BAB III

PENDAPATAN DAN BIAYA DALAM
PROYEK MINERAL

Suatu endapan mineral akan dikembangkan untuk ditambang bila perkiraan
keuntungan operasi per tahun setelah pajak, setelah diperhitungkan dengan tingkat
bunga tertentu selama umur tambang, melebihi perkiraan biaya investasi yang
dibutuhkan untuk mengembangkan tambang tersebut. Seperti diketahui, keuntungan
adalah merupakan hasil pengurangan pengeluaran dan penyusutan terhadap
pendapatan. Pendapatan (revenues) tambang per tahun diperhitungkan sebagai hasil
perkalian antara jumlah unit yang diproduksi dan terjual dalam tahun tersebut dengan
harga jual produk per unit.
Dalam melakukan perkiraan biaya investasi dan biaya operasi (capital cost and
operating cost), akurasi dari perkiraan sangat tergantung pada kualitas pengetahuan
maupun taksiran secara teknis atas kondisi tambang yang akan dibuka dan proses
pengolahannya (O’Hara and Suboleski, 1992). Menurut National Estimating Society
– USA, perkiraan biaya adalah suatu seni dalam memperkirakan (the art of
approximating) kemungkinan jumlah biaya yang diperlukan untuk suatu kegiatan
yang didasarkan atas informasi yang tersedia pada waktu itu (Iman Soeharto, 1997).

3.1. Perkiraan Pendapatan
Satu dari beberapa perkiraan penting yang harus dibuat dalam melakukan evaluasi
ekonomi proyek mineral adalah memperkirakan harga jual komoditas mineral yang
akan dihasilkan. Umumnya, pendapatan suatu proyek mineral sebagian besar
diperoleh dari hasil penjualan produk yang dihasilkan. Dengan demikian, adanya
perubahan (terutama penurunan) pendapatan akan menyebabkan adanya perubahan
dalam tingkat nisbah yang sama untuk berbagai jenis pengeluaran.
Perhitungan pendapatan dapat merupakan suatu proses yang kompleks.
Pendapatan sangat dipengaruhi oleh kadar atau kualitas bahan galian, proses
pengolahan serta perolehan (recovery) dari proses tersebut, produk yang dihasilkan
dan harga jual dari produk tersebut. Kontrak penjualan dan biaya pengangkutan dapat

III-1

berpengaruh terhadap pendapatan, tergantung dari produk yang dihasilkan, misalnya
dalam kasus logam dasar dan bahan galian industri. Adapun harga jual produk
selama ini merupakan suatu variabel yang paling sulit diperkirakan, di mana
penentuan harga sangat dipengaruhi oleh faktor dari luar. Meskipun mengabaikan
faktor inflasi, harga jual sangatlah dipengaruhi oleh faktor waktu.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan perkiraan pendapatan
adalah sebagai berikut (Smith, 1994; Gentry and O’Neil, 1984, Hustrulid and
Kuchta, 1998):
 Melakukan studi pasar untuk mengetahui adanya pasar yang sesuai dengan
produk yang akan dihasilkan.
Satu jenis bahan tambang atau komoditas mineral dapat memiliki beberapa jenis
pasar, berdasar tingkat produksi maupun tingkat kualitasnya. Misalnya: pasar untuk
tembaga dapat terdiri dari pasar bijih tembaga, pasar konsentrat tembaga, pasar
tembaga hasil peleburan dan pasar tembaga hasil pemurnian. Pasar untuk
batugamping dapat terdiri dari pasar batugamping sebagai bahan bangunan, sebagai
bahan dalam pembuatan semen, sebagai bahan keramik, sebagai bahan dalam
industri kaca, sebagai bahan dalam industri pertanian, dsb.
 Berapa jumlah produk yang akan ditambang, berapa kadar bijih yang akan
ditambang, berapa persen mineral berharga dari bijih yang akan terambil dan
kemudian terjual.
Tingkat produksi tambang sangat dipengaruhi oleh jumlah cadangan mineral, serta
pasar yang ada bagi produk mineral yang dapat dihasilkan. Sedangkan kadar bijih
yang akan ditambang ditentukan oleh kadar batas (cutoff grade), yakni batas kadar
terendah dari penyebaran endapan mineral (bahan galian/bijih) yang masih
menguntungkan untuk ditambang, ditinjau dari segi teknis, lingkungan dan ekonomis
saat itu. Besaran kadar batas bergantung pada harga mineral dan biaya operasi
penambangan.
Tentang berapa persen mineral berharga dari bijih yang akan terambil dan
kemudian terjual, sangatlah ditentukan dalam pasar apa produk akan dijual. Bila
dijual sebagai bahan mentah (hasil penambangan), tergantung pada perolehan
penambangan (perbandingan antara jumlah bahan galian total yang dapat ditambang
dengan jumlah perhitungan cadangan hasil eksplorasi akhir). Bila dijual dalam

III-2

bentuk konsentrat, tergantung pada perolehan pengolahan, yakni perbandingan berat
mineral berharga/utama yang diperoleh dalam konsentrat dengan berat mineral
berharga/utama dalam umpan, atau kalau akan dijual dalam bentuk logam murni,
maka sangat tergantung pada hasil metalurgi ekstraksi.
Penjualan komoditi mineral di pasar mineral, dapat dilakukan dalam satuan/unit
yang bervariasi:
(1) Umumnya mineral dijual dalam satuan ton (short ton, long ton dan metric ton).
1 short ton (st) = 2000 lbs = 0,9072 metric ton.
1 long ton (lt) = 2240 lbs = 1,01605 metric ton.
1 metric ton (mt) atau tonne (t) = 2204,61 lbs = 1000 kg = 0,9842 lt = 1,1023 st.
Contoh produk yang dijual dalam satuan long ton antara lain: bijih besi, belerang
dan mangan. Misalkan 1 long ton (2240 lbs) bijih besi mengandung 65% Fe, itu
berarti bahwa bijih besi tersebut mengandung besi 65 long ton unit (ltu) = (0,65)
(2240 lbs) = 1456 lbs.
Sedangkan batugamping, tanah liat dan pasir silika merupakan contoh produk
yang dijual dalam satuan metric ton (mt).
(2) Umumnya logam dijual dalam satuan pound (lb) atau kilogram (kg).
(3) Untuk emas, perak, platina, paladium dan rhodium, dijual dalam satuan troy
ounce, di mana 1 troy ounce (tr oz) = 31,1035 gram.
(4) Air raksa (mercury) dijual dalam satuan flask. Flask adalah sebuah tabung besi
yang berisi 76 lbs air raksa.
(5) Mineral ada yang dijual dalam kantong, dalam bentuk batang, lempeng, dsb.
(6) Untuk mineral energi, misalnya batubara, unit energi dinyatakan dalam Btu/lb
atau kcal/kg.
 Berapa harga jual yang akan dipakai dalam melakukan evaluasi, dan apakah
harga jual juga memperhitungkan faktor inflasi.
Perkiraan harga jual dapat dilakukan dengan mendasarkan pada harga mineral saat
sekarang, atau mendasarkan pada data harga historis. Harga mineral saat ini dapat
diperoleh dari beberapa publikasi, misalnya Metal Weeks dan Engineering and
Mining Journal. Daftar harga spot dari beberapa jenis logam dapat pula dijumpai di
bagian bisnis dari beberapa suratkabar. Secara umum harga mineral sangat
tergantung pada: kualitas, kuantitas, asal, bentuk dan kemasan (packaging).

III-3

23 1981 37.86 1972 15.27 1971 13.74 1978 33.642 206 62.1).70 1974 22. 1970 konstan = 100) (US-cents/lb) 1970 15. Sementara untuk negara berkembang. Sedangkan harga mineral berdasar data historis diperkirakan dari adanya kenyataan bahwa harga suatu mineral.028 108 34. maka Indeks Harga Produsen dapat dipergunakan sebagai pegangan dalam perhitungan harga (Tabel 3.340 245 37.34 Metode perhitungan dengan menggunakan indeks harga ini mendasarkan pada perbandingan antara harga atau biaya pada tahun (waktu) tertentu dengan harga pada waktu (tahun) yang digunakan sebagai dasar (bernilai = 100).703 176 42. Harga Pb dan Indeks Harga Produsen (Wellmer.529 158 33. Perkiraan harga dengan data historis perlu pula memperhitungkan adanya pengaruh inflasi.07 1975 21.09 1973 16.455 225 46. 1986) Harga Pb dalam Tahun Harga Pb Indeks Harga US-cents 1981 (US-cents/lb) Produsen (USA. Tabel 3. Untuk negara industri.38 1976 23.39 1979 52.09 1977 30.1. memperlihatkan kecenderungan peningkatan tertentu.61 1980 42. berdasar pemantauan untuk jangka waktu tertentu.619 100 38.533 145 38.815 103 32. Perkiraan harga dengan memperhitungkan pengaruh inflasi dapat dilakukan dengan menggunakan rumus berikut: III-4 . maka Indeks inflasi Internasional yang dikeluarkan oleh Bank Dunia dapat dipakai sebagai pedoman.653 190 43.101 166 34.285 122 32.

Rp/ton. harga Pb berdasar nilai uang tahun 1981 dapat dihitung sebagai berikut: 245 Harga berdasar nilai uang 1981= (15. hal ini dimaksud agar harga mineral relatif stabil. Data dari kurun waktu tertentu. Cara lain perkiraan harga mineral dengan menggunakan data historis adalah dengan melakukan trend analysis.619 US-cents/lb)( ) = 38. Penyelesaian: Berdasar data pada Tabel 3. Indeks Tahun X Px = Py Indeks Tahun Y (3. dsb. Seperti yang dilakukan oleh London Metal Exchange (LME) dengan menyatakan harga aluminium dalam US$/ton. dsb).1) di mana: Px = harga berdasar nilai uang tahun X Py = harga berdasar nilai uang tahun Y Contoh 34. Rp/gram.27 US- 100 cents/lb.1. Dapat pula perkiraan harga ditentukan dengan memakai model ekonometrik. Model ini mendasarkan adanya harga keseimbangan yang dihasilkan dari keseimbangan penawaran dan permintaan akan komoditas mineral tertentu.  Bagaimana penjualan produk: FOB (Free-On-Board) tambang. disarankan untuk menggunakan harga dalam mata uang yang dominan. Untuk komoditi yang dipasarkan secara internasional.619 US-cents/lb. Indeks Harga Produsen (USA) untuk tahun 1970 = 100.  Adakah biaya pemasaran dan bagaimana menghitungnya.1. diolah secara statistik untuk menghasilkan ramalan/perkiraan harga untuk tahun mendatang. CIF (Cost-Insurance-Freight).  Apa standar mata uang dan satuan yang digunakan dalam harga jual (US$/ton.1: Misalkan ingin menghitung harga Pb berdasar pada US-$tahun 1981. FOB kapal. FOB tambang diartikan bahwa produk akan dimuat ke alat angkut (misalnya truk atau kereta api). sedangkan indeks harga produsen untuk tahun 1981 = 245 Maka dengan menggunakan rumus 3. namun pembeli harus membayar ongkos angkut dari tambang ke III-5 . dengan mengetahui data harga Pb berdasar tahun 1970 = 15.  Apakah ada kontrak penjualan dan bagaimana cara pembayarannya.

Bila proyek mineral menghasilkan konsentrat. Perlu diingat bahwa dalam beberapa negara. Mata uang yang akan digunakan dalam evaluasi haruslah ditentukan pada awal studi. tujuan akhir pengangkutan tersebut. Dalam hal ini kontrak pembelian memperhitungkan pula biaya pengangkutan ke tempat pemurnian dan biaya pemurnian. maka produk akan dijual dalam bentuk konsentrat.  Apakah ada kontrak peleburan konsentrat (concentrate smelter contracts). Untuk ini perlu ditentukan nilai tukar antara mata uang tersebut dengan mata uang yang digunakan sebagai dasar dalam evaluasi. tidak hanya mendasarkan pada kandungan logam dalam bijih. peralatan dan karyawan. Biasanya produk akhir yang dijual dalam bentuk logam masih mengandung pengotor. Dalam bentuk apa produk akhir dari proses. yang diperoleh dinyatakan dalam mata uang yang berbeda. semua dimasukkan dalam perhitungan harga. Sangatlah mungkin data harga mineral. apakah dalam bentuk batangan emas/perak. atau katoda tembaga? Berapa biaya pemurnian untuk menghasilkan produk tersebut?  Mata uang dan nilai tukar mata uang (misalnya rupiah dengan dollar Amerika). CIF diartikan bahwa biaya. Kiranya beberapa hal berikut ini dapat dipakai sebagai pedoman dalam menetapkan mata uang yang akan digunakan dalam evaluasi:  Mata uang apa yang akan dipakai dalam melakukan evaluasi final?  Mata uang apa yang digunakan dalam menentukan harga metal? Berapa nilai tukarnya?  Mata uang apa yang digunakan dalam menentukan modal awal? Berapa nilai tukarnya? III-6 . nilai tukar resmi dan nilai tukar nyata sering tidak sama. dikurangi penalti dan pengotor yang ada. asuransi dan pengapalan. Untuk ini perlu diketahui berapa bagian kandungan metal yang dapat dijual.  Bila produk akhir akan dijual dalam bentuk logam mulia (misalnya: emas atau perak) atau tembaga katoda. Jumlah yang akan dibayarkan oleh smelter untuk setiap ton (mt) konsentrat adalah mendasarkan pada logam yang dikandung dalam konsentrat dikurangi biaya pengolahan dan pemurnian logamnya.

peralatan listrik serta peralatan yang dibutuhkan. Perkiraan biaya investasi terutama mendasarkan pada ukuran serta sifat alamiah dan lokasi dari endapan bahan galian. Sedangkan perkiraan biaya operasi sangatlah dipengaruhi oleh seberapa jauh kemungkinan tingkat koordinasi yang dapat dicapai dalam mengoperasikan peralatan. Sedangkan pada tahap evaluasi kelayakan lanjut. baik biaya investasi maupun biaya operasi. di mana perhitungannya ditentukan oleh pengetahuan tentang kondisi dari endapan mineral. harga pabrik untuk peralatan tertentu. pemasangan pipa.2. penyusunan tataletak tambang. Biaya investasi dan biaya operasi dari proyek mineral akan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. perkiraannya mendasarkan pada jumlah dan biaya per unit dari semua komponen material dan tenaga kerja yang dibutuhkan. 1992): III-7 . maka perkiraan biaya. jumlah penggalian dan biaya kontraktor untuk penggalian per unit. Beberapa faktor utama yang berpengaruh terhadap biaya proyek mineral adalah sebagai berikut (O’Hara and Suboleski. ukuran maupun biaya per unit dari rencana pengembangan tambang. Perkiraan Biaya Investasi dan Biaya Operasi Perkiraan biaya investasi (modal awal) dan biaya operasi dari proyek tambang biasanya diperlukan setelah cadangan mineral ditetapkan. kajian metalurgi rinci dan perencanaan tambang secara umum. Untuk biaya operasi. Perkiraan dilakukan sebelum terjadinya pengucuran dana dalam jumlah yang besar untuk kegiatan eksplorasi rinci. perkiraan biaya investasi mendasarkan pada jangka waktu. pembuatan bangunan. di mana pengetahuan secara teknis belum memadai. mendasarkan pada biaya rata-rata dari proyek tambang yang telah ada. Pada tahap evaluasi kelayakan awal. serta pemakaian pasokan (supplies). rencana penambangan dan rancangan tambang (plant design). Mata uang apa yang digunakan dalam menentukan biaya tenaga kerja? Berapa nilai tukarnya?  Mata uang apa yang digunakan dalam menentukan harga peralatan pendukung operasi? Berapa nilai tukarnya? 3. di mana faktor-faktor ini harus dikenali terlebih dahulu sebelum dapat memperkirakan biaya untuk evaluasi kelayakan awal.

di mana dalam III-8 .1. maka umur tambang akan menjadi terlalu singkat untuk dapat menghasilkan pengembalian modal yang ditanam dalam proyek tambang tersebut secara memadai. umumnya suatu tambang belum berproduksi pada kapasitas penuh. adalah lebih besar dibanding biaya membuat (tambahan) pabrik pengolahan sejak awal. Umur tambang yang singkat akan mengurangi peluang untuk dapat melakukan penyesuaian atau perbaikan atas kerusakan peralatan pabrik maupun ketidakefisienan dalam operasi. karena tingkat produksi akan menentukan umur tambang. Kuantitas dari produksi tambang dan hasil pengolahan yang dipilih adalah sedemikian sehingga keuntungan dari hasil operasi penambangan dapat memaksimalkan pengembalian modal yang digunakan untuk mengembangkan tambang dan membangun pabrik serta penunjang kegiatan lainnya. Bila ukuran tambang terlalu kecil dibanding dengan jumlah cadangan yang ada. Dengan demikian. Ukuran tambang atau tingkat produksi Faktor terpenting yang berpengaruh terhadap biaya proyek mineral adalah ukuran tambang dan ukuran pabrik pengolahan. maka keuntungan operasi akan terlalu kecil untuk dapat menutup modal awal dan pengembalian yang diperlukan. Perlu juga diingat bahwa pada awal tahun produksi. sebelum cadangan habis. Penentuan ukuran tambang atau tingkat produksi adalah merupakan faktor terpenting dalam suatu evaluasi proyek mineral. Biaya tambahan untuk memperbesar pabrik pengolahan setelah tambang berproduksi. maka bila diputuskan untuk membuat usulan proyek mineral. modal awal dan biaya operasi. terlebih dahulu harus ditetapkan berapa besar produksi tambang dan pengolahan yang direncanakan. Bila ukuran tambang terlalu besar dibanding dengan jumlah cadangan yang ada. Pada bulan-bulan awal selalu terjadi adanya kehilangan efisiensi dari kegiatan operasi yang dilakukan. Setelah diketemukannya endapan bahan galian. tingkat produksi atau ukuran tambang yang direncanakan hendaknya sesuai dengan kuantitas dan kualitas cadangan atau endapan bahan galian yang ada. pada tahun-tahun awal operasi. Di samping itu tingkat produksi juga harus sesuai dengan pasar yang akan mengkonsumsi produk tambang tersebut.

Beberapa tambang dan pabrik pengolahan membutuhkan waktu beberapa tahun untuk mencapai kapasitas penuh. MTR = total cadangan yang diperhitungkan.5)  (MTR) (3.2)  (TR) (3. III-9 . tahun. dalam juta ton.masa ini adalah merupakan suatu masa penyesuaian.2)  (6.3) di mana: n = umur tambang. dalam ton. TR = total cadangan yang diperhitungkan. perlu dipilih metode(-metode) penambangan yang sesuai untuk endapan bahan galian yang dihadapi. di samping berpengaruh pula terhadap berapa banyak dari cadangan yang ada dapat terambil.2. akan menentukan biaya dan tingkat produksi. berikut kisaran rata-rata produksi per hari. Dalam tahun pertama. Pilihan metode penambangan berikut perkiraan parameter yang dipakai. seperti terlihat pada Tabel 3. Dalam melakukan penambangan.2) atau n  (1 + 0. Taylor (1977) telah menyusun suatu tabel yang mendasarkan pada hubungan antara jumlah cadangan dan kisaran umur tambang. berdasar data empiris membuat rumusan tentang umur tambang yang optimal sebagai berikut (Wellmer. 1986): n  (0. bahkan terdapat beberapa yang tidak akan pernah mencapainya. sehingga cadangan tersebut akan dapat ditambang secara efektif. kapasitas yang diharapkan dicapai adalah dalam kisaran antara 75 – 95%. Taylor (1977).

13.100 – 3. Kisaran umur tambang berdasar jumlah cadangan Total Umur cadangan yang tambang Kisaran umur Rata-rata Kisaran diperhitungkan medium tambang produksi per produksi per (106 ton) (tahun) (tahun) hari hari (ton/hari) (ton/hari) 0. pengolahan dan pelayanan berdasar tingkat produksi harian tertentu.2.5 8 – 11.000 30.000 1. Untuk menentukan jumlah tenaga kerja dapat dilakukan berdasar tiga langkah.000 – 55.500 – 17.5 – 14 2.5 450 400 – 500 5 9.000 – 72. Kebutuhan Tenaga Kerja Biaya investasi dan biaya operasi dipengaruhi oleh jumlah pekerja yang dibutuhkan untuk kegiatan penambangan.75 .500 350 28 24 – 33 35.5 9. maka berapa besar kapasitas optimal dari tambang tersebut (umur dan rata-rata produksi per tahunnya)? Penyelesaian: Dengan rumus (3.2): n  0.3): n  (1+0.40 60. seperti berikut: III-10 . maka rata-rata produksi tambang per tahunnya adalah  730.000 100 21 17 – 25 14.500 23.000 39. Tabel 3.44 80.5) (8) tahun = 8.000 65.000 25 14 12 – 17 5.500 1.5 80 65 – 100 1 6. Dengan rumus (3.2: Misalkan suatu tambang yang memiliki potensi cadangan bijih sebesar 8 juta ton.000 4.000 Contoh 3.5 – 7.000 250 26 22 – 31 27.000 50. 2.800 10 11.000 – 95.000 – 42.2 (8 x 106) tahun = 10.64 tahun.200 – 6.000 11.5 3 – 4.500 2.250 – 1.000 – 10.1 3.400 7.000 500 31 26 – 37 46. Misalkan umur tambang diambil = 11 tahun. dan juga apakah tambang tersebut padat teknologi atau tidak.000 36 30 .12 tahun.000 50 17 14 – 21 8.5 1.5 5.2)(6.000 ton.000 – 32. sebab jumlah pekerja yang dibutuhkan bervariasi tergantung pada metode yang digunakan untuk penambangan dan pengolahan.000 700 33 28 .

Manajer Tambang Bagian Bagian Bagian Bagian Tambang Pengolahan Teknik Administrasi Tim Lapisan Penutup Tim Perencanaan Tim Keuangan Tim Bahan Galian/Batubara Tambang Tim Layanan Tambang Tim Lingkungan Tim Pergudangan Tim Pemeliharaan Gambar 3.1 menunjukkan contoh bagan organisasi yang umum dijumpai dalam suatu tambang. Struktur organisasi tambang biasanya memperlihatkan tingkat serta jalur tanggung jawab dalam suatu kegiatan tambang. Gambar 3. Tenaga kerja dalam bagian teknik dan administrasi dapat dimasukkan dalam kategori ini. maka tenaga listrik juga banyak dibutuhkan untuk kegiatan pengangkutan hasil tambang ke permukaan. Sedangkan untuk tambang bawah tanah. membutuhkan sekitar 85% dari keseluruhan kebutuhan tenaga listrik. III-11 . alat konsentrasi dan fasilitas pendukung terkait.  Tentukan struktur atau bagan organisasi tambang yang menunjukkan bagian-bagian yang merupakan kegiatan yang dibutuhkan.  Tabulasikan semua tenaga kerja yang terkait langsung dengan peralatan tertentu dalam bagan tersebut. untuk tambang terbuka.  Tabulasikan semua tenaga kerja yang tidak terkait dengan peralatan tertentu dalam bagan tersebut. Umumnya. Kebutuhan Sumber Tenaga Listrik Kebutuhan akan sumber tenaga listrik umumnya diperhitungkan berdasar kebutuhan atau beban pada masa sibuk (peak load) dan kebutuhan untuk pemakaian setiap hari (kWjam/hari).1 Contoh bagan organisasi tambang 3. selain untuk alat konsentrasi di permukaan.

III-12 . di mana pada masa tersebut dilakukan pula preparasi stope untuk kegiatan 6 bulan berikutnya. ditambah tentunya luas area untuk bangunan peralatan peremuk batuan. Orang yang melakukan estimasi haruslah sudah betul-betul memahami tentang topografi setempat.  Sistem peranginan (ventilation). antara lain:  Sistem penyaliran (drainage).  Ukuran luas shaft. raises. dan (2) preparasi stope dalam jumlah yang memadai sehingga penambangan dalam masa 6 bulan mendatang dapat berjalan lancar. yakni: drifts. Pembersihan Lahan Luas permukaan lahan yang perlu dibersihkan dalam rangka persiapan penambangan. untuk kegiatan tambang terbuka dipengaruhi oleh jumlah produksi endapan bahan galian dan jumlah waste per hari (dalam ton). 5.  Ukuran headframe. Tambang Bawah Tanah: Untuk dapat melakukan penaksiran biaya proyek tambang bawah tanah.4. orepasses. yang kesemuanya itu dibuat agar kegiatan penambangan untuk beberapa tahun pertama dapat dilakukan. akan berbeda untuk tambang terbuka dan tambang bawah tanah. Luas lahan yang perlu dibersihkan. kondisi stratigrafi dan struktur geologi dari endapan bahan galian. ventilation raises.  Unit kompresor. data kuantitatif tentang kondisi-kondisi tambang bawah tanah haruslah diketahui. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam memperkirakan biaya proyek tambang bawah tanah.  Peralatan hoisting. Dengan demikian biaya yang diperlukan juga akan berbeda. crosscuts. konsentrasi dan bangunan pendukung lainnya. luas lahan yang perlu dibersihkan adalah untuk mendirikan shaft utama serta fasilitas lainnya. substations dan sumps. Sedangkan untuk tambang bawah tanah. ramps. Tahap pengembangan tambang bawah tanah dapat dibagi menjadi dua bagian: (1) pengembangan akses ke bijih dan layanan tambang (ore access and mine services).

000 ton dibutuhkan antara 2 – 4 alat bor. jumlah ton dari bijih dan waste per hari yang dapat dibor oleh sebuah alat bor dengan diameter lubang bor d inchi adalah:  Bijih dan waste Tp = 170 d2 ton/hari.  Untuk batuan yang sukar dibor. di mana biaya ini adalah merupakan komponen biaya terbesar dari biaya investasi tambang. karena waste yang menutupi endapan bijih digali terlebih dahulu. Diameter lubang bor. pemuatan dan pengangkutan bijih serta waste. Diantara semua kegiatan praproduksi. untuk tambang terbuka dengan produksi bijih dan waste per hari kurang dari 60. III-13 . ukuran serta jumlah alat bor yang diperlukan tergantung dari jumlah bijih dan waste yang harus digali setiap hari. Ada kemungkinan rencana pengembangan yang dipilih sesuai. untuk dilanjutkan dengan kegiatan produksi tambang yang efisien. sebab terdapatnya ketidakpastian dari berbagai pilihan rencana- rencana pengembangan tambang. Modal awal (biaya investasi) dan biaya operasi dari tambang terbuka dipengaruhi oleh jumlah dan ukuran dari peralatan untuk kegiatan pemboran. atau sebaliknya. Untuk jenis batuan yang kecepatan penetrasi pemboran adalah sekitar 152 m per gilir (8 jam/gilir). Namun. Tambang Terbuka: Tambang terbuka dapat mempunyai lebih banyak variasi dalam hal bentuk endapan bahan galian (dalam hal ini endapan bijih) maupun produksi per hari. yakni batuan yang termasuk dalam kriteria kecepatan penetrasi sedang (medium-drillable). sebelum perencanaan tambang rinci. maka Tp = 230 d2 ton/hari. bila dibanding dengan tambang bawah tanah. 6.  Untuk batuan yang mudah dibor. maka Tp = 100 d2 ton/hari. Umumnya. maka tidak perlu memikirkan masalah adanya waste yang mengotori bijih. Kegiatan pengembangan ini merupakan kegiatan terpanjang dari keseluruhan kegiatan dalam tahap persiapan untuk berproduksi. peledakan. Biaya untuk kedua bagian pengembangan tersebut disebut sebagai biaya investasi praproduksi. pengembangan tambang merupakan kegiatan yang sulit untuk diestimasi biaya investasinya.

000 ton/hari. Sedangkan untuk jumlah shovel. USA) mempunyai faktor kecepatan penetrasi (drillability factor) = 1. dapat dihitung berdasar rumus: Ns = 0. Untuk tonase hingga 60. maka kecepatan penetrasi dalam batuan lain dapat dihitung dengan cara mengalikan kecepatan pemboran pada batu granit Barre dengan faktor kecepatan penetrasi dari batuan tersebut. tekstur. 6. 7. ukuran lubang bor mempunyai diameter standar : 4 inchi. penetapan dengan cara pembulatan pada angka unit terkecil. 12.4). cuyd. dapat dihitung dengan rumus berikut: S = 0. sepanjang alat tambahan ini masih III-14 . maka semakin sukar batuan tersebut untuk dibor (Carlos L. Sedangkan jumlah shovel (Ns) dengan ukuran mangkuk S yang dibutuhkan untuk memuat total Tp ton bijih dan waste per hari. adalah merupakan fungsi dari sifat batuan seperti komposisi mineral. 9.145 Tp0. 13.000 ton/hari.25 inchi dan 15 inchi.875 inchi. Ukuran dan jumlah shovel yang dibutuhkan untuk memuat bijih dan waste per hari.5) adalah dengan desimal. 10.000 ton/hari. 1995). Sedangkan untuk tonase di atas 60. Dengan demikian pemilihan alat bor juga akan menyesuaikan dengan salah satu dari ukuran-ukuran tersebut.00. karena biasanya hasil perhitungan dengan rumus (3. Semakin tinggi faktor penetrasi. mempunyai arti bahwa diperlukan adanya tambahan unit shovel/loader berukuran kecil. Umumnya. Untuk tonase hingga 25. diperlukan 3 alat bor.011 (Tp)0..5) Dalam praktek. ukuran shovel yang akan dipilih adalah yang memiliki ukuran standar mendekati hasil perhitungan dengan rumus (3.8/S (3.4) di mana: S = ukuran optimum mangkuk shovel. Vermont. ukuran butir dan tingkat pelapukan.4 (3.875 inchi.5 inchi. Penghilangan angka dibelakang koma. Dengan menetapkan bahwa kecepatan pemboran dalam batu barre granite (granit dari Barre. ton/hari.625 inchi. Kecepatan penetrasi mata bor ke dalam batuan (rock drillability). Tp = jumlah bijih dan waste. maka diperlukan 4 atau lebih alat bor. maka diperlukan 2 buah alat bor dengan diameter lubang bor yang sesuai. Jimeno et al.25 inchi.

Fasilitas Perawatan Tambang Terbuka Ukuran fasilitas untuk perbaikan dan perawatan peralatan yang dipergunakan dalam kegiatan tambang terbuka. Ukuran dan jumlah truk yang dibutuhkan untuk mengangkut bijih dan waste per hari. Rumus tersebut dapat digunakan untuk kondisi tertentu. karena alat-alat ini lambat dalam bergerak/berpindah. sehingga tambang dapat berproduksi selama 4 – 6 bulan. Pengupasan Tanah Penutup Sebelum penambangan secara terbuka dimulai. atau bila kemiringan jalan angkut di luar tambang adalah terjal. agar serasi dengan shovel yang digunakan. sehingga tersingkap bijih dalam jumlah yang cukup. maka kemungkinan perlu melakukan peningkatan ukuran truk yang digunakan. Batas penambangan ditentukan dari hasil perhitungan nisbah pengupasan (stripping ratio). sehingga berapa volume tanah penutup yang harus dipindahkan dapat diperkirakan. Perbaikan dan perawatan untuk alat bor dan shovel.sesuai untuk melayani truk yang dipakai (dengan shovel yang mempunyai ukuran mangkuk S). Nt = jumlah truk yang dibutuhkan. terutama ditentukan oleh jumlah dan ukuran dari truk yang dipergunakan untuk kegiatan operasi sehari-hari. ton.0 S1.25 Tp0. di mana jarak angkut rata-rata dan kemiringan jalan di luar daerah tambang adalah lebih kecil daripada yang ada di dalam daerah tambang.8 / T (3. Lapisan tanah penutup akan dikupas seluas daerah batas penambangan (ultimate pit limits).6) Nt = 0. terlebih dahulu perlu dilakukan pengupasan lapisan tanah penutup. dapat dihitung dengan rumus berikut: T = 9. maka perawatan umumnya dilakukan setempat. Adapun luas III-15 .1 (3. mengingat adanya waktu angkut yang lebih lama.7) di mana: T = ukuran truk. Bila tempat penimbunan bijih (sebelum masuk mesin peremuk batu) dan waste adalah terletak di luar daerah tambang.

 Tes metalurgi. (misalnya: jalan terdekat yang ada. rel kereta api dan kota terdekat). agar dapat diperoleh data untuk menentukan metode penambangan yang sesuai. sebaiknya tidak dilakukan sebelum studi kelayakan awal). yang mahal. jaringan listrik.  Akses ke tambang.8) 7. ft2) untuk bengkel perbaikan dan perawatan dapat dihitung dengan rumus berikut: A = 360 Tp0.  Bahan bangunan. sehingga dapat dipergunakan untuk menghitung volume lapisan penutup yang harus dikupas.  Penaksiran geologi. serta mengetahui daya dukung sewaktu membuat fondasi bagi bangunan- bangunan yang akan didirikan). (misalnya: dari hasil pemboran inti diperoleh data tentang ketebalan dan kondisi dari lapisan penutup. maka terdapat beberapa faktor yang juga perlu dipertimbangkan karena kemungkinan pengaruhnya terhadap biaya. (misalnya: tempat terdekat untuk bahan bangunan dan air). Tes metalurgi yang ekstensif . apakah drifts dan crosscuts yang dibuat nantinya memerlukan rock bolts. (misalnya: ahli geologi diperlukan untuk memeriksa contoh inti.4 (3.  Lapisan penutup. (misalnya: dari hasil tes terhadap contoh batuan dari pemboran inti. daerah (A. memilih lokasi untuk shaft atau sumuran untuk penyaliran). III-16 . Faktor-faktor Lain: Di samping beberapa hal yang telah disebut di atas.  Iklim di lokasi tambang. maka dapat dipilih metode pengolahan yang sesuai. (misalnya: curah hujan dan hari hujan).

termasuk antisipasi atas kinerja dari peralatan dan pabrik pengolahan. Sebelum prosedur perkiraan biaya proyek dilaksanakan. Pekerjaan persiapan ini termasuk pula III-17 . yang juga dilakukan terhadap variabel-variabel geologi. perlu terlebih dahulu melakukan perkiraan atas semua faktor fisik yang berpengaruh terhadap komponen-komponen biaya. misalnya besi yang terdapat pada kaolin. maka perlu disediakan fasilitas perumahan dan pendukungnya. Hal ini dimaksud untuk mengurangi biaya pengangkutan. Namun salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah letak pabrik pengolahan (milling plant) sedapat mungkin dekat dengan tambang. pengayakan dan klasifikasi. Berdasar jenis bahan galian serta persyaratan yang diminta oleh konsumen. yang umum dilakukan adalah peremukan. untuk para pekerja tambang). maka proses pengolahan maupun jenis. atau pengolahan mineral (mineral processing). disebut pencucian. Sering terjadi bahwa produk mineral hasil penambangan.ukuran dan jumlah peralatan yang diperlukan akan sangat bervariasi. Dengan demikian. mineralogi dan metalurgi. untuk dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh konsumen atau pasar. tidak semua data teknik maupun ekonomi yang dibutuhkan dapat diperoleh. Namun terdapat pula pengolahan untuk bahan galian industri yang bertujuan untuk mengambil logam pengotor. Karena dalam kenyataannya. maka perkiraan atas biaya-biaya yang berhubungan dengan proyek haruslah dilakukan. yaitu jumlah dana yang dibutuhkan untuk membangun dan mengoperasikan proyek mineral. misalnya untuk menurunkan kadar abu.  Lokasi. disusun dan diorganisir. penggilingan. Pengolahan untuk bahan galian industri. pengolahan yang bertujuan untuk meningkatkan kadar ini sering disebut sebagai pengolahan bijih (ore dressing). Dalam studi kelayakan proyek mineral. Evaluasi aspek keuangan ini mencakup pula penyusunan anggaran investasi. Untuk bahan galian logam (ore deposits). agar dapat melakukan perkiraan atas biaya proyek. (misalnya: bila lokasi terpencil. terlebih dahulu harus melewati proses pengolahan. Pengolahan batubara (bahan galian energi). evaluasi ekonomi (aspek keuangan) baru dilakukan setelah evaluasi aspek-aspek lain rencana investasi proyek telah selesai dikerjakan. terlebih dahulu data harus dikumpulkan. diambil dengan cara flotasi atau dengan cara pemisahan magnetik.

di mana cara menghitungnya antara lain adalah:  Dari pengamatan dapat diketahui berapa produksi pengangkutan truk dalam satu gilir kerja. publikasi teknik.. serta menyiapkan metode untuk peramalan harga dan biaya sepanjang umur proyek. 3. sumber-sumber informasi biaya dari pemerintah. disimpan. Jenis dan Sumber Informasi Biaya Informasi biaya dapat dikelompokkan dalam tiga kategori utama: (1) biaya masa lalu (historical costs). pengembangan teknik untuk meng-update data masa lalu. di-updated secara teratur sehingga siap untuk digunakan dalam mengembangkan perkiraan biaya yang baru. Perkiraan biaya untuk proyek penambangan dan pengolahan mineral melibatkan banyak fihak dan variabel. kemudian disusun. laporan bisnis. sehingga diperlukan beberapa cara agar banyak bagian rinci yang ada dapat diorganisir. Data biaya ini sering diperoleh dari dalam perusahaan sendiri. catatan akuntansi. misalnya: biaya karyawan/gilir. yang merupakan data dari proyek terdahulu. diidentifikasikan serinci mungkin. kemudian data dari hasil pengamatan tersebut diolah secara statistik sehingga III-18 . dsb. Semua data biaya tersebut. Biaya ini terutama menyangkut biaya kerja. Biaya terukur adalah biaya yang mendasarkan pada hubungan antara waktu dan uang. baik data masa lalu maupun yang telah dikembangkan. misalnya mengamati kinerja sebuah alat. maka biaya pengangkutan batuan oleh truk dapat dihitung (Rp/ton). setelah diidentifikasikan secara rinci dengan baik. biaya bahan bakar dan oli/gilir. (2) biaya terukur (measured costs) dan (3) biaya berdasar kebijakan (policy costs). Klasifikasi data biaya harus dilakukan mendasarkan pada sistem baku agar para pemakai mempunyai pemahaman yang sama tentang data biaya yang ada. ditentukan dari proses hasil pengamatan langsung dan perhitungan berdasar rumusan matematika.2.1. Hendaknya semua data biaya yang dapat diperoleh.mengorganisir data biaya yang ada (yang nantinya mungkin dapat dipergunakan dalam melakukan perkiraan). dsb. asosiasi perdagangan. Biaya masa lalu adalah jenis biaya yang diambil dari literatur. Kemudian berdasar biaya tiap komponen per gilir kerja.  Melakukan sampling.

upah. kerusakan alat. III-19 . dapat diperoleh dari berbagai sumber di luar perusahaan. mencakup pula catatan adanya hambatan yang dapat dihindari maupun yang tidak. perbaikan. Sering informasi diperoleh dari dalam perusahaan sendiri yang merupakan kumpulan data dari berbagai publikasi teknik dan literatur.. Contoh biaya jenis ini adalah: pajak penghasilan. antara lain:  Badan Pusat Statistik. Perkiraan biaya untuk keperluaan studi kelayakan dapat mendasarkan pada informasi dari berbagai sumber. asuransi dan biaya lain yang ditetapkan berdasar kontrak atau aturan tertentu.  Departemen Keuangan (Perdagangan atau Perindustrian). persyaratan. sehingga dapat dilakukan perkiraan biaya. perlengkapan. namun keberadaannya harus diakui dan perlu diperhitungkan. lokasi kerja. kondisi cuaca. posisi penawaran dan permintaan. dsb.). penawaran pabrik). kontrak pembelian).  Bagian Hukum (penafsiran peraturan berkaitan dengan pembatasan operasi. dsb). data dari proyek terdahulu. misalnya. biaya operasi dari berbagai tahap operasi) .  Bagian Produksi (biaya langsung per unit produksi. Biaya berdasar kebijakan adalah biaya yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Walau biaya ini dapat berasal dari sumber yang berbeda.  Bagian Personalia (kontrak kerja. material). dsb. biaya dan masalah-masalah khusus).  Dari laporan jam kerja.  Bagian Pemasaran (harga komoditi. atau kumpulan data dari proyek sejenis. perawatan.  Bagian Pembelian (biaya bahan mentah dan material sekarang dan masa lalu. Berbagai sumber yang berkaitan dengan data ekonomi secara umum serta kecenderungan (trends) yang ada. diperoleh data tentang efisiensi kerja alat tersebut per gilir kerja. tunjangan. Sumber utama dari perusahaan sendiri adalah:  Bagian Akunting (modal awal.  Bagian Geologi dan Teknik (data milik perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan operasi.

tender pembangunan proyek.  Publikasi Nasional maupun Internasional (Indonesian Mining Journal.  Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral.  Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nations). bangunan dan fasilitas pembantu.  Bank Dunia. infrastruktur.  Perusahaan Konsultan. Modal tetap adalah bagian dari biaya proyek yang dipakai untuk membiayai kegiatan pra-investasi (biaya penyiapan desain dan kalkulasi biaya proyek. gedung dan prasarana bangunan. World Mining.  Pengembangan praproduksi (misalnya: pengupasan lapisan penutup). dsb. Asian Journal of Mining.  Departemen Lingkungan Hidup. pengadaan tanah. termasuk biaya yang dikeluarkan hingga proyek siap memulai beroperasi. maka modal tetap mencakup:  Pengadaan tanah (pengurusan dan penyiapan tanah).  Kamar Dagang. bangunan dan fasilitas pembantu. Engineering and Mining Journal. biaya penyusunan studi kelayakan proyek. capital investment) yang merupakan jumlah total dari rupiah/dollar yang dibutuhkan untuk membuka sebuah endapan bahan galian hingga berproduksi. percobaan laboratorium).2. pemindahan dan ganti rugi bagi penduduk yang tinggal di atas tanah yang akan dipergunakan proyek. penebangan pohon. Dalam hal pengembangan endapan mineral. III-20 .2. Perkiraan Biaya Investasi Dalam industri mineral.  Peralatan tambang. Termasuk dalam biaya ini adalah biaya pengurukan dan perataan tanah.  Bank lokal. yakni modal tetap dan modal kerja.  Analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) hingga perijinannya. Mining Magazine. Coal Age.). mesin dan peralatan utama maupun tambahan serta fasilitas pendukung lainnya. Total biaya investasi terdiri dari dua komponen.  Peralatan pengolahan. yang dimaksud dengan biaya investasi adalah modal awal (capital costs. 3. Petrominer.

piutang dagang (accounts receivable). perhubungan. Modal kerja dapat diestimasi dengan menggunakan berbagai cara. di mana modal kerja ini akan diambil kembali pada akhir umur proyek. Dalam hal ini modal tersebut disebut modal kerja awal. poliklinik. perumahan. barang jadi dan setengah jadi. 1997): 1. pembangkit tenaga listrik. Berikut ini adalah beberapa teknik perkiraan biaya yang sering dipergunakan untuk memperkirakan biaya tetap dalam kegiatan penambangan dan pengolahan (Gentry and O’Neil.)  Pengadaan teknologi atau bantuan manajemen. Banyak perusahaan yang mengadakan peninjauan atau penyesuaian modal kerja secara periodik sepanjang umur proyek. Besarnya modal kerja diperkirakan pada awal proyek dan terbawa sepanjang umur proyek. dsb. rel kereta api. atau diperkirakan sebesar biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan selama 1-3 bulan. Dana modal kerja diperlukan untuk membiayai persediaan: bahan baku dan pembantu. Modal kerja adalah dana yang dibutuhkan untuk membiayai kegiatan operasi proyek setelah tahap pengembangan selesai (project start-up). Modal kerja untuk operasi penambangan sering pula diperhitungkan sebagai bagian dari biaya operasi per tahun: Biaya Operasi Ton Tertambang n bulan Modal Kerja = ( )( ) ( 12 bulan ) Ton Tahun (3. Soeharto. Salah satu cara adalah modal kerja diperkirakan sebesar 10-20% dari modal tetap. 1984. pasokan. Fasilitas pendukung (jalan.  Bunga selama masa pengembangan proyek.  Cadangan kenaikan jumlah anggaran (contingencies). Metode Biaya Satuan III-21 . suku cadang. Biasanya untuk perhitungan digunakan periode 3 (tiga) bulan. utang dagang (accounts payable) dan cadangan uang tunai.9) Nilai n tergantung pada berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memasarkan produk dan menerima pembayarannya. Hal ini dilakukan untuk penyesuaian adanya pengaruh inflasi terhadap daya beli. walau untuk tambang yang lokasinya terpencil dapat dipergunakan periode yang lebih panjang.

Cara yang sama dapat dipergunakan untuk memperkirakan biaya fasilitas pengolahan. dll. Kesalahan yang sering terjadi dengan penggunaan metode ini adalah adanya anggapan bahwa biaya satuan yang ada selalu tetap sepanjang kisaran (range) kapasitas yang diinginkan. n = faktor eksponensial.000. misalnya biaya produksi per tahun per ton (Rp per tahun per ton). Perbedaan kisaran akan mengakibatkan perbedaan biaya per unit. sumber pemerintah. data biaya sendiri.00.11) XA di mana: III-22 . Persyaratan untuk melakukan perkiraan dengan metode ini adalah bahwa tambang. 2.10) di mana: Y = modal awal proyek. per km.00 per tahun per ton batubara x 1.000.000. pabrik pengolahan yang akan diperkirakan biayanya. Maka bila sebuah tambang baru dibuka dengan rencana produksi sebesar 1. X = kapasitas instalasi (proyek). biaya fasilitas pendukung. haruslah memiliki kondisi yang mirip dengan tambang atau pabrik pengolahan yang dipakai sebagai pembanding.000. per meterkubik.000 ton per tahun.000.000. maka persamaan (3. Perkiraan biaya dengan metode ini dilakukan dengan cara mengalikan kapasitas dengan biaya per unitnya (per ton. di mana hal ini adalah tidak benar.000. bank. Berdasar adanya hubungan antara biaya dengan kapasitas. dsb.000 ton per tahun = Rp 107. Data untuk melakukan perkiraan ini dapat diperoleh dari literatur teknik. atau dapat dinyatakan dalam persamaan berikut: Y = k (X)n (3. Metode Kurva Pangkat Seperti diketahui bahwa modal awal dari suatu proyek sangat dipengaruhi oleh kapasitas dari proyek tersebut. biaya tetapnya adalah sebesar = Rp 107. k = konstanta. dll).10) dapat dikembangkan dalam bentuk persamaan berikut: XB n YB = YA [ ] (3. Sebagai contoh.00. untuk memproduksi 1 ton batubara per tahun dari sebuah tambang terbuka diperlukan biaya sebesar Rp 107.

bank.000.5 hingga 0. demikian pula data biayanya. Berapa perkiraan biaya untuk mendirikan kompleks tambang baru dengan kapasitas 6. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Maka perkiraan biaya untuk fasilitas 6. YA = modal awal proyek A. dll.6 YB = $ 250. Untuk proyek tambang dan pengolahan yang normal. n = faktor eksponensial. XB = kapasitas proyek B.6 .0.1 hingga lebih besar dari 1. Nilai faktor eksponensial bervariasi dari 0. XA = kapasitas proyek A. Metode Indeks Harga III-23 .9. sumber pemerintah.000 ton/hari membutuhkan biaya sebesar $ 250. misalkan pada tahun 1995 sebuah kompleks tambang baru dengan kapasitas 4.000/4. YB = modal awal proyek B. misalnya kapasitas proyek haruslah dinyatakan dalam satuan yang sama (ton/hari atau ton/tahun.6? Dengan menggunakan rumus (3. metode penambangan dan lokasi penambangan. data biaya sendiri. Data kapasitas dan biaya untuk melakukan perkiraan ini dapat diperoleh dari literatur teknik.000)0. 3. sehingga data yang diplot akan membentuk garis lurus. Perlu diperhatikan bahwa dalam memplot data haruslah konsisten.856.000 ton/hari pada tahun 2001. tetapi janganlah campuran).6 atau 0.11): YB = YA [ XB/XA]0. atau satuan lain. Dalam proyek pertambangan. Namun perlu diperhatikan bahwa perkiraan biaya tersebut belum memperhitungkan adanya pengaruh inflasi yang terjadi dari tahun 1995 hingga tahun 2001. faktor eksponensial).7.000. hendaknya dibuat plot terpisah antara berbagai komoditi mineral.000 ton/hari adalah $ 318.000 [6. di mana kemiringan dari garis tersebut adalah nilai dari n.000. Faktor eksponensial dapat ditentukan secara grafis dengan memplot kapasitas versus biaya dari data yang diperoleh (plot dapat dilakukan dalam bentuk log-log.000. nilainya berkisar antara 0. umum digunakan nilai 0. Sebagai contoh perhitungan. bila faktor eksponensial adalah 0.

2 Sumber: Wellmer. Dari contoh pada tabel 4.9 1981 740 297 330 168 100. 1997. upah tenaga kerja. misalnya untuk harga-harga peralatan industri. Perubahan biaya yang menerus ini terutama disebabkan oleh variabel: III-24 . untuk indeks industri.3 tersebut.4 1987 837 324 412 176 138. Perbandingan data harga dalam bentuk korelasi antara berbagai tahun (waktu) dapat dilihat pada daftar indeks harga. terlihat bahwa nilai biaya untuk tahun-tahun yang berbeda perlu dilakukan penyesuaian.5 1976 483 192 224 105 62.9 1978 565 219 259 120 73. dan Consumer atau Producer Price Index).2 1984 817 323 387 178 122. Terdapat banyak jenis indeks harga. Contoh daftar indeks harga dari beberapa penerbitan dapat dilihat pada Tabel 3.3. bahan bangunan dan komoditi yang lain. (all items) milling) modities) 1926 = 100 1959 = 100 1967 = 100 1975 = 100 1981 = 100 1975 451 182 207 100 58.2 1986 827 318 401 171 132. Tabel 3. Marshall & Swift Equipment Cost Index. (construction) (all com.7 1980 684 261 303 154 88.3 Indeks-indeks Harga Marshall and Chemical Engineering USA Canada Swift Engineering News Record Producer Consumer Equipment Cost Plant Cost Cost Index Price Index Price Index Tahun Index Index (mining. Chemical Engineering Plant Cost Index.8 1983 799 317 380 173 117.9 1977 521 204 241 111 67. Penyesuaian perlu dilakukan karena biaya akan secara menerus berubah. 1987 dan Soeharto. untuk indeks konstruksi.9 1979 619 239 281 134 80. di mana daftar indeks harga ini dikeluarkan secara berkala oleh berbagai penerbit (misalnya: Engineering News Record.3 1985 823 325 392 177 127.0 1982 780 314 357 171 110. Metode ini mendasarkan pada perbandingan antara harga atau biaya pada tahun (waktu) tertentu dengan harga pada waktu (tahun) yang digunakan sebagai dasar.

Sedangkan untuk negara berkembang. relatif seimbang. modal awal adalah 10 – 20% lebih tinggi daripada di Canada.3. misalnya negara setempat. Berapa biaya yang dibutuhkan untuk tambang tersebut bila berproduksi pada tahun 1983? Dengan menggunakan indeks harga Marshall and Swift pada Tabel 3. membutuhkan biaya investasi sebesar $ 21. untuk memperkirakan biaya tetap dalam kegiatan penambangan dan pengolahan.1) = ($ 21. Perkiraan Secara Rinci Perkiraan biaya secara rinci merupakan perkiraan yang paling akurat dibanding dengan metode perkiraan lainnya. maka publikasi dari Bank Dunia dapat dipakai sebagai acuan (Wellmer.000. 4. perlu dipertimbangkan.000.00)(799/684) = $ 24.000. 1989). Misalnya untuk Australia. maka harga pada tahun 1983 dapat dihitung berdasar persamaan (3.  Ketersedian tenaga kerja dan material.000.000.500. Untuk data yang termasuk sudah kadaluwarsa. pada prinsipnya sama dengan perkiraan harga mineral.  Teknologi. maka kondisi atau faktor tertentu.00. Dalam metode ini. kecuali tiada data yang lain yang lebih muda. sebuah tambang terbuka batubara di Kalimantan Timur mulai berproduksi pada tahun 1980.000 ton.1: Indeks Tahun X Px = Py Indeks Tahun Y di mana: Px = harga berdasar nilai uang tahun X Py = harga berdasar nilai uang tahun Y Sebagai contoh. Data yang lebih dari 10 tahun sebaiknya tidak digunakan.00.000. yakni dihitung dengan menggunakan persamaan 3. Dalam perhitungan biaya menggunakan indeks harga. dengan produksi per tahun adalah 1. estimasi mendasarkan pada III-25 . seperti misalnya Indonesia. Adapun perkiraan biaya berdasar metode indeks harga. penggunaan data yang sudah berumur lebih dari 5 – 6 tahun hendaknya disertai pertimbangan yang lebih teliti.  Perubahan nilai dari mata uang (inflasi). di mana perkembangan ekonomi pada kedua negara yang diperbandingkan tersebut.

pemasok maupun pabrik. Dalam proyek pertambangan. Namun bila terdapat catatan harga yang pasti dari pemasok. Perkiraan Biaya Operasi Dalam proyek mineral. dsb. pengawasan terhadap kontraktor. dsb. 4. filosofi perawatan. terutama yang menyangkut dengan penyebaran peralatan. perkiraan biaya operasi untuk tambang bawah tanah lebih sulit daripada perkiraan biaya operasi untuk tambang terbuka. lokasi.. spesifikasi dsb. Perkiraan rata-rata biaya jenis ini adalah sekitar 10% dari biaya peralatan total (Gentry and O’Neil. tataletak.3. intensitas pekerja. Sedangkan biaya konsultasi teknik adalah biaya yang dikeluarkan untuk konsultan yang telah melakukan pemilihan peralatan. Biasanya pada tingkat ini. yang karena berbagai faktor maka tidak mungkin membuat perkiraan yang tepat 100%. memperkirakan biaya operasi pada tahap awal biasanya lebih sulit daripada memperkirakan modal awal. biaya ini antara lain digunakan untuk menutup adanya perubahan harga alat. Kegiatan dari setiap tambang mempunyai sifat yang relatif khusus dibanding dengan tambang lain. penawaran sesungguhnya telah dapat diperoleh dari kontraktor. karena tidak mungkin untuk mengembangkan teknik dan hubungan perkiraan biaya yang konsisten. gambar teknik rinci. metode penambangan. diagram alir dan daftar peralatan yang memperlihatkan nomor model. Biasanya dipergunakan angka 15% dari biaya peralatan total. Berdasar alasan-alasan tersebut pulalah. Biaya contingency adalah biaya yang dicadangkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kenaikan biaya. dapat menyebabkan perkiraaan biaya operasi menjadi sulit. perlu pula ditambahkan adanya biaya cadangan kenaikan jumlah anggaran (contingency) dan biaya konsultasi teknik (engineering fee). III-26 . Dalam melakukan perkiraan modal awal. dsb. atau hilangnya beberapa bagian peralatan. angka ini dapat diturunkan menjadi sekitar 5%.2. 1984). Perkiraan secara rinci ini dipakai sebagai pedoman dalam melakukan pembelian dan sebagai alat kontrol dan referensi selama pengembangan proyek dan konstruksi. merencanakan desain tambang.

 Kegiatan pengawasan operasi. 4. tenaga listrik. Tenaga kerja:  Kegiatan operasi langsung.). yakni: biaya langsung (direct cost). 2. dll. Biaya langsung cenderung bervariasi secara proporsional dengan tingkat keluaran (output). Bahan (material):  Bahan untuk perbaikan dan perawatan. Sedangkan biaya tidak langsung adalah biaya bersama yang tidak dapat dibebankan secara langsung kepada produk. peledak. biaya tidak langsung (indirect cost) dan biaya umum (general or overhead cost). Tenaga kerja:  Administrasi.  Pelayanan.  Kegiatan perawatan langsung. Pengembangan wilayah produksi. proses atau jasa. 3. proses atau jasa yang dibuat.  Karyawan terkait. Bagian dari biaya langsung adalah biaya tenaga kerja langsung dan biaya bahan langsung. Biaya langsung adalah biaya yang dengan jelas dapat ditelusuri keberadaannya untuk dibebankan pada produk. Beberapa jenis biaya yang dapat dimasukkan sebagai biaya tidak langsung adalah biaya untuk: 1.  Bahan terpakai ( supply: bh. Umumnya. Royalti.  Bahan untuk proses produksi. III-27 . biaya operasi total proyek mineral dapat dibagai menjadi 3 kelompok utama. namun secara umum yang dimasukkan kedalam jenis biaya langsung adalah biaya untuk: 1.  Bahan mentah.  Keselamatan dan kesehatan kerja.bakar. Walau terdapat variasi dari satu perusahaan terhadap perusahaan yang lain. air.  Teknik. bh.  Kegiatan pengawasan perawatan.

Penyusutan.  Staf hukum.  dll. III-28 .  Bengkel. rapat.  Perjalanan dan jamuan.  Staf keuangan. 9. Administrasi:  Pimpinan perusahaan dan staf. Biaya umum atau overhead adalah biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan di luar daerah tambang. 3. sumbangan. 5. 7. Pengembangan wilayah tambang. Perjalanan.  Penelitian dan pengembangan. 8. 2.  Tim analisis pemasaran. Reklamasi. Hubungan masyarakat. Pemasaran/penjualan:  Penjual. Asuransi. 10. 2. 6.  Staf teknik dan geologi. 4.  Karyawan terkait.  Karyawan terkait. Umumnya yang termasuk dalam biaya umum adalah biaya untuk: 1. Metode Proyek Serupa.  Pengawas. Bunga. Berikut ini beberapa metode untuk melakukan perkiraan biaya operasi: 1.  Akunting dan auditing. Pajak. Perlengkapan dan alat tulis kantor.  Hubungan masyarakat.

perkiraan biaya operasi untuk tambang bawah tanah adalah :  Tenaga kerja = 50 – 55% dari biaya operasi total. apakah biaya tersebut sekaligus mencakup (atau tidak) biaya langsung dan biaya tidak langsung. organisasi dan variabel lain kemungkinan besar berbeda dengan proyek yang dipersiapkan. yang umumnya sangat dipengaruhi oleh perbandingan antara waste dan ore (stripping ratio) yang digali. Biaya operasi diperkirakan dari hasil memplot hubungan antara biaya dan kapasitas dalam sebuah grafik. maintenance and supplies) = 30 – 40% dari biaya operasi total. Dalam penggunaan data dari literatur hendaknya diperhatikan basis dari data tersebut. 2.  Lain-lain = 5 – 20% dari biaya operasi total. Sedangkan untuk tambang terbuka. namun kondisi geologi. Metode ini pada dasarnya adalah sama dengan metode perkiraan yang digunakan untuk melakukan perkiraan modal awal. peralatan. Dengan mengetahui perkirakan sebagian biaya (misalnya biaya untuk tenaga kerja) dari tambang serupa yang telah ada. proyek mineral yang akan diperkirakan biaya operasinya dianggap serupa dengan proyek mineral yang sudah diketahui biayanya. Walaupun proyek serupa. perawatan dan supplies (repair. maka dari biaya pengupasan yang telah diketahui (berdasar perbandingan tertentu) untuk tambang serupa yang ada.  Perbaikan. Untuk ini dapat menggunakan rule-of-thumb dalam melakukan perkiraan. Dalam metode ini. Proyek serupa tersebut dapat berupa proyek yang dimiliki oleh perusahaan atau oleh perusahaan lain. maka plot dari biaya-kapasitas ini hendaknya dikembangkan dari data yang dikumpulkan dari III-29 . Metode Hubungan Kapasitas dan Biaya. perkiraan biaya pengupasan dengan perbandingan seperti yang direncanakan dapat dilakukan. maka perkiraan biaya operasi secara keseluruhan dapat dilakukan. Sebagai contoh. di mana data yang dipergunakan adalah diperoleh atau dihimpun dari literatur atau catatan perusahaan. atau juga berdasar pengalaman dari estimator pada proyek sebelumnya. misalnya penggunaan data produksi Rp/ton hendaknya betul- betul dipastikan. Agar diperoleh hasil yang baik.

 Rp per meter kubik tanah penutup yang dikupas. 3. Perkiraan dalam metode ini dilakukan dengan cara menguraikan secara rinci biaya operasi dalam beberapa bagian utama.  Rp per jam operasi dari berbagai kategori peralatan. 4. maka desain awal.  Asuransi 2 . misalnya yang memiliki kondisi lingkungan geologi dan geografi yang serupa. Metode Biaya Komponen. pasokan. daftar peralatan secara garis besar. di samping perkiraan tenaga kerja. Perkiraan ini dikembangkan dengan mendasarkan pada biaya satuan dan biaya menurut unsur.  Administrasi umum 2% dari penjualan. Untuk dapat membuat perkiraan biaya operasi (pembongkaran. powder factors. Contoh biaya satuan yang dapat dipergunakan.3% dari modal awal peralatan. detonator. kegiatan-kegiatan penambangan yang tertentu. kemajuan penggalian.  ton per orang-gilir. haruslah tersedia terlebih dahulu. total liter pemakaian bahan bakar per jam operasi per mesin. sudah dapat dibuat. material.  Biaya tidak langsung 10 – 30% tenaga kerja langsung + biaya material. di mana perkiraan kasar tentang kebutuhan tenaga kerja. Metode perkiraan ini dapat dilakukan setelah proyek berjalan sampai pada titik tertentu. maka harus dilakukan perkiraan atas powder factors. Contoh biaya operasi yang diperkirakan menurut unsurnya. antara lain adalah:  Rp per meter kemajuan pembuatan sumuran/drift. sehingga dapat dilakukan perkiraan biaya komponen. antara lain adalah:  Perbaikan dan perawatan 2 . total kedalaman pemboran per mata bor.5% dari biaya modal peralatan. delays per peledakan. pemilihan peralatan dan perkiraan kebutuhan tenaga kerja. III-30 . Dengan demikian sebelum melakukan perkiraan dengan metode ini. Harus dibuat daftar untuk setiap fungsi kerja dalam kegiatan operasi.  kg bahan peledak per ton batuan yang diledakkan. dan banyak variabel lain. Metode Penguraian Biaya Secara Rinci (Detailed Cost Breakdown Method). misalnya) rinci. jumlah sumbu ledak.. dsb.

BIAYA OPERASI 1. Biaya Pengangkutan. Asuransi dan Penyimpanan a. 2. Perhitungan (perkiraan) biaya pemilikan dan operasi per jam dari alat mekanis tertentu. f. Rata-rata investasi tahunan. Nilai Sisa. dapat dilakukan dengan menggunakan formula berikut ini: A. e. namun hasil perkiraan biaya operasi dari sebuah proyek tambang dengan metode ini akan lebih dapat diandalkan. h. Biaya penyusutan per jam. Harga Pembelian (termasuk peralatan tambahan. pajak). Annual Rates = bunga + pajak + lain-lain. g. BIAYA PEMILIKAN 1. b. Untuk mempersingkat proses estimasi. Umur ekonomi. Biaya tetap per jam. Biaya ban.pelayanan. e. c. Pajak. perkiraan sifat-sifat operasi serta biaya operasi peralatan tertentu yang diperkirakan berdasar prosedur perhitungan tertentu. gambar-gambar. c. d. Biaya tetap tahunan. di mana kemudian bersama dengan biaya unit operasi lainnya. Rata-rata tingkat investasi tahunan. pengangkutan dan perakitan di tempat tujuan. TOTAL BIAYA PEMILIKAN B. maka sebaiknya perkiraan mendasarkan pada desain dan tata letak final. Tingkat produksi serta produktivitas yang layak untuk setiap klasifikasi kerja perlu pula diperkirakan. dijumlahkan menjadi biaya operasi untuk fasilitas tersebut. d.. Kesemuanya itu memerlukan waktu dan proses yang panjang. Biaya penurunan dari kapal. b. Penyusutan: a. Perkiraan biaya dari setiap unsur ini digabung menjadi biaya untuk suatu unit operasi. dsb. Bunga. Harga total pemilikan. III-31 . yang terkait. Periode penyusutan (operasi).

Biaya pemilikan. Bahan bakar (atau tenaga listrik). 3. ditambah 1 buah truk curah sebagai cadangan. Shovel yang digunakan adalah 11-m3 power shovel. 7. 5. pajak.250 t/jam).1 ton).). Produksi 10. jenis penggunaan. 4. Tujuannya adalah menentukan biaya satuan dalam Rp/ton dari material yang ditangani (penggalian maupun pengangkutan). III-32 . Namun untuk itu. Per gilir bekerja 8 jam. terlebih dahulu dihitung biaya per satuan waktu. di mana biaya ini bervariasi sesuai dengan penggunaannya (periode waktu. bunga modal. Pada sebuah tambang terbuka. Biaya perbaikan ban. pemeliharaan dan perbaikan. Biaya pemilikan bersifat tetap. Untuk kegiatan tersebut dibutuhkan 5 buah truk curah untuk melayani 1 buah power shovel. biasanya dalam Rp/jam.2. terdiri dari penyusutan. Berikut ini adalah contoh perkiraan biaya dengan menggunakan formula di atas. karena tetap diperhitungkan dengan tidak memandang apakah alat dipergunakan atau tidak. pelumas dan tenaga kerja (operator). Biaya operasi adalah variabel (walau beberapa diantaranya dihitung sebagai biaya tetap). akan tetapi sudah merupakan perkiraaan yang mendekati pada biaya sebenarnya (Hartman. Kondisi medan kerja dan pengelolaan sedang.000 t/gilir. 6. terdiri dari biaya ban (bagi kendaraan yang memakai ban). asuransi dan biaya penyimpanan. kondisi operasi. Pemeliharaan dan perbaikan. pemuatan dan pengangkutan batuan hasil peledakan jenjang menggunakan shovel dan truk. Lemak pelumas. sedangkan truk curah berkapasitas 85 st (77. (Dengan demikian produksi = 1. Mesin 850 hp. 1987). Biaya operasi merupakan biaya-biaya yang berkaitan dengan pengoperasian suatu alat. pemakaian bahan bakar atau sumber tenaga. Tenaga kerja TOTAL BIAYA OPERASI TOTAL BIAYA PEMILIKAN DAN OPERASI BIAYA SATUAN Perhitungan biaya dengan formula seperti dalam contoh tersebut memang tidak menghasilkan perhitungan yang tepat. dsb. baik untuk pemilikan maupun operasi. Minyak pelumas.

pengangkutan dan perakitan di tempat tujuan = 10% (c) = $ 476 e.$ 97.00/cwt. BIAYA PEMILIKAN 1.000 x 56. TOTAL BIAYA PEMILIKAN = $ 61.000 lb.7%. adalah seperti berikut ini (Hartman.7% = $ 297.538 c.512) ≈ $ 525. 1987): A.000 jam = 7.250 b.500 jam III-33 . BIAYA OPERASI 1. Annual Rates = bunga + pajak + lain-lain.512  Umur ban 2. Penyusutan: a.00/jam.000 f. b.5)/(15) = 56.948 (dikurangi biaya ban = $ 32. Rata-rata tingkat investasi tahunan = (n + 1)/(2n) = (8. d.760  diperkirakan berat truk 119.  biaya pengangkutan $ 4.675 d. Biaya penyusutan per jam = $ 525. = 14% + 2% + 2% = 18%. Pajak.79/jam.5 th. g. Biaya Pengangkutan = $ 4. = 15. Bunga. h. B.582) / (2000 jam) = = $ 26.79/jam.582 e.675 x 18% = $ 53. Biaya tetap per jam = ($ 53.000/15. Nilai Sisa = 15% (a) = . Asuransi dan Penyimpanan a. Biaya ban. 2. Harga total pemilikan = $ 557.  1 cwt. Periode penyusutan (operasi) = 2. Harga Pembelian = $ 650. Biaya tetap tahunan = $ 297.Perkirakan biaya satuan untuk truk curah! Adapun contoh perhitungan untuk memperkirakan biaya satuan dari truk curah tersebut.000 jam/th. c. Rata-rata investasi tahunan = $ 525. 1 hundredweight = 100 lb. Umur ekonomi. dengan anggapan-anggapan tertentu.000 jam = $ 35.  Harga 1 set ban = $ 32. Biaya penurunan dari kapal.

29/jam. jadi perlu penyesuaian). TOTAL BIAYA PEMILIKAN DAN OPERASI = $ 139. diambil dari tabel yang ada. TOTAL BIAYA OPERASI = $ 77.00/jam. Tenaga kerja = $ 16. Minyak pelumas = ⅓ @ $ 17. Pemeliharaan dan perbaikan = = faktor reparasi x penyusutan/jam = = 45% x $ 35. Bahan bakar (atau tenaga listrik) = = 850 hp x 0.35 x $ 12.00/jam  + 35% tunjangan = 0.63/jam. Dari uraian di atas.00/jam = $ 4.20/jam.67/jam. BIAYA SATUAN = $ 758.512)/(2.  1 operator @ $ 12.50/jam.  Biaya ban = ($ 32.00/jam x 15.29/jam = $ 696.00/jam = $ 2. (catatan: pemakaian bahan bakar utk truk 850 hp.00/jam = $ 12. 7. adalah sesuai utk umur ekonomi 10. Lemak pelumas.00/jam.000 jam = = $ 23.000 jam.000 jam/10.61/t.00/jam + $ 4. berdasar kondisi operasi. 4.00/jam = $ 5. 3.20/jam  1.79/jam.20/jam  total = $ 12.020 gal/jam @ $ 1.79/jam = $ 758.500 jam) = $ 13.79/jam = $ 61.20/jam.00/jam. dengan kondisi operasi sedang. (catatan: faktor reparasi.50/jam. berdasar tabel = 0.50/jam + $ 61. (catatan: faktor pelumasan = ⅓ = dari tabel) 6.  Tujuan pemakaian perkiraan biaya.  Biaya pemilikan 1 truk cadangan @ $ 61.  Total = $ 696. 2. Biaya perbaikan ban = 15% x $ 13.20/jam.  Kecakapan dan pengalaman estimator.020 gal/hp-jam) 5.20/jam = $ 16.  Biaya pemilikan & operasi 5 truk @ $ 139. III-34 .00/gal = $ 17. terlihat bahwa kualitas (akurasi dan kelengkapan unsur- unsurnya) dari suatu perkiraan biaya proyek tergantung pada hal-hal berikut:  Tersedianya data dan informasi.250 t/jam = $ 0.  Teknik dan metode yang digunakan.

tugas-tugas tersebut akan semakin sulit. Hendaknya selalu diingat bahwa perkiraan modal awal dan biaya operasi yang dibuat adalah mendasarkan pada variabel teknik dan beberapa variabel lainnya. dsb. persyaratan kerja. Perlu pula mengolah data yang berhubungan dengan unit operasi. diagram alir. maka untuk mempersiapkan suatu perkiraan yang sesuai. jadwal kerja. diperlukan banyak usaha dan waktu. fungsi kerja. kemungkinan pilihan cara penambangan. Teknik perkiraan yang bagus adalah yang dapat dipergunakan untuk mencapai derajad akurasi yang diinginkan (Gentry and O’Neil. III-35 . Tidak ada satupun teknik perkiraan yang selalu dapat memberi jawaban terbaik. Untuk melakukan perkiraan proyek tambang. gambar desain dan tata letak. 1984). Pada saat studi kelayakan mencapai tahap definitif. maka perkiraan tersebut hendaknya konsisten dengan tujuan dari studi tersebut. Dibutuhkan banyak tabel. Suatu metode perkiraan yang baik tidaklah harus yang canggih. tingkat produksi dan parameter operasi lainnya. dan karena perkiraan biaya modal dan biaya operasi adalah sangat menentukan dalam studi kelayakan. daftar peralatan berikut spesifikasinya. sebab adanya sifat khusus diantara berbagai endapan bahan galian. Karena studi kelayakan proyek mineral adalah merupakan bagian penting dari proses pembuatan keputusan investasi.