Pengertian dan Klasifikasi Reaksi Hipersensitivitas - Kali ini admin akan membahas

tentang reaksi hipersensitivitas. Apakah reaksi hipersensitivitas itu ? Apa saja jenis-
jenis reaksi hipersensitivitas itu ? Selamat membaca.

Pengertian Reaksi Hipersensitivitas
Apakah reaksi hipersensitivitas itu ? Reaksi hipersensitivitas adalah peningkatan sensitivitas
tubuh terhadap antigen yang pernah terpapar atau terpajankan sebelumnya.

Klasifikasi Reaksi Hipersensitivitas
Reaksi hipersensitivitas dapat dibedakan berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk beraksi
pada tubuh manusia. Selain itu, ada juga pembagian menurut ilmuan Robert
Coombs dan Philips HH Gell, yang membagi reaksi hipersensitivitas menjadi 4 macam.
Berikut penjelasannya.

1. Berdasarkan Waktu yang Dibutuhkan
a. Reaksi Cepat
Reaksi cepat terjadi dalam hitungan detik, menghilang dalam 2 jam. Reaksi ini
melibatkan ikatan silang antara alergen dan IgE. Manifestasi dari reaksi ini dapat berupa
reaksi anafilaksis.

b. Reaksi Intermediet / Sedang
Reaksi intermediet terjadi setelah beberapa jam dan menghilang dalam 24 jam. Reaksi ini
melibatkan pembentukan kompleks imun IgG dan kerusakan jaringan oleh sel NK.
Manifestasi dari reaksi ini dapat berupa reaksi transfusi darah, anemia hemolitik,
eritroblastosis fetalis, reaksi arthus, vaskulitis, glomerulonefritis, AR, dan Lupus

c. Reaksi Lambat
Reaksi lambat terjadi setelah terpajan antigen dan masih terlihat dalam 48 jam. Reaksi ini
melibatkan sitokin yang dikeluarkan oleh sel T untuk mengaktifkan makrofag yang
menimbulkan kerusakan jaringan. Manifestasi dari reaksi ini dapat berupa dermatitis kontak,
reaksi M.Tuberkulosis, dan reaksi penolakan transplantasi organ.

2. Berdasarkan Coombs dan Gell
a. Hipersensitivitas Tipe 1
Reaksi hipersensitivitas tipe 1 merupakan respon jaringan yang terjadi karena adanya
ikatan silang antara alergen dan IgE. Reaksi ini dapat disebut juga sebagai reaksi cepat, reaksi
alergi, atau reaksi anafilaksis. Mekanisme umum dari reaksi ini sebagai berikut :
- Alergen berikatan silang dengan IgE
- Sel mast dan basofil mengeluarkan amina vasoaktif dan mediator kimiawi lainnya
- Timbul manifestasi
Manifestasi yang ditimbulkan dari reaksi ini berupa anafilaksis, urtikaria, asma
bronkial atau dermatitis atopi.

b. Hipersensitivitas Tipe 2
Reaksi hipersensitivitas tipe 2 terjadi karena dibentuknya IgG dan IgM terhadap antigen
yang merupakan bagian dari sel pejamu. Reaksi ini dapat disebut juga sebagai reaksi

Mekanisme reaksi ini secara umum sebagai berikut : . serum sickness. c.Timbul manifestasi Manifestasi yang ditimbulkan oleh reaksi ini dapat berupa tuberkulosis. dan pneumonitis. atau pemvigus vulgaris.Pelepasan enzim lisosom . Reaksi ini dibedakan menjadi beberapa reaksi.Terbentuknya kompleks antigen-antibodi yang sulit difagosit .Pengeluaran mediator kimiawi .Mengaktifkan komplemen .sitotoksik atau reaksi sitolitik. LES.glomerulonefritis. dermatitis kontak dan reaksi penolakan transplant. yaitu : reaksi Kompleks Imun Sistemik (Serum Sickness) dan reaksi Sistem Imun Lokal (Arthus). reaksi Inflamasi Granulosa. Reaksi ini juga dapat disebut reaksi yang diperantarai kompleks imun. d. sindrom Good Pasture.Fagositosis sel target atau lisis sel target oleh komplemen. Mekanisme reaksi ini secara umum sebagai berikut : .IgG dan IgM berikatan dengan antigen di permukaan sel . Hipersensitivitas Tipe 3 Reaksi hipersensitivitas tipe 3 terjadi karena pengendapan kompleks imun (antigen- antibodi) yang susah difagosit sehingga akan mengaktivasi komplemen dan mengakumulasi leukosit polimorfonuklear di jaringan. Hipersensitivitas Tipe 4 Reaksi ini dapat disebut juga reaksi imun seluler lambat karena diperantarai oleh sel T CD4+ dan CD8+.Pelepasan sitokin dan mediator lainnya atau sitotoksik yang diperantarai oleh sel T langsung .Limfosit T tersensitasi . seperti reaksi Tuberkulin. dan reaksi penolakan transplant.Menarik perhatian Neutrofil . Mekanisme singkat dari reaksi tipe 2 ini sebagai berikut : . Reaksi ini terdiri dari 3 jenis mekanisme. ADCC dan atau antibodi . . yaitu reaksi yang bergantung pada komplemen. eritroblastosis fetalis.Timbul manifestasi Manifestasi yang ditimbulkan oleh reaksi ini dapat berupa reaksi Arthus.Timbul manifestasi Manifestasi yang ditimbulkan oleh reaksi ini dapat berupa anemia hemolitik autoimun. reaksi yang bergantung pada ADCC dan disfungsi sel yang diperantarai oleh antibodi. AR. Reaksi ini terdiri dari 2 bentuk reaksi.Pengeluaran mediator kimiawi .