MKS, Th. 46, No.

4, Oktober 2014

Faktor-faktor yang Memengaruhi Infertilitas pada Wanita
di Klinik Fertilitas Endokrinologi Reproduksi
1 2 3
Anastasia Oktarina , Adnan Abadi , Ramli Bachsin
1. Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Unsri
2. Departemen Obstetri dan Ginekologi FK Unsri / RSMH
3. Departemen Forensik FK Unsri / RSMH
Jl.Dr.Mohammad Ali Komplek RSMH KM.3,5 Palembang, 30126, Indonesia

Email: anastasiaoktarinaa@rocketmail.com

Abstrak

Infertilitas adalah kegagalan untuk memperoleh kehamilan setelah 12 bulan atau lebih melakukan hubungan seksual
secara teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Secara global diperkirakan adanya kasus infertilitas pada 8-10%
pasangan. Infertilitas dikategorikan menjadi dua yaitu infertilitas primer dan infertilitas sekunder. Tingginya persentase
faktor wanita yang menyebabkan infertilitas serta berdasarkan data terdapat beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi
infertilitas pada wanita maka peneliti tertarik untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi infertilitas pada wanita.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain cross sectional (potong lintang) berdasarkan
data sekunder, yaitu rekam medik. Mayoritas (71%) wanita infertil dalam penelitian ini berada pada rentang umur 25-35
tahun. Sebanyak 66.1% wanita infertil merupakan wanita karir. Rata-rata wanita infertil (69.4%) berdomisili di
Palembang. Mayoritas wanita infertil (61.3%) mengalami infertilitas lebih dari tiga tahun. Berdasarkan jenis infertilitas,
sebanyak 79% merupakan infertilitas primer. Jenis pemeriksaan lanjutan yang paling banyak dilakukan adalah
pemeriksaan USG dan Laparoskopi diagnostik. Endometriosis (25.6%) dan mioma uteri (20.2%) merupakan jenis
penyakit penyerta yang paling banyak ditemukan pada wanita infertil. Jenis tatalaksana terbanyak yang dilakukan
adalah dengan tindakan operatif (55%). Sebagian besar wanita infertil yang menjadi sampel dalam penelitian ini
merupakan wanita infertil jenis infertilitas primer yang berumur 25-35 tahun dengan lama infertil diatas tiga tahun.
Penyakit penyerta yang banyak ditemukan pada wanita infertil adalah endometriosis dan mioma uteri.

Kata kunci: infertilitas, endometriosis, mioma uteri, laparoskopi diagnostik

Abstract

Infertility is the inability of a couple to achieve pregnancy over an average period of one year without use of birth
control means and while having normal sexual intercourse. Approximately 8-10% of couples are facing some kind of
infertility problem. Infertility is divided into primary and secondary infertility. The high percentage of female factors in
relation to infertility and the existing studies on the infertility related factors in women leads to the researcher interest
to study the factors influencing infertility in women. This study is an observasional descriptive study with cross
sectional design based on secondary data collected from medical records. The majority (71%) of infertile women in this
study were within the 25-35 years old age group. Most of the infertile women were career women (66.1%) and
Palembang residents (69.4%), and had been infertile for more than three years (61.3%). The most commonly conducted
examinations are USG and diagnostic laparoscopy. Endometriosis (25.6%) and uterine myoma (20.2%) were the most
common comorbidity in infertile women and the most common management was operative management (55%). Most of
the infertile women in this study were primary infertility within the 25-35 years old age group and had been infertile for
more than three years. The most comorbidity in infertile women were endometriosis and uterine myoma.

Keywords: infertility,endometriosis, uterine myoma, diagnostic laparoscopy

295

merupakan wanita yang bekerja. Infertilitas dikatakan infertilitas diperoleh dalam penelitian ini akan diolah dan dianalisis primer jika sebelumnya pasangan suami istri belum pernah secara deskriptif berdasarkan jumlah kasus yang mengalami kehamilan. Dalam beberapa dekade Total 62 100 terakhir. dua juta wanita usia reproduktif di Amerika RSMH Palembang periode September 2011 sampai merupakan wanita infertil3.5%).5 juta pasangan (7 juta orang) yang infertil. 25-35 tahun. Metode Pengertian klinis mengenai infertilitas yang digunakan WHO Penelitian ini menggunakan data yang terdapat di adalah sebuah permasalahan sistem reproduksi yang Instalasi rekam medik RSMH Palembang. 4.4% wanita infertil penelitian.3 % ditemukan pada wanita infertil adalah PNS dan swasta. Berdasarkan laporan WHO. uterus (9. Di Amerika kriteria inklusi dan ekslusi. Angka kejadian terendah pada kelompok usia <25 tahun. Sedangkan di Indonesia. para ahli memastikan angka infertilitas telah 2013 yang datanya tidak dapat dimasukkan dalam meningkat mencapai 15-20 persen dari sekitar 50 juta proses pengolahan dan analisis data. kondisi lain-lain dan tidak diketahui 15% 6.1 faktor yang memengaruhi infertilitas pada wanita di Tidak Bekerja 21 33.9%) merupakan ibu rumah tangga. Sebaran Status Pekerjaan Wanita Infertil menyebabkan infertilitas serta berdasarkan data terdapat beberapa faktor-faktor yang memengaruhi infertilitas Status Pekerjaan N % pada wanita maka peneliti tertarik untuk meneliti faktor. 3 kasus (4. Hal ini didukung pula oleh belum (IRT) pernah dilakukannya penelitian mengenai infertilitas pada wanita di Klinik Fertilitas Endokrinologi Total 62 100 Reproduksi RSMH Palembang. adalah data rekam medik wanita infertil yang berobat ke diperkirakan ada 3. Delapan puluh empat persen (84%) Tabel 1.8 menggunakan alat-alat kontrasepsi. Tingginya persentase faktor wanita yang Tabel 2.7%)2. Bekerja 41 66. secara global populasi penelitian ini yang kemudian dipilah satu diperkirakan adanya kasus infertilitas pada 8-10% pasangan. yaitu sebanyak 71 kasus (71%) dan ovarium (3. 20. kelainan seksual (2. Kriteria ekslusi dari penelitian ini berdasarkan survei kesehatan rumah tangga tahun 1996. September 2013. wanita yang bekerja paruh waktu.2 usia pernikahan dua tahun5. Berdasarkan hasil Penelitian lain nya menemukan 54.8%).4%). 46. Oktober 2014 1. diteliti 41 orang diantaranya yakni sebesar 66. beberapa teknologi dan pengobatan telah dikembangkan untuk mengatasi permasalahan infertilitas8. 30-39 tahun (20%). dikatakan infertilitas didapatkan dari rekam medik sesuai dengan variabel sekunder jika pasangan suami istri gagal untuk memperoleh yang akan diteliti. permasalahan dari pihak istri adalah tuba (27.1% merupakan wanita karir dan sisanya 21 orang (33. No.7%). Hasil 20%. Dari 62 sampel yang diatas 50 tahun (3. Kini.8%). tidak Frekuensi kasus tertinggi berada pada kelompok usia diketahui (24. Angka kehamilan 25 – 35 44 71 kumulatif akan meningkat menjadi 92% ketika lama >35 15 24. persatu untuk menjadi sampel dengan menggunakan yaitu sekitar 50 juta hingga 80 juta pasangan. 40-49 tahun (11. dapat disebabkan oleh pihak istri maupun suami. 3.5%). masalah menstruasi (20%). yaitu sebanyak infertilitas pada wanita terjadi pada berbagai rentang umur. Kriteria inklusi penelitian ini sekitar 5 juta orang mengalami permasalahan infertilitas.MKS.9 RSMH Palembang. Hasil Penelitian kemudian akan kehamilan setelah satu tahun pasca persalinan atau pasca disajikan dalam bentuk tabel dan grafik yang abortus tanpa menggunakan kontrasepsi apapun5. Pada berobat ke Klinik Fertilitas Endokrinologi Reproduksi tahun 2002. 296 .5% merupakan ibu rumah tangga7. Sebaran Umur Wanita Infertil perempuan akan mengalami kehamilan dalam kurun waktu satu tahun pertama pernikahan bila mereka Umur (Tahun) N % melakukan hubungan suami istri secara teratur tanpa <25 3 4. Klinik Fertilitas Endokrinologi Reproduksi RSMH Mereka disebut infertil karena belum hamil setelah setahun Palembang periode September 2011 sampai September menikah. 33. jenis pekerjaan yang paling banyak merupakan wanita yang bekerja penuh waktu. Sebagian besar wanita infertil 29 tahun (64. Th.6%). Infertilitas selanjutnya akan dijelaskan dalam bentuk narasi. Pendahuluan 2.1%). Suatu penelitian menunjukkan penyebab infertilitas terkait dengan Terdapat 62 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang pasangan di Indonesia4. Semua digambarkan dengan kegagalan untuk memperoleh kehamilan wanita infertil yang datang ke Klinik Fertilitas setelah 12 bulan atau lebih melakukan hubungan seksual Endokrinologi Reproduksi RSMH Palembang periode minimal 2-3 kali seminggu secara teratur tanpa menggunakan September 2011 sampai September 2013 adalah alat kontrasepsi1. faktor suami 3. Sementara itu. adalah data rekam medik semua wanita infertil yang sedangkan di Eropa angka kejadiannya mencapai 14% 2. Kondisi yang menyebabkan infertilitas dari faktor istri 65%.

6 Sonography (SIS) dan Hysterosalpingography (HSG) juga Total 62 100 menjadi pilihan pemeriksaan lanjutan yang digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis penyebab infertilitas pada wanita.3 mioma uteri merupakan penyakit penyerta yang paling banyak Tidak diketahui 1 1.1%) orang (69. Dari 13 orang wanita dengan infertilitas di luar Palembang. Th.8 <25 0 0 Dagang 1 2. Distribusi Jumlah dan Persentase Wanita Infertil Jenis Infertilitas Sekunder Menurut Usia Jenis Pekerjaan N % Umur (Tahun) N % Buruh 4 9.4 2 7 11. Distribusi jenis pemeriksaan yang dijalani oleh Primer 49 79 wanita infertil Sekunder 13 21 Jenis Pemeriksaan N % Total 62 100 USG (Ultrasonography) 48 41 Pemeriksaan hormonal 12 10.6 ditemukan pada wanita infertil yang menjadi sampel dalam Total 62 100 penelitian ini.4%) merupakan wanita infertil yang berada pada rentang umur 25-35 tahun sedangkan sisanya yaitu 11 orang (22. orang (79%). tidak didapatkan wanita dengan infertilitas sekunder dengan jenis infertilitas primer. No. sebagian besar yakni 35 orang (71.4 PNS 16 39 Total 13 100 Polri 1 2. Jenis Pekerjaan Wanita Infertil Tabel 8.MKS. hampir seluruh wanita infertil yang menjadi sampel penelitian ini menjalani Tabel 4. dan 8.2 >35 4 30.8%) wanita dengan dengan lama infertilitas diatas tiga tahun (61.5%) Pada Tabel 4 tampak bahwa dari 62 sampel.6% wanita infertil menjalani pemeriksaan HSG.4 September 2011 sampai September 2013.3 Endokrinologi Reproduksi RSMH Palembang periode 3 12 19. yakni sebanyak 49 yang berumur kurang dari 25 tahun. sisanya empat orang (30.FSH.5 HSG (Hysterosalpingography) 10 8. 4. Berdasarkan penelitian yang dilakukan. 46.2%) ditemukan pada wanita infertil yang menjadi sampel merupakan wanita yang berada pada rentang umur 25-35 dalam penelitian ini adalah kelompok wanita infertil tahun.4 laparoskopi diagnostik. Sebaran Tempat Tinggal Wanita Infertil pemeriksaan USG yakni sebanyak 48 orang (41%) dari 62 Tempat Tinggal N % sampel.6 Total 49 100 Histeroskopi 5 4.7 Laparoskopi diagnostik 21 18 Umur (Tahun) N % SIS (Saline Infusion 13 11.estradiol) Jenis Infertilitas Primer Menurut Usia AFC (Antral Follicle count) 2 1. sebanyak 18% wanita infertil menjalani pemeriksaan Palembang 43 69. sebanyak 11. Berdasarkan temuan kasus maka Lama Infertilitas N % terdapat 94 temuan penyakit penyerta terkait dengan (tahun) infertilitas pada wanita yang berobat ke Klinik Fertilitas 1 4 6. Endometriosis dan >3 38 61. Menurut Jenis Infertilitas Jenis Infertilitas N % Tabel 9. Hanya 3 orang (6.4%) berdomisili atau bertempat tinggal di wanita infertil dengan infertilitas primer berumur dibawah Palembang.3 Total 117 100 297 .3 Tabel 7. sebagian besar diantaranya yaitu 9 orang (69.4 Pemeriksaan swab vagina 6 5 >35 11 22.4 Guru 2 5 25 – 35 9 69. Hanya 13 orang (21%) wanita infertil yang merupakan infertilitas sekunder. Lama infertilitas yang paling banyak sekunder.8 Petani 1 2.4 Swasta 16 39 Pada Tabel 7 tampak bahwa dari 49 wanita dengan Total 41 100 infertilitas primer. Sisanya yaitu 19 orang (30%) berdomisili 25 tahun. Distribusi Jumlah dan Persentase Wanita Infertil (LH. terdapat 43 berada pada umur diatas 35 tahun.1 <25 3 6. infertilas sekunder berada pada kelompok umur diatas 35 Mayoritas wanita infertil merupakan wanita infertil tahun. Sebaran Lamanya Wanita Mengalami Infertilitas menjalani pemeriksaan SIS. Pemeriksaan Saline Infusion Luar Palembang 19 30. Distribusi Jumlah dan Persentase Wanita Infertil orang wanita infertil didiagnosis menderita adenomiosis. Sebanyak 24 orang (25.1% wanita infertil dalam penelitian ini Tabel 5.1 Sonography) 25 – 35 35 71.6%) wanita infertil didiagnosis mengalami endometriosis dan 19 orang wanita infertil didiagnosis menderita mioma uteri. sedangkan 10 Tabel 6. Oktober 2014 Tabel 3.3%).

11. Tabel 11 pada siklus keenam. dan 85-90% akan mengalami memperlihatkan bahwa hanya 12 orang dari 62 sampel konsepsi setelah 12 bulan12. Th.6%) infertilitas selama 11-15 tahun.6% yang diteliti. kumulatif akan meningkat menjadi 92% ketika lama usia pernikahan dua tahun5. kualitas uterus atau keduanya. didapatkan bahwa 72% wanita infertil merupakan wanita karir dan sisanya wanita tidak . Delapan puluh empat yang mendapatkan tatalaksana farmakologis sedangkan persen (84%) perempuan akan mengalami kehamilan lebih dari setengahnya yaitu 34 orang mendapatkan dalam kurun waktu satu tahun pertama pernikahan bila tatalaksana operatif sesuai dengan penyakit yang mereka melakukan hubungan suami istri secara teratur menyertainya. Infertilitas sekunder diartikan sebagai ketidakmampuan untuk memperoleh kehamilan setelah sebelumnya sudah ada riwayat hamil. Infertilitas dikategorikan Tabel 11. Alasan untuk hasil yang berbeda ini adalah -Adenomioma 1 mungkin disebabkan karena perbedaan jumlah sampel Masalah patensi tuba 8 8. -Kista ovarium 6 -PCOS 1 Olloto dkk (2012) menyebutkan bahwa infertilitas lebih -Disfungsi ovulasi 1 banyak ditemukan pada wanita karir.Hipertiroid 1 bekerja atau yang kita kenal dengan istilah ibu rumah . 4. Pembahasan Secara umum. 46. Penyakit Penyerta N % 20. Sebaran Jenis Tata Laksana Wanita Infertil menjadi dua yaitu infertilitas primer dan infertilitas Jenis Tata Laksana N % sekunder.MKS. 64. dan 16 diantaranya (32%) merupakan infertilitas sekunder.6% dengan teori dan penelitian yang dilakukan sebelumnya. kebanyakan pasangan infertil merupakan Seiring bertambahnya umur wanita. Hasil penelitian ini 298 . pada penelitian yang dilakukan oleh Shetty dkk (2013). hal ini merupakan hasil dari menurunnya dilakukan oleh Shetty dkk (2013).6% kasus. Sebanyak 10.0% berumur 30-39 tahun. 32% selama 6-10 tahun dan 4% mengalami dengan patensi tuba ditemukan pada 8 orang (8. Penelitian yang dilakukan oleh Shetty dkk (2013) menunjukkan Masalah vagina berupa dispareunia dan vulvovaginitis bahwa 64% wanita mengalami infertilitas selama 1-5 ditemukan pada 9.6% persentase paling tinggi wanita infertil berada pada rentang umur dekade ketiga dan paling rendah pada Masalah uterus 31 33% rentang umur dekade kedua10. Semakin lama durasi infertil yang dialami seorang Hormonal 2 2% wanita maka kesempatan untuk memperoleh kehamilan akan semakin menurun. 4. dari 50 wanita -Kelainan bentuk uterus 1 infertil. Distribusi Jumlah dan Persentase Wanita berbeda dengan penelitian sebelumnya.6% masing-masing peneliti. 70% -Mioma uteri 19 berumur 26-35 tahun. 18% diantaranya berumur < 25 tahun. 34 diantaranya (68%) merupakan infertilitas Kapasitas reproduksi wanita menurun secara dramatis pada primer. (2009) terhadap 110 wanita infertil.6% tahun sedangkan sisanya yaitu 3. Dalam penelitian Penyakit Sistemik 2 2% yang dilakukan. Oktober 2014 Tabel 10. sesuai dengan hasil penemuan masing- masing peneliti dan kriteria inklusi yang diterapkan oleh Masalah ovarium 8 8. Pengertian infertilitas primer menurut WHO Farmakologis 12 19 adalah ketidakmampuan untuk memperoleh kehamilan Operatif 34 55 setelah dua tahun melakukan koitus secara teratur tanpa Tidak diketahui 16 26 menggunakan alat kontrasepsi biasanya terjadi pada Total 62 100 wanita berumur 15-49 tahun.8% berumur 40-49 Masalah vagina 9 9.7 % berumur diatas 50 -Dyspareunia 3 tahun. dan sisanya 12% berumur >35 -Adenomiosis 10 tahun. sedangkan masalah terkait tahun. diteliti. Angka kehamilan jenis tatalaksananya . Pada penelitian Infertil Berdasarkan Temuan Penyakit Penyerta yang dilakukan oleh Roupa dkk. Pasangan yang kurang dari tiga Total 94 100 tahun mengalami infertilitas memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memperoleh kehamilan11. dan 75% konsepsi akan terjadi infertilitas pada wanita tidak diketahui. prevalensi dekade keempat umur wanita9. No. menunjukkan -Vulvovaginitis 6 Endometriosis 24 25.6% penyakit penyerta terkait dengan terjadi setelah tiga siklus. laju konsepsi jenis infertilitas primer13.DM 1 tangga. Dalam penelitian yang berbeda. Namun. Konsepsi akan terjadi wanita infertil yang menjadi sampel dalam penelitian sekitar 20% dalam setiap siklusnya.5% diantaranya berumur 20-29 tahun. Sisanya yaitu 16 orang tidak diketahui tanpa menggunakan kontrasepsi. Di beberapa negara di Afrika. Berdasarkan penelitian yang menurun. Dengan demikian hasil penelitian ini sesuai Tidak diketahui 10 10. 50% konsepsi ini. dari 50 sampel yang kualitas oosit dan embrio.

48 diantaranya (41%) ditemukan pada wanita infertil yang menjadi sampel menjalani pemeriksaan USG.7% terkait abdomen seperti endometriosis atau adenomiosis. HSG menjadi prioritas ketika pasangan diakibatkan oleh mioma ketika semua penyebab infertil merupakan pasangan usia muda dengan riwajat disingkirkan. Angka yang sama juga terdapat ada berkaitan dengan Pelvic Inflammatory Disease (PID) masalah ovarium (8.6% dan kuretase memiliki hubungan yang erat dengan masalah pada vagina. Pada penelitian yang dilakukan oleh penyakit radang pelvis sebelumnya. kasus infertilitas pada wanita. tuba. Oktober 2014 infertilitas sekunder lebih dari 30%.1% permasalahan uterus. 20% terkait permasalahan uterus. Dalam suatu studi kasus. penyakit perituba. (HSG) sering dijadikan lini utama untuk melakukan Adenomiosis berada pada posisi ketiga kasus yang pendekatan terkait dengan patensi tuba dan mendeteksi paling banyak ditemukan pada wanita infertil. 10. 10 untuk mendeteksi keadaan patologi tuba.1%) dari 62 sampel penelitian reproduktif. Menurut Laparoskopi diagnostik juga menjadi pilihan utama Ozkan.4% masalah infertilitas berkaitan dengan disfungsi bulan bagi wanita yang umurnya diatas 35 tahun dengan tuba fallopii. Evaluasi dengan masalah ketidakseimbangan hormonal dan 2 % diagnostik infertilitas diindikasikan bagi wanita yang lagi terkait dengan masalah sistemik yaitu hipertiroid gagal untuk memperoleh kehamilan setelah 12 bulan dan Diabetes Melitus. 4. namun HSG memiliki keterbatasan wanita infertil yang menjadi sampel penelitian. Tingginya agar keduanya bisa dinilai16. Berdasarkan penelitian yang atau lebih melakukan koitus secara teratur. Kebanyakan kasus infertilitas lainya dimana kelainan yang diduga menjadi penyebab ditemukan penyebabnya dengan menggunakan metode infertilitas paling banyak kaitannya dengan invasif.MKS. Dari 62 adanya adhesi. (2008). dengan kelainan seksual dan hanya sebagian kecil Evaluasi kasus infertilitas harus dilakukan secara efektif terkait dengan usia dan permasalahan pada ovarium. 9. dalam penelitian ini. penyakit radang pelvis sebaiknya menjalani laparoskopi Tindakan tatalaksana yang diberikan disesuaikan 299 . 8. endometriosis menjadi untuk membantu menegakkan diagnosis penyebab penyebab 0.6% penyebabnya tidak diketahui atau tidak induksi aborsi. Data dari berbagai adhesi.6%) menderita endometriosis. 2. No. Sedangkan berdasarkan 21 orang (18%) menjalani pemeriksaan laparoskopi. ditemukan bahwa diagnostik harus dilakukan lebih awal yaitu setelah 6 27. angka kejadian endometriosis mencapai 1% pada wanita Laparoskopi bukan merupakan pilihan utama untuk usia reproduktif. dan komprehensif dalam menemukan semua penyebab Hasil yang berbeda juga ditemukan pada penelitian infertilitas yang relevan. Hal ini terkait dengan 80% pada wanita infertil yang tidak dapat dijelaskan resiko operasi dan biaya yang mahal. Mioma uteri menempati direkomendasikan dengan mempertimbangkan hasil urutan kedua. 24 diantaranya (25. Pada penelitian ini prevalensi ini terkait dengan penyakit menular seksual ditemukan bahwa permasalahan yang paling banyak (Sexually transmitted infections) dan tindakan medis terjadi pada wanita infertil adalah masalah pada uterus yang tidak steril selama proses kehamilan ataupun (33%). Lebih dan kromotubasi lebih dijadikan sebagai gold standard banyak pasangan didiagnosis subfertil daripada untuk mendeteksi patensi tuba. hal ini terlihat Endometriosis merupakan kasus yang paling banyak dari 62 sampel yang diteliti. dari 62 sampel wanita infertil yang diteliti. Laparoskopi diantaranya ditemukan menderita adenomiosis. infertil15. ditemukan selama fase proliferative yaitu hari ketujuh dan bahwa prevalensi infertilitas pada wanita yang kesepuluh siklus menstruasi11. Meskipun ditemukan pada 5-10% kasus menjalani pemeriksaan SIS (Saline Infusion wanita infertil. Laparoskopi secara pasti penyebabnya.6%) dan sisanya hanya 2 % terkait dan tidak berhubungan dengan infertilitas 14. Ultrasonography (USG) menjadi pemeriksaan yang paling banyak direkomendasikan. 15-25% pada wanita infertil dan 70– mengevaluasi wanita infertil. Selanjutnya adalah pemeriksaan SIS menderita mioma uteri. namun hanya 2-3% infertilitas yang Sonography). Th. Dari 62 wanita infertil. Berdasarkan laporan dari (Saline Infusion Sonography) yang juga banyak American Society for Reproductive Medicine. 19 orang dari 62 wanita infertil yang pemeriksaan sebelumnya atau riwayat operasi menjadi sampel dalam penelitian ini terdiagnosis sebelumnya. Ada beberapa pemeriksaan yang dianjurkan permasalahan ovarium yaitu sekitar 25% kasus sebagai bagian dari evaluasi diagnostik bagi wanita sedangkan permasalahan tuba hanya sebesar 20%. memiliki dan hanya 9. Murk dan Arici (2008). yakni mioma uteri terjadi sekitar 20-50% wanita usis sebanyak 13 orang (11. 24. 46.5-5% kasus pasangan infertil dan 25-40% infertilitas. dan endometriosis.6 % masalah terkait dengan infertilitas sekunder namun pada studi kasus lain. Hysterosalpingography didiagnosis menderita mioma uteri adalah 46%. Evaluasi dilakukan oleh Roupa dkk (2009). laporan Sultanate of Oman Ministry of Health (2001) Menurut American Society For Reproductive Medicine. atau permasalahan di kavum dengan gangguan siklus menstruasi. pasangan yang didiagnosis steril. riwayat dilatasi ditemukan kelainan pada proses pemeriksaan. HSG dilakukan Yullanda (2011) di RSMH Palembang.5% penyebab infertilitas tidak diketahui riwayat siklus menstruasi yang ireguler. diterapkan sebagai pemeriksaan lanjutan. Hal inilah yang negara menunjukkan sebanyak 38% pasangan berhasil direkomendasikan oleh NICE (UK) bahwa wanita yang memperoleh kehamilan sebelum pengobatan dimulai memiliki faktor komorbid seperti endometriosis dan atau 27% sebelum pengobatan selesai secara lengkap 11. hal ini patensi tuba.

. Laparoskopi diagnostik. 1472-6874/11/32. Gibbs R. Ling. A. Philadephia. R.. 2007. Haney. committee opinion”. P. 2011. P.. Obstetrics yang memengaruhi Infertilitas pada wanita didapatkan and Gynecology sixth edition. H.. Pollack. Hochscschild. V. sampel dalam penelitian ini adalah endometriosis dan Katz : Comprehensive Gynecology. J.L. USA. G..M.G. Klein. with secondary infertility : “ an unmatched case- 3. Indian J 1520-1524. hal. control study in Kigali. G. M. Mansour. A. orang (79%) merupakan infertilitas primer. Reingold. and management. Macaluso. Organization (WHO) revised glossary on ART Prevalence & Correlates of primary infertility terminology. wanita & Wilkins.C. Alabama. S.A.H. pada beberapa kasus tindakan operatif menjadi tanggal 24 Juli 2013. 2001.Issue 2. Volume 92. David. an affiliate of Elsevier Inc. Baziad. 1. B.. Gourni. Volume 3. Kesimpulan Sarwono Prawirohardjo. Halaman : 80-87.V. The International Boston. Chapter 41. Naeyer. 5th ed.(online).. O.M. Polikandrioti. Nomor 5. Lama infertilitas yang paling banyak. W. 2011.4%). Assesing fertility in pemeriksaan lanjutan yang paling banyak dilakukan women of advanced reproductive age. Mosby.Y.S.3%). hal. 2008. T. A. Infertility : A Guide to Evaluation. Tracie. London. 2. M.or. 2009.. Chandra. 6. Madhivanan. 1-12. Infertilitas Pasutri. menangani permasalahan infertilitas. Daftar Acuan 11.D. A. Vyankandondera. Massachusetts. 14. Adamson.W. 2001. R.L.D... M. 46.F. Lippincott Wiliams kesimpulan antara lain: berdasarkan umur.S.L. Halaman 302 – 307. Hammerli. Berdasarkan jenis Gynecology. untuk kasus-kasus tertentu cukup ditangani dengan http://muslimah. orang (69. A. Luchters. Pulver. Berman. K. R. Setelah dilakukan penelitian mengenai faktor-faktor W. Halaman 1-10. Med Researce. Johnson. Biomed central. Th. Chapter 40. 2011. Philadelphia. Infertilitas. dijumpai pada kelompok wanita infertil adalah dengan Nygaard. 300 . Volume 5. Lippincott Williams & infertilitas yang dialami wanita infertil. J. I. sebanyak 49 Wilkins. A 15. F. A. C. Prabowo ( Editor). Farr. Brigham and Women’s Hospital. Roupa. Prawirohardjo.P. Z. dan M. London. C. India. Jenis 9. Sultanate of Oman Ministry of Health. Treatment. Mouzon. 2009.F. Krupp.Y. satu satunya tindakan yang harus diambil untuk 5. 2012.html. S. Ishihara. 2003.P Herbert. M. Indonesia. Rata-rata wanita infertil and quantitative approach. Halaman 766-782. Barzansky.M. 8. wanita infertil merupakan wanita karir yaitu sebanyak 7. Lentz. Wang.B. S. and Counseling. dan L. J.E. 2008. Oktober 2014 dengan kelainan yang ditemukan pada wanita infertile.10th edition. V. P. S. Beckmann.. Adamson.N. dan M.770. J. Katz.D. A. Halaman among young women in Mysore. Ilmu Kandungan (halaman 424-434). No. Diakses namun. The risk factor profile of women 2009. 2010. American Society for Reproductive Medicine. Muvunyi. Rogerio. Smith. 2010. P. pada kelompok umur 25-35 tahun. G. Sotiropoulo. PT Bina Pustaka 5.D Wijgert. Faros.Danforth’sObstetricsand lama infertil diatas 3 tahun (61.id/kesehatan- obat-obatan yang terkait dengan stimulasi hormonal muslimah/infertilitas-pasutri-1. B. L. Znoj. What are the 41 orang (66. Dalam : Mohammad. Jakarta.R. Temmerman. E. A. Diagnostic evaluation of the infertile female : “ a detection. American oleh wanita infertil adalah pemeriksaan USG dan Journal Obstetrics and Gynecology (AJOG). 1-65. Karlan. Committee for Monitoring Assisted Reproductive 13. Dhont. K. 4. Satterwhite. bertempat tinggal di Palembang yaitu sebanyak 43 Nomor 4. banyak ditemukan pada wanita infertil yang menjadi 10. Volume 15.W. Koulouri. 4.MKS. D. Berger. public health focus on infertility prevention. 12. Birmingham. Infertility Standart Operating Procedures. Penyakit penyerta yang paling Halaman 758. IanDanny. N. mioma uteri. C. Technology (ICMART) and the World Health Klausner.L. R. Causes of infertility in women at reproductive age. a Wolters Kluwer collaboration with infertil yang datang ke Klinik Fertilitas Endokrinologi American Collage of Obstetricians and Reproduksi RSMH Palembang paling banyak berada gynecologists. J. Freeman. Rwanda”.D. Philadelphia. Laube. Wozniak. A.1%) dengan jenis pekerjaan yang paling issues confronting infertile woman? A qualitative banyak yaitu PNS dan Swasta. Z. Sauer. Part V.L. Sebagian besar Halaman 337. 134 (4) : 440-446.