Tugas minggu 1

1. Menjelaskan skrining resep
Jawab:
Resep adalah permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi, dokter hewan kepada
apoteker untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan
perundang-undangan yang berlaku .
Skrining resep dilakukan oleh apoteker setelah menerima resep dari dokter sebelum
melakukan penyiapan obat.
Apoteker melakukan skrining resep meliputi:
1. Persaratan administrasi dalam resep.
Persaratan administrasi yang wajib atau harus ada dalam resep yang diberikan
oleh dokter antara lain:
a. Nama dokter,SIP, dan alamat dokter
b. Tanggal penulisan resep
c. Tanda tangan/ paraf dokter, penulis resep
d. Nama pasien, alamat pasien, umur pasien, jenis kelamin dan berat badan
pasien
e. Cara pemakaian yang jelas dari obat yang di tulis dalam resep
f. Informasi lainnya.
Contoh resep :
a. Nama dokter: -
b. SIP: -
c. Alamat dokter: -
d. Tanggal: ada
e. Nama pasien: ada
f. Umur: -
g. Berat badan:-
h. Tanda tangan pelayanan obat:-
i. Tanda tangan penerima obat:-

2. Membuat / mengkopi salinan resep minimal 10 lembar

.

.

dan efeksamping obat. Alprazolam 1 mg Komposisi : Alprazolam 1 mg . Menjelaskan komposisi .3. indikasi. Jawab: a.

Sandoz c. Risperidone 2 mg Komposisi : Risperidone 2 mg Indikasi : Untuk pengobatan skizofrenia akut dan kronik serta keadaan psokotik lainnya Efek samping : Gangguan tidur. halusinasi.macam produsen obat. Harsen e. sedasi pada siang hari. kelemahan otot. sakit kepala. Medikon prima g. Rama farma i. Indofarma d. Sonandoz l. Indikasi : Anti-anxietas Efek samping : Mengantuk. amnesia. cemas. blurred vision b. Combiphar f. Pharos b. penglihatan kabur. dan retensi urin 4. Kalbe farma h. light-headedness. Menuliskan macam. Bernofarm . Nicholas k. Darya-varia j. kelelahan sementara. Jawab: a. sakit kepala c. depresi. agitasi. mengantuk. ataksia. bingung. Sandepril Komposisi : Maprotiline HCl 50 mg Indikasi : Pengobatan depresi endogen Efek samping : Pusing.

Hexphram jaya s. Jelaskan perbedaan golongan obat bebas. Zenith t. Elly lily r. bebas terbatas. Corsa n. Beufour lpse Tugas minggu 2 1. Gambar 2. Otto y. Lapi u. diatur berdasarkan S. narkotik Jawab: 1. supermarket dan apotek.1 Penandaan obat bebas . Abbott q.2380/A/SK/VI/1983 tentang Tanda Khusus untuk Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas. Penandaan obat bebas. Organon o. Soho x. m. prekursor. psikotropik . kelontongan. Tanda khusus untuk obat bebas yaitu bulatan dengan warna hijau dengan garis tepi warna hitam. toko obat berizin. Mersifarma z. Ferron v.K Menkes RI No. Bayer p. Dalam pemakaiannya tidak perlu dibutuhkan tenaga medis selamma diminum sesuai petunjuk yang tertera dalam kemasan obat. Fahreinheit w. Obat Bebas Obat bebas adalah obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter dan dapat dijual bebas di warung.

neonapacin. tuzalos. dextromethorphan. . tablet paracetamol. obat batuk putih.tremenza dll 3. 2. antasida plus. Obat Keras Obat keras adalah obat yang hanya dijual di apotek dan harus menggunakan resep dokter. Contoh obat bebas : Tablet vitamin C. minyak kayu putih.3 Penandaan pada obat bebas terbatas Contoh : oskadon. dll. obat batuk hitam. dulcolak. aspirin. antimo. Obat golongan ini dapat dikatakan dapat berbahaya jika penggunaannya tidak menggunakan resep dokter atau disebut obat daftar G (Gavaarlijk=berbahaya).2 Penandaan obat bebas terbatas Gambar 2.allerin. asmadex. procold. Gambar 2. Obat Bebas Terbatas Obat bebas terbatas adalah obat yang termasuk daftar “W” (waarshuing – peringatan) atau obat keras dimana distiap takaran yang digunakan diberi batas tertentu dan pada kemasan ditandai dengan lingkaran hitam mengelilingi bulatan berwarna biru dan tanda peringatan.

yaitu: a.4 Penandaan obat keras Obat yang termasuk kedalam golongan obat keras ini adalah obat yang dibungkus sedemikian rupa digunakan secara parental. Rinos SR. 4. baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika yang berhasiat psikoaktif malalui pengaruh selektif pada saluran saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan prilaku. serta mempunyai potensi amat kuat yang mengakibatkan sindrom ketergantungan. mempengaruhi syaraf pusat yang menyebabkan perubahan. Contoh :Bromexin hcl. Contoh seperti Psilobina. obat baru yang belum tercantum dalam farmakope terbaru yang berlaku di indonesia serta obat – obat yang ditetapkan sebagai obat keras melalui keputusan RI.Berdasarkan Kepmenkes RI No. Gambar 2. Lanabal tab. Edotin tab.02396/ASK/VIII/1986 tentang tanda khusus obat keras adalah lingkaran hitam dengan dasar merah yang didalamya terdapat hurup “K” yang menyentuh garis tepi. Tenamfetamin. baik dengan cara suntikan maupun dengan cara pemakaian lain dengan jalan merobek jaringan. Berdasarkan UU RI No. . Obat Psikotropika Psikotropika adalah zat atau obat. psikotropika dibagi menjadi 4 golongan. Golongan I adalah psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan dapat digunakan dalam terapi.5 Tahun 1997.

Gambar 2. Phenobarbital. 5. dengan garis tepi berwarna hitam dan huruf K menyentuh garis tepi. Obat Narkotik Obat narkotik adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sinetis maupun semi sinetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. . Contoh seperti Diazepam. hilangnya rasa. Triazolam. Penobarbital. Golongan IV adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindrom ketergantungan. Contoh seperti Butal- bital. Metamfetamin. b. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. d. Golongan III adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang yang mengakibatkan sindrom ketergantungan. penandaanya sama seperti obat keras ditandai khusus yaitu lingkaran bulat berwarna merah. c.5 Penandaan obat psikotropika Obat psikotropika termasuk dalam golongan Obat Keras. Golongan II adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat yang mengakibatkan sindrom ketergantungan. Contoh seperti Amfetamin.

Opium. Narkotika Golongan III Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Narkotika Golongan II Narkotika yang berkahsiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan atau pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi menyebabkan ketergantungan. Narkotika Golongan I Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. . Contoh : Metadone. Golongan obat Narkotika yaitu: a. Petidina dan morfin. Etilmorpin Gambar 2. Contoh : Heroina. Codeina.6 Penandaan obat narkotika 6. Tanaman koka. c. b. Obat Wajib Apotek Obat Wajib Apotek adalah obat keras yang dapat diserahkan oleh apoteker di apotek tanpa resep dokter. Contoh : Dihidrokodeina.

Ergotamin . namun ada persyaratan yang harus dilakukan dalam penyerahan OWA. asam fusidat. Apoteker wajib memenuhi ketentuan jenis dan jumlah yang boleh diberikan kepada pasien c. alamat. c. Jenis prekursor sendiri antara lain : Kelompok 1 : a. Asam lisergat d. maka obat-obat yang digolongkan OWA adalah obat yang diperlukan bagi kebanyakan penyakit yang di derita pasien. 7. Asam N asatil antranilat e. b. Ephedrin f. Ergometrin g. b. Obat Prekursor Definisi menurut PP No. Contoh OWA No. prekursor adalah zat atau bahan pemula atau bahan kimia yang dapat digunakan dalam pemubuatan narkotika dan psikotropika. Walaupun APA boleh memberikan obat keras. Apoteker wajib melakukan pencatatan yang benar mengenai data pasien seperti nama. Apoteker wajib memenuhi ketentuan obat secara benar. Contoh OWA No. 3 : Ranitidine. alupurinol. Asam fenil asetat c. a. 1 : Obat kontrasepsi.44 Tahun 2010. Tujuan OWA adalah memperluas keterjangkauan obat untuk masyarakat. dll. Anhidrat asetat b. obat saluran cerna. umur serta penyakit yang di derita. Contoh OWA No. yaitu: a. 2 : Clindamicin cream.

h. Pseudoefedrin m. PT. Safrol Kelompok 2 : a. Asam antranilat b. PT Bina sanprima e. PT Anugrah argon medika . Merapi utama farma h. PT Tunas shaka mandiri c. Kimia farma f. Aseton e. Metil etil keton g. Isosafrol j. Asam sulfat d. Etil eter f. Asam klorida c. Nama nama Pedagang Besar Farmasi (PBF) a. PT Antar mitra sembada d. Norofedrin l. PT Parit Global g. I – fenil 2 – propanon i. Kalium permangat k. piperidin tugas minggu 3 1.Wira sarana mandiri b.

Cara pemesanan ke PBF Pemesanan barang dilakukan oleh asisten apoteker berdasarkan catatan yang ada dalam buku habis berisi catatan barang barang yang hampir habis. Banyaknya : . i. satuan barang. dan jumlah barang. nomor pesanan. Cara pemesanan barang dilakukan dengan menuliskan surat pesanan (SP). mencari informasi tentang faktur jawab: Komponen Faktur : a. nama barang. PT Ensepal putra mega trading TBK j. Selain narkotika dan psikotropika meliputi tanggal. tugas minggu 4 1. Satuan : d. kode supplie. PT Pulgi hasta 2. Nama Barang : c. No : b.

Menjelaskan administrasi resep. No batch : f. Potongan : h. e. Jumlah : 2. Harga satuan : g. Jawab: ALUR PELAYANAN RESEP APOTEK RAWAT JALAN .

Alur Pelayanan Pasien Bpjs Di Apotek Rawat Inap Dan IGD .

RESEP DARI PASIEN CEK KELENGKAPAN PENCATATAN ATAU PETUGAS SYARAT-SYARAT DIBUKU EXPEDISI RUANGAN PASIEN BPJS RUANGAN LUAR DPHO BPJS. CEK RESEP PENGENTRIAN RESEP KONFIRMASI KE KESESUAIAN KELUARGA PASIEN DENGAN DPHO BPJS PEMBERIAN ETIKET PEMERIKSAAN HASIL PENYIAPAN DAN & PEMBUATAN KOPI ENTRIAN PERACIKAN RESEP PENYERAHAN /OBAT PENGECEKAN HASIL DIANTAR PENGAMBILAN DAN KERUANGAN RACIKAN DISERTAI INFORMASI Alur Pelayanan Pasien dari IGD Di Apotek Rawat Inap . PENERIMAAN RESEP.

BARANG YANG SUDAH ATAU PETUGAS PENCATATAN DIBUKU DI BERIKAN TERLEBIH RUANGAN EXPEDISI RUANGAN DAHULU PEMBERIAN ETIKET & PEMERIKSAAN HASIL PEMBUATAN KOPI PENGENTRIAN RESEP ENTRIAN RESEP PENGECEKAN HASIL PENYERAHAN /OBAT PENYIAPAN DAN PENGAMBILAN DAN DIANTAR KERUANGAN PERACIKAN RACIKAN DISERTAI INFORMASI Alur Pelayanan Obat Narkotika Dan Psikotropika Di Apotek Rawat Inap . PENGECEKAN RESEP DARI PASIEN PENERIMAAN RESEP.

alat kesehatan dan bahan medis habis pakai sesuai dengan kebutuhan. PENGAMBILAN DAN DIANTAR KERUANGAN PENCATATAN DI RACIKAN DISERTAI INFORMASI KARTU STOK tugas minggu 6 1. pemusnahan dan penarikan. pengendalian. perencanaan kebutuhan. Sistem Pemilihan Pemilihan adalah kegiatan untuk menetapkan jenis sediaan farmasi. penerimaan. PENGECEKAN RESEP DARI PASIEN PENCATATAN DI BUKU KELENGKAPAN ATAU PETUGAS PENGELUARAN PERSYARATAN UNTUK RUANGAN NARKOTIKA OBAT NARKOTIKA PEMBERIAN ETIKET & PEMERIKSAAN HASIL PEMBUATAN KOPI PENGENTRIAN RESEP ENTRIAN RESEP PENYIAPAN DAN PENGECEKAN HASIL PENYERAHAN /OBAT PERACIKAN. pengelolaan sediaan farmasi. Pedoman pemilihan : . dimulai dari pemilihan. alat kesehatan dan bahan medis habis pakai merupakan suatu siklus kegiatan. pendistribusian. penyimpanan. a. pengadaan. dan administrasi yang diperlukan bagi kegiatan pelayanan kefarmasian. melakukan pengelolaan perbekalan farmasi jawab: Menurut Permenkes Nomor 58 Tahun 2014 Bab II.

Pedoman perencanaan : 1) Anggaran yang tersedia 2) Penetapan prioritas 3) Sisa persediaan 4) Data pemakaian periode yang lalu 5) Waktu tunggu pemesanan 6) Rencana pengembangan c. tepat waktu dan efisien. jumlah. alat kesehatan dan bahan medis habis pakai yang telah ditetapkan 3) Pola penyakit 4) Efektifitas dan keamanan 5) Pengobatan berbasis bukti 6) Mutu 7) Harga 8) Ketesediaan di pasaran b.1) Formularium dan standar pengobatan / pedoman diagnosa dan terapi 2) Standar sediaan farmasi. dan waktu yang tepat dengan harga yang terjangkau dan sesuai standar mutu. Sistem Perencanaan Perencanaan kebutuhan merupakan kegiatan untuk menentukan jumlah dan periode pengadaan sediaan farmasi. . Pengadaan yang efektif harus menjamin ketersediaan. alat kesehatan. Sistem Pengadaan Pengadaan merupakan kegiatan yang dimaksudkan untuk merealisasikan perencanaan kebutuhan. tepat jumlah. dan bahan medis habis pakai sesuai dengan hasil kegiatan pemilihan untuk menjamin terpenuhinya kriteria tepat jenis.

mutu. Secara tender (oleh Panitia Pembelian Barang Farmasi) b. jumlah. 3) Sumbangan atau droping (hibah) d. 2) Produksi Merupakan kegiatan membuat. dan pengemasan kembali sediaan farmasi steril atau nonsteril untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di rumah sakit. merubah bentuk. Adapun kriteria penerimaan obat dalam rangka mencocokannya dengan surat pesanan harus memperhatikan : 1) Nama obat 2) Jumlah obat 3) Jenis obat 4) Satuan barang yang disesuaikan dengan surat pesanan dan faktur 5) Bentuk fisik obat 6) Waktu kadaluwarsa e. spesifikasi. Sistem penyimpanan Sistem penyimpanan adalah suatu kegiatan penyelenggaraan dan pengaturan obat pada tempat yang aman di ruang penyimpanan. Penyimpanan obat dapat dilakukan dengan cara : . waktu penyerahan dan harga yang tertera dalam kontrak atau surat pesanan dengan kondisi fisik yang diterima. pedagang besar farmasi rekanan. Pengadaan dapat dilakukan dengan cara : 1) Pembelian a. distributor. Sistem Penerimaan Penerimaan merupakan kegiatan untuk menjamin kesesuaian jenis. Secara langsung dari pabrik.

Sistem Pendistribusian Sistem Pendistribusian merupakan suatu rangkaian kegiatan dalam rangka menyalurkan / menyerahkan sediaan farmasi. 2) Sistem distribusi resep individu (Individual Prescription) . stabilitas.1) Berdasarkan bentuk sediaan dan jenisnya 2) Berdasarkan kelas terapi 3) Berdasarkan alfabetis 4) Berdasarkan suhu penyimpanan 5) Berdasarkan mudah atau tidaknya bahan terbakar 6) Berdasarkan tahan atau tidaknya terhadap cahaya 7) Berdasarkan FIFO (First In First Out) 8) Berdasarkan FEFO (First Expire First Out) f. jumlah. Perbekalan yang disimpan tidak dalam jumlah besar dan dapat dikontrol secara berkala oleh petugas kefarmasian. jenis. alat kesehatan dan bahan medis habis pakai dari tempat penyimpanan sampai kepada unit pelayanan / pasien dengan tetap menjamin mutu. Setiap ruang rawat harus mempunyai penanggung jawab obat. Sistem distribusi dirancang atas dasar kemudahan untuk dijangkau oleh pasien dengan mempertimbangkan : 1) Efisiensi dan efektifitas sumber daya yang ada 2) Metode sentralisasi atau desentralisasi Secara umum distribusi di bedakan menjadi: 1) Sistem persediaan lengkap di ruangan ( floor stock ) Pendistribusian perbekalan farmasi untuk persediaan di ruang rawat merupakan tanggung jawab perawat ruangan. dan ketepatan waktu.

Sistem pemusnahan dan penarikan Pemusnahan dan penarikan sediaan farmasi. untuk penggunaan satu kali dosis / pasien. alat kesehatan dan bahan medis habis pakai yang akan dimusnahkan 2) Menyiapkan Berita Acara Pemusnahan 3) Mengoordinasikan jadwal. 3) Sistem distribusi unit dosis (Unit Dose Dispensing) Pendistribusian perbekalan farmasi berdasarkan resep perorangan yang disiapkan dalam unit dosis tunggal atau ganda. Pemusnahan dan penarikan dilakukan apabila : 1) Produk tidak memenuhi persyaratan mutu 2) Telah kadaluwarsa 3) Tidak memenuhi syarat untuk dipergunakan dalam pelayanan kesehatan atau kepentingan ilmu pengetahuan 4) Dicabut izin edarnya Tahapan pemusnahan obat terdiri dari : 1) Membuat daftar sediaan farmasi. dan bahan medis habis pakai yang tidak dapat digunakan harus dilaksanakan dengan cara yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. metode dan tempat pemusnahan kepada pihak terkait 4) Menyiapkan tempat pemusnahan . Pendistribusian obat-obatan melalui resep perorangan yang disiapkan oleh petugas Instalasi Farmasi Rumah Sakit dan diberikan kepada pasien atau melalui keluarga pasien. 4) Sistem kombinasi g. alat kesehatan. Sistem unit dosis ini digunakan untuk pasien rawat inap.

Pengendalian Tujuan pengendalian perbekalan farmasi: 1) Penggunaan obat sesuai dengan diagnosis dan terapi 2) Memastikan persediaan efektif dan efisien atau tidak terjadi kelebihan atau kekurangan. Alat Kesehatan dan Bahan Medis Habis Pakai dilakukan terhadap produk yang izin edarnya dicabut oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). pengeluaran atau penggunaan dan data mengenai waktu dari seluruh rangkaian kegiatan mutasi obat. Penarikan Sediaan Farmasi. h. Pencatatan. Tujuannya yaitu tersedianya data mengenai jenis dan jumlah penerimaan. pelaporan narkotika dan psikotropika Jawab: Pencatatan / Pelaporan Pelaporan penggunaan narkotika dan psikotropika dilakukan setiap bulan. i. kadaluwarsa dan kehilangan. Pelaporan Pencatatan atau pelaporan merupakan kegiatan dalam rangka penatausahaan obat- obatan secara tertib. Pelaporan penggunaan obat narkotika dan psikotropika dilakukan melalui online SIPNAP (Sistem Pelaporan Narkotika dan Psikotropika). 5) Melakukan pemusnahan disesuaikan dengan jenis dan bentuk sediaan serta peraturan yang berlaku. Rumah Sakit harus mempunyai sistem pencatatan terhadap kegiatan penarikan. persediaan. kerusakan. Penarikan Sediaan Farmasi. Asisten apoteker setiap . 2. Alat Kesehatan dan Bahan Medis Habis Pakai dilakukan oleh BPOM atau pabrik asal.

Untuk pencatatan atau pelaporan Narkotika dan Psikotropika dicatat terpisah dengan obat lain. persediaan awal bulan). Petugas administrasi mencatat jumlah lembar resep dan item resep yang diinput ke dalam komputer menggunakan SIM RS. . nama bahan/sediaan.bulannya menginput data penggunaan narkotika dan psikotropika melalui SIPNAP lalu setelah data telah terinput data tersebut di import (paling lama sebelum tanggal 10 pada bulan berikutnya). penerimaan dan pengeluaran maka dibuat rekapitulasi pada tiap bulan. Dengan berdasarkan pada data sisa awal. satuan. pasword dan username didapatkan setelah melakukan registrasi pada dinas kesehatan setempat. Laporan meliputi laporan pemakaian narkotika dan psikotropika untuk bulan bersangkutan (meliputi nomor urut. Dan dilaporkan secara online (sistem komputerisasi).