ASUHAN KEPERAWATAN

DENGAN DIAGNOSA FRAKTUR TERBUKA PADA Tn.M.A
DI RUANG PERAWATAN BEDAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
KOTA MAKASSAR TAHUN 2017

PENGKAJIAN KEPERAWATAN
Nama Perawat : Tri Apriani. M
Tanggal Pengkajian : 24 Januari 2017
Jam Pengkajian : 06.00 WITA
1. Biodata
Pasien :
Nama : Tn.M.A
Tempat/Tanggal lahir : Wajo, 01 Januari 1973
Umur : 44 tahun
Agama : Islam
Pekerjaan : Perdagangan
Status Pernikahan : Kawin
Alamat : Jl. Vila Mutiara Hijau
No RM : 220777
Penanggung Jawab :
Nama : Ny.S
Hubungan dengan kalien : Istri
Alamat : Jl. Vila Mutiara Hijau
2. Data Medik
Dikirim oleh : UGD
Diagnosa Medis : Fraktur Terbuka Os. Calcaneus Dextra
3. Keadaaan umum
Keluhan Utama : Fraktur pada kaki sebelah kanan
Kesadaran : Compos Mentis
GCS : E=4 V=5 M=6
Vital Sign:
TD :140/90 mmHg, Kesimpulan : peningkatan tekanan darah
Nadi : Frekuensi : 96 x/mnt, reguler dan teraba kuat

1

Respirasi : Frekuensi :24 x/mnt, regular
Suhu : 36,3.oC, axila
Genogram:

4. Pengkajian pola kesehatan
A. Kajian Persepsi Kesehatan-Pemeliharaan Kesehatan
Riwayat Kesehatan :
1) Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien saat ini di rawat dengan fraktur terbuka pada os calcaneus
dextra akibat jatuh dari tangga.

2

Bau khas urin. bau khas urin. Kajian Pola Eleminasi 1) Eleminasi Urin a. b. Sebelum masuk RS Pasien mengatakan kalau frekuensi berkemih baik. porsi dihabiskan. Selama di RS Pasien mengatakan pasien berkemih sesuai dengan air yang diminum. warna kuning. konsistensi lembek. bau khas feses. sariawan. jenis makanan padat. nafsu makan baik. sulit menelan tidak ada. 2) Eleminasi Fekal/Bowel a. pemenuhan kebutuhan eliminasi fekal secara mandiri. muntah. Kebutuhan pemenuhan makanan secara mandiri. muntah. Kajian Nutrisi Metabolik 1) Sebelum masuk RS Pasien mengatakan selama di rumah frekuensi makan 3x/hari. warna kuning. tidak ada makanan pantangan. 3) Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi atau penyakit lainnya. Kebutuhan pemenuhan eliminasi urin dibantu dengan alat yaitu terpasang kateter. 2) Selama di RS Pasien mengatakan selama di rumah sakit frekuensi makan pasien 3x/hari jenis makanan sesuai dengan indikasi ahli gizi. Kebutuhan pemenuhan eliminasi urin secara mandiri. Kebutuhan pemenuhan secara mandiri. 2) Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien memiliki penyakit maag. 3 . C. penggunaan pencahar tidak ada. Sebelum masuk RS Pasien mengatakan frekuensi BAB pasien dirumah sebanyak 1x/hari biasanya pagi hari. warna kuning. tidak ada gangguan eliminasi bladder. sariawan tidak ada. B. Masalah pencernaan seperti mual. tidak menggunakan diuretik. Masalah pencernaan seperti mual. gangguan eliminasi bowel tidak ada.

karena pasien aktivitas banyak dihabiskan untuk mengurus urusan pekerjaan. 4 . walker. tidak ada gangguan penciuman. b. Selama di RS Pasien mengatakan belum BAB sejak masuk rumah sakit. Selama di rumah pasien dapat beraktivitas dengan baik sebelum sakit. tidak ada gangguan sensasi taktil dan tidak ada gangguan pengecapan. kursi roda dll. 2) Selama di RS Pasien mengatakan nyeri pada kaki sebelah kanan. Kemampuan ambulasi dan ADL secara mandiri. D. pasien hanya terbaring di tempat tidur dan tampak meringis. F. Kemampuan melakukan ROM ka/ki aktif. yang kooperatif . dan menjalin hubungan dengan tetangga dan kerabat dengan baik. tidak ada gangguan pendengaran. Kajian Pola Persepsi Kognitif dan Konsep Diri Pasien mengatakan pasien tidak ada gangguan penglihatan. Pasien mengatakan Pasien tidak menggunakan alat bantu seperti kruk. Kemampuan ambulasi dan ADL dengan bantuan. Kajian Pola aktivitas dan Latihan 1) Sebelum masuk RS Pasien mengatakan pasien jarang melakukan olahraga. Observasi Keterangan: Aktivitas harian 0 : Mandiri Makan :0 1 : Bantuan alat Mandi :2 2 : Bantuan Orang Berpakaian :2 Kerapihan :2 3 : Bantuan orang dan alat BAB :0 4 : Bantuan penuh BAK :1 Mobilisasi di tempat tidur : Ya Ambulasi : Tempat tidur E. Kajian Pola Peran dan Hubungan dengan Sesama Pasien mengatakan pasien berperan sebagai orang tua yakni ayah.

Pemeriksaan Fisik a. simetris kiri dan kanan. tidak ada funnel chest. b. tidak ada gigi palsu. tidak ada polip. tidak ada lesi Tenggorokan : Tidak ada hiperemis. Leher : Tidak ada pembesaran thyroid. tidak ada gangguan penciuman. kotor. c. dalam mendukung kesembuhan keluarganya. tidak ada pemesaran tonsil. Muka : Tampak pucat. ada caries dentis. kering/kusam. tidak ada bells palsy. Mata : bentuk : Simetris terhadap wajah konjungtiva : pink Sclera : putih Pupil : Isokor Palpebra : Normal. tidak ada hematom. Kajian Mekanisme Koping dan Toleransi Terhadap Stress Pasien mengatakan segera sembuh dari sakit yang di alami nya sehingga dapat beraktivitas kembali. H. tidak ada oedema Visus : Tidak terkaji Hidung : Simetris kanan kiri. gangguan pendengaran tidak ada. Bibir : Kering. lembab. 5. tidak pigeon chest Pulmo : Inspeksi : pergerakan simetris. tidak ada epistaksis. terasa kasar. Kajian Pola Sistem Nilai Kepercayaan Pasien dan keluarga pasien mengatakan percaya dengan tenaga kesahatan. Dada : Bentuk : Normal. tidak ada septum. Kepala Bentuk : Normal Kulit : Elastis. G. tidak rontok. tidak ada stomatitis. kotor. agak kotor Rambut : hitam. tidak ada barrel chest. tidak ada hematom. Mulut : Gigi kotor. frekuensi nafas 24 x/mnt Palpasi : Fremitus taktil ka/ki :normal ka/ki Perkusi : ka/ki :Sonor ka/ki Auskultasi : Vesikuler 5 . tidak ada pelebaran JVP. tidak ada sianosis Telinga : Simetris. tidak ada pembesaran tonsil.

0 Normal PCT 0.84 10⸍⸌6/Ul 4.5 g/dl 13. ` Batas atas : ICS 2 sinistra Batas kiri : ICS 4 mid axila sinistra Batas kanan : ICS 5 paresternal sinistra Batas bawah : ICS 5 d.0 Lebih Jumlah Eritrosit 4. Rectum : Normal.2 Normal MCH 27.50-6.0 Normal P-LCR 15.9 fL 9.2 Normal MCHC 34.4 Normal 6 . tidak ada ascites Auskultasi : Peristaltik : 6 x/mnt Palpasi : Tidak ada pembesaran hati dan limfa.0-17.8 g/L 32.5 fL 37-54 Kurang RDW-CV 12. Cor : Inspeksi :Ictus cordis tidak nampak Palpasi : Ictus cordis teraba di midklavikula intercosta 5 Perkusi : Batas jantung.7 fL 10.1-51.0-10.0-43.24 % 0. tidak ada tumor. Pemeriksaan Penunjang Laoratorium patologi klinik (tgl 24/01/2017 jam 06.9 pg 25. Genetalia : Laki-laiki : Normal.0 Normal Hematokrit L 38.0 % 13.2-36.8 % 40.0 Kurang MPV L 8.5 % 10. f.0-15. tidak hernia.5 Normal Jumlah Trombosit 271 10⸍⸌3/ul 150-400 Normal RDW-SD L 35.0-18.6-32. tidak ada hemoroid.2-0.0 Normal PDW L 8.0-13.2 fL 79.20 Normal Hemoglobin 13. g. Ektremitas: Kekuatan otot : 5 5 3 5 6. tidak prolaps.0 Kurang MCV 80. Abdomen : Inspeksi : Normal.0-92.36) Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Rujukan Interpretasi Darah rutin Jumlah Leukosit H 14. e. tidak ada tumor.1 10⸍⸌3/ul 4.

Cefotaxim 1 gr/12 jam/IV b.9-34.1 Normal APTT 22. Hibone 2x1 e.7-13.1 % 0-1 Normal Koagulasi PT 12. Vossecal 2x1 f.6 detik 9.17 Normal 7. Terpasang infus RL 28 tpm 7 .9 % 20-40 Kurang Monosit 5.7 detik 21. Hitung Jenis Neutrofil H 84. Pemberian Terapi a.1 mg/dL 0. Ketorolac 1 amp/8 jam/IV c.0 % 2-8 Normal Eosinofil 0.9 % 50-70 Lebih Limfosit L 9.67-1.9 Normal Kimia Darah SGPT 40 U/L <55 Normal SGOT 20 U/L <27 Normal HBsAg Negatif Glukosa Sewaktu 106 mg/dL <140 Normal Ureum Darah 35 mg/dL 16-48 Normal Kreatinin Darah 1. Ranitidin 1 amp/12 jam/IV d.1 % 0-4 Normal Basofil 0.

PENGELOMPOKAN DATA Data Subjektif Data Objektif  Pasien mengeluh luka terbuka pada  Pasien tampak meringis daerah kaki sebelah kanan  Pengkajian nyeri  Keluarga pasien mengatakan pasien P : Pada saat digerakkan terjatuh dari tangga dan luka di Q : Tajam daerah kaki kanan R : Os calcaneus  Pasien mengatakan terbatas dalam S:7 bergerak T : Terus menerus  Pasien mengatakan nyeri saat  Pasien di batasi dalam bergerak post op bergerak fraktur os calcaneus  Terpasang gips di kaki kanan bawah pasien  Leukositosis 8 .

A No.M. Register : 220777 Umur : 44 th Diagnosa Medis : Fraktur Terbuka Ruang Rawat : Perawatan Bedah Alamat : Vila Mutiara TGL DATA FOKUS ETIOLOGI PROBLEM 24-01.2017 DS: Agen fisik Nyeri Akut  Pasien mengeluh luka terbuka (cedera) pada daerah kaki sebelah kanan  Keluarga pasien mengatakan pasien terjatuh dari tangga dan luka di daerah kaki kanan DO:  Pasien tampak meringis  Pengkajian nyeri P : Pada saat digerakkan Q : Tajam R : Os calcaneus S:7 T : Terus menerus 24-01. ANALISA DATA Nama pasien : Tn.2017 DS: Gangguan Hambatan Mobilitas Fisik  Pasien mengatakan terbatas dalam muskuloskeletal bergerak  Pasien mengatakan nyeri saat bergerak DO:  Pasien di batasi dalam bergerak post op fraktur os calcaneus  Terpasang gips di kaki kanan bawah (os calcaneus) 9 .

24-01-2017 Faktor resiko : Resiko Infeksi  Prosedur invasif (pemasangan ORIF)  Leukositosis 10 .

Dorong pasien untuk terlibat dalam perubahan keperawatan kepada Pasien selama posisi 3x8 jam. menguap.d Gangguan Setelah diberikan tindakan 1. Tunjukkan dan praktikkan tehnik relaksasi pada klien 4. Register : 220777 Umur : 44 Tahun Diagnosa Medis : Fraktur Terbuka Ruang : Perawatan Bedah Alamat : Vila Mutiara No Diagnosa Keperawatan Tujuan & Kriteria Hasil Intervensi 1 Nyeri akut b. diharapkan nyeri berkurang 2. . Monitor tanda-tanda vital 2 1. Hematokrit tidak terganggu 3. RENCANA TINDAKAN Nama pasien : Tn. diharapkan hasil: dari tempat tidur ke kursi .d Agen fisik NOC: NIC: (cedera) Setelah diberikan tindakan 1. Dapatkan perilaku yang menunjukkan terjadinya dengan kriteria : relaksasi. Nyeri terkontrol pernafasan perut. Tanda-tanda vital batas normal menyenangkan . misalnya bernafas dalam.M. Pasien akan memperlihatkan 3. Pantau gaya berjalan dan keseimbangan pasien 11 . Pantau aktivitas pasien muskuloskeletal keperawatan kepada Pasien selama 2. Hambatan mobilitas fisik NOC : NIC : b. Pantau kemampuan pasien untuk berpindah 3x8 jam. atau bayangan yang .A No.

Menyangga berat badan . jika perlu normal  Atur posisi untuk mencegah penekanan pada luka. Monitor tanda-tanda vital 3x8 jam. jika perlu 4. Perawatan Luka (NIC): mengurangi resiko infeksi dengan  Lepas balutan dan plester hasil yang yang di harapkan:  Bersihkan dengan salin normal atau . yang dibuktikan oleh 4. Kolaborasi (berikan obat muskulo sesuai yang denganpengawasan diresepkan) . Monitor tanda-tanda infeksi keperawatan kepada Pasien selama 2. Tidak menunjukkan resiko infeksi pembersih dengan nontoksik . Tanda-tanda vital dalam batas  Lakukan perawatan ulkus kulit. diharapkan mampu 3. Tanyakan persepsi dari keseimbangan pasien pergerakan sendi dan otot 5. termasuk 12 . Penyuluhan untuk pasien/keluarga: Ajarkan perawatan luka insisi pembedahan. Ajarkan keluarga pasien untuk membantu . Memperlihatkan penggunaan aktivitas pasien alat bantu secara benar 6. Melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari secara mandiri 3 Resiko Infeksi NOC : NIC : Setelah diberikan tindakan 1. Mobilitas.

dan mengurangi penekanan pada insisi tersebut.tanda dan gejala infeksi . cara mempertahan luka insisi tetap kerng saat mandi. 13 .

00 Hasil : Pasien posisi supinasi daerah fraktur 2.3 oc P : Pertahankan intervensi 1.M. Menunjukkan dan mempraktikkan tehnik relaksasi pada klien Q : Tajam Hasil : Pasien mempraktekkan relaksasi nafas dalam R : Kaki kanan bawah (os 4. Dorong pasien untuk 14 . atau . CATATAN PERKEMBANGAN I Nama pasien : Tn.A No.Pasien masih tampak meringis bayangan yang menyenangkan . Mendorong pasien untuk terlibat dalam perubahan posisi S: Pasien mengeluh nyeri pada 12. Mendapatkan perilaku yang menunjukkan terjadinya relaksasi. Register : 220777 Umur : 44 Tahun Diagnosa Medis : Fraktur Terbuka Ruang : Perawatan Bedah Alamat : Vila Mutiara No Tanggal/Jam Implementasi Evaluasi Dx 1 26-01-2017 1. pernafasan perut. O : misalnya bernafas dalam. menguap. Memonitor tanda-tanda vital calcaneus) Hasil : S:5 TD : 120/70 mmHg T : terus menerus N : 70 x/i A: Masalah keperawatan nyeri akut P : 24 x/i belum teratasi S : 36.Pengkajian Skala nyeri Hasil : Pasien berlatih nafas dalam P : Pada saat bergerak 3.

Memantau aktivitas pasien S : Pasien mengatakan masih 10. terlibat dalam perubahan posisi 2. Pantau kemampuan pasien 4. atau bayangan yang menyenangkan 4.00 Hasil : Pasien beraktivitas di tempat tidur membatasi pergerakan 2. Pantau gaya berjalan dan 15 . Pantau aktivitas pasien Hasil : Pasien belum mampu berjalan 2. Monitor tanda-tanda vital 2 26-01-2017 1. Menanyakan persepsi dari keseimbangan pasien untuk berpindah dari Hasil : Pasien belum mampu menyeimbangkan badannya saat tempat tidur ke kursi berdiri 3. pernafasan perut. menguap. Dapatkan perilaku yang menunjukkan terjadinya relaksasi. misalnya bernafas dalam. Memantau kemampuan pasien untuk berpindah dari tempat O : Terpasang Gips (ORIF) tidur ke kursi A: Masalah keperawatan hambatan Hasil : Pasien belum mampu berpindah dari tempat tidur ke mobilitas fisik belum teratasi kursi P: Pertahankan intervensi 3. Memantau gaya berjalan dan keseimbangan pasien 1.

Perawatan Luka (NIC): P: Pertahankan intervensi  Melepas balutan dan plester 1. Monitor tanda-tanda infeksi  Membersihkan dengan salin normal atau pembersih 2.00 Hasil : S : 36. Tanyakan persepsi dari Hasil : Keluarga pasien membantu aktivitas pasien dalam keseimbangan pasien mandi. Mengajarkan keluarga pasien untuk membantu aktivitas keseimbangan pasien pasien 4. dan pembengkakan O: Tanda-tanda vital : 2. Monitor tanda-tanda vital dengan nontoksik 3. berpakaian dan berpindah 6. Memonitor tanda-tanda vital TD : 120/70 mmHg Hasil : N : 70 x/i TD : 120/70 mmHg P : 24 x/i N : 70 x/i S : 36.3 oc P : 24 x/i A: Masalah keperwatan resiko S : 36. gatal. Kolaborasi (memberikan obat muskulo sesuai yang muskulo sesuai yang diresepkan) diresepkan) Hasil : Memberikan obat hibone dan vossecal 3 26-01-2017 1. Perawatan Luka (NIC):  Lepas balutan dan 16 . 5. demam. Kolaborasi (berikan obat 6.3 oc infeksi belum teratasi 3.3 . Memonitor tanda-tanda infeksi S : Pasien mengatakan tidak ada 13. tidak ada tanda-tanda infeksi seperti gatal dan tidak panas kemerahan.

cara mempertahan luka insisi mencegah penekanan tetap kerng saat mandi. jika perlu insisi tersebut Hasil : Terpasang gips dan perban tampak bersih 17 . dan mengurangi penekanan pada pada luka. jika perlu 4.  Melakukan perawatan ulkus kulit. jika perlu plester  Mengatur posisi untuk mencegah penekanan pada luka. Mengajarkan perawatan luka insisi pembedahan. termasuk  Atur posisi untuk tanda dan gejala infeksi .  Bersihkan dengan salin jika perlu normal atau pembersih Hasil : Pasien merasa nyaman setelah dilakukan perawatan dengan nontoksik luka  Lakukan perawatan ulkus kulit.

O : misalnya bernafas dalam. Register : 220777 Umur : 44 Tahun Diagnosa Medis : Fraktur Terbuka Ruang : Perawatan Bedah Alamat : Vila Mutiara No Tanggal/Jam Implementasi Evaluasi Dx 1 27-01-2017 1.M. Mendorong pasien untuk terlibat dalam perubahan posisi S: Pasien mengeluh nyeri pada 17.4 oc A: Masalah keperawatan nyeri akut belum teratasi P : Pertahankan intervensi 1. CATATAN PERKEMBANGAN II Nama pasien : Tn.Pasien masih tampak meringis bayangan yang menyenangkan . Memonitor tanda-tanda vital Q : Tajam Hasil : R : Kaki kanan bawah (os TD : 130/90 mmHg calcaneus) N : 83 x/i S:5 P : 22 x/i T : terus menerus S : 38. menguap.A No. Mendapatkan perilaku yang menunjukkan terjadinya relaksasi. Dorong pasien untuk 18 . pernafasan perut. atau .00 Hasil : Pasien posisi supinasi daerah fraktur 2.Pengkajian Skala nyeri Hasil : Pasien berlatih nafas dalam P : Pada saat bergerak 4.

Monitor tanda-tanda vital 2 27-01-2017 1. menguap. Pantau gaya berjalan dan 19 . Memantau aktivitas pasien S : Pasien mengatakan masih 17. misalnya bernafas dalam. terlibat dalam perubahan posisi 2. Pantau aktivitas pasien Hasil : Pasien belum mampu berjalan 2. Menanyakan persepsi dari keseimbangan pasien untuk berpindah dari Hasil : Pasien belum mampu menyeimbangkan badannya saat tempat tidur ke kursi berdiri 3. atau bayangan yang menyenangkan 4.30 Hasil : Pasien beraktivitas di tempat tidur membatasi pergerakan 2. pernafasan perut. Dapatkan perilaku yang menunjukkan terjadinya relaksasi. Memantau kemampuan pasien untuk berpindah dari tempat O : Terpasang Gips (ORIF) tidur ke kursi A: Masalah keperawatan hambatan Hasil : Pasien belum mampu berpindah dari tempat tidur ke mobilitas fisik belum teratasi kursi P: Pertahankan intervensi 3. Memantau gaya berjalan dan keseimbangan pasien 1. Pantau kemampuan pasien 4.

4oc A: Masalah keperwatan resiko 3.  Lepas balutan dan plester 20 . ada demam panas 2. 6. Memonitor tanda-tanda infeksi S : Pasien mengatakan merasa 17.4oc .4oc S : 38. Monitor tanda-tanda infeksi dengan nontoksik 2. Memonitor tanda-tanda vital O: Tanda-tanda vital : Hasil : TD : 130/90 mmHg TD : 130/90 mmHg N : 83 x/i N : 83 x/i P : 22 x/i P : 22 x/i S : 38.00 Hasil : S : 38. Perawatan Luka (NIC):  Mengatur posisi untuk mencegah penekanan pada luka. Kolaborasi (berikan obat muskulo sesuai yang diresepkan) 3 26-01-2017 1. jika perlu 3. Kolaborasi (memberikan obat muskulo sesuai yang keseimbangan pasien diresepkan) 4. Perawatan Luka (NIC): infeksi belum teratasi  Melepas balutan dan plester P: Pertahankan intervensi  Membersihkan dengan salin normal atau pembersih 1. Tanyakan persepsi dari Hasil : Memberikan obat hibone dan vossecal keseimbangan pasien 6. Monitor tanda-tanda vital  Melakukan perawatan ulkus kulit.

jika perlu  Bersihkan dengan salin Hasil : Pasien merasa nyaman setelah dilakukan perawatan normal atau pembersih luka dengan nontoksik  Lakukan perawatan ulkus kulit. jika perlu 21 . jika perlu  Atur posisi untuk mencegah penekanan pada luka.

CATATAN PERKEMBANGAN III Nama pasien : Tn.A No. Register : 220777 Umur : 44 Tahun Diagnosa Medis : Fraktur Terbuka Ruang : Perawatan Bedah Alamat : Vila Mutiara No Tanggal/Jam Implementasi Evaluasi Dx 1 28-01-2017 1. Dorong pasien untuk 22 . menguap. pernafasan perut.6 oc A: Masalah keperawatan nyeri akut belum teratasi P : Lanjutkan intervensi 1. Mendapatkan perilaku yang menunjukkan terjadinya relaksasi. O : misalnya bernafas dalam. atau .Pengkajian Skala nyeri Hasil : Pasien berlatih nafas dalam P : Pada saat bergerak 4.00 Hasil : Pasien posisi supinasi daerah fraktur 2. Mendorong pasien untuk terlibat dalam perubahan posisi S: Pasien mengeluh nyeri pada 17. Memonitor tanda-tanda vital Q : Tajam Hasil : R : Kaki kanan bawah (os TD : 100/80 mmHg calcaneus) N : 82 x/i S:4 P : 24 x/i T : hilang timbul S : 37.Pasien masih tampak meringis bayangan yang menyenangkan .M.

atau bayangan yang menyenangkan 4. Memantau kemampuan pasien untuk berpindah dari tempat O : Terpasang Gips (ORIF) tidur ke kursi A: Masalah keperawatan hambatan Hasil : Pasien belum mampu berpindah dari tempat tidur ke mobilitas fisik belum teratasi kursi P: Lanjutkan intervensi 3.30 Hasil : Pasien beraktivitas di tempat tidur membatasi pergerakan 2. Dapatkan perilaku yang menunjukkan terjadinya relaksasi. Pantau kemampuan pasien 4. pernafasan perut. menguap. Menanyakan persepsi dari keseimbangan pasien untuk berpindah dari Hasil : Pasien belum mampu menyeimbangkan badannya saat tempat tidur ke kursi berdiri 3. Monitor tanda-tanda vital 2 28-01-2017 1. Pantau gaya berjalan dan 23 . Pantau aktivitas pasien Hasil : Pasien belum mampu berjalan 2. terlibat dalam perubahan posisi 2. Memantau aktivitas pasien S : Pasien mengatakan masih 17. Memantau gaya berjalan dan keseimbangan pasien 1. misalnya bernafas dalam.

tidak panas lagi 2.6oc.6oc A: Masalah keperwatan resiko 3. Monitor tanda-tanda vital  Melakukan perawatan ulkus kulit.  Lepas balutan dan plester 24 . Memonitor tanda-tanda vital O: Tanda-tanda vital : Hasil : TD : 100/80 mmHg TD : 100/80 mmHg N : 82 x/i N : 82 x/i P : 24 x/i P : 24 x/i S : 37. Perawatan Luka (NIC): infeksi belum teratasi  Melepas balutan dan plester P: Lanjutkan intervensi  Membersihkan dengan salin normal atau pembersih 1. Memonitor tanda-tanda infeksi S : Pasien mengatakan tidak panas 17. Perawatan Luka (NIC):  Mengatur posisi untuk mencegah penekanan pada luka. Monitor tanda-tanda infeksi dengan nontoksik 2. 6.6oc S : 37. Kolaborasi (memberikan obat muskulo sesuai yang keseimbangan pasien diresepkan) 4. Kolaborasi (berikan obat muskulo sesuai yang diresepkan) 3 28-01-2017 1. jika perlu 3.00 Hasil : S : 37. Tanyakan persepsi dari Hasil : Memberikan obat hibone dan vossecal keseimbangan pasien 6.

jika perlu  Bersihkan dengan salin normal atau pembersih Hasil : Pasien merasa nyaman setelah dilakukan perawatan dengan nontoksik luka  Lakukan perawatan ulkus kulit. jika perlu 25 . jika perlu  Atur posisi untuk mencegah penekanan pada luka.