1.

Perawat sedang melakukan wawancara untuk mengetahui riwayat penyakit yang dialami
seorang klien dengan gangguan keseimbangan elektrolit. Apakah pernyataan pasien yang
dapat merujuk kondisi tersebut?
a. Kulit saya selalu tampak kering
b. Saya sering mengkonsumsi laxative untuk melancarkan BAB
c. Saya senang sekali minum es teh dingin
d. Saya sering buang air kecil tapi sedikit demi sedikit dan terasa sakit

2. Apakah perawatan kulit yang baik untuk dilakukan pasien penderita hepatitis yang sedang
mengalami pruritus?
a. Menganjurkan pasien untuk pasien mandi air hangat dua kali sehari
b. Menambahkan baby oil dalam air mandi pasien
c. Membedaki kulit pasien yang terkena pruritus
d. Membilas tubuh pasien dengan air hangat setelah mandi

3. Dokter merencanakan untuk memberikan obat dengan rute intratekal (IT), perawat
menyadari bahwa obat tersebut akan diberikan melalui …?
a. Venab. Rectum c. Otot (intra maskular) d. Tulang belakang pasien

4. Parawat ditugaskan untuk merawat bayi hiperbilirubin yang berada di ruang neonatal,
apakah tindakan yang tepat dilakukan untuk mengurangi gejala tersebut?
a. Meningkatkan asupan cairan bayi b. Membuat bayi agar tetap hangat
c. Mengurangi asupan kalori bayi d. Mengurangi aktivitas bayi

5. Pasien dengan kondisi penyakit apakah yang dapat disatukan dalam satu ruangan dengan
pasien yang Myasthenia Gravis?
a. Pasien hipotiroid b. Pasien penderita penyakit Crohn
c. Pasien pylonephritis d. Pasien bronchitis

6. Perawat gawat darurat melakukan triase terhadapat beberapa pasien kecelakan lalu lintas,
manakah pasien berikut ini yang mendapatkan pertolongan pertama?
a. Anak usia 10 tahun dengan luka gores di wajah
b. Anak usia 15 tahun dengan luka lebam di sternum
c. Dewasa usia 34 tahun dengan fraktur femur
d. Dewasa usia 50 tahun dengan siku terkilir

7. Pasien gagal ginjal menjalani Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD). Apakah
yang perawat lakukan apabila cairan dialisat berubah warna menjadi keruh?
a. Mencatatnya pada catatan keperawatan
b. Mengambil specimen dialisat untuk dikirim ke Laboratorium
c. Melakukan pemeriksaan darah lengkap
d. Menampung urin

8. Apakah tujuan pemberian laktulosa pada pasien penderita sirosis hepatis?
a. Menurunkan kadar gula darah b. Menurunkan kadar asam urat
c. Menurunkan kadar ammonia d. Menurunkan kadar kreatinin

9. Apakah jenis pemeriksaan yang perlu dilakukan pada pasien yang sedang mendapatkan
nutrisi parenteral (TPN)?
a. Hemoglobin b. Kreatinin c. Gula darah sewaktu d. Sel darah putih

10. Seorang pasien yang menderita nyeri dada memaksa untuk pulang sambil mengatakan
bahwa kondisi sudah sembuh. Apakah mekanisme pertahanan yang sedang ditunjukkan oleh
pasien tersebut?
a. Rasionalisasi b. Menyangkal c. Proyeksi d. Konversi reaksi

11. Diantara pemeriksaan laboratorium berikut ini, manakah yang kurang tepat untuk
dilakukan pada pasien nyeri dada ?
a. AST b. Troponin c. CK-MB d. Mioglobin

12. . Latihan apakah yang pertama harus dilakukan pada pasien yang menjalani mastektomi?
a. Menyapu lantai b. Menyisir rambut
c. Membuat tangan seperti berjalan di dinding d. Meremas bola karet

13. Pasien myasthenia gravis dijadwalkan untuk pemeriksaan test tensilon, apakah obat yang
perlu disediakan sebelum pemeriksaan tersebut dilakukan?
a. Sulfate atropine
b. Furosemide
c. Prostigmin
d. Promethazine

14. Pasien PPOK menjalani pemeriksaan analisa gas darah, didapatkan hasil pH 7.37, CO2
46, O2 84, HCO3 28. Perawat dapat menyimpulkan hasil AGD tersebut sebagai…
a. Asidosi tanpa terkompensasi
b. Alkalosis terkompensasi
c. Asidosis respiratori terkompensasi
d. Metabolic asidosis tanpa terkompensasi

15. Pasien gonorrhea dirawat di ruangan, dokter meminta untuk dilakukan kultur specimen,
maka specimen yang diambil adalah..
a. Darah
b. Sekresi genital
c. Stool
d. Dahak

SOAL LATIHAN UJI KOMPETENSI AKPER SOAL MATERNITAS
1. Seorang perempuan berusia 48 tahun datang ke klinik ginekologi dengan keluhan sudah
tidak menstruasi 2 tahun, mudah marah, insomnia, penurunan lubrikasi saat melakukan
hubungan seksual dengan suaminya, terjadi hot flashes. Apkah diagnosa keperawatan
potensial pada wanita tersebut?
a. perubahan kenyaman b.d gejala fisik dan emosi manopouse
b. resiko nyeri/ketidaknyamanan b.d penurunan fungsi ovarium
c. resiko cedera b.d oesteoporosis
d. ggn harga diri b.d perubahan peran/status
e. resiko disfungsi seksual b.d perubahn menopouse

2. Seorang perempuan berusia 34 tahun, datang ke poliklinik untuk konseling program
KB. Pasien mengatakan sudah memiliki 1 orang anak dengan usia 1 tahun, sebelumnya
pernah menggunakan kontrasepsi pil, memiliki penyakit penyakit hipertensi, merokok &
terdapat varises pada ekstermitas apa jenis kontrasepsi yang tepat untuk pasien tersebut?
a. Kontrasepsi strerilisasi c. Kontrasepsi susuk norplant d. Kontrasepsi oral kombinasi
b. Kontrasepsi kondom e. Kontrasepsi AKDR

3. Seorang perempuan berusia 28 tahun dengan G1 P0 A0 merasa hamil 1 bulan, datang ke
poliklinik kebidanan untuk memeriksakan kehamilannya, dari hasil pemeriksaan didapatkan
data: pasien sering BAK daerah vulva dan vagina tampak kebiruan. Termasuk data apakah
dari hasil pemeriksaan pada kasus diatas?
a. Tanda mungkin subjektif c. Tanda mungkin objektif d. Tanda absolut
b. Tanda pasti e. Tanda palsu

4. Seorang perempuan p2 a0 post partus spontan dengan ekstrasi vakum, melahirkan
seorang bayi laki”, presentasi kepala dg BB = 2500 gram, PB: 48, tidak ada cacat bawaan
apakah kategori bayi tersebut?
a. BBLR b. Prematur c. Dismatur
d. Normal e. Post matur

5. Seorang perempuan berusia 27 tahun dirawat dengan P2A0 post sectio caesarea (sc)
hari k4. Hasil pengkajian perawat didapatkan: payudara bengkak, keras, & terasa nyeri. ASI
keluar sedikit, pasien sudah menyusui bayinya. Apa tindakan awal yang tepat untuk ibu
tersebut?
a. Kompres dingin c. Ajarkan distraksi d. Kompres hangat
b. Massage payudara e. Ajarkan relaksasi

6. Seorang perempuan berusia30 tahun, G1P0A0 hamil 36 minggu datang ke poliklinik
kebidanan untuk pemeriksaan rutin. Perawat kemudian melakukan pengukuran tanda-tanda
vital dan dilanjutkan pemeriksaan fisik. Melalui manuver leopold diketahui letak tertinggi
bokong, teraba bagian-bagian kecil janin di sebelah kiri dan punggung dikanan, bagian
terendah janin belum masuk ke pintu atas panggul. Dibagian manakah perawat dapat
mendengarkan DJJ paling keras?
a. Abdomen kiri bawah d. Abdomen kanan bawah
b. Abdomen kanan atas e. Abdomen berbatas garis simfisis
c. Abdomen kiri atas
7. Seorang perempuan berusia 24 tahun, G1P0A0, hamil 36 minggu datang dg keluhan
mules” sejak 4 jam yg lalu. Berdasarkan anamnesa didapatkan kontraksi yg tidak teratur &
jarang. Klien khawatir bila ia tiba” melahirkan dirumah. Apa pernyataan yg paling sesuai
perawat sampaikan?
a. “ibu tenang saja,ini belum waktunya melahirkan”
b. “yg ibu rasakan adalah kontraksi bracton hicks”
c. “selama kontraksi tidak teratur, itu berarti his palsu”
d. “saya akan menjelaskan tanda” persalinan”
e. “kontraksi yg ibu rasakn bukan tanda melahirkan”

oo anda melakukan pengkajian fisik pada ibu tersebut. Seorang ibu telah melahirkan seorang bayi pada pukul 23. Hepatitis b. Tekanan darah 120/90 mmHg. nyeri akut b. terpenuhinya proses menyusui d. Apakah kemungkinan penyebab kondisi diatas? a. Resiko defisit volume cairan c.5c& tampak menggigil payudara teraba hangta& keras. frekuensi nadi 80 kali/ menit.s 37. Klien tampak berkeringat banyak& bibir kering. Saat terjadi kontraksi. Manakah masalah keperawatan yg menjdi prioritas pada kasus diatas? a. Pembatasan cairan per oral d. frekuensi pernafasan 22x/menit. p2ao. Kurang intake cairan b. Perawat kemudian melakukan pengecekan bayi k2. Saat ini klien dalam pembatasan cairan peroral. perawat mengintruksikan pasien untuk mengedan. saat dinas malam. Very late post partum c. Menilai AFGAR d. 1 jari diatas pusat 14.00tanggal 3 mei 2013 . Perawat melakukan prasat rintgen untuk mencegah terjadinya robekan perineum.8. Aplikasikan bibir pada krim b.00 anda melakukan pengkajian fisik pada ibu tersebut. Seorang ibu hamil 12 minggu (38tahun) mengalami penurunan BB smapai dg 3 Kg dalam 1 minggu. Manakah fase post partum yg tepat dg kondisi ibu diatas? a. Kehilangan cairan dalam tubuh e. Berikan air mineral sedikit” c. Immediately post partum b. Saat ini klien dalam pembatasan cairan peroral. Sepusat d. Seorang perempuan berusia 28 tahun. Apakah masalah keperawatan yg paling sesuai pd pasien tersebut? a. Late post partum d. Seorang perempuan berusia 28 tahun. Mengecek pelepasan plasenta 11. kala 1 fase aktif dengan dilatasii seviks 8- 9cm.7c. 1 jari bawah pusat b. Saat dilakukan pemeriksaan. Apakah tindakan yg perawat lakukan selanjutnya? a. kala 1 fase aktif dengan dilatasii seviks 8- 9cm. p2ao. Apakah tindakan keperawatan yg paling sesuai pada klien? a. 3 jari diatas pusat e. Ia mengalami mual& muntah yg hebat & sulit untuk menerima intake makanan. Bagaimanakah hasil normal dari tinggi fundus uteri ketika saudara kaji saat itu? a. 2 jari diatas pusat c. Berikan cairan intravena Rl d. hipertemia e. frekuensi pernafasan 22x/menit.s 37. Tekanan darah 120/90 mmHg. Pada tanggal 4 mei 2013 puku 14. Tidak lama kemudian bayi lahir. Saat ini nilai kadar SGOT & SGPT dalam darah sudah lebih dari normal. Preeklampsi berat d. Menyuntikan oksitosin IM b. Seorang perawat sedang memberikan pertolongan persalinan kala II. Rasa nyaman c. Hiperemesis gravidarum c. Menggunting tali pusat e. pada tanggal 4 mei 2013 pukul 24.00 tanggal 3 mei 2013. gg. Sirosis hepatitis 12.7c. Seorang ibu telah melahirkan secara spontan pada pukul 23. Pada tanggal 7 mei2013 dia mengeluhkan payudara bengkak& terus sakit. inefektif proses menyusui . Preeklamsia ringan e. Melakukan masase uterus c. Early post partum 13. Berikan cairan intravena NaCl e. Suhu tubuh mencapai 38. Seorang ibu melahirkan pada tanggal 5 mei 2013 secara spontan. Klien tampak berkeringat banyak& bibir kering. Berikan air minum isotonic 10. frekuensi nadi 80 kali/ menit. Defisit cairan & elektrolit 9. Very early post partum e.

Resusitasi cairan& injeksi uretronika c. G1POAO.G1POAO. Seorang ibu berusia 29 tahun. in partu mengeluh mulas” saat dilakukan pemeriksaan. RR 38X/mnit. memandikan bayi sesegera mungkin d. kala III persalinan. masase verinium b. G1P0A0. tali pusat memanjang. HR 110x/mnit & lemah. Fasilitasi bonding attachment antara ibu&bayi b. TD 80/40 mmHg. Seorang ibu telah melahirkan secara spontan 3 hari yg lalu. evaporasi . servix tipis & mendatar apakah inetvensi yang tepat dilakukan pada kondisi pasien tersebut? a. fundus uterus tidak teraba & ibu melaporkan bahwa setiap jam (3x) telah mengganti pembalutnya karena penuh oleh darah. Seorang ibu berusia 29 tahun. Manakah tindakan yg harus segera saudara lakukan? a. AFGAR score 7/10. Anjurkan klien untuk ambulasi seperti jalan” di sekitar ruangan e. konveksi d. Ajarkan klien untuk mengedan saat kontraksi d. melakukan penarikan tali pusat c. seorang ibu berusia 24 tahun. akral teraba dingin. hamil 40 minggu. menimbang BB& mengukur panajang badan b. Saat dilakukan periksa dalam oleh perawat. bayi dilakukan penimbangan. rambatan b. menangis kuat. Klien juga mengeluh sudah ada keluar darah bercampur lendir dari kemaluannya. Apakah intervensi keperawatan yang tepat untuk pasien diatas? a. pembukaan 8 cm.15. bayi telah lahir 5 menit yang lalu. Resusitasi cairan& injeksi prolactin 16. klien sudah mengalami pembukaan 7cm. Berikan oksitosin untuk meminimalkan perdarahan uterus c. servix mendatar & tipis keluar darah bercampur lendir dari vagina. Saat dilakukan pemfis hari ini. Darah tiba” menyembur. TFU 36 cm sudah merasakan mulas” namun tidak teratur. masase fundus uteri e. langsung dilakukan inisiasi menyusui dini 19. Seorang bayi perempuan lahir pada tanggal 1 november 2012. Bayi langsung menangis kuat AFGAR score 8/10. kolaborasi pemberian suntikan oksitosin 5 u IM 18. Resusitasi cairan& injeksi adrenalin b. melakukan inisiasi menyusi dini d. Resusitasi cairan& injeksi adrenalin& uretronika e. Apakah tindakan keperawatan yg harus dilakukan pada bayi tersebut? a. Monitor DJJ selama & diantara kontraksi 17. pukul 13. kolaborasi pemberian vit K c. pengukuran PB & antropometri lainnya. Saat dilakukan pemeriksaan ternyata popoknya basah karena BAK. radiasi e. Setelah dilakuakn IMD.55 WIB. kolaborasi pemberian tetes mata e. konduksi c. 2 jam kemudian lahir bayi perempuan. Klien mengatakan mulas terasa 4x setiap 10 menit. Resusitasi cairan& injeksi dobutamin d. Bagaimanakah proses kehilangan panas pada bayi tersebut? a.

Seorang perempuan berusia 32 tahun. 20 minggu b.5 C. swallowing d. pembukaan 3 cm.d pembengkakan pada payudara d. Apakah tindakan keperawatan utama yg tepat untuk mengatasi masalah nyeri? a.puting menonjol. Leher bayi tersebut menoleh ke samping apakah reflex primitive yg ada pada bayi tersebut? a. bayi rewel. pukul 17. anjurkan pasien untuk jalan” e. Gg.d kesulitan untuk menghisap payudara b. post partum hari k 3. tonik neck 21.d teknik menyusui yg kurang tepat 23. 12 minggu c. Seorang pasien perempuan berusia 25 tahun datang ke RSUD dg keluhan mules” sejak jam 3 subuh & dirasakan semakin sering & nyeri. berikan obat analgetik c. nyeri b.d perlekatan yg kurang tepat c. resiko infeksi b. di rawat gabung dg bayinya. 16 minggu 22.30 WIB diruang bersalin RS bahagia bersama. ASI sudah keluar. RR 60 x/menit. kompres hangat pada lumabal b. 14 minggu d. Apakah diagnosa keperawatan yang menjadi prioritas masalah? a. ketidakefektifan pola makan bayi b. Hasil pemeriksaan lab. kurang pengetahuan tentang teknik menyusui b.d kurangnya informasi e. kesiapan meningkatkan nutrisi b. rooting c. Seorang ibu berusia 24 tahun dtang k klinik untuk memeriksakan kehamilan dgmusia 2 bulan & mengeluh mual” & kadang” muntah pada pagi hari. 24 minggu e. Berapakah usia kehamilan perempuan tersebut? a. kekurangan volume cairan c. Hasil anamnesa didapat data pasien hamil anak pertama. ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh e. S 36. anjurkan pasien tarik napas dalam saat berkontraksi 24. Rasa nyaman : mual” d. Seorang wanita berumur 25 tahun datang kepoli kandungan sebuah RS tanggal 6agustus 2013 untuk melakukan pemeriksaan kehamilan. Seorang bayi lahir pada tanggal 17 oktober 2012. lakukan masase punggung d. Pada saat dikaji mengeluh payudaranya nyeri & bengkak. ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan .20. kontraksi kuat 10 menit sekali. nadi 110 x/menit. Apakah diagnosa keperawatan yang utama kasus diatas? a.6 gr%. Pada saat menyusui ibu kesulitan & bayi mengalami kesulitan untuk menghisap payudara & hanya puting susu saja yg dimasukan kemulut bayi. HB 9. setelah di anamnesa didapatkan data hari pertama haid terakhir 14 mei 2013 dari pemeriksaan fisik tinggi fundus uterus 2 jari di atas simpisis pubis. Dari hasil pemeriksaan didapatkan data: payudara keras. moro b. TD 110/70 mmHg. nutrisi kurang dari kebutuhan b.N 80X/menit. tidak ada nafsu makan. sucking e.

menawarkan padanya untuk melakukan sceening terhadap kemungkinan adanya Gg reproduksi c. memintanya untuk melakukan pemeriksakan kehamilan melaui sample urine d. estrogen 29. b. Seorang wanita pada tanggal 14 maret 2013 mengaku telah terlambat menstruasi selama 1 bulan. Gg konsep diri b.d penampilan tubuh saat hamil e. resiko tinggi terjadi kehamilan b. Seorang ibu hamil mengeluh adanya sendawa & flatus yang lebih sering. Apakah diagnosa keperawatan yg tepat bagi kondisi diatas? a. Seorang perempuan berusia 49 tahun datang ke poli dg keluhan keluar darah dari kemaluan setelah 3 tahun berhenti menstruasi.ansietas b.d ketidakseimbangan cairan tubuh c. Dia mengatak bahwa pada tanggal 12 februari 2013 adalah awal dari menstruasi terakhirnya. prostaglandin c. Gg eliminasi b. wanita tersebut dinyatakan positif hamil. Hormon apakah yang sangat mempengaruhi keluhan diatas? a. 17 desember 2013 b. nyeri b. Hasil pengkajian pasien mengatakan darah haid yg keluar merah segar Serta pasien mengatakan nyeri pada daerah kemaluan dengan skala nyeri 1 (0-5). 15 desember 2013 e. Gg sexualitas b. d.d perubahan anatomi fisiologi saat kehamilan d.d mispersepsi tentang kehamialan b. 19 november 2013 28. Pasien mengeluh cemas dg kondisinya.d kecemasan pasien d. Apakah saran yg akan saudara samapaikan pada wanita tersebut? a. Wanita menyebutkan bahwa. menyarankan untuk menunggu 1 bulan lagi menunggu tanda & gejala yg lainnya muncul 27. Dia mengatak bahwa pada tanggal 12 februari 2013 adalah awal dari menstruasi terakhirnya. memintanya untuk melakukan pemeriksakan kehamilan melaui sample darah e. Hasil pemeriksaan didapatkan data pasien mengalami laserasi pada daerah vagina. Seorang ibu hamil 30 minggu mengeluhkan kakinya sudah membengkak & sandal/sepatunya pun sudah kekecilan. relaxin e. Hal tersebut normal & berkaitan dengan kerja hormonal pada saat kehamialan. Ia mengatakan malu karena kakinya yg tampak lebih besar.progesteron d. Kapankah wanita tersebutdiperkirakan akan melahirkan bayinya? a. 15 november 2013 c.d rasa tidak nyaman selama masa hamil . memintanya untuk memeriksakan kandungannya dg ulta sonografi (USG) b. 19 desember 2013 d. Wanita ini ingin mengetahui apakah ia hamil/ tidak. human chorionic gonadotropin (HcG) b. Wanita tersebut memiliki siklus haid 28 hari.d kondisi masa subur e.d laserasi daerah vagina 26. Kehamilannya telah memasuki minggu ke 28.25. Melalui pemeriksaan kehamilan. resiko cedera b. ansietas b. Berdasarkan kasus diatas diagnosa keperawatan prioritas yg muncu adalah? a. Seorang wanita pada tanggal 14 maret 2013 mengaku telah terlambat menstruasi selama 1 bulan. “kaki saya seperti kaki gajah”.d adanya laserasi vagina c.d pengeluaran darah dari vagina b. Gg citra tubuh b. cemas b.

Seorang ners baru ditempatkan di bagian kebidanan pada sebuah puskesmas sejak 3 bulan lalu. konjungtiva anemis. “saat ini pasien sudah ditangani. teraba cairan pada rongga abdomen c. uterus lembek 32. Saat ia sedang bertugas datang seorang perempuan yang akan melahirkan diantar keluarga. Setelah diobservasi selama 2 jam tidak juga terjadi peningkatan kemajuan persalinan. ”pasien sudah diberikan obat. datang ke poliklinik kebidanan untuk memeriksakan kehamilannya. sebentar lagi pasti pembukaan lengkap” c. “silahkan saja diberikan. Apakah kemungkinan hasil yang paling sesuai pada pemeriksaan abdomen? a. “ ibu sabar ya. Gg nutrisi : kurang dari kebutuhan yang b. nafas pendek e. menginstruksikan pasien tidak mengedan 33. “maaf ibu air rumput fatima. Seorang perempuan G3P2A0. risiko tinggi cedera maternal yg b. Berdasarkan pemeriksaan diperoleh TD 90/60 mmHg. Klien mengeluh lemas. frekuensi N 110 X/menit.30. hemoroid b. menempatkan pasien diruang bersalin c.d ketidaktahuan tentang penyakit d. tapi sedikit saja” b. Saat dilakukan pemeriksaan pada uterus didapatkan kontraksi lemah. meningkatnya sekresi mukus vagina d. menenangkan pasien & keluarga b. hamil 36 minggu. cepat letih& sulit berkonsentrasi. memberikan pertolongan semampunya e. pandangan kabur 31. CRT > 2 detik. Seorang perempuan berusia 26 tahun. Orang tua klien mengatak bahwa klien harus diberi air rebusan rumput fatima agara cepat melahirkan. Apakah yang pertama kali perawat lakukan? a. suhu tubuh 36. frekuensi pernafasan 16 X/menit. Apakah diagnosa utama yang paling tepat pada pasien? a. kala II persalinan.d dengan anemia c. pandangan berkunang”. Jarak dari puskesmas ke pelayanan kesehatan lain cukup jauh. wajah wajah pucat. fundus uterus setinggi pusat e. HB 8 gr%. Perawat bermaksud untuk memberikan pengarahan mengenai tanda bahaya kehamialan. kecemasan yang b. hamil 37-38minggu. Seorang ibu hamil pada trimester 2 (27 minggu) datang pada perawat. Tampak permukaan abdomen yang abnormal.d supali O2 menurun . kita tunggu reaksinya” d. kandung kemih penuh b. Kondisi apakah ibu hamil harus segera menghubungi tenaga kesehatan? a. risiko tinggi BBLR yang b. tidak boleh dicampur lagi” 34.5 C . Perawat menyadari bahwa hal ini tidak seharusnya dilakukan & sesuai order dokter telah diberikan 20 unit oksitosin dalam cairan intravena. Apakah yang perlu perawat sampaikan pada klien? a. Gg perfusi jaringan yg b. baru melahirkan 3 jam lalu klien merasa banyak darah keluar dari jalan lahir.d gejala yang dialami e.d anemia b. bisa membahayakan janin” e. letak uterus tidak simetris d. nyeri pinggang c. Saat itu di puskesmas tidak ada petugas yang berwenang untuk membantu persalinan. dilatasi serviks 8 cm. pusing. menyiapkan set persalinan d. Seorang perempuan berusia 25 tahun G3P1A1.

pemenuhan kebutuhan eliminasi e. pemeriksaan PAP smear c. memberikan obat MgSo4 39.1 gr/dl. fetal distress. ibu mengatakan bahwa sekarang masih ada pengeluaran darah pervagianam meskipun tidak sebanyak hari kemarin. TD 190/100 mmHg. Dengan tetesan 100/menit e. Saat ini ibu mengeluh terdpat benjolan di perut. Orangtuanya telah meninggal sekitar 1 tahun yang lalu karena kanker ovarium. hasil pemeriksaan lab: HB: 9. Seorang ibu dirujuk ke puskesmas datng ke RS karena mengalami perdarahan. Apakah masalah tindakan keperawatan utama yang ditemukan pada klien tersebut? a. Saat ini passien telah dilakukan perawatan sehingga kondisi pasien stabil & kehamilan dapat dipertahankan serta perdarahan bisa dicegah. N 110 x/menit. Seorang ibu berusia 45tahun datang k RS dengan keluhan pusing & pendarahan saat dikaji. Apakah prioritas tindakan keperawatan yang harus dilakukan pada pasien tersebut? a. memeriksa kadar protein c. tranfusi darah c. memeriksa HCG d. pemeriksaan IVA d. protein urine (+ +). d.janin masih teraba. Usia kehamilan pasien saat ini adalah 24 minggu. pemenuhan kebutuhan nutrisi d. pemeriksaan rontgen . Gg pola tidur 37. defisit volume cairan d. perubahan perfusi jaringan c. datang ke RS dg keluhan sakit kepala & penglihatan kabur hasil pemeriksaan fisik: edema pada tungkai (+). perubahan aktivitas b. hamil 36 minggu G2P1A0. hasil PAP smear (+) Ca servix stadium 2a. pemeriksaan Ca 125 (petanda tumor) b. nyeri akut e. mempertahankan tirah baring b. memeriksa gula darah 36. memeriksa HB b. Apakah pemeriksaan diagnostik yg tepat dilakukan untuk mengetahui penyakit ibu tersebut? a. periksa lab (urine) e. memberikan obat MgSo4 38.35. menganjurkan ibu untuk banyak beraktivitas agar bisa cepat mengalami kontraksi d. Pasien mengatakan pernah terpleset di kamar mandi 3 hari yang lalu. peut terasa penuh& nyeri.memberikan cairan infuse Nacl/RL. Apakah intervensi kolaborasi yang tepat dilakukan pada pasien tersebut? a. leukosit 8000 mm3. memeriksa aseton e. Seorang ibu berusia 44 tahun. Seorang perempuan datang ke poli kebidanan mengeluh telat menstruasi sejak 2 yang lalu. memiliki riwayat menggunakan kontasepsi oral sejak berusia 20 tahun. Hasil pemeriksaan fisik konjungtiva anemis. memberikan tranfuse sesuai sesuai golongan darah Ny w b. Apa pemeriksaan selanjutnya yang harus perawat lakukan? a. memberikan oksitosin drp 10 tete/ menit c. HT 34%. seorang ibu berusia 37 tahun.

DJJ 140x/menit. kehamilan 20 minggu. memberikan obat tablet Fe . datang ke poliklinik dengan keluhan saat BAK merasa panas & gatal di daerah kemaluan.& sudah lama tidak melakukan hubugan seksual dengangan suaminya. Seorang perempuan berusia 18 tahun dg G1P0A0 usia kehamilan 29 minggu ke puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya dengan keluhan pusing & mata berkunang”. Hasil USG : plasenta previa lateralis. primigravida. Seorang pasien perempuan berusia 32 tahun beradadi ruang bersalin dalam keadaan inpartu kala II. Klien mengeluh pusing. menyiapkan alat persalinan d. Gg pada eliminasu urine d. menghimbau keluarga untuk tetap menunggu diluar 42. melakukan pemeriksaan tinggi fundus uteri e. menyiapkan alat” pertolongan persalinan c. G5P3A1.lemas. Dari pemeriksaan didapatkan data anus membuka. melakukan pengukuran BB b. pasien beberapa kali mengungkapakan kehawatiran tentang keselamtan janinnya akibat gejala yang diraskannya. TD 90/60 mmHg b. Selain keluhan diatas. memberikan drip oksitosin e. memberikan imunisasi TT c. Hmil 28 minggu. N 110x/ menit . klien mengatakan tidak pernah mengalami trauma/jatuh. TD 90/60 mmHg. Bagaimana langkah awal petugas kesehatan dalam melakukan tindakan pemeriksaan kehamialn dari data diatas? a. Pasien mengeluh mules” tidak tertahan lagi & ingin mengejan. nyeri akut 43. pasien tampak pucat c. memimpin ibu untuk meneran e. frekuensi N 98x/menit . Apakah tindakan keperawatan yang harus dilakukan oleh perawat? a. Seorang ibu berusia 37 tahun. kadar HB 9. konjungtiva pucat.6 gr% e. prekuensi pernafasan 26x/menit.7gr/dl. cemas e. Dari kasus tersebut data subjektif yang mendukung pasien mengalami anemia adalah? a.40. memasang IV line & memberikan infuse 41. Gg harga diri c. perineum menonjol. mempersiapkan kelengkapan baju bayi b. konjungtiva anemis. memantau kontraksi uterus d. Hasil pengkajian didapatkan data bahwa pasien tampak pucat. Seorang perempuan berusia 27 tahun dengan G2P1A0 dengan usia kehamilan 24 minggu datang ke poli kebidana untuk memeriksakan kehamilan secara rutin. HB 9. Manakah masalah utama yang tepat untuk pasien ini? a. & perdarahan sejak 2 minggu yang lalu. memberikan penkes tentang makanan yang tinggi zat besi b. TD 90/60 mmHg. pasien mengeluh pusing 44. melakukan vaginal touche (VT) c.6 gr%. memeriksakan kehamialn untuk mengetahui kondisi kehamilannya. pasien mengatakan tidak ada keluhan kehamilan. Gg integritas kulit b. Apakah prioritas tindakan keperawatan yang harus dilakukan oleh perawat? a. conjungtiva anemis d. & pemeriksaan kadar Hb 9. melakukan pengukuran TD d. Seorang perempuan berusia 30 tahun.

pantau kontraksi uterus & DJJ c. dari hasil pemeriksaan leopold didapatkan tinggi fundus ueteri 21 cm.45. Kapankah tanggal taksiran partus klien tersebut? a. kepala bayi masih berada di atas dengan posisi punggung kiri. 03 juni 2015 c. memberikan obat supaya terjadi perdarahan c. kala III e. kala IV 50. 27 april 2015 d. hari pertama haid terakhir 20 agustus 2014. anjurkan klien untuk mengedan 49. Apakah tindakan yg dapat dilakukan perawat pada klien diatas? a. dengan posisi punggung kiri. kondom c. Seorang perawat tanggal 20 maret2015 memeriksa seorang perempuan berusia 40 tahun yang datang ke RS dengan status kehamilan G4P2A1. memberiakn penjelasan tentang resiko menggugurkan kehamilan e. Klien tampak gelisah & kesakitan menahan nyeri. cek kelengkapan plasenta e. 27 juni 2015 48. 03 mei 2015 e. cek perdarahan d. menyarankan pasien untuk pulang 46. kala I fase aktif c. implant d. melakukan tindakan curetase d. sudah keluar lendir bercampur darah sejak 1 jam yang lalu. KB suntik . Seorang perempuan berusia 29 tahun datang ke RS ingin menggunakan kontrasepsi. 7 bulan 47. dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama & harga terjangkau. Seorang perempuan berusia 23 tahun merasa hamil 38 minggu datang ke RS dengan keluhan mules dibagian perut yang dirasakan menjalar sampai ke punggung. Berada pada proses persalinan manakah klien? a. kala I fase laten b. 8 bulan c. 6 bulan b. Hasil pengkajian didapatkan data pasien seorang siswi SMA belum menikah & positif hamil. 27 mei 2015 b. Apakah jenis kontrasepsi yang cocok untuk klien diatas? a. menganjurkan untuk beroabat b. 5 bulan d. dari hasil pemeriksaan leopold didapatkan tinggi fundus ueteri 21 cm. Seorang perawat tanggal 20 maret2015 memeriksa seorang perempuan berusia 40 tahun yang datang ke RS dengan status kehamilan G4P2A1. kala II d. Apakah tindakan yang harus diberikan pada pasien tersebut? a. IUD b. Seorang perempuan berusia 17 tahun datang kepoli diantar dengan teman lelakinya dengan keluhan telat haid 2 bulan serta menginginkan mengugurkan kehamilan. Berapakah taksiran usia kehamilan klien tersebut? a. pil e. Kepala bayi masih berada diatas. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang k RS dengan status kehamilan G1P0A0 dari hasil pemeriksaan dalam (PD) didapatkan data servix 7 cm. Dari hasil pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan 2 cm. hari pertama haid terakhir 20 agustus 2014 dengan siklus menstruasi teratur 28 hari . tidak membuat klien menjadi gemuk. cek HB b. Klien mengatakan ingin menggunakan jenis kontrasepsi yang praktis. 9 bulan e.

Seorang perempuan datang ke puskesmas untuk kehamilannya. memberikan kompres hangat e.8 gr%. lepold 1 kepala bayi teraba di fundus. antara26-31 minggu c. antara 9-15 minggu e. lochea sangeus 53. Seorang ibu usia 30 tahun. pasien mengatakan takut jahitannya robek jika bergerak. multipara b. Apa tindakan yang dianjurkan oleh perawat a. Seorang gadis berusia 15 tahun datang k IGD diantar guru sekolahnya. harus bedrest total c. antara 16-20 minggu 52. lochea alba e. usia 54. Hasil pengkajiandidapatkan didapatkan data pasien apatis & pucat. anemia e. Seorang perempuan berusia 25 tahun dengan P2A0 di rawat d ruang nifas dengan post partum atas indikasi CPD hari ke 3 dengan keluhan nyeri pada insisi operasi & kesulitan untuk mobilisasi. akral dingin. Klien mengikuti kelas prenatal 2x dalam seminggu. lochea d. lochea serosa c. Seorang ibu datang ke puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya. Berapakah perkiraan usia jenis janin? a. tetapi tidak ada mules” /nyeri pada daerah perut. Riwayat obstetrik G4P2A1 hamil 34 minggu. kolaborasi untuk tindakan kuretase c. lochea rubra b. menganjurkan pasien untuk tirah baring 56. Hasil periksaan didapatndata: tafsiran berat janin 500 gram. Hasil pengkajian didapatkan data karakteristik cairan tersebut bewarna merah muda & sedikit berbau amis. mampu duduk di tempat tidur b. mampu melakukan aktifitas ringan 55. Seorang perawat melakukan pengkajian pada cairan yang keluar dari vagina pasien pasca persalinan hari ke5. memberikan O2 sesuai kebutuhan pasien b. riwayat aborsi d. Ibu mengatakn pada saat bangun tidur daerah bokongnya sudah penuh dengan darah. mampu posisi semifowler d. sering jalan kaki e. Perdarahan c. kegel exercise b. datang ke IGD dengan keluhan sejuk tadi subuh terjadi perdarahan. Apa jenis klasifikasi cairan tersebut? a. DJJ 140 x/menit. Hasil pemeriksaan didapatkan data G1P0A0 dengan usia kehamilan 35 minggu. Apa data yang menjadi faktor resiko pada kasus tersebut? a. RR 30x/menit. memberikan cairan intravena d. pasien tersebut mengalami perdarahan disertai pengeluaran stosle (gumpalan darah). Hasil pengkajian didapatkan data pasien hanya bisa berbaring. mampu mika/miki e. Apakah tindakan yang harus segera dilakukan pada pasien tersebut? a. Sejauh manakah kemampuan pasien dari data diatas untuk melakukan mobilisasi? a. Dan hasil pemeriksaan pasien mengalami abortus inkomplitus. posisi sujud sesering mungkin c. Pada saat pemeriksaan pada daerah perineum & labia terdapat darah segar.51. senam hamil . antara 2-8 minggu d. HR 110/xmenit. antara 21-25 minggu b.TD 90/50 mmHg. HB 9. latihan pernafasan d.

N. TD& Suhu setiap 4 jam. Apa prioritas utama tindakan keperawatan yang harus dilakukan pada kasus diatas? a. Hasil pengkajian. TD klien 110/80 mmHg. DJJ. pemeriksaan dalam. Perawat bertanya tentang bagaimana karakteristik mules yang dirasakan klien. Hasil pengkajian pemeriksaan didapat data: bayi dalam kondisi sehat. Kapan pemeriksaan dilakukan kembali kepada ibu? a. sitbath 58. klien secara umum sehat. TD &DJJ setiap 5 jam. Seorang perempuan dengan P1A0 post partum gemeli hari k 3. mobilisai dini d. Seorang perempuan G3P1A1 datang ke puskesmas dengan keluhan mules” & keluar darah bercampur darah dari vagina. senam hamil d. kosongkan kandung kemih b. kepala belum masuk PAP. DJJ 126x/menit. N 88x/menit. observasi perdarahan e. Berdasarkan anamnesa didpatakan kontraksi yang tidak teratur & jarang.RR&DJJ setiap 30 menit c. kandung kemih teraba penuh. konsistensi rahim lunak. pemeriksaan dalam setiap 3 jam. seperti ingin BAB d. Pasien melahirkan bayi pertama dengan forcep & bayi ke 2 lahir spontan. menjalar dari punggung ke perut b. Hasil palpasi didapatkan TFU setinggi pusat. & RR ibu setiap 30 menit d. TD & pemeriksaan dalam setiap 2 jam.DJJ.RR. menjalar dari perut ke paha c. DJJ& TD setiap 30 menit e. observasi lochea c. pemeriksaan dalam. 61P0A0 hamil 36 minggu. kegel exercise c. Klien merasa bahwa ia akan segera melahirkan.& suhu setiap 30 menit b. pasien mengalami gangguan eliminasi diman BAB & BAK tidak dapat di kontrol apa tindakan perawat untuk ibu tersebut? a. dekatkan pispot e. senam nifas b. N.N. pemeriksaan dalam & TD tiap 6 jam. Setelah dilakukan pemeriksaan dalam didapatkan hasil pembukaan serviks 4cm. N.57. daerah simpisis tidak nyaman. masase fundus uteri 60.RR setiap 30 menit 59. Seorang perempuan berusia 24 tahun.N. menjalar dari perut ke punggung e. kontraksi jelek. datang dengan keluhan mules” sejak 4 jam yang lalu. Seorang perempuan dengan P2A0 post partum spontan 5 jam yang lalu. TTV dalam kondisi stabil. Apakah kemungkinan jawaban dari klien yang paling sesuai? a. seperti kram perut .

Gagal ginjal akut Rasional: Pada plasenta privia. plasenta terletak pada segmen bawah uterus. C. Peningkatan tekanan darah E. yang akan berlanjut sampai akhir kehamilan. Apa tipe kepemimpinan dan pendekatan yang dilakukan oleh perawat manajer tersebut? A. Anak tidak mengeluarkan air mata B. Capillary refill time (CRT) kurang dari 2 detik E. Penurunan produksi sel darah merah B. ia meminta seluruh staf untuk melaporkan adanya masalah secara langsung. CRT kurang dari dua detik adalah satu-satunya indikator bahwa kondisi anak mengalami peningkatan. Selama trimester 2 tekanan diastol dan sistol menurun sekitar 5 hingga 10 mmHg. Pengeluaran urine kurang dari 1 mL/kg/jam D. D dan E bukan resiko spesifik yang terkait dengan plasenta privia. dan D benar. Perdarahan C. Soal Simulasi Uji Kompetensi Ners 2016 Perawat pada unit ruang nifas merawat klien yang baru saja melahirkan dengan riwayat plasenta privia. pengeluaran urine sekurang-kurangnya 1 mL/kg/jam dan anak dapat mengeluarkan air mata. Anak lemah Rasional: Indikator bahwa kekurangan volume cairan teratasi adalah Capilarry refill time (CRT) kurang dari dua detik. Manajer menunjukkan rencana yang ia buat dan menyusun daftar tugas dan aktifitas mana tiap staf harus melaksanakannay. Selama masa kehamilan.002 sampai 1. Infeksi B. Autokratik . Sering buang air Pada masa antara 14 dan 20 minggu kehamilan. Kondisi lemah merupakan indikasi lain daria adanya kekurangan cairan . Selama kehamilan. Soal Simulasi Uji Kompetensi Ners 2016 004: Perawat manajer melakukan rapat pertamanya. Hipertensi Kronis D. Data apakah yang ditemukan perawat saat pengkajian dan memutuskan bahwa kondisi anak menglami peningkatan serta kekurangan cairan teratasi ? A. berat jenis urin antara 1. tekanan darah biasanya sama seperti sebelum kehamilan. C. Peningkatan motilitas gastro intestinal C.030 dan anak tidak mengeluarkan air mata mengindikasikan bahwa kekurangan volume cairan belum membaik. Segmen bawah uterus tidak mempunyai struktur otot yang sama seperti kepunyaan uterus. Soal Simulasi Uji Kompetensi Perawat Ners 2016 002: Seorang anak mengalami kekurangan cairan.jam. terjadi juga peningkatan produksi sel darah merah. Pilihan A. dan bagian ini lebih rentan terjadi perdatahan. Peningkatan nadi D.025. Ia menyapa staf dan menyampaikan bahwa ia ditunjuk untuk meningkatkan mutu. Manakah resiko yang muncul terkait plasenta privia yang perlu diperhatikan perawat ketika meninjau rencana keperawatan dan mempersiapkan melakukan pengawasan pada klien? A. Soal Simulasi Uji Kompetensi Ners 2016 003: Perawat menjelaskan perubahan sistem kardiovaskuler yang terjadi selama kehamilan pada klien dan memahami penemuan anggapan normal untuk klien pada trimestes kedua yaitu : A. Examination". Disseminated intravascular coagulation (kelainan pembekuan darah intravena) E. Pengeluaran urin kurang dari 1 mL/kg. Sebagai tambahan.030 C. namun secara bertahap menurun sampai 20 minggu kehamilan. Pilihan B. berat jenis urine 1. Berat jenis urine 1. nadi meningkat antara 10 sampai 15 detak/ menit. Konstipasi dapat timbul akibatpenurunan motilitas pada sistem pencernaan atau tekanan dari uterus.

Anak mengalami gangguan pendengaran B. Anak tidak memberikan respons saat diajak berbicara D. Anak selalu memiringkan kepala untuk melihat C. daripada mencari saran atau masukan. Seorang pemimpin laissez-free akan mengtakan masalahnya dan menginformasikan bahwa staf harus membuat suatu rencana untuk memperbaikinya. C. Menambah suplai air steril dan normal saline di ruang triage C. Pilihan A. C.B. merancang rencana tanpa masukan dan meminta setiap masalah dilaporkannya pada dia secara langsung. Tindakan awal yang harus dilakukan perawat adalah mengaktifakan prosedur respon bencana. Kombinasi otokratik dan demokratik Rasional: Seorang pemimpin aurokratik mengontrol dengan kuat. Hasil observasi mana yang mengindikasikan kondisi tersebut ? A. memiringkan kepala ketika melihat. Manifestasi lain termasuk mata asimetris. Korban mengalami kedinginan karena pesawat jatuh ke sungai. dan Eadalah tindakan lain yang akan diambil ileh perawat. Anak selalu menggerakkan kepala untuk mendengar E. fotopobia. atau kelainan persepsi pandangan. menutup satu mata untuk melihat. Melakukan rapat dengan tim kesehatan Rasional: Pada bencana eksternal banyak orang dibawah ke ruang gawat darurat untuk menfdapatkan perawatan. Pemimpin demokratis cenderung partisipatif dan ingin mengenal tiap staf secara individual untuk mengetahui persepsi mereka pada masalah. Soal Simulasi Uji Kompetensi Ners 2016 006: Perawat day care sedang mengobservasi seorang anak berusia 2 tahun dan mencurigai adanya strabismus. tindakan awal adalah mengaltifkan prosedur respon bencana. D. Memanggil departemen laundry dan meminta agar disediakan banyak selimut hangat di ruang gawat darurat E. manajer menyampaikan masalah (peningkatan kualitas) pada staf. Soal Simulasi Uji Kompetensi Keperawatan Ners 2016 007: Apa panduan yang harus digunakan oleh perawat saat berencana memberikan delegasi dan tugas ? A. Pembagian ruangan dalam unit . Mengutamakan keselamatan klien B. dan membuat keputusan dan menyelesaikan semua masalah. Perawat dapat mencurigai adanya strabismus pada anak ketika anak mengeluh sakit kepala yang berulang. Apa tindakan awal yang harus dilakukan perawat ? A. diplopia. Memanggil perawat supervisor untuk mengaktifkan prosedur respons bencana B. Anak tidak dapat memgokuskan pandangan pada perawat Rasional:Strabismus merupakan kondisi di mana mata tidak simetris karena kurangnya koordinasi dari otot ekstra okular. Soal Simulasi Uji Kompetensi Ners 2016 005: Perawat di ruang gawat darurat diberitahu bahwa banyak korban selamat dari kecelakaan pesawat akan dikirim ke rumah sakit. Demokratis D. Laissez-free E. Seorang autokrat cenderung mendominasi dalam kelompok dan memerintah. tergantung pada kebutuhan kelompok untuk memvalidasi informasi yang diperoleh pemimpin adalah sesuatu yang akurat dan bahwa masalah tersebut memang terjadi. Pada situasi ini. Pemimpin sotuasional akan megombinasikan gaya kepemimpinan. D dan E. Seorang pemimpin laissez-free cenderung pasif dan tidak mau mengarahkan. Pemimpin demokratis juga akan berbicara dengan staf tentang beberapa isu dan meminta masukan pada staf untuk rencana yansedang disusun. Situasional C. Memanggil ICU untuk mengirim perawat ke ruang gawat darurat D. tidak mengindikasikan kondisi ini. Dan pemimpin akan meluangkan waktu untuk mengenal kelompok dan menentukan perubahan pendekatan (jika diperlukan) yang akan berhasil terkait kebutuhan kelompok dan sifat serta bentuk peribahan yang dibutuhkan. kehilngan pandang binokular. pegerakan mata yang asimetris. Meskipun pilihan B. Sesuai dengan permintaan staf C.

menentukan tugas mana yang dapat didelegasikan dan pada siapa. dan menjawab pertanyaan remaja tersebut dengan jujur. Semakin kamu memikirkannya maka akan semakin terasa sakit. Mengurangi distraksi dan membatasi pengunjung Rasional: Klien dengan sindrom Guillain-Barre mengalami ketakutan dan kecemasan akibat paralisis tubuh bagian atas. mendorong relaksasi. Manakah strategi yang harus dimasukkan perawat pada perencanaan keperawatan untuk menbantu klien menghadapi penyakitnya ? A. "Aku tahu pasti terasa sakit. Memberikan obat penenang melalui intravena E. Memberikan informasi. memberikan perawatan lanjut. dan umpan balik positif pada klien. Keluarga bisa dilibatkan pada aktifitas tertentu dan memberikan hiburan untuk klien juga. berikan percaya diri pada staf yang diberikan delegasi dan berikan feedback yang sesuai setelah tugas dikerjakan. memberikan umpan balik yang positif. Saat merawat klien ini. Dorong klien untuk mempertahankan kontrol diri yang maksimal E. tapi jika kamu mengatakannya padaku ketika itu terjadi. "Nyerinya akan hilang jika kamu berbaring dan membiarkan obatnya bekerja. Soal Simulasi Uji Kompetensi Ners 009: Perawat sedang merawat klien remaja yang sakit terminal. Apa reapons yang palinb tepat untuk diberikan oleh perawat ? A. memvalidasi pemahaman staf yang diberikan delegasi. Mematuhi keinginan klien setiap saat tidak terapeutik. penataan rumah sakit yang mendorong kemandirian dan konrol diri klien yang maksimal. Hal ini termasuk." C. dan lengkap." . Permintaan staf. dan jaga keberlanjutan perawatan sebaik mungkin saat melakukan perawatan pada klien. Klien dengan disabilitas Rasional: Terdapat panduan saat perawat akan memberikan delegasi atau akan merencanakan tugas. lengkapi dengan arahan yang jelas. akurat. serta munculnya gangguan yang tiba-tiba. ringkas. serta distraksi. "Cobalah untuk tidak berpikir tentang itu. Memberikan klien kontrol penuh atas keputusan perawatan dan membatasi pengunjung B.D. dan mendorong relaksasi D. Perawat dapat mengurangi ketakutan dengan memberikan informasi yang akurat tentang kondisi klien. Jumlah klien yang direncanakan pulang E. aku akan mencoba dan membuat nyerinya berkurang. "Setiap saat terasa nyeri. sesuaikan tugas dengan orang yang menerima delegasi berdasarkan aturan praktik keperawatan dan sesuai dengan posisi pekerjaannya. Patuhi semua keinginan keluarga setiap saat Rasional: Intervensi yang tepat saat merawat remaja yang menderita penyakit terminal meliputi menghindari aliansi baik dengan orang tua atau anak. mengutamakan keselamatan klien. Anak tersebut bertanya pada perawat apakah nyerinya akan hilang. Tolak untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kematian D. Memberikan umpan balik positif dan mendorong ROM aktif C. mengetahui variasi kemampuan keterampilan seseorang. aspek kenyamanan seperti pembagian ruangan. perawat seharusnya melaksanakan intervensi yang mana ? A. Soal Simulasi Uji Kompetensi Ners 2016 010: Seorang anak berusia 6 tahun dengan HIV telah dirujuk ke RS untuk mendapatkan penanganan nyeri. Patuhi keinginan klien setiap saat B." B." D. dan mengantisispasi perubahan jumlah klien di unit bukan panduan yang spesifik untuk pendelegasian dan perencanaantugas. Dorong klien untuk tergantung pada staf rumah sakit C. tekan tombol panghilan dan aku akan memberikan sesuatu untuk membuat nyerinya hilang. sudah diintubasi dan diberikan ventilasi mekanik. Soal Simulasi Uji Kompetensi Keperawatan Ners 2016 008: Klien dengan sindrom Guillain-Barre mengalami paralisis pada tubuh bagian atas.

Klien pada pilihan C harus dirawat oleh perawat beregister. tidak tahu siapa presiden Indonesia E. Tanda-tanda vital harus dilakukan pengecekan seacara rutin. dan E adalah tugas yang dapat dilaksanakan oleh asisten perawat tan pa lisensi. . atau meninggikan kepala 90o. menghubungi doter yang bertanggung jawab. Simulasi Uji Kompetensi Keprawatan Ners 2016 011: Klien mengalamli defisit neurologis yang melibatkan sistem limbik. dengan periode labilitas emosional C.E. Soal Simulasi Uji Kompetensi Keperawatan Ners 013: Perawat merencanakan tugas keperawatan untuk satu hari. Pada palpasi fontanel diketahui fontanel anteriornya lembut dan datar. Klien yang membutuhkan pemeriksaan tanda vital Rasional: Asisten perawat tanpa lisensi dapat mengerjakan tugas yang non invasif. manakah tindakan perawat yang paling tepat ? A. dan normalnya akan tertutup pada usia 12-18 bulan. Afek datar. "Nyerinya akan hilang jika kamu membiarkanku melakukan semua penatalaksanaan yang kamu butuhkan. Tidak dapat mengingat apa yang dimakan saat sarapan hari ini D. Klien yang membutuhkan bed bath atau mandi di tempat tidur B. D. Soal Simulasi Uji Kompetensi Ners 2016 012: Perawat memantau tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial pada bayi usia 3 bulan. dengan fungsi regional spesifik. Klien yang memerlukan transfusi PRC (packed red blood cells) D. Perawat harus memberitahukan adanya nyeri pada anak dan membiarkan anak untuk mengetahui segala hal yang akan dilakukan untuk mengurangi nyeri. dan waktu B. Disorientasi pada orang. Mengingat kejadian dikontrol oleh hipokampus. Rasional: Fontanel anterior berbentuk seperti mata dan berada di puncak kepala. Tidak mampu melakukan penambahan dan pengurangan. Perawat harus mendikumentasikan temuan karena ini normal. Tingkatkan asupan cairan per oral B. Hemisfer serebral. Memberi harapan palsu dengan memberitahu anak bahwa nyeri akan menghilang seluruhnya bukan hal yang jujur maupun ralistis. Cek tanda-tanda vital. Tinggikan kepala 90 derajat E. Tidak mampu mengenali lingkungan sekitar. Membirkan anak untuk berpikir bahwa ia bisa mengontrol nyerinya dengan berpikir atau tidak berpikir tentang nyeri termasuk mermehkan siklus nyeri yang terkait HIV. Kemampuan kalkulasi dan pengetahuan tentang kondisi terkini merupakan fungsi lobus frontalis. Mana tugas yang tidak aman ditugaskan pada asisten perawat tanpa lisensi ? A. Manakah temuan pengkajian yang spesifik pada tipe defisit ini ? A. Dokumentasikan temuan C. mengontrol orientasi seseorang. Klien yang membutuhkan bantuan untuk makan E. Bertahu dokter yang bertanggung jawab D. Berdasarkan temuan tersebut. Memberitahu anak bahwa dengan membatasi pergerakan akan menghilangkan nyeri adalah sesuatu yang salah. Manajemen nyeri yang agresif sangat penting sehingga anak mempunyai kualitas hidup yang wajar. tempat. Rasional: Sistem limbik bertanggung jawab pada perasaan (afek) dan emosi. Tidak ada alasan untuk meningkatkan asupan cairan per oral." Rasional: Banyak komplikasi yang berhubungan dengan HIV disertai denga nyeri berat. Klien membutuhkan ambulasi C. Maka dari itu pilihan A. B. Fontanel harus lembutdan datar pada bayi yang normal.

Soal Simulasi Uji Kompetensi Ners 2016 015: Perawat baru saja memberikan ibuprofen (Proris) pada seorang anak dengan suhu 38. . pakaian dan selimut harus dilepas. Observasi suhu setiap 30 menit.8 tetes/menit = 43 tetes menit. karena air dingin dapat menyebabkan menggigil. Pada jam ke–10. Anak dapat seakan dengan air suam-suam kuku. Rasional:Setelah memberikan ibuprofen. Ny. kadang-kadang soal ukom itu menyebabkan perbedaan intepretasi. Melakukan kompres es pada perineum D. Ttv dalam batas normal. Membatasi cairan dalam 8 jam B.M penderita DM type2 usia 42 tahun. kemungkinan jawaban D bisa juga dengan alasan melakukan tindakan perawat sudah pakai handscoon so nekrotomi bila ada jar nekrosis. Pada perawatan luka. Seorang klien laki-laki 45 tahun mendapatkan terapi IV NaCl 2000 cc dalam 24 jam. setelah dilakukan pelepasan balutan luka/verban. Memonitor kadar haemoglobin dan hematokrit E. Membersihkan luka. Perlu diingat. Apa tindakan lain yang harus perawat lakukan ? A. Aspirin tidak diberikan pada anak dengan demam karena beresiko timbul sindrom reye. Melepas pakaian tebal dan selimut untuk anak E. Melepaskan plester E. Apakah tindakan selanjutnnya yang akan dilakukan sesuai dengan SOP? A. 41 tetes per menit.8 C. E. C. 42 tetes per menit. Meminta klien untuk melakukan toilet training Rasional: Cystitis adalah infeksi pada kandung kemih. Berapa tetes permenit sisa infus seharusnya diberikan? A. dan akan dilakukan tindakan perawatan luka. Rendam duduk dan kompres air es adalah intervensi yang tepat untuk mengatasi ketidaknyamanan perineal. Memberikan mandi/rendam duduk B. Memakai handschoon steril terlebih dulu baru membersihkan luka. Menyeka anak dengan air dingin C. Membalut kembali luka dengan rapi C. Cara mencarinya yaitu 24 jam -10 jam = sisa waktu 14 jam. Sudah 4 hari dirawat diruang penyakit dalam. 44 tetes per menit. B. 45 tetes per menit. Yang perlu anda ketahui adalah memahami kata kunci dari soaltersebut. Melakukan nekrotomi pada jaringan nekrosis. namun bukan air dungin. Manakah rencana tindakan keperawatan yang harus perawat prioritaskan ? A. Pada soal diatas. Meminta klien untuk meningkatkan asupan cairan C. infus tersisa 1200 cc. Infus diberikan dengan faktor tetesan 30/menit. Kadar hemoglobin dan hematokrit akan ada pemonitorian pada perdarahan. sehingga meningkatkan kebutuhan metabolisme yang telah terjadi karena demam.Soal Simulasi UKOM 014: Klien postpartum dengan diagnosis cystitis. Memakai handscoon. Cairan 1200 cc. Klien harus mengonsumsi 3000 ml cairan per hari jika tidak ada kontraindikasi. Terkait efek pengobatan maka disarankan memriksa suhu satu jam etelah pemberian ibuprofen. 2. Cairan infus awal adalah 2000cc setelah 10 jam sisa cairan 1200 cc jadi yang perlu anda hitung adalah sisanya yaitu 1200cc. D. 1. Merencanakan pemberian asam salisilat (aspirin) dalam 4 jam D. dengan luka gangren pada bagian ekstremitas kanan bawah daerah dorsal pedi. 43 tetes per menit. Cairan perlu ditingkatkat untuk mencegah dehidrasi. sehingga asupan cairan peroral tidak boleh dibatasi. Jadi : 1200×30 tetes/cc dibagi(per) 14 jamx 60 = 42. D. B. Namun jawaban paling tepat adalah A. Memeriksa suhu anak dianjurkan setiap satu sampai dua jam.

maupun dalam organisasi dan lingkungannya. PKPR E. dan A1 = pernah keguguran anak yg ke-1. Memasang jalan napas buatan lewat mulut (gudel) B. Promosi kesehatan B. Ny. Bagaimana cara penulisan status obstetri pada kasus diatas. anak kedua lahir secara normal. Manakah hal yang harus anda prioritaskan terlebih dahulu…? A. Tapi Pilihan tepat A.? A. Ms X telah terpasang penyangga leher (collar neck). kalo prioritas berarti yg paling utama tindakan yg perawat bisa lakukan. Memastikan GCS normal Sepintas bisa jawaban B dengan alasan karena hanya terlihat tidak sadar maka perlu Pastikan respons dg AVPU. Wawancara Jawaban bisa A & B. G3P2A0 D. bl unrespons bebaskan jl nafas HT. kesling berdiri sendiri sedangkan promosi mencakup semua kegiatan dimasyarakat.basis cranii . jadi jawaban nya A.? A. G3P2A2 G3 = kehamilan yang ke-3. G3P1A1 C. Setelah dilakukan pengkajian didapatkan data kehamilan sekarang adalah kehamilan yang ketiga. Ms X riwayat kecelakaan lalulintas. G3P2A1 E. 5. Isolasi diri D. Isolasi sosial . Kesehatan kerja D.CL/ Jaw trush bl curiga fr. suktion hati2 bl curiga fr.cervikal.3.O2. psg OPA... Mengurung diri E. T dirawat di ruang tenang rawat inap kesehatan jiwa mengeluh dirinya tidak mau berbicara dengan orang lain. 6. E. evaluasi GCS serta BHD lanjut. Malu dengan orang lain C. Melakukan suction ke dalam hidung dan mulut D. Apakah prioritas diagnosa keperawatan pada kasus tersebut. D. Memastikan tingkat kesadaran klien dengan cara mamanggil C. Seorang perempuan hamil 33 minggu. karena promosi bukan hanya pencegahan tetapi juga dapat mengubah mindset masyarakat untuk menuju suatu perubahan. Kesehatan lingkungan C. Ner’s P sedang melakukan sebuah kegiatan berupa program-program kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan (perbaikan). P1 = pernah melahirkan anak yg ke-2. G3P1A0 B. tidak mau berkomunikasi. Saat Ms X di bawa ke IGD. 4. hentikan perdarahan. malas bergaul dengan orang lain. Alasannya A karena pasien mengorok otomatis ujung lidah jatuh ke belakang jadi harus pasang gudel. umur 36 tahun datang ke poli kebidanan untuk periksakan kehamilan. terlihat tidak sadar terdapat darah dalam mulut dan hidung Ms X dan napas terdengar mengorok. infus kristaloid. baik di dalam masyarakat sendiri. Dari pernyataan di atas kegiatan Ners’ P berupa ? A. Gangguan komunikasi B. Namun demikian jawaban paling tepat untuk latihan soal 5 diatas adalah A. anak pertama keguguran. Juga kata kunci soal adalah prioritas. Mencari sumber pendarahan dan membersihkan darahnya.

Pemberian cairan intravena RL 24 . data status urinarius tidak ada kelainan. Hasil pemeriksaan fisik: hati. Pertanyaan soal Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat selanjutnya ? a. tidak ada nafsu makan. Resiko injuri e. limpai.8 kg. Nadi 100 x/m. BB. Setelah pelumasan kateter dengan jelly. Pertanyaan soal : apa diagnosa keperawatan utama pada kasus diatas a. Peningkatan suhu tubuh c. membran mukosa bibir kering. Pemberian cairan intravena RL 12 . Meneruskan pemasukan kateter sampai percabangannya . Gangguan pemenuhan nutrisi d.5 c. membran mukosa bibir kering. ganggguan rasa nyaman nyeri b. Memfiksasi kateter dengan penis menghadap keatas e. Keadaaan umum lemah. nyeri abdomen. oligouria. nyeri sendi dan tulang. Menekan pubis pasien dengan lembut b. bengkak teraba 1 jari. turgor jelek Pertanyaan soal : Apakah diagnosa utama kasus tersebut a.18 tetes/menit c. TB. edema.mata cekung. Menyambungkan kateter ke kantung urin d. bengkak teraba 1 jari. Gangguan perfusi jaringan c.Kasus (vignete) seorang anak berusia 5 tahun di bawa ke UGD suatu rumah sakit karena mengalami buang air besar lebih dari lima kali dalam 24 jam. dengan konsistensi cair. 70 cm. keadaaan umum lemah.30 tetes/menit Kasus (vignete) seorang anak mengalami buang air besar lebih dari lima kali dalam 24 jam. Resiko komplikasi Kasus (vignete) Seorang laki-laki berusia 34 tahun dilakukan pemasangan kateter urine (Foley chateter) untuk persiapan operasi pemasangan plate and screw tibia dextra. suhu tubuh 36.14 tetes/menit b. Pertanyaan soal : Apakah tindakan untuk Pasien tersebut? a. BB menurun. Menggembungkan balon dengan NaCl 0. Ganguan pola tidur e.9 % c. Pemberian cairan intravena RL 16 . cepat letih. Devisit volume cairan elektrolit b. oligouria.26 tetes/menit e. Vital sign TD:-. dengan konsistensi cair dan muntah- muntah. Pemberian cairan intravena RL 20 . segera urin terlihat keluar dan ditampung dalam bengkok/penampung yang telah disiapkan. pupil. Gangguan rasa nyaman nyeri Kasus (vignete) seorang Anak perempuan umur 3 th.mata cekung. Menurut keterangan ibunya anaknya sering mengalami demam. pernafasan 30 x/m. Gangguan nutrisi yang kurang dari kebutuhan tubuh d. Pemberian cairan intravena RL 28 . muntah-muntah. turgor jelek. kateter dimasukan dengan mudah dan tanpa hambatan.22 tetes/menit d.

Pertanyaan soal Apakah jenis pemeriksaan laboratorium yang perlu dilakukan untuk kasus diatas. mata berkunang. segera urin terlihat keluar dan ditampung dalam bengkok/penampung yang telah disiapkan. faeces Kasus (vignete) Seorang Anak laki . apusan kulit c. Asupan makanan yang adequate Kasus (vignete) Seorang laki-laki berusia 34 tahun dilakukan pemasangan kateter urine (Foley chateter) untuk persiapan operasi pemasangan plate and screw tibia dextra. Kasus (vignete) Seorang anak An.kunang. menurut keterangan ibunya anak sering mengeluh pusing. Pemeriksaan biopsy sumsum tulang d. data status urinarius tidak ada kelainan. malas bermain. Pertanyaan soal Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat selanjutnya ? a. Muka terlihat pucat. Urine d. sulit makan.laki umur 10 tahun. malas bermain. Hasil pemeriksaan Hb 5 gr/%. Tb. kateter dimasukan dengan mudah dan tanpa hambatan. darah e. Meneruskan pemasukan kateter sampai percabangannya . HT. kulit lembab dan dingin. sputum b. nafas pendek. Pemeriksaan hasil kadar serum Fe dan asam folat dalam darah b. umur 1. apatis. pandangan kabur. Hasil pemeriksaan fisik : BB 20 kg. Hasil pemeriksaan fisik : BB 20 kg. darah rutin. menurut keterangan ibunya anak sering mengeluh pusing. Menyambungkan kateter ke kantung urin d. mata berkunang. 100cm. Menggembungkan balon dengan NaCl 0. Memfiksasi kateter dengan penis menghadap keatas e. Tb. Badan lemas. Pertanyaan soal Apakah indikasi yang harus dikaji sebelum dilakukan pemberian tranfusi darah pada anak An tersebut? a. kulit pucat.5 tahun dengan diagnose thalasemia mayor. Badan lemas.Kasus (vignete) Seorang Anak laki . a. Hb. trombosit. nafas pendek. sulit makan.9 % c.laki umur 10 tahun. kulit lembab dan dingin Pertanyaan soal Apakah spesimen yang harus disiapkan perawat untuk mengetahui penyebab kasus tersebut? a. Setelah pelumasan kateter dengan jelly. d. pandangan kabur. c. apatis.kunang. Pemasangan infus e. 100cm. anak direncanakan akan diberikan tindakan supportif tranfusi darah. kulit pucat. b. Pemberian vitamin E dan vitamin C c. e. Menekan pubis pasien dengan lembut b. widaltest.

Menekan pubis pasien dengan lembut b. merasa bersalah dan khawatir Pertanyaan soal : Berdasarkan kasus tersebut. Pola nafas tidak efektif b. ia mengatakan tidak ada yang suka padanya. Kekurangan cairan dan elektrolit c. laki. Memfiksasi kateter dengan penis menghadap keatas e. Pertanyaan soal Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat selanjutnya ? a. saat dilakukan pengkajian oleh perawat perlu dibuktikan dengan data objektif yang mendukung dari kasus tersebut sehingga diagnosa yang di tetapkan benar. Hindari pemberian diet dengan pisang Kasus (vignete) Seorang laki-laki berusia 34 tahun dilakukan pemasangan kateter urine (Foley chateter) untuk persiapan operasi pemasangan plate and screw tibia dextra. Beri larutan rehidrasi oral dan pantau cairan intravena b. mata anak R tampak cekung. frek denyut jantung 98x/m. kulit anak tampak kemerahan dan hangat saat disentuh.laki berusia 5 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan kejang demam sejak 2 jam yang lalu. Produktivitas menurun Kasus (vignete) Klien perempuan berusia 16 tahun datang ke RSJ di poliklinik dengan keluarganya. dan frek pernafasan 30x/m. feses anak R tampak cair. Ganti popok dengan sering d. Suhu tubuh anak R 38 C.Kasus (vignete) Anak A. Saat dikaji anak R tampak rewel dan muntah muntah. Sering lupa c. Nyeri akut Kasus (vignete) Anak R berusia 2 tahun masuk RS dengan keluhan diare selama 4 hari. Pertanyaan soal : Salah satu data objektif yang ditemukan pada pengkajian harga diri rendah adalah? a. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan t: 38 C. frek pernafasan 24x/m. keluarga mengatakan anaknya merasa dirinya jelek dan penampilan kurang menarik. frek jantung 85x/m Pertanyaan soal : Apakah masalah keperawatan yang dapat diangkat dari kasus diatas? a.9 % c. Kontak mata sering d. data status urinarius tidak ada kelainan. Menyambungkan kateter ke kantung urin d. Tersenyum sendiri e. Menggembungkan balon dengan NaCl 0. Pertahankan pencucian tangan yang benar c. Setelah pelumasan kateter dengan jelly. Kelebihan volume cairan e. Hipertermia d. segera urin terlihat keluar dan ditampung dalam bengkok/penampung yang telah disiapkan.di posisi manakah klien berada pada rentang respon adaptif dan maladaptif? . Meneruskan pemasukan kateter sampai percabangannya Kasus (vignete) Klien A laki-laki berumur 25 tahun dengan dugaan kasus harga diri rendah. kateter dimasukan dengan mudah dan tanpa hambatan. Bicara dengan suara keras b. bibir tampak kering dan turgor kulit buruk Pertanyaan soal : Apakah tindakan keperawatan yang dapat dilakukan oleh perawat a.

Klien dapat beinteraksi hanya dengan perawat d. selama 14 hari berada di ruang rawat inap RSJ banda Aceh di ruang seulanga dan sudah diajarkan cara berkomunikasi dengan orang lain secara bertahap.a. tapi saya tidak mau dengar kamu” . kontak mata kurang dan sulit berkomunikasi Kasus (vignete) Klien w berumur 28 tahun dirawat dengan kasus isolasi sosial. “Silahkan saja kamu bicara saya tidak akan dengar’ D. Pertanyaan soal : Apakah pernyataan yang tepat untuk menunjukan kemampuan pasien dalam mengontrol Halusinasi yang diajarkan perawat? A. “Saya senang sekali setiap suara-suara ini datang” C.Ketergantungan d. Pertanyaan soal : Menurut rentang respon. Pertanyaan soal : Apa saja karakteristik klien dengan kasus isolasi sosial ? a. Konsep diri positif c. Klien dapat mendemonstrasikan keinginan dan hasrat untuk bersosialisasi dengan orang lain. Kondisi klien saat ini sudah ada kemajuan yang telah dicapai. sedih dan merasa sepi d. Pasien terus terlihat mendengarkan suara-suara itu. pada kasus isolasi sosial ada beberapa tindakan yang yang diharapkan Pertanyaan soal : Bagaimana tindakan keperawatan yang diharapkan pada klien dengan kasus isolasi sosial ? a.Menarik diri c. Kerancuan identitas Kasus (vignete) Dalam asuhan keperawatan perlu adanya tindakan keperawatan yang ingin dicapai pada suatu diagnosa keperawatan. Otonomi e. biasanya klien memiliki beberapa karakteristik yang menunjuknya indikasi terhadap kasus tersebut. Manipulasi Kasus (vignete) Seorang perempuan usia 35 tahun di rawat di RSJ terlihat berbicara sendiri seolah mendengarkan sesuatu. Curiga b. Klien dapat mengikuti aktivitas kelompok dengan anjuran perawat c. “Terima kasih. Klien dapat melakukan kontak mata saat berkomunikasi dengan orang lain Kasus (vignete) Pada kasus isolasi sosial. Harga diri rendah d. B. sedih dan tidak ada perhatian terhadap lingkungan e. Katakan “Saya tidak mau dengar kamu suara palsu”. kondisi Klien W termasuk adaptif bila bersifat? a. Aktualisasi diri b. b. “Jangan coba ganggu saya lagi” E. Klien merasa dapat menikmati kesehariannya dengan bekerja sendiri e. afek datar dan menyendiri b. afek labil dan menarik diri c.

Waham nihilistik b. Ancaman bunuh diri Kasus (vignete) Ibu tuan koko 1 hari yang lalu datang ke RSJ dengan membawa makanan. Usaha bunuh diri. Percobaan bunuh diri e. tapi sukar bagi saya untuk mempercayainya karena menurut saya tidak ada orang tua didunia ini yang ingin mencelakakan anaknya”. c. Waham somatik Kasus (vignete) Seorang perawat mengatakan kepada pasien ”Saya mengerti bahwa Nani merasa ibu Nani akan meracuni Nani. meyakinkan pasien bahwa ia berada dalam keadaan aman E. Setelah pelumasan kateter dengan jelly. Mungkin saya tak akan bisa membimbing mereka lagi!”. Pertanyaan soal : Manakah klasifikasi yang tepat dilihat dari jenis prilaku bunuh diri? a. berbicara dengan pasien dalam konteks realitas B. Menggembungkan balon dengan NaCl 0. Isyarat bunuh diri d. membina hubungan saling percaya dengan pasien D. tidak mendukung atau membantah waham pasien C. tetapi tuan koko tidak mau samasekali mengambil makanan tersebut. Waham agama d. kateter dimasukan dengan mudah dan tanpa hambatan. segera urin terlihat keluar dan ditampung dalam bengkok/penampung yang telah disiapkan Pertanyaan soal : Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat selanjutnya ? a.9 % c. memberikan pujian pada penampilan dan orientasi pasien yang sesuai dengan realitas Kasus (vignete) Seorang laki-laki berusia 34 tahun dilakukan pemasangan kateter urine (Foley chateter) untuk persiapan operasi pemasangan plate and screw tibia dextra. 2 hari ini pasien terlihat lebih senang menyendiri. Waham kebesaran c. Pertanyaan soal : Manakah klasifikasi yang tepat untuk jenis waham ini ? a. Meneruskan pemasukan kateter sampai percabangannya . Menyambungkan kateter ke kantung urin d. Rencana bunuh diri b. Pertanyaan soal : Tindakan Keperawatan manakah yang sesuai dengan pernyataan diatas? A. Menekan pubis pasien dengan lembut b. data status urinarius tidak ada kelainan.Kasus (vignete) Seorang pasien laki-laki berusia 42 tahun mengalami gangguan jiwa dan dirawat di RSJ mengatakan. Waham curiga e. Memfiksasi kateter dengan penis menghadap keatas e. Saat ditanyakan tuan koko mengatakan bahwa “ibu saya mau meracuni saya karena dia tidak suka dengan calon istri saya. pokoknya saya tidak mau makan makanan yang diberikan oleh ibu saya”. “Tolong jaga anak-anak Saya.

Melindungi klien . dan gatal di daerah kemaluan. Seorang wanita berusia 22 tahun. CONTOH SOAL UKNI (UJI KOMPETENSI NERS INDONESIA) DAN PEMBAHASANNYA 1. Kerusakan integritas kulit Analisa :Perhatian utama klien ini adalah keselamatan janinnya. primigravida. dirawat di rumah sakit umum pasca amputasi kaki kiri. Seorang anak berusia 15 tahun. Hasil observasi didapatkan tampak murung. Menggali perasaan klien d. 2.. Waham nihilistic d. 4. tetapi bukan yang klien butuhkan saat ini. kehamilan 20 minggu datang ke poliklinik dengan keluhan saat BAK merasa pana. tetapi tidak cukup data untuk menyimpulkan hal tersebut. Apakah prinsip tindakan keperawatan yang utama pada pasien diatas? a. pokoknya saya tidak mau makan makanan yang diberikan oleh ibu saya”. Pilihan lain tidak tepat pada tahap ini 3. dan eksternal tentang keyakinan yang salah. Cemas c. Waham curiga b. dan memutuskan seseorang ada bersamanya untuk menghadapi masalah. Seorang wanita berusia 28 Tahun. dan cenderung menyendiri. pasien mengatakan “Ibu saya mau meracuni saya karena dia tidak suka dengan calon suami saya. Perawat perlu duduk. Meningkatkan harga diri klien c. klien beberapa kali mengungkapkan kekhawatiran tentang janinnya akibat gejala yang dirasakannya. klien menangis. dan menangis. Waham penciuman Analisa :waham curiga adalah waham yang terjadi pada pasien jiwa karena ketidaksesuian antara rangsangan internal. pasien menjawab dia bosan hidup. rasanya ingin mati saja. Setiap tindakan yang diberikan selalu dicurigai dengan jawaban bahwa dirinya akan diracuni. dan buat janji bersama mereka b. dan aktif mendengarkan klien ketika dia bicara. Memanggil konselor HIV dapat membantu. Panggil konselor HIV. Menguatkan mekanisme koping klien b. Manakah intervensi krisis yang tepat pada saat ini? a. Eksplorasi bagaimana klien mendapatkan HIV c. dan keduanya dinyatakan positif. Apakah masalah keperawatan utama pada pasien tersebut? a. Manakah masalah keperawatan utama yang tepat untuk klien ini? a. Gangguan pola eleminasi urin d. Selain keluhan di atas. Ibu seorang perempuan berusia 26 tahun dirawat di Rumah sakit Jiwa hari ketiga. Saat berita ini disampaikan. Prioritas saat ini adalah kecemasan klien. dan kerusakan integritas kulit D sering terjadi pada infeksi saluran kemih. dan bayinya yang baru lahir telah selesai menjalani tes HIV. Nyeri A. Biarkan klien mengekspresikan sedihnya Analisa:Klien baru saja menerima berita buruk. Dengarkan klien saat menangis dan bicara d. saya tidak berharga. Waham somatic c. Nyeri Akut b. Ketika ditanyakan mengapa demikian.

Sakit kepala c. Lebih kecil pada daerah arkus pubik 4. lebih tinggi dan lebih lebar b. Mual b. Soal Pengetahuan Komprehensif 1. dan mencari identitas diri. Memperlambat tetesan infus sampai 10ml/jam b. dan pasien masih remaja yang seharusnya pada tahap tumbuh kembangnya dapat melakukan aktivitas. Seorang perempuan berusia 50 tahun di rawat di ruang ICU mendapatkan terapi cairan via infuse pump dengan kecepatan 125 ml/jam/ perawat memeriksa daerah insersi venipuncture di daerah radialis berwarna merah. Obat anti hipertensi seperti prokainamid b. Diet rendah garam dan kolesterol c. Kekakuan pada leher ketika di pegang/angkat 3. Menghentikan infus d. Lebih berat. Lebih ringan. Obat anti diuretik seperti lasix d. Penanganan awal klien hypertensi yang benar meliputi: a. hangat. Refleks koordinatif menghisap dan menalan c. dan bengkak di area proksimal tusukan merupakan indikasi terjadinya phlebitis yang menyebabkan jalur infus tersebut harus segera distop. lebih lebar dan lebih dalam c. Kondisi amputasi kaki kiri menyebabkan krisis pada pasien yaitu perasaan tidak berharga yang menyebabkan bosan akan hidup. Berat badan c. Lebih lebar dan lebih bulat pada daerah inlet d. bengkak. dan dipasang kembali di area lainnya Latihan soal Uji Kompetensi Keperawatan A. nyeri. Mengompres dingin daerah insersi c. a. Refleks startle d. Refleks tonik pada leher bayi dimanifestasikan dengan a. Usaha bernafas b. Muntah . Perbedaan pelvis wanita dari pria adalah a. hangat dan nyeri pada area proksimal Manakah intervensi keperawatan yang harus dilakukan pertama kali? a. Warna d. Tonus otot 2. 5. Posisi menegang (fencing) b.Analisa :pada kasus pasien kehilangan salah satu fungsi tubuh yaitu kaki. Mulut dan tenggorokan kering d. Pembatasan cairan per oral 5. dan ingin mengakhiri hidup. Dibawah ini. Efek samping yang lazim terjadi yang perlu diketahui oleh perawat akibat pemberian obat antikolinerg Adalah a. Memasang infus Analisa :kemerahan. manakah yang BUKAN merupakan komponen Apgar Score.

Hasil photo rontgent menunjukan pada bagian 1/3 distal femur terpecah menjadi beberapa fragmen tulang. memiliki riwayat pemabok. Apakah anda ingin membicarakanya?” d. Tn. Memberikan obat anti nyeri agar cepat tidur b. B mengeluh tidak bisa tidur. saya tidak izinkan anda untuk bicara seperti itu” c. A. 15 : 2 c. Fraktur complte c. 1 hari paska operasi histerektomy. 5 : 1 B.6. ”Kita memiliki staf yang kompetent dan kita selalu mencoba melayani yang terbaik untuk anda” b. 2005) tentang resusitasi jantung paru adalah a. Keberadaan Puskesmas di masyarakat adalah merupakan contoh dari konsep a. Pencegahan sekunder c. peminum alkohol 10 tahun yang lalu. Drainase postural c. penatalaksanaan utama dari kasus pneumothraks dilakukan dengan a. Frktur incomplete d. 10 : 1 d. tanda vital stabil. Ny. Membantu merubah posisi. ”Rumah sakit ini menjijikan tidak ada yang benar sedikitpun”. usia 44 tahun. A?” 12. Masalah paling utama akibat pemberian obat anti neoplastik/anti kanker adalah a. Manakah respon terbak yang harus dilakukan perawat? a. Tn. Rambut rontok d. Memberikan minum susu hangat dan makanan ringan untuk merangsang kantuk d. A menjadi kasar secara verbaldan mulai mengkritik rumah sakit dan staf. Fraktur komunitif b. tetapi Ny. Anoreksia dan mual c. merasak sakit pada bagan jahitan dan takut untuk bergerak miring kiri/kanan. A. Penurunan platelet darah 7. Penurunan sel darah merah b. Jam 3 pagi ia terbangun dan terlihat kelelahan. B tidak mendapatkan obat anti nyeri sejak jam 9 malam. ” Sebenarnya apa yang anda inginkan dari staf kami. Tn. memijat punggung dan memberikan obat anti nyerinya . Dari pemeriksanan. Manakah tindakan terbaik perawat yang seharusnya? a. B. Jenis fraktur ini adalah a. ”Maaf. Kombinasi dari ketiga hal diatas 9. Ny. Ambulasi 10. Fraktur spiral 8. 30 : 2 b. Menjelaskan keadaan luka operasi. mendiskusikan cara mengurangi nyeri pada jahitan operasi c. ”Anda terlihat sangat marah tentang sesuatu Tn. Ketika perawat masuk ke ruang dia. Yang harus diketahui oleh perawat. Obat d. Pemasangan WSD b. Pencegahan primer b. Perbandingan kompresi dada dan bantuan nafas pada pasien dewasa berdasarkan panduan terbaru (AHA. Soal Aplikasi 11. Pencegahan tertier d.

memakai aspirin secara rutin. Pemantaun tanda vital tiap 15 menit c. KECUALI a. Paska operasi. Penulisan GCS yang benar dari data diatas adalah a. Relaksasi otot brokhus d. Menurunkan inflamasi bronchial 19. E2M2V2 b. Ureum plasma 194 mg/dL d. dicatat dan dilaporkan ke dokter karena beresiko perdarahan d. pemberian NaCl 09% b. Pasien datang dengan keluhan bengkak pada kedua kaki dan sesak. V. tindakan lain manakah yang harus diberikan pada klien dengan tranfusi Packed Red Cell (PRC) untuk meningkatkan fungsi perfusi sistemik a. pemberian oksigen c. An. Menghitung dosis yang tepat d. Cara memegang spuit insulin b. E3M3V3 17. Mengencerkan sekresi bronkus b. Manakah hal yang harus pertama kali didiskusikan dengan orang tua klien. Berapa tetes infus harus diberikan a.7 mEq/l b. 29 tahun. Tn. Saat ini klien direncanakan akan operasi apendiks. Albumin 3. melakukan gerak menarik dari sumber rangsang dan suaranya tidak mengandung arti.20 mg/dL c. Kemudian diprogramkan untuk pemberian epinephrine dengan tujuan a. Ny. Cara rotasi penyuntikan 20. E3M2V2 c. Pemeriksaan perdarahan balutan luka dan perineal tiap 15 menit d.13. dicatat dan dilaporkan ke dokter karena beresiko alergi zat kontras 14. Mengusap fundus uteri agar tetap nyaman tiap 15 menit 18. pemberian Glukosa 5% 15. Klien dengan riwayat Coronay Arterial Deseases (CAD) 6 tahun lalu. Perawat akan menjelaskan cara pemberian insulin suntik kepada orang tuan klien.02 mg/dL 16. 7 tahun dibawa ke UGD rumah sakit karena mengalami asthma bronchial dengan pernafasan cepat dan terdengar wheezing. Manakah hal terbaik yang harus dilakukan terkait temuan data tersebut a. Prinsip aseptik dalam penyuntikan c. a. dicatat dan dilaporkan ke dokter b. Kalium 2. paska operasi secsio cesarian yang kedua. Kreatinin plasma 1. Hal ini mengindikasikan adanya kalainan fungsi ginjal bila kita menemukan data a. dicatat namun tidak perlu dilaporkan ke dokter c. G. 50 tetes/menit b. pemberian bikarbonat d. Saat dilakukan pemeriksaan pasien terlihat tidur namun membuka mata saat diberi rangsangan dengan suara keras. 42 tetes/menit c. 30 tetes/menit d. perawatan segera paska operasi yang tepat adalah. Palpasi fundus uteri setiap 15 menit b. R 33 tahun dengan perdarahan dan penurunan volume vaskular direncanakan mendapat terapi poligeline (Haemaccel) 1000ml dalam 8 jam. E3M4V3 d. 45 tetes/menit . Pencegahan produksi histamin c.

Prioritas diagnosa keperawatan yang tepat adalah a. Menjaga kebersihan tempat tidur dan program miring kanan/kiri c. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan c. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan hipermetabolik d. dirawat dengan TB aktif. Saat ini didiagnos payudara. perdarahan di kaki kananya Tn B: diam. dibawa ke ruma sakit dalam kondisi dehidrasi dengan penurunan kesadaran. produksi sputum banyak. penurunan fungsi hemodinamik dan kelelahan jantung d. Memberikan pengertian perlunya pemeriksaan lebih lanjut c. Alkalosis metabolic c. Prioritas pasien manakah yang harus ditolong lebih dahulu. 29 tahun memiliki riwayat depresi setahun yang lalu. Memasang kateter urine dan memasang diapers . datang bila pemeriksaan saja b. Prioritas pencegahan cedera pada klien ini adalah a. hipoperfusi jaringan serebral karena penurunan volume vaskuler b. Kemudian datang Tn.C. Pasien B d. pCO2 55. Soal Berpikir Kritis dan Efektif 21. tidak bisa mengontrol BAK/BAB. Menjelaskan penyakitnya secara sederhana kepada pasien 24. adanya mekanisme diuresis pada kerusakan jaringan ginjal 22. Pasien A c. ronchi pada kiri/kanan paru. pasien bertanya terus tentang penyakitnya. D: mengeluh sesak berat dan terlihat gelisah. Klien dengan cedera pada spinal. Namur. Memiringkan kiri/kanan dan masase punggung tiap dua jam d. Pasien C b. perdarahan dari kepala. Tn M. Pasien D 27. NaCl 3% b. Tn. Interprestasi hasil AGD tersebut adalah a. Ny. kesadaran compos mentis. Z. Gangguan pertukara gas berhubungan dengan infeksi bronchial 25. An. 44 tahun. Pernafasan 24/menit. Alkalosis repiratorik d. Menghindar dari pasien. A: berteriak-teriak. penekanan pada pusat vital dan kesadaran di otak c. Dextrose 40% d. pucat dan terlihat sesak serta kelelahan. Asidosis metabolic 26.. a. dua pasien akibat kecelakaan datang secara bersamaan. Program pemberian infus yang sebaiknya adalah a. Hasil pemeriksaan Analisa Gas Darah (AGD) pasien trauma dada dengan WSD terpasang. lumpuh pada kedua kakinya. F. Indeks masa tubuh 16. HCO3: 21. C: mengeluh nyeri dada sejak 2 jam yang lalu dan Ny. RL 23. mengalami diare sejak 2 hari yang lalu.11. Albumin c. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan akumulasi sekret b. Menjelaskan bahwa benjolan payudara tidak berbahaya d. menunjukan pH: 7. TD 90/60mmHg. Penurunan kesadaran An. dan pO2: 62. Memasang penghalang tempat tidur dan menempatkan bel dekat pasien b. terlihat edema dan ascites. Tindak adalah a. Asidosis respiratorik b. Dokter dan perawat sepakat menyembunyikan diagnosa psikiater d terapi yang tepat. C. dirawat karena serosis hepatis. C disebabkan oleh a. haluaran urin menurun. Di Unit gawat darurat. Ny.

” Respon terbaik untuk meyakinkan pasien dalam situasi tersebut adalah a. ”Anda pasti bingung dengan obat kemarin. maka anda tidak perlu khawatir. Tn. ”Saya telah mengecek sebelumnya. ”Saya yakin anda belum mendapatkan obat ini.45% NaCl b. anda belum mendapatkan obat ini. Perawat telah mengajarkan cara pernafasan denga pursed-lip breathing. R. Keadaan seperti apakah yang mengindikasikan bahwa Ny. Dia menggunakan pursed-lip breathing saat naik tangga c. Ketika anda membawa obat ke pasien. Q masih perlu penjelasan tentang teknik pernafasan tersebut a. Dia menarik nafas melalui mulut 30.28. Silahkan.” b.” 29. jangan khawatir diminum saja. Larutan 25% Dekstrose . 55 tahun dirawat dengan bronchitis kronik. saya telah meminum obat tersebut. Perawat lain membawakan obat yang terlihat sama seperti ini. Ny. cairan infus manakah yang bisa disarankan untuk mengganti nutrisi parenteral sementara a. orde nutrisi parenteral terlambat. Dia mengeluarkan nafas melalui mulut d. tapi saya akan kembali dan cek untuk kepastianya” d. Ringer’s Lactate c. Q. 10% Dekstrose dalam Ringer’s Lactate d. Dia berlatih pernafasan tersebut lebih dari dua kali sehari b. 5% Dekstrose dalam 0. “Tidak. Namun. ia melihat dan berkata ”Saya pikir.” c. dirawat dan mendapatkan asupan nutrisi melalui Total Parenteral Nutrition (TPN).