MAKALAH MATERIAL TESTING

EDDY CURRENT TEST DAN
RADIOGRAPHIC TEST

Disusun oleh :

Muhammad Azmi

1 FEB / 213331033

TEKNIK PENGECORAN LOGAM

PROGRAM STUDI TEKNIK PENGECORAN LOGAM

POLITEKNIK MANUFAKTUR NEGERI BANDUNG

Jl. Kanayakan no. 21, DAGO 40235, TromolPos 851 BANDUNG 40008 INDONESIA

Phone : 62 022 2500241 Fax : 62 022 2502649 Homepage : http ://www.polman.com, E-mail :
polman@melsa.net.id
Eddy Current Testing
1. Pengenalan
Eddy Current testing adalah pengujian tanpa merusak yang memanfaatkan arus
Eddy yang mengalir pada material konduktor untuk menemukan cacat pada material
tersebut.

2. Dasar Teori
Arus Eddy ini dihasilkan oleh induksi arus listrik bolak-balik dalam material
konduktor. Arus bolak-balik tersebut menghasilkan medan magnetic bolak-balik. Arus
induksi didalam material yang termodifikasi akan menimbulkan perubahan nilai arus
induksi saat melewati material yang diuji. Pada saat arus melalui potongan kawat,
medan magnet akan muncul di sekitar kawat tersebut. Kekuatan dari medan magnet
tersebut bergantung pada besarnya arus yang dialirkan pada kawat.

Arus Eddy ini mengalir membentuk lingkaran yang terpusat dan tegak lurus
terhadap medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan probe, arah putarannya
tergantung dari arah putaran kumparan probe. Diskontinuitas dapat terdeteksi dengan
posisi bersilangan terhadap arah arus Eddy pada material yang diuji. Frekuensi bolak-
balik arus Eddy ini bergantung pada frekuensi bolak-balik yang dihasilkan oleh medan
magnet pada kumparan probe.

Alat yang diperlukan untuk melakukan Eddy Current testing antara lain AC
generator sebagai supplier tegangan pada kumparan dan sebagai pengatur besar
frekuensi yang diberikan. Display sebagai alat untuk mengamati bacaan hasil
pengujian. Coil circuits, pembangkit signal elektromagnetik dan arus Eddy.

3. Jenis Probe yang digunakan dalam pengujian
Jenis-jenis probe yang digunakan untuk Eddy Current test antara lain:

a. Pancake Probe
Pancake probe ini digunakan untuk menguji benda yang permukaannya rata

b. Test Probe
Kumparannya dibentuk sedemikian rupa untuk mengatur arah arus Eddy
Current.
- Encircling coil probe

- Horse-hoe shaped coil probe
Digunakan untuk mendeteksi cacat berbentuk planar

- Cross axis coils
Kumparannya dibuat berbeda arah 90° sehingga menghasilkan Eddy
Current ke segala arah pada material yang diuji

4. Teknik yang digunakan dalam pengujian
Ada beberapa teknik yang digunakan dalam pengujian Eddy Current, antara lain:

a. Teknik pengujian dengan frekuensi rendah
Frekuensi yang digunakan adalah 50kHz atau lebih besar jika diperlukan.
Kedalaman penetrasi yang dihasilkan rendah, pada umumnya kurang dari
0,25mm. Metode ini memiliki sensitivitas yang tinggi, sering digunakan untuk
mendeteksi cacat yang terbuka pada permukaan yang mudah dijangkau
seperti plat.
b. Teknik pengujian dengan frekuensi tinggi
Frekuensi yang digunakan sekitar 50-100 kHz. Semakin tinggi frekuensi
maka semakin dalam penetrasinya tetapi sensitivitasnya akan berkurang.
Sehingga diperlukan nilai yang optimum antara kedalaman penetrasi dan
sensitivitas pengujian.
c. Teknik mengukur konduktivitas
Perangkat pengukur konduktivitas pada instrument Eddy Current memang
dirancang khusus untuk mengukur konduktivitas material. Pengoprasiannya
pada frekuensi yang tetap dan dikalibrasikan dalam % IACS atau MS/m

Gambar diatas adalah bentuk kurva konduktivitas material.
Distribusi kekuatan dari Eddy Current juga dipengaruhi oleh geometri benda
uji. Apabila menemui bagian tepi material (edge effect) akan terjadi
penekanan arus seperti pada kurfa dibawah.

d. Mengukur ketebala lapisan
Eddy Current juga dapat digunakan untuk mengukur ketebalan lapisan
seperti cat yang menjadi jarak pemisah antara probe dan material konduktor.

5. Aplikasi Pengujian
Eddy Current test ini dapat digunakan untuk berbagai bentuk geometri antara
lain kawat, pipa, batang, silinder, lembaran logam, dan bentuk-bentuk hasil dari
pembentukan lainnya.
6. Kelebihan dan Kekurangan Eddy Current Testing
a. Kelebihan
- Pengukuran yang dilakukan bervariasi
- Sensitivitas pada crack kecil tinggi
- Dapat mendeteksi surface dan sub surface defect
- Hasil dapat diperoleh dengan cepat
- Peralatannya dapat dibawa kemana-mana
- Persiapannya sederhana
- Test Probe tidak harus kontak langsung dengan benda uji
- Dapat mendeteksi pada material konduktor dengan berbagai bentuk
geometri
b. Kekurangan
- Hanya untuk material konduktor
- Permukaan harus dapat dijangkau oleh probe
- Diperlukan skill yang tinggi dan training yang lebih intens
- Kekasaran dan kehalusan permukaan dapat berpengaruh
- Dibutuhkan standar referensi untuk set up
- Kedalaman penetrasi terbatas
- Cacat seperti delaminasi yang sejajar dengan lilitan coil probe dan scan
probe tidak dapat dideteksi
7. Kesimpulan
a. Eddy Current memanfaat perubahan intensitas arus imbas untuk mendeteksi
cacat pada material
b. Cacat ini dapat dilihat karena perubahan bentuk arus Eddy ketika probe
mendeteksi pada material
c. Eddy Current test dapat diaplikasikan pada berbagai bentuk geometri benda.
Radiographic Test
1. Pengenalan
Radiographic test adalah salah satu uji tanpa merusak dengan memanfaatkan
sinar x atau sinar gamma yang mampu menembus hampir semua logam kecuali timbal
sehingga dapat digunakan untuk mendeteksi cacat di dalam material uji. Radiography
menggunakan penetrating radiation yang diarahkan langsung pada material. Hasil
pengujian akan ditampilkan pada film atau melalui computer.
2. Dasar Teori
Material uji akan ditempatkan diantara sumber radiasi dan film. Ketebalan dan
berat jenis material sangat berpengaruh pada jumlah radiasi yang diberikan. Energi
radiasi dan waktu harus diatur supaya bisa memberikan image yang diinginkan dengan
jelas. Sudut antara sumber radiasi dan cacat adalah hal yang sangat berkaitan. Besar
sudut penetrasi sangat menentukan pada hasil test. Sumber radiasi yang biasa
digunakan di industri antara lain generator x-ray dan sumber gamma ray.
Gama rays dihasilkan oleh radioisotope. Radioisotope mempunya nuclei yang
tidak stabil karena tidak mempunyai cukup energy pengikat untuk menggabungkan
nucleus menjadi satu. Pelepasan spontanitas dari atom nucleus itu lah yang
menghasilkan energy yang dikenal sebagai radioactive decay.
Tidak seperti x-rays yang dihasilkan oleh mesin. Radioisotope yang digunakan
pada gamma radiography dimasukkan ke dalam kapsul untuk mencegah kebocoran
material tersebut. Radioactive capsule digunakan sebagai kabel untuk membentuk
pigtail yang mempunya connector khusus untuk menyambungkan ke kabel drive.
Kamera digunakan untuk menyimpan, mengirim, dan menyinari yang berisikan
material radioactive. Kamera berisi material pelindung yang mengurangi paparan
radiasi selama proses berlangsung. Kabel drive yang dihubungkan pada kamera
dikontrol melalui radiographer yang digunakan untuk menyinari (menembak). Material
radioactive akan keluar melalui guide tube dimana gamma rays akan melalui material
uji dan tercetak pada alat pencetak.
X-rays dan gamma rays dibentuk secara radiasi ionisasi. Mereka memiliki
kemampuan untuk membentuk ion pada material yang dipenetrasi. X-rays dan gamma
rays memiliki energy cukup untuk membebaskan electron dari atom dan merusak
struktur molekul dari sel. Hal ini dapat menyebabkan kanker.
3. Media Penggambaran
a. Film Radiography
Film adalah media paling tua yang banyak digunakan pada radiography test.
Film berisi microscopic material disebut silver bromide. Penggunaannya
hanya sekali dan diproses di ruangan gelap. Silver bromide menjadi hitam
metallic silver yang membentuk image.Film harus dilindungi dari cahaya
langsung. Film di tempatkan pada light proof cassette pada ruang gelap.
Supaya image dapat dilihat, film harus dicuci pada tempat yang gelap. Proses
ini sebenarnya sama dengan pencucian foto biasa.
b. Digital Radiography
Tanpa film, digital radiographic image ditampilkan menggunakan phosphor
screens atau flat panel berisikan micro-electronic sensors. Tanpa ruang gelap
untuk proses pencucian film dan tampilan image bisa ditampilkan secara
digital. Image juga tersimpan dalam bentuk digital.
Bentuk tampilan image digital radiography antara lain:
- Computed radiography
- Real-time radiography
- Direct radiographic imaging
- Computed tomography
Berikut adalah contoh gambar-gambar radiography
4. Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan
- Teknik ini tidak terbatas pada tipe material dan berat jenisnya
- Sensitive terhadap perubahan ketebalan, korosi, cacat, dan massa jenis
material
- Bisa mendeteksi surface dan sub surface
- Memberikan bukti hasil pengujian yang permanen
Kekurangan
- Banyak peralatan keamanan yang perlu digunakan saat pengujian
- Dibutuhkan keterampilan khusus untuk melakukan pengujian
- Pengetahuan terhadap peralatan sangat penting
- Harganya relative mahal
5. Kesimpulan
a. Radiographic test adalah pengujian tanpa merusak dengan memanfaatkan X-
rays atau gamma rays untuk mendeteksi cacat pada material uji. Hasil
pengujian akan ditampilkan dalam bentuk film atau dalam komputer
b. Radiographic test ini membutuhkan biaya yang relative mahal, tetapi hasil
pengujian yang dihasilkan sangat akurat karena dapat ditunjukan bukti dari
hasil pengujiannya