BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dalam pembangunan kesehatan, Pemerintah Indonesia telah mencanangkan

visi Indonesia Sehat Tahun 2010 berbagai misi telah dilakukan untuk mendukung

visi tersebut di antaranya menggerakan pembangunan nasional yang berwawasan

kesehatan, mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. Meningkatkan

pelayanan yang bermutu, merata dan terjangkau serta memelihara dan

meningkatkan kesehatan individu keluarga. Masyarakat dan lingkungan salah

satu strategi yang digunakan adalah profesionalisme sebagaimana tercantum

dalam UU No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan.

Keperawatan yang unik yaitu mampu menyelaraskan asuhan keperawatan

untuk meningkatkan derajat kesehatan untuk mewujudkan profesionalisme dalam

menghadapi perubahan dan persaingan yang ketat ini, maka perawat harus

mampu mendefinisikan, mengimplementasikan praktek keperawatan untuk

memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan.

Perawat dalam melaksanakan praktek asuhan keperawatan dituntut mampu

untuk mengkaji kebutuhan perawatan klien yang tentunya menguasai tehnik

perawatan secara kompetensi sesuai dengan fungsinya yaitu dengan

melaksanakan asuhan keperawatan dengan mengkaji kebutuhan keperawatan

1

merencanakan tindakan serta mampu melaksanakan rencana tindakan serta mengevaluasi hasil tindakan dan mendokumentasikan proses keperawatan secara komprehensif. Tabel 1. gangguan ini bisa dipenuhi oleh lingkungan serta pola kebiasaan sehari-hari yang tidak teratur salah-satunya penyakit pencernaan yaitu Hernia Inguinalis Lateral. salah satunya adalah pada saluran pencernaan yang rentan terhadap berbagai serangan penyakit dan gejala yang ganas. 2 klien. Beberapa kelainan dapat terjadi pada organ tubuh yang menyokong sistem metabolisme tubuh.2 3 Ileus 8 3 11 8. Dustira Cimahi DAFTAR NO TRI WULAN I TRI WULAN II JUMLAH PERSENTASE PENYAKIT 1 2 3 4 5 6 1 Apendik 27 28 65 52 2 Hernia 32 12 44 35.8 4 Colic Abdomen 3 2 5 4 Jumlah 70 45 125 100 Berdasarkan data Epidemi di Ruang Perawatan Bedah Rumah Sakit Dustira Cimahi periode Bulan Februari sampai Bulan Juli 2004 menunjukkan sebanyak 129 orang. menyusuri kanalis inguinalis dan ke luar ke rongga perut melalui anulus inguinalis ekstremis.1 Distribusi Persentase Penyakit Sisten Pencernaan Selama 6 Bulan Terakhir Dari Bulan Februari Sampai Dengan Juli 2004 Di Ruang Perawatan II RS. Hernia Inguinalis Lateral merupakan hernia yang melalui anulus inguinalis internus yang terletak di sebelah lateral vasa epigastria inferior. Sedangkan berdasarkan data yang diperoleh dari data epidemi di . Menurut Arif Mansyur (2000 : 313).

Berdasarkan hal tersebut maka penulis merasa tertarik untuk mengambil karya tulis ini dengan judul : “ASUHAN KEPERAWATAN Sdr. ditemukan jumlah penderita hernia inguinalis lateral sebanyak 44 orang dengan persentase 34.1% dari jumlah penderita gangguan sistem pencernaan 129 orang. Y DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN POST HERNIORAFI AKIBAT HERNIA INGUINALIS LATERAL SINISTRA DI RUANG PERAWATAN II RUMAH SAKIT DUSTIRA CIMAHI”. 3 Ruang Perawatan II Rumah Sakit Dustira. Tujuan Khusus a. 2. menganalisa data keluhan dan keluhan serta dapat menegakkan diagnosa keperawatan. Tujuan Penulisan Penulis dapat merumuskan tujuan penulisan karya tulis ini dengan mengemukakan tujuan secara umum dan tujuan khusus yaitu : 1. . Tujuan Umum Mampu melaksanakan asuhan keperawatan secara langsung dan komprehensif meliputi aspek bio-psiko-sosial-spiritual dengan pendekatan proses keperawatan. B. selama 6 bulan terhitung dari Bulan Februari – Juli 2004. Penulis mampu melakukan pengkajian dan memahami anatomi fisiologi Hernia dengan menggunakan pendekatan yang sistematis untuk mengumpulkan data.

e. 2. 3. d. Metode Telaahan Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini adalah metode deskriftif analitik dengan tehnik studi kasus dengan tehnik pengambilan data ini dilakukan dengan cara : 1. 4 b. keluarga dan pihak terkait. c. . Wawancara Memperoleh data dan mencari informasi dengan melakukan wawancara kepada klien. Penulis mampu mendokumentasikan setiap tindakan yang telah dilakukan. Pemeriksaan fisik Melakukan pemeriksaan fisik dari kepala hingga kaki untuk mengidentifikasikan gangguan yang terjadi pada sistem tubuh. Penulis mampu mengevaluasi hasil tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. Penulis mampu melaksanakan tindakan perawatan sesuai dengan rencana tindakan yang telah ditentukan dan berdasarkan klien. Observasi Melakukan pengamatan terhadap prilaku dan respon klien terhadap penyakitnya. Penulis mampu merencanakan tindakan keperawatan berdasarkan prioritas sesuai kebutuhan dan masalah yang dihadapi oleh klien. C.

5. 5 4. keluarga dalam proses asuhan keperawatan. bab tiga menjelaskan tentang asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian data. Partisipasi aktif Melibatkan klien. Studi literatur Membaca buku referensi yang berkaitan dengan kasus. serta bab empat membahas tentang kesimpulan dan saran. pelaksanaan tindakan perawatan dan evaluasi sebagai hasil akhir dari berhasil tidaknya tindakan perawatan dan disertai dengan pembahasan. . secara garis besar memberikan gambaran mengenai pembuatan asuhan keperawatan asuhan keperawatan yang meliputi bab satu tentang pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah. catatan medis dan laporan yang dibuat oleh perawat. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan. perencanaan. bab dua mengenai tinjauan teoritis yang mencakup konsep dasar penyakit dan konsep dasar pendekatan proses keperawatan. Studi Dokumentasi Memperoleh data dengan mempelajari dari status klien. metode dan tehnik penulisan serta sistematika penulisan. D. tindakan. 6. tujuan umum dan tujuan khusus.