ANALISA TINDAKAN KEPERAWATAN

DI RUANG CVCU RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR

Disusun Oleh:
TRI APRIANI.M
16.04.079

PRESEPTOR LAHAN PRESEPTOR INSTITUSI

STIKES PANAKKUKANG MAKASSAR
PROFESI NERS
2016-2017

dypsnea. Kontraksi otot-otot yang mengelilingi bronchi yang menyempitkan jalan napas. b. R Diagnosa Medis : CAP (Community Acquired Pneumoni) 1. ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN NEBULIZER Nama klien : Ny. irama teratur . Terdapat suara ronchi . Nebulizer juga dapat difungsikan untuk memberikan obat . GCS = 15 (E4V5M6) . Dasar pemikiran : Obstruksi ini disebabkan oleh satu atau lebih dari yang berikut ini: a. Nebulizer merupakan alat yang dapat mengubah obat yang berbentuk larutan menjadi aerosol secara terus menerus dengan tenaga yang berasal dari udara yang dipadatkan atau gelombang ultrasonic. Pembengkakan membrane yang melapisi bronkhi. Klien tampak sesak napas Diagnosa keperawatan : Pola napas tidak efektif berhubungan dengan bronkospasme. Sputum. Capillary refill < 2 detik . Sputum (mucus) yang sulit untuk dikeluarkan dapat semakin menghambat jalan napas pasien dengan asma. RR : 36 x/menit. yang terdiri atas sedikit mucus yang mengandung masa gelatinosa bulat sulit untuk dibatukkan. Pengisian bronchi dengan mucus yang kental. Tiga gejala umum pada asma adalah batuk. Klien mengatakan merasa sesak napas sejak tadi malam DO : . Diagnosa keperawatan dan dasar pemikiran DS : . c. dan mengi.

radang lapisan lendir saluran pernapasan atas. Oleh karena itu. Pernapasan menjadi lebih lega. Persiapkan peralatan dan bahan-bahan yang dibutuhkan : . c. Sekret menjadi lebih encer dan mudah untuk dikeluarkan. Tujuan : a. Cuci tangan f. Pasien dengan sesak napas dan batuk b. b.Obat yang diperlukan (mentol. pengencer sputum dan pelega pernapasan melalui inhalasi.Air steril .Nebulizer set dan masker . Pasien PPOK (bronchitis. e. 2. Rhinitis dan sinusitis. Tindakan keperawatan yang dilakukan Melakukan pemberian obat dengan nebulizer. . Pasien dengan trakeotomi Prosedur : a. Mengobati peradangan pada saluran napas bagian atas. Kontraindikasi : a. c. Asma bronciale d. d. Jelaskan kepada klien tentang tujuan prosedur dan langkah-langkah prosedur yang akan dilaksanakan. emfisema) c. Iritasi pada kerongkongan. ventolin) b. perlu dilakukan tindakan pemberian obat dengan nebulizer untuk mengencerkan dahak dan memperlancar jalan napas. Selaput lendir pada saluran napas menjadi tetap lembap. Jaga pivacy klien e. Indikasi : a. Isi nebulizer dengan obat yang dianjurkan dokter dan air steril 4-6 cc. Atur posisi klien senyaman mungkin (semifowler) d.

Pilih tekanan nebulizer yang sesuai. h. m. 5. g.Klien mengatakan merasa lebih nyaman O: .Klien mengatakan sesak napas berkuranng . Perlu ada perawat yang mendampingi untuk memantau perkembangan atau perubahan yang terjadi pada pasien. serta drug reconsentration4. 6. Hal ini meningkatkan resiko terjadinya infeksi nosokomial. Selain itu. Hubungkan nebulizer dengan sumber listrik dan hidupkan nebulizer. Observasi pengembangan paru dan pasang oksigen setelah pemberian obat apabila diperlukan. Cuci tangan. Monitor tanda-tanda vital sebelum dan sesudah tindakan. l. Instruksikan klien untuk menghirup uap yang dihasilkan nebulizer dan bernapas panjang. Cuci tangan hanya dilakukan setelah melakukan prosedur. Prinsip nebulizer adalah mengubah obat (larutan) menjadi aerosol. 3. Prinsip-prinsip tindakan a. tidak digunakan pula prosedur memakai sarung tangan terlebih dahulu. Pasangkan masker pada klien j. Analisa tindakan keperawatan Tindakan pemberian obat melalui nebulizer dilakukan sesuai dengan prosedur. c. Setelah obat yang diberikan telah habis menjadi uap. Rapikan klien. k. matikan nebulizer. airway reactivity. terutama pada klien yang menggunakan bronchodilator. pulmonary dan efek sistemik. Namun. b. Hasil yang didapat dan maknanya S: . i. Bahaya yang dapat terjadi Terapi nebulizer memiliki resiko seperti infeksi. sehingga dapat dihirup pasien dengan menggunakan masker atau mouthpiece 4. sebelum melakukan prosedur tidak melakukan cuci tangan terlebih dahulu.

Tempatkan pasien pada posisi yang nyaman. perlu lebih hati-hati dalam menentukan tekanan nebulizer. Tindakan keperawatan lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi diagnosa keperawatan di atas (mandiri dan kolaboratif). Lakukan postural drainase untuk mengeluarkan secret yang tertahan di lobus-lobus paru. Pantau frekuensi dan kedalaman pernapasan. 2003. Semarang : Kilat Press. perlengkapan alat proteksi diri pun harus diperhatikan untuk melindungi diri sendiri dari penularan atau penyebaran mikroorganisme yang pathogen. Eni.warupadang. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Smelzter. NANDA International. Pada tindakan pemberian obat dengan nebulizer. Terapi Inhalasi. Kepustakaan Heather Herdman. Mandiri : a. 8.RR = 20 x/menit . Tindakan yang dilakukan dengan tidak hati-hati dapat menimbulkan masalah baru pada klien. http://www. Jakarta : EGC.com diakses pada tanggal 27 September 2012 . b. 2010. Jakarta: EGC. Keterampilan dan Prosedur Keperawatan Dasar. c. S. Kusyati. Diagnosis Keperawatan: Definisi dan Klasifikasi 2009-2011. Sabri. d. Pertahankan pemberian O2. Selain itu. Yessy. Evaluasi diri Perlu lebih memperhatikan kesesuaian tindakan dengan kondisi klien. Pertahankan jalan napas paten. 2002.Klien tampak lebih nyaman A: Masalah teratasi P:- 7. 9. 2012. Vol 2. .

Related Interests