REGULASI PANGAN

Disusun untuk memenuhi Ujian Akhir Semester

Dosen Pengampu
Indria Purwatiningrum, STP, M.Si

Disusun oleh:

Linggar Puri Galuh Ajeng
145100101111019
D

JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2017

1
1. Berikanlah contoh produk pangan komersial yang merupakan pangan olahan yang
memenuhi persyaratan :
a) Pangan Irradiasi (1 produk)
Daging merupakan komponen utama karkas yang tersusun dari lemak, jaringan
adipose tulang, tulang rawan, jaringan ikat dan tendon. Salah satu produk olahan dari
daging adalah ground beef atau daging giling. Daging giling adalah daging yang telah
mengalami proses penggilingan yang kemudian dimanfaatkan kembali untuk produk
lainnya. Di luar negeri hampir semua bahan pangan yang dijual menggunakan kemasan
tak terkecuali sayur dan daging giling. Amerika serikat adalah salah satu negara yang
mengkonsumsi daging giling. Pelabelan untuk daging giling harus sesuai dengan
Federal Meat Inspection Act (FMIA), peraturan pemeriksaan daging dan kebijakan
pelabelan. Produk daging giling di Amerika yang telah mengalami proses lanjutan
seperti penggunaan proses irradiasi akan dicantumkan logo dari penggunaan proses
tersebut, seperti logo radura pada kemasan jika produk diiradiasi. Pada daging giling
boleh ditambahkan lemak daging maksimal sebesar 30% dan boleh ditambahkan
dengan bumbu tetapi tidak untuk air, fosfat dan pengikat.

Semua daging yang diangkut dan dijual di perdagangan antarnegara harus dilakukan
secara federal. Diperiksa oleh Keamanan Pangan dari USDA dan Inspection Service
(FSIS) yang menjalankan tanggung jawab USDA di bawah undang-undang pemeriksaan
daging federal. Undang-undang ini melindungi konsumen dengan memastikan bahwa
produk daging itu sehat, tidak dipalsukan, dan diberi label serta dikemas dengan benar.
Menurut FSIS, di bawah peraturan baru, FSIS mengubah peraturan pencatatan
sehingga mengharuskan semua perusahaan resmi dan toko ritel yang menggiling
produk daging mentah dengan mempertahankan catatan sebagai berikut :
- Jumlah pendirian perusahaan yang memasok bahan yang digunakan untuk
menyiapkan setiap produk daging mentah;
2
- Semua nomor pemasok dan tanggal produksi;
- Nama bahan yang disediakan, termasuk komponen daging sapi dan bahan yang
dibawa dari satu tempat produksi ke pabrik berikutnya;
- Tanggal dan waktu setiap produk daging mentah dihasilkan;
- Tanggal dan waktu saat peralatan penggilingan maupun permukaan kontak
makanan terkait lainnya yang dibersihkan dan disanitasi.
Persyaratan ini juga berlaku untuk produk daging mentah yang sesuai dengan
permintaan pelanggan individual saat bahan sumber baru digunakan. Pada produk
iradiasi label harus dievaluasi oleh Labeling Consumer Protection Staff (LCPS), Labeling
Compliance Team (LCT), untuk sketsa awal persetujuan. Perubahan selanjutnya
diizinkan oleh peraturan label generik (9 CFR 317.5 dan 381.133) dan tidak memerlukan
persetujuan ulang melalui FSIS. Namun, FSIS akan melacak jenis dan nomor label pada
produk iradiasi atau produk yang mengandung daging atau unggas iradiasi. Untuk logo
radura pada kemasan tidak harus berwarna hijau tetapi untuk impor setiap negara
memiliki peraturannya masing-masing.

b) Pangan Produk Rekayasa Genetika (1 produk)
m&m merupakan sebuah produk permen cokelat yang memiliki kode huruf "m" di
tengah permennya dan diproduksi oleh Mars, Incorporated (Amerika Serikat). M&M's
tersedia dalam berbagai rasa seperti susu cokelat, almond, kacang mentega, cokelat
putih, dan masih banyak lagi. GMO dalam makanan, obat-obatan, dan produk biologis
diatur oleh Food and Drug Administration (FDA) di bawah Undang-Undang Pangan,
Obat-Obatan, dan Kosmetik Federal dan Undang-Undang Pelayanan Kesehatan Publik.
Tidak ada undang-undang federal komprehensif yang khusus menangani GMO. GMO
diatur berdasarkan kewenangan undang-undang lingkungan, kesehatan, dan
keselamatan umum. 3 badan utama yang terlibat dalam mengatur GMO di Amerika
adalah US Department of Agriculture's Animal and Plant Health Inspection Service
(APHIS), the Food and Drug Administration (FDA), and the Environmental Protection
Agency (EPA).

3
Menurut kebijakan yang ditetapkan pada tahun 1992, FDA menganggap sebagian
besar tanaman yang dimodifikasi adalah "setara secara substansial" dengan tanaman
non-modifikasi. Dalam kasus tersebut, tanaman yang dimodifikasi diakui aman
dikonsumsi di bawah Undang-Undang Pangan, Obat, dan Kosmetik Federal (FFDCA)
dan tidak memerlukan persetujuan sebelum masuk pasar. Namun, jika penyisipan
transgenik ke hasil tanaman pangan menghasilkan ekspresi protein asing yang berbeda
secara signifikan dalam struktur, fungsi, atau kualitas dari protein tumbuhan alami dan
berpotensi membahayakan kesehatan manusia, maka FDA berwenang menerapkannya
lebih ketat. Ketentuan FFDCA yang mewajibkan persetujuan pre-market adalah zat aditif
dalam makanan makanan, dimana apakah zat aditif yang ditambahkan merupakan
produk bioteknologi atau bukan.

c) Pangan Fungsional (2 produk)
i. Oryvena
Oryvena merupakan produk pangan fungsional (functional food) yang
mengandung multivitamin seperti mineral dilengkapi dengan asam folat serta tinggi
serat dan zat aktif Inulin dan glucomannan untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan
mineral sehari-hari. Oryvena diproduksi oleh PT. Graha Diva Nutrisindo, dapat dibeli
dengan menggunakan sistem pembelian online.Oryvena dapat digunakan sebagai
solusi untuk kesehatan tubuh karena dapat mencegah penyakit degeneratif seperti
tekanan darah tinggi, kolesterol, penyakit jantung, obesitas, dan diabetes mellitus.
Selain itu, Oryvena juga baik dikonsumsi oleh ibu hamil karena mengandung mineral
dan asam folat yang bisa menjaga kesehatan dan perkembangan janin.
Pada beras oryvena ini terdapat komponen pangan fungsional yang sesuai
dengan KBPOM HK.00.05.52.0685 tahun 2005 Tentang Ketentuan Pokok
Pengawasan Pangan Fungsional yaitu mineral dan vitamin. Pada kemasan oryvena
tertera logo halal. Karakteristik dari oryvena mirip dengan beras putih pada umumnya
namun pada beras ini ada penambahan vitamin dan mineral yang dapat memberikan
efek baik bagi kesehatan tubuh serta dapat dikonsumsi seperti beras pada umumnya.
Untuk jumlah inulin / serat pangan per sajiannya belum sesuai dengan peraturan
KBPOM Nomor 13 Tahun 2016 Tentang Pengawasan Klaim Pada Label Dan Iklan
Pangan Olahan yang menyatakan bahwa pangan fungsional minimal harus
mengandung 3 gram per sajian. Untuk klaim kesehatan yang dicantumkan pada
produk ini sudah sesuai dengan yang ada di peraturan KBPOM Nomor 13 Tahun
2016 Tentang Pengawasan Klaim Pada Label Dan Iklan Pangan Olahan.

4
Komposisi pangan dari Oryvena adalah inulin (soluble fiber), glucomannan, asam
folat, vitamin A, vitamin B1 (thiamine), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niacin),
vitamin B5 (panthotenic acid), vitamin B6 (pyridoxine), vitamin B12 (cobalamine), zat
besi, kalsium dan lainnya.Dosis pemakaian dari beras oryvena ini tidak ada takaran
tertentu dan dapat dikonsumsi seperti nasi biasa. Klaim yang dinyatakan dari beras
Oryvena adalah klaim manfaat kesehatan dan kalim gizi seperti mampu mengontrol
gula darah, mencegah obesitas, menurunkan tekanan darah, sebagai prebiotik dan
diperkaya dengan vitamin, mineral dan asam folat yang dapat Asam folat berperan
untuk memeliharapertumbuhan dan perkembangan janinpada ibu hamil.

ii. Melilea Organic Soy Drink
Melilea Organic Soy Drink atau minuman serbuk kedelai adalah minuman yang
terbuat dari sari kedelai yang di produksi di Heilong Jiang, daerah Timur Laut Cina.
Daerah ini terkenal dengan lingkungan tanah yang subur dan air yang terbebas dari
polusi. Minuman ini dibuat dengan menggunakan teknologi produksi yang unik dan
mutakhir sehingga menghasilkan susu kedelai tanpa mengenyampingkan nilai
gizinya. Susu Kedelai Melilea adalah sumber protein yang baik sebagai pengganti
susu hewani, daging merah, makanan laut, dan makanan berlemak yang
berkolesterol tinggi. Susu Kedelai Melilea merupakan minuman dengan protein nabati
dan mengandung 8 asam amino. Minuman ini cocok untuk segala usia diantaranya
bayi, anak-anak pada masa pertumbuhan, ibu hamil, remaja pada masa
pertumbuhan, dan usia lanjut.
Minuman serbuk kedelai melilea ini terdapat komponen pangan fungsional yang
sesuai dengan KBPOM HK.00.05.52.0685 tahun 2005 Tentang Ketentuan Pokok
Pengawasan Pangan Fungsional yaitu isoflavon, lesitin, dan asam amino dari protein
kedelai. Tercantum logo halal sehingga produk ini halal untuk dikonsumsi.Untuk klaim
kesehatan yang dicantumkan pada produk ini sudah sesuai dengan yang ada di
5
peraturan KBPOM Nomor 13 Tahun 2016 Tentang Pengawasan Klaim Pada Label
Dan Iklan Pangan Olahan.

Komposisi dari minuman serbuk kedelai melilea adalah 70% kacang kedelai,
sukrosa dan maltosa. Minuman ini mengandung protein kedelai, 6 mg isoflavon, 555
mg saponin, 615 mg lesitin, 575 mg asam aspartat, 1061 mg asam glutamat, 304 mg
serin, 982 mg prolin, 312 mg valin, 275 mg isoleusine, 1122 mg leusin, 257 mg
fenilalanin dan 629 mg lisin per sajian.Dosis penggunaannya 3 sampai 4 sendok
makan dicampurkan dengan 1 100 ml air kemudian ditambahkan dengan 150 ml air
hangat dan diaduk. Klaim yang dinyatakan dari minuman serbuk kedelai melilea
adalah klaim manfaat kesehatan yaitu mencegah osteoporosis karena kandungan
kalsium yang ada didalamnya, mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah,
untuk mengatasi intoleran laktosa pada seseorang dan membantu perkembangan sel
otak.

d) Suplemen Pangan (2 produk).
1) Omepros
Omepros adalah suplemen pangan yang mengandung perpaduan asam
lemak essensial dari minyak ikan salmon dengan minyak nabati dari tanaman
organik untuk menjaga kesehatan tubuh. Omega-3 fatty acid yang berasal dari
minyak ikan salmon dan tuna. Selain itu, minyak nabati yang banyak ditemukan
didalam tumbuhan organik. Didalam satu kapsul omepros mempunyai kandungan
senyawa omega-3, 6, 9, DHA, EPA dan juga vitamin E. Senyawa aktif yang ada
disetiap kapsul mengandung minyak ikan 150 mg, inseed oil 9 150 mg, black currant
oil 800 mg, minyak zaitun 100 mg, saffloer oil 50 mg, canola oil 200 mg, dan vitamin

6
E 15 IU. Konsumsi omepros dapat dikonsumsi oleh orrang dewasa (18 tahun keatas)
hingga lanjut usia. Dosis konsumsi dari suplemen ini adalah 2 sampai 3 kali sehari 1
kapsul setelah makan. Omepros juga dapat dikombinasikan dengan obat dari dokter
dan diberi selang waktu 1-2 jam antara obat dokter dengan omepros (Tidak
dianjurkan dikonsumsi oleh anak-anak, wanita hamil dan ibu menyusui). Klaim yang
dinyatakan dari Omepros adalah dapat mengurangi lemak dalam tubuh, membantu
menghindari serangan jantung dan penyakit stroke, mengurangi tingkat kekentalan
darah, meningkatkan kolesterol baik dalam darah (HDL).

Menurut KBPOM RI Nomor : Hk.00.05.41.1381 Tentang Tata Laksana
Pendaftaran Suplemen Makanan, bahwa pendaftaran suplemen makanan
dikategorikan menjadi pendaftaran baru dan pendaftaran variasi. Kategori
pendaftaran dibagi menjadi 3 yaitu kategori 1, kategori 2 dan kategori 3. Kategori 1
menyatakan bahwa pendaftaran suplemen makanan yang mengandung satu atau
lebih bahan berupa vitamin, mineral, asam amino, karbohidrat, protein, lemak atau
bahan lain berupa isolat. Kategori 2 menyatakan bahwa pendaftaran suplemen
makanan yang mengandung satu atau lebih bahan berupa vitamin, mineral, asam
amino, karbohidrat, protein, lemak, isolat lain, dan bahan lain berupa bahan alam.
Kategori 3 menyatakan bahwa pendaftaran suplemen makanan dari kategori 1 dan 2
dengan klaim penggunaan baru, bentuk sediaan baru, posologi dan dosis baru.
Menurut KBPOM Nomor Hk. 03.1.23.06.10.5166 Tentang Pencantuman Informasi
Asal Bahan Tertentu, Kandungan Alkohol, Dan Batas Kedaluwarsa Pada
Penandaan/Label Obat, Obat Tradisional, Suplemen Makanan, Dan Pangan bahwa
Obat, obat tradisional, suplemen makanan, dan pangan yang mengandung bahan
tertentu wajib mencantumkan informasi kandungan bahan tertentu pada
penandaan/label. Omepros termasuk produk yang tergolong pada pendaftaran
kategori 1 dimana pendaftaran suplemen makanan ini mengandung lebih dari 1
7
lemak/minyak dan terdapat vitamin E yang ditulis pada komposisi bahan. Omepros
sudah memenuhi persyaratan yang tertera pada KBPOM Nomor Hk.
03.1.23.06.10.5166 dengan mencantumkan tanggal kadaluarsa produk, dosis
pemakaian, dan komposisi produk tersebut.

2) Fishqua
Fishqua merupakan salah satu suplemen makanan yang diproduksi oleh PT.
Pharos Indonesia dimana isi dari suplemen ini mengandung squalene yang berasal
dari minyak ikan hiu botol spesies Aizame Spiny Dog Fish yang hidup aktif di
perairan laut dengan kedalaman 300 hingga 1000 meter dengan kondisi lautan yang
tidak tercemar. Squalene merupakan suatu zat organik berupa cairan seperti minyak
dan tidak mengandung asam lemak. Cairan ini berwarna kuning semu atau putih
bening yang memiliki bau khas. Menurut Dr. Iwan T. Budiarso, DVM, MSc, Phd,
APUS menyatakan bahwa squalene tidak dikategorikan sebagai obat, tetapi masuk
ke dalam golongan makanan sehat alami.

Menurut KBPOM RI Nomor : Hk.00.05.41.1381 Tentang Tata Laksana
Pendaftaran Suplemen Makanan, bahwa pendaftaran suplemen makanan

8
dikategorikan menjadi pendaftaran baru dan pendaftaran variasi. Kategori
pendaftaran dibagi menjadi 3 yaitu kategori 1, kategori 2 dan kategori 3. Kategori 1
menyatakan bahwa pendaftaran suplemen makanan yang mengandung satu atau
lebih bahan berupa vitamin, mineral, asam amino, karbohidrat, protein, lemak atau
bahan lain berupa isolat. Kategori 2 menyatakan bahwa pendaftaran suplemen
makanan yang mengandung satu atau lebih bahan berupa vitamin, mineral, asam
amino, karbohidrat, protein, lemak, isolat lain, dan bahan lain berupa bahan alam.
Kategori 3 menyatakan bahwa pendaftaran suplemen makanan dari kategori 1 dan 2
dengan klaim penggunaan baru, bentuk sediaan baru, posologi dan dosis baru.
Menurut KBPOM Nomor Hk. 03.1.23.06.10.5166 Tentang Pencantuman Informasi
Asal Bahan Tertentu, Kandungan Alkohol, Dan Batas Kedaluwarsa Pada
Penandaan/Label Obat, Obat Tradisional, Suplemen Makanan, Dan Pangan bahwa
Obat, obat tradisional, suplemen makanan, dan pangan yang mengandung bahan
tertentu wajib mencantumkan informasi kandungan bahan tertentu pada
penandaan/label. Fishqua termasuk produk yang tergolong pada pendaftaran
kategori 1 dimana pendaftaran suplemen makanan ini mengandung 1 lemak/minyak
yaitu minyak ikan hiu dan terdapat vitamin E yang ditulis pada komposisi bahan.
Fishqua sudah memenuhi persyaratan yang tertera pada KBPOM Nomor Hk.
03.1.23.06.10.5166 dengan mencantumkan tanggal kadaluarsa produk dan
komposisi produk tersebut. Selain itu, pada label kemasan fishqua juga
mencantumkan cara penyimpanan
Komposisi dari fishqua adalah 500 mg ekstrak minyak hati ikan hiu dan 5 IU
vitamin E. Klaim yang dinyatakan fishqua terkait produk suplemen berdasarkan
kandungan alami yang terdapat dalam fishqua yaitu minyak hati ikan hiu yang
berperan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan juga memiliki
kandungan vitamin E untuk menurunkan resiko diabetes, baik untuk mata, serta
melindungi tubuh dari racun-racun berbahaya. Fishqua dapat dikonsumsi oleh
semua orang, termasuk anak-anak, orang dewasa, hingga orang tua baik pria
maupun wanita. Produk ini juga aman dikonsumsi oleh wanita hamil dan menyusui.
Adapun dosis penggunaan suplement makanan ini adalah :
 Untuk memulihkan kesehatan, terutama pasca sakit, sebaiknya fishqua
dikonsumsi 2 kali sehari sebanyak 1 kapsul dipagi hari, dan 1 kapsul di
malam hari setelah makan.
 Untuk pemeliharaan kesehatan, sebaiknya fishqua dikonsumsi 1 kapsul
perharinya, yaitu setelah makan di pagi hari.

9
2. Buatlah ulasan untuk salah satu dari jenis alergen yaitu kacang-kacangan (Kacang
Mete). Ulasan meliputi :

Allergen Information

Kacang mete mengandung 5 g protein per ons dan merupakan sumber lemak
yang baik, menjadikannya pilihan makanan ringan yang sehat secara moderat. Namun,
kacang mete juga dapat memiliki efek samping yang merugikan bagi mereka yang
memiliki alergi dan perlu menghindari makanan kaya magnesium atau sodium. Orang
dewasa hanya membutuhkan 1.500 mg sodium per hari, sedangkan batas yang dapat
ditoleransi untuk orang dewasa adalah 2.300 mg. Satu ons kacang mete mengandung
5 mg sodium, jika tanpa garam. Namun, kacang mete dengan rasa asin bisa
memberikan 87 g sodium per ons. Asupan sodium yang tinggi dapat menyebabkan
tekanan darah tinggi, stroke, penyakit jantung dan penyakit ginjal pada tubuh. Selain
itu, terlalu banyak mengkonsumsi kacang mete dapat meningkatkan berat badan
karena kacang mete mengandung energi yang tinggi, jika dikonsumsi dalam kondisi
mentah maka kacang mete dapat menimbulkan rasa gatal yang berlebih, mampu
mengganggu kinerja obat-obatan yang lain, tidak diperbolehkan untuk orang yang
sedang mengalami sakit kepala atau migrain dan mampu menyebabkan alergi pada
seseorang yang berakibat hingga kematian.

Kacang mete merupakan salah satu jenis kacang pohon yang banyak disukai.
Kacang mete biasanya digunakan sebagai tambahan pada produk-produk tertentu
atau diproduksi tanpa ditambahkan ke produk yang lainnya. Produk pangan yang
mengandung kacang mete adalah permen, es krim, kue, coklat, susu, keju, minyak,
mentega, yoghurt, produk pesto dan masih banyak lagi.

10
Studi kasus alergi kacang mete terjadi di Cambrige, Inggris. Studi kasus ini
dilakukan pada anak-anak yang diberikan konsumsi kacang mete kemudian dilakukan
tes tusukan pada kulitnya. Studi kasus ini dilakukan dengan membandingkan antara
anak yang alergi kacang mete dengan anak yang alergi kacang tanah berdasarkan
umur, jenis kelamin, jumlah kacang yang tertelan dan asma. Hasilnya adalah anak
dikelompok kacang mete memiliki alergi yang lebih dibandingkan dengan anak yang
berada dikelompok kacang tanah ditinjau dari reaksi wheezing dan kardiovaskuler
yang sering ditimbulkan pada anak dikelompok kacang mete. Selain itu, anak pada
kelompok jambu mete mendapat adrenalin intramuskular lebih sering dibandingkan
pada kelompok kacang tanah dan untuk reaksi kolaps atau kejang-kejang terjadi reaksi
yang parah pada anak kelompok kacang mete dibandingkan kelompok kacang tanah.
Kasus yang kedua terjadi di New Zealand, dimana kasus alergi paling sering terjadi
pada anak kecil dan bayi, namun pada orang dewasa juga dapat muncul untuk reaksi
pertamanya. Studi kasus yang ketiga yaitu penelitian di Prancis yang dievaluasi
menggunakan DBPCFC, dimana hasilnya ada 163 anak-anak penderita asma asli dan
anak yang menderita asma karena diinduksi dari makanan, hal ini terjadi karena jambu
mete adalah makanan kesembilan yang paling sering menyerang dan mempengaruhi
2,1% kelompok tersebut.

Peraturan yang berlaku di Eropa (EU) tentang bahan alergen adalah semua
bahan alergen yang tercantum pada Lampiran II harus dituliskan dalam label kemasan
mengenai nama bahan tersebut. Peraturan Pangan EU untuk Peraturan Konsumen
No.1169 / 2011 dan Peraturan Delegasi Komisi (EU) No. 78/2014. Lampiran II
menguraikan tentang 14 alergen (dan produknya) yang harus diberi label atau
ditunjukkan bahwa makanan tersebut mengandung alergen. 14 bahan tersebut adalah
sereal mengandung gluten, yaitu: gandum, gandum hitam, crustacea misalnya udang,
kepiting, lobster, udang karang, telur, Ikan, kacang – kacangan, kacang kedelai, susu
(termasuk laktosa), kacang almond, hazelnut, kenari, kacang mete, kacang pecan,
kacang Brazil, kacang pistachio, kacang macadamia (atau Queensland), seledri

11
(termasuk celeriac), Moster, Wijen, sulfur dioksida / sulphites dimana akan
menimbulkan alergi jika ditambahkan dalam jumlah >10mg/kg atau >10mg/L pada
produk jadi, lupin (meliputi biji dan tepung lupin dan bisa ditemukan pada jenis roti,
pastry dan pasta), moluska (kerang, whelks, tiram, siput dan cumi).

Produk yang mengandung bahan alergen perlu diberi tanda dengan
menggunakan dengan warna font, logo atau warna latar belakang sehingga konsumen
dapat membedaknnya dengan jelas. Setiap produk tidak harus mencantumkan
komposisi bahan namun jika mengandung bahan alergen maka produk tersebut harus
diberi pernyataan “mengandung...” atau “berisi...” yang diikuti dengan nama bahan
alergen sebagaimana tercantum dalam lampiran II Peraturan Delegasi Komisi (EU) No.
78/2014. Bila alat pengolahan yang digunakan berasal dari alat yang sama dengan
pengolahan salah satu bahan alergen maka ddalam pelabelannya harus menjelaskan
bahwa alat proses yang digunakan sama dengan alat untuk mengolah bahan alergen
tersebut. Misalnya, susu bubuk skim, whey ( susu ), laktosa ( susu ). Informasi alergi
harus diberikan untuk makanan yang tidak dikemas dalam format tertulis atau lisan
dengan signposting yang jelas ke konsumen sehingga konsumen dapat memperoleh
informasi mengenai alergen tersebut dengan jelas.

12