PRODUCTION AND PURIFICATION OF GLUCOSE OXIDASE FROM

ASPERGILLUS NIGER ISOLATE (IPBCC.08.610)

METODE PENELITIAN
 Skreening Fungi Aspergillus Niger Penghasil Enzim Glukosa Oksidase
Aspergillus diidentifikasi secara kualitatif, adanya glukosa oksidase sebagai berikut:
spora yang berumur 4 hari diinokulasi ke dalam tabung reaksi yang berisi medium
glukosa dengan indikator bromocresol purple (BCP). Selanjutnya tabung-tabung reaksi
tersebut disimpan pada suhu kamar. Aktivitas enzim glukosa oksidase ditandai dengan
terjadinya perubahan warna indikator dari ungu menjadi warna kuning pada tabung uji.

spora yang berumur 4 hari diinokulasi

spora yang berumur 4 hari diinokulasi

tambahkan indikator bromocresol purple (BCP).

diinkubasi pada suhu kamar

Aktivitas enzim glukosa oksidase ditandai dari ungu
menjadi warna kuning

 Penentuan waktu produksi optimum(Jafari et al. 2007)
Media pertumbuhan :
- 0.04% (NH4)2HPO4
- 0.02% KH2PO4,
- 0.02% MgSO4.7H2O,
- 1% pepton, dan
- 7% sukrosa
Media produksi
- 0.4% (NH4)2HPO4,
- 0.2% KH2PO4,
- 0.2% MgSO4.7H2O,

5. b. 72 jam. yaitu 48 jam. . kemudian disterilisasi IsolatA.5 tambahkan 10 ml suspensi isolat Aspergilus niger diinkubasi dengan kecepatan aerasi 200 rpm suhu 30oC Dengan lima variasi waktu. dan . 120 jam. Tahap pertumbuhan suspensi isolat 100ml media pertumbuhan dalam erlemeyer 250ml Media diaturpada pH 5.08. dan 144 jam . niger(IPBCC.35% glukosa a.610) diinokulasi diinkubasi selama 24 jam dengan kecepatan 200 rpm dan suhu30 oC. 40% CaCO3. . Tahap produksi biomassa lima buah labu Erlenmeyer disiapkan Diisi dengan 200 mL media produksi Media diatur pada pH 5. 0. 33% sukrosa. 96 jam.

Setelah inkubasi dilakukan biomassa dipisahkan dengan cara penyaringan menggunakan kertas saring Supernatan bebas sel disimpan sebagai ekstrak kasar enzim glukosa oksidase ekstraseluler.0 hingga larut semuanya disentrifugasi pada kecepatan 12000 rpm selama 20 menit Supernatan yang dihasilkan merupakan enzim kasar glukosa oksidase intraseluler . ditambahkan dengan bufer natrium fosfat 0. Berat basah biomassa yang dihasilkan ditimbang rendemen biomassa masing-masing fraksi dihitung  Isolasi enzim glukosa oksidase intraseluler dari Aspergillus niger (Firman & Aryantha 2003) Biomassa hasil penyaringan digerus sampai halus menggunakan glassbead dengan perbandingan 1:1.1 M pH 6.

 Analisis kadar protein (Lowry et al. Tambahkan ke dalam larutan tersebut 1 ml tembaga (II) sulfat 1% dan 1 ml kalium natrium tartrat 2%. 1951) . Kocok dan biarkan selama 20 menit Baca absorbansinya pada panjang gelombang 700nm metode yang sama untuk setiap fraksi . disentrifus pada kecepatan 12000 rpm selama 15 menit Fraksi yang terendapkan dilarutkan dalam bufer fosfat sitrat 0. Amonium sulfat ditambahkan sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan magnetic stirrer Larutan didiamkan selama 24 jam pada suhu 4 oC.1 M pH 4. 2005) Pemurnian dilakukan dengan penambahan amonium sulfat 80%.Pembuatan reagen Lowry B : Campurkan 2% natrium karbonat dalam 100 ml natrium hidroksida 0.Pembuatan reagen Lowry A : Merupakan larutan asam fosfotungstat-asam fosfomolibdat dengan perbandingan (1 : 1) .1N. Penetapan Kadar Siapkan larutan bovin serum albumin dengan konsentrasi tertentu (kurva baku) tambahkan 8ml reagen Lowry B dan biarkan selama 10 menit tambahkan 1 ml reagen Lowry A.5. Pemurnian enzim glukosa oksidase dengan amonium sulfat (Sherbeny et al.

 Pengukuran laju awal dan aktivitas enzim glukosa oksidase (Kelley & Reddy 1986) mengukur aktivitas enzim glukosa oksidase hasil inkubasi 72 jam menggunakan assay enzim Dua buah tabung disiapkan untuk campuran assay glukosa oksidase Tabung pertama berisi 1. 0.31 mM dan 0.1 M pH 4.3 mL larutan glukosa 1 M.5.5 mL bufer fosfat sitrat 0.1 mL larutan glukosa oksidase Tabung kedua berisi 1 mL odianisidin 0. dan 0.1 mL horseradish peroksidase Masing-masing tabung diinkubasi selama 5 menit pada suhu 30 oC. kemudian dicampurkan Pengukuran dilakukan setelah campuran diinkubasi terlebih dahulu selama 5 menit panjang gelombang 460 nm .