KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat allah SWT, karna atas rahmat dan karunianya
kita berada dalam keadaan sehat walafiat. Sehingga kita masih di beri kesehatan untuk
menyelesaikan penyusunan makalah ini dengan segala kesederhanaannya.
Makalah ini disusun sebagai pedoman kita semua yang menjelaskan tentang
“PERUBAHAN FISIOLOGI PADA MASA NIFAS”. Makalah ini diharapkan dapat
menjadi bahan bacaan bagi mahasiswa, serta dapat membuka wawasan kita.
Kami telah mengupayakan penyusunan makalah ini dengan semaksimal mungkin,
kami pun menyadari akan kelemahan dan keterbatasan ilmu pengetahuan yang saya miliki.
Kami akan sangat berterima kasih dan menerima dengan senang hati masukan-masukan serta
saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan pembuatan makalah ini.
Akhirnya kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah
ini, kami mengucapkan banyak terima kasih.
Demikianlah makalah ini kami susun, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita
semua.
Amin……

Bau-bau, November 2012

Penyusun

.......... Manfaat Penulisan...........................................2 BAB II PEMBAHASAN 1.......7 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................................................................................ Latar Belakang................................................................................2 D.......5 4.......................... Perubahan sistem endokrin........................ Saran.......................................................4 3.........2 C................................. Perubahan sistem hematologi...................................1 B............................ DAFTAR ISI KATA PENGANTAR............................................ Tujuan Penulisan...6 BAB III PENUTUP A...... Rumusan masalah....................................................................................3 2........................i DAFTAR ISI............................................................. Perubahan Tanda-Tanda Vital...................................................................................................ii BABI PENDAHULUAN A................... Kesimpulan...................... Perudbahan sistem kardiovaskuler..............................................7 B....................................................

Rasa takut menjadi tidak menarik lagi bagi suaminya. Kekecewaan emosional yang mengikuti rasa puas dan takut yang dialami kebanyakan wanita karena adanya perubahan peran. Periode ini kadang-kadang disebut puerperium atau trimester ke empat kehamilan. dkk. Jenis kelamin bayinya tidak sesuai dengan idamannya ataupun idaman suaminya atau mertuanya. Untuk memberi perawatan yang menguntungkan ibu. kekecewaan dan penderitaan batin. termasuk tingkat energi. BAB I PENDAHULUAN A. tingkat kenyamanan. sehingga anak yang dilahirkan memberikan beban perasaan. depresi post partum dan post partum psikologi. kesehatan bayi baru lahir. Rasa sakit yang timbul pada masa nifas awal. Bayi yang dilahirkan mengalami kecacatan timbul perasaan tidak cinta kepada anaknya. Banyak factor. di mana proses-proses pada kehamilan berjalan terbalik. Perubahan fisiologis yang terjadi sangat jelas. Bagi ibu-ibu yang bercerai maka kelahiran anaknya merupakan peristiwa yang tidak menyenangkan. dan perawatan serta dorongan semangat yang diberikan tenaga kesehatan professional ikut membentuk respons ibu terhadap bayinya selama masa ini. Ibu mengalami kesenduan. noda-noda yang cukup berat dalam hidupnya. walaupun dianggap normal. kepedihan hati. . S. Kelelahan karena kurang tidur selama persalinan dan post partum. misalnya anak yang dilahirkan hasil diluar pernikahan. dan keluarganya. Kecemasan pada kemampuan untuk merawat bayinya. LATAR BELAKANG Masa nifas (puerperium) adalah masa setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat- alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. 2002) Periode pascapartum ialah masa enam minggu sejak bayi lahir sampai organ-organ reproduksi kembali ke keadaan normal sebelum hamil. seorang perawat harus mampu memanfaatkan pengetahuannnya tentang anatomi dan fisiologi ibu pada periode pemulihan Gangguan yang sering terjadi pada masa nifas berupa gangguan psikologis seperti Post Partum Blues (PPS). bayi. Masa nifas berlangsung selama kira- kira 6 minggu (Abdul Bari.

BAB II PEMBAHASAN A. Perubahan sistem hematologi 4. TUJUAN PENULISAN Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah : 1.TTV. MANFAAT PENULISAN Manfaat dari penulisan ini adalah pembaca dapat mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi pada masa nifas khususnya perubahan endokrim. terutama pada hormone-hormon yang berperan dalam proses tersebut. Perubahan sistem kardiovaskuler C. Perubahan sistem endokrin 2. Untuk mengetahui Perubahan sistem hematologi 4. . Bidan dapat memberikan baik terhadap fisik ataupun psikologis ibu atas pengalamannya melalui kepekaan dan keahlian yang tepat. Bidan memiliki peranan yang unik di dalam merawat dan memberikan manajemen kebidanan dari seorang ibu dan keluarga selama proses kelahiran. dan kardiovaskuler. PERUBAHAN SISTEM ENDOKRIN Selama proses kehamilan dan persalinan teerdapat perubahan pada system endokrin. hehatologi. Untuk mengetahui Perubahan sistem kardiovaskuler D. Untuk mengetahui Perubahan TTV 3. Bidan dapat memberikan informasi yang tepat mengenai kebutuhan ibu selama masa post partum B. Untuk mengetahui Perubahan sistem endokrin 2. RUMUSAN MASALAH Adapun rumusan masalah pada penulisan makalah ini adalah tentang perubahan fisiologi pada masa nifas yaitu diantaranya : 1. Perubahan TTV 3.

perubahan sistem endokrin pada masa nifas di pengaruhi juga oleh hormon. hormone oksitosin berperan dalam pelepasan plasenta dan mempertahankan kontraksi. b. kadar prolaktin tetap tinggi dan pada permulaan ada rangsangan folikel dan ovarium yang ditekan. pengeluaran plasenta menyebabkan penurunan signifikan hormon-hormon yang diproduksi oleh plasenta. c. sehingga mencegah perdarahan. ovulasi dan menstruasi. Prolaktin Menurunnya kadar estrogen menimbulkan terangsangnya kelenjar pituitary bagian belakang untuk mengeluarkan prolaktin. Estrogen dan Progesteron Selama hamil volume darah normal meningkat walaupun mekanismenya secara penuh belum dimengerti. a. Pada wanita yang tidak menyusui bayinya tingkat sirkulasi prolaktin menurun dalam waktu 14-21 hari setelah persalinan. usus. Di samping itu. sehingga kadar gula darah menurun secara bermakna pada nifas. Selama tahap ketiga persalinan. Hal ini sangat memengaruhi saluran kemih. Hormon plasenta Selama periode pasca partum terjadi perubahan hormon yang besar. hormone ini berperan dalam pembesaran payudara untuk merangsang produksi susu. Diperkirakan bahwa tingkat estrogen yang tinggi memperbesar hormone antidiuretik yang meningkatkan volume darah. estrogen dan progesterone serta plasental enzyme insulinase membalik efek diabetogenik kehamilan. ginjal. dasar panggul. pertumbuhan folikel. Hormon plasenta menurun dengan cepat setelah persalinan. Isapan bayi dapat merangsang produksi ASI dan sekresi oksitosin. sbb: 1. sehingga merangsang kelenjar bawah depan otak yang mengontrol ovarium kea rah permulaan pola produksi estrogen dan progesterone yang normal. Penurunan hormon Human Placental Lactogen (HPL). progesterone memengaruhi otot halus yang mengurangi perangsangan dan peningkatan pembuluh darah. Ibu diabetik biasanya . Pada wanita yang menyusui bayinya. serta vagina. Hal tersebut membantu uterus kembali kebentuk normal. dinding vena. Oksitosin Oksitosin disekresikan dari kelenjar otak bagian belakang. perineum dan vulva.

PERUBAHAN TTV . FSH dan LH meningkat pada fase konsentrasi folikuler pada minggu ke-3. Pada wanita yang memilih menyusui bayinya. dan LH tetap rendah hingga ovulasi terjadi. Di antara wanita yang tidak laktasi 40% menstruasi setelah 6 minggu. Selama tahap ketiga persalinan. isapan sang bayi merangsang keluarnya oksitosin lagi dan ini membantu uterus kembali ke bentuk normal dan pengeluaran air susu. Hormon Pituitary Prolaktin darah meningkat dengan cepat. Hormon Oksitosin Oksitosin dikeluarkan dari kelenjar bawah otak bagian belakang (posterior). oksitosin menyebabkan pemisahan plasenta. membutuhkan insulin dalam jumlah yang jauh lebih kecil selama beberapa hari. mengurangi tempat plasenta dan mencegah pendarahan. pada wanita tidak menyusui menurun dalam waktu 2 minggu. 65% setelah 12 minggu dan 90% setelah 24 minggu. Karena perubahan hormonal normal ini membuat masa nifas menjadi suatu periode transisi untuk metabolisme karbohidrat. interpretasi tes toleransi glukosa lebih sulit pada saat ini. bekerja terhadap otot uterus dan jaringan payudara. Seringkali menstruasi pertama itu bersifat anovulasi yang dikarenakan rendahnya kadar estrogen dan progestron. 3. Hipotalamik Pituitary Ovarium Untuk wanita yang menyusui dan tidak menyusui akan mempengaruhi lamanya ia mendapatkan menstruasi. Kemudian seterusnya bertindak atas otot yang menahan kontraksi. B. Untuk wanita laktasi 80% menstruasi pertama anovulasi dan untuk wanita yang tidak laktasi 50% siklus pertama an ovulasi. 2. 4. Human Chorionic Gonadotropin (HCG) menurun dengan cepat dan menetap sampai 10% dalam 3 jam hingga hari ke-7 postpartum dan sebagai onset pemenuhan mamae pada hari ke-3 postpartum. Di antara wanita laktasi sekitar 15% memperoleh menstruasi selama 6 minggu dan 45% setelah 12 minggu.

Bila suhu lebih dari 38 derajat Celsius.380C) sebagai akibat kerja keras waktu melahirkan. kecuali hari pertama dan suhu harus di ambil sekurang-kurangannya 4x sehari. Denyut nadi normal pada orang dewasa 60-80 kali permenit. Sudah banyak alas an-alasan yang diberikan sebagai kemungkinan penyebab. kehilangan cairan dan kelelahan. berwarna merah karena banyaknya ASI bila suhu tidak turun kemungkinan adanya infeksi pada endometrium. mungkin terjadi infeksi pada klien. Pada masa nifas umumnya denyut nadi labil dibandingkan dengan suhu tubuh. Sesudah partus dapat naik kurang lebih 0. Suhu Suhu tubuh wanita inpartu tidak lebih dari 37.2 derajat Celsius. a. akan tetapi sebagai satu tanda keadaan kesehatan. terapi belum satupun yang sudah terbukti.50C. Kita anggap nifas terganggu kalau ada denam lebih dari 380C pada 2 hari berturut-turut pada 10 hari yang pertama post partum. Hal ini terjadi segera setelah kelahiran dan biasa berlanjut sampai beberapa jam setelah kelahiran anak. Sebagian wanita mungkin saja memiliki apa yang disebut bradikardi nifas(puerperal braycardia). . buh dada menjadi bengkak. traktus urogenitalis atau system lain. Bila terdapat takikardia dan suhu tubuh tidak panas mungkin ada perdarahan berlebihan atau ada vitium kordis pada penderita. apabila keadaan normal suhu badan akan biasa lagi. 24 jam post partum suhu tubuh akan naik sedikit (37. Sehabis melahirkan biasanya denyut nadi itu akan lebih cepat. Wanita semacam ini bisa memiliki angka denyut jantung serendah 40-50 detak per menit. Nadi Nadi berkisar antara 60-80 denyutan per menit setelah partus dan dapat terjadi bradikardia. Setiap denyut nadi yang melebihi 100 adalah abnormal da hal ini mungkin disebabkan oleh infeksi atau perdarahan postpartum yang tertunda.Tanda-tanda vital yang harus dikaji pada masa nifas adalah sebagai berikut. Pada hari ketiga suhu badan akan naik lagi karena ada pembentukan ASI. b. namun tidak akan melebihi 8 derajat Celsius. Sesudah dua jam pertama melahirkan umumnya suhu badan akan kembali normal.5 derajat Celsius dari keadaan normal. mastitis. Bradycardia semacam itu bukanlah satu alamat atau indikasi adanya penyakit.

D. Pada awal post partum jumlah hemoglobin.000 selama persalinan. kemungkinan tekanan darah akan rendah pada post partum karena adanya perdarahan. Titik 2% kurang lebih sama dengan kehilangan darah 500 ml darah. Penurunan volume dan peningkatan sel darah pada kehamilan diasosiasikan dengan peningkatan hematokrit dan hemoglobin pada hari 3-7 post partum dan akan normal dalam 4- 5 minggu post partum. dan tingkat volume darah yang berubah- ubah. Pada hari pertama post partum. Keadaan pernapasan selalu berhubungan dengan keadaan suhu dan denyut nadi.000 hingga 30. . PERUBAHAN SISTEM HEMATOLOGI Pada mingu-minggu terakhir kehamilan. kadar fibrinogen dan plasma serta factor-faktor pembukuan darah meningkat. Hal ini diseebabkan volume darah. pernapasan akan sedikit meningkat setelah partus kemudian kembali seperti keadaan semula. kadar fibrinogen dan plasma akan sedikit menurun tetapi darah lebih mengental dengan peningkatan viskositas sehingga meningkatkan factor pembekuan darah. Jumlah sel darah putih akan tetap bisa meningkat lagi sampai 25. Jumlah leukosit akan tetap tinggi selama beberapa hari pertama masa post partum. Bila suhu nadi tidak normal. volume plasenta. Tekanan darah tinggi pada post partum dapat menandakan terjadinya preeklammpsi post partum. Tingkatan ini dipengaruhi oleh status gizi dan hidrasi dari wanita tersebut. pernapasan juga akan mengikutinya. c. kecuali apabila ada gangguan khusus pada saluran pernapasan.000 tanpa adanya kondisi patologis jika wanita tersebut mengalami persalinan lama. maka pasien dianggap telah kehilangan darah yang cukup banyak. Leukositas adalah meningkatnya jumlah sel-sel darah putih sebanyak 15. Jika hematokrit pada hari pertama atau kedua lebih rendah dari titik 2% atau lebih tinggi daripada saat memasuki persalinan awal. d. Tekanan Darah Biasanya tidak berubah. hematokrit dan eritrosit sangan bervariasi.

Untuk keadaan ini dapat diatasi dengan mekanisme kompensi dengan timbulnya haemokonsentrasi sehingga volume darah kembali seperti sediakala. PERUBAHAN SISTEM KARDIOVASKULER Sebagai kompensasi jantung dapat terjadi bradikardi 50-70 x/menit. 2002). Setelah 2 minggu perubahan ini kembali normal seperti keadaan tidak hamil. Jumlah kehilangan darah selama masa persalinan kurang lebih 200-500 ml. jika kadar ini turun jauh di bawah tingkat yang ada tepat sebelum atau selama persalinan awal wanita tersebut kehilangan darah yang cukup banyak. keadaan ini dianggap normal pada 24-48 jam pertama. Penurunan tekanan darah sistolik 20 mmHg pada saat klien merubah posisi dari berbaring ke duduk lebih disebabkan oleh reflek ortostatik hipertensi. minggu pertama post partum berkisar 500-800 ml dan selama sisa masa nifas berkisar 500 ml. volume darah kembali mendekati seperti jumlah darah waktu tidak hamil yang biasa. E. Umumnya hal ini terjadi pada hari ke tiga sampai lima hari post partum. Pada minggu pertama setelah kelahiran . Normalnya selama beberapa hari pertama setelah kelahiran. . bila kelahiran melalui section caesaria kehilangan darah dapat dapat dua kali lipat. Perubahan terdiri dari volume darah dan hemokonsentrasi akan naik dan pada section caesaria haemoknentrasi cenderung stabil dan kembali normal setelah 4-6 minggu. Setelah melahirkan shunt akan hilang dengan tiba-tiba. Akan tetapi umumnya. Pada persalinan pervaginam kehilangan darah sekitar 300-400 cc. Keaadaan ini akan menimbulakan beban pada jantung dan dapat menimbulkan dekompensi kodis pada penderita vitium cordia. Hb. Volume darah ibu relative akan bertambah.(Saifuddin. Hematokrit dan hitungan eritrosit berfruktuasi sedang.

KESIMPULAN B. BAB III PENUTUP A. SARAN .

Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu oleh karena itu kami mengharapkan agar lebih mengenali perubahan-perubaha fisiologi pada masa nifas. DAFTAR PUSTAKA .Masa nifas (puerperium) adalah masa setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat- alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil.