BAB I

PENDAHULUAN

Gen merupakan satuan unit informasi genetika. Dalam makalah ini, kami memusatkan
perhatian pada proses konversi informasi di dalam gen menjadi molekul-molekul yang
menentukan sifat-sifat sel dan virus. Hal ini dilakukan melalui sejumlah kejadian dimana
informasi dalam sekuen DNA akan digandakan menjadi molekul RNA dan kemudian digunakan
untuk menentukan sekuen asam amino dari suatu molekul protein.

1. Protein adalah molekul-molekul yang memiliki fungsi berikut:
2. Bertanggungjawab untuk katalis dalam sebagian besar reaksi kimia (enzim)
3. Pengaturan ekspresi gen (protein pengatur)
4. Membentuk struktur sel, jaringan dan virus (protein struktur)

Protein tersusun atas satu atau beberapa asam amino yang tergabung secara kovalen. Rantai
asam-asam amino ini disebut polipeptida, yang dapat disusun dalam berbagai macam urutan.
Karena jumlah asam amino dalam polipeptida dapat mencapai ribuan, maka dapat dibentuk
molekul protein yang beraneka macam.

Genetika adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk alih informasi hayati dari generasi ke
generasi. Dengan singkat dapat pula dikatakan bahwa genetika adalah ilmu tentang pewarisan
sifat. Dalam ilmu ini dipelajari bagaimana sifatketurunan (hereditas) itu diwariskan kepada anak
cucu, serta variasi yang mungkin timbuldidalamnya.

BAB II

1

Hal ini menyebabkan perubahan kontrol. Terjadi rekombinasi kromatid paternal dan maternal yang disebut kiasma dan hasilnya disebut dengan chromatid exchange. 2. ISI 2. Translokasi (Tukar Tempat) Dua gen atau lebih patah dan segmen yang terbentuk berekombinasi menjadi hibrid (gen baru).1 Pengertian Gene Rearrangement Gene rearrangement ini merupakan perubahan organisasi dan komposisi gen in situ sehingga terjadi reorganisasi lokus. Syarat yang Terdapat dua DNA dari yang berasal dari berbeda lokus atau berbeda sel (intinya dari sumber yang berbeda) sehingga terjadi rekombinasi 1. pengaturan. 2. Transfer Gen Antar Sel (Interseluler) DNA dipindahkan dari genom sel satu ke genom sel yang lain. 4. Ada dua gen atau lebih yang mengalami segmentasi kemudian patahan-patahan tadi berekombinasi sehingga menyambung satu sama lain.3 Rekombinasi Homolog Gene rearrangement dapat terjadi sering pada kromosom homolog dan terjadi pada masa meiosis I (saat crossing over). coli. Mutasi (perubahan intragen) Gen tertentu dimodifikasi sekuens DNAnya pada waktu replikasi 2. Kedua DNA harus memiliki site specific recombination (SSR) 3.2 Akibat Gene Rearrangement 1. Di mana terjadi rekombinasi gen bakteriofag dan DNA bakteri sehingga membentuk profage kemudian 2 . Akhirnya terbentuklah gen hibrid (gen kombinasi baru). dan ekspresi gen tertentu. Rekombinasi ini akan dikatalis oleh protein atau enzim yang cocok (mengenal segmen spesifik tadi yaitu SSR) pada DNA yang mengalami gene rearrangement tadi Contoh : a) Rekombinasi antara gen bakteriofage lambda pada DNA bakteri E. Mutasi (perubahan intragen) Gen tertentu dimodifikasi sekuens DNAnya pada waktu replikasi 2. Dapat terjadi pada semua sel (eukariot maupun prokariot). Duplikasi Gen Gen digandakan (dibentuk duplikat) menjadi sepasang gen yang identik di dalam sel 3.

Rekombinasi ini dimediasi oleh protein virus yang disebut integrase (int) yang mengenal site-specific recombination sequence virus pada host. Hasilnya ada dua cara : 1. akan terjadi rearrangement sehingga sel hati akan membentuk b) Rekombinasi DNA pada Rearrangement Gen Ig dan TCR Rekombinasi segmen V dan D gen Ig atau TCR terjadi karena ada recombination signal sequence (RSS) di mana fungsinya sama seperti SSR yang berada di ujung (hulu 5’ dan hilir 3’) ekson V da D. DNA virus akan diintegrasikan ke DNA genom bakteri (proses gene rearrangement) sehingga membentuk profage (yang akan direplikasikan bersama genom bakteri sehingga tiap bakteri membawa profage ini).dieksisi sehingga akan ditransmisikan ke bakteri selanjutnya pada siklus lisogenik. RSS dikenal dan dieksisi 3 . Gen virus ditranskripsi dan ditranslasi dan akan menghasilkan virus baru sehingga virus tadi dapat keluar dari sel di mana sel bakteri akan lisis 2. di mana DNA virus terintegrasi ke DNA genom bakteri akan disebut provirus (Contoh : Hepatitis B diserang virus sehingga gen virus mengintegrasikan genom sel hati.

Jika antara V dan D sudah dekat akan disambung oleh enzim ligase sehingga menghasilkan gen baru. Setelah RSS dieksisi. sekuens DNA antara ekson V dan D dieliminasi sehingga terjadi rekombinasi antara kedua jenis tadi. Terjadilah pengekspresian protein yang spesifik untuk immunoglobulin dan TCR. 2. sIgA ini dapat bergabung dengan protein pilin pada permukaan mukosa uretra sehingga Neisseria gonorrhoeae gagal menginfeksi epitel. 2. Pili ini dikonstruksi oleh pilin.4 Rearrangement pada Bakteri Akan menghasilkan varian protein untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan (karena lingkungan ini tidak menguntungkan untuk kelangsungan hidup bakteri) sehingga bisa survive. Pilin akan diubah komposisinya agar dapat menghindari sIgA agar tetap bisa menempel pada epitel mukosa (terhindar dari sIgA). Inversi Gen 4 . maka jika ingin menginfeksi lagi Neisseria gonorrhoeae ini harus mengubah struktur pilinnya agar tidak dikenali oleh sIgA.oleh protein kompleks RAG1 dan RAG2. Berikut macam-macam rearrangement pada bakteri : 1. Transposisi Gen atau DNA Terjadi pada Neisseria gonorrhoeae yang menghindar respon sIgA dengan mengubah antigen permukaan kemudian melekat ke epitel mukosa uretra atau serviks menggunakan pili. Dapat dilakukan untuk resisten terhadap antibiotik atau menghindari sel imun host.

Gen fisiologis melibatkan gen Immunoglobin dan reseptor sel T (TCR) yang diekspresikan oleh limfosit T untuk mengenali kompleks Ag-HLA (reaksi seluler). 2. Hal ini terjadi pada Campylobacter fetus (bakteri gram positif) yang bersifat patogen pada hewan ternak dan manusia.5 Gene Rearrangement Fisiologis . Biasanya menyerang di daerah peternakan. Bakteri ini akan mengekspresikan S-layer protein (SLP) semacam lendir di permukaan selnya yang dapat bereaksi dengan komplemen C3b (protein serum yang akan melakukan opsonisasi dan memediasi sel fagosit). Merupakan proses pemotongan segmen DNA kemudian disambung kembali dengan orientasi berbeda (terbalik dari sebelumnya). Jika telah dikenali maka akan terjadi reaksi sitotoksik atau reaksi sitokin di mana sel menjadi lisis (struktur molekul TCR ada dua yaitu alfa dan beta atau gamma dan sigma) 5 .

Rearrangement ini terjadi di timus. gen yang tidak fungsional ini disebut gen germline (pre Sel T dan pre Sel B) yaitu sel-sel calon yang masih stadium stem cell. 6 . maka limfosit akan memiliki 1 milyar kombinasi sementara immunoglobulin akan memiliki 16..Immunoglobulin (Ig) disintesis oleh limfosit B untuk mengenali antigen bebas dan reaksinya disebut reaksi humoral (struktur molekul Ig ada H dan Lk . Lλ) Regio variabel menentukan spesifisitas reseptor terhadap antigen. Alfa dan beta pada molekul TCR merupakan klaster karena ada dua gen yang menempati satu lokus yang sama.5 x 1011 kombinasi. Berikut bentuk gen Ig dan TCR di dalam tubuh :  Bentuk Germline Seluruh tubuh membawa gen Ig dan TCR tapi tidak fungsional. Jika semua terjadi rekombinasi.  Bentuk Rearrangement Merupakan gen fungsional pada sel T dan sel B yang telah matur di mana kedua sel dibuat di sum sum tulang kemudian sel B tetap di sum sum tulang sampai matang. sedangkan sel T akan dikirim ke kelenjar timus untuk maturisasi.

7 . Antibody memiliki dua rantai ringan dan dua rantai berat. 20 urutan Dh. yang masing-masing mengandung region variabel dan region konstan. terdapat lebih dari 200 urutan Vh. dan berikatan dengan yang lain. Sel B membentuk antibody.2. sehingga protein yang berbeda dapat terbentuk.6 Penyusunan Kembali Gen Penyusunan kembali gen ini maksudnya adalah suatu mekanisme yang segmen DNA-nya berppindah dari satu tempat ke tempat lain dalam suatu genom. dan urutan Jh. Peran pentinng dari penyusunan kembali gen ini adalah dalam pembentukan aneka ragam antibody. menjadi sebuah ekson yang mengkode region variabel rantai berat antibody. Pada prekusor sel B.

terjadi proses rekombinasi yang menyatukan urutan VDJ dengan satu dari lima elemen rantai berat.Limfosit T atau B dari galur tertentu menunjukkan pola gene rearrangement TCR atau Ig yang khas. Tetapi ada juga yang poliklonal karena memiliki pola rearrangement yang beda padahal dalam klon yang sama. Hasil dari seluruh penyusun ulang gen ini adalah bahwa sel B kemudian menghasilkan satu antibody yang hanya memiliki satu region variabel dan satu region konstan. 2. Intinya satu klon sel akan memiliki pola rearrangement yang sama akan disebut monoklonal.7 Pemanfaatan Gene Rearrangement Rearrangement gen TCR dan Ig sebagai penanda galur dan distribusi klon sel T dan sel B. 8 . Atau limfosit T atau B akan memiliki gambaran rearrangement yang sama. Pada tahap perkembangan selanjutnya. selama diferensiasi sel B matang.

2. misal gen A dapat direstriksi dengan enzim X tapi gen B belum tentu bisa direstriksi oleh enzim X. Biasanya karena peningkatan proliferasi sel T monoklonal atau oligoklonal yang spesifik.2. Penyakit Autoimun Disebabkan ada reaksi imun berlebihan di tempattempat tertentu. 2. Sehingga membentuk satu klon sel T secara dominan di sirkulasi darah dan limfe. 9 .8 Cara Deteksi Rearrangement Gen TCR dan Ig 1. Kemudian saat di elektroforesis. jika intron tidak teramplifikasi maka dapat disebut gene rearrangement. RFLP Merupakan determinasi fragmen restriksi pada Southern blot. Kemudian dilakukan pengobatan dengan radioterapi dan kemoterapi. 2. Tapi ada beberapa individu sakit (misal : hepatitis akut sehingga sel hati terserang virus Hepatitis maka ada sel T spesifik yang akan mengeliminasi virus dari liver dengan memperbanyak klon di darah) sehingga jika dilakukan analisa akan muncul pita rearrange (jika tidak sakit tidak memiliki pita ini). Leukimia limfositik dan limfoma Sel leukemia dan neoplasma limfoblastik berasal dari satu sel ansestor yang berproliferasi lebih agresif dari sel normal. Antara lain untuk mendeteksi penyakit : 1. akan menghasilkan hasil berbeda- beda. berikut contohnya : rhematoid arthritis (bagian sendi yang meradang terus menerus karena ekspansi klon sel T). autoimun chronic active hepatitis (pada hati terjadi ekspansi klon sel T spesifik maka jika dilakukan biopsi dari hati lalu diperbanyak DNA dan di RFLP akan muncul banyaknya sel klon). Jika berhasil maka pita germline yang tadinya tidak ada pada penderita leukimia limfositik akan muncul diikuti dengan menipis dan menghilangnya pita rearrangement. Jika bagian intron teramplifikasi maka tidak terjadi gene rearrangement karena seharusnya intron dihilangkan. Tiap gen memiliki situs restriksi berbeda.9 Manfaat Deteksi Rearrangement Gen TCR dan Ig Manfaatnya adalah untuk memantau kelaianan dan patologi limfoproliferasi. PCR Amplifikasi gen menggunakan primer yang komplementer yang kemudian akan direplikasi oleh DNA polimerase. Hasil elektroforesis jika memiliki kesamaan yang disebut sel germline. setiap selesai harus dicek.

3. 10 . Penyakit Infeksi Virus dan Bakteri Intraseluler Akan dapat mendeteksi beberapa penyakit yang disebabkan infeksi virus dan bakteri intraseluler.dan psoriasis (autoimun pada kulit maka dapat dilakukan isolasi dari limfosit psoriasi maka ditemukan klon spesifik).

11 . 1. dan sebagainya. autoimun dan penyakit-penyakit infeksi. BAB III KESIMPULAN Gene Rearrangements/Reaksi penataan ulang. hofmann. lossen. atau reaksi penyusunan kembali. Rearrangement gen TCR dan Ig adalah metoda efektif untuk mendiagnosa dan memantau kelainan atau patologi limfoproliferasi yang disebabkan oleh neoplasia limfositik. favorski. kadang-kadang ada yang menyebutnya sebagai reaksi isomerisasi. merupakan reaksi yang mengubah suatu senyawa menjadi isomernya. Adapun beberapa jenis- jenis reaksi penataan ulang diantaranya.2-wittig. reaksi penataan ulang Beckmann. adalah reaksi penataan kembali suatu struktur molekul untuk membentuk struktur molekul baru yang berbeda dengan struktur molekul semula tanpa mengurangi jumlah atom-atomnya. reaksi penyusunan ulang. 1. 2.Rearangement gen TCR dan Ig adalah marka sensitive untuk mendeteksi galur dan distribusi klon sel T dan sel B. Reaksi ini.

2007. 2010 Prof.2011. Gene rearrangement.. Drs.Medan:Fakultas Kedokteran univesitas Sumatra utara. 3..Ph. DAFTAR PUSTAKA 1. Bandung: Fakultas Kedokteran Islam. Sari Indah Mutiara. SGBM 2..D.Pengaturan Ekspresi Gen. regulasi Ekspresi Gen.. Soeharso Purnomo.. 12 . Suganda Rizky R.

Related Interests