Blumea balsamifera [L.] DC.

atau sembung telah digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk
mengatasi influenza, rematik, nyeri haid, haid tidak teratur, demam, asma, batuk, bronkitis, perut
kembung, diare, perut mulas, sariawan, dan diabetes (Dalimartha, 1999). Sembung berasa pedas,
sedikit pahit, hangat dan baunya seperti rempah. Metabolit yang terkandung di dalam daun
sembung secara umum berupa minyak atsiri dengan komponen bor-neol, kamfora,
floroasetofenon dimetil eter, seskuiterpenlakton, diterpen, triterpen, sterol, paraffin, saponin,
golongan fenolik turunan asam sinamat (Hegnauer, 1963). Penelitian yang telah dilakukan oleh
Harianti, et al. Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Depkes RI (2009) menggunakan ekstrak
etanol daun sembung terhadap bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Candida
albicans. Dari hasil yang didapatkan ekstrak etanol daun sembung (Blumea balsamifera L)
menunjukan dapat menghambat pertumbuhan mikroba Staphyllococcus aureus dan Eschericia
coli, tetapi tidak menghambar pertumbuhan Candida albicans (Katno, 2009). Berdasarkan latar
belakang di atas, maka dapat dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui aktivitas
antijerawat dari ekstrak daun sembung (B. balsamifera L.). Dilihat dari kemampuan ekstrak
dalam menghambat pertumbuhan bakteri dilihat dari zona hambat yang terbentuk

Klasifikasi Tanaman Sembung (Blumea balsamifera L.)
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub kelas : Asteridae
Bangsa : Asterales
Suku : Asteraceae
Marga : Blumea
Jenis : Blumea balsamiferaL.
Sembung (Blumea balsamifera L) memiliki berbagai macam nama disetiap daerah. Dijawa
dikenal sebagai sembung, sembung manis. Sedangkan didaerah lainnya dikenal sebagai
sembung, kamadhin, sembung, kapa, madikapu, copa, dan sembung gantung (Dalimartha, 1999).

2.1.1. Sinonim
Nama lain dari Blumea balsamiferaDC.: Conyza balsamiferaL. Nama umum atau
dagang adalah sembung (Hutapea dkk.,1993).
2.1.2. Nama Daerah
Di Indonesia tanaman sembung mempunyai beberapa nama daerah di antaranya
sembung (Melayu), sembung utan (Sunda), sembung, sembung gantung, sembung
gula, sembung kuwuk, sembung legi, sembung mingsa (Jawa), kemandin (Madura)
(Heyne, 1987; Hutapea.dkk., 1993

Heyne, K., 1987. Tumbuhan Berguna di Indonesia. Jilid III (Badan Penelitian dan
Pengembangan Kehutanan, Penerjemah),Yayasan Sarana Wana Jaya, Jakarta, hal.
118

S. R. J. Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Daun Sembung (Blumea balsamifera (L. A. Jakarta. S. Departemen Kesehatn Republik Indonesia.) Terhadap Pertumbuhan Mikroba E. 447-544 Stuttgart  Dalimartha.. Albians. Haryanti S.R dkk. 89-92  Hegnauer. 1993. Inventaris Tanaman Obat Indonesia.) DC. Triyono. Depkes RI. Jakarta  Katno. Chemotaxonomie der Pflanzen. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 1963.Hutapea. hal.. Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional. Trubus Agriwidya. hal. Jilid 1. Aurens dan C. Band 3.. Jilid II. 2009.1999.. .Coli.