al-Baqarah: 112) “(Tidak demikian). kecemasan merupakan perasaan yang tidak menyenangkan sebagai manifestasi dari berbagai perasaan emosi yang terjadi pada saat individu sedang mengalami tekanan perasaan (frustasi) dan pertentangan batin (konflik). lekas marah. Gangguan cemas erat kaitannya dengan depresi dalam memengaruhi keparahan. sedang ia berbuat kebajikan. Hal ini dapat terjadi akibat seorang hamba mengalami penurunan keimanan pada dirinya.harus sedikitnya terdapat 3 gejala berikut yaitu. 2008). penurunan energi. Menurut perspektif psikologi Islam. Bagaimana gangguan cemas dapat terjadi pada pasien pasca stroke? 4.

Penulisan ini juga diharapkan dapat menjadi refrensi bagi penulis selanjutnya. 3 . d) Memberikan Informasi pandangan Islam tentang ganguan cemas yang terjadi pada pasien pasca stroke dan cara menanggulanginya.4. Tujuan Khusus a) Mengetahui dan menjelaskan tentang stroke. Bagi penulis Skripsi ini dapat membuat penulis lebih memahami mengenai gangguan cemas pada pasien stroke terkait pengobatan pasca stroke ditinjau dari kedokteran dan Islam.5. Tujuan Umum Mengidentifikasi tentang dampak gangguan cemas pada pasien stroke dalam memengaruhi pengobatan pasca stroke ditinjau dari kedokteran dan islam. Manfaat 1. c) Mengetahui dan menjelaskan pengaruh gangguan cemas pascastroke terhadap pengobatan stroke. Bagi Universitas Yarsi Skirpsi ini diharapkan dapat menambah sumber pengetahuan dalam kepustakaan Universitas Yarsi khususnya mengenai efek gangguan cemas pasien stroke dalam memengaruhi pengobatan pasca stroke ditinjau dari kedokteran dan Islam.3. 2. b) Mengetahui dan menjelaskan gangguan cemas. 1. 3. Bagaimana pandangan Islam mengenai gangguan cemas yang terjadi pada pasien pasca stroke dan cara menanggulanginya? 1. Tujuan 2.

Bagi Masyarakat Penyusunan skripsi ini diharapkan dapat menambah khasanah pengetahuan masyarakat sehingga dapat memahami tentang efek gangguan cemas pasien stroke dalam mempengaruhi pengobatan pasca stroke ditinjau dari kedokteran dan islam. 4 . Bagi Keluarga Bagi keluarga dengan anggota yang mengalami gangguan cemas pasca stroke.3. skripsi ini dapat memberikan informasi dan edukasi bahwa gangguan cemas dapat terjadi pada pasien stroke serta bagaimana cara pengobatannya. 4.