BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Menopause adalah waktu dalam kehidupan seorang wanita ketika berhenti haid. Ini adalah
bagian normal dari penuaan. Pada tahun-tahun sebelum dan selama menopause, kadar
hormon wanita bisa naik dan turun. Dapat menyebabkan gejala seperti hot flashes dan
kekeringan vagina. Beberapa wanita mengambil terapi hormon pengganti (HRT) untuk
meringankan gejala ini. HRT juga dapat melindungi terhadap osteoporosis.
Namun, HRT juga memiliki risiko. Hal ini dapat meningkatkan risiko kanker payudara,
penyakit jantung dan stroke. Beberapa jenis HRT memiliki risiko yang lebih tinggi, dan
risiko sendiri setiap wanita bisa bervariasi tergantung pada riwayat kesehatan dan gaya
hidup.
Terapi penggantian hormon (HRT) adalah suatu sistem pengobatan medis untuk operasi
menopause, perimenopause dan wanita postmenopause tingkat yang lebih rendah. Hal ini
didasarkan pada gagasan bahwa perawatan dapat mencegah ketidaknyamanan yang
disebabkan oleh estrogen yang beredar berkurang dan hormon progesteron. Ini melibatkan
penggunaan satu atau lebih suatu kelompok obat yang dirancang untuk meningkatkan kadar
hormon buatan. Jenis utama dari hormon estrogen yang terlibat, progesteron atau progestin,
dan kadang-kadang testosteron. Hal ini sering disebut sebagai "pengobatan" daripada terapi.

B. Rumusan Masalah
1. Mengetahui Pengertian HRT/TSH
2. Mengetahui Tujuan pemberian HRT/TSH
3. Mengetahui wanita yang direkomendasikan untuk memdapatkan HRT
4. Mengatehui Bentuk – bentuk terapi hormon
5. Mengetahui Cara pemberian HRT

1

selain untuk memenuhi tugas juga untuk menambah inforemasi tentang Hormon Replacement Therapy (HRT). mengetahui Konseling yang efektif pada pengguna HRT C. Mengetahui efek samping HRT 7.6. Mengetahui Keputusan untuk menggunakan HRT 8. 2 . Tujuan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini.

hal ini ditandai dengan perubahan hormonal yang nyata pada tubuhnya. Dapat mengurangi. 4. Pencegahan: gejala yang menyebabkan osteoporosis. Menopause adalah berhentinya masa haid pada wanita sehingga kemampuan untuk bereproduksi sudah tiadak ada. vaginal kekeringan. B. keluhan somatik. Untuk mendapatkan hormon yamg hilang saat monopause. sifat lekas marah. 3. BAB II PEMBAHASAN A. Mengatasi keluhan yang menyertai monopause seperti keluhan psikologis. dimana hormon ini merupakan hormon yang berhunbungan dengan sistem reproduksi. penyakit jatung koroner dan perdarahan otak. 2. Hal ini juga menyebabkan menurunnya jumlah hormon estrogen. seperti kanker atau sebab kelainan ovarium yang berhenti menghasilkan estrogen. Untuk mempertahankan serta meningkatkan kualitas dan kuantitas wanita usia lanjut. serta keluhan vasomotorik. TSH secara parsial mengembalikan keseimbangan estrogen di tubuh wanita untuk mengurangi atau mengeliminasi gejala ini. tetapi juga di wanita muda yang mungkin mengalami menopause prematur untuk alasan medis. termasuk panas pada wajah. yang menyebabkan wanita merasakan gejala tak enak. Tujuan pemberian HRT/TSH Tujuan pemberian HRT/TSH antara lain : 1. dan depresi. THS dapat meringankan penderitaan tidak hanya pada wanita dewasa yang mengalami menopause alami. Pengertian HRT/TSH Hormon replacement therapy atau terapi sulih hormon adalah pemberian terapi penggantian hormon untuk menggantikan hormon yang kurang kadarnya karena tidak diproduksi secukupnya lagi akibat kemunduran fungsi organ-organ endrokin atau Terapi menggunakan hormon yang diberikan untuk mengurangi efek defisiensi hormon. Terapi Sulih Hormon (TSH) adalah perawatan medis yang menghilangkan gejala-gejala pada wanita selama dan setelah menopause. 3 .

karena dapat disangsikan daya cegah estrogen akan menghilang bila subsitusinya dihentikan. b. Kontra indikasi HRT : 1. Tetapi ini harus berlangsung bertahun tahun yaitu 10-15 tahun sesudah menopause bahkan ada yang menganjurkan seumur hidup. tanpa kecuali yang ingin menggunakan HRT. dengan demikian dianjurkan supaya HRT dimulai 4-5 tahun sebelum menopause. wanita yang direkomendasikan untuk mendapatkan HRT adalah :  semua wanita klimakterik.  Semua wanita dengan keluhan klimakterik. Untuk pencegahan (meskipun tanpa keluhan)  semua wanita yang memiliki resiko penyakit kardiovaskuler dan osteoporosis. Relatif :  Penyakit kardiovaskuler 4 . dan proses pengeroposan tulang yang akan dianjurkan. Sebenarnya proses osteoporosis mulai berlangsung beberapa tahun sebelum menopause. Dari hasil peneitian diketahui 10% kandungan mineral pada tulang wanita yang haidnya masih teratur. Sudah terbukti bahwa estrogen dapat mencegah osteoporosis pada menopause. ketika kadar estrogen dalam darah mulai berkurang yaitu umur 40-50 tahun yang ditandai dengan gangguan haid. Permasalahannya sekarang adalah untuk menentukan apakah HRT harus diberikan secara rutin atau berkala pada wanita monopauseyang berisiko terhadap osteoporosis dan kardiovaskuler. wanita yang direkomendasikan untuk memdapatkan HRT semua wanita yang akan menggunakan pengobatan HRT harus memeahami dan mengerti bahwa pemberian HRT bukan untuk memperlambat monopause melainkan untuk mengurangi atau mencegah keluhan atau penyakit akibat kekurangan estrogen a. C. Mutlak :  Trombosis  Anemia sel sabit  Penyakit serebro  Hipertensi berat  Hepatitis  Gangguan enzim 2. bila gangguanjanka panjang seperti osteoporosis dan penyakit kardiovaskuler hendak dicegah.

3. perasaan tidak bahagia dan mudsh menangis. Pada menopause. sulit tidur. mudah tersinggung. perubahan dalam organ tubuh 5 . Nilai 0 (tidak ada ) Bila tidak ada keluhan sama sekali. berupa gejolak panas (hot flushes) dan berkeringat dimalam hari Tiap – tiap keluhan dinilai derajatnya sesuai dengan ringan beratnya keluhan dengan memakai 4 tolak ukur skala nilai yaitu : 1. 2. Bila keluhan sering timbul dan sudah mengganggu aktivitas. nyeri otot atau persediaaan tangan atau kaki terasa gatal. Penyakit ginjal  Kanker payudara  Kanker endometrium Penggunaan HRT sebagai pencegahan baru akan memiliki khasiat setelah 5 tahun. mudah lelah. Anamnesis yang dilakuan dengan baik dapat mempermudah dalam menegakkan diagnosis. Setelah lewat beberapa tahun. 2. badan terasa tertekan. Nilai 2 (sedang) Bila keluhan sering timbul tapi belum menggangu aktivitas sehari-hari. Keluhan somatik berupa perasaan pusing. Nilai 3 (berat) 5. mudah panik. Nilai 1 (sedikit ) Bila keluhan yang timbul sekali-kali dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. menyebabkan penurunan tingkat estrogen di dalam darah. 4. sulit berkosentrasi. perasaan tegang atau tekanan. estrogen ini tidak lagi diproduksi yang menyebabkan berbagai. Skala ini dapat mengukur 3 kelompok keluhan yaitu : 1. sebagian tubuh tersa tertusuk duri. yang dialami oleh wanita pada usia 40-an atau awal 50-an. sakit kepala. secara berangsur-angsur ovarium berhenti menghasilkan estrogen. Keluhan psikologis berupa jantung berdebar. dan kesulitan bernafas. Keluhan vasomotor. indikasi serta dapat memberikan informasi tentang faktor resiko dan adanya kontra indikasi untuk dapat menilai keluhan klimakterik dapat digunakan monopause rating scale (MRS) dari green yang biasa dikenal dengan skala klimakterik green. hilang minat pada banyak hal. 3.

dokter jauh lebih mungkin memberi dosis lebih rendah estrogen dan dikombinasi dengan progesterone. Flashe diakibatkan oleh hilangnya estrogen pada sistem signaling hormon dari otak yang dikenal sebagai hypothalamu. Penurunan tingkat estrogen pada wanita menopause merupakan hal yang menarik bagi dokter dan pasien selama bertahun-tahun.termasuk vagina. saluran kemih. Mengurangi resiko kanker endometrial. Selanjutnya. Pada pertengahan tahun 1960 buku ‘feminin forever’ menggunakan estrogen buatan sebagai cara untuk tetap menjadi awet muda dan cantik. payudara. Tahap ini bisa terjadi beberapa menit. bahkan secara mendadak akan terasa sangat panas di muka dan bagian tubuh atas. mendorong ke arah sakit selama hubungan seksual. Penggunaan TSH secara bertahap meningkat sejak tanuh bila riset jangka panjang menunjukkan efek protektif TSH melawan osteoporosis dan penyakit jantung. Penggunaan TSH mengurangi secara drastic hubungan diantara penggunaan dari estrogen buatan dan resiko tinggi kanker endometrial di tahun 1970. hilangnya libido. rahim. Pada beberapa wanita. pembuluh darah. pada beberapa wanita biasa berakibat hilangnya siklus tidur. sebagian kehilangan ingatan dan depresi. Vagina mungkin mengerut dan menjadi cenderung akan kekeringan. kandung kemih. Gejala yang biasa berasosiasi dengan menopause termasuk flush. yang terletak di daerah sistem pengatur suhu tubuh. beserta keringat yang bercucuran. Estrogen sintesis telah dikembangkan sejak 1920 samapi pertengahan 1930 yang bertujuan untuk menghilnagkan gejala-gejala menopause. Memperbaiki waktu pemulihan dan sistem penghantaran pada tubuh menjadikan penggunaan TSH meningkat di USA. Sejumlah perubahan perasaan emosional dan kejiwaan terjadi selama menopause tersebut. Palpasi pada jantung dan perasaan lemas dapat juga terjadi. banyak perbedaan formulasi dan dosis yang sekarang diizinkan dokter ke tiap pasien lebih baik agar TSH dapat berjalan optimal. perubahan ini memicu efek samping tak enak. Meskipun kita ketahui 6 . tulang. hati. Gejala lainnya menopause yang mempengaruhi wanita meliputi perubahan pada bahan pelapis dan elastisitas vagina. dan otak.

patch ini berfungsi untuk terus mengeluarkan estrogen ke aliran darah. termasuk bagaimana dia melihat resiko dan keuntungan-keuntungan TSH dibandingkan dengan potensi resiko yang akan dihadapinya serta berbagai macam penyakit yang kemungkinan timbul selama pengobatan. Saat ini dokter biasa menetapkan jenis TSH yang merupakan kombinasi estrogen dan progesterone sintetis. bloating. Estrogen juga dapat diberikan sebagai patch transdermal yang ditancapkan dikulit dan diganti setiap beberapa hari.lebih banyak TSH pada hari ini masih diliputi oleh kontroversi anatara resiko dan keuntungannya. menimbang resiko dan keuntungan- keuntungan penggunaannya. sampai ditemukannya metode untuk menggabungkan progesterone dengan estrogen.[2] Bagi wanita yang memilih terapi ini. Kira-kira 90 persen wanita dengan rahim yang utuh kembali mengalami menstruasi selama terapi 7 . Bermacam-macam jenis dan takaran estrogen dapat diberikan dalam wujud pil harian atau pil. akan menimbulkan efek samping seperti mual. Diakhir 1960 dan awal 1970. TSH digunakan dalam pola yang berbeda dengan hanya menggunakan estrogen saja. dan fluktuasi keadaan pikiran. khusus nya untuk memperpanjang waktu penggunaan. Bagaimanapun penggunaan TSH pada wanita tergantung pada banyak faktor. ketika terapi estrogen pertama kali meluas diberi kepada wanita menopause. setiap wanita harus membantu dokternya. Kedua hormon mungkin pemberiannya dalam tahapan-tahapan tertentu. dengan memberikan estrogen setiap hari dan ditambahkan progestin pada selama 12 hari dalam sebulan. dokter memperingatkan akan adanya kemungkinan bertambahnya kasus kanker endometrium. pendarahan tak dapat diramalkan. Estrogen dan progestin juga biasa diberikan dalam wujud pil gabungan yang diminun setiap hari. Bagi wanita yang menggunakan TSH sering terjadi peningkatan resiko kanker endometrial dan kanker payudara sehubungan dengan penggunaan estrogen. Progesterone sebagai bagian dari siklus mentruasi secara alami menetralkan efek estrogen di endometrium. Peresepan untuk estrogen kemudian menjadi sangat menurun. biasanya itu digunakan bagi wanita yang telah melakukan histerektomi ( pemindahan berkenaan dengan pembedahan rahim dan ovarium). yang dikenal sebagai progestin.

System saraf pusat c. Kelenjar suprarenal d. Perubahan selaput lendir. pertumbuhan dan fungsi rahim dan dinding rahim. Fase luteal c. Fase folikuler b. estriol. dan gairah seks). Estrogen dibentuk pada: a. memperbanyak sekresi. Estrogen sintetik yang tidak memiliki sifat steroid adalah klomifen sitrat dan siklofenil. Bentuk – bentuk terapi hormon  TERAPI HORMONE ESTROGEN a. Merubah konsistensi lendir serviks 4. Estrogen alamiah seperti estradiol. meningkatkan asam laktat pada vagina. Hormon ini dibagi menjadi dua yaitu: a. Poliferasi endometrium c. Khasiat pemberian Estrogen d. sekresi vagina. dengan gabungan estrogen dan progestin. b. Kontra indikasi terapi estrogen selama penggunaan estrogen perlu terlebih dahulu kontraindikasi pemberian estrogen antara lain : 8 . Meningkatkan kerja organ seperti uterus. dan sebagainya. Manfaat estrogen secara fisiologis a. Pengertian Estrogen adalah hormon seks yang mengendalikan siklus haid. tuba dan vagina d. dan estron b. mestranol. e. Estrogen sintetik seperti etinil estradiol. Jaringan lemak e. dan cirri seks sekunder (seperti perkembangan payudara. Memicu pertumbuhan payudara b. Pembentukan estrogen c. Inilah yang juga menjadi alasan wanita menggunakan TSH D.

perdarahan pervaginam. Melanoma. Varises. Tromboflebitis. b. Karsinoma mammae dan endometrium. Perdarahan pervaginam yang banyak. Pankreatis. Wanita yang kurang bergerak. 6 minggu sebelum perencanaan suatu tindakan operatif. Mengurangi kontraksi miometrium 9 . Kehamilan. Perubahan sekretorik pada endometrium b. a. Kontraindikasi Absolut antara lain : Kehamilan. Fungsi Fisiologis Fisiologis fisiologis Progesteron antara lain : a. sehingga untuk keperluan terapi harus diproduksi secara sintetik.  TERAPI HORMON PROGESTERON a. Gangguan sirkulasi darah perifer. Tekanan darah diatas 160/95mmHg. e. Gangguan fungsi hati berat. Hiperplasia endometrium. Progesteron dibagi menjadi 2 yaitu :  progesteron alami  progesteron sintetis yaitu turunan nortestosteron turunan progesteron. Progesteron adalah hormone steroid seks dengan 21 atom C yang pada pemberian per Oral sangat cepat dimetabolisme oleh hati. semua jenis tumor yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh estrogen. Diabetus mellitus. dan sebagainya. Riwayat appoleksi cerebral. Indikas Penghentian penggunaan estrogen Indikas Penghentian Segera Penggunaan Estrogen antara lain : a. migren yang berhubungan dengan siklus haid. Tromboemboli. Anemia hemolitik. penyakit saluran empedu. sakit yang hebat dan mendadak. Mastopati. Diabetus mellitus. Pengertian progesteron adalah hormon steroid yang menyebabkan terjadinya transformasi sekretorik pada endometrium dan sekaligus mempertahankan kehamilan. Alergi. Hodgkin disease. Varises. Sindrom Dubin Johnson dan Rator. Siklus haid. Kontraindikasi Relatif antara lain : Penyakit hati akut maupun kronik. Edema. Laktasi. b.

melenomia. Khasiat pemberian progesteron Adapun khasiat progesteron pada masing-masing organ sasaran adalah : a. e. Pemberian selalu di mulai dengan dosis rendah yang efektif dan di usahakan selalu pemberian secara siklik g. Progesteron merangsang pusat panas di otak sehingga meningkatkan suhu 0.4 . Kontra indikasi absolut pemberian progesteron sintetik Kehamilan. dalam kehamilan progesterone membuat uterus menjadi tenang o d. anemia kronik. c. Mengurangi secret. Jenis estrogen kuat tidak boleh diberikan lebih dari 14 hari. Dasar umum dalam pemakain estrogen dan progesterone a. Pemberian pada wanita usia lebih dari 35 tahun harus dilakukan pengawasan yang ketat dn setiap terjadin perdarahan atipik harus dilakukan tindakan diagnostic f.6 C e. dan jika diberikan harus selalu ditambah progesteton dengan lama pemberian 10 – 14 hari d. Mengurangi tonus sehngga kontraksi miometrium berjalan lambat. Sebelum diberikan harus mengenal indikasi maupun kontraindikasinya b. Mengakibatkan perubahan sekretorik pada endometrium b. Penggunaan progesteron dalam pengobatan 10 . Sebaiknya harus didahulukan jenis hormin alamiah terlebih dahulu c. Pada payudara setelah pertumbuhannya dimulai oleh estrogen maka progesteron ikut serta dalam pembentukan lobules dan alveolus . d. Setiap pemberian estrogen jangka panjang harus selalu dikombinasikan setelah beberapa bulan pengobatan atau setelah dosis di naikkan keluhan masih ada maka pengobatan harus dihentikan e.0. peningkatan viskositas. Tidak boleh diberikan pada wanita hamil 8. hemolisis darah tumor yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh progesteron. perdarahan pervaginam. dan menurunkan spinnbarkeit pada serviks c. Rangsangan terhadap pusat panas c.

selain itu ada jenis androgen lain seperti dehidroepiandrosteron sulfat (DHEAS) sifat androgeniknya sangat lemah. Infertilitas dapat disebabkan antara lain oleh gangguan fase luteal siklus haid g.  Dehidroepiandrosteron Sulfat 11 . testosterone dihasilkan dari DHEAS 20% dan androstenedion 60%. progesteron diberikan sebagai withdrawal test dikenal dengan uji P. dalam usaha mencari sebab symptom tersebut c. Progesterone sebagai medroksi progesterone asetat dapat digunakan untuk mengubah siklus haid  TERAPI ANDROGEN a.pada wanita testosterone dibuat oleh ovarium (20-30%) dalam sel-sel hilus dan dalam kelenjar korteks adrenal. Progesterone dalam kombinasi dengan estrogen atau sendiri memegang peranan penting sebagai obat untuk obat kontrasepsi d. serta merupakan hormon steroiddengan 19 atom C Androgen yang aktif bekerja adalah dehidrotestosteron (DHT) dan testosteron (T). walaupun sekarang banyak diganti oleh obat baru yaitu Gn-RH e. Progesteron sebagai medroksi progesterone asetat atau medrogeston dapat diberikan pada penderita dengan residif karsinema endometrii atau jika timbul metastasis h. Mastitis dapat bereaksi baik terhadap pemberian progesteron f. Perdarahan disfungsional dapat dihentikan dengan pemberian progesteron atau derifatnya b.a. Progesterone ternyata sangat bermanfaat pada pengobatan terhadap endometriosis. Antiandrogen telah dipastikan memperlambat proses terjadinya atresia. Produk metabolism androgen yaitu androstenedion dan etikonolon. Androgen berperan dalam pematangan folikel dan penapisan folikel dominan. Pengertian Androgen adalah hormone yang memicu pertumbuhan dan pembentukan sifat kelamin laki-laki. Folikel-folikel yang cairannya banyak mengandung androgen tidak dapat tumbuh lebih lanjut (atresia). Pada amenoria patologik. Androstenedion memiliki kemampuan mengikat estrogen reseptor di mammae dan uterus.

menghilangkan rasa cemas. Androgen dalam Pengobatan Androgen sudah tidak dianjurkan lagi sebagai terapi. Mekanisme Kerja Human menopause gonadotropin (hMG) dan human korionik gonadotropin (hCG) bekerja langsung terhadap ovarium dan dapat digunakan pada wanita yang dilakukan pengangkatan hipofisis. Indikasi 12 . dan meningkatkan konsentrasi berfikir. 1000. pengetian Gonadotropin adalah hormon glikoprotein yang ektrasi dan isolasi dari urin wanita pasca menopause human menopause gonadotropin (hMG) dan dari urin wanita hamil human korionik gonadotropin (hCG). b.  TERAPI HORMON GONADOTROPIN a. perasaan lelah. penggunaan kortison ini pada penderita dengann sindroma adrogenital. b. Androgen hanya dapat digunakan dalam beberapa hal misalnya klimakterik dan gangguan libido. Pemberian hMG dengan dosis yang sesuai akan memicu pertumbuhan folikel hingga saat akan terjadi ovulasi. 10000) UI mempunyai khasiat LH. namun terapi androgen dalam pengibatan dapat mengatasi gangguan libido. Sediaan hMG mengandung FSH dan elemen dengan perbandingan (UI) 75 : 75 sedangkan hCG (500. sedangkan hCG untuk memicu pelepasan ovum. 1500. DHEA dan DHEAS akan diubah mejadi estrtogen (estron dan estradiol) sehingga pada wanita hiperplasia endometrium akan dijumpai kadar DHEA 100% dan DHEAS 85% serta testosteron 100%. Berdasarkan formula stukturnya termasuk golongan pregnan yang terdiri atas 21 atom C. Androgen akan meningkat yang berasal dari tumor sedangkan adenoma dan karsinoma adrenal akan mengeluarkan DHEAS.  TERAPI Kortison Kortison adalah jenis glukokortikosteroid yang dinuat oleh kelenjar adrenal.

dosis obat yang dikeluarkan oleh depo tidak selalu tepat. Penyulit yang terjadi pada pengobatan gonadotropin adalah a. topikal berupa krim. obat tidak dapat dikeluarkan lagi. atau berdenyut (pulsatif) a. perinfus. Cara pemberian HRT Hormon estrogen dan progesteron dapat diberikan secara oral. parenteral. Per Oral Cara ini mempunyai keuntungan yaitu dosis hormon dapat ditambah atau dikurangi. Muntah. Human menopause gonadotropin (hMG) dan dari urin wanita hamil human korionik gonadotropin (hCG) diberikan pada pasien dengan gangguan fungsi ovarium yang disebabkan oleh gangguan system hipotalamus – hipofisis. b. penyakiy hati. Parenteral Pemberian parenteral dilakukan pada penderita dengan kesukaran menelan pil. transdermal berupa plester (koyok). dan pada penderita yang sering lupa minum obat. selain itu. 13 . Yang dapat diobati dengan menghambat prolaktin (bromokriptin). pemberiannya tidak menyebabkan rasa nyeri dan tidak memerlukan dokter atau tenaga paramedik kerugian cara ini adalah reaksi gastro intestisnal absorpsi tidak menentu dan kealpaan. Sindrom hiperstimulasi ovarium b. penyakit lambung. Hormon GnRH dapat diberikan secara sublingual. atau berupa implant. Abortus E. Sekali disuntikan. intravena. Pemberian estrogen maupun progesteron secara depo kurang disukai karena selain rasa nyeri. bila timbul efek samping sulit untuk diatasi. Salah satu keuntungan yang penting pada pemberian secara parenteral adalah hormon tersebut tidak langsung melalui hati (tidak ada firstpass effect). sehingga tidak membebani hati. intranasal (spray). penyakit usus. pesarium. Selain itu. per rektal. penurunan kesadaran. atau dihentikan menurut reaksi penderita. Kehamilan ganda c. mual. Karena tidak melalui hati dengan sendirinya tidak memacu pembentukan HDL dan LDL atau enzim tertentu untk metabolisme kalsium.

Pemberian estrogen depo akan merangsang terus menerus uterus dan payudara. Maka pengobatannya perlu ditambahkan progesteron. Implants Jenis pemberian ini kini mulai banyak digunakan untuk menanggulangi sindrom klimakterik. Cara ini hanya baik diberikan kepada perempuan yang uterusnya sudah diangkat. F. Topikal berupa krim atau pesarium. Kalau terpaksa juga harus diberikan. Transdermal berupa plester (koyok) Pemberian ini hanya untuk estrogen saja. sedangkan untuk progesteron belum tersedia. Dinegara tropik penggunaan berupa plester kurang disenangi karena banyak menimbulkan reaksi alergi dan gatal akibat keringat. bila timbul perdarahan ataupun nyeri payudara. Plester diletakkan di dinding perut bagian bawah dan di ganti 2x/seminggu. maka jangan lupa diberi progesteron paling sedikitnya untuk 14 hari. Implants harus diganti setiap 6 bulan. Hal ini akan menyebabkan kemungkinan terjadinya keganasan pada uterus. d. c. pemberian cara ini banyak digunakan untuk menanggulangi sindrom klimakterik. e. karena dapat terjadi perdarahan yang hebat dan sulit diatasi. Pemberian krem estrogen sangat baik untuk mengatasi keluhan atrofi epitel vagina pada perempuan monopause. Angka kejadian hiperplasia endometrium cukup tinggi (75%) hingga harus selalu diberi progesteron . Pemberian cara ini tidak pernah/jarang menimbulkan hiperplasia endometrium. sehingga perlu segera diberi tambahan progesteron. Tidak dianjurkan pengunaanya pada perempuan yang kandungannya masih ada. Efek samping HRT Efek samping umum HRT yaitu : Mual Sakit kepala Perdarahan Depresi Perubahahn emosi Nyeri tekan pada payudara Perut kembung 14 .

diman klien masih merasa takut menggunakan pengobatan hormon. 15 . Klien mendapatkan informasi tentang monopause dan pengobatan tentsng hormon kebabnyakan dari teman. Pemeriksaan rutin setiap 6 bulan. peningkatan berat badan. Jelaskan cara pemakaian atay cara pemberian seperti tablet. Siklus menstruasi yang berkepanjangan Kanker payudara Kanker endometrium Tromboplbetis Pendarahan bercak G. yaitu : 1. Ada beberapa hra al yang perlu dijelaskan dan dipantau kepada seorang wanita sebelum diberikan HRT. 6. Pemeriksaaan fisik lengkap termaksud laboratorium disamping anamnesis umum dan khusus mengenai organ reproduksi 2. serta berikan waktu pada wanita tersebut untuk mengambil keputusan dalam penggunaan HRT. media. mereka perlu dijelaskan tentang untung dan ruginya. dan kemungkin terjadinya kanker payudara. Keputusan untuk menggunakan HRT Untuk meningkatkan kepatuhan wanita dalam HRT. dan setiap 1-2 tahun perlu dilakukan mammografi serta papsmear setiap 6 bulan. Khasiat pengobatan umumnya terlihat> 6 bulan dan apabila belum terlihat khasiat yang diinginkan . 5. Konseling yang efektif pada pengguna HRT hubungan antara bidan dan klien dalam pemberian informasi tentang HRT sangatlah penting. 4. 3. injeksi serta susuk. karena sampai saaai ini masalah monopause masih sangat kontroversi. Pada tahap awal HRT diberikan 5 tahun dulu dan jika dianggap perlu pengobatan dapat dilanjutkan. H. keluarga. Jelaskan efek samping dari HRT seperti perdarahan. maka dosis obat perlu dinaikkan. krem plester.

Di negara maju seperti amerika. Memperhatiakn tentang efek samping yang dialami oleh klien. 8. Wanita yang telah banyak mendapatkan informasi tentang kerugian serta keuntungan dari HRT. Bila perlu ganti pengobatan. 16 . Dapat mencegah dampak kekurangan estrogen dalam jangka waktu yang panjang. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam konseling berkesinambungan yaitu : 1. Mendiskusikan lamanya pengobatan. Menurut north american menopause society (NAMS). 5. 4. Informasi dari tenaga kesehatan sangatlah mereka butuhkan dan bagi tenaga kesehatan hendaklah meluangkan waktu untuk dapatv memberikan informasi tersebut dengan benar.Informasi tersebut justru menambah kebingungan mereka. Wanita yang memilki resiko terhadap osteoporosis. wanita yang berpendidikan tinggi dan memiliki pengetahuan tentang monopause. 5. Adapun tujuan dari konseling secara objektif yaitu : 1. 6. Wanita yang telah diangkat rahimnya. 4. 3. 7. Wanita yang mempunyai hubungan yang baik dan dekat dengan tenaga kesehatan. klien yang mendapat informasi yang baik da komperhensif akan lebih patuh terhadap instruksi dari tenaga kesehatan dari pada klien yang mendapat informasi dari teman. menanyakan keluhan dapat teratasi atau tidak. 2. 3. keluarga atau media. Memberikan materi pendidikan yang mudah dimengerti. Wanita dengan penghasilan tinggi 2. Wanita yeng mengerti tentang dampak positif dari HRT. bila memang ada. 7. Dapat menigkatkan kualitas hidup. Melakukan evaluasi terhadap klien. Wanita yang memilki pola hidup yang sehat. 2. 6. Tunjukan informasi yang baru. mereka yang mau meneruskan HRT adalah : 1. 3. Memberitahuka kepada klien bahwa HRT dapat mengurangi atau mengatasi keluhan pada saat monopause.

17 . Apabila klien telah menggunakan HRT konseling dapat di manfaatkan untuk menanyakan dampak serat efek samping yang dialami oleh klien.Kunci keberhasilan konseling pada HRT adalah bagaimana konseling tersebut dapat berkesinambungan dan tidak hanya sekali pertemuan sekali saja.

Untuk pencegahan (meskipun tanpa keluhan)  semua wanita yang memiliki resiko penyakit kardiovaskuler dan osteoporosis. wanita yang direkomendasikan untuk mendapatkan HRT adalah :  semua wanita klimakterik. BAB III PENUTUP A. 4. Dll 5. Untuk mempertahankan serta meningkatkan kualitas dan kuantitas wanita usia lanjut. serta keluhan vasomotorik. Dll. B. 18 . Perdarahan. keluhan somatik. 2. Hormon replacement therapy atau terapi sulih hormon adalah pemberian terapi penggantian hormon untuk menggantikan hormon yang kurang kadarnya karena tidak diproduksi secukupnya lagi akibat kemunduran fungsi organ-organ endrokin atau Terapi menggunakan hormon yang diberikan untuk mengurangi efek defisiensi hormon. Bentuk – bentuk terapi hormon : terapi estrogen. tanpa kecuali yang ingin menggunakan HRT.Oleh karena itu saya sebagai penulis mengharapkan kritikan atau saran yang sifatnya membangun untuk dijadikan sebagai sumber literature dalam pembuatan makalah saya selanjutnya. progesteron. Dapat mengurangi. Saran saya menyadari sepenuhnya bahwa dalam pembuatan maklah ini masih terdapat kekurangan-kekurangan atau hal-hal yang mungkin dianggap masih kurang. Pencegahan: gejala yang menyebabkan osteoporosis. 3. Mengatasi keluhan yang menyertai monopause sepertikeluhan psikologis. Sakit kepala. Tujuan pemberian HRT/TSH antara lain : Untuk mendapatkan hormon yamg hilang saat monopause. Depresi. Kesimpulan 1. penyakit jatung koroner dan perdarahan otak. Efek samping HRT : Mual.  Semua wanita dengan keluhan klimakterik.

Memahami kesehatan reproduksi wanita. 1999.Bina pustaka : jakarta widyaastuti yani dkk. 2009. Kesehatan reproduksi. 2007. DAFTAR PUSTAKA http:// Bentuk-bentuk HRT// http://hormon replacement therapy// Manuaba.Ilmu kandungan. Fitramaya : Yogyakarta 19 . Arean : jakarta prawuhardjo sarwono.

Related Interests