Pendekatan deduktif (deductive approach) adalah pendekatan yang

menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan
(conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. Dalam
sistem deduktif yang kompleks, peneliti dapat menarik lebih dari satu
kesimpulan. Metode deduktif sering digambarkan sebagai pengambilan
kesimpulan dari sesuatu yang umum ke sesuatu yang khusus.
Pendekatan deduktif merupakan proses penalaran yang bermula dari
keadaan umum ke keadaan khusus sebagai pendekatan pengajaran
yang bermula dengan menyajikan aturan, prinsip umum dan diikuti
dengan contoh-contoh khusus atau penerapan aturan, prinsip umum ke
dalam keadaan khusus. (http://maistrofisika.blogspot.com).
Contoh pendekatan deduktif adalah sebagai berikut:

Seorang guru memberikan materi tentang volume balok kepada siswa.
Pada awal pembelajaran guru memberikan definisi dan konsep
mengenai balok dan rumus volume balok. Kemudian guru menerapkan
rumus volume tersebut pada beberapa contoh soal. Selanjutnya guru
memberikan beberapa tugas kepada siswa yang sesuai contoh yang
telah diberikan. Tugas ini bertujuan untuk mengukur pemahaman siswa
mengenai materi yang telah disampaikan.

Pendekatan induktif menekanan pada pengamatan dahulu, lalu menarik
kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut. Metode ini sering
disebut sebagai sebuah pendekatan pengambilan kesimpulan dari
khusus menjadi umum. Pendekatan induktif merupakan proses
penalaran yang bermula dari keadaan khusus menuju keadaan umum.
Alternatif pendekatan pembelajaran lainnya selain dengan pembelajaran
pendekatan deduktif adalah dengan pendekatan induktif . Beberapa
contoh pembelajaran dengan pendekatan induktif misalnya
pembelajaran inkuiri, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran
berbasis proyek, pembelajaran berbasis kasus, dan pembelajaran
penemuan. Pembelajaran dengan pendekatan induktif dimulai dengan
melakukan pengamati terhadap hal-hal khusus dan
menginterpretasikannya, menganalisis kasus, atau memberi masalah
konstekstual, siswa dibimbing memahami konsep, aturan-aturan, dan
prosedur-prosedur berdasar pengamatan siswa sendiri.

Contoh pendekatan induktif adalah sebagai berikut :

Siswa diperintah untuk berdiskusi tentang sifat – sifat bangun persegi panjang. 2015 by aldisamah in Uncategorized Pendekatan pembelajaran digunakan sebagai penjelas untuk mempermudah bagi para guru memberikan pelayanan belajar dan juga mempermudah bagi siswa untuk memahami materi ajar yang disampaikan guru. “Pendekatan pembelajaran adalah cara mengelola kegiatan belajar dan perilaku siswa agar ia dapat aktif melakukan tugas belajar sehingga dapat memperoleh hasil belajar secara optimal”.” Istilah pendekatan merujuk kepada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Diawal pembelajaran guru menyuruh siswa untuk membuat persegi panjang dengan menggunakan alat peraga berupa kertas. Pendekatan Induktif dan Deduktif January 5. Menurut Sagala (2010:68) menjelaskan bahwa “Pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang akan ditempuh oleh guru dan siswa dalam mencapai tujuan instruksional untuk satuan instruksional tertentu. Oleh karena itu metode pembelajaran yang digunakan dapat bersumber atau tergantung dari pendekatan tertentu. Siswa dituntut untuk membentuk kertas tersebut menjadi sebuah bangun persegi panjang. Menurut Wahjoedi (1999:121) bahwa.” Sedangkan menurut Sanjaya (2008:125) menyatakan bahwa “Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Berdasarkan pengertian tentang pendekatan pembelajaran tersebut dapat disimpulkan bahwa.Seorang guru memberikan materi mengenai bangun datar persegi panjang. 1. Kemudian pada akhir pembelajaran siswa dan guru sama – sama saling menyimpulkan mengenai sifat – sifat bangun persegi panjang. sistem ini dipandang sebagai sistem yang paling baik pada abad pertengahan yaitu cara induktif disebut juga sebagai dogmatif artinya bersifat mempercayai bagitu saja tanpa . Pendekatan induktif Pendekatan induktif pada awalnya dikemukakan oleh filosof Inggris Perancis Bacon yang menghendaki agar penarikan kesimpulan didasarkan pada fakta-fakta yang konkrit sebanyak mungkin. dengan memelihara suasana pembelajaran yang menyenangkan. pendekatan pembelajaran merupakan cara kerja yang mempunyai sistem untuk memudahkan pelaksanaan proses pembelajaran dan membelajarkan siswa guna membantu dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

menemukan.diteliti secara rasional. atau sebab yang mencerminkan suatu konsep atau prinsip. contoh. 2) Yang diajarkan berupa keterampilan komunikasi antara pribadi.” Sedangkan menurut Yamin (2008:89) menyatakan bahwa: Pendekatan induktif dimulai dengan pemberian kasus. prinsip dan sebagainya) sebagai pokok bahasan yang akan diajarkan. 4) Waktu yang tersedia cukup panjang. Pada dasarnya berpikir induktif ialah suatu proses dalam berpikir yang berlangsung dari khusus menuju ke yang umum. aturan umum. atau menyimpulkan prinsip dasar dari pelajaran tersebut. Kemudian siswa dibimbing untuk berusaha keras mensintesiskan. . Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pendekatan induktif adalah pendekatan pengajaran yang berawal dengan menyajikan sejumlah keadaan khusus kemudian dapat disimpulkan menjadi suatu kesimpulan. fakta. dan pengambilan keputusan. dan sabar. 3) Pengajar mempunyai keterampilan fleksibel. Mengajar dengan pendekatan induktif adalah cara mengajar dengan cara penyajian kepada siswa dari suatu contoh yang spesifik untuk kemudian dapat disimpulkan menjadi suatu aturan prinsip atau fakta yang pasti. prinsip atau aturan Menurut Yamin (2008:90) pendekatan induktif tepat digunakan manakala: 1) Siswa telah mengenal atau telah mempunyai pengalaman yang berhubungan dengan mata pelajaran tersebut. Menurut Sagala (2010:77) langkah-langkah yang harus ditempuh dalam model pembelajaran dengan pendekatan induktif yaitu: 1) Memilih dan mementukan bagian dari pengetahuan (konsep. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Sagala (2010:77) yang mengatakan bahwa “Dalam konteks pembelajaran pendekatan induktif adalah pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan sejumlah keadaan khusus kemudian dapat disimpulkan menjadi suatu prinsip atau aturan. pemecahan. terampil mengajukan pertanyaan terampil mengulang pertanyaan. sikap.

3) Kemudian bukti-bukti disajikan dalam bentuk contoh tambahan dengan tujuan membenarkan atau menyangkal hipotesis yang dibuat siswa. 4) Kemudian disusun pernyataan tentang kesimpulan misalnya berupa aturan umum yang telah terbukti berdasarkan langkah-langkah tersebut. b) Murid memahami sifat atau rumus melalui serangkaian contoh. Dalam bidang ilmu sains dijumpai upaya mencoba pembelajaran dan topik baru yang menyajikan kerangka pengetahuan. 7. 6. 2. Kalau terjadi keraguan mengenai pengertian dapat segera diatasi sejak masih awal. Kelebihan dari pendekatan induktif antara lain : 2. menyajikan teori-teori dan rumus dengan sedikit memperhatikan pengetahuan utama siswa. Menurut Setyosari (2010:7) menyatakan bahwa “Berpikir deduktif merupakan proses berfikir yang didasarkan pada pernyataan-pernyataan yang bersifat umum ke hal-hal yang bersifat khusus dengan menggunakan logika tertentu. prinsip umum itu kedalam keadaan khusus. dan kurang atau tidak mengkaitkan dengan pengalaman mereka. a) Memberikan kesempatan pada siswa untuk berusaha sendiri atau menemukan sendiri suatu konsep sehingga akan diingat dengan lebih baik.2) Menyajikan contoh-contoh spesifik dari konsep. 4. Pembelajaran dengan pendekatan deduktif menekankan pada guru mentransfer informasi atau pengetahuan. d) Secara matematik (formal) sifat atau rumus yang diperoleh dengan pendekatan induktif masih belum menjamin berlaku umum. prinsip atau aturan umum itu sehingga memungkinkan siswa menyusun hipotesis (jawaban sementara) yang bersifat umum. a) Memerlukan banyak waktu. 5. 4. Kelemahan dari pendekatan induktif antara lain : 3.” Hal serupa dijelaskan oleh Sagala (2010:76) yang menyatakan bahwa: Pendekatan deduktif adalah proses penalaran yang bermula dari keadaaan umum kekeadaan yang khusus sebagai pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan aturan. Adapun kelebihan dan kelemahan dari pendekatan induktif dibandingkan dengan pendekatan lain adalah : 1. c) Dapat meningkatkan semangat belajar siswa. Sedangkan menurut Yamin (2008:89) menyatakan bahwa “Pendekatan deduktif merupakan pemberian penjelasan tentang prinsip-prinsip isi pelajaran. baik dilakukan oleh guru atau oleh siswa. b) Kadang-kadang hanya sebagian siswa yang terlibat secara aktif.” . 3. kemudian dijelaskan dalam bentuk penerapannya atau contoh-contohnya dalam situasi tertentu. prinsip umum diikuti dengan contoh-contoh khusus atau penerapan aturan. Pendekatan Deduktif Pembelajaran dengan pendekatan deduktif terkadang sering disebut pembelajaran tradisional yaitu guru memulai dengan teori-teori dan meningkat ke penerapan teori. c) Sifat dan rumus yang diperoleh masih memerlukan latihan atau aplikasi untuk memahaminya.

7. prinsip yang berifat umum. 4) guru menyajikan bukti-bukti untuk menunjang atau menolak kesimpulan bahwa keadaan khusus itu merupakan gambaran dari keadaan umum. 4) Waktu yang tersedia sedikit. lengkap dengan definisi dan contoh-contohnya. Disini guru menjelaskan teori-teori yang telah ditemukan para ahli. Kelebihan pendekatan deduktif antara lain: 2. a) Tidak memerlukan banyak waktu. 3) guru menyajikan contoh-contoh khusus agar siswa dapat menyusun hubungan antara keadaan khusus dengan aturan prinsip umum. 2) guru menyajikan aturan. Dari penjelasan beberapa teori dapat diambil kesimpulan bahwa pendekatan deduktif adalah cara berfikir dari hal yang bersifat umum ke hal-hal yang bersifat khusus. Adapun kelebihan dan kelemahan dari pendekatan deduktif dibandingkan dengan pendekatan lain adalah : 1. 3. . Menurut Sagala (2010:76) langkah-langkah yang dapat digunakan dalam pendekatan deduktif dalam pembelajaran adalah 1) guru memilih konsep. Menurut Yamin (2008:89) pendekatan deduktif dapat dipergunakan bila: 1) Siswa belum mengenal pengetahuan yang sedang dipelajari. 3) Pengajaran mengenai pelajaran tersebut mempunyai persiapan yang baik dan pembicaraan yang baik. 6. aturan yang akan disajikan dengan pendekatan deduktif. prinsip. 4. Kelemahan pendekatan deduktif antara lain: 5. b) Siswa sulit memahami pembelajaran matematika yang diberikan karna siswa menerima konsep matematika yang secara langsung diberikan oleh guru. b) Sifat dan rumus yang diperoleh dapat langsung diaplikasikan kedalam soal-soal atau masalah yang konkrit. c) Siswa cenderung bosan dengan pembelajaran dengan pendekatan deduktif. kemudian menjabarkan kenyataan yang terjadi atau mengambil contoh-contoh. teknis dan bidang yang kurang membutuhkan proses berfikir kritis.Dalam pendekatan deduktif menjelaskan hal yang berbentuk teoritis kebentuk realitas atau menjelaskan hal-hal yang bersifat umum ke yang bersifat khusus. 2) Isi pelajaran meliputi terminologi. Hal ini disebabkan siswa baru bisa memahami konsep setelah disajikan berbagai contoh. karna disini siswa langsung menerima konsep matematika dari guru tanpa ada kesempatan menemukan sendiri konsep tersebut. a) Siswa sering mengalami kesulitan memahami makna matematika dalam pembelajaran.

dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. instrumen dan operasionalisasi. untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan.Konsep tidak bisa diingat dengan baik oleh siswa. sampelnya jelas. Pendekatan Induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini. permintaan dan penawaran barang. hipotesis. Dengan demikian konteks pendekatan deduktif tersebut. Kedua pendekatan tersebut di atas (pendekatan deduktif dan induktif). Dalam konteks ini. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. definisi operasional. Dengan kata lain. Dalam hal ini pendekatan induktif merupakan kebalikan dari pendekatan deduktif. dll. dll. pertanyaan yang akan diajukan sudah jelas dan hampir baku. Contoh Induktif : bisa jadi langsung ke lapangan untuk wawancara secara mengalir (contoh penelitian tentang konflik pilkada di desa X) artinya tidak perlu pakai kuesioner tapi tetapi menggunakan interview guide dan biasanya jenis pertanyaan terbuka dan di lapangan bisa berkembang. Pendekatan Deduktif merupakan prosedur yang berpangkal pada suatu peristiwa umum. artinya sudah disiapkan semua tinggal cari data. konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala. seolah-olah . Metode ini diawali dari pembentukan teori. teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi. Contoh Deduktif : jika meneliti konsumsi rumah tangga untuk minyak. maka sebelum turun ke lapangan yang dipersiapkan adalah teori konsumsi.

dpuf PENDEKATAN DEDUKTIF & INDUKTIF TEORI AKUNTANSI 1. Penentuan prinsip-prinsip akuntansi 4. dll. Pendekatan Induktif Pendekatan ini dimulai dengan serangkaian pengamatan terhadap informasi keuangan dari bisnis perusahaan dan selanjutnya akan diperoleh rumusan gagasan serta prinsip-prinsip . artinya sudah disiapkan semua tinggal cari data. Tetapi dalam prakteknya. merupakan cara berpikir yang berbeda dan terpisah. sampelnya jelas. permintaan dan penawaran barang. Metode deduktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum ke sesuatu yang khusus (going from the general to the specific). dan dilaksanakan dalam suatu wujud penelitian ilmiah yang menggunakan metode ilmiah dan taat pada hukum-hukum logika. 2. Tahap-tahap pendekatan deduktif : 1. maka sebelum turun ke lapangan yang dipersiapkan adalah teori konsumsi. dikutip dari berbagai sumber .See more at: http://aina-tunk. Pendekatan Deduktif Pendekatan deduktif (deductive approach) adalah pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. antara berangkat dari teori atau berangkat dari fakta empirik merupakan lingkaran yang tidak terpisahkan.qtYE3EEg.blogspot. untuk mendapatkan pengetahuan ilmiah kedua pendekatan tersebut dapat digunakan secara bersama-sama dan saling mengisi. dll. Penetapan-penetapan tujuan pelaporan keuangan 2. peneliti dapat menarik lebih dari satu kesimpulan. Contoh: Jika meneliti konsumsi rumah tangga untuk minyak. Dalam sistem deduktif yang kompleks. Pemilihan dalil-dalil akuntansi 3. Kalau kita berbicara teori sebenarnya kita sedang mengandaikan fakta dan kalau berbicara fakta maka kita sedang mengandaikan teori (Heru Nugroho. Dengan demikian. Pengembangan teknik-teknik akuntansi. pertanyaan yang akan diajukan sudah jelas dan hampir baku.html#sthash. Dari asumsi atau dalil dasar akuntansi dan konklusi logis yang diperoleh dan sejumlah prinsip akuntansi untuk menyajikan petunjuk dan dasar bagi pengembangan teknik-teknik akuntansi selanjutnya. 2001: 69-70).my/2012/07/teori-pendekatan-deduktif- dan.

Penganalisaan dan pengelompokan pengamatan untuk mendeteksi adanya hubungan yang berulang (kesamaan atau kemiripan) 3. Meskipun terdapat pengecualian. 3. Meskipun riset empiris berupaya untuk deskriptif. sistem deduktif umumnya bersifat normatif dan pendekatan induktif umumnya berupaya untuk bersifat deskriptif. Pencatatan seluruh pengamatan 2. teori deskriptif (descriptive theory) berupaya untuk menemukan hubungan yang sebenarnya terjadi. Sebagai contoh. Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) yang dijelaskan di dalam pernyataan (statement) dibangun berdasarkan observasi dari praktek yang ada. lalu menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut. Pendekatan Induktif menekankan pada pengamatan dahulu. penelitinya tidak mungkin . Penginduksian asal mula konklusi-konklusi dan prinsip-prinsip akuntansi dari pengamatan- pengamatan yang menggambarkan hubungan secara berulang. 4 adalah contoh dari penelitian induksi. akuntansi dari pengamatan tersebut dengan menggunakan dasar hubungan yang terjadi secara berulang. Contoh: Bisa jadi langsung ke lapangan untuk wawancara secara mengalir (contoh penelitian tentang konflik pilkada di desa X) artinya tidak perlu pakai kuesioner tapi tetapi menggunakan interview guide dan biasanya jenis pertanyaan terbuka dan di lapangan. karena berupaya untuk menemukan hubungan empiris. Sebaliknya. Hal ini karena metode deduktif pada dasarnya merupakan sistem yang tertutup dan nonempiris yang kesimpulannya secara ketat didasarkan kepada premis. 4. pendekatan induktif bersifat deskriptif. Statement ini adalah suatu usaha APB untuk membangun sebuah teori akuntansi. Perbedaan Pendekatan Deduktif & Induktif Teori normatif (normative theory) menggunakan pertimbangan nilai (value judgement) yang berisi satu atau lebih premis menjelaskan cara yang seharusnya ditempuh. Sebaliknya. APB Statement No. Metode ini sering disebut sebagai sebuah pendekatan pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum (going from specific to the general). Pengujian konklusi-konklusi yang dibuat. Salah satu pertanyaan yang menarik adalah apakah temuan riset empiris dapat bebas nilai (value-free) atau netral karena pertimbangan nilai sesungguhnya mendasari bentuk dan isi riset tersebut. premis yang menyatakan bahwa laporan akuntansi (accounting reports) seharusnya didasarkan kepada pengukuran nilai aset bersih yang bisa direalisasi (net realizable value measurements of assets) merupakan premis dari teori normatif. Pendekatan induktif dalam penyusunan teori mencakup empat tahap : 1.

Teori akuntansi positif menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen dalam memilih prosedur akuntansi yang optimal dan mempunyai tujuan tertentu. dalam praktek riset pembedaan ini seringkali tidak berlaku. Para peneliti seringkali bekerja secara terbalik dari kesimpulan penelitian lainnya dengan mengembangkan hipotesis baru yang tampaknya cocok dengan data yang tersedia. Teori akuntansi positif (positive accounting theory) mengusulkan tiga hipotesis motivasi .sepenuhnya bersikap netral dengan dipilihnya suatu permasalahan yang akan diteliti dan dirumuskannya definisi konsep yang terkait dengan permasalahan tersebut. Riset induktif tersebut pada gilirannya akan bermanfaat dalam proses pembuatan kebijakan yang biasanya mengandalkan penalaran deduktif dalam menentukan aturan yang akan diberlakukan. prosedur akuntansi yang digunakan oleh perusahaan tidak harus sama dengan yang lainnya. karena didasarkan kepada fenomena empiris umumnya hanya berfokus kepada sebagian kecil dari fenomena tersebut yang relevan dengan permasalahan yang diamatinya. keduanya bukanlah pendekatan yang saling bersaing tetapi saling melengkapi (complementary) dan seringkali digunakan secara bersama. Proses riset sendiri tidak selalu mengikuti suatu pola yang pasti. Dengan kata lain. 4. tindakan oportunis adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh perusahaan dalam memilih kebijakan akuntansi yang menguntungkan dan memaksimumkan kepuasan perusahaan tersebut. Oleh karena premis sistem deduktif bersifat total dan menyeluruh maka kesimpulannya pasti bersifat global. maka menurut Scott (2000) manajer mempunyai kecenderungan melakukan suatu tindakan yang menurut teori akuntansi positif dinamakan sebagai tindakan oportunis (opportunistic behavior). Meskipun pembedaan antara sistem deduktif dan induktif bermanfaat untuk maksud pengajaran. Ada berbagai motivasi yang mendorong dilakukannya manajemen laba. Teori Akuntansi Positif Teori akuntansi positif (positive accounting theory) sering dikaitkan dalam pembahasan mengenai manajemen laba (earnings management). Perbedaan yang lebih mencolok antara sistem deduktif dan induktif adalah: kandungan atau isi (contents) teori deduktif kadang bersifat global (makro) sedangkan teori induktif umumnya bersifat partikularistik (mikro). Metode induktif bisa digunakan untuk menilai ketepatan (appropriateness) premis yang pada mulanya digunakan dalam suatu sistem deduktif. Dengan adanya kebebasan itulah. namun perusahaan diberi kebebasan untuk memilih salah satu alternatif prosedur yang tersedia untuk meminimumkan biaya kontrak dan memaksimalkan nilai perusahaan. Dalam konteks akuntansi. Sistem induktif. riset induktif bisa membantu memperjelas hubungan dan fenomena yang ada dalam lingkungan bisnis yang mendasari praktek akuntansi. Jadi. Menurut teori akuntansi positif.

2. Dengan demikian. 1986 dalam Santoso. diantaranya muncul intervensi pemerintah. Hal ini dilakukan untuk memaksimumkan bonus yang akan mereka peroleh karena seberapa besar tingkat laba yang dihasilkan seringkali dijadikan dasar dalam mengukur keberhasilan kinerja. Hipotesis program bonus (the bonus plan hypotesis). akan cenderung memilih prosedur akuntansi yang meningkatkan laba tahun berjalan. Hipotesis perjanjian utang (the debt covenant hypotesis) Hipotesis ini berkaitan dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi perusahan di dalam perjanjian utang (debt covenant). Jika besarnya bonus tergantung pada besarnya laba. Seperti yang sudah dijelaskan. karena perusahaan yang memiliki tingkat laba yang tinggi dinilai akan mendapat perhatian yang luas dari kalangan konsumen dan media yang nantinya juga akan menarik perhatian pemerintah dan regulator sehingga menyebabkan terjadinya biaya politis. Hipotesis ini menyatakan bahwa perusahaan yang menggunakan bonus plan akan cenderung untuk menggunakan metode-metode akuntansi yang dapat meningkatkan laba yang dilaporkan pada periode berjalan. Sehingga dengan meningkatkan laba perusahaan berusaha untuk mencegah atau setidaknya menunda hal tersebut. maka perusahaan tersebut akan berusaha menghindari terjadinya (debt covenant) dengan cara memilih metode akuntansi yang meningkatkan laba. dan berbagai macam tuntutan lain yang dapat meningkatkan biaya politis. Hipotesis biaya politik (the political cost hypothesis) Dalam hipotesis ini dinyatakan bahwa semakin besar biaya politis yang dihadapi oleh perusahaan maka semakin besar pula kecenderungan perusahaan menggunakan pilihan akuntansi yang dapat mengurangi laba. Dinyataka pula jika perusahaan mulai mendekati suatu pelanggaran terhadap (debt covenant). Tiga hipotesis menurut Watts dan Zimmerman (1986) dalam Santoso (2004) dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. pengenaan pajak yang lebih tinggi. dalam teori akuntansi positif (positive accounting theory) ada berbagai motivasi yang mendorong dilakukannya manajemen laba. peneliti dapat melihat hubungan teori akuntansi positif (positive accounting theory) dengan penelitian ini. Salah satu motivasi yang terkait dengan adanya perubahan tarif pajak penghasilan badan 2008 yaitu motivasi regulasi politik yang merupakan motivasi . maka perusahaan tersebut dapat meningkatkan bonusnya dengan meningkatkan laba setinggi mungkin. manajemen laba yang dihubungkan oleh tindakan oportunistik yang dilakukan oleh perusahaan (Watts dan Zimmerman. Sebagian perjanjian utang mempunyai syarat-syarat yang harus dipenuhi peminjam selama masa perjanjian. 2004). diperkirakan bahwa perusahaan yang mempunyai kebijakan pemberian bonus yang berdasarkan pada laba akuntansi. Pelanggaran terhadap (debt covenant) dapat menimbulkan suatu biaya serta dapat menghambat kinerja manajemen. 3. Dari definisi diatas.

Memerlukan kekerapan ulangan dalam pelbagai konteks untu menguasai sesuatu kemahiran. 10. Hilda Taba mempercayai bahawa pelajar membuat generalisasi hanya setelah maklumat dapat diorganisasi dengan sempurna. Mampu mewujudkan suasana pembelajaran yang menarik dan berkesan. Menekankan pengajaran berbentuk konkrit. Pengajaran berasaskan gaya pemikiran deduktif adalah satu pendekatan mengajar yang mengasaskan pengajaran berdasarkan keseluruhan konsep. pendekatan deduktif melibatkan pelajar-pelajar mempelajari peraturan-peraturan atau diberi maklumat tertentu sebelum mereka diminta melakukan penganalisisan bahan yang hendak dipelajari itu. 2004). kemudian membuat generalisasi atau kesimpulan (Kamarudin Husin & Siti Hajar Abdul Aziz. Pendekatan Induktif Pendekatan Induktif memberi peluang kepada pelajar membuat kesimpulan sendiri mengenai sesuatu konsep ataupun benda. 2001).Melalui pendekatan ini. 4. Selain itu mereka dapat melatih diri untuk berkomunikasi dan bergaul dengan pelajar yang pelbagai latar belakang. mengkaji. Banyak menekankan aspek lisan. Taba adalah lebih dikenali dengan model pengajarannya yang melibatkan pemikiran induktif. Pendekatan ini juga melibatkan penyerapan yang aktif dalam kalangan pelajar. 5. Menekankan penglibtan murid secara aktif. Sains dan Bahasa (Mok Soon Sang. Hal ini disebabkan mereka perlu menggunakan keupayaan mental untuk mengenal pasti rumus-rumus yang menjadi dasar kepada pembentukan sesuatu ayat. 9. Pengajaran berasaskan gaya induktif adalah satu pendekatan mengajar yang melibatkan satu proses penaakulan yang tinggi di mana melibatkan aktiviti mengumpul dan mentafsir maklumat-maklumat. Membentuk satu kesimpulan umum daripada contoh-contoh tertentu. ia juga menggunakan proses penaakulan yang tinggi. Memperkenalkan pengetahuan dan memberi pengalaman. Strategi induktif ini mengalir dalam proses kognitif dan memerlukan pelajar menggunakan teknik soalan-soalan ringkas (Hilda Taba. Menurut beliau. memerhati. hukum. 12. 3. dengan menggunakan pelbagai strategi. 1962). Konsep Induktif Antara Konsep Induktif ialah:- 1. Dalam pengajaran dan pembelajaran sesuatu ‘subjek matter’. Membuat satu andaian yang munasabah daripada yang spesifik kepada umum. membentuk contoh serta kesimpulan diberikan kemudian. Kaedah deduktif berlandaskan pendekatannya merupakan kaedah mengajar yang kompleks kerana ia memerlukan murid-murid memperolehi kefahaman yang mendalam dan pengetahuan yang cukup. Bermatlamatkan kepada pembentukan kebiasaan. daya kefahaman dan ingatan murid terhadap isi pelajaran dapat dipertingkatkan kerana mereka sendiri yang terlibat dalam pengesanan rumus. khususnya Matematik. teorem atau peraturan yang diikuti dengan aplikasinya ke atas contoh-contoh yang khusus (Mok Soon Sang. 6. Kelebihan Pendekatan Induktif Kelebihan pendekatan induktif ialah pendekatan ini dapat mengasah kemahiran berfikir dalam kalangan murid. Mempelajari sesuatu untuk mendapatkan “hukum” 2. Pelajar lemah dapat berinteraksi dengan pelajar pandai. Pendekatan Induktif ini juga tidak digalakan memberi definisi penerangan dan kandungan pelajaran dan ianya lebih mengutamakan mengemukakan soalan. 13. kerana pelajar terlibat secara aktif dalam kumpulan dan dapat melatih mereka untuk berfikir secara kritis dan kreatif. Ianya mengutamakan contoh-contoh pada awal pengajaran dan dibuat generelisasi daripadanya. 2003). Cuba mendapatkan kesimpulan melalui satu urutan pemikiran. 7. Memberi peluang sepenuhnya kepada murid belajar di bawah bimbingan guru. Kaedah ini menjadi pilihan. Konsep deduktif boleh ditakrifkan sebagai sesuatu pendekatan mengajar yang bermula daripada sesuatu atau beberapa rumus. Kaedah induktif merupakan salah satu kaedah mengajar yang sesuai digunakan dalam pengajaran pelbagai mata pelajaran. Selain itu.manajemen dalam mensiasati berbagai regulasi pemerintah guna melakukan manipulasi laba dengan menurunkan laba yang dilaporkan sehingga pajak yang dibayarkannya menjadi kecil. 11. 8. prinsip. pelajar boleh dibantu menyelesaikan masalah dengan jayanya. Menggunakan pengantaraan deria (pengalaman deria) untuk mendapatkan pengetahuan. Seperti dalam pendekatan induktif. strategi perbincangan dapat digalakkan kerana .

3. Melihat dari segipsikologi. Kelebihan pendekatan deduktif adalah ianya memudahkan tugas guru yang mana guru mengemukakan prinsip asas manakala murid menggunakan prinsip berkenaan. Dengan demikian. latihan-latihan yang disediakan haruslah beraneka jenis dan dalam konteks yang bermakna. Pendekatan ini boleh mengongkong kreativiti mereka kerana mereka terlalu terikat kepada rumus. khususnya dalam hal menghuraikan rumus. Justeru itu perkara ini boleh mengurangkan kebosanan mereka Kelemahan Pendekatan Induktif Setiap sesuatu itu mempunyai kelebihan dan kelemahan yang tersendiri begitu juga dengan pendekatan induktif. Guru tidak digalakkan untuk dimasukkan contoh-contoh yang memperlihatkan penyimpangan. guru haruslah memastikan bahawa generalisasi yang hendak diajarkan itu dihuraikan dengan jelas. 4. difahami dan contoh-contoh penerapan generalisasi di dalam ayat-ayat mestilah mencukupi dan benar-benar menepati rumus-rumus tersebut. Untuk menentukan bahawa pengajaran ini mendatangkan kesan yang lebih mendalam. Bagi murid-murid yang lemah pula. 2. Mempelajari sesuatu berdasarkan sesuatu hukum. sesuatu yang dapat dikesan atau dijumpai sendiri oleh murid dalam sesuatu pembelajaran dapat menjamin ingatan yang lebih kekal. Apa yang lebih penting ialah ianya tiada risiko mendapat hasil yang salah atau tidak sempurna. Contoh-contoh tidak semestinya diberikan oleh guru tetapi boleh juga diminta daripada murid. Pendekatan ini berbeza dengan pendekatan induktif kerana pendekatan ini cara ini cepat dan menjimatkan masa pengajaran kerana rumus-rumus disediakan dan dihuraikan terus oleh guru. Sekiranya sesebuah kelas itu terdiri daripada murid-murid yang ramai jumlahnya. iaitu setelah contoh-contoh yang disediakan oleh guru dikemukakan. pemikiran murid tidak tercabar untuk mengesan dan menentukan rumus kerana rumus-rumus diberikan oleh guru. Antara kelemahaan pendekatan ini adalah pengajaran yang dilakukan mengambil masa yang panjang kerana guru perlu membimbing murid mengesan rumus. pendapat dan pemahaman yang berbeza. Pendekatan ini juga boleh meninggalkan kesan pembelajaran yang memuaskan kepada pelajar-pelajar dewasa. berbanding dengan sesuatu yang diberitahu terus oleh guru. penglibatan murid tidak begitu aktif kerana guru lebih banyak memainkan peranan. Membuat satu penghuraian daripada umum kepada khusus. Pendekakatan menggunakan deduktif dicirikan dengan pelajar mempelajari berdasarkan sesuatu hukum. Walaubagaimanapun. terutamanya pada awal pengajaran. Menganalisa fakta yang membentuk generalisasi. . kefahaman mereka dinilai melalui aktiviti- aktiviti yang disediakan pada peringkat aplikasi. Kelebihan Pendekatan Deduktif. Selain itu.tugas menentukan rumus dibuat oleh murid-murid sendiri dengan ini suasana pembelajaranakan menjadi lebih hidup. Kelemahan Pendekatan Deduktif Manakala kelemahan menggunakan pendekatan ini adalah pengajaran mungkin membosankan kerana murid dibebani dengan rumus-rumus yang wajib dipatuhi. pendekatan ini tidak begitumenjamin ingatan yang berkekalan dalam kalangan murid tentang rumus-rumus yang diajarkan itu. Dalam aplikasi pula. Pelajar perlu menaakul untuk mendapatkan fakta/contoh AplikasiContohRumus/Generalisasi Konsep Deduktif 1. manakala murid hanya mendengar dan mengikutinya. pendekatan ini akan menimbulkan masalah kerana adalah sukar bagi mereka untuk memikirkan rumus-rumus daripada contoh-contoh ayat yang diberikan. Kelebihan lain menggunakan pendekatan ini ialah kemahiran lisan dapat disuburkan kerana pendekatan ini memerlukan perbincangan yang banyak di dalam bilik darjah dan juga murid-murid tidak begitu dibebani dengan rumus-rumus pada peringkat awal pembelajaran sebaliknya mereka didedahkan dengan pelbagai contoh penggunaan terlebih dahulu. Satu produksi fakta untuk membuktikan satu penyataan umum. Hal ini bertujuan untuk memberi peluang kepada murid menerapkan rumus dalam situasi yang baru. Justeru itu. Model Deduktif Dalam pengajaran yang bermodelkan pendekatan ini guru memainkan peranan penting untuk menerangkan atau mengajarkan dan diasaskan kepada hoskut tertentu. Murid tidak perlu mengambil masa untuk memikirkan atau mengesan rumus. penjurusan fikiran ke satu arah sukar dibuat kerana setiap murid mempunyai fikiran.