BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Fermentasi dalam kamus besar bahasa indonesia didefinsikan sebagai
proses penguraian metabolik senyawa organik oleh mikroorganisme yang
menghasilkan energi yang pada umumnya berlangsung dengan kondisi anaerobik
dan dengan pembebasan gas. Fermentasi itu sendiri terbagi menjadi 3 yaitu;
fementasi alcohol, fermentasi asam laktat dan fermentasi asam cuka
Pada prosesnya, fermentasi membutuhkan waktu inkubasi yang cukup
lama agar mikroba mampu mendekomposisi bahan baku menjadi produk. Untuk
menghasilkan jumlah produk yang optimum maka pada proses fermentasi harus
dilakukan pengendalian parameter yang mempengaruhi proses fermentasi itu
sendiri seperti konsentrasi glukosa/molase, pH, temperature, kecepatan
pegadukan, supply udara (untuk fermentasi aerobic) dll (Yan Lin, et al.2012).
Karena prosesnya yang lama, serta membutuhkan observasi yang rutin
untuk menjaga parameter proses agar tetap pada range optimum sesuai keinginan.
Maka dibutuhkan waktu yang tidak sedikit bagi peneliti menjaga proses
fermentasi agar berjalan sesuai dengan parameter proses yang diinginkan. Pada
proses fermentasi sering terjadi perubahan suhu dan pH akibat dekomposisi bahan
baku oleh mikroba untuk menghasilkan produk yang diinginkan. Perubahan
terhadap pH dan temperature ini tidak bisa terus diawasi oleh peneliti.
Untuk mempermudah pengamatan fermentasi serta pengendalian proses
fermentasi maka diperlukan suatu peralatan yang disebut fermentor. Menurut John
A. William (2002) Fermentor merupakan sejenis bioreaktor yang berfungsi
sebagai tempat terjadinya fermentasi dan mengendalikan mikroorganisme selama
proses fermentasi.
Fermentor yang dilengkapi sistem otomasi yang dijual dipasaran
memiliki harga yang sangat mahal. Biaya yang mahal ini akan membebani
peneliti yang masih dalam tahap penelitian selain itu dengan merancang fermentor

1

sendiri peneliti dapat menyesuaikan fungsi dan fitur alat sesuai dengan keperluan
peneliti. Oleh karena itu penulis membuat suatu rancang bangun alat fermentor.
Dimana pada alat ini terdapat alat ukur PH,temperature, dan agitator dilengkapi
dengan proses kendali otomatis terhadap pH dan suhu
Pembuatan alat fermentor ini bertujuan memudahkan peneliti untuk
menjaga kestabilan parameter proses dari fermentasi tanpa harus terus menerus
melakukan pengamatan selama proses fermentasi berlangsung serta menimalisir
biaya dalam proses fermentasi terintegrasi otomasi

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut bahwa proses fermentasi
membutuhkan waktu yang lama. Serta harus dilakukan observasi secara rutin agar
proses fermentasi berjalan sesuai dengan parameter yang diinginkan. Maka
dibutuhkan suatu alat fermentor yang secara otomatis dapat variable proses sesuai
yang diinginkan sehingga memudahkan peneliti dalam mengamati proses
fermentasi.
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun dari penelitian ini ialah :
a. Rancang bangun fermentor
b. Mengetahui kinerja fermentor dalam menjaga kestabilan proses
1.4 Manfaat Penelitian
Berikut merupakan manfaat dari dilakukannya penelitian ini, yaitu :
a. Memberikan bentuk sederhana fermentor yang dapat langsung diterapkan
untuk kegiatan praktikum mahasiswa.
b. Mengetahui kondisi optimal dari proses fermentasi di fermentor
sederhana
1.5 Relevansi
Penelitian ini mrupakan salah satu penerapan cabang studi dari Teknik
Kimia yang berhubungan dengan Teknologi Pangan dan Rekayasa Bioproses.
Dimana Fermentor berfungsi sebagai alat dan media terjadinya proses fermentasi
pada bahan baku.

2

Reaksinya: C6H12O6 ————> 2 C2H5OCOOH + Energi enzim Prosesnya : 1.1 Pengertian Fermentor Fermentor adalah sejenis bioreaktor yang berfungsi sebagai tempat terjadinya fermentasi dan mengendalikan mikroorganisme selama proses fermentasi. Dehidrogenasi asam piravat akan terbentuk asam laktat.2 Fermentasi Asam Laktat Fermentasi asam laktat yaitu fermentasi dimana hasil akhirnya adalah asam laktat. Peristiwa ini dapat dalam kondisi anaerob. 2. 2 C2H3OCOOH + 2 NADH2 ————> 2 C2H5OCOOH + 2 NAD piruvat dehidrogenase Energi yang terbentak dari glikolisis hingga terbentuk asam laktat : 8 ATP — 2 NADH2 = 8 . (William John A.2(3 ATP) = 2 ATP. Sebuah fermentor biasanya dilengkapi dengan pengendalai suhu dan pengendali PH untuk mengoptimalkan kondisi fermentasi mikroba yang diinginkan. 2002) 2.3 Fermentasi Alkohol 3 . Glukosa ————> asam piruvat (proses Glikolisis). enzim C6H12O6 ————> 2 C2H3OCOOH + Energi 2. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2..

Reaksinya : 1. Asampiruvat ———————> asetaldehid + CO2. Pada beberapa mikroba peristiwa pembebasan energi terlaksana karena asam piruvat diubah menjadi asam asetat + CO2 selanjutaya asam asetat diabah menjadi alkohol. bandingkan dengan respirasi aerob. Dalam fermentasi alkohol. satu molekul glukosa mampu menghasilkan 38 molekul ATP. Energi yang dihasilkan 5 kali lebih besar dari energi yang dihasilkan oleh fermentasi alkohol secara anaerob. Dekarbeksilasi asam piruvat. Reaksi: aerob C6H12O6 —————> 2 C2H5OH ———> 2 CH3COOH + H2O + 116 kal (glukosa) bakteri asam cuka asam cuka 4 . Gula (C6H12O6) ————> asam piruvat (glikolisis) 2. satu molekul glukosa hanya dapat menghasilkan 2 molekul ATP. alcohol dehidrogenase enzim Ringkasan reaksi : C6H12O6 —————> 2 C2H5OH + 2 CO2 + 2 NADH2 + Energi 2. piruvat dekarboksilase (CH3CHO) 3. Fermentasi ini dilakukan oleh bakteri asam cuka (Acetobacter aceti) dengan substrat etanol. Asetaldehid oleh alkohol dihidrogenase diubah menjadi alkohol (etanol). 2 CH3CHO + 2 NADH2 —————> 2 C2HsOH + 2 NAD.4 Fermentasi Asam Cuka Fermentasi asam cuka merupakan suatu contoh fermentasi yang berlangsung dalam keadaan aerob.

dan digunakan pada produksi makanan.. berhasil menjelaskan bahwa fermentasi sebenarnya diakibatkan oleh sekeresi dari ragi yang ia sebut sebagai zymase. Persamaan Reaksi Kimia C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (Energi yang dilepaskan:118 kJ per mol) 5 . glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana . Ia mendefinisikan fermentasi sebagai "respirasi (pernafasan) tanpa udara". pertumbuhan dan multiplikasi sel-sel secara simultan. Secara singkat. Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. asam laktat. bagaimana proses kimia hingga mengakibatkan dekomposisi dari gula tersebut. dan hidrogen. melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH). Ahli Kimia Perancis. Penelitian yang dilakukan ilmuan Carlsberg (sebuah perusahaan bir) di Denmark semakin meningkatkan pengetahuan tentang ragi dan brewing (cara pembuatan bir).. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol. dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi. Jika ditanya. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir. "Saya berpendapat bahwa fermentasi alkohol tidak terjadi tanpa adanya organisasi. Ilmuan Carlsberg tersebut dianggap sebagai pendorong dari berkembangnya biologi molekular. anggur dan minuman beralkohol lainnya.. Respirasi anaerobik dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal). Saya benar- benar tidak tahu"... Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi.. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ahli kimia Jerman. Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. Louis Pasteur adalah seorang zymologist pertama ketika di tahun 1857 mengkaitkan ragi dengan fermentasi. Eduard Buchner. pemenang Nobel Kimia tahun 1907. Pasteur melakukan penelitian secara hati-hati dan menyimpulkan.

fruktosa. 2. motor agitator serta aerator untuk mejaga parameter proses seperti yang kita inginkan. Sensor suhu untuk mengukur suhu. 4. Didalam tangki utama dilengkapi 1. atau sukrosa) → Alkohol (etanol) + Karbon dioksida + Energi (ATP) BAB III METODA PENELITIAN 3. Sensor dan pompa terhubung ke microcontroller AT MEGA 16U yang telah diprogram sehingga secara otomatis akan mengatur peralatan seperti pompa. Agitator berfungsi sebagai pengaduk bahan baku fermentasi. 3. 3. Untuk menjaga parameter proses yaitu PH. Sensor PH untuk mengukur PH. Terdapat 3 jenis tangki yaitu tangki utama yang menampung bahan baku yang akan difermentasi dan 2 tangki lainnya berfungsi menampung larutan asam dan basa yang digunakan untuk menjaga PH bahan baku selama proses fermentasi.Dijabarkan sebagai Gula (glukosa. Pipa aerasi yang berfungsi mendistribusikan udara selama proses fermentasi. Tangki penampung larutan asam dan basa dilengkapi dengan pipa dan pompa yang berfungsi mengatur dan mengalirkan larutan asam/basa kedalam tangki utama. suhu dan kecepatan agitasi. 5.1 Pendekatan Fungsional Pada pendekatan ini setiap alat dalam rancangan fermentor yang dibuat memiliki kegunaannya masing masing.2 Pendekatan Struktural Pada pendekatan alat alat dalam rancangan fermentor memiliki spesfikasinya masing masing sebagai pertimbangan terhadap parameter proses. Heating element sebagai pemanas dalam proses fermentasi. 6 .

1 Fementor Secara keluruhan pendekatan struktural rancang bangun fermentor dibagi menjadi 4 bagian yaitu.Fermentor ini didesign untuk fermentasi cairan dengan proses aerob dimana parameter proses yang dikendalikan adalah PH dan suhu range PH yang mampu dikendalikan berkisar 2-10 dengan hysterisis maksimum 0. kendali proses dan kerangka fermentor 1.1 Gambar 3. Bagian body terbuat dari kaca transparan dengan ketebalan 0.5oC. Gambar keseluruhan fermentor dapat dilihat pada gambar 3. fungsi hysteresis adalah untuk menjaga umur alat terutama relay agar tidak terlalu sering hidup dan mati dalam jangka waktu yang singkat.3 L.5 cm. dengan hysteresis maksimum 0. Gambar tangki bahan baku dapat dilihat pada gambar 3.2 cm serta tutup terbuat dari aluminium.100oC . Tangki penampung. Tangki utama Tangki utama memiliki spesifikasi yaitu diameter dalam 12 cm dan tinggi 16.2.2 7 . Tangki Penampung a. memiliki volume 2 liter dengan kapasitas maksimum 1. Instrumentasi.sedangkan untuk suhu yang mampu dikendalikan adalah berkisar 25oC.

Instrumentasi a. Tangki asam dan basa Tangki asam dan basa memilki spesifikasi yaitu diameter dalam 8.2 cm.3 Tangki Asam dan Basa 2. bagian body terbuat dari kaca transparan dengan tebal 0. Gambar 3. gambar tangki asam dan basa dapat dilihat pada gambar 3.3 Gambar 3. PH sensor yang digunakan merupakan jenis PH elektroda merek dfrobot SEN0169 lengkap dengan modulenya yang memiliki spesifikasi sebagai berikut  Module Power : 5. Sensor PH Sensor PH digunakan untuk megukur PH bahan baku pada proses fermentasi.2 Tangki utama b.5 cm dengan tinggi 15 cm. memiliki kapasitas maksimum 750 ml.1pH (25 ℃) 8 .00V  Module Size : 43mmx32mm  Measuring Range :0-14PH  Measuring Temperature :0-60 ℃  Accuracy : ± 0.

 Response Time : ≤ 1min  PH2. sensor suhu yang digunakan merupakan termokopel type K dengan spesifikasi sebagai berikut  Probe diameter: 1.5 mm  Probe Length: 165 mm  Cable length: 2 m  Thread Size: 6 mm  Dimension:0.500° C 9 .0 Interface ( 3 foot patch )  Gain Adjustment Potentiometer  Power Indicator LED Pemilihan PH sensor jenis dfrobot SEN0169 karena PH sensor ini memiliki harga yang cukup terjangkau namun memiliki kinerja yang cukup baik serta mampu beroperasi secara kontinyu. Sensor suhu Sensor suhu merupakan instrument yang digunakan untuk mengukur suhu fermentasi .4 Sensor PH b.35 x 200cm  Thermal resistance temperature -200oC.4 Gambar 3. Gambar PH elektroda dapat dilihat pada gambar 3. Ini sesuai dengan proses fermentasi yang butuh waktu yang cukup lama.

Pemilihan koil pemanas jenis ini karena harganya yang terjangkau dan pemakainnya yang mudah .6 Gambar 3. Gambar koil pemanas dapat dilihat pada gambar 3.5 Termokopel type K Pemilihan termokopel type K sebagai sensor suhu atas dasar pertimbangan harga yang terjangkau namun kinerja tetap baik serta tahan terhadap karat. Gambar termokopel yang digunakan dapat dilihat pada gambar 3. Gambar 3. Heating elemen ini berupa koil pemanas 220V yang bisa langsung disambungkan ke saluran listrik yang ada. Pompa dosing 10 . Heating element Heating element digunakan untuk memanaskan bahan baku selama proses fermentasi.5 3. larutan asam dan larutan basa.6 Koil Pemanas b. Kendali Proses a.

Aerator Aerator berfungsi untuk mengalirkan udara ke dalam tangki utama. Gambar pompa peristaltic yang digunakan dapat dilihat pada gambar 3. Pemilihan pompa peristaltic sebagai pompa dosing karena pada penggunaan pompa peristaltic tidak terjadi kontak langsung antara larutan dengan pompa itu sendiri.7 Pompa dosing Pompa akan otomatis hidup dan mengalirkan larutan asam (jika ph naik) atau larutan basa (jika ph turun). Sehingga pompa akan awet karena terhindar kontak langsung dengan asam dan basa. Apabila terjadi kenaikan atau penurunan PH dari set point yang diinginkan pada bahan baku pada saat proses fermentasi.8 Aerator 11 .8 Gambar 3. Pompa dosing merupakan alat yang digunakan untuk mengalirkan larutan asam basa.7 c. Aerator yang digunakan merupakan Aerator Resun Air-4000 (09288) dengan laju alir maksimum 320 liter/jam dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan udara yang diperlukan. Gambar aerator dapat dilihat pada gambar 3. Pompa dosing yang digunakan merupakan jenis pompa peristaltic 12V dengan laju alir maksimum 60 ml/ menit. Gambar 3.

9 Agitator 4.10 12 .d. Agitator Agitator berfungsi sebagai alat yang menhomogenkan bahan baku. Gambar agitator dapat dilihat pada gambar 3. Menggunakan shaft tambahan dengan diameter 0.9 Gambar 3.4 cm dan panjang 20 cm dilengkapi dengan 4 buah propeller guna mengefektifkan proses homogenisasi. Kerangka fermentor Kerangka fementor tebuat dari aluminium ringan yang dibentuk seperti yang terlihat pada gambar 3. Agitator yang digunakan pada rancang bangun alat ini menggunakan motor 24V dengan kecepatan putaran maksimum 500 rpm. Untuk mengatur kecepatan pengaduk maka motor agitator dihubungan dengan sebuah adjustable motor speed controller. Untuk menghubungkan antara shaft motor dan shaft tambahan digunakan gearbox untuk meneruskan putaran dari motor ke shaft agitator sehingga kecepatan akhir pengaduk adalah maksimum 200 rpm.

lebar 30 cm dengan ketebalan 1. Gambar 3.1 7 8 9 10 6 17 5 2 4 3 2 18 2 13 12 11 1 14 14 15 Gambar 3.2. sendangkan pada bagian yang menghubunkan atapnya memiliki tinggi 70 cm lebar 30 cm dan ketebalan 1.1 Design Alat Fermentor Design alat fermentor dapat dilihat pada gambar 3.11 dan gambar 3. 3.11 Tampak Depan Alat fermentor 13 .10 Kerangka Fermentor Kerangka ini pada alas dan atap nya memiliki panjang 70 cm.5 cm.5 cm.

Pipa asam 15. Kabel Power Supply 9.12 Tampak Samping Alat Fementor Keterangan 1. Tangki utama (bahan baku) 11. Pompa basa 16. Dudukan Tangki 4. Kabel Sinyal Instrumen 8. Pompa asam 17. Penyangga Aerator 3. Tangki asam 13. Panel aerator 20.2 Pembuatan Alat Fementor Bahan yang digunakan Bahan yang digunakan pada alat fermentor ini terbagi menjadi 3 yaitu : 14 . 19 20 3. Panel suhu 18. Pipa basa 14. Sensor PH 10. Selang Aerasi 5. Aerator 7. Tangki basa 12. Sensor Suhu 3.2. Panel PH 19. Agitator 6. Penyangga Koil 2.

Bahan yang digunakan pada panel kendali 1. DfRobot PH Meter kit SEN0169 : 1 Set 2. Resistor : 9 Unit 12. Termokopel type K : 1 Unit 3. Selang akuarium : 3 meter 7. Koil Pemanas : 1 Unit 4. Baut dan Paku : Secukupnya 15 . Microcontroller Arduino UNO : 1 Unit 3. Relay module 2 channel : 1 Unit 10. Tangki berukuran diameter 14 cm dan tinggi 22 cm : 1 unit 2. Adjustable Motor Speed Controller : 1 Unit 8. Transistor : 3 Unit 14. Bahan yang digunakan pada pembuatan kerangka 1. Pompa Dosing : 2 Unit 5. Agitator : 1 Unit 6. Jumper Wire Male to Female : 1 Set 6. Temperatur module : 1 Unit 11. Bahan yang digunakan pada kendali proses 1. Dioda : 3 Unit 13.A. Breadboard : 2 Unit 4. Tangki berukuran diameter 8. Kabel : 3 meter C. Pelat aluminium ringan tebal 2 cm : 5 meter 4.5 cm dan tiinggi 15 cm : 2 unit 3. Itead Nextion Touch screen LCD HMI 7 inchi : 1 Unit B. Relay module 1 channel : 1 Unit 9. Jumper Wire Female to Female : 1 Set 7. Microcontroller Arduino Mega AT MEGA 2560 16U : 1 Unit 2. Engsel siku : 3 Unit 5. Jumper Wire Male to Male : 1 Set 5.

Obeng 2. atap. Mengupload sketch yang dibuat tadi ke microcontroller 6. Gergaji Besi 3. Pembuatan kerangka 1. Mesin Las 6. 3. Bor Listrik 5. Menghubungkan microcontroller ke LCD HMI 5. Mengelas potongan-potongan persegi panjang tadi menjadi bentuk balok. Mengukur alas. Komputer 7. Mengelas dudukan tangki dan dudukan alat kendali proses pada badan dan alas kerangka seperti yang terlihat pada gambar alat 16 . Meteran 4. Kabel USB 1. Bagian depan dilengkapi dengan engsel siku guna membuat pintu buka tutup pada dudukan panel 2. Pembuatan panel kendali 1. badan kerangka serta dudukan tangki.Alat yang digunakan Adapun alat yang digunakan dalam pembuatan fermentor adalah : 1. Memotong plat aluminum sesuai ukuran kerangka. 4. 2. Mengelas bagian bagian plat aluminum sehingga membentuk kerangka seperti yang terlihat pada gambar design alat. Menyiapkan alat alat yang diperlukan untuk membuat panel kendali 2. 3. Membuat sketch pada computer yang berisi bahasa pemograman berbasis C. Merangkai rangkaian elektronika yang menghubungkan alat alat ukur dan alat alat kendali ke microcontroller. Membuat tempat dudukan untuk panel kendali dengan cara memotong plat aluminium menjadi potongan-potongan persegi panjang. 7. 4.

2. alat ini beroperasi pada range PH 0-14. Temperature 25oC – 55oC. Sari pati biomassa : Secukupnya b. 6. Alat yang digunakan . kecepatan pengaduk maksimum 200 rpm dengan aerasi maskimum 320 liter/ jam. termokopel. aerator. Menempatkan tangki asam basa pada dudukan tangki pada kerangka. Pembuatan kendali proses 1. NaOH : Secukupnya c.3 Perlakuan dan Analisis Statistik Sederhana Dalam penelitan rancang bangun alat fermentor. Menghubungkan alat alat kendali proses ke sinyal listrik ke power supply dan sinyal instrument ke bagian panel kendali 3. Dengan variable yang diambil terdiri dari variable tetap dan variable tidak tetap.2 Bahan dan Alat 1. 3.3 Pertimbangan Percobaan 3. Aquadest : Secukupnya 2. Menempatkan tangki utama pada bagian alas kerangka. Fermentor 3. Bahan yang digunakan a. Data variable tidak tetap kemudian akan dianalisa guna mengetahui kinerja alat fermentor. 17 .3. Menempatkan alat alat kendali proses seperti pompa. 7.3. Menyekrup alat alat kendali proses pada dudukannya masing masing 3.1 Waktu dan Tempat Percobaan ini dilakukan di laboraturium politeknik negeri sriwjaya selama 2 bulan dari bulan Juni 2017 sampai denga bulan Juli 2017 3.3. koil pemanas dan agitator pada dudukannya masing masing. Membuat lubang sekrup pada dudukan alat alat kedali proses. HCL : Secukupnya d. sensor PH. 5.

Memasukkan bahan baku kedalam tangki utama 2. Membersihkan seluruh peralatan terutama.000 2.3. kemudian menetapkan set point kendali proses yang diinginkan berupa suhu. Temperatur module : Rp 150.5 inchi : Rp 350. PH. aerasi dan kecepatan agitator. Memasukkan laruan asam dan basa ke tangkinya masing masing 3. Melakukan proses fermentasi sesuai waktu yang diinginkan/direferensikan 8. Ambil produk dan tamping 9. 3. Peralatan penunjang electronika : Rp.000 7. Mengulangi percobaan dengan bahan baku dan variable proses yang berbeda. Menetapkan set point yang diinginkan ( PH dan Suhu) 5.000 18 . Microcontroller Arduino UNO : Rp 250. Setelah proses fermentasi selesai. aerasi dan kecepatan agitator.3.4 Pengamatan Penelitian ini diawali dengan menyiapkan bahan baku berupa sari biomassa dengan volume maksimum 1. Koil Pemanas : Rp 100. Termokopel type K : Rp 100.5 Prosedur Percobaan 1.000 9. BAB IV BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN 4. DfRobot PH Meter kit SEN0169 : Rp 1. Pompa Dosing : Rp 400.000 3. Pengamatan pada saat penelitian berlangsung terdiri dari variable proses yaitu suhu.1 Rencana Biaya Perkiraan biaya yang diperlukan yaitu : 1. Mengatur kecepatan agitator 6. Mengatur kecepatan aerasi 7. Itead Nextion Touch screen LCD HMI 3. Microcontroller Arduino Mega AT MEGA 2560 16U : Rp 300.000 5. Menghubungkan semua peralatan ke supply power 4.000 4. 500.3 L.200. Sensor PH dibilas dengan aquades 10. PH.000 6.000 8.3.

5 cm dan tiinggi 15 cm : Rp 200. 65:405e10. Uraian Kegiatan 1 2 3 4 5 6 1 Studi Literatur 2 Persiapan Bahan 3 Sidang Proposal 5 Pembuatan Alat 6 Pengujian dan Pengambilan Data 7 Seminar Laporan DAFTAR PUSTAKA Gao C. Enviromental and Production Selection. Fermentasi.id Diakses pada 10 Mei 2017 19 . Laporan Praktikum Microbiology UGM.000 Total : Rp 4. et al.10.wikipedia.450. John A. Key Of Bioreactor Selection. Biomass and Energy. Tangki berukuran diameter 12 cm dan tinggi 16. Tangki berukuran diameter 8. The effects of temperature and pH on the ethanol tolerance of the wine yeasts: Saccharomyces cerevisiae.2 Jadwal Kegiatan Tabel 1 . Agitator :Rp 200. William. Yan Lin. 2017. Pelat aluminium untuk kerangka : Rp 500.5 cm : Rp 100. Jadwal Kegiatan Bulan Ke- No.co. 2012 Yulianto. Agus. Factor affecting ethanol fermentation using Saccharomyces cerevisiae BY4742.000 12.000 4. J Appl Bacteriol 1988. Anonymous. http://www. Fermentasi alkohol.000 14. 2002. Candida stellata and Kloeckera apiculata. Yogyakarta. 2010. Penunjang kendali proses : Rp 100.000 11.000 13. Fleet GH.

2017.kbbi. Fermentasi. http://www.id Diakses pada 10 Mei 2017 20 .web.Anonymous.