PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN

TERHADAP KINERJA

Kelompok : V

IRVAN YULIZA
M. NAZIR
HENDRA SAPUTRA
SAFRALDI MARTA

FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN
UNIVERSITAS ABULYATAMA
ACEH BESAR
TAHUN 2016
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam menghadapi era pasar bebas yang penuh tantangan yang ketat, para
pelaku ekonomi baik di dunia industri maupun dunia usaha terdorong untuk
berupaya menjadi yang terbaik dan terdepan. Mereka harus mampu bersaing
dengan terus meningkatkan produktivitasnya, efisiensi, efektifitas dan kinerja
perusahaan. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup
perusahaannya.

Dalam setiap perusahaan peranan manusia sangatlah dominan karena
melalui peranan manusia tersebut dapat saling bekerjasama atau dengan yang
lainnya untuk mencapai tujuan dengan memanfaatkan segala sumber daya yang
ada. Manusia yang bekerja dalam sebuah perusahaan, menyumbangkan tenaganya
baik fisik maupun pikiran dan mendapatkan imbalan atau balas jasa sesuai dengan
peraturan atau perjanjian disebut sebagai karyawan. Karyawan merupakan asset
yang paling penting dalam sebuah perusahaan. Karyawan memiliki akal, perasaan,
keinginan, kemampuan dan keterampilan, serta dorongan untuk maju yang
dibutuhkan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Peranan atasan atau sering disebut pimpinan sangatlah besar bagi
keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan. Dari merekalah muncul gagasan-
gagasan baru dan inovatif dalam pengembangan perusahaan. Namun tidak dapat
dipungkiri bawahan mereka juga memiliki peranan yang tidak kalah penting,
karena bawahan inilah yang akan menjalankan dan melaksanakan gagasan
pimpinan yang tertuang dalam setiap keputusan. Baik tidaknya bawahan
melaksanakan tugas mereka tergantung dari pimpinan itu sendiri. Bagaimana
seorang pemimpin memberikan pengaruh dan motivasi untuk mempengaruhi para
bawahnya melakukan berbagi tindakan sesuai dengan yang diharapkan.

Perkembangan mental karyawan akan mempengaruhi sikap dan semangat
mereka dalam bekerja. Pada umumnya setiap perusahaan menginginkan
perkembangan mental yang dapat mendukung perbaikan kinerja perusahaan. Ini
semua demi terwujudnya apa yang perusahaan ingin capai. Perkembangan mental
dan semangat karyawan yang cenderung menurun akan mengakibatkan penurunan
kinerja karyawan. Besarnya dampak yang ditimbulkan oleh penurunan kinerja
karyawan menjadi tantangan tersendiri bagi seorang manajer atau pimpinan untuk
mengatasi permasalahan tersebut. Demikian halnya dengan PT. Mahoni Jaya Abadi
yang bergerak di bidang jual beli kayu, perlu memperhatikan segala permasalahan
terutama mengenai kinerja mereka, sehingga tidak terjadi hal-hal yang negatif.

Dalam kenyataannya tidak semua pimpinan berperilaku baik atau mampu
menciptakan iklim atau suasana kerja yang kondusif dan kekeluargaan, banyak
dijumpai pimpinan dalam kepemimpinannya bersikap egois, tidak mau bersikap
koperatif, tidak mau berkorban dan tidak mau memberikan dorongan untuk
memberi semangat kerja pada karyawan. Kepemimpinan yang tidak efektif dan
kurang memperhatikan karyawannya, biasanya menyebabkan perasaan tidak
senang karyawan terhadap atasan yang diwujudkan dalam bentuk sikap bermalas-
malasan dalam bekerja dan kurang bersemangat dalam menanggapi setiap tugas
yang diberikan oleh pimpinan.
BAB II
Permasalahan

Berdasarkan latar belakang masalah, maka penlis membuat rumusan
masalah sbagai berikut : “Apakah
adapengaruh antara gaya kepemimpinan demokrasi dengan kinerja karyawan
pada PT. Mahoni Jaya Abadi” ?

A. Pengertian Kepemimpinan

Kepemimpinan sebagai konsep manajemen dalam organisasi mempunyai

kedudukan strategis, karena merupakan sentral bagi seluruh kegiatan organisasi.

Kepemimpinan mutlak diperlukan dimana terjadi hubungan kerjasama dalam

mencapai tujuan organisasi.

Dalam kenyataannya kepemimpinan dapat mempengaruhi moral dan

kepuasan kerja, keamanan, kualitas kehidupan kerja dan terutama tingkat prestasi

suatu organisasi. Kepemimpinan juga memainkan peranan kritis dalam membantu

kelompok atau perorangan untuk mencapai tujuan mereka.

Menurut M. S. P. Hasibuan (2007:170), kepemimpinan adalah :
“Proses mempengaruhi orang lain untuk memahami dan setuju tentang apa yang akan
dikerjakan dan bagaimana tugas itu dapat dilakukan secara efektif, dan proses
memfasilitasi usaha individu dan kelompok untuk mencapai tujuan bersama”.

Tzu dan Cleary (2002:5), berpendapat bahwa kepemimpinan adalah :
“Sebuah persoalan kecerdasan, kelayakan untuk dipercaya, kelembutan, keberanian,
dan ketegasan”.

Kounzes dan Posner (2004:3), mengatakan kepemimpinan adalah :
“Penciptaan cara bagi orang untuk berkontribusi dalam menciptakan sesuatu yang luar
biasa”.
Menurut pendapat Kartono (2005:153), kepemimpinan adalah :

“Kemampuan untuk memberikan pengaruh yang konstruktif kepada orang lain untuk
melakukan suatu usaha koperatif mencapai tujuan yang telah direncanakan”.

Menurut Donni dan Suwatno (2011:140-141), kepemimpinan meliputi :

1. Kepemimpinan meliputi penggunaan pengaruh dan bahwa semua hubungan dapat
melibatkan pimpinan.
2. Kepemimpinan mencakup pentingnya proses komunikasi, kejelasan dan keakuratan
dari komunikasi mempengaruhi prilaku dan kinerja pengikutnya.
3. Kepemimpinan memfokuskan pada tujuan yang dicapai, pemimpin yang efektif
harus berhubungan dengan tujuan–tujuan individu, kelompok dan organisasi.

Dari pengertian di atas dapat dikatakan bahwa kepemimpinan merupakan
suatu proses dimana seorang pemimpin melalui prilaku positif yang dimilikinya
dapat menggerakan, membimbing, mempengaruhi dan mengawasi bawahannya
untuk berfikir dan bertindak sehingga dapat memberikan sumbangsih yang nyata
dalam rangka melaksanakan tugasnya demi pencapaian tujuan organisasi yang telah
ditetapkan.

Kepemimpinan disini dapat dipandang sebagai suatu sarana untuk
mempengaruhi sekelompok orang agar mau bekerjasama, mentaati segala
peraturan yang ada dengan rasa tanggung jawab untuk mencapai tujuan organisasi.
Seorang pimpinan harus mempunyai kepemimpinan dan sifat-sifat
kepribadian yang baik, agar menjadi suri ketauladanan bagi bawahannya.
BAB III
PEMBAHASAN

A. Gaya Kepemimpinan Pada PT. Mahoni Jaya Abadi
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil kuisioner pada PT. Mahoni Jaya
Abadi peneliti menganalisa bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan pada PT.
Mahoni Jaya Abadi adalah gaya kepemimpinan yang berorientasi pada pelaksanaan
tugas dan menghargai karakteristik dan kemampuan yang dimiliki setiap anggota
dan memberikan wewenang secara luas kepada setiap karyawan.

Dalam pelaksanaan tugas ada beberapa indikator yang membantu pemimpin
dalam pelaksanaan tugasnya yaitu, menyusun tujuan, pengorganisasian,
menetapkan batas waktu, pengarahan dan pengendalian.

Dalam menyusun atau merumuskan tujuan yang akan dicapai, ada 11
responden atau 24% menyatakan sangat setuju dan 34 responden atau 75% yang
menyatakan setuju. Tidak ada persepsi responden yang menyatakan tidak setuju
dan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa pemimpin menyusun tujuan
terlebih dahulu dalam pelaksanaan tugasnya.

Dalam pelaksanaan pengorganisasian pekerjaan menyatakan bahwa 14
responden atau 31% menyatakan sangat setuju, 28 responden atau
62% menyatakan setuju, dan 3 responden atau 6% menyatakan tidak setuju. Tidak
ada persepsi responden yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan
pemimpin melaksanakan pengorganisasian pekerjaan dalam pelaksanaan
pekerjaannya.
Dalam menetapkan batas waktu, menyatakan bahwa dalam pelaksanaan
tugasnya pemimpin menuntut karyawan untuk menyelesaikan tugasnya sesuai
dengan waktu yang telah ditentukan, 18 responden atau 40% menyatakan sangat
setuju dan 27 responden atau 60% menyatakan setuju, sedangkan dalam
menetapkan batas waktu kepada setiap karyawan dalam mengerjakan tugas 18 atau
40% menyatakan sangat setuju, 27 responden atau 60% menyatakan setuju, dan
tidak ada responden menyatakan tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa
pemimpin menetapkan batas waktu pada pelaksanaan pekerjaannya.

Dalam mengarahkan karyawan menyatakan bahwa dalam memberikan
pengarahan, 31 responden atau 68% menyatakan setuju, 8 responden atau 19%
menyatakan sangat setuju dan 6 responden atau 13% menyatakan tidak setuju,
tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan
bahwa pimpinan selalu memberikan pengarahan kepada karyawan dalam
pelaksanaan tugasnya.

Dalam mengendalikan karyawan menyatakan bahwa dalam memonitor setiap
yang dilakukan karyawan, 12 responden atau 26% menyatakan sangat setuju, 30
responden atau 66% menyatakan setuju dan 3 responden atau 6% menyatakan
tidak setuju, tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini
menunjukkan bahwa pemimpin selalu mengendalikan karyawan dalam
melaksanakan pekerjaannya.

Kemudian pada gaya kepemimpinan yang berorientasi pada hubungan antar
pekerja ada beberapa indikator yang dapat membantu pemimpin dalam
pelaksanaan tugasnya yaitu komunikasi, interaksi, pemberian dukungan,
keterbukaan dan pemberian respon.
Dalam berkomunikasi menyatakan bahwa dalam pemberian tugas antara
atasan dengan bawahan terjalin dengan baik, 14 responden atau 31% menyatakan
sangat setuju dan 31 responden atau 68% menyatakan setuju. Tidak ada persepsi
responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju. Hal ini
menunjukan bahwa komunikasi pemimpin dengan karyawan terjalin dengan baik.

Dalam berinteraksi dengan pimpinan menyatakan bahwa dalam berinteraksi
dengan pimpinan, 7 responden atau 15% menyatakan sangat setuju dan 33
responden atau 73% menyatakan setuju, 5 responden atau 11% yang menyatakan
tidak setuju dan tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini
menunjukkan bahwa interaksi pemimpin dan karyawan terjalin dengan baik.

Dalam pemberian dukungan menyatakan bahwa pemimpin mendorong dan
mendukung usaha-usaha karyawan dalam memecahkan masalah, 8 responden atau
18% menyatakan sangat setuju, 33 responden atm 73% menyatakan setuju.
Sedangkan 4 responden atau 9% menyatakan tidak setuju dan tidak ada yang
menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan pemimpin memberikan
dukungan kepada karyawan dalam memecahkan masalah.

Dalam hal keterbukaan, menyatakan bahwa apabila terdapat suatu
permasalahan, pimpinan mendiskusikan kepada karyawan untuk mencari solusi
terbaik, 4 responden atau 9% menyatakan sangat setuju dan 32 responden
menyatakan setuju 71%. Sedangkan 5 responden atau 11%. Tidak ada persepsi
yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa pemimpin dalam
melaksanakan tugasnya selalu dengan keterbukaan dalam menghadapi
permasalahan.
Dalam pemberian respon menyatakan bahwa dalam pelaksanaan tugas
pemimpin selalu memberikan saran dan nasehat jika dibutuhkan karyawan, 7
responden atau 15% menyatakan sangat setuju dan 28 responden atau 62%
menyatakan setuju, sedangkan 9 responden atau 20% menyatakan tidak setuju dan
tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan
pemimpin selalu memberikan saran dan nasehat kepada karyawan dalam
pelaksanaan pekerjaaanya.

B. Kinerja Karyawan Pada PT. Mahoni Jaya Abadi

Kinerja karyawan dalam bekerja dapat terlihat dari kemampuan ia
menetapkan ide, gagasan maupun rancangan terhadap suatu pekerjaan dan
melakukan pekerjaan tersebut secara efisien dan efektif dengan perilaku tertentu.
Kinerja bukan hanya ditunjukkan dari hasil yang dicapai melainkan proses
termasuk proses untuk mencapai hasil tertentu. Dengan demikian tinggi rendahnya
kinerja seseorang dapat dievaluasi dari tindakan dan perilaku yang diperlihatkan
tinggi rendahnya kinerja berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Hal
ini sangat tergantung dari interaksi terhadap kemampuan dasar yang dimiliki.

Untuk melihat kinerja seorang karyawan, maka perlu diadakan penilaian
atau evaluasi terhadap kinerja mereka. Tujuan diadakan penilaian kinerja adalah
sebagai alat diagnosa dan penilaian terhadap perkembangan mereka. Dengan
diadakan penilaian terhadap kinerja karyawan maka peneliti dapat melihat sejauh
mana kemampuan yang ada dalam menyumbangkan peranan untuk perkembangan
perusahaan.
Ada beberapa indikator yang dapat diukur dalam penilaian kinerja antara
lain:
1. Kualitas kerja adalah dapat dicapai berdasarkan syarat-syarat kesesuaian dan
kesiapannya.
2. Ketetapan waktu adalah kesadaran dan dapat dipercaya dalam hal penyelesaian
kerja dan kehadiran.
3. Inisiatif adalah semangat untuk melaksanakan tugas baru dalam memperbesar
tanggungjawab.
4. Kuantitas kerja adalah jumlah kerja yang dilakukan dan berhasil dicapai dalam
suatu periode tertentu.

Hasil persepsi responden dalam kualitas kerja menyatakan bahwa dalam
kualitas kerja karyawan bekerja dengan ketelitian yang cukup tinggi untuk
mendapatkan hasil pekerjaan yang baik, 11 responden atau 24% menyatakan
sangat setuju dan 27 responden atau 60% menyatakan setuju. Kemudian 7
responden atau 15% responden yang menyatakan tidak setuju dan tidak ada
responden yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa
kualitas kerja karyawan pada PT. Mahoni Jaya Abadi baik.

Hasil persepsi responden dalam ketetapan waktu menyatakan bahwa dalam
memulai dan mengakhiri pekerjaan sesuai dengan waktu yang tersedia, 9
responden atau 20% menyatakan sangat setuju dan 36 responden atau 80%
menyatakan setuju. Hal ini menunjukkan bahwa ketepatan waktu karyawan
pada PT. Mahoni Jaya Abadi baik.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Setelah mengadakan pembahasan dan analisis data mengenai hubungan
antara gaya kepemimpinan demokrasi dengan kinerja karyawan pada PT.
Mahoni Jaya Abadi, penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Berdasarkan data hasil kuisioner gaya kepemimpinan demokrasi dan kinerja
karyawan maka peneliti menyimpulkan bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan
pada PT. Mahoni Jaya Abadi adalah gaya kepemimpinan yang berorientasi pada
pelaksanaan tugas dan mengutamakn kordinasi dalam menentukan atau dalan
pemecahan suatu masalah dalam rangka pencapian tujuan perusahaan. Dari hasil
alisis korelasi, penghitungan regresi, analisis determinasi dan uji hipotesis
maka terdapat hubungan antara gayakepemimpinan demokrasi dengan kinerja
karyawan pada PT. Mahoni Jaya Abadi.

B. Saran-saran
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, penulis memberikan beberapa
saran yang kiranya dapat berguna bagi perusahaan antara lain :
1. Seorang pemimpin harus mampu menjadi figur yang mampu mambangun dan
meningkatkan motifasi kerja karyawan.

2. Untuk meningkatkan kinerja pemimpin harus berupaya seefektif mungkin
mengoptimalkan gaya kepemimpinan demokrasi. Karena semakin efektifnya gaya
kepemimpinan demokrasi akan meningkatkan kinerja.
3. Dalam meningkatkan kinerja, kepemimpinan hanya berpengaruh 37%. Seorang
pemimpin juga harus memperhatikan variabel lain selain pada gaya kepemiminan
demokrasi.

4. Pemimpin harus meningkatkan komunikasi dengan karyawan, sehingga hubungan
dengan karyawan terjalin dengan baik. Dengan semakin baiknya hubungan dengan
karyawan secara otomatis akan meningkatkan kinerja.

5. Pemimpin harus berupaya untuk memberikan pengertian tentang hasil yang
didapat dalam menyelesaikan pekerjaan, sehingga karyawan akan berusaha untuk
menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik dari sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA

Ari Retno Habsari, 2008, Terobosan Kepemimpinan, Med Press, Yogyakarta

A.M. Kadarman, dan Yusuf Udaya, 2001, Pengantar Ilmu Manajemen, PT. Prenhallindo.

Bernadine P. Wirjana, 2005, Kepemimpinan Dasar-dasar dan Pengembangan, Andi Offset,
Yogyakarta.

Donni Juni Priansa, S.Pd., S.E., M.M. dan Dr. H. Suwatno, 2011, Manajemen SDM Dalam
Organisasi Publik dan Bisnis, Alfabeta, Bandung.

Edy Sutrisna, M, S.I, 2011, Sumber Daya Manusia, Edisi 3, Kencana Prenada Media Grup,
Jakarta.

Edwin B. Flippo, 2002, Manajemen Personalia, Edisi 6, Erlangga, Jakarta.

Hani Handoko, 2000, Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia, BPFE
UGM, Yogyakarta.

Gary Yulk, 2004, Kepemimpinan Dalam Organisasi, PT. Indeks, Jakarta.

Jurnal-sdm.blogspot.com/2009/10/macam-gaya-kepemimpinan-kepemimpinan.html.

M. S. P. Hasibuan, 2007, Manajemen SDM, Edisi Revisi PT. Bumi Aksara, Jakarta.

Prasetya Irawan, 2002, Pengantar Manajemen Umum, Edisi 2, PT. Gunung Agung, Jakarta.

Rivai, Veithzal, 2004, Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan, Rajawali
Pers, Jakarta.

Sondang P. Siagian, 2007, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bumi Aksara, Jakarta.

Stephen P. Robbin dan Mary Coutler, 2001, Manajemen, Edisi Bahasa Indonesia, PT.
Prenhallindo, Jakarta.

Sugiyono, 2005, Statistik Untuk Penelitian, Alfabeta, Jakarta.