PENGELOLAAN PENYAKIT BUSUK PELEPAH

(Rhizoctonia solani Kuhn.) PADA TANAMAN JAGUNG
Amran Muis

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tengah, Jalan Lasoso 62, Biromaru, Palu 94364

ABSTRAK
Pengendalian penyakit yang disebabkan oleh cendawan Rhizoctonia solani pada berbagai jenis tanaman telah
banyak dilakukan. Pada tanaman jagung, penyakit busuk pelepah yang disebabkan oleh R. solani makin meluas dan
secara ekonomis menjadi ancaman di beberapa negara Asia dan sejumlah negara di dunia. Makalah ini membahas
beberapa cara dan pendekatan yang telah dilakukan dalam pengelolaan penyakit yang disebabkan oleh R. solani.
Cara-cara pengelolaan tersebut meliputi pengendalian melalui karantina, budi daya, penggunaan varietas tahan,
secara kimiawi, kultur teknis, dan biologi. Penerapan pendekatan tersebut berhasil menekan serangan penyakit
yang disebabkan oleh R. solani.
Kata kunci: Jagung, Rhizoctonia solani, pengendalian penyakit

ABSTRACT
Management of banded leaf and sheath blight disease caused by Rhizoctonia solani Kuhn. on corn

Disease control caused by Rhizoctonia solani on a number of plant species has been carried out. Banded leaf and
sheath blight disease caused by R. solani on corn has become increasingly severe and economically threatened corn
plants in several countries of Asia and other parts of the world. This paper discussed several approaches which have
been done to control the disease caused by R. solani. The management controls consist of quarantine, farming
practice, resistant varieties, chemical, and biological. Most of those control approaches have successfully controlled
diseases caused by R. solani.
Keywords: Zea mays, Rhizoctonia solani, disease control

D i beberapa negara Asia, termasuk
Indonesia, jagung merupakan tanam-
an serealia terpenting kedua setelah padi.
et al. 2002). Keberadaan penyakit ini juga
telah dilaporkan dari berbagai belahan
dunia.
GEJALA SERANGAN

Cendawan R. solani cocok pada kondisi
Walaupun pada prinsipnya jagung di- Laporan tentang kehilangan hasil panas dan lembap. Cendawan ini juga
tanam untuk keperluan pakan, jagung juga akibat serangan penyakit BLSB sangat menyebabkan busuk benih (seed rot) dan
penting sebagai makanan pokok, terutama terbatas. Di Indonesia, penyakit ini meng- busuk bibit (seedling blight) pada
di Meksiko, negara-negara Amerika akibatkan kehilangan hasil pada tanaman tanaman jagung. Menurut Sweets dan
Selatan dan Tengah, Afrika, dan Asia jagung hingga 100% (Sudjono 1995). Se- Wrather (2000), busuk benih terjadi
(Shurtleff 1980). iring dengan meningkatnya intensitas sebelum benih tumbuh. Pada fase ini benih
Pada masa pertumbuhannya, semua serangan penyakit BLSB, kehilangan dan menjadi lunak dan berwarna coklat. Busuk
bagian tanaman jagung tidak lepas dari penurunan hasil juga bertambah dengan bibit dapat menyerang baik pada fase
serangan organisme pengganggu, ter- hubungan proporsional secara langsung pratumbuh maupun pada saat benih
masuk penyakit. Salah satu penyakit yang (Dela Vega dan Silvestre 2003). tumbuh, tetapi bibit mati sebelum muncul
beberapa tahun terakhir menjadi ancaman Penggunaan fungisida untuk me- ke atas permukaan tanah. Serangan dapat
pada tanaman jagung adalah penyakit ngendalikan penyakit ini sangat terbatas juga terjadi pada pascatumbuh, yaitu pada
busuk pelepah (banded leaf and sheath dan berdampak negatif terhadap lingkung- saat benih tumbuh sebelum gejala serang-
blight = BLSB) yang disebabkan oleh an. Di sisi lain, pengendalian dengan an berkembang. Serangan pada fase
cendawan Rhizoctonia solani Kuhn. menggunakan varietas tahan masih pratumbuh menyebabkan koleoptil dan
Serangan BLSB makin meluas dan secara kurang karena terbatasnya sumber genetik sistem perakaran berwarna coklat dan
ekonomis menjadi penyakit yang meng- inang yang tahan terhadap R. solani tampak basah dan busuk, sedangkan se-
ancam tanaman jagung di beberapa negara (Sharma et al. 2002). rangan pascatumbuh mengakibatkan
Asia dan sejumlah negara di dunia (Sharma tanaman berwarna kuning, layu, dan mati.

100 Jurnal Litbang Pertanian, 26(3), 2007

solani menyerang tanaman. seperti generik sebelumnya Botryobasidium selulosa. sekarang dikenal sebagai Thanatephorus Patogen ini tertarik pada tanaman karena cucumeris (Frank) Donk (Menzies 1970. solani yang dapat menyerang beberapa jenis pertama kali ditemukan dan dijelaskan se- tanaman. CABI 2004). Infeksi biasanya dimulai dari tanaman serealia berbeda dengan ras yang pelepah daun terbawah dan seterusnya Secara umum. yakni dengan Jurnal Litbang Pertanian. Proses infeksi di. Hifa cendawan bergerak ke mengemukakan bahwa suatu cendawan arah tanaman dan melekat pada permukaan dapat disebut sebagai R. serangan BLSB BIOLOGI DAN EKOLOGI R. seperti Corticium Ceresini (1999) menggambarkan vagum dan Pellicularia filamentosa. kutin. Kerusakan utama pada tanaman jagung bersifat patogen terhadap padi memiliki gulma yang mungkin merupakan sumber di daerah tropis adalah busuk tongkol kemampuan untuk memproduksi sklerotia ras virulen bagi tanaman lain. Sklerotia dan/atau SEKSUAL) R. miselium dengan cara saprofit. De Leon 1984) (Gambar jaringan tanaman. and jagung. Donk serta Ceratobasidium Rogers telah ngan matinya sel tanaman oleh cendawan siap dibedakan dengan Thanateporus. Cendawan ini dapat yang berbeda pada inang yang sama. Satu isolat dapat leguminosa dan sayuran. Beberapa R. solani Pengendalian melalui Karantina R. Ras (Shurtleff 1980. sedang. dan bagaimana R. sebagai infection cushion dan melakukan penetrasi sinonim T. solani RAS PATOGEN R. PENGELOLAAN PATOGEN R. Gambar 1. air. hifa melanjutkan pertumbuhan. filamentosus Pat. senyawa kimia stimulan yang dilepaskan Ceresini 1999). solani jika mem- luar tanaman. nya penyakit tersebut ke daerah di mana Gambar 2. konsentrik yang menutupi areal yang luas hidup selama beberapa tahun dengan Populasi Rhizoctonia di lapangan pada daun. Cendawan tersebut dinamai kurang baik dan kelembapan tanah yang Hypochnus solani. Ras yang menyerang tanaman. baru dihasilkan pada atau di dalam jaringan inang. sedangkan genera Corticium dan nya dan menyerang jaringan mati. Beberapa ras nyakit adalah dengan mencegah masuk- menyerang satu jenis tanaman. Ras yang ber- Gejala yang berkembang pada daun dan tumbuh menutupi cawan Petri ukuran 90 beda juga menyebabkan gejala serangan pelepah daun berupa bercak-bercak mm dalam tiga hari. Pada kondisi alami. berapa kali perubahan. solani miselia yang berada di tanah atau jaringan tanaman tumbuh dan membentuk hifa Struktur seksual dan basidiofor R. yakni mengkolonisasi bahan-bahan organik tanah khususnya sebagai hasil aktivitas TELEOMORF (FASE patogen tanaman. Nama ini mengalami be- tinggi (Ceresini 1999. sehingga dapat terjadi dengan cara percabangan serta sklerotia yang berwarna coklat tua mampu terapung dan bertahan hidup di dan anastomosis hifa multinukleat (Baker (Gambar 2). pertumbuhan R. kan ras yang lain menyerang beragam tanaman inangnya berada. Sebagai dengan ketentuan utama karantina dalam batang jagung. Carling dan Summer (1992) oleh tanaman. R. 2007 101 . cucumeris. begitu terjadi pada fase sebelum pembungaan solani pula sebaliknya. Selanjutnya dinyatakan bahwa nama dukung oleh produksi berbagai enzim generik Pellicularia Cooke ditolak karena ekstraseluler yang mendegradasi berbagai secara nomenklatur tidak valid dan nama komponen dinding sel tanaman. Variasi ini yang disertai dengan munculnya miselia yang berdinding luar tebal. Inokulum dengan alasan nomenklatur. cucumeris (Talbot 1970). Seiring de. contoh. solani Prill. terus berkembang pada permukaan luar T. cendawan punyai fase sempurna T. dan siklus baru berulang jika substrat baru tersedia. dan pektin. dan H. menyebabkan penyakit pada tanaman bergerak ke atas (Pascual et al. solani yang virulen ringan terdapat pada perakaran 1). ras yang menyerang kentang pengelolaan penyakit. solani Kuhn. dan tongkol memproduksi sklerotia di tanah dan bervariasi dalam hal patogenitasnya. Hal ini sejalan solani pada tongkol dan famili (Baker dan Martinson 1970). 2000). 26(3). dengan membentuk apresorium atau Delacr. sering Hypochius keduanya tidak dapat diterima kali juga membentuk sklerotia. cucumeris merupakan fase sempur- solani) pada tanaman tanaman dan menyebabkan penyakit na R. Gejala serangan BLSB (R. dan H. tidak menyerang tanaman crusifera. pelepah daun. tersebut. solani ber. Setelah melekat. Patogen ini sangat cocok cara rinci oleh Prillieux dan Delacroiz pada dengan keadaan struktur tanah yang tahun 1891. langsung sangat cepat. ke dalam sel tanaman. solani juga bertahan hidup sebagai dan Martinson 1970). Miselia dan sklerotia R. solani terdiri atas banyak ras patogen yang berbeda dalam hal inang dan jaringan Cara terbaik untuk mengendalikan pe- tanaman yang diserang.

2002). dan Jepang serta fungi. TSG 28. 2007 . R. sistem perakaran menjadi lebih perkembangan R.67 27.50−76. solani. solani yang me. aplikasi potasium menurun. lalui daun seperti validamycin A telah berapa cara pengendalian R. B. Serangan R.60%. P30M50. benih dengan fungisida kaptafol. secara berimbang. dikombinasikan dengan tanaman maka bakteri tersebut akan ber- aplikasi urea 300−400 kg/ha. solani) Pengendalian secara Biologi pada padi. Persentase serangan R. Kemampuan B. karena sumber keragaman genetik untuk ketahanan terhadap BLSB terbatas. tekanan terhadap R. Di Amerika Serikat. Fusarium. Dorrance et al. Malaysia. Thailand. Salah satu varietas tersebut.78 Plot yang diinfestasi R. kepadatan tanaman yang rendah dapat tanah yang terinfestasi dari California AS Pengendalian secara Kimiawi mengurangi serangan R. solani. P1320. pada kentang (CABI 2004). solani pada kedelai. Hasil penelitian menunjukkan an populasi actinomycetes. subtilis BR23 yang Usaha pengendalian BLSB dengan meng- gunakan varietas tahan belum berhasil. penyakit meningkat sehingga menekan Di Indonesia. bekerja sama dengan program-program na. subtilis mampu tumbuh dan ber- pada kompos yang lebih matang. dan Aspergillus. Pengaruh perlakuan benih dengan Bacillus subtilis BR23 terhadap Seleksi varietas terhadap penyakit telah daya tumbuh benih dan persentase serangan Rhizoctonia solani dilakukan secara intensif melalui suatu pada tanaman jagung varietas IPB Superseet yang ditanam pada proyek yang diprakarsai oleh CIMMYT plot yang diinfestasi dengan R. perakaran tanaman telah diteliti oleh Kilian dalian tersebut bergantung pada waktu namun hasilnya hanya berkisar antara et al. Pengendalian melalui Teknik Beberapa jenis fungisida telah ditemukan Budi Daya efektif menekan busuk pelepah (R.mencegah masuknya patogen yang tidak variasi kemunculan gejala BLSB pada 22 sinar matahari. Tabel 1. udara. Hasilnya menunjukkan terdapat 102 Jurnal Litbang Pertanian. dan perlakuan perlakuan benih dengan fungisida seperti kembang pada sistem perakaran tanaman. Penyemprotan fungisida me. busuk pelepah Agency 2002). tanah. 1998). kan serangan penyakit yang disebabkan besar dan sehat sehingga meningkatkan oleh R. fumigasi tanah dengan subtilis dibalutkan pada biji atau benih nanam dengan jarak tanam 75 cm x 40 cm. solani. Iriani dan Sumartini (1995) melaporkan dapat ditekan dengan pemberian silikon bahwa perlakuan benih dengan kaptafol (CABI 2004). solani Daya tumbuh benih sional pemuliaan jagung di Asia. Selanjutnya fungisida yang dicobakan efektif me. sejumlah Cimmyt Maize Lines (CML) dan materi lainnya telah Plot tanpa infestasi R. subtilis BR23 100 6. dan kondisi seperti ini tidak dikenal ke dalam suatu area. tanaman dari gulma. populasi Teknis kembang pada perakaran tomat dengan actinomycetes sebagai agens pengendali ketebalan berkisar antara 0. Dengan formaldehid. GSI 43T. dan DK 868. dengan Bacillus subtilis Iriani dan Sumartini (1995) meneliti be.95 16. solani pada banyak dipraktekkan di Vietnam. subtilis adalah bakteri antagonis yang tanaman jagung melalui teknik budi daya. solani (CABI ditolak (Canadian Food Inspection 2004). pemberian pupuk (Fry 1982). tanaman yang telah membusuk. Fungisida Captan 100 16. GSI 46. Rhizoctonia. 26(3). (2000) dengan menanam biji tomat pemberian dan asal kompos. B. solani 100 44. Korea. Menanam secara berjajar pengambilan air dan unsur hara dari dalam akan menurunkan suhu dan kelembapan tanah.67 BLSB (Sharma et al. solani pada mentimun (2003) mengevaluasi keefektifan lima jenis Bakteri tersebut terus hidup pada sistem dapat ditekan dengan pemberian kompos fungisida terhadap R. pencycuron atau iprodion Selanjutnya bakteri akan berkompetisi dan perlakuan tersebut. yang telah diperlakukan dengan suspensi yang lebih matang. Pada kompos 52. subtilis pada media Gelrite-Murashige solani berhubungan erat dengan kepadat.80 mm. subtilis berkembang pada dikemukakan bahwa pengaruh pengen. dan penanaman dengan nyerang tomat berasal dari Peru dan tanah. ditemukan di air. Di Kanada. perakaran dan melindungi tanaman se- yang terbuat dari sampah organik rumah Hasilnya menunjukkan tidak ada satu pun panjang musim tanam (EPA 2003).40−0. Pengendalian dengan Varietas relatif di bawah kanopi tanaman serta Muis dan Quimio (2006) melaporkan Tahan meningkatkan evaporasi dan penetrasi bahwa formulasi B. metham sodium. untuk mengendalikan BLSB adalah me. solani 100 0 0 diidentifikasi memiliki ketahanan terhadap Formulasi B. efektif mengendalikan BLSB pada jagung. Lebih lanjut membandingkan jumlah hama eksotik USM var 10. Jika B. BLSB. GSI dikemukakan bahwa pembersihan per- sebelum dan sesudah dilakukan karantina 41T. dan Skoog. dan residu Dikemukakan bahwa cara yang paling baik sida pencycuron di Malaysia (CABI 2004). Gejala BLSB muncul 2 menguntungkan bagi perkembangan metode evaluasi karantina ialah dengan hari setelah inokulasi pada 8 varietas yakni busuk pelepah (CABI 2004). Melalui Perlakuan (%) 30 HST 45 HST kegiatan tersebut. ngendalikan penyakit hingga 100%. tangga (Tuitert et al. Selain itu.44 50 Bangcaya dan Silvestre (2003) meng- uji ketahanan 22 varietas jagung terhadap Sumber: Muis dan Quimio (2006). intensitas serangan efektif terhadap penyakit Rhizoctonia menekan cendawan tular tanah seperti penyakit dapat dikurangi atau ditekan. Di Australia. Hal ini karena Pengendalian secara Kultur bawa B.

J. Integrated agent enhancing plant vitality. of a Maize Symposium. Taxonomy and nomenclature Rhizoctonia solani.) in corn Nature (PSSN). 1980. A. Prosiding Kongres Pests.edu. 2000. Fry. 1970. Palmer (Eds. Biological and sheath blight caused by Rhizoctonia solani Tuitert.D. Rajbhandari. MU Nachrichten Bayer. 2003.R.E. lebih rendah dibandingkan pada tanaman ngendalikan R. State Talbot. J. 1998. Gen.).K. penyakit busuk pelepah telah ditemukan. Akses 15 Juli 2005. M. Jr.ca. and G. Pflanzenschutz- Society. yang tidak diberi perlakuan (kontrol) Namun demikian.bahaykuboresearch. Rhizoctonia solani. 87: epidemiology and management. J. Bangcaya. University of California Press. 2006. 1992. binucleat Rhizoctonia sp. Centro Internacional de Hyakumachi. solani (Tabel 1). Persentase serangan ini punyai prospek yang baik untuk me. of 22 corn varieties against banded leaf and and seed treatment effects on Rhizoctonia Banded leaf and sheath blight of maize . Philippines Society for the Study of Suppression of Rhizoctonia solani in potting disease (Rhizoctonia solani Kuhn. against sheath blight and ear rot caused by Perhimpunan Fitopatologi Indonesia. for Research on Soilborne Phytopathogenic Bacillus subtilis . Beberapa cara pengendalian terhadap tanam (HST). The American Inspection Agency Science Branch.inspection.its sheath blight caused by Rhizoctonia solani solani root rot of soybean. 545−549. Production Systems for Nepal.. Kuhn. Ransom.D. CABI. A. NC.). 1982. Labora- sheath blight (Rhizoctonia solani) by cultural Phytopathological Society. Dela Vega.A.B. field identification. Parmeter. dan biologi. G. A. B. Akses 5 Maret 2005. Philippines Society for the Study of 533−538. 157−165. and M. Wrather. The first century of course. Barkeley. Sci. C. subtilis. In N. 521−525. Parmeter.. secara kimiawi. persentase serangan R. and J. Pathol. 378 pp. subtilis BR23 tidak ber. 1999.P. cegah meluasnya penyakit tersebut ter- g/kg benih adalah 6. and B.bahaykuboresearch.htm. p. produksi jagung di Indonesia. Mcclure. Sharma. J. Prosiding Kongres Nasional XII dan Seminar Rhizoctonia. p. 2000. Environmental Protection Agency). Raymundo. to control banded Rhizoctonia solani: Biology and Pathology. solani merupakan salah telah diinokulasi R. 50% berturut-turut pada 30 dan 45 HST. 1984. In J. Academic Press. L. DAFTAR PUSTAKA Baker. K. and C. http://www. Agric.H. Canadian Food Iriani. 2 nd edition. Jr.R. Rush (Eds.67% Selain bakteri antagonis B. Basta. In L. Ceresini.B. Epidemiology De Leon. 3−5 December 2001. Yield Barkeley. Effectiveness of antagonists Nasional XII dan Seminar Ilmiah Mei 2005. p. (Ed. S.D. and Sumartini.R. Ilmiah Perhimpunan Fitopatologi Indonesia. 66: 95−102. Martinson. 108−112. tories Directorate Centre for Plant Quarantine practices. Canadian Food Inspection Agency. teknik budi daya. nunjukkan bahwa B. P. Carling.D. Parmeter. Summer. and A. 2002. H. Hal ini me. p. moisture. profile as one of the requirements of the Menzies. Junge. control of banded leaf and sheath blight Kuhn. 114 pp. Rhizoctonia solani: Biology and Pathology. leaf and sheath blight in corn.C. Jr. Pflanzenschutz 111: 583− Extension. http://www. C.. Szczech. P. Hasil penelitian tersebut Menurut Muis dan Quimio (2006). Methods Schmiedeknecht. 1995. p. (Ed. net/03/abstracts 2003. Kleinhenz. The American Phytopathological Sweets. 20−31.gc.). Crop Protection Compendium. loss estimate in USM var 9 due to banded leaf Muis. and D.epa. Efficacy of hypovirulent 172−178.S. M. A.R. of diseases caused by Rhizoctonia solani. Kilian. net/03/abstracts2003. M.R. kultur teknis. Pengendali- solani pada tanaman yang diberi per.E. W. (Ed.C.K. 2004. http://pssn. P. Singleton. Kathmandu (Nepal).E. p. Dorrance. Akses 10 Sudjono. 2003. 2003. M. Control of corn Diseases. Silvestre. Kathmandu. Akses 15 Juli 2005. organic household waste.).E. Jurnal Litbang Pertanian. oleh cendawan R. Pathology. 105 pp. and C.J.95% dan 16.E. In J. a guide for Pascual. 3rd edition. http://www. subtilis BR23 dengan dosis 10 punyai efek samping terhadap tanaman. Jogyakarta.J. Corn Diseases. Temperature. Mejoramiento de Maiz y Trigo (CIMMYT). subtilis tidak mem. University of California Press. 2003. berturut-turut pada 30 dan 45 hari setelah Trichoderma spp.C. 2002. Shurtleff. 7(1): 1−7. 3−5. D. NARC: CIMMYT. and A.L. penelitian ke arah ter. Mihail. an secara terpadu diperlukan untuk men- lakuan B. 2000. Columbia. 1970. Proceedings EPA (U.M.htm. FZB24(R) Jogyakarta. http://pssn. Plant Dis.. serta sebut perlu terus dilakukan. A. Berkeley. Screening and N. 23 pp. Pest Management.P. Principles of Plant Disease Nepal. Adhikari. University of Missouri. Quimio. Rhizoctonia solani: Biology and 20 April 2005. 2007 103 . utama pada sentra-sentra produksi jagung. benih dan vigor tanaman. Maize diseases. Soilborne Plant Pathogens.gov. Steiner. Akses of the perfect state.C. Silvestre. 1995. and R. solani (CABI 2004).ncsu.. Nature (PSSN). E. The Management.diaplikasikan pada benih jagung sebelum dengan persentase serangan 44. Bollen.S. Bacillus subtilis GBO3 (129068). In J.mode of action of a microbial Fungi. Srinivas. R.T. University. J. and J.E. Rhizoctonia solani Kuhn. Plant University of California Press. antara lain pengendalian melalui karantina. R. p. Penyakit busuk pelepah yang disebabkan menunjukkan bahwa pada tanah yang formulasi B. juga dilaporkan mem.). Krebs. G. 1970.cals. mixtures amended with compost made from with formulated Bacillus subtilis BR23. Sustainable Maize CABI. varietas tahan. Tuttle.A.44% dan KESIMPULAN ditanam dapat menekan perkembangan R. U. Compendium of Corn 1999−2000 Pathology. J. pathogen 597. Hain. Phytopathology Indon. solani dua minggu pengaruh negatif terhadap daya tumbuh satu penyakit yang mengancam stabilitas sebelum tanam. M. 26(3). 88: 764 − 773.

Related Interests