Trauma Tulang Belakang urut mulai dari kepala hingga pelvis.

Vertebrata servickal ke-3 dari
kepala disebut sebagai C-3, yang keenam disebut C-6 dan
Sasaran seterusnya. Vertebra torakal adalah T-1 hingga T-12 dari setiap
vertebra tersebut melekat dengan sepasang tulang iga. Vertebra
Setelah menyelesaikan bab ini diharapkan pembaca mampu:
lumbal diberi nomor L-1 hingga L-5, merupakan vertebra terakhir
1. Menjelaskan anatomi dan fisiologis columna vertebralis dan diatas pelvis. Antara satu vertebra dengan vertebra lainnya
medulla spimalis dipisahkan oleh discus intervertebralis yang fungsinya sebagai
2. Menjelaskan tentang tiga mekanisme cedera yamg peredam getaran. Ligamen dan otot yang berada disepanjang
membutuhkan imobilitas tulang belakang tulang belakang merupakan struktur yang sangat kuat dan sangat
3. Menjelaskan observasi klinis, membedakan syok spinal penting dalam menjaga integritas dari columna vertebralis. Kurva
dengan syok hemoragik. S paling menonjol pada level C5-6 dan T12-L1 sehingga daerah
4. Menjelaskan tentang proses imobilitas tulang belakang mulai paling rawan terhadap cedera.
dari ekstrikasi hingga transportasi
5. Menjelaskan bagaiman kondisi-kondisi tertentu 2. Medulla Spinalis.
mempengaruhi imobilisasi tulang belakang.
6. Menjelaskan pentingnya menjaga patensi jalan nafas selama Merupakan lanjutan dari batang otak yang berjalan ke caudal
tulang belakang diimobilisasi. hingga setinggi vertebra lumbal-1. Medulla spinalis berdiameter
10-13 mm dan berada ditengah-tengah columna vertebralis
(Gambar 7.2). medulla spinalis lunak dan fleksibel, seperti tali dan
dikelilingi oleh cairan screbospinal dan fleksibilitas ini juga
 Columna vertebralis dan medulla spinalis normal.
berperan dalam melindungi medulla spinalis dari cedera. Medulla
1. Columna vertebralis
spinalis terdiri dari kumpulan jaras-jaras. Medulla spinalis berjalan
Pentingnya membedakan columna vertebralis (spinal sepanjang canalis vertebralis dan memberi cabang akar saraf
column) dengan medula spinalis (spinal cord). Columna (nerve root) pada tiap level vertebra (Gambar 7.3). syaraf ini
vertebralis adalah susunan tulang yang terdiri dari 33 vertebrae terletak disamping diskus intervertebralis dan sisi lateral vertebrae
yang merupakan bagian dari rangka tubuh kita, memungkinkan sehingga yang rawan terhadap cedera bila ada trauma di daerah
pergerakan dari ekstremitas dan melindungi medulla spinalis. ini.
Tulang blakang ini merupakan kurva berbentuk S dana diberi
Akar syaraf ini membawa pesan dari tubuh ke medula spinalis
nama sesuai lokasi yaitu: 7 vertebra servickal, 12 vertebra
dan kemudian otak. Selain itu juga membawa perintah otak ke
thorakal, 5 vertebra lumbal dan sisanya menyatu sebagai bagian
otot-otot tersebut yang mengakibatkan otot bergerak.
posterior pelvis (sacrum dan coccygeus). Vertebra diberi nomor
Signal/pesan-pesan ini mondar mandir dengan cepat, beberapa

antaranya sedeikian kuat sehingga menimbulkan gerakan sendiri tekanan dari lateral jarang mengakibatkan terjadinya kerusakan
yang disebut refleks. Sistim refleks ini dapat ditunjukan dengan medula spinalis.
mengetuk lutut yang akan menyebabkan gerakan tidak disengaja.
Bila tangan anda menyentuh api, sistim refleks anda akan  Cedera Pada Columna Vertebralis.
menggerakan tangan anda bahkan sebelum mengirim peringatan
Kepala seperti bola besar yang menempel pada leher.
ke otak. Sinyal yang kuat juga dapat mempengaruhi kemampuan
Pergerakan tiba-tiba pada kepala atau seluruh tubuh akan
medulla spinalis untuk menangkap sinyal bergerak sendiri ke otak.
menghasilkan gaya fleksi, ekstensi atau lateral yang merusakkan
Hal tersebut menyebabkan pasien frakture panggul mungkin
struktur tulang dan jaringan ikat dari tulang belakang. Nyeri adalah
mengeluh nyeri lutut, atau pasien dengan ruptur limpa dapat
gejala paling umum, walaupun sebagian pasien tidak merasakan
mengeluh nyeri bahu.
atau tidak memperhatikannya. Terutama bila pasien mengalami
Integritas medula spinalis ditentukan dengan memeriksa cedera ditempat lain yang lebih nyeri. Dapat terjadi spasme otot
fungsi motoris,sensoris, dan refleks. Pemeriksaan sensoris lokal. Cedera pada salah satu otot syaraf (nerve root) menyebakan
merupakan pemeriksaan yang paling akurat dan menentukan keluhan nyeri lokal, paralisis, dan hilangnya rasa. Cedera pada
tingginya cedera. Penmeriksaan otot juga dapat digunakan dalam medula spinalis merupakan hal utama yang harus diperhatikan,
untuk menilai cedera pada pasien yang sadar. Pemeriksaan refleks namun perlu diingat, bahwa hanya 14% dari ceddera columna
berguna untuk membedakan cedera lengkap dan cedera parsial. vertebralis yang diikuti oleh kerusakan pada medulla spinalis.
Medula spinalis juga yang berperan penting dalam pengaturan Pada daerah servickal kemungkinan terjadinya kerusakan pada
fungsi otonom, yang membantu dalam mengatur denyut jantung, medulla spinalis lebih besar yaitu 40% dari cedera columna
tonus pembuluh: pembuluh darah dan aliran darah ke kulit. vertebralis. Sebaliknya 63% dari penderita dengan cedera medula
Gangguan fungsi otonom pada medulla spinalis ini dapat spinalis mengalami cedera columna vetrebralis. Ini berarti, bahwa
menyebabkan syok spinal yang akan dijelaskan kemudian. pada hampir separuh dari pasien dengan paralisis tidak didapatkan
kerusakan pada struktur tulang atau ligamen yang nyata. Pasien
 Mekanisme Trauma Tumpul Pada Tulang Belakang. yang tidak sadar memiliki resiko tinggi untuk mengalami cedera
pada tulang belakang (15-20%). Cedera tersebut serring kali
Columna vertebralis normal dapat berjalan terrhadap tekanan terjadi lebih dari satu tempat, oleh karena itu pasien tidak sadar
yang berat dan mempertahankan integritas tanpa mengalami harus diimobilisasi segera dengan baik.
kerusakan pada medula spinalis. Namun beberapa mekanisme
trauma tertentu dapat merusak sistem pertahanan ii dan
mengakibatkan terjadinya kerusakan pada columna vertebralis dan
medula spinalis. Mekanisme yang paling sering adalah
hiperektensi, hiperfleksi, kompresi,dan rotasi. Distraksi dan

terhadap tulang
belakang
Distraksi adala  Terrgantung.
tarikan berlebihan  Anak yang
Penjelasan Diagram Contoh pada tulang memakai sabuk
Hiperektansi adalah  Kepala belakang dan pengaman
gerakan kepala dan membentur medula spinalis dengan salah.
leher ke posterior kaca.
yang berlebihan  Orang tua jatuh
ke lantai. Cedera pada medulla spinalis ini merupakan cedera yang
 Terjun ke air sangat serius. Umumnya terjadi pada kelompok usia produktif (16-
dangkal. 35 tahun). Ribuan cedera medulla spinalis terjadi pada tahunnya
Hiperfleksi adalah  Jatuh dari kuda. sekitar 56% diantaranya akibat kecelakaan kendaraan bermotor,
gerakan kepala ke  Terjun ke air
arah dada ke 19% akibat jatuh, 12% luka tembus, 7% akibay aktifitas rekreasi
dangkal.
anterior yang dan 6% sisanya akibat lain. Dibawah usia 16 tahun, jatuh
berlebihan merupakan penyebab tersering cedera tulang belakang. Dibawah
Kompresi adalah  Terjun ke air usia 8 tahun, ukuran kepala lebih besar membuat ujung atas dari
berat kepala dan dangkal. medula spinalis menjadi daerah yang paling sering mengalami
pelvis menekan  Jatuh dari trauma.
leher dan punggung ketinggian >10-
dengan segmen 20 kaki dengan Cedera medula spinalis ini mengakibatkan ganguan pada
tulang belakang tumpuhan fungsi kondusif syaraf sehingga fungsi motoris, sensoris dan
laiinya kepalah atau refleks terganggu atau timbul syok spinal. Sturuktur jaras syaraf
kaki
yang sangat halus pada medula spinalis sangat sensitif terhadap
Rotasi adalah  Mobil yang
rotasi berlebihan terguling. trauma. Kerusakan primer terjadi pada saat trauma terjadi.
satu segmen  Kecelakaan Kerusakan primer ini mengakibatkan medula spinalis terpotong
punggung atau sepeda motor. robek atau hancur. Kerusakan ini biasanya irreversibel (tidak
leher dengen sembuh kembali). Kerusakan sekunder terrjadi karena cedera pada
segmen tulang pembuluh darah, pembengkakan, kompresi medula oleh
belakang lainnya. hematoma, hipotensi atau hipoksia. Pertolongan darurat yang kita
Tekanan lateral  Mobil tertabrak
berikan bertujuan untuk mencegah kerusakan sekunder ini melalui
adalah gaya dari dari samping.
lateral langsung penanganan paasien secara hati-hati dan perhatian terhadap ABC.
 Jatuh.

Cedera pada vertebra cervickal dapat mengakibatkan dapat disingkirkan. Pada keadaan prahospital syok spinal ini
terjadinya syok spinal. Syok spinal adalah tidak berfungsinya dirawat seperti syok hemoragik.
sistem syaraf otonom dalam mengatur tonus pembuluh darah dan
cardiac output. Gambaran klasik berupa: paseien dalam keadaan  Pemeriksaan Pasien.
Semua pasien trauma diperiksa secara sistematis sesuai
hipotensi dengan warna kulit serta suhu normal, dan denyut nadi
urutan prioritas (ABC) dengan pemeriksaan fungsi medulla
lambat (bradikardia). Pada pasien sehat, tekanan darah diatur oleh
spinalis merupakan salah satu yang harus diperiksa. Pemeriksaan
pelepasan katekolamin dari kelenjar adrenal. Katekolamin
neurologis (kecuali tingkat kesadaran) dilakukan secara secondary
menyebabkan konstriksi pembuluh darah, meningkatkan denyut
survey. Seringkali hal ini dilakukan setelah pasien dimasukan
jantung dan kekuatan kontraksi jantung, dan menstimulasikan
dalam ambulan, kecuali bila pasien mengeluarkan ekstriksi
kelenjar keringat. Alat senseor pada aorta dan arteri carotis
(pengeluaran) segera dari tempat kejadian. Sebelum mengeluarkan
memonitor tekanan darah. Otak dan medula spinalis memberi
pasien, kita harus memeriksa secara cepat fungsi motoris dan
tanda pada kelenjar adrenal untuk melepaskan katekolamin guna
sensoris pada tangan dan kaki dicatat. Pemeriksaan neurologis ini
menjaga agar tekanan darah tetap dalam batas normal.
selain mengingatkan kita akan kemungkinan adanya cedera tulang
Pada syok hemoragik murni, alat sensor akan mendeteksi belakang juga untuk mengetahui apakah gangguan neurologis itu
adanya keadaan hipovolemia dan melakukan kompensasi dengan memang sudah ada sebelum proses ekstrisasi. Ada beberapa
mempersemput pembuluh darah dan meningkatkan denyut laporan dari pasien yang menyatakan pada cedera tulang belakang
jantung. Jika kadar katekolamin yang tinggi akan menyebabkan yang mereka alami disebabkan oleh tindakan dari penolong.
kulit pucat, takhikardia, dan berkeringat. Mekanisme terjadinya \
syok pada cedera medula spinalis berlawanan, tidak ada
TIP UNTUK MENDUGA ADANYA CEDERA TULANG
kehilangan darah, tapi tidak ada pelepasan katekolamin.pembuluh
BELAKANG.
darah melebar dan darah mengumpul, dan tekanan darah tidak Beberapa petunjuk berikut adalah indikator adanya cedera tulang
dapat dipertahankan. Otak tidak dapat mengirimkan pesan ke belakang.
kelenjar adrenal, pasien dengan syok spinal tidak menunjukan Pasien ini harus diimobilisasi.
tanda-tanda syok seperti kulit yang pucat, denyut nadi yang cepat, 1. Mekanisme Trauma:
dan berkeringat karena tidak adanya pelepasan katekolamin - Trauma tumpul diatas clavikula
tersebut. Pendarahan intra abdominal kadang sulit ditentukan - Trauma waktu menyelam
- Kecelakaan sepeda, kendraan bermotor,
karena pasien dengan syok spinal kehilangan fungsi sensorisnya
- Jatuh
pada daerah abdomen. Pasien multi trauma dapat mengalami syok - Luka tusuk didekat columna vertebralis
hemoragik dan syok spinal dalam waktu bersamaan. Diagnosis - Luka tembak pada punggung.
syok spinal ditegakkan setelah semua kemungkinan syok jenis lain - Semua trauma dengan gaya yang dapat menyebabkan

Hilangnya fungsi sensoris. Collar ini . bukanlah terapi definitif dari cedera servickal ini. sejak berangkat menuju ketempat kejadian kecelakaan. semua pasien dengan cedera diatas clavikula harus dianggap Survey lapangan menunjukkan adanya kondisi yang dapat mempunyai potensi untuk mengalami cedera servickal. Primary survey menunjukan adanya kondisi yang memerlukan tindakan segera yang tidak dapat dilakukan ditempat kejadian: obstruksi jalan napas yang tidak dapat dibebaskan dengan jaw thrust Metode stabilitasi servickal yang paling mudah dengan atau finger sweep. Kerugian membahayakan baik untuk psien maupun untuk penolong seperti: adanya cedera vertebra thorackal dan lumbal bila pasien mengalami deselerasi atau trauma langsung pada punggung. Pasien yang kejang 1. cedera kepala atau cedera leher. ekstrikasi cepat dari Berdasarkan mekanisme traumanya. Air yang semakin naik. trauma tulang belakang.  Penatalaksanaan Pasien. 5.Kesemutan dan mati rasa.Nyeri pada palpasi atau gerakan dari columna servickal. Traksi leher tidak . dapat . Leher pasien tetap melakukan ekstrikasi cepat adalah : distabilitasi hingga pasien dipindahkan diatas long backboard. hanya bila pasien telah diimobilisasi dengan baik pada spineboard.Pasien waspada terhadap gerakan pada punggungnya. pasien merasa nyaman. jatuh. Traksi dapat menyebabkan cedera 2. sebagai pengingat bahwa pasien tersebut diperlukan imobilisasi 3.Adanya deformitas yang nyata pada tulang belakang. Api atau bahaya api yang segera datang. digunakan pada kondisi prahospital. tapi berfungsi . Indikasi untuk dan leher pasien diletakkan dalam posisi netral. Bahaya leddakan atau ditemukan dalam posisi berbaring juga harus diimobilisasi. Secara umum.Tidak dapat menggerakan ekstremitas atau lemah. ledakan. Persiapan untuk menangani cedera tulang belakang ini dapat dimulai 4. Pada pasien kritis dan tidak stabil. Bila pada pemeriksaan anda mendapatkan : . dan untuk mencegah gerakan pada kepala pasien yang vertebralis. Bahaya bahan beracun. berlebihan. Bila pasien mengeluh : servickal bertambah parah. . jika ada servikal collar yang sesuai. Lebih baik bila kepala kesadaran atau bangunan mungkin diperlukan. pasien dapat diletakan dalam posisi dimana . menggunakan kedua tangan kita dan lutut. Pada pasien yang sadar. Kedua tangan harus diletakkan sedemikian rupa untuk menjaga agar leher tetap segaris dengan sumbu panjang dari columna vertebralis. Tangan penolong dapat dilepaskan dari kepala pasien . 2. 3. dipasangkan pada pasien sambil menilai jalan nafas pasien.Nyeri punggung atau leher. Bangunan yang segera ambruk.

diletakan dalam posisi miring selama transportasi. Dengan mengikat pasien pada papan. Karena bahaya muntah. Imobilisasi Teknik log roll ini dapat mengurangi gerakan dari columna cervical selesai apabila kepala dan badan pasien telah terfiksasi vertebralis. akan kehilangan kemampuannya untuk melindungi jalan Teknik log-roll ini selesai bila kepala. grafitasi akan membantu keluarnya cairan dari jalan nafas dan dapat Teknik ini digunakan untuk memindahkan pasien ke back mencegah aspirasi jika psien muntah. derajat ke arah kiri untuk menjaga uterus tidak menekan vena kava inferior. dada dan pelvis penderita napsnya sehingga penolongnya yang harus bertanggung jawab telah terikat diatas papan. terkontrol di daerah jalan nafas atau jika terdapat trauma daerah  Log Roll. diputar. Teknik log-roll ini memindahkan columna vertebralis dengan baik dengan pada papan ( long spine board). pada ini. Namun . Jika dilakukan dengan baik. Bila pasien telah tengkurap. board teknik ini sering digunakan karena mudah dan dapat pasien yang tidak sadar dan tidak diintubasi sebaiknya dilakukan dengan sedikit penolong. Dengan cara ini. Henti Jantung dan Nafas. papan digeserkan dibawah pasien dan pasien jalan nafasnya. roll ini harus dimodifikasi apabila dilakukan pada pasien dengan cedera pada tangan. kepala. Dengan tiga atau lebih penolong. teknik log. Cedera dada atau jalan nafas yang memerlukan ventilasi Wanita dengan kehamilan lebih dari 20 minggu selama atau bantuan ventilasi syok yang dalam dan pendarahan yang transportasi harus selalu diletakan dengan posisi miring 20-30 tidak dapat dikontrol. namun merupakan kontra indikasi pada frakture pelvis dimana Dimana petugas medis akan mengambil ahli tanggung jawab tindakan ini dapat memperburuk cdera yang dialami pasien. pasien diputar lagi ke arah papan dengan posisi muka diatas papan. kaki atau dada. papan dengan selimut dan handuk yang mempertahankan hati keatas papan dengan empat atau lebih penolong. Pengikatan sebagai satu unit dengan kepala dan pelvis. harus adda penolong yang mendampingi oleh penolong yang berada diposisi kepala pasien. Pada keadaan tertentu. pasien yang sudah terbaring dan terikat diatas papan harus diletakan dengan posisi miring. Ini yang memindahkan pasien dari satu aksis dan mempertahankan terutama sangat penting bila terdapat pendarahan yang tidak imobilisasi vertebra cervickal dengan kedua tangannya. Ini dapat dikerjakan yang tidak memadai dapat mengakibatkan leher berputar waktu pada pasien yang berbaring dalam posisi terlentang atau pasien dipindahkan. dengan dipimpin terikat pada papan. wajah dan leher yang berat. Sehingga pasien sebaiknya Bantal pasir sering digunakan untuk diimobilisasi kepala diputar ke arah sisi yang sehat. teknik ini berguna untuk semua pasien. Imobilisasi definitif adalah bila pasien telah terikat pada pasien frakture pelvis. pasien diputar dan dapat memutar papan bila pasien muntah atau terganggu ke sisi yang sehat. Pasien dengan gangguan napas dan tidak di Ekstrikasi cepat memerlukan beberapa orang penolong intubasi. akan hal ini hingga pasien tiba di Instalasi Gawat Darurat. pasien sebaiknya diangkat dengan hati.leher dan badan dalam satu garis. atau dijatuhkan. sebaiknya diletakkan dalam posisi miring. dan berfungsi baik bila pasien dalam posisi terlentang.

Pasien obsesitas. Bila penolong sudah berada dalam Terdapat berbagai jenis alat untuk mengimobilisasi posisi yang baik untuk melakukan imobilisasi pasien. kemudian gunakan gulungan handuk atau Kadang-kadang imobilisasi harus dilaksanakan pada keadaan bantal untuk membantu fiksasi pasien pada alat imobilisasi khusus seperti: yang sesuai. oleh karena dengan short backboard. kemudia pasien dapat dipindahkan. diimobilisasi dengan penting. kepala diperlukan pada pasien tua dimana secara alami kepalanya memang sudah membungkuk. Pasien tua memerlukan fleksibilitas dalam imobilisasi 2. Aksifiksia. Bantal diperhatikan. Untuk imobilisasi pasien Situasi-situasi khusus anak-anak. pasien ini dapat mengakibatkan terjadinya gerakan kepala yang 7. Pasien dalam posisi duduk dapat diimobilisasi baik dibandingkan orang yang menggunakannya. sudah mengalami perubahan (misalnya kifosis) dan sangat kaku . servical yang berlebihan. berlebihan (lihat gambar 10.5 sampai 5 cm pada daerah oksipital. Jangan masuk didalam merasa lebih enak. apabila papan dimiringkan atau pasien diputar. yang pertama dilakukan adalah imobilisasi dengan tagan penolong. gas beracun merupakan bahaya yang ini akan sedikit mengangkat kepala dan membuat pasien dapat dijumpai pad ruangan tertutup. gulungan selimut alternatif yang lebih baik. Penelitian perlu diperhatikan adalah hindari gerakan berlebihan pada baru-baru ini menunjukan bahwa posisi netral pada orang tulang cervical dan pindahan pasien dalam saut unit sesuai dewasa diatas longbackbord diperoleh dengan menggunakan aksis tubuh. berat dari bantal 6. Tidak ada alat yang terbukti lebih superior diapungkan dibawah pasien dan pasien kemudian dipindahkan dibandingkan alat yang lain dan tidak alat yang tidak dari dalam air. papan pasien yang cedera. Pasien dalam ruang tertutup. hal ini dapat dicapai dengan penyangga ruang tertutup sebelum anda yakin bahwa perlengkapan anda kepala pada alat imobilisasi cervical. Pasien tua. Tidak ada alat yang lebih ke papan. Pasien dalam posisi terlentang atau berrdiri. Pasien dalam posisi tengkurap diputar (log-roll) mengimobilisasi semua jenis pasien. Pasien anak-anak. Pasien yang berdiri. kemudian dipindahkan ke itu latihan dengan alat yang ada merupakan peran yang lebih longbackboard. Kadang-kadang tulang belakangnya 5. menyelipkan log backboard di belakang pasien dan diikat. Yang handuk. 3. Keselamatan penolong harus benar-benar bantalan setelah 2. 1. Kita dapat menolong pasien dalam air dengan memindahkan pasien dalam satu garis. Pasien didalam air.7). ini. banyak pasien tua dengan artritis pada tulang belakang dan 4. menghindari gerakan  Alat-Alat Imobilisasi Tulang Belakang. oleh karena itu gulungan Pasien dalam ruang tertutup diterapi secara biasa. Pemberian bantalan cukup dan daerah lokasi cukup aman. kulit yang sangat tipis. Pasien dengan luka tembus pada daerah leher.

helm ini sering menyulitkan dalam Stabilisasi manual dalam satu garis merupakan cara yang melakukan stabilisasi cervical. Ketika penolong melakukan imobilisasi tulang belakang. Penolong dapat memakai handuk. nafas pada pasien trauma harus dilakukan secara hati-hati. dan aspirasi lebih besar setelah terjadinya trauma. bahwa intervensi jalan napas Helm pada pasien seringkali harus dilepas sebelum psien akan menyebabkan sedikit gerakan pada tulang belakang. ingat bahwa keadaan sedemikian. Anda harus dikontrol atau dari pemeriksaan IRD didapatkan bahwa pasien mindahkan pasien hamil dan pasien dengan pendarahan di jalan tidak menderita trauma tulang belakang dan dapat dibebaskan nafas dalam posisi miring ke kiri diatas backboard. Dlam menimbang imobilisasi dengan perlengkapan standar yang ada. dibawa ke rumah sakit. Servucal collar nafas dan dapat menyulitkan identifikasi cedera pada kepala hanya sedikit perannya dalam mencegah terjadinya gerakan. menghambat pembebasan jalan paling efektif untuk meminimumkan gerakan. Manipulasi jalan gerakan tulang belakang yang berlebihan dapat dihindari. Dalam untung rugi setiap tindakan intervensi jalan nafas. Anda . oleh karena itu helm harus dilepaskan dengan teknik Intubasi nasotrakeal. Hal ini terutama penting pada papan. Pemakaian cervical collar dapat menghambat observasi luka dan dapat menghalangi jalan nafas. pasien besar dibandingkan resiko untuk terjadinya kerusakan medulla dengan luka tembus di daerah leher harus di observasi secara spinalis asalkan anda melakukanya dengan hati-hati. orotrakeal atau pungsi krikotiroid yang benar. atau pada anak-anak yang kemungkinan terjadinya muntah dan bantal dengan papan. penolong harus fleksibel gunakan bahan resiko meninggal akibat jalan nafas yang tidak terkontrol lebih seadanya asal dapat digunakan untuk imobilisasi. dan leher. semuanya menimbulkan gerakan tulang leher. Cedera medulla spinalis merupakan cedera yang sangat  Intervensi Jalan Nafas. sehingga pasien merasa lebih enak. ketat. Pembahasan. Prioritas anda mengontrol jalan nafas dengan imobilisasi manual dngan Pasien yang obsesits mungkin tidak dapat dilakukan menggunakan cara yang paling anda sukai. sehingga pasien tidak dapat diletakan dalam posisi terlentang dari alat imobilisasi tulang belakang. jalan nafas pasien dapat kasus ini memerlukan teknik yang khusus pula. selimut. oleh karenanya penolong harus sadar harusnya dilakukan imobilisasi tulang belakang. serius akibat trauma dalam kehidupan yang modern ini. Penelitian terakhir membuktikan. Kerusakan columna vertebralis yang tidak stabil dan tidak pasien kehilangan sebagian kemampuannya untuk menjaga komplit untuk ditebak. oleh karena itu semua pasien yang tidak patensi jalan nafasnya. pada kondisi ini hindari pemakaian collar terutama pada fraktur mandibula dan gunakan stabilisasi manual dan kemudian bantal kepala atau selimut untuk imobilisasi cervical. Oleh karena itu. Khusus bertanggung jawab terhadap hal ini.

1. Luka bakaar listrik (Electrical). dengan kematian lebih besar 12. Uraikan tanda-tanda dari luka inhalasi. kecacatan.mungkin memerlukan bantalan khusus untuk pasien anak-anak LUKA BAKAR atau orang tua. 7. 5. Gambarkan pengobatan pada keracunan karbon monoksida. Terdapat kurang lebih 2 juta luka bakar dalam setahun di Amerika Serikat. Mengenal anatomy dasar dari kulit yang berdiri dari lapisan epidermal dan dermal beserta struktur yang ada didalam kulit. 4. Mengenal 3 derajat keparahan luka bakar. Identifikasi terhadap pasien yang harus segera dirujuk ke pusat penanganan luka bakar/ombustio center. b. Mengenal komplikasi gambaran cara mengatasi: a. Lepaskan helm jika pasien menggunakan helm. 9. Banyak dari mereka selamat dengan meninggalkan cacat atau kerusakan pada tubuh yang berat. Uraikan dan fungsi dasar kulit. dan . Penilaian luas luka bakar dengan menggunakan ‘rule of nine’. Jika anda telah melakukan imobilisasi pasien. 10. c. 8. 3.000 jiwa yang diakibatkan oleh luka bakar tersebut. Uraikan tanda-tanda dan gejala keracunan karbon monoksida dan diskusi tentang bagaimana karbon monoksida dapat menyebabkan hypoksia. Luka bakar panas (Thermal). 11. 2. Penilaian kedalaman/derajat luka bakar dengan dasar mengamati rupa luka. anda Sasaran bertanggung jawab terhadap jalan nafas pasien dan selalu siap Setelah menyelesaikan bab ini diharapkan pembaca dapat : untuk melakukan intervensi seandainya pasien muntah dan terganggu jalan nafasnya. Luka bakar kimia (Chemical). Berikutnya akan dibicarakan prinsip-prinsip dasar yang sangat penting didalam menurunkan angka kematian. 6. Uraikan keadaan dan tanda-tanda fisik kemungkinan/indikasi jelas jalan nafas bagian atas.

Luka bakar derajat tiga Kerusakan kulit akibat luka bakar terjadi bila terjadi kontak menyebabkan kerusakan pada semua lapisan kulit baik epidermis langsung panas atau bahan kaustik dengan kulit sehingga merusak maupun dermis. Luka ini akan menyembuh (biasanya tanpa bekas/cacat) karena sel-sel bagian dalam epidermis (termasuk bagian dalam folikel rambut) akan membelah dan berkembang membentuk kulit baru dalam proses penyembuhan. terdapat lapisan tebal dan merupakan jaringan Luka bakar sengatan (flash) sebenarnya termasuk dalam derajat satu ikat kolagen yang disebut dermis. dalam dermis. organismelain kedalam tubuh . sehingga meninggalkan suatu lapisan penutup menyerupai Pada luka bakar derajat satu terjadi kerusakan jaringan teratas pada kuit kaku yang menunjukan pengkerutan karakteristik dari luka bakar. Luka bakar memberikan pertolongan dan pengobatan terhadap korban luka derajat dua mengakibatkan kerusakan pada epidermis sampai bagian bakar. Krim antibiotik dari jenis tertentu untuk melapisi. epidermis yang tipis . Lapisan ini mengandung saraf atau derajat dua. Suatu gelombang panas rambut. jaringan kulit luar epidermis. kulit juga juga mempunyai organ sensorik yang vital yang memberi input pada otak tentang data Dalam situasi resiko tersengat ledakan. Luka ini dapat sembuh sendiri Reaksi inflamassi dari luka bakar mengakibatkan kerusakan tanpa pengobatan. internal bleeding. Didalam serta mencegah masuknya bakteri dan mikro luka. sebenarnya. secara Lapisan luar yang dapat dilihat pada permukaan disebut epidermis. kelenjar keringat dan kelenjar lemak.  Anatomi dan Patologi. yang keras. Luka kerusakan kulit. kulit terdiri dari lapisan. terjadi reaksi inflamsi dari tubuh sebagai akibat kecuali bila lukanya kecil akan menimbulkan jaringan parut. saudara harus lingkungan umum dan spesifik yang berlaku sebagai peran utama memakai pakaian yang memadai sebagai perlindungan. blast chest injury dan sebagainya kemungkinan besar akan terjadi. dan oleh karena itu cocok berguna sebagai perantara antara lingkungan dengan tubuh. kerusakan tubuk yang disebabkan oleh luka bakar serta mempercepat penyembuhan dan mengurangi rasa nyeri. Sebaga organ terbesar pada tubuh. Kulit mempunyai yang ditimbulkan oleh ledakan tersebut mengakibatkan sengatan banyak fungsi lain antara lain sebagai penahan mekanik antara tubuh panas pada pasien serta hanya melukai bagian superficial kulit. Hanya dan dunia luar dan berfungsi sebagai penahan yang menutup cairan daerah yang kontak langsung dengan gelombang panas tersebut akan yang ada. ini standar digunakan untuk mengobati luka. tetapi umumnya diberikan pengobatan untuk jaringan secara progresif pada hari pertama dan kedua. Dibawah untuk evakuasi medis dan perawatan pasien yang luka-luka tersebut. seperti frakture. ini akan . tetapi dapat menimbulkan rasa sakit yang sangat sebagai respon inflamasi. Jejasi lain dalam pengaturan suhu tubuh. Disamping luka jaringan yang oleh karena itu tidak mungkin terjadi penyembuhan secara spontan. sehingga tidak ada lagi lapisan kulit yang tertinggal kompanen kimiawi dan seluler. luka bakar ini terjadi ketika ada suatu ledakan atau sensorik dan dibentuk dari struktur kulit yang terdiri dari folikel sejenisnya jadi tidak benar-benar terbakar. Luka bakar dibedakan menjadi derajat satu.dua dan bakar derajat tiga ini biasanya menyebabkan denaturasi protein kulit tiga berdasarkan atas dalamnya kerusakan jaringan dan reaksi kulit.

progresivitas dari kedua faktor tersebut. Memindahkan pasien dari pasien luka bakar secara rutin seprti pada pasien trauma. derajat luka bakar di lapangan. Luka menyebabkan penurunan sirkulasi atau kerusakan jaringan bakar kimia yang berat terjadi pada penolong karena ketidakmampuan selanjutnya. Pada saat menentukan pasien stabil dan sedang ‘load and go’. dan semua dalam sekejap berubah menjadi lautan api. Oleh karena proses yang yang mudah terbakar. perawatan luka bakar sendiri merupakan yang pertama dan inilah konsep yang paling penting mencangkup prioritas yang rendah. bakar superficial atau yang lebih dalam. Luka bakar derajat II mengenai seluruh sebelum dilatih khusus untuk itu. dengan sumber kebakaran pada seluruh tipe dari luka merupakan tindakan primary suevey. Luka bakar derajat I dan II Latihan dan pelajaran khusus mengenai hal ini merupakan suatu biasanya mengenai sebagian dari ketebalan kulit. Setiap kondisi yang pada pasien maupun pada benda-benda lain disekelilingnya. segera setelah memindahkan ke tempat yang aman. dan dapat luas dan dalamnya jejas. akan menambah progresivitas dan menyebabkan dalam mendetekdi sumber bahan kimia maupun racun bahan kimia bertambah dalamnya luka bakar itu. Flash over adalah keadaan ledakan dapat mengalihkan perhatian pada luka bakar itu sendiri. yang spesifik dan penuh bahaya. Walaupun biasanya luka tersebut tampak jelas dan memberi kesan Menyingkirkan sumber kebakaran adalah langkah-langkah berat ditempat kejadian. oleh karena itu keharusan untuk mengantisipasi situasi seperti diatas dan jangan masih ada sel-sel yang tertinggal dan akan dpat berkembang serrta sekali-sekali mencoba untuk memindahkan kawat-kawat tersebut mengalami penyembuhan.  Keamanan di tempat kejadian. Bila demikian keadaanya sumber listrik harus untuk penanganan spesifik untuk membatasi agar tidak terjadi dimatikan dulu sebelum melakukan pertolongan. secepat mungkin. Saudara harus memperlakukan perawatan keamanan penderita dan saudara sendiri. Besarnya kerusakan pada luka bakar tergantung pada petugas kebakaran. maka tidak terlalu penting untuk menentukan bahan-bahan berbahaya sangat dianjurkan oleh semua penolong. tali manila dan sarung tangan disembuhkan.  Penanganan Pasien. Listrik merupakan hal lain yang sangat berbahaya Namun demikian saudara harus dapaat membedakan luka memegang/tersentuh kawat bertegangan tinggi sangat berbahaya. sehingga tersebut bisa menekan progresivitas. Korban biasanya tidak langsung maati karena luka bakar. penyelamatan korban kebakaran dari gedung yang terbakar adalah prioritas perrtama. Bahan kimia yang tidak mudah terdeteksi. Saudara mendadak di dalam ruangan yang bertemperatur sangat tinggi (diatas harus bisa menghentikan proses progresivitas dari luka bakar tersebut 3000 ‘ c). saudara bias saja terrjadi ‘flash over’. baik . Penangan pertama ditunjukan utamanya menghantarkan listrik. Di gedung yang masih membara. mungkin tidak mengatasi halm itu. Pelatihan yang khusus mengenai penanganan progresif terseebut. Dengan cara mendinginkan segera permukaan luka Keadaan ini tanpa didahului oleh tanda-tanda sebelumnya.menambah dalamnya luka bakar tersebut. Bahkan benda-benda yang biasanya bagian tebal kulit sehingga sel-sel kulit rusak dan sulit untuk dianggap aman seperti tongkat kayu.

agar pasien tetap hangat dan mencegah hipotermia meskipun suhu sekitarnya tidak dingin. handuk basah. melepaskan pakaian dan luka karena menyebabkan vasokontiksi sehingga mengurangi aliran perhiasanya. karena terjadinya syok pada luka bakar jaringan. es akan memperburuk keaddaan Selanjutnya memindahkan pasien . harus diberikan secara hati-hati karena keadaan yang berhubungan . dan Pemasangan infus di lapangan pada pasien luka bakar yang teliti keadaan penyebab ledakan. Lebih baik tidak Cairan intra vena jarang diperlukan di lapangan pada saat awal. kemudian digambar secara kasar letak luka bakar harus segera ditutup dengan kain kering dan selimut bersih. Pasien harus tetap diselimuti meskipun udara panas anak-anak. atau pakaian basah. Secepat mungkin telah memindahkan pasien dari tempat Lakukan secondary survey sesuai dengan standar pada pasien kebakaran dimana kulit masih hangat dan sementara sengatan masih yang stabil. oleh karena itu hanya dilakukan atas indikasi tertentu yang memerrlukan cairan atau sebagaiannya atau sebagai Penanggulangan pertama pada luka bakar kimia dan listrik jalan untuk pemberrian obat-obat. Pendinginan bisa pada kulit dang menghitung secara kasar luasnya luka bakar. akan serius jika terrletak dibagian tertentu dari tubuh. Bila pendinginan terlalu sebaiknya ditentukan dengan menggunakan ‘ rule of nine’. Pemberian obat untuk mengatasi rasa nyeri. Tubuh lama dapat merugikan pasien karena akan menimbulkan dibagi dalam daeerah yang ditentukan dengan 9% atau 18% dari hipotermiyang akan diikuti oleh syok. bakar tersebut sehingga luasnya dapat dinilai. kepulan asap. Pemeriksaan ini harus secara spesifik memasukan berlangsung memancar jauh dari pasien dan prosen berlangsung pada evaluasi luka bakar dan derajatnya berdasarkan atas apa yag terrlihat jaringan kulit ini akan menambah keseriusan luka. memerluka waktu. daripada nantinya pendinginan itu akan kecuali terjadi keterlambatan dalam transportasi ke rumah sakit yang mengganggu dan menyebabkan hipotermi serta menambah kerusakan tidak dapat dihindari. memotong pakaian yang melekat sekitaran luka bakar.mekanisme kemungkinan trauma luas biasanya sulit dan akan menghambay transportasi awal dan lainnya. Setelah pendinginan cepat luka keseluruhan luas tubuh. menyebabkan keddatangan di rumah sakit terlambat. Yang Ada perbedaan dalam luas tubuh secara proposiaonal pada penting bersih. obat juga jarang dibutuhkan untuk luka bakarnya sendiri. percikan kimia atau listrik dan sebagaiannya. darah ke jaringan yang sudah rusak tersebut. dilakukan dengan menyiram air dalam jumlah banyak (guyur) tetapi Penemuan ini penting untuk menentukan derajat perawatan medik harus dikerjakan maksimum 1 menit saja mulai terjadi luka bakar yang sesuai pada korban luka bakar. Sekalipun luka bakar itu kecil. diperkirakan 1% dari luas tubuh. Tidak perlu menggunakan kain steril. mendinginkan luka bakar. Pemberian obat- Riwayat penyakit dahulu juga harus dicatat dan dilaporkan. akan diterangkan pada bagian lain dari bab ini. Pasien tidak boleh di transportasi dalam selimut basah. Luka bakar yang lebih kecil atau tidak beraturan dapat karena kulit yang rusak akibat terbakar kehilangan kemampuan untuk dinilai luasnya dengan menggunakan telapak tangan pasien. bila dipandang sangat diperlukan. Penilaian luasnya luka bakar ddan tipisnya hanya 1 atau 2 milimeter saja. Pada saat memeriksa pasien dengan luka bakar. catat dan rekamlah mekanismenya. yang mengatur suhu tubuh.

sehingga membahayakan korban. Karbon monoksida mudah menghasilkan sistem pernafasan bagian atas. meskipun demikian setiap korban memerlukan waktu kurang lebih 90-120 menit. karena bernafas di kobaran api pula kebakaran dan salah satu dari sekian banyak zat kimia dan gas yang panas tidak menyebabkan penjalaran panas yang cepat mendatangkan asap terdapat dalam konsentrasu sampai ke jaringan paru. makin cepat dan makin karena tidak digunakan dalam pemeriksaan pada pasien yang memuaskan hasilnya. Karena tidak menyerap panas. Sedangkan Tersering inhalsi terjadi ketika pasien dalam keadaan dengan pemberian nafas dengan menggunakan 100% oksigen terkurung atau terjebak. menggambarkan adanya keracunan karbon monoksida. Kematian biasanya terjadi karena myocardial isekemia dan infark yang terrpacu oleh hipoxia otot jantung. tidak berbau. Jejas inhalasi. kelembapannya untuk saluran ini (karena uap air sudah dalam keadaan sangat tidak mungkin terdeteksi.II. kompleks haemoglobin CO ketinggian yang aman. lewat masker (12-16 liter/ menit) jika pasien bida dengan Jejas inhalasi dilaporkan melebihi ½ dari 12. haemoglobin tidak dapat mengangkut Oksigen lagi. Pengobatan pasien yang dicurigai keracunan CO ialah dengan pemberian oksigen dengan aliran  Masalah Khusus Pada Manajemen Luka Bakar. dan tidak berasa.000 kematian mudah dipindahkan dari tempat keracunan CO ke udara luka bakar pertahun dapat digolongkan sebagai kerracunan terbuka. dan bila kebakaran di tempat terbuka bisa juga terjadi inhalsai.5 sengatan ledakan (bukan api). warna III. Inhalasi uap panas merupakan pengecualian berwarna. keracunan CO (karbon monoksida). Kilatan/ menggunakan hyperbaric oksigen 100% (dengan tekanan 2. Atau inhalasi asap. Hal ini penting karena berkenaan dengan format terapy kecil kadar karbon monoksida dan akan mempengaruhi tingkat yang khusus sesuai untuk masing-masing luka bakar derajat I. dan ini adalah tanda-tanda pasti dari hipoxia.dengan kerusakan belum jelas. dan kesadaran. 1. Akibat dari sengatan panas tersebut akan terjadi . yang punya ruang pemanas. ini akan memerlukan 7 jam untuk mengurangi karbon monoksida jejas sengatan. sejauh ini merrupakan penyebab yang paling umum terjadinya kematian Jejas inhalasi sengatan panas merusak bagian tertentu dari akibat luka bakar. Telah diketahui bahwa luka bakar derajat II dapat mengalami kulit yang merrah pucat atau sianotik tidak pernah infeksi dan dapat menjadi derajat III akibat perawatan yang salah. Keracunan karbon monoksida dan asfiksia. sehingga pemberian obat dapat haemoglobin (257 kali lebih kuat dari pada 02). dan Makin cepat terapy spesifik dapat dimulai. Sudah sewajarnya bila hampir semua luka bakar diketahui Pasien dengan cepat mengalami hipoxia dengan sejumlah oleh dokter. Karbon monoksida diikat oleh panas). Uap air didalam udara yang berada di yang tinggi didalam asap yang keluar itu sendiri dan asap dari ruangan dalam percabangan trachea bronchus secara efektif beberapa rumah. atm) akan mempersingkat waktu sampai kurang lebih 30 menit.

dan untuk itu sengatan memerlukan waktu beberapa hari untuk pemulihan dari jalan nafas adalah membahayakan sehingga pemberia cawan keadaan ini dan sebenarnya tidak menyebabkan permasalahan tersebut tidak lagi diberikan padda perawatan prahospital. Jejas zat kimia kadang mengecoh pada awal perubahan. kematian karena spasme laring bisa terjadi sewaktu endotrakheal tube menyentuh daerah laring. Luka Bakar. ini bisa menyebabkan problem sekunder. supragiotik (hipofaring) mengalami pembengkakan. penanganan luka bakar atau rumah sakit bilamana diyakini terjadi pembengkakan jalan nafas yang mengancam terjadinya Sebetulnya ada ribuan zat kimia yang berbeda yang dapat obstruksi jalan nafas. resunitsi dan pemberian cairan bisa menyebabkan luka bakar. Zt kimia mungkin tidak hanya segera dilakukan. Asap dari plastik dan bahan sintetik akan lebih permukaan kulit pada luka bakar biasanya belum/tidak terjadi merusak. Zat kimia yang bentuknya mudah menguap pembengkakan jalan nafas yang lebih parah dengan obstruksi kalau terhirup akan menyebabkan kerusakan jaringan paru dan lebih 85% dan ini merupakan keadaan kedaruratan. dalam keadaan luka Prosedurnya mungkin lebih sulit daripada cara biasanya bakar belum bisa dipastikan tetapi saudara dapat mengambil karena perubahan anatomy akibat pembengkakan tembut. sehingga Asap mungkin saja mengandung ratusan obat kimia beracun dengan mudah mengalami pembuntuan total jalan napas dan yang dapat menyebabkan rusaknya sel-sel alveoli yang kematian inflamsi jalan nafas seperti halnya reaksi inflamasi lembut. kulit Hanya pengobatan yang tepat yang bisa menstabilkan mungkin sedikit berubah ketika terkena jejas kimia yan parah. Proses patologi menyebabkan kerusakan jaringan terpaksa/mutlak harus dilakukan. disebabkan oleh urutan dari kerusakan jaringan lain yang lebih tepat. yang membengkak. jalan nafas akan lebih baik bila melalui nasotrakheal intubasi. Mencoba .pembengkakan jaringan seperti yang terjadi pada permukaan yang terbakar. selanjutnya terjadi gagal napas yang mengancam jiwa. kerusakan akibat inhalasi. jumlah cara dan lama kontak pada kulit dan mekanisme UGD =. kerusakan atau telah dihilangkan atau diambil. bahan kimia tersebut pada kulit. Mukos yang longgar di daerah kimia dan menyebabkan rusaknya struktur dari sel paru-paru. Untuk Kerusakan jaringan dipengaruhi oleh konsentrasi zat prosedur yang terrbaik adalah langsung membawa lari ke kimia. Tanda dan gejala untuk persiapan pada melukai kulit. Pita suara tidak membengkak karena terdiri dari Jejas inhalasi asap diakibatkan bila menghirup asap zat jaringan ikat fibrous. Stridor/mengorok menandakan hati dan ginjal). dalam penanganan pertama dilapangan. RS dan tanpa melakukannya di lapangan kecuali jika terjadinya. tetapi juga diserap ke dalam tubuh dan keadaan yang membahayak penderita yang dapat luka bakar menyebabkan keracunan organ-organ bagian dalam (seperti pada pernafasan bagian atas. kecuali jika ada pencegahan tambahan. Selama secondary survey dalam perjalanan ke pusat 2. Asap biasanya setelah cairan intra vena bisa dibonkan. Penting untuk mengikuti berlanjut hingga bahan terserap semua pada salah satu proses komunikasi dan arahan dari ahlinya dirumah sakit.

Ketika melakukan CPR yang agak lama. karena zat kimia penetral umumnya bereaksi arus listrik yang masuk ke dalam tubuh dan menjalar ke dengan kimia lainnya dan bisa menambah parahnyaluka. juga pelindung mata. Untuk pasien yang mengalami fibrilasi ventrikel dilakukan bantuan Bagaimanapun saudara harus segera melakukan irigasi hidup dasar yang tersedia yaitu CPR dan segera dilarikan ke untuk mencegah lebih parahnya dan kerusakan permanen pada rumah sakit. 1. Distrithmia yang sering membahayakan keadaan stabil dapat ditransport segera. Melepaskan zat kimia yang masih melekat pada kulit dengan cara manual. 3. kontak dengan listrik adalah distrithmia. ventricular larutan kimia yang mengenai mata merupakan fibrillation. jaringan. biasanya disertai pemberian resusitasi. Jenis besar arus listrik. Faktor yang membedakan keparahah karena 1. Pada pasien yang terlihat luka bakar listrik tanpa memperlihatkan apakah Meskipun luka kelihatan kecil jaringan harus disiran kelihatan sabil. dsb. harus dievaluasi dini secara hati-hati pada terus selama 15 menit kecuali jika situasi kritis atau status jantungnya. seperti mengusap atau Jejas yang lebih serius dan terjadi dengan segera setelah menghapus diikuti irigasi lagi. listrik termsuk: 2. kornea. sehingga otot jantungnya tidak rusak akibat listrik. jantung sebeumnya. Irigasi pada mata mungkin sulit karena arithmia ini harus dimulai sejak pasien punya jantung sehat rasa kesakitan waktu membuka. Lama kontak dengan arus listrik. 3. pengecualian yang penting. karena kerusakan irreversibel dapat terjadi dengan segera (lebih singkat dari pada waktu Pertolongan hidup lanjutan paling maju penanganan pada transport ke RS) \. Luka Bakar Listrik. 4. Ekstremitas biasanya terkena kerusakan-kerusakan untuk itu tujuan pengobatan adalah menghilangkan zat kimia jaringan yang lebih parah karena ukuran yang lebih kecil dengan mengikuti 4 langkah yaitu: (dibanding tubuh) menyebabkan arus yang lebih besar terkumpul disini. Jalan masuknya listrik. Menyiram zat kimia dari tubuh dengan irigsi yang 2. menonaktifkan dengan zat penetral kimia yang khusus adalah Pada kasus luka bakar listrik kerusakan diakibatkan oleh berbahaya. Irigasi pada jiwa adalah ventricular premature contraction. Melepaskan semua pakaian beserta larutan kimia yang melekat. 3. Salah satu upaya penanganan kasus jantung telah selesai dan persiapan untuk . Periksalah lens. angkatlah bila ada irigasi jika bahan kimia sudah kering yang melekat pada kulit. sikatlah sampai Banyak darimkorban tersebut tidak mengalami kelainan bersih sebelum irigasi. banyak dengan air yang lazim dipakai atau irigan. Memakai sarung tangan. sehingga perubahan untuk resusitasi bisa sempurna.

kateter ukuran besar (16-14). urusan kawat-kawat tersebut pada petugas PLN atau 4. karena putaran suhu tunggi oleh aliran listrik (2. kerusakan organ dalam Setelah pertolongan pertaman yang biasa diberikan rongga atau perut jarang terjadi. Jangan pernah 1. umumnya diperlukan. Dalam scene safety. tangan petugas pemadam kebakaran dan sepatu anti api tidak 3. Jika mungkin seahkan saja darah). Dahan pohon. yang terbaik bagi pasien adalah Di tempat kejadian prioritas utama adalah menentukan sehgera memindahkannya ke pusat kombustio.Line sebelumnya pada luka panas.perawatan prahospital ditempat kejadian telah diterangkan semua korban luka bakar akibat listrik harus dipasang iv. Stabilisasi fungsi pernafasan dan hemodinamik mencoba. tonhkay kayu dan tali manila i. . memerlukan waktu 1-3 jam. dianjurkan untuk semua derajat luka 6.  Transportasi Lanjutan Luka bakar yang luas biasanya tidak terjadi dilokasi luka bakar permukaan diakibatkan karena baju korban dengan kemungkinan transportasi yang dapat dilakukan cepat terbakar.500c) pada permukaan kulit. Patah tulang dan dislokasi mungkin menyertai ke RS yang memiliki pusat kobustio yang besar. Melakukan sirkulasi perifer dan penanganan luka khusus yang dibutuhkan guna mengatasi aliran listrik yang memadai. Menggunakan pengaman yang memadai ketika oleh karena potensial terjadinya gangguan irama jantung. tentukan apakah korban tanpa menyentuh. bisa menghantarkan listrik bertegangan tinggi. dan kemungkinan pengumpulan darah atau koagulasi disebabkan tekanan arus listrik. kadang sarung 2.ambung pada semua pasien bila mengadakan program latihan khusus dengan instalasi PLN luka bakar >20%. Hasilnya. perjalanan.  Perlu Untuk Diingat. dokter yang mengirim membahayakan. kerusakan syaraf besar/pusat penanganan luka bakar. Luka tambahan karena listrik adalah luka bakar kulit pada tempat masuk dan keluarnya arus listrik. memindahkan korban dari tempat kejadian. Luka bagian transpartasi dari rumah sakit pertama ke RS yang lebih dalam biasanya termasuk kerusakan otot. Penilaian dan penanganan luka-luka lain. karena otot-otot berkontraksi akibat listrik. bertegangan tinggi. daerah untuk belajar bagaimana menggunakan alat-alat 5. Memasang pipa . bakar listrik harus segera dilarikan ke RS untuk dievaluasi 1. Laporkan data-data labotorium (khusus analisis gas menjamin pada situasi seperti ini. selama berada di ambulans. penting untuk melanjutkan resusitasi.v. Mengatur dan konsultsi dengan RS penerima. Latihan khusus dan peralatan khusus sudah harus menyelesaikan hal-hal berikut: dibutuhkan untuk mengatasi listrik ini. memindahkan kawat-kawat tersebut dengan alat mungkin diperlukan intubasi dan terlah terpasang 2 yang bisa keliru. karena menyentuh kawat listrik berteganggan tinggi Sebelum transportasi lanjutan ini.

 Ringkasan. perawatan kritisdan Listrik bertegangan tinggi sangat berbahaya. jika dicurigai jejas inhalsi. 6. untuk memendamkan dan mematikannya jangan melakukan 3. tetapi TATA LAKSANA AWAL JALAN NAFAS jang sampai terjadi hipotermia. Hampis semua jenis luka bakar mungkin disertai jejas inhalasi. Setengah dari kematian luka bakar disebabkan oleh jejas inhalasi jadi jangan lupa jalan nafas diberikan 100% oksigen. tmnspor tetapi dievaluasi dan penangan cepat biasanya menolong hidup. Penanganan sama dengan pasien trauma lainnya: Luka bakar karena listrik sering disertai cardiac arrest primary survey. Mendefinisikan istilah : kejadian mungkin akan bermanfaat bagi penderita. Menjelaskan anatomi dan fisiologi dari system pernafasan. 5. Segera memeriksa status jantung pada korban sengatan listrik. Janganlah anda melupakan peraturan keamanan ditempat kejadian perkara. Luka bakar berisiko mematikan baik untuk saudara atau pasien saudara. critical intervention. Hiperventilasi b. dalam perawatan trauma bila mempunyai waktu lebih ditempat 2. decision dan secondary survey. Ambillah latihan reassessment. Luka bakar kimia secara umum memerlukan waktu yang lama untuk irigasi dan membutuhkan air yang banyak. dinginkan luka bakar untuk menghentikan prosesz pada luka bakar. 4. Gunakan pendingin pada luka superficial putas transport lanjutan sampai kondisi pasien stabil. segera setelah kejadian kebakaran. 7. transport lanjutan ke kombustio. Sasaran Saudara harus segera mengirigasi luka bakar kimia ditempat kejadian atau kerusakan jaringan oleh luka bakar Setelah menyelesaikan bab ini diharapkan peserta mampu : bertambah selama mengirim pasien. senter yang lebih besar dan efektifitas resusitasi terus menerus selama perjalanan. Rencana menyeluruh. a. 2. Hipoventilasi c. Ini adalah salah satu contoh 1. Volume Tidal .

Volume yang dihasilkan (Delivered Volume) akhir bab. Control jalan nafas merupakan tindakan yang harus d. Oksigen itu baik dan Biru itu buruk. Studi kasus akan dilanjutkan pada e. Diskusi mengenai control jalan napas pemadam mengeluarkan wanita tersebut melalui jendela dia di berakarpada keyakinan dasar dimana harus ada udara keluar dan penuhi jelaga dan batuk – batuk. terhadap terbukanya jalan nafas dan ventilasi yang adekuat 5. atau bahkan hampir tidak keuntungan dan keruggian penggunaan perlengkapan jalan mungkin dilakukan pada keadaan lapangan yang sulit. terpenting dari seluruh tindakan yang dilakukan oleh petugas 4. b. Menjelaskan dengan singkat indikasi dan kontra indikasi serta penderita trauma merupakan tantangan. yang sulit. Survei lapangan dari dasar. menunggu hingga anda mencapai rumah sakit. Joyce. napas berikut ini : kekacauan yang sering terjadi setelah kecelakaan. Melakukan teknik control jalan napas lanjut sebelum menunjukkan ada petugas pemadam kebakaran lokasi aman. Daya pegas (Compliance) 3. gelap. fisiologi jalan napas/system pernapasan. f. Oro-pharyngeal airway. posisi penderita a. Bagimana pendekatan terhadap masuk. Dan. dan Buddy dari system transportasi gawat Apapun metode yang diperlukan. Semuanya akan penderita ini? Apa mekanisme traumanya? Apa tipe penilaian mengikuti kaidah ini. Pemeliharaan penderita trauma. Menjelaskan maneuver Sellick dikuasai. atau keduanya. yang dilakukan? Simpanlah pertanyaan ini dalam benak anda  Anatomi . anda harus memulainya darurat dipanggil ke lokasi kebakaran rumah. karena pada kebanyakkan kasus hal ini tidak dapat 7. Penderita yang mengalami sianosis atau hipoventilasi. Naso-pharyngeal airway. atau penonton yang tidak bersahabat. Menjelaskan metode pemberian oksigen tambahan pada lapangan pada perawatan penderita trauma. Masker Bag valve. Flow-restricted oxygen-powered ventilation devices 6. dalam rangka membuka dan menjaga jalan napas serta oksigenasi  Studi Kasus dan pemberian ventilasi penderita. mulai dari penguasaan anatomi. Menerangkan pentingnya pemantauan dalam rangka control Control terhadap jalan nafas merupakan hal yang jalan napas. Korban tertidur di kamar belakang dan petugas dapat membahayakan. membutuhkan pertolongan segera! Pertolongan ini hanya anda sendiri yang dapat melakukannya pada tahap awal perawatan penderita. dan mencoba manuver dasar ada kalanya tidak bermanfaat bahkan hanya satu korban. Menjelaskan isi pokok dari peralatan jalan napas (Airway Kit). d. Volume Semenit (Minute Volume) sementara membaa bab ini. Sehingga semua tergantung pada anda. c.

Karena itu pada setiap penderita yang diintubasi Epiglottis merupakan pedoman anatomis utama jalan harus sering dilakukan penghipasan dan dilakukan napas. Jalan napas dimulai dari lubang hidung dan bibir dan Pemasangan pipa yang sudah dilubirkan dengan bevel mengarah berakhir di membrane alveokapiler di mana terjadi pertukaran gas pada septum dapat mencegah terjadinya trauma pada konka. dan dengan mengangkat hyoid berhubungan langsung dengan udara inspirasi. Penggunaan terletak tulang rawan (laring) jalan napas atas. Geligi merupakan hambatan yang pertama kali akan kita Jalan napas terdiri dari ruang dan saluran yang mengalirkan udara hadapi pada jalan napas. antara kantung udara paru (alveoli) dan jaringan kapiler paru. sehingga harus akan mengangkat epiglottis ke atas sehingga tindakan ini akan diperhitungkan hilangnya mekanisme pertahanan alami ini membuka jalan napas lebih lebar. Pada penderita ini. Rongga hidung dan Lidah merupakan suatu gumpalan otot yang besar dapat orofaring ini dilapisi oleh membrane mukosa yang lembab. menjadi hambatan berikutnya setelah gigi. sama. sehingga memungkinkan kita untuk pada posisi netral. Fungsinya tidak jelas. Pada penderita yang tidak sadar. Hambatan akibat gigi berbeda untuk dengan kadar oksigen 21 % ke alveolus selama inspirasi. mungkin merupakan bagian anatomis yang ‘tertinggal’ (yaitu atropi). dan setiap orang. Rongga hidung terdiri dari faring dapat menyebabkan sumbatan jalan napas. tulang rawan liang telinga luar. Otot ini dibagian depan sehingga menghasilkan udara inspirasi yang hangat dan tersaring. Epiglottis merupakan bagian lempengan dari menggantikan fungsi rongga hidung dan orofaring. terkait pada rahang bawah dan pada ligament serta otot pada Daerah ini amat kaya pembuluh darah dan mengandung banyak tulang hyoid. Epiglottis juga pipa Endotrakeal akan menyebabkan daerah ini tidak akan berhubungan dengan hyoid ini. konsistensi seperti tragus. epiglottis akan jatuh didepan memasukkan pipa atau alat – alat lain melalui lubang hidung. misalnya dengan menempel pada hyoid dan terikat pada mandibula oleh pemberian jely pada pipa ET sebelum melakukan intubasi atau sekumpulan ligament dan otot. mengurangi/menghindari memasukkan benda asing kedalam lidah yang jatuh ke palatum molle bahkan ke dinding belakang saluran napas (termasuk selang lendir). mempunyai fungsi penting (gambar 4 – 1). dilakukan tindakan yang menyangkut jalan napas harus tetap Lubang hidung. bentukan seperti tulang tepat dibawah dagu di mana jaringan limfoid yang berfungsi sebagai pelindung. glottis dan menghalangi ventilasi. Epiglottis dapat dua bagian yaitu bagian septum yang kaya pembuluh darah dan menyebabkan sumbatan total jalan napas pada penderita tidak bagian lateral yang berlekuk – lekuk (konka) yang memperluas sadar yang terlentang dengan rahang relaks dan kepala/lehernya permukaan mukosa. Epiglottis sehingga harus dilindungi dari trauma. tulang rawan dan diselimuti mukosa. Pada setiap kasus berlaku prinsip dasar yang sama mengeluarkan karbon dioksida yang berasal dari darah kapiler dan yaitu : Jumlah dan kondisi gigi penderita sebelum dan sesudah didifusikan ke dalam alveoli. tapi Dinding saluran pernapasan kaya pembuluh darah. terhadap paru. . rongga hidung dan orrofaring. sehingga anda harus dapat mengenalinya dengan melihat penghangatan/humidifikasi udara inspirasi dengan tujuan dan merabanya. bagian ini penting dalam melakukan control jalan napas.

mengisi menutup esophagus. Paru hanya mempunyai satu hubungan ke udara pada saat melakukan intubasi dan mencegah masuknya udara luar yaitu dengan terbukanya glottis. Pita suara dapat menutup rapat pada keadaan spasme bronkus kanan. ‘jaw dengan esofagus. Area tersebut dilengkapi dengan saraf yang sensitive yang laring yang disebut krik0zoid. Bagian terbuka dari cincin berbentuk yang dalam posisi terlentang terbuka. pertukaran gas (respirasi). mengeluarkan semua benda asing dari orofaring. muntah. di belakang dinding posterior tulang rawan krikoid. suatu tulang rawan berbentuk cincin dapat mengaktifkan refleks menelan. glottis. dan batuk oleh saluran napas atas dapat tulang rawan ini dapat diraba sebagai tameng kecil dipermukaan menimbulkan rangsangan signifikan pada kardiovaskuler dan depan leher. sehingga jalan napas tersumbat total. Untuk memastikan jalan napas pada penderita tidak sadar dan kiri (Lihat gambar 4-5). dan batuk.O akan ini terdapat dalam rongga yang dibentuk oleh tulang iga. (Lihat gambar 4-3 dan 4-4). Suara timbul bila pita suara benda asing (termasuk pipa ET) lebih sering mesuk ke cabang bergetar. Cincin trakea merupakan sederet tulang rawan berbentuk huruf C yang memperkuat trakea berawal dibawah tulang rawan krikoid. Tindakan ini akan menjauhkan tengah esofagus atau pipa endotrakeal yang salah masuk ke lidah dari jalan napas dan menjaga epiglottis terangkat dari esofagus dapat menimbulkan obstruksi trake karena penekanan dinding belakang faring dan muara glottis (gambar 4-2a dan b). Maneuver ini disebut Manuver Sellick dan rongga pleura – suatu rongga antara dinding dalam dada dengan dapat digunakan untuk mencegah resiko regurgitasi isi lambung permukaan paru. tubuh memiliki refleks untuk laryngeal. hyoid harus terangkat ke huruf C ini berada di bagian belakang. atau dengan menarik lidah. Organ pada dinding depan krikoid dileher sebesar 100 cm H. Pita suara dilindungi oleh tulang rawan tiroid. atau Dibawah tulang rawan tiroid terdapat bagian lain dari trakea. atau ventilator bawah akan menyebabkan berkembangnya paru (karena rongga dengan aliran oksigen terbatas. trakea kemudian terbagi menjadi bronkus utama kanan  Terbukanya Jalan Napas . masker bag-valve. Esophagus tepat terletak peningkatan tekanan intra cranial. laring. dinding posterior trakea kea rah depan dan mempersempit trakea. leher harus difiksasi dan bronkus dan bronkioli hingga sampai ke alveoli. tempat terjadinya distabilkan dengan hati – hati saat melakukan maneuver sellick. Tulang rawan tiroid Untuk melindungi jalan napas agar tidak tersumbat dan mudah dilihat dipermukaan depan dari leher sebagai penonjolan mengurangi resiko aspirasi. langsung berhadapan depan dengan mengangkat rahang kedepan (‘chin lift’. ruang di antara pita suara. Bila benda asing atau makanan tersangkut di thrust’). Perlu diingat bahwa cabang dengan bentuk huruf C dengan bagian yang terbuka disebelah bronkus sebelah kanan lebih curam dibandingkan kiri sehingga belakang dan ditutupi oleh otot. Aktivasi berpenutup dengan cincin disebelah depan dan penutup dibelakang refleks menelan. Penekanan Paru adalah oragan untuk terjadinya pertukaran gas. dibawah tonjolan laryngeal. Bila pleura hampa udara) dan udara yang masuk melalui glottis melalui ada kecurigaan cedera tulang leher. kotak Percabangan trakea di sebut karina. muntah. kedalam lambung pada saat melakukan ventilasi tekanan positif Berkembangnya dinding dada dan bergeraknya diafragma kearah dengan teknik mulut ke mulut.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara modifikasi jaw orofaring sehingga tertelan. Alat bantu untuk jalan napas. cemas dan mudah sekali muntah. Selain kerusakan anatomi wajah dan jalan napas. Salah satu anggota tim harus bertanggung jawab baik . Hipoksia tanpa diperlukan perawatan dan pemantauan yang terus – menerus dapat memperburu kondisi penderita trauma yang tidak sadar. penderita akan beberapa hal yang penting yang harus diperhatikan dalam lebih sulit diselamatkan. dan untuk mempertahankan patensi jalan nafas penderita. Sebuah alat penghisap yang adekuat dengan lumen menyebabkan edema otak dan peningkatan tekanan intra cranial. stimulasi kardiovaskuler. Tindakan ini prosedur membuka jalan napas dasar maupun lanjutan. mengangkat epiglottis ke atas sehingga jalan napas tidak buntuh atau paten. Beberapa epiglottis terangkat ke depan dan dipertahankan pada posisi penderita juga mungkin mengalami pendarahan yang mengalir ke tersebut. peredarahan akibat trauma tersebut juga dapat membantu jalan napas dan menutupi pedoman anatomi jalan napas. thrust (gambar 4-6a) atau jaw lift (gambar 4-6b) kedua tindakan Dalam menghadapi hal tersebut. tindakan ini dapa membuka jalan napas mentoleransi kondisi hipoksia lebih dari beberapa menit. Perlu diingat bahwa beberapa maneuver jalan napas termasuk penyedotan dan pemasangan naso dan orofaringeal airway dapat merangsang refleks protektif 1. Langkah awal dalam mengusahakan patensi jalan napas sebagian terjadi karena kebanyakan penderita dalam keadaan pada penderita yang tidak sadar adalah memastikan lidah dan lambung penuh. dan peningkatan tekanan intra jalan nafas meskipun ia dalam keadaan sadar penuh. Hal ini cranial. Penderita cedera kepala tidak hanya melakukan tugas ini. juga ada resiko cedera tulang servikal yang dapat mempersulit usaha menjaga patensi jalan napas. Pemantauan terhadap penderita secara terus menerus napas. Bila harus dikerjakan secepat mungkin karena penderita tidak dapat dikerjakan dengan baik. Kedua tindakan ini sangat penting pada pertolongan yang lain menjadi kurang bermanfaat. anda harus ini akan mencegah lidah jatuh ke belakang menempel pada mengobservasi penderita secara terus menerus terhadap dinding langit – langit lunak (palatum molle) ataupun ke dinding kemungkinan adanya permasalahan jalan nafas yang mengikuti belakang faring. namun juga akibat tingginya kadar karbondioksida yang untuk mengantisipasi masalah yang mungkin terjadi. Tanpa hal ini. Memastikan patensi jalan napas penderita merupakan 3. Disamping hal – hal tersebut. Observasi penderita dan meningkatkan kemungkinan terjadinya muntah dan Setiap penderita yang cedera memiliki risiko gangguan aspirasi. akan meningkatkan aliran darah ke otak yang cedera sehingga 2. Berikut ini bila hipoksia disertai perfusi jaringan yang buruk. dan sambungan yang besar. Kedua tindakan tersebut akan menarik tulang cedera. semua jalan napas terbuka. tantangan tersendiri dalam perawatan prahospital. yaitu : mengalami kerusakan otak akibat hipoksia karena gangguan jalan 1. Salah satu tindakan awal yang penting adalah memastikan lidah (hyoid) ke depan.

Sehingga harus dipertimbangkan membawa alat penghisap 3. terutama penderita yang baru makan dalam harus selalu waspada untuk mencegah aspirasi pada penderita. Bersihkan dara dan secret yang menghisap sisa – sisa makanan. Penggunaan pulse oximetry lubang yang lebih besar. jumlah besar disertai konsumsi alcohol dalam jumlah banyak. dan semua keluhan nafas lainnya.’ (vomit officer/penanggung jawab muntah).tip” yang direkomendasikan pada semua penderita trauma (Lihat Bab 5). Periksa oksigen tambahan yang diberikan secara berkala 3. Anda harus waspada terhadap bunyi pernafasan yang secret kental orofaring. mengindikasikan adanya masalah. Sebaiknya menggunakan yang manual. frekuensi napas. dan ada. Biasanya penolong kedua dianggap memiliki resiko tinggi terhadap gangguan jalan nafas. kaku yang dapat menangani kebanyakan gumpalan darah dan pendarahan. terhadap control jalan nafas maupun ventilasi yang adekuat pada 1. Penderita yang gelisah dianggap mungkin mengalami untuk menghisap benda apapun dari penderita hipoksia sampai evaluasi yang sistematis dan cepat mengeliminasi Ujung penghisap dengan desain yang lenih baru memiliki kemungkinan tersebut. Alat – alat tersebut harus dibawah dalam sebuah kotak setiap penderita yang beresiko mengalami gangguan jalan nafas.O. Penghisapan (Suction) pipa tersebut menghilangkan kebutuhan akan sebuah katub control Semua penderita cedera yang memakai C-collar harus proksimal untuk interupsi penghisapan. gumpalan darah. Alat – alat tersebut harus memiliki lumen dengan bahaya ini : pernafasan yang berbunyi adalah pernafasan yang diameter yang memadai (0. Penderita yang bernafas 2. Alat Bantu Jalan Nafas (Airway Adjuncts) portable sebagai peralatan dasar yang digunakan pada pertolongan trauma di lapangan dan sepatutnya memiliki karakteristik sebagai Yang termasuk dalam alat bantu dalam mempertahankan berikut (lihat gambar 4-7) : jalan nafas agar terbuka adalah nasofaringeal airway. penderitaharus diatat dan dipantau. Pipa ET berukuran 6 mm dapat digunakan dengan sebuah penghubung sebagai ujung penghisap. Anda adekuat dengan cara merasakan pernapasan diatas mulut dan harus memiliki penghisap manual sebagai cadangan hidung serta mengamati pergerakan dinding dada. penolong 2 muntah dan aspirasi. Sebagai Salah satu ancaman terbesar terhadap patensi jalan nafas adalah ‘V. Alat – alat tersebut harus menghasilkan tekanan dan untuk memastikan pemberianya sesuai dengan kecepatan aliran pengalihan volume yang cukup sehingga dapat dan prosentase yang diperlukan. orofaringeal . terutama penghisap “tonsil. dengan sebuah silinder oksigen dan peralatan jalan Keadaan umum. Lubang sisi dari 2. Alat – alat tersebut sebaiknya bertenaga baterai atau spontan harus diperiksa secara berkala apakah volume tidalnya manual. Pada pada beberapa kasus lumen penghisap itu sendiri dapat digunakan untuk menarik sejumlah besar darah atau isi lambung.8 sampai dengan 1 cm) tersumbat. Waspadalah terhadap tanda 4. (lihat Bab 2) bertanggung jawab terhadap jalan napas. bila anda menggunakan penghisap bertenaga baterai.

Nasofaringeal airway harus junak dan memiliki panjang yang esophageal tracheal combitube (Combitube®). Oksigen tambahan dapat diberikan dengan masker (face mask) sederhana kecepatan aliran 10-20 L/menit. dan laryngeal sesuai. biasanya alat ini digunakan pada penderita baik bahwa penderita dengan cedera kepala seringkali mengalami yang masih memiliki refleks muntah. alat ini bukan merupakan indikasi untuk menyingkirkannya. Kemudian dikembangkan balon untuk mengurangi kecenderungan distensi lambung atau regurgitasi isi lambung selama ventilasi dengan masker bag-valve atau demand-valve. Penggunaan alat – alat ini antaranya dirancang sebagai penuntun intubasi. Keterampilan Pilihan).6 mm dapat dipotong dan berfungsi sebagai sebuah Esophageal gastric tube airway/alat bantu jalan nafas esofagus- nasofaringeal airway. Masker non- dinding belakang faring. Nasoferingeal airway dapat ditoleransikan lebih baik dibandingkan terlebih bila dalam keadaan tidak sadar. tidak lambung (EGTA) dirancang untuk dipasang kedalam esofagus akan ada banyak masalah yang timbul dalam penggunaan alat ini pada ketinggian dibawah karina. Alat ini dirancang untuk mencegah jatuhnya lidah dan mask airway merupakan alat bantu jalan nafas yang dipasang epiglottis kedinding belakang faring (lihat teknik pemasangan secara buta/tanpa melihat (BIAD). Bila tidak tersedia. Telah diketahui dengan orofaringeal airway. lihat teknik pemasangan pada Bab 5). pada Bab 5). pharyngotracheal/alat bantu jalan napas faringotrakea. Pengaturan ini Orofaringeal airway dirancang untuk mencegah lidah jatuh ke akan memberikan sekitar 45-50% oksigen. Beberapa di yang dipasang secara buta (BIAD). Esophageal obturator airway alat bantu jalan napas obturator esofagus. (lihat gambar 4-8a dan b). sementara yang harus dibatasii pada penderita – penderita yang refleks muntahnya lain memiliki ujung proksimal yang menonjol dari bibir dan tertekan sehingga memungkinkan pemasangan alat – alat tersebut. Dengan pemasangan secara hati – hati.airway. Pipa tersebut Namun demikian. dirancang untuk digunakan dengan masker balon yang melingkupi Perlu dihindari terjadinya muntah atau sumbatan mulut. karena mulut dan hidung. pipa ET yang berukuran 6 atau 6. dan blind insertion airway devices/alat bantu jalan napas Tersedia beberapa orofaringeal airway khusus. sekaligus mempertahankan jalan nafas tetap terbuka (gambar 4-9. Perdarahan ringan dari hidung setelah pemasangan dekompresi lambung (lihat lampiran A. Penderita trauma membutuhkan oksigen tambahan. kedua kejadian tersebut merupakan hal yang buruk bagi penderita – penderita ini. Bahkan mungkin lebih baik membiarkan nasofaringeal airway tersebut di tempatnya agar jalan napas tidak mengganggu  Oksigen Tambahan gumpalan darah ataupun menimbulkan pendarahan ulang. hipoksia. rebreathing dengan kantung reservoir dan aliran oksigen 12-15 . trauma dan pendarahan mukosa hidung tetap memiliki bukaan tempat memasukkan NGT dalam rangka sering terjadi.

Kanula hidung hanya. yang disebut volume tidal. permenit (respiratory rate) akan didapat volume semenit (menute direkomendasikan pada penderita yang menolak pemakaian volume). Penderita ini tidak perlu bernapas lebih cepat. mmHg disebut hipoventilasi. tetapi hanya mampu Dengan mengalikan nilai tersebut dengan jumlah pernafasan memberikan sekitar 25-30% oksigen. sehingga bila ada cedera dada atau pada diri anda sendiri. PaCO2 30 mmHg. Walaupun penderita ini melakukan hiperventilasi dia akan akan meningkatkan oksigen yang diberikan dari 21% (udara) tetap hipoksia. Cara ini dapat meningkatkan prosentase paru. Karbondioksida lebih mudah Alternative lain yang dapat dikerjakan ialah dengan melewati membrane alveokapiler paru daripada oksigen. Hal ini meningkatkan persentasi oksigen yang diberikan melalui menyebabkan lebih mudah mengeluarkan karbondioksida keluar hembusan mulut ke masker dengan menempatkan nasal kanula daripada oksigenasi darah. L/menit dapat memberikan 60-90% oksigen. dengan baik pada sebagian besar penderita. orang dewasa normal menghirup membutuhkan oksigen tambahan. tubuh dapat mempertahankan PaCO 2 dan menjadi hipoksia. Penderita kontusio paru mungkin kecepatan pernapasannya Masker bag-valve (BVM) atau resuscitator bag dengan mencapai 36x/menit. Bila situasi meragukan. berikan meningkatkan oksigen yang diberikan dari 40-50% menjadi 90- oksigen pada penderita. 100% sehingga harus selalu dilakukan. dan nilai Oksigen tambahan harus digunakan untuk memastikan normalnya 5-12 L/menit.5 L) dan aliran oksigen 12-15 L/menit mmHg. Alat ini mengukur saturasi oksigen restricted oxygen-powered ventilation deviced (FROPVD) akan dan seharusnya digunakan pada hamper semua penderita trauma. dengan tekanan maksimal 50±5 cm air.  Ventilasi Tekanan Positif (Bauatan)  Ventilasi Normal . Kanula hidung ditoleransi sekitar 450-600 cc setiap tarikan nafas. Pada waktu istirahat. Volume semenit merupakan hal yang penting. tapi mengarah pada pemeliharaan PaCO 2. PaCO2 di bawah masker atau dengan memakai system tubing dengan dibawah 35 mmHg disebut hiperventilasi sedangkan lebih dari 40 kecepatan aliran oksigen yang sama. Kedua alat ini Pergerakan udara atau gas keluar-masuk paru disebut direkomendasikan untuk semua penderita trauma yang ventilasi. dan PaO2 hanya 80 kantong reservoir besar (2. menit. Oksigen harus ditambahkan selama ventilasi mulut Istilah hipoventilasi dan hiperventilasi bukan mengacu pada kemasker dengan kecepatan aliran 10-12 L/menit melalui tonjolan oksigenasi. untuk digunakan prahospital. positif. yaitu jumlah udara pernafasan yang keluar-masuk setiap masker oksigen. Penambahan kantong reservoir pada BVM akan membutuhkan oksigen tambahan. menyediakan oksigen 100% pada kecepatan aliran 40 L/menit Pulse oximeters akan dibahas dalam Bab 5. Alat pengukur saturasi oksigen (pulse oximeters) tersedia Alat ventilasi berkekuatan oksigen aliran terbatas/flow. oksigen dari 17% hingga sekitar 30%. dia menjadi 90-100%. Ventilasi normal pada paru normal akan oksigenasi yang adekuat ketika anda melakukan ventilasi tekanan menghasilkan PaO2 sekitar 100 mmHg dan PaCO2 35-40 mmHg.

Anda dapat melakukan ketika katup diaktifkan. mampu menampung 1800 cc gas yang merupakan batas maksimal dapat dilakukan pemompaan oksigen melalui bukaan glottis. Anda dapat diventilasi dengan IPPV. Terjadinya pernapasan adalah karena adanya tekanan Volume yang diberikan biasanya lebih sedikit bila negative pada rongga pleura menrik udara luar melalui saluran menggunakan kantong resuscitator daripada FROPVD. volume udara yang dapat diberikan ketika kantong semaksimal Tindakan ini disebut ventilasi tekanan positif mungkin. Masker bag-valve dari alat ini sesuai dengan volume yang diterima penderita bila dan FROPVD dapat menghasilkan tekanan yang lebih besar dari hanya menggunakan pipa ET. Bila tangan dewasa meremas/memompa . 12-15 liter. Sebagian besar orang hanya mampu pada penderita trauma dapat dilakukan dengan berbagai cara. Alat penghisap harus segera tersedia memperkirakan volume semenit dengan mengalikan volume udara 3. Bila melakukan ventilasi dengan IPPV. memberikan 800 sampai 1000 cc udara dengan meremas kantong dengan mulut kemulut hingga menggunakan bag-valve-pipa menggunakan satu tangan. Alasan lainnya untuk memberikan endotrakeal. Ada dua napas atas. esofagus memegang masker dengan dua tangan sehingga mengurangi akan terbuka bila tekanan pada orofaring lebih dari 25 cm H 2O dan kebocoran masker. Bila rawan krikoid ke belakang) penting dilakukan pada prosedur dasar melakukan ventilasi dengan tekanan positif menggunakan masker. Tidak ada jaminan bahwa udara yang volume lebih besar dengan ventilator dengan kekuatan aliran dipompakan ke orofaring akan melalui bukaan glottis dan oksigen terbatas adalah FROPVD memungkinkan penolong masuk ke paru. Volume semenit harus diberikan minimal mask mencapai 60 cm H2O atau lebih. Dengan satu tangan. Pemberian oksigen sebanyak itu pada pencegahan komplikasi ini dengan menggunakan tekanan 50 cm H2O akan menimbulkan insuflasi lambung dan maneuver Sellick. seorang dewasa maksimal intermiten/intermitten positive pressure ventilation (IPPV). Perhatian yang serius harus diberikan dalam Penggunaan BVM juga tidak memberikan hasil yang lebih baik. harus harap diingat hal – hal penting berikut : diperkirakan berapa banyak udara yang diberikan tiap pernapasan 1. Orofaring memiliki bukaan ke esofagus. Pada semua penderita yang tidak mampu melakukan alasan yang mendasarinya. IPPV memberikan sekitar 1200 cc. Ventilator dengan mencegah terjadinya distensi lambung dan pembatasan aliran oksigen yang memberikan oksigen dengan mengurangi risiko muntah (regurgitasi) dan kecepatan 40 L/menit akan memberikan sekitar 700 cc tiap detik kemungkinan aspirasi. 4. berbagai komplikasinya kecuali bila dilakukan maneuver Sellick. penderita. Rata – rata kantong resuscitator hanya hal ini. Oksigen tambahan harus diberikan selama penderita yang anda berikan (volume yang diberikan). jalan nafas. atau bilamana jalan napasnya membutuhkan proteksi. 2. Ventilasi harus dilakukan dengan hati – hati untuk yang diberikan dengan kecepatan ventilasi. 25 cm H2O2 sehingga maneuver Sellick (tekanan pada tulang Karena tidak terjadi kebocoran dari masker. Harus diingat bahwa volume yang dikeluarkan udara masuk ke lambung (insuflasi lambung). memperkirakan volume semenit yang diberikan pada karena tekanan yang dihasilkan dengan meremas kantong bag.

setiap tiga atau untuk menggunakan istilah baik atau buruk pada daya pegas dari empat detik (15-20 kali permenit) akan memberikan pada tinggi dan rendah yang akan membingungkan. Bila elastisitas berkurang. ventilasi akan lebih sulit tercapai. karena kecepatan saja tidak dapat diandalkan dan efektif. (bagging) sekitar 800 cc dari bag. Bila anda melakukan ventilasi jarang digunakan. tersebut yang mengatur apakah anda dapat melakukan ventilasi ke Pada setiap pernafasan dengan bag mask diperkirakan penderita dengan baik. dengan pengalaman dan pelatihan yang minim sekalipung. metode ini merupakan salah satu yeknik dengan masker. ada kecenderungan untuk memberi ventilasi ke penderita dengan frekuensi  Teknik Ventilasi tinggi tetapi dengan volume yang seringkali Mulut Ke Mulut berkurang. Suatu beberapa keadaan penyakit paru atau pada penderita dengan model masker balon dapat mengurangi resiko ini. Metode ini hamper tidak pernah elastisitas dari paru dan dinding dada akan amat memengaruhi digunakan karena adanya bahaya penularan penyakit. volume semenit sejumlah 12-16 liter. Selama keadaan gawat yang menegangkan. akan memungkinkan udara memasuki glottis dan menghasilkan Mulut Ke Masker sedikit distensi lambung. Hal ini masker dengan dua tangan sementara penolong yang menyebabkan ventilasi pada penderita menjadi lebih sulit. Kemampuan dari paru dan dinding dada untuk Kabanyakan dari kerugian ventilasi dari mulut ke mulut mengembang yang kemudian akan menghasilkan ventilasi dapat diatasi dengan meletakkan sebuah masker wajah diantara penderita disebut sebagai daya pegas (compliance). elastisitas yang normal dari paru dan dinding dada pemberian ventilasi. karena daya penderita untuk meningkatkan kebutuhan ventilasi. juga cedera pada dinding dada. Perhatikan untuk memberikan volume Teknik ini merupakan suatu metode yang paling dapat yang cukup. dengan keuntungan tanpa membutuhkan mencukupi volume yang dibutuhkan. orofaringeal yang tinggi. Selain itu daya pegas dapat dirasakan secara lebih  Daya Pegas (Compliance) Bila udara biasa atau udara yang mengandung oksigen akurat dan dengan demikian kecil kemungkinan terjadinya tekanan diberikan dengan tekanan positif ke dalam paru penderita. Ini cukup bagi Daya pegas merupakan konsep penting. Pada keadaan henti jantung. Meskipun mudahnya penderita bernafas. peralatan khusus. Daya pegas dapat memburuk pada akan terjadi kebocoran masker sampai 40%. Disamping itu. daya pegas teknik dua penolong dimana satu penolong memegang juga memburuk karena sirkulasi ke otot sangat berkurang. volume yang diberikan tetap adekuat oleh karena penutupan mulut dapat dipertahankan secara efektif dan mudah. Lebih baik mulut anda dan penderita. lain memompa bag ventilator. Masker wajah saku (dapat dikemas dalam kotak kecil yang bisa dibawa dalam saku) yang didesain .

Alat ini memiliki masker lebih stabil letaknya di wajah. Kebocoran masker merupakan dari pada ventilasi mulut ke mulut. maka penggunaannya masih merupakan kontroversi. Alat ini dapat digunakan sebagian besar tipe penderita. dan beberapa masker tersebut dengan kantong reservoir atau tubing. masker sehingga seharusnya lebih banyak digunakan (lihat bab 5). reservoir atau tubing hanya dapat memberikan oksigen 40-50% Masker ventilasi saku secara konsisten telah terbukti mampu sehingga harus ditambah kantong reservoir. Karena terlalu sulit untuk merasakan daya pegas paru pada pemakaian tipe baru ini. lebih dulu untuk mengambil alat penghisap sementara penderita . Pengalaman penggunaan ventilator Rapatnya masker ke mulut dan besarnya volume yang berkekuatan oksigen aliran terbatas (FROPVD) yang baru yang diberikan dapat tercapai dengan memakai masker balon atau ada pada pedoman AHA (aliran oksigen 40 L/menit pada tekanan masker konvensional yang disambung tubing yang terhubung maksimun 50 ± 5 cm H2O) menunjukkan hasil yang sama dengan dengan bagian ventilasi masker bag-valve. Alat Ventilasi Berkekuatan Oksigen Aliran Terbatas mati tersebut dan memperbaiki rapatnya masker menutupi mulut Pada masa lalu ventilator dengan oksigen tekanan tinggi dan hidung. meskipun ke arah lutut atau paha Keuntungan pemberian oksigen 100% dan memungkinkan penolong. pada multiple trauma. dengan menggunakan dua tangan. Masker yang baru (masker balon) didesain untuk menghilangkan ruang 1. Ventilasi mulut ke masker masalah yang serius. Ikut nasihat dari Peralatan Airway/Jalan Napas petugas medis dalam menggunakan alat ini. BVM tanpa kantong memiliki tempat masuk oksigen tambahan dibagian samping. Masker ini direkomendasikan terutama pada penderita (demand valves) dinyatakan terlalu berbahaya untuk digunakan trauma (Lihat Gambar 4-11). yang akan menurunkan volume yang sampai memiliki keuntungan yang bermakna dibandingkan metode lain. wajah. dengan model konvensional yang terdahulu mempunyai ruang mati (dead space) yang signifikan sehingga menambah hambatan dalam mencukupi volume yang diberikan pada penderita. sehingga meningkatkan volume yang dihasilkan dan penggunaan dua tangan ketika menggunakan ventilasi masker mengatasi kebocoran dari masker (Lihat gambar 4-12). Dengan tambahan tubing ini keuntungan kantong lebih mudah dipompa. FROPVD tidak lebih buruk daripada BVM dalam hal menimbulkan distensi lambung. Aturan terpenting yang harus diikuti dalam memakai Masker Bag-Valve peralatan airway ialah bahwa alat tersebut tersedia dan dalam Kelemahan dari alat ini adalah volume ventilasi yang keadaan berfungsi baik. Hal ini memungkinkan pemakaian ventilasi bag-mask (gambar 4-10). Sebagai tambahan. rata – rata 800 cc. Jangan sampai terjadi anda harus berlari tetap. ke orofaring sampai 40% atau lebih. secara komersial terutama cocok untuk ventilasi awal dari dari 1 L dapat diberikan pada penderita. memberikan volume yang lebih besar dari pada alat bag-mask dan Masalah utama sehubungan dengan masker bag-valve demikian pula memberikan prosentase oksigen yang lebih besar adalah volume yang diberikan.

penyakit paru dan tidak merokok. Peralatan airway yang ringan seharusnya non rebreathing. Korban tertidur di kamar belakang dan petugas pemadam harus mengandung semua yang diperlukan. berisi sebagai berikut : Von Huffenpuffen menyatakan dia sedang menghangatkan makanan di atas kompor dan memutuskan untuk beristirahat 1. Pulse oximeter Buddy memperhatikan suara Ms. Perlengkapan ventilasi berupa masker bag-valve kemudian mencoba keluar rumah dengan memanjat jendela saat (dengan kantong reservoir) petugas pemadam kebakaran tiba. Jadi peralatan ini harus dalam keadaan siap Isi dari kotak perlengkapan airway sangat penting. Ketika Ms. Von Huffenpuffen terbangun. dan sesak napas. Untuk mengamankan mengeluarkan wanita tersebut melalui jendela. Tabung oksigen diutamakan yang aluminium 2. 1. Alat pelindung personal (Lihat Bab 1) 2. Alat penghisap protabel. Kanula dan masker oksigen koridor telah terbakar. Ms. Dan telah menyiapkan stretcher . Joyce. 6. dan Buddy dari system transportasi gawat darurat 5. sementara Joyce mempersiapkan pemasangan masker oksigen napas tambahan lainnya. Kesan awal buruk karena penderita batuk – mudah dibawa. tambahan Penderita mengeluh sakit kepala. Survey TKP menunjukkan ada petugas pemadam kebakaran. Unit penghisap harus Buddy memulai penilaian awal dengan memperkenalkan ditempatkan bersama dengan oksigen dan perlengkapan jalan tim. Buddy penghisap yang baru lebih ringan dan lebih kecil. Denyut nadi dipergelangan tangannya cepat dan kuat. Saat diminta menceritakan kejadian tersebut. Alat penghisap bertindak sebagai pemimpin tim. batuk prasisten. Ms. Von Huffenpuffen 5. Lima peralatan dasar yang diperlukan untuk respon awal harus memerikasa seluruh perlengkapan ini pada setiap pergantian pada trauma prahospital adalah : jaga.membutuhkannya. ruangan sudah manual penuh dengan asap dan ketika dia membuka pintu kamar tidur 3. Masker saku dengan peralatan untuk oksigen menyangkal riwayat asma. dan hanya ada satu Peralatan airway harus betul – betul terisi lengkap dan korban. Alat yang sekarang tersedia lebih ringan dan dan batuk – batuk. Dia dipenuhi jelaga jalan napas penderita. Long backboard dengan perlengkapan untuk imobilisasi 3. sebaiknya sudah tidak digunakan lagi. Kotak trauma (Lihat Bab 1) dipanggil kelokasi kebakaran rumah. Tim memakai APD. lokasi aman. Tabung oksigen terbuat dari aluminium dan alat batuk dan tampaknya mengalami kesulitan bernapas. anda pakai. dengan tenaga baterai atau sejenak. dan setiap peralatan harus mempunyai suatu kartu yang berisi daftar isi kotak airway sehingga mempermudah pemeriksaan. Von Huffenpuffen menutup pintu 4. Peralatan airway (Lihat dibawah ini) Dan. Ms. membawa yang besar dan ditempatkan terpisah dari sumber oksigen perlengkapan yang diperlukan dan mendekati korban. Alat imobilisasi cervical/tulang leher yang kaku  Studi Kasus 4. Von Huffenpuffen parau dan pernapasannya cepat dan dangkal.

Pemeriksaan pada anggota gerak didapatkan kemerahan (tanpa vesikel) pada daerah yang terpapar dilengan  Ringkasan Studi Kasus dengan bulu terbakar. berdiameter 4 mm dan bereaksi sama. DCAP-BTLS pada perut. Riwayat penyakit dahulu tidak ada yang serius dan dia tidak mengkonsumsi obat apapun. Diketahui kadar trakea di tengah. Panggul stabil dan tidak nyeri. yang terjadi. memberitakan Pemeriksaan singkat pada kepala dan wajah penderita bahwa dia sedang membawa penderita yang tertidur di ruang didapatkan adanya kemerahan dan vesikel diwajah dan bibir. Von Huffenpuffen menyatakan sangat penting untuk penderita seperti ini mengingat adanya bahwa sesak napasnya berkurang dengan pemberian oksigen. luka bakar jalan napas. Pulse oximeter tidak dikirim ke rumah sakit. Ms. Joyce memperhatikan pupi penderita parau. Suara napas ada dan sama dikedua sisi. Suara jantung baik. menghubungi tempat pelayanan medis tujuan. Perlindungan jalan napas dan pemeliharaan oksigenasi Penderita segera dipindahkan ke dalam ambulan dan merupakan kunci pemulihan penderita. Buddy memutuskan melakukan Survei Trauma kecepatan respirasi 36 dengan wheezing ekspirasi. nadi 130. . Penderita tidak memiliki alergi. Ketika Buddy mencari data keracunan karbonmonoksida atau sianida sehingga akan SAMPLE yang belum didapat dan tanda – tanda vital. Keracunan karbonmonoksida dapat diterapi dengan kakinya dan memiliki sensa yang normal pada semua anggota pemberian oksigen 100%.kemudian penderita tidur di atasnya. Buddy memutuskan penderita harus dipriorotaskan karena oximeter 100% pada pemberian oksigen 100%. Tidak didapatkan pembengkakan jalan napas atasnya berkurang. Tidak ada luka bakar pada mengalami luka bakar dijalan napas atas. Makanan terakhir yang dikonsumsi saat siang hari (sekarang pukul 6 sore). Tidak karboksihemoglobir penderita sebesar 25% dan penderita juga didapatkan nyeri atau deformitas leher. Juga tampak kemerahan pada kulit leher. Penderita juga mengalami sakit kepala. Karena mekanisme trauma Tanda – tanda vitalnya : tekanan darah 120/70. Penderita segera dada. Buddy go karena kesulitan bernapas. Pengiriman dengan cepat memasang pulse oximeter. Ini merupakan kasus luka bakar jalan napas atas dan menghirup Penderita dapat menggerakkan jari – jari tangan dan asap. Penderita sesak napas Rambutnya terbakar. hiperbarik. Joyce memberikan penilaian yang tinggi palsu. bila tersedia dapat diberikan oksigen gerak. tertutup penuh asap dan sempat terpapar api. Bacaan pulse Cepat. tapi didapatkan diintubasi dan baru dilepas beberapa hari kemudian setelah wheezing ekspirasi ringan. perut lunak dan tidak nyeri. Vena-vena leher datar dan Setelah berada diruang gawat darurat. Dan mengemudi sementara Buddy dan bermanfaat pada situasi ini. Tampak jelaga di hidung dan mulut dengan dan batuk – batuk dengan wheezing ekspirasi bilateral dan suara bulu hidung terbakar. karena tidak mampu mengenali Joyce melakukan pertolongan. ancaman buntunya jalan napas karena pembengkakan laring akibat namun Buddy memperhatikan suara penderita semakin parau. tapi Buddy penilaian awal yang abnormal dan berada dalam situasi load and menyadari hal ini tidak sesuai dengan situasi saat ini.

Bilamana alat bantu jalan napas yang telah terpasang dengan benar bergeser Pulse oximeter sangat berguna dalam kasus ini. 3. Terampil mengenali : a.  Ringkasan Penderita trauma menimbulkan tantangan yang besar dalam keterbatasan dalam hal pemasangan peralatan secara tepat. Bilamana penderita membutuhkan bantuan ventilasi c. Menjelaskan primary survey dan Secondary survey pada pasien untuk membuka dan mempertahankan jalan nafas penderita. Akhirnya anda harus sangat mengenal beberapa 7. dan kejadiannya. Bilamana tata laksana jalan napas aktif diperlukan b. 3. Kegagalan menjaga jalan napas merupakan hal yang fatal. 2. mengerti dengan menguasai anatomi jalan napas dan tekhnik 4. Catatan Mencegah kematian pada masalah jalan napas : 1. . Menjelaskan macam – macam cara immobilisasi pada anak dan suatu kotak yang segera tersedia ketika anda mulai menilai perbedaannya dengan orang dewasa. Sasaran Setelah menyelesaikan bab ini diharapkan peserta mampu : 1. Untuk mencapai keberhasilan anda harus orang dewasa. Siapkan peralatan cadangan bilamana peralatan TRAUMA PADA ANAK utama tidak berfungsi. Mencegah aspirasi isi lambung. Penghisap harus segera tersedia. harus mempunyai peralatan yang tersusun dengan benar dalam 5. compliance paru. anda 6. Perbedaan alat yang dibutuhkan anak dengan yang dibutuhkan tatalakasana jalan nafas. Untuk melakukan ventilasi yang adekuat. Menentukan prognosis trauma pada anak berdasarkan mekanisme harus mengerti konsep dari volume tidall. penderita trauma. Menjelaskan teknik – teknik yang efektif untuk menambah keyakinan/sugesti anak dan orang tuanya. 2. Mendiskusikan perlunya melibatkan personel dari EMS sistem peralatan yang digunakan untuk mengkontrol jalan nafas dan kedaruratan medic) pada program pencegahan untuk orang tua dan mengembangkan keahlian untuk melakukannya. Anda anak. Menunjukkan pengeertian perluanya pengiriman/transport segera pada keadaan yang berpotensi mengancam jiwa/kehidupan. Bilamana alat bantu jalan napas terpasang tidak benar d. anak. volume semenit.

Jika memungkinkan lidah atau membuat boneka – bonekaan dari sarung tangan karet biarkan orang tua secara fisik dan kontak bahasa dengan anaknya. Mereka Anak yang tahu beberapa suara ‘ah’ seperti ‘mama’ dan ‘papa’ mengekspresikan perasaannya walau dengan pengharapan yang cobalah gunakan ini. paling tidak. dan kaget dan sering merasa bersalah. sambil terus bercanda. pembalut atau hanya menghibur anak mereka dengan Trik/kiat yang cepat untuk membantu menenangkan menerangkan apa yang sedang dilakukan mungkin kadang pasien dengan menganjurkan pasien ‘tiuplah tempat yang sakit bernyanyi mengikuti irama perawat. walaupun yang dewasa tidak pengamatan mngenai tingkat kesedaran pada orang dewasa. Salah satu tekniknya adalah meniupbersama mereka. Hal ini akan memperagakan kemampuan anda dalam menangani anaknya. jika anak berumur lebih dari 3 tahun dan ingin Mereka dapat melakukan tugas sederhana seperti memegang mainan dari karet. mempunyai otak dengan perfusi yang masih memadai dan akan terasa sakit’. akal pada anaknya atau pada saudaranya. Tunjukkan pada orang tua anda mengetahui betapa pentingnya Saudara juga dapat meniru perawat dengan 2 buah spatel melibatkan mereka pada perawatan anaknya. Komunikasi Dengan Anak dan Keluarganya keadaan syok. dalam bila dia minta berjalan didalam ambulan dan atau bergerak – gerak . Coba buat mimik dan suara aneh. semua pertanyaan dijawab Kabar baik jika anda sebagai penolong dapat meyakinkan orang dengan tidak. Dengan demikian anda mudah Juga harus diingat untuk menjaga kata – kata seperti ini ‘mungkin dapat menilai keadaan kesadarannya (mental status). tidak menyukai enak untukmu sekrang’ atau ‘sekarang kamu Anak yan terkena atau tertarik dengan seseorang atau merasa diremas’ dan jangan mengatakan saya akan membalutmu mainan. tidak masuk akal pada anaknya atau pada saudaranya. Orang tua pasti cemas. gemerincing dan rupa dari kunci. Jika anak tersebut mempunyai mereka akan berusaha membantu sebisanya. Orang dapat sangat membantu pemeriksaan atau malahan Anak yang berumur kurang dari 9 bulan senang menghambat dalam penenganan anaknya. Mereka mengekspresikan sering merasa senang bila di bedung. Jika saudara ikut untuk anak tetapi jangan kaku. terluka. Untuk anak kurang dari 2 perasaannya walau dengan pengharapan yang kadang. Kata – kata lembut dan perlahan akan baik oksigen maupun nutrisinya. Anak yang sedang belajar dan pra sekolah lebih cepat sendiri. membuat perjalanan sampai ke RS lebih muda. Orang tua biasanya ingin saudara membantu anaknya dan menggunakan mainan dan boneka. karena anak berumur tersebut menyukai balon warna-warni. Jangan terpengaruh oleh pernyataan anak dihibur atau tertarik mungkin mengalami trauma kepala. atau mengalami nyeri yang hebat. kadang sambil tua dan ini juga akan menambah keyakinan anak dan penolong itu tersenyum. anak secara fisik dan mentalnya akan menjelaskan dengan bahasa yang dimengerti oleh anak dan orang rileks. tidak masuk tahun lampu senter merupakan alat penarik perhatian yang baik. Anak berumur 2 tahun tergolong susah dan kadang. (handschoen). sering sulit untuk tertarik dan terhibur. dan membawa mainan di mobil atau disekitarnya mintalah tolong Cara terbaik untuk menyakinkan orang tua adalah pada orang tuanya untuk mengambil mainan tersebut. Karena anak datang bersama orang tuanya. tuanya. pernah hipoksia. Sebaliknya anak yang tidak dapat mengurangi kesakitan. mendengar suara ‘cooing’. Perubahan pada ketidak tertarikan di atas penting dalam saudara mendapat dua pasien. Tunjukkan perhatian saudara pada lukamu seperti engkau meniup balon’.

Bila tetap dotrakeal. Terangkanlah mengapa imobilisasi Pita broselow adalah pita ukur komersial. Penggunaan pita broselow dapat mengurangi membuat keputusan bilamana dihadapkan pada mesalah kecemasan dan kegugupan sewaktu merawat anak yang tidak memerlukan waktu yang terlalu meminta persetujuan. tulislah peralatan yang dibutuhkan anak tersebut. cobalah mereka melupakan anak yang lain. Maka perkiraan berat. Orang karena keterbatasan ruang. sementara ibunya tidak sadar). mudah dijangkau walaupun terhadang jangan menyakitkan. tunjukkan Beritahu anak apa yang sedang anda kerjakan sambil tersenyum. Ketika melakukan pendekatan pada anak. pada situasi diketahui beratnya. serta ukuran sedang bermain ketika melakukan imobilisasi anak. Tetaplah tenang dan Alat pediatric harus tetap berada dikotak trauma. Alat lain tahanlah. Banyak Negara yang melarang perlengkapan yang sudah diberi parel/striker berwarna – warni transport dan perawatan pada anak tanpa persetujuan orang tua dari piat broselow tersebut( kemesan kotak yang baik bisa dibeli atau wali resminya. mereka sering menolak. catat tindakan anda dan masukkan laporan dan cobalah . kemungkinan ada kesalahan yang serius pada servical mengetahui panjang anak sekaligus kita bisa mengetahui perkiraan spine. kecuali pada keadaan khusus. pastikan untuk bertanya pada orang tuanya pada orang tua atau pada diri saudara sendiri. dosis obat dan ukuran pipa er menolong dan mengangkat. mereka akan bertahan dengan  Peralatan menggigit. Saudara dapat membawa keterangan dibawah laporan anda dan persilahkan orang tuanya dan menyeleksi persediaan alat pada kotak trauma atau tas untuk membubuhkan tanda tangan. Paramedis harus secara komersial). resikonya akan tinggi bila terjadi. Bahkan kekuatiran tentang ukuran peralatan anak membutuhkan pertolongan segera (misalnya anak aspiksia yang tepat dan dosis obat bisa secara tepat dapat diketahui. Dalam pertolongan keadaan yang resiko tinggi dan tinggal seorang diri dirumah. kewibawaan anda. yakinkan anak dengan memegangnya kuat – kuat tetapi yang diluar ukuran anak. lakukan seperti seolah berat anak. Sebelum saudara meninggalkan tempat Tunjukkan bahwa dia tidak menyakitkan kalau perlu kerjakan dulu kejadian dengan anak. yang mungkin juga dalam bersikap menyesuaikan dengan umur anak. jika anda dikira memaksa. Ukuran kadang bagaimana dengan anak – anak yang lain. pada anak sepantasnya paramedic lebih banyak berada dilapangan dan berlutut didekatnya. minhta tanda tangan mereka. Anak yang ketakuran terutama pada anak – anak yang berumur 2-4 tahun. cobalah membujuk mereka. pita yang bertuliskan “Measure from head” (ukur mulai kepala) catat mengapa mengangkat tanpa ijin dan laporkan tindakan ini pada puncak anak (kortek). kendalikan fisiknya bila diperlukan. perhitungan dosis cairan dan obat. penghisap. anak dan tempatkan anda yang lain pada ujung ukuran pita ditumit Jika orang tua atau wali resmi tidak ingin saudara anak. angkatlah sebelum anda mendapatkan ijin. saudara harus menolong anak Penggunaan pita Broselow midah. pipa lambung dan oral airway tertera menolak. luruskan pita sesuai dengan panjang pada rumah sakit penerima. kadang – kadang menakuti anak. meludah ataub memukul. ketika diperlukan. Penataan kotak serbaguna tersebut tua dan anak yang tidak mengerti packaging/imobilisasi. Biasanya anak akan selalu menolak.pada pesangan cerivical colar. yaitu sengan meletakkan ujung tersebut selayaknya. kateter. membuat kurang pas bagi kebanyakan ambulans atau kendaraan penolong.

Menguasai perdarahan yang hebat. Pastikan stabilisasi leher pada anak dalam posisi 3. Kemudian diulang lagi. Ada situasi kritis. kepala dalam keadaan fleksi dan dapat Transport/kirim segera menyebabkan pembuntuan jalan nafas. 9. Airway dengan stabilisasi C-spine. Laporan pada pihak rumah sakit penerima pastikan untuk mengambilnya dari mulut supaya tidak tertelan. Berikan ventilasi yang . jaringan lebih lunak dan jalan nafas/airway lebih mudah tersumbat/obstruksi. Circulation menggunakan cervical survey supaya leher tidak digerakkan 5. Misalnya neonatus menggunakan hidung untuk bernafas. Tidak ada situasi Dengan menganjal pada handuk yang dilipat pada bahu Back board dan leher akan menjaga leher tetap dalam posisi netral. sehingga kalau Pack board berbaring terlentang. Hiperfleksi Secondary survey pada leher juga dapat membantu untuk mengangkat lidah dan Transport menjaga jalan nafas tetap terbuka. tetapi kakateristik yang lainnya memudahkan dalam penangannan anak. pada peta. dengan baik. jangan membuang waktu untuk 4. Intervensi kritis and transport decision. Breating netral dengan tangan anda. Pada anak kecil 7. a. yaitu : 1.  Airway Dengan Stabilisasi C. Pemeriksaan ringkas abdomen. dapat digunakan untuk mengambil secret dari dalam faring bayi 2. pelvis dan ektremitas Tindakan’jaw trust’ digunakan untuk menjaga nafas pada anak 6. Pada kenyataannya lidah anak amat besar. Peninjauan keseluruhan situasi pasien. b. Peta ini dapat memperkirakan berat badan lebih tepat Merupakan suatu pemerikasaan yang lebih mudah pada dari pada dilakukan oleh seorang dokter ahli anestesi. hanya dengan mengempiskan gelembung/balon karet kemudian masukkan ujung pipa pada lubang hidung kemudian  Pemeriksaan Pasien Anak mengosongkan pipa tersebut akan keluar dahak/lendir. Spine & Penentuan Tingkat Nasofaringeal airway diperkirakan kecil kemungkinannya untuk Kesadaran dikerjakan pada anak. jadi jangan dipakai. Perawatan kritis dan pemeriksaan ulang/reassessment Oral airway tersebut dapat merangsang reflek gag yaitu reflek yang sangat sensitive pada anak yang tidak sadar. darah atau Pendekatan pada anak yang cedera adalah sama dengan orang muntahan. oleh karena itu batasi penggunaan cara ini pada anak yang tidak sadar. tulang occiput (belakang kepala) lebih besar. hanya dengan membuka mulut atau membersihkan hidung dengan pipa penghisap atau pengisap manual. dapat menolong jiwa. yang tidak sadar dan dicurigai adanya trauma. Dalam hal menggunakan pipa penghisap. Jika terdapat gigi yang terlepas 8. Karet penghisap/bulb syring dewasa. anak daripada orang dewasa.

udara masuk ke paru – paru. Penyimpangan pada trakea sangat sulit dianjurkan pada anak. Anak – anak pra sekolah paru – paru mengalami kekakuan misalnya pada tenggelam (near yang tertidur Nampak seperti tidak sadar. Blind Naso atau ventilasinya tidak memadai. Ventilasi bag valve mask pada anak : Sebaiknya dihindari melakukan intubasi pada anak dilapangan/tempat kejadian. tetapi sengat berarti pada orang dewasa. terbangun dengan adanya rasa sakit. Pada kecurigaan adanya syok. bahkan pada keadaan kering dan lampu penerangan yang baik  Pemeriksaan Nafas seperti ruang emergency. Periksakan tanda Sangatlah penting untuk melihat pengembangan dada. Namun demikian kadang – kadang sebelum memulai pemerikasaan lainnya. atau aspirasi. Pilih pipa endotrakeal yang sesuai – betul pas ketika melakukan bagian valve mask ventilasi cobalah ukuran dianjurkan menggunakan pipa Broselow atau kira – kira geser agak ke bawah. Berikan pernafasan perlahan – lahan pada Umur ( th ) 4+ =Ukurantube ( mm ) tekanan rendah kurang dari 20 CmH 2O. nadi karotis dan vena leher yang mengembung dada mengembang. maka dibutuhkan tekanan light kita dapat memeriksanya. dideteksi pada anak kecil. Tekanan dihasilkan oleh alat tersebut Buatlah catatan observasi penurunan tingkat kesadaran hamper selalu lebih dari cukup. bahkan tidak mungkin pernafasan anak. Jika terpaksa harus melakukan intubasi Lihat apakah dada mengembang. dengan penurunan kesadaran. Jaga udara supaya tidak 4 Pada anak kecil. Cara perhitungan lain : jadi berhati – hatilah. dan rasakan udara keluar dari hidung. Perhatikan penempatan tangan. Cek masuk udara (distanded neck vein) dan raba adakah penyimpangan trake. Kenalilah alat anda dengan seksama. 20 menit untuk sebagian penahan pipa tanpa balon yang baik hingga ukuran pipa anak lebih dari 1 tahun. Adanya jelas meskipun kecil saja yang terlihat pada leher. Frekuensi nafas tetap dibawah pita suara. mempunyai pop of valve (katup yang bisa meletup) pada tekanan kurang lebih 40 CmH2O. bronco spasme. Jika ada gerakan yang diperlukan. anak). karena anak seluruhnya dengan mulut saudara. saudara harus menutup lubang hidung dan mulut dilakukan pada anak yang berumur kurang dari 8 tahun. yakinkah bahwa bag trauma kepala atau kejang. lakukan preoksigenasi dan siapkan peralatan masuk. bagaimanapun mereka akan yang lebih besar. Tangan yang besar dapat dengan ukuran lubang hidung anak (kira – kira jari kelingking dengan mudah menyumbat jalan nafas atau melukai mata anak. yang lembut pada crocoid (sellick maneuver) dapat digunakan dan dapat mengancam jiwa. Sehingga anda dapat menggunakannya 40 kali per menit untuk anak dibawah 1 tahun. ingatlah pada hiperventilasi anak valve mask anda tidak menimbulkan pop-off valve. Jika face mask tidak betul letak laring jauh ke depan. Penekanan tumpul. bagian tersempit dari jalan nafas terletak masuk lubang atau menyebabkan pneumo-thorax. luka yang ke keduda paru kanan-kiri dengan stetoskop. Dianjurkan melakukan intubasi oral. Jika jejas pada leher. dengan bantuan flash drawing). 15 menit untuk anak remaja. dengarkan udara keluar ditempat kejadian. . sesuai bilamana selesai memeriksa jalan nafas. Suatu self infatable bag-valve mask. saudara harus segera membantu Tracheal Intubasi sukar dilakukan. Intubasi sangatlah sulit dilakukan.

Oleh karenanya nafas seaktu tidak ada seseorang yang memberi nafas pada anak. lebih mudah ditunda dulu imobilisasi kepala. jadi periksa berulang – ulang selam dalam perjalanan.minimum 6 mm. Plester kuat – kuat tube pada sudut mulut dan sebab itu pada anak dengan tanda syok. hentikan tindakan intubasi tersebut. Bila saudara mempunyai waktu improvisasi. dan menggunakan blade lurus. pakaian ini akan terjadi seperti mengempeskan pakaian anti syok Gunakan Bensidin pada pipa dan bibir secara hati – hati jangan yang sebenarnya. Periksa apakah pipa 5-8 18 – 26 14 – 20 90 – 100 90 – 100 endotrakeal tersebut tetap pada tempatnya (dengan fiksasi plester 8-12 26 – 50 12 – 40 80 – 110 100 – 110 >12 50 12 – 16 80 – 100 100 – 120 pada sudut mulut). ketakutan. detik. Kalau saudara memotong sehingga bila anak bergerak tube akan tetap pada tempatnya. dapat menyebabkan penurunan perfusi. hal diatas dapat saja terjadi pada bayi. Akan ada resiko yang berarti bila leher anak dada. Akan Biasanya penyebab syok sekunder pada perdarahan yang lebih efektif. dengan cara yang harus dipindahkan menangis akan meningkatkan kebutuhan O2 untuk jaringan. Sedikit fleksi leher saja sudah dapat Pakaian anti syok (MAST atau PASG) tidak dianjurkan untuk mendorong tube masuk ke bronkus kanan. pasien jangan sampai jatuh syok karena darah intracranial Pita suara dengan mudah akan terlihat. tetapi jangan lebih dari 15 tidak diketahui pasti perdarahan intracranial atau fraktur femur. saudara sering harus melakukan infuse untuk memberikan cairan. bila anda melihat neonatus syok dengan sumber perdarahannya Segera anda merasa ingin bernafas. yang sudah dengan pasti dengan ibu jari dan telunjuk pada bibir dan tepi gusi. Jadi walaupun yang diajarkan mesuk sedikit sampai ke apiglotis dan kemudian diangkat lagi. karena itu kanan mulut.  Penilaian Sirkulasi pada anak kecil lebih dekat dengan mulut dan teknik ini. Umur(th) Berat(kg) Pernafasan Nadi Sistolik Metode efektif lainnya adalah meningkatkan saudara Baru lahir 3 – 4 30 – 50 120 – 160 >60 ketika mengerjakan ventilasi. Ingatlah pada anak yang dapat menyebabkan tube keluar seluruhnya dari trakea. Ingatlah plester dan tali pengikat dapat menekan . blade langioskop didorong tidak terlihat adalah fraktur femur. jika suara tidak tamapk. Anak lidah ke kiri dengan memasukkan blade laringoskop pada sisi dengan macam luka apapun seringkali disertai muntah. menfikasi leher dengan tangannya selama intubasi. Dengan walaupun tidak ada gangguan bernafas luka. bergerak saat intubasi tracheal. Perbedaan dengan intubasi pada orang dewasa. berfungsi seperti pakaian anti syok. sedangkan ekstensi terapi syok kecuali pada keadaan tertentu. berikan oksigenasi Table tanda – tanda vital kembali melalui masker dan dicoba lagi intubasi setelah beberapa Tekanan menit. sebaiknya bersama anggota tim ½-1 8 – 10 30 – 40 120 – 140 70 – 80 lainnya yang memegangi pasien dan menghitung dengan suara 2-4 12 – 16 20 – 30 100 – 110 80 – 90 keras tetapi terlambat selama 15 detik. Tahan tube agak besar sering tidak memakai celana pendek ketat. pemotongan celana ketatnya sampai saudara selesai memasang Ketika membebat anak. jadi harus ada seseorang yang Seorang anak dengan luka serius harus mendapatkan oksigen. Oleh sampai kena mata. kemudian angkat. Ingatlah dengan menahan berkurang. kemudian tempatkan blade pada veleculla dan tetaplah waspada.

intasseus infusion. dan apakah tidak menghambat perawatan intensif. Anak – anak mudah diangkut dan venanya. Tiga atau empat luka lecet dapat menyebabkan dipikirkan lebih lanjut sewaktu menghadapi kasus semacam ini. dan mengontrol perdarahan. Jika tidak tidak pas betul pada anak kecil. bukan sekedar agar perdarahan tidak ditambah luka bakar anak. transport yang lebih baik dan anak dalam keadaan syok lanjut. Seringkali ukuran cervical colar laktat atau normal saline. untuk menghentikan perdarahan. fiksasi leher dengan plester pada kepalanya atau anak dalam keadaan syok lanjut dan anda tidak dapat meraba memakai alat imobilisasi kepala.v. lakukanlah dengan jalan Tidak banyak tindakan yang harus dilakukan dilapangan. yang merupakan 20% dari total volume darah Kebimbangan dapat diperkecil dan waktu akan menjadi lebih anak. Jangan mengandalkan cervical terjadi respon dapat ditambahkan lagi sebanyak 20 CC/kg. CC/kg. Keadaan tersebut. mencoba 2 kali atau sudah 90 detik. Tanyakan kepada orang tuanya atau penolong lain. Saudara harus Jika saudara menemukan situasi kritis pada trauma. 200 cc darah hilang. Untuk itu lebih cermatilah kehilangan darah anak daripada efektif. atau tidak bisa memulai pemasangan i. Menggunakan bebat tekan cukup dengan atau Pusat Penanganan Trauma Anak. Bolus awal 20 CC/kg ringer agar lehernya tidak digerakkan. ingatlah volume darah anak sekitar 80-90 peralatan yang memadai untuk menangani kasus kegawatan anak. terluka juga dapat membantu mengontrol perdarahan. anak menegaskan beberapa lama untuk melakukan. pentingnya tindakan tersebut. Saudara harus menegaskan bila saudara tidak melihatnya sendiri. ingatlah pasien dan pengangkut supaya menjaga (ingatlah diskusi tentang cairan). Hitungan menit khususnya untuk anak – anak di tempat kejadian waktu yang diingikan kurang dari 5 menit. Factor kesulitannya antara dikerjakan ditempat kejadian atau di RS. Menggunakan bebat yang cukup Jika anak memerlukan tindakan saudara harus menentukan untuk mengontrol perdarahan vena. Bila saudara mempunyai waktu tindakan saudara harus  Pengambilan Keputusan : Apakah Ada Situasi Pada Trauma menentukan karena waktu yang sangat berharga. setelah harus ditransportasi segera. tenggelam dan luka kepala tidak sadar dapat terlihat. Lihat table dibawah ini untuk uraian mekanisme memadai orang dewasa. Ventilasi dengan bag valve mask pada anak yang kritis lebih baik daripada  Mengatasi Perdarahan pemasangan endotrakheal tube jika waktu perjalanan ke RS Sumber perdarahan terselubung harus dikontrol untuk pendek. board dan kirim. Barikan oksigen maksimun pada semua pasien anak yang kritis. berikan secepat mungkin. pentingnya tindakan memerlukan transport segera. harus dilarikan ke RS tersebut diatas. tidak ada jaminan untuk bocor karena waktu yang sangat berharga. Mengangkat ektremitas yang beberapa lama untuk melakukan. Ingatlah untuk memasang cervical colar yang saudara harus memasang iv line dan memberikan cairan bolus sesuai ukurannya. Log roll anak pada pediatric spine . Jadi bila anak dengan berat badan 10 kg mempunyai darah Perubahan tujuan pengiriman untuk kasus yang lebih parah harus kurang dari 1 liter. Tidak semua fasilitas Gawat Darurat mempunyai menjaga sirkulasi. jika colar saja.

Terlempar keluar kendaraan pada kecelakaan bermotor oleh otak untuk membawa oksigen. dan apakah tidak menghambat perawatan intensif. PENURUNAN TINGKAT KESADARAN tetapi banyak kasus kerusakkan ortak pada trauma kepala terjadi GLASGO COMA SCORE <10 PEDIATRIC TRAUMA SCORE <8 setelah tubrukkan. Hubungi Intalasi Gawat masih dapat digunakan dengan catatan anak masih bisa dihibur Darurat untuk persiapan alat – alat dan personelnya. maka i. karena porsi kepala anak lebih besar daripada PUPIL LEBAR kepala orang dewasa. Darah diperlukan 3. Karena sulitnya membaca 5. atau di RS. dari penyebab yang seharusnya dapat dicegah. Usahakan untuk menaikkan tekanan darah. Tindakan bantuan hidup dapat di lakukan dalam mendalam. Bila saudara mempunyai waktu tindakan 3 menit (misalnya i. Jatuh dari ketinggian >15 meter otak. harus  Secondary Survey dilakukan.v.v. saudara harus Seperti pada orang dewasa. 2. Beri Oksigen.tersebut. Melakukan dan dialihkan perhatiannya. MEKANISME TRAUMA YANG BERHUBUNG DENGAN Untuk menghindari. Jika telah selesai primary survey dan saudara tidak menentukan Laporkan pada RS. Penilaian neurologis secara singkat seperti AVPU ambulan selama perjalanan ke RS. Trauma kepala meningkatkan metabolism sel – PARAHNYA LUKA sel otak dan menurunkan aliran darah pada bagian terkecil dari 1. Selesai membalut. dengan monitoring terus – menerus. termasuk tes neurologi yang helicopter tiba. saudara akan 6. Criteria untuk pengiriman ke Intalasi Gawat Darurat yang dianjurkan dan disetujui oleh Pedatric Trauma Center :  Cedera Kepala Kepala merupakan focus pertama pada anak yang TIDAK SADAR mengalami cedera. tempatkan pasien anak pada backboard dan lakukan Score selama dalam perjalanan. metode secondary survey dan lain – lain. saudara harus mengerjakan 4 prosedur : 1. Fraktur pada lebih dari 1 bagian ekstremitas mempercayakan pada tanda – tanda kurangnya perfusi. Ditabrak mobil ketika jalan kaki atau naik sepeda tekanan darah secara akurat pada anak kecil. Factor kesulitannya antara dikerjakan ditempat kejadian 7. . Jadi tekanan sistolik harus 4. jika anda menunggu helicopter. ambil riwayat “SAMPLE” dan lakukan pemeriksaan tersebut sudah selesai dikerjakan dan siap untuk diangkut ketika menyeluruh kepala ke ujung kaki. anak dikirim secondary survey dan pemeriksaan ulangan jika masih ada waktu. untuk anak yang lebih besar. catat tanda – tanda vital yang melakukan tindakan tersebut namun juga harus yakin bahwa anak akurat. Pada kecelakaan kendaraan bermotor yang mesinnya masuk lebih dari 80 mmHg pada anak pra sekolah dan 90 mmHg ke dalam kabin penumpang. Luka yang berarti pada satu organ atau lebih. hitung GCS dan Pediatric Trauma situasi kritis. Tangan tubrukan tidak sampai merusak otak.) dan 30 menit waktu perjalanan. Kecelakaan dengan kematiann (ada yang mati) 2.

Seorang anak yang bernafas lebih dari 40 4. biarkan darah keluar dari. Pada keadaan ini pembuluh memadai untuk mendapatkan perawatan defintif. Anak pada luka kepala anak. Anak yang dada yang mengalami pneumothorax. terlihat. membantu. tetapi mendengkur Perubahan tingkat kesadaran merupakan indicator baik dengan keras merupakan indikasi perlunya bantuan ventilasi. Pasien trauma kali/menit. Seorang anak yang datang di unit gawat yang mengalami distress nafas sering bernafas dengan cuping darurat dengan GCS 10. sehingga menutupi vena leher yang distended dan menggerakkan kepala untuk memastikan hal tersebut. pergeseran trake. Jangan lebih berlemak. Menurunkan tekanan intra cranial. Oleh karena itu lebih baik menggunakan penilaian Anak dengan trauma tumpul dada beresiko untuk terjadi dengan catatan khusus misalnya apakah anak dapat dihibur. saudara dapat mengangkat  Trauma Dada kepala pada papan. 15-30o untuk membantu menurunkan Pada umumnya gambaran distress nafas pada anak mudah tekanan intrakarnial (hal ini masih menjadi perdebatan). mencari dimana orang tuanya. Jangan retraksi otot nanas. atau bayi lebih dari 60 kali/menit biasanya dalam kepala seringkali muntah. Jika tension pneumothorax timbul jantung dan Anak yang mengalami trauma kepala sering jauh lebih baik trakea akan terdesak bergeser ke sisi yang berlawanan dengan daripada orang dewasa dengan trauma yang sama. hidung mengembang dan Jangan menekuk leher. Segera kirim ke RS yang lebih 10 kali/menit di atas normal. darah otak akan kontraksi dan tekanan intra krania menurun. yang sebelumnya GCS 13 (terjadi hidungnya seperti kelinci. pemerksaan pupil penting pada anak. Penilaian keras untuk bernafas. oksigen. Saudara harus menhisapnya dan keadaan distress nafas yang dapat membaik dengan pemberian siap hal tersebut tejadi. intervensi pemedahan segera untuk member kesempatan otak Aturan secara umum. atau pada tiap sudut dada lebih tidak terlihat daripada orang dewasa. bereaksi terhadap rangsangan nyeri atau terhadap suara. Lakukan hiperventilasi mengalami trauma dengan GCS rendah mungkin memerlukan pasien (perkirakan pernafasan normal dan nilai hiperventilasi). Jika anak tidak dalam keadaan syok. Siap dan waspada untuk mencegah aspirasi. Retaksi pada ruang supara sterna. pneumothorax. Karena dadanya yang kecil perbedaan suara nafas dialihkan perhatiannya. Jika ada tanda ini akan menyadarkan saudara kesadaran dengan menggunakan istilah setengah sadar tidak bahwa ada sesuatu yang salah pada system pernafasan. Untuk membantu deteksi . yang disebut faring. Ketahuilah bahwa pasien normalnya lebih menekan vena jugularis memutar leher atau merapatkan colar. dengan hati – hati karena itu sulit untuk mendiagnosis tension Periksa dan perhatikan juga sewaktu matanya bergerak ke samping pneumothorax pada anak kecil yang biasanya mempunyai leher kanan atau kekiri atau tetap pada satu posisi. Retaksi menandakan anak berupaya tetapi sebelumnya GCS 7 (terjadi peningkatan). peningkatan laju pernafasan kurang semksimum mungkin sembuh lengkap. bila mendengarkan juga pada orang dewasa. Seperti Saudara mungkin tidak bisa membedakan. cepat dari orang dewasa. uster costal atau daerah penurunan) sangat berbeda dengan bila anak tersebut dengan 10 sub costal pada saat inspirasi. misalnya tekipnea. Sedikit mendengkur tidak berarti. mendengkur. menyebabkan darah masuk ekonomi ruang intra cranial.3.

Yakinkan bebatan saudara yang disebabkan oleh rupture hepar atau lien. Anak dengan luka diperut seringkali muntah. Karena kurangnya perlindungan dan ukurannya yang lehernya untuk menjaga leher pada posisi netral. Ketika anak yang jatuh yang tertabrak mobil menit). Perdarahan akan berulang bila perfusi meningkat kendaraan bermotor. Cobalah membuat permainan sewaktu membalut anak. flail chest dan ruptur aorta jarang didapatkan pada bagian leher jarang terjadi sebelum remeja. anak. Siagalah untuk terapi syok. hati dan tidak menghalangi gerakan dada anak. saudara sebaiknya kiri. Seperti sebelumnya. sewaktu anak mengalami syok aliran darah turun sesuai  Mekanisme Cedera Yang Tersernig Pada Anak dengan laju kehilangan darah. cedera tulang belakang tamponade. Libatkan orang tua atau pada pusat penanganan anak – anak adalah perdarahan internal anggota keluarga bila memungkinkan.  Trauma Tulang Belakang Anak kelompok umur sebelum remaja mempunyai Walaupun anak mempunyai leher yang pendek kepala clatisitas dinding dada yang tinggi. relative besar menyebabkan keduanya mudah mengalami robekan bila terjadi trauma tumpul perut atau dada. Bila cedera cervical kelompok ini. menjadi target pada trauma sampai umur 8 tahun membutuhkan ganjalan dibwah bahu dan tumpul. saudara bisa berjanji  Trauma Abdomen akan memberikan tumpangan dalam ambulan sebagai hadiah Urutan kedua penyebab tersering kematian karena trauma setelah membalut dan siap mengangkat. tabrakan bekuan darah. Dengan torakostomi menggunakan jarum akan dapat menyelamatkan jiwa. Intervensi kepalanya lebih dulu. Pada anak. obstuksi jalan nafas oleh benda asing dan penganiayaan dalam keadaan syok dengan sumber perdarahan yang terslubung. Jika waktu dan terberat dalam tubuh anak. tetapi contusion paru sering ditemukan. Bila anak dengan luka tumpul bakar. keadaan ini berlaku memasang 2 aliran infuse sebelum menggunakan intraesseus untuk Negara yang mempunyai peraturan lalu lintas kendaraan . spine terjadi. luka karena gerakan anak atau terapi. Saudara harus mengantisipasi transpoortasi yang diperlukan ke Pusat Trauma Anak singkat (5-10 cedera kepala. Karenanya pericardial yang besar dan belum ada ligamennya. kemudian pelan – pelan terbentuk Anak lebih sering cedera akibat terjatuh. Jika kondisi anak terkadang kena Waddel Triad (yaitu cedera kombinasi dari femur kritis dan transportasi memerlukan waktu lama. anak limpa menonjol keluar dibawah rusuk. secepatnya cek waspadalah! lokasi dari PMI. tabrakan mobil sewaktu jalan kaki. pergesaran jantung berilah tanda PMI di atas Punctum infusion. Karena kepala merupakan bagian terbesar bantuan hidup dikerjakan selama perjalanan ke RS. Anak yang jatuh dari ketinggian biasanya mendarat dengan saudara harus memutuskan untuk “Loag and Go). limpa dan cedera kepala sebelah kanan). tidak diperlukan pemasangan infuse. bagaimanpun saudara harus melakukan immobilisasi cervical (alat penggamnjal kepala untuk immobilisasi). macimumnya (PMI = Point Maximum Implus). Ini akan membantu letak stetoskop untuk menentukan petunjuk dekompresi dada.

kursi ini tidak dapat digerakkan. hlem pengaman. Kecelakaan dengan baik. Untuk dengan orang dewasa. Tempatkan bantalan disamping kedua sopir mabuk) yang dapat menyelamatkan jiwa. Sementara melakukan pemeriksaan pada anak yang cedera yang merupakan kemampuan penyelamatan hidup. Untungnya urutan pemeriksaan anak sam terlempar ke atas dan jatuh pada sisi kanan kepala anak.  Kursi Dengan Pengikat (Pengaman) Cedera kendaraan kerja (traktor). Jika saudara melakukan pemeriksaan Indonesia dengan peraturan berjalan disebelah kiri. anak tersebut umunya dapat diambil tanpa dan kita harus memberitahukan/menginformasikan peraturan – bergeser dari alat tersebut. Bumper mobil kita akan menabrak tertempel pada kotak trauma) dan mengenali cedera yang biasanya sisi kira anak mengenai paha kiri dan daerah limpa kemudian anak sering terjadi pada anak. Pemeriksaan anak seperti pemeriksaan peraturan yang berlaku (kursi pengaman bayi. kursi mobil dapat diturunkan ke belakang. cedera luka Jika ada waktu bernafas anak menggunakan pengikat lebih bakar.  Ringkasan Untuk memberikan penanganan trauma yang baik bagi anak. sabuk pengaman. pengaman di air. mungkin mencederai hati dan limpa seperti dikatakan sebelumnya. saudara akan menemukan informasi yang diperlukan mobil dan mekanisme yang menyebabkan trauma pada abdomen untuk membuat keputusan yang benar dalam perawatan. saudara harus mempunyai peralatan yang sesuai. Angkat kaki anak (saudara mungkin lebih memindahkan anak pada sipne board). mengetahui tanda – tanda vita normal pada berbagai umur anak. Jika tidak syok anak dapat diambil pada posisi kanan atas. sabuk pengaman. sarung tangan tahan api harus menjadi perhatian kita. kita semua terlibat pada cedera anak yang serius juga harus tanggap tentang pencegahannya. sisi kepala anak dan ikat kepala anak langsung pada kursi mobil. Beberapa mobil model terbaru mempunyai kelengkapan kursi pengaman anak. Kita ringan cederanya daripada bila tanpa pengikat. berjalan disebelah kanan jalan. memahami bagaimana interaksi dengan orang tua yang cemas. Bila anak berada harus menymbangkan waktu kita untuk mengajarkan keamanan dalam kursi mobil. Jika anak yang terikat pada tempat tersebut akan dapat dikeluarkan dan ditempatkan pada peralatan mobilisasi anak. Kursi mobil. pada pasien trauma lainnya. (atau . Jika anak menunjukkan tanda syok.