MEKANISME PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN DANA KAPITASI

JAMINAN KESEHATAN NASIONAL PADA FASILITAS KESEHATAN
TINGKAT PERTAMA

Sumber: http://bpjs-kesehatan.go.id/

A. PENDAHULUAN
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dan di tahun 2010
memiliki penduduk sebanyak 237.641.326 jiwa1. Salah satu permasalahan yang
dihadapi oleh Indonesia sebagai negara yang berkembang adalah masalah
kesehatan. Negara berkewajiban untuk untuk menjamin kesehatan warga negaranya
sebagaimana yang diamanatkan oleh Pasal 34 ayat (1) dan (2) UUD 1945 yang
berbunyi: “Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan
memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat
kemanusiaan. Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan
kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak”. Selain itu pula mendapatkan
fasilitas kesehatan merupakan hak setiap warga negara sebagaimana diatur dalam
Pasal 28H ayat (1) UUD 1945 yang berbunyi: “Setiap orang berhak hidup
sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup
yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”.
Pada tahun 2004, diterbitkan Undang-Undang No. 40 Tahun 2004 tentang
Sistem Jaminan Sosial Nasional sebagai tindak lanjut dari Pasal 28 H ayat (1),
Pasal 34 ayat (1) dan (2) UUD 1945. Dalam Undang-Undang ini salah satunya
mengatur tentang pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). BPJS
tersebut merupakan peleburan dari Perusahaan Perseroan (Persero) Jaminan Sosial

1 www.bps.go.id

1

mengelola Dana Jaminan Sosial untuk kepentingan Peserta. BPJS terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial 4 Pasal 11 Undang-Undang No. BPJS memiliki tugas yaitu3: 1. BPJS Kesehatan menyelenggarakan program jaminan kesehatan. Berdasarkan Undang-Undang No. jaminan hari tua. 5. Di samping itu. dan 7. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional 3 Pasal 10 Undang-Undang No. mengumpulkan dan mengelola data Peserta program Jaminan Sosial. Keberadaan dana kapitasi sangat penting karena digunakan untuk kegiatan 2 Penjelasan Umum Undang-Undang No. pelaksanaan berbagai program jaminan sosial tersebut belum mampu memberikan perlindungan yang adil dan memadai kepada para peserta sesuai dengan manfaat program yang menjadi hak peserta2. jaminan pensiun. dan jaminan kematian. 24 Tahun 2011 memberikan kewenangan kepada BPJS yang salah satunya adalah membuat kesepakatan dengan fasilitas kesehatan mengenai besar pembayaran fasilitas kesehatan yang mengacu pada standar tarif yang ditetapkan oleh Pemerintah4. 2. 24 2 . dan Perusahaan Perseroan (Persero) Asuransi Kesehatan Indonesia (ASKES). Perusahaan Perseroan (Persero) Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (TASPEN). Pembayaran yang dilakukan kepada fasilitas kesehatan salah satunya berupa dana kapitasi. menerima Bantuan Iuran dari Pemerintah. Sebelumnya. melakukan dan/atau menerima pendaftaran Peserta. sedangkan BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan program jaminan kecelakaan kerja. berbagai program tersebut baru mencakup sebagian kecil masyarakat. Sebagian besar rakyat belum memperoleh perlindungan yang memadai. membayarkan Manfaat dan/atau membiayai pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan program Jaminan Sosial. Perusahaan Perseroan (Persero) Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). memberikan informasi mengenai penyelenggaraan program Jaminan Sosial kepada Peserta dan masyarakat. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. 4. 6. Tugas-tugas yang diamanatkan oleh Undang-Undang No. memungut dan mengumpulkan Iuran dari Peserta dan Pemberi Kerja. 3. Tenaga Kerja (JAMSOSTEK).

operasional pelayanan kesehatan. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan Jo. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900/2280/SJ. 5. Pelaksanaan dan Penatausahaan. perlu dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar tujuan dari penyelenggaran Jaminan Sosial dapat tecapai secara maksimal. Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Norma Penetapan Besaran Kapitasi Dan Pembayaran Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen Pelayanan Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Penulisan kajian mengenai “Mekanisme Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama” dilakukan berdasarkan peraturan perundang-undangan. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Oleh karena itu. 3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2014 Tentang Penggunaan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional Untuk Jasa Pelayanan Kesehatan Dan Dukungan Biaya Operasional Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemerintah Daerah 6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan. 4. Undang-Undang No. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Tanggal 5 Mei 2014 Petunjuk Teknis Penganggaran. 8. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Dan Pemanfaatan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemerintah Daerah. 7. serta Pertanggungjawaban Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemerintah Daerah. Undang-Undang No. 3 . Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional. 2. sebagai berikut: 1.

32 Tahun 2014. 6 Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Norma Penetapan Besaran Kapitasi Dan Pembayaran Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen Pelayanan Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama 7 Pasal 1 angka 3 Peraturan Presiden No. 4 . diagnosis. dan/atau pelayanan kesehatan lainnya 7. b. maka beberapa permasalahan yang akan dikaji dalam tulisan hukum ini adalah: 1. PEMBAHASAN 1. PERMASALAHAN Berdasarkan hal-hal tersebut. perawatan. 32 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Dan Pemanfaatan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemerintah Daerah. akan dijelaskan terlebih dahulu beberapa pengertian dana kapitasi dan istilah-istilah lain yang berhubungan dengan dana kapitasi. Dana kapitasi adalah besaran pembayaran per-bulan yang dibayar dimuka kepada Fasiltas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) berdasarkan jumlah peserta yang terdaftar tanpa memperhitungkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan5.B. Mekanisme Pengelolaan Dan Pemanfaatan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan Sebelum membahas terkait mekasnisme pengelolaan dan pemanfaatan dana kapitasi pada fasilitas kesehatan tingkat pertama. 8 Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 2 Tahun 2015. Tarif Kapitasi adalah besaran pembayaran per-bulan yang dibayar dimuka oleh BPJS Kesehatan kepada FKTP berdasarkan jumlah Peserta yang terdaftar tanpa memperhitungkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan6. yang terdiri atas8: a. FKTP adalah fasilitas kesehatan yang melakukan pelayanan kesehatan perorangan yang bersifat non spesialistik untuk keperluan observasi. puskesmas atau yang setara. pengobatan. Bagaimana mekanisme pengelolaan dan pemanfaatan dana kapitasi jaminan kesehatan nasional pada fasilitas kesehatan tingkat pertama berdasarkan peraturan perundang-undangan? C. 5 Pasal 1 angka 6 Peraturan Presiden No. praktik dokter.

BPJS Kesehatan melakukan pembayaran kepada FKTP secara praupaya berdasarkan kapitasi atas jumlah Peserta yang terdaftar di FKTP11. b. 5 . Pembayaran kapitasi kepada FKTP dilakukan oleh BPJS Kesehatan setiap bulan paling lambat tanggal 15 bulan berjalan10. atau fasilitas kesehatan yang setara sebesar Rp. c.00 (delapan ribu rupiah) sampai dengan Rp. 32 Tahun 2014 10 Bab V Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan No. Besaran standar tarif kapitasi ditetapkan sebagai berikut13: a.000. dan 9 Pasal 3 Peraturan Presiden No.00 (enam ribu rupiah).3. praktik dokter gigi. klinik pratama. Mekanisme pengelolaan dan pemanfaatan dana kapitasi pada FKTP di daerah diatur dalam Peraturan Presiden No.00 (tiga ribu rupiah) sampai dengan Rp. Besaran tarif kapitasi yang dibayarkan kepada FKTP pada suatu wilayah ditentukan berdasarkan kesepakatan BPJS Kesehatan dengan Asosiasi Fasilitas Kesehatan di wilayah setempat dengan mengacu pada standar tarif kapitasi yang telah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan12. dan e. 28 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional.10. 13 Pasal 4 ayat (3) Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 2 Tahun 2015. rumah sakit Kelas D Pratama. klinik pratama atau yang setara.000. puskesmas atau fasilitas kesehatan yang setara sebesar Rp.8.000.00 (sepuluh ribu rupiah). 12 Pasal 4 ayat (2) Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 2 Tahun 2015. praktik dokter.6. Secara garis besar pengelolaan dana kapitasi dilakukan dengan cara BPJS Kesehatan melakukan pembayaran dana kapitasi kepada FKTP milik Pemerintah Daerah yang didasarkan pada jumlah peserta yang terdaftar di FKTP sesuai data dari BPJS Kesehatan dan Dana Kapitasi dibayarkan langsung oleh BPJS Kesehatan kepada Bendahara Dana Kapitasi JKN pada FKTP 9.000. Rumah Sakit Kelas D Pratama atau yang setara. d. 28 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional 11 Pasal 4 ayat (1) Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 2 Tahun 2015. 32 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Dan Pemanfaatan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemerintah Daerah dan Peraturan Menteri Kesehatan No.

17 Pasal 4 ayat (7) Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 2 Tahun 2015. pembayaran Dana Kapitasi oleh BPJS ke FKTP Pemerintah Daerah langsung ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang selanjutnya disetor ke Kas Daerah (KASDA) atau langsung dari BPJS Kesehatan ke Kas Daerah sebagai penerimaan daerah18.bppk. 19 http://www.00 (dua ribu rupiah). lingkup pelayanan. dan waktu pelayanan di FKTP16. perawat. c. Mekanisme tersebut antara lain19 : 14 Pasal 4 ayat (4) Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 2 Tahun 2015. tetapi kurang cocok diterapkan untuk transfer dana kapitasi sehingga transfer ke Bendahara Kapitasi JKN dipandang yang paling tepat untuk diterapkan. dan pelayanan laboratorium tingkat pratama17. 19 Tahun 2014 tentang Penggunaan Dana Kapitasi JKN untuk Jasa Pelayanan Kesehatan dan Dukungan Biaya Operasional pada Fasilitas FKTP Pemerintah Daerah.id/berita-makassar/20288-dana-kapitasi-bpjs-kesehatan-pelaksanaan- dan-pertanggungjawabannya 6 . Pertimbangan lingkup pelayanan meliputi pelayanan rawat jalan tingkat pertama sesuai peraturan perundang-undangan. kelengkapan sarana dan prasarana.000.go.kemenkeu. 18 Bab V Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan No. pelayanan obat. Penetapan besaran tarif kapitasi bagi masing-masing FKTP dilakukan oleh BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota berdasarkan seleksi dan kredensialing dengan mempertimbangkan sumber daya manusia.2. bidan termasuk jejaring bidan dan tenaga administrasi15. praktik perorangan dokter gigi sebesar Rp. Pertimbangan sumber daya manusia meliputi ketersediaan dokter berdasarkan rasio perbandingan jumlah dokter dengan jumlah peserta terdaftar dan ketersediaan dokter gigi. 28 Tahun 2014. 16 Pasal 4 ayat (6) Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 2 Tahun 2015. Selain itu pula ada beberapa sistem mekanisme klasifikasi uang/dana transfer APBN ke Pemerintah Daerah yang berjalan saat ini. Pertimbangan kelengkapan sarana dan prasarana meliputi kelengkapan sarana prasarana FKTP yang diperlukan dalam memberikan pelayanan. dan komitmen pelayanan14. Sebelum diundangkannya Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2014 tentang dan Peraturan Menteri Kesehatan No. 15 Pasal 4 ayat (5) Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 2 Tahun 2015.

28 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional. yaitu sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No. Sistem masukan dana transfer pusat seperti Dana Alokasi Umum. Dalam ketentuan tersebut dijelaskan bahwa untuk FKTP BLUD mekanisme pengelolaan dan pemanfaatan dana baik kapitasi maupun non kapitasi sepenuhnya dilakukan berdasarkan ketentuan BLUD. pengelolaan dan pemanfaatan Dana Kapitasi JKN terhadap FKTP yang belum berbentuk BLUD sebagaimana diatur dalam 7 . Pengelolaan dan pemanfaatan Dana Kapitasi JKN terhadap FKTP yang berbentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) diatur dalam Peraturan Menteri Kesahatan No. karena penganggarannya harus mendapat persetujuan DPRD. c. Peraturan Presiden No. 74 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dan secara teknis diatur Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. Sistem uang muka. 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Jo. karena semua harus ada kegiatan terlebih dahulu baru pencairan dana diajukan dan setelah disetujui. tidak cocok di terapkan dalam penyaluran Dana Kapitasi. Untuk Dana Kapitasi cara ini cocok/sesuai tapi tidak fleksibel. Cara ini tidak cocok/sesuai untuk Dana Kapitasi karena akan jadi lebih kacau lagi. Sistem dana perbantuan artinya dana Pemerintah Pusat harus dipertanggungjawabkan/di SPJ kan oleh Pemerintah Daerah ke Pemerintah Pusat. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. Dana Alokasi Khusus dan Dana Dekonsentrasi ke APBD. 32 Tahun 2014 tidak dapat diterapkan untuk FKTP yang berbentuk BLUD karena dalam Pasal 2 ketentuan tersebut menyebutkan bahwa Peraturan Presiden ini mengatur mengenai Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Kapitasi JKN pada FKTP milik Pemerintah Daerah yang belum menerapkan pola pengelolaan keuangan BLUD. b. Secara umum. dapat menghambat kecepatan pelayanan di FKTP. Ketidakfleksibelan cara ini.a.

sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dianggarkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran – Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) Dinas Kesehatan20. Pengangggaran Dana Kapitasi JKN yang belum berbentuk BLUD diatur dalam Pasal 4 Peraturan Presiden No. obyek Dana Kapitasi JKN pada FKTP. 22 Pasal 5 Peraturan Presiden No. pelaksanaan dan penatausahaan. Peraturan Presiden No. serta Pertanggungjawaban Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemerintah Daerah. 7. 8 . tanggal 5 Mei 2014. Tata cara dan format penyusunan RKA-SKPD dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan keuangan daerah21. rincian obyek Dana Kapitasi JKN pada masing- masing FKTP sesuai kode rekening berkenaan dan rencana belanja dana kapitasi JKN dianggarkan dalam kelompok Belanja Langsung dan diuraikan ke dalam jenis. 32 Tahun 2014. tanggal 5 Mei 2014 tentang Petunjuk Teknis Penganggaran. Kepala SKPD Dinas Kesehatan menyusun Dokumen Pelaksanaan Anggaran . pertanggungjawaban. 32 Tahun 2014 yang dimulai dari tahap penganggaran.22 20 Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900/2280/SJ. dan rincian obyek belanja sesuai kode rekening berkenaan. Tata cara dan format penyusunan DPA-SKPD dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan keuangan daerah. jenis Lain-lain Pendapatan Asli Daerah. 6. dan pengawasan. obyek. 32 Tahun 2014. Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) berdasarkan peraturan daerah tentang APBD tahun anggaran berkenaan dan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD tahun anggaran berkenaan. Rencana pendapatan dana kapitasi dianggarkan dalam kelompok Pendapatan Asli Daerah. Pelaksanaan dan penatausahaan Dana Kapitasi yang belum berbentuk BLUD secara umum diatur dalam Pasal 5. Pada tahap penganggaran Kepala FKTP menyampaikan rencana pendapatan dan belanja dana kapitasi JKN tahun berjalan kepada Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Kesehatan. dan 9 Peraturan Presiden No. 21 Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900/2280/SJ. 32 Tahun 2014. Pelaksanaan dan Penatausahaan. Rencana pendapatan dan belanja dana kapitasi JKN mengacu pada jumlah peserta yang terdaftar di FKTP dan besaran kapitasi JKN. 8.

26 Pasal 7 Peraturan Presiden No.28 Tahun 2014. 25 Bab V Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan No. dinas kesehatan mengusulkan kepada dinas PPKAD atau instansi yang bertanggungjawab mengelola keuangan daerah untuk melakukan reklas/pemindahbukuan dana kapitasi dari Bendahara Umum Daerah (BUD) ke masing-masing rekening dana kapitasi JKN FKTP sesuai dengan dana kapitasi yang diterima oleh FKTP23. 24 Pasal 6 Peraturan Presiden No. Setelah ditetapkan bendahara dan rekening dana kapitasi JKN. 32 Tahun 2014. Kepala Daerah menetapkan Bendahara Dana Kapitasi JKN pada FKTP atas usul Kepala SKPD Dinas Kesehatan melalui Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. Bendahara Dana Kapitasi JKN pada FKTP membuka Rekening Dana Kapitasi JKN yang ditetapkan oleh Kepala Daerah. 32 Tahun 2014. Pendapatan sebagaimana digunakan langsung untuk pelayanan kesehatan peserta JKN pada FKTP. maka dana kapitasi tersebut harus disetor ke kas daerah25. dana kapitasi tersebut digunakan untuk tahun anggaran berikutnya26. 28 Tahun 2014. 9 . Bendahara Dana Kapitasi JKN pada FKTP mencatat pendapatan dan belanja pada buku kas dan menyampaikan realisasi pendapatan dan belanja setiap bulan kepada Kepala FKTP dengan melampirkan bukti-bukti pendapatan 23 Bab V Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan No. 28 Tahun 2014. Untuk memanfaatkan kembali Dana Kapitasi yang telah disetorkan ke Kas Daerah oleh FKTP Milik Pemerintah Daerah. Pembayaran dana kapitasi dari BPJS Kesehatan dilakukan melalui Rekening Dana Kapitasi JKN pada FKTP dan diakui sebagai pendapatan. 27 Bab V Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan No. Dalam hal belum ditetapkan bendahara dan rekening dana kapitasi JKN dan BPJS membayar dana kapitasi ke rekening lama. Rekening Dana Kapitasi JKN pada FKTP merupakan bagian dari Rekening Bendahara Umum Daerah (BUD) dan disampaikan oleh Kepala FKTP kepada BPJS Kesehatan24. Dalam hal pendapatan dana kapitasi tidak digunakan seluruhnya pada tahun anggaran berkenaan. maka Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota harus mengusulkan adanya peraturan kepala daerah untuk pemanfaatan dana tersebut dan membuat dan mengusulkan dalam bentuk program dan kegiatan pada RKA-DPA SKPD Dinas Kesehatan27.

PPKD selaku BUD menerbitkan Surat Pengesahan Pendapatan dan Belanja (SP2B) FKTP. Kepala SKPD Dinas Kesehatan menyusun laporan realisasi pendapatan dan belanja yang bersumber dari dana kapitasi JKN serta menyajikannya dalam Laporan Keuangan SKPD Dinas Kesehatan yang akan dikonsolidasikan menjadi Laporan Keuangan Pemerintah Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan keuangan daerah33. tanggal 5 Mei 2014. 30 Pasal 8 Peraturan Presiden No. 32 Tahun 2014. Aparat Pengawasan Intern Pemerintah Kabupaten/Kota melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pengelolaan dan pemanfaatan dana kapitasi sesuai ketentuan yang berlaku. tanggal 5 Mei 2014. 32 Tahun 2014. 10 . Berdasarkan SP2B FKTP. Kepala SKPD Dinas Kesehatan menyampaikan Surat Permintaan Pengesahan Pendapatan dan Belanja (SP3B) FKTP kepada PPKD. 32 Tahun 2014. Berdasarkan SP3B FKTP. Kepala FKTP menyampaikan laporan realisasi pendapatan dan belanja kepada Kepala SKPD Dinas Kesehatan dengan melampirkan surat pernyataan tanggung jawab Kepala FKTP setiap bulan kepada Kepala SKPD Dinas Kesehatan paling lambat pada tanggal 10 bulan berikutnya 29. Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD dan PPKD melakukan pembukuan atas pendapatan dan belanja FKTP berdasarkan SP2B FKTP31. dan belanja yang sah paling lambat pada tanggal 5 bulan berikutnya untuk pengesahan oleh Kepala FKTP28. 32 Pasal 10 ayat (1) Peraturan Presiden No. 31 Pasal 9 Peraturan Presiden No. Kepala FKTP bertanggungjawab secara formal dan material atas pendapatan dan belanja dana kapitasi JKN32. dan termasuk sisa dana kapitasi yang belum digunakan pada tahun anggaran berkenaan30. Kepala SKPD Dinas Kesehatan dan Kepala FKTP melakukan pengawasan secara berjenjang terhadap penerimaan dan pemanfaatan dana kapitasi oleh Bendahara Dana Kapitasi JKN pada FKTP. 33 Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900/2280/SJ. Berdasarkan laporan realisasi pendapatan dan belanja. tanggal 5 Mei 2014. Pengawasan secara berjenjang dan pengawasan fungsional oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah dilaksanakan untuk meyakinkan 28 Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900/2280/SJ. 29 Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900/2280/SJ.

(c) tenaga kesehatan setara S1/D4. Sehingga Jumlah jasa pelayanan yang diterima oleh masing-masing tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan dihitung dengan menggunakan formula sebagai berikut36: Jumlah nilai yang diperoleh seseorang x jumlah dana jasa pelayanan Jumlah nilai seluruh tenaga Keterangan: 34 Pasal 11 Peraturan Presiden No. atau Bendahara Dana Kapitasi JKN diberi tambahan nilai 3035. (b) tenaga apoteker atau tenaga profesi keperawatan (Ners). Variabel jenis ketenagaan dan/atau jabatan. diberi nilai 15. dan akuntabilitas pengelolaan dan pemanfaatan dana kapitasi34. dikurangi 1 poin. Kepala Tata Usaha. diberi nilai 60. 11 . atau tenaga kesehatan dibawah D3 dengan masa kerja lebih dari 10 tahun. tenaga kesehatan setara D3. Namun jika Ketidakhadiran akibat sakit dan/atau penugasan ke luar oleh Kepala FKTP dikecualikan dalam penilaian kehadiran ini. Hal yang juga penting selain pengeloaan dana kapitasi adalah pemanfaatan dana kapitasi. dinilai sebagai berikut: (a) tenaga medis. Jasa pelayanan kesehatan meliputi jasa pelayanan kesehatan perorangan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan yang melakukan pelayanan pada FKTP yang ditetapkan dengan mempertimbangkan variabel jenis ketenagaan dan/atau jabatan. Selanjutnya untuk variabel kehadiran penilainya adalah sebagai berikut: (a) hadir setiap hari kerja. diberi nilai 1 poin per hari. e) tenaga kesehatan di bawah D3. Dana kapitasi JKN di FKTP dimanfaatkan seluruhnya untuk jasa pelayanan kesehatan dan dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan. diberi nilai 25. diberi nilai 150. Tenaga yang merangkap tugas administratif sebagai Kepala FKTP. 36 Pasal 4 Peraturan Menteri Kesehatan No. diberi nilai 40. dan (b) terlambat hadir atau pulang sebelum waktunya yang diakumulasi sampai dengan 7 (tujuh) jam. 35 Pasal 4 Peraturan Menteri Kesehatan No. 19 Tahun 2014. (d) tenaga non kesehatan minimal setara D3. 32 Tahun 2014. diberi nilai 100. dan (f) tenaga non kesehatan di bawah D3. 19 Tahun 2014 tentang Penggunaan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional Untuk Jasa Pelayanan Kesehatan Dan Dukungan Biaya Operasional Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemerintah Daerah. efisiensi. dan kehadiran. efektifitas.

suku cadang kendaraan pusling. foto copy bahan. upaya kesehatan perorangan berupa kegiatan promotif. d. foto copy bahan. belanja piranti keras dan piranti lunak dalam mendukung implementasi sistem informasi JKN. meliputi39: a. dan dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan lainnya. Jasa profesi Narasumber. biaya operasional sistem informasi. Jumlah nilai diperoleh dari nilai variabel jenis ketenagaan dan/atau ditambah nilai variabel kehadiran Dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan meliputi biaya obat. Pemanfaatan untuk dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan lainnya. kuratif. preventif. uang harian. 32 Tahun 2014. 38 Pasal 3 Ayat (4) Peraturan Menteri Kesehatan No. 39 Bab V Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2014. Dana yang ada antara lain dapat dibelanjakan seperti perjalanan. service ringan alat kesehatan. b. operasional untuk puskesmas keliling. dan/atau e. Alokasi untuk pembayaran dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan ditetapkan sebesar selisih dari besar Dana Kapitasi dikurangi dengan besar alokasi untuk pembayaran jasa pelayanan kesehatan38. bahan medis habis pakai. 19 Tahun 2014. c. uang harian. penggantian Oli. Untuk kegiatan ini dana yang ada antara lain dapat dibelanjakan seperti biaya makan-minum. alat kesehatan. administrasi keuangan dan sistem informasi. dan rehabilitatif lainnya. dan sisanya dimanfaatkan untuk dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan37. kunjungan rumah dalam rangka upaya kesehatan perorangan. 12 . Besaran alokasi untuk pembayaran jasa pelayanan kesehatan dan alokasi untuk pembayaran dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan ditetapkan 37 Pasal 12 Peraturan Presiden No. Dana yang ada antara lain dapat dibelanjakan seperti Bahan Bakar Minyak (BBM). Jasa pelayanan kesehatan di FKTP ditetapkan sekurang-kurangnya 60% (enam puluh persen) dari total penerimaan dana kapitasi JKN. perjalanan. Dana yang ada antara lain dapat dibelanjakan seperti perjalanan. bahan cetak atau alat tulis kantor.

dan bahan medis habis pakai.28 Tahun 2014 juga mengatur mengatur terkait pengelolaan dan pemanfaatan FKTP lainnya milik pemerintah. c. Dana kapitasi yang digunakan untuk Jasa Pelayanan dialokasikan antara 40% . Peraturan Menteri Kesehatan No. Klinik Pratama dan Dokter/Dokter Gigi Praktik Pemanfaatan dan Pertanggungjawaban dana JKN baik kapitasi dan non kapitasi di Klinik Pratama dan Dokter/Dokter Gigi Praktik sepenuhnya dilakukan atas ketentuan pada Klinik Pratama/Dokter/Dokter Gigi Praktik. setiap tahun dengan Keputusan Kepala Daerah atas usulan Kepala SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan mempertimbangkan 40: a.60% dari total pengembalian dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan sisanya dimanfaatkan untuk dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan. Bidan Jejaring dari FKTP Pada penyelenggaraan JKN Bidan sebagai pemberi pelayanan kebidanan dan neonatal merupakan jejaring dari FKTP yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. FKTP lainnya milik Pemerintah Untuk FKTP lainnya milik Pemerintah mekanisme pengelolaan dan pemanfaatan dana kapitasi akan diatur tersendiri melalui Peraturan Menteri Keuangan. besar tunjangan yang telah diterima dari Pemerintah Daerah. Selain mengatur tentang FKTP yang berbentuk BLUD dan yang belum berbentuk BLUD. Dana Kapitasi yang diterima oleh FKTP milik Pemerintah dimanfaatkan seluruhnya untuk pembayaran jasa pelayanan kesehatan dan dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan. maka FKTP di luar milik Pemerintah Daerah dapat mengenakan biaya pembinaan dengan besaran maksimal 10% dari total klaim. Klinik Pratama dan Dokter/Dokter Gigi Praktik Bidan Jejaring dari FKTP. kegiatan operasional pelayanan kesehatan dalam rangka mencapai target kinerja di bidang upaya kesehatan perorangan. b. 28 Tahun 2014. alat kesehatan. Dalam hal 40 Pasal 3 Ayat (4) Peraturan Menteri Kesehatan No. Dalam rangka pembinaan administrasi terhadap Bidan sebagai jejaring. kebutuhan obat. 19 Tahun 2014. dengan ketentuan sebagai berikut41: a. 13 . dan c. b. 41 Bab V Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan No.

Pengelolaan dana kapitasi oleh FKTP yang berbentuk BLUD dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan BLUD. untuk Klinik Pratama dan Dokter/Dokter Gigi Praktik sepenuhnya dilakukan atas ketentuan pada Klinik Pratama/Dokter/Dokter Gigi Praktik. dan untuk Bidan Jejaring dari FKTP. PENUTUP Pembayaran dana kapitasi setelah diterbitkan Peraturan Presiden No. FKTP lain milik pemerintah pengelolaannya diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Keuangan. dan pengawasan. pelaksanaan dan penatausahaan. pertanggungjawaban. disuatu daerah Bidan berjejaring dengan FKTP milik Pemerintah Daerah. 32 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Dan Pemanfaatan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemerintah Daerah dilakukan dengan cara dibayarkan langsung oleh BPJS Kesehatan kepada Bendahara Dana Kapitasi JKN pada FKTP. Dana kapitasi JKN di FKTP dimanfaatkan seluruhnya untuk jasa pelayanan kesehatan dan dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan. pembayaran dilakukan ke FKTP dan selanjutnya dari FKTP dibayarkan kepada Bidan Jejaring. sedangkan untuk BLUD yang belum berbentuk BLUD dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu dimulai dari tahap penganggaran. FKTP Milik Pemerintah Daerah segera membayarkan secara utuh kepada Bidan Jejaring sesuai dengan besaran klaim terhadap pelayanan yang diberikan. D. Setelah dibayar oleh BPJS. 14 . klaim dilakukan melalui FKTP milik Pemerintah Daerah. Sebelumnya pembayaran Dana Kapitasi dilakukan oleh BPJS dengan cara transfer langsung ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang selanjutnya disetor ke Kas Daerah (KASDA) atau langsung dari BPJS Kesehatan ke Kas Daerah sebagai penerimaan daerah.

Internet http://www. Undang-Undang No. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900/2280/SJ. serta Pertanggungjawaban Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemerintah Daerah. Pelaksanaan dan Penatausahaan. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Dan Pemanfaatan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemerintah Daerah. 15 . Undang-Undang No.bppk. 6. 5. 8. DAFTAR PUSTAKA Peraturan Perundang-Undangan 1. 3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional. Tanggal 5 Mei 2014 Petunjuk Teknis Penganggaran.kemenkeu. 2. 7. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan Jo.id/berita-makassar/20288-dana-kapitasi-bpjs-kesehatan- pelaksanaan-dan-pertanggungjawabannya Penulis: Heru Setiawan ( Tim JDIH BPK Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah) Disclaimer: Seluruh informasi yang disediakan dalam Tulisan Hukum adalah bersifat umum dan disediakan untuk tujuan pemberian informasi hukum semata dan bukan merupakan pendapat instansi. 4.go. Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Norma Penetapan Besaran Kapitasi Dan Pembayaran Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen Pelayanan Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2014 Tentang Penggunaan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional Untuk Jasa Pelayanan Kesehatan Dan Dukungan Biaya Operasional Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemerintah Daerah.

Related Interests