Laporan Individu

02 Mei 2017

LAPORAN TUTORIAL
MODUL 1

Disusun Oleh :
Nama : Dita Aldini Hi.Lamatta
Stambuk : 14 777 034
Kelompok : III (tiga)
Pembimbing : dr. Andi Ita Magfirah

BLOK TUMBUH KEMBANG ANAK
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ALKHAIRAAT
PALU
2017

PB 60 cm Usia 4 bulan 5000 gram . Saat ini masih dapat ASI dan rencana mulai mendapat makanan pendamping saat usia 5 bulan. karena ibu cemas dengan anaknya yang lahir berat badan kurang dari normal. Riwayat lahir. PB 55 cm Usia 2 bulan 3500 gram . MODUL 1 SKENARIO Nanang anak perempuan usia 5 bulan diantar ibunya ke poli anak. Kedua anggota gerak dan tungkai bergerak aktif. Nanang pernah mengalami kuning yang tampak sampai dada dan menghilang satu minggu kemudian. Keadaan anggota gerak aktif 9. KATA KUNCI 1. LK 30 cm 5. PB 63 cm Pada pemeriksaan perkembangan dengan KPSP. Sebutkan tahap-tahap tumbuh kembang anak . Pemberiaan vaksin Hep B dan polio oral 6. LK 30 cm. Kepala hanya dapat tegak sudut 15 derajat. Bayi menangis spontan saat lahir PERTANYAAN 1. spontan segera menangis BBL 2300 gram . Definisi pertumbuhan dan perkembangan 2. PB 49 cm Usia 1 bulan 2800 gram . cukup bulan dengan ibu yang mengalami hipertensi. Selama perawatan sudah memperoleh vaksin Hep B dan Polio oral. Riwayat hipertensi pada ibu saat kehamilan 4. Apa saja fakto-faktor penyebab BBLR 3. BB 5200 gram. BBL 2300 gram. PB 48 cm . Data dari KMS: Lahir 2300 gram . Saat ditest dapat mengerakkan kepala ke satu sisi. Sering bayi terdengar suara tertawa. Pada pemeriksaan PB 64 cm. PB 49 cm. Anak sering rewel sehingga sering kali digendong. PB 58 cm Usia 3 bulan 4700 gram . Dapat menatap wajah pemeriksa. Saat ini masih dapat ASI dan rencana mulai mendapat makanan pendamping saat usia 5 bulan 8. Anak perempuan 5 bulan 2. BBLR dan cukup bulan 3. Dapat mengeluarkan suara (ngoceh). Ikterus yang tampak sampai dada dan menghilang satu minggu kemudian 7. LK 40 cm.

dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan. Secara umum seorang perempuan disebut siap secara fisik jika ia telah menyelesaikan pertumbuhan tubuhnya. Definisi pertumbuhan dan perkembangan  Pertumbuhan (growth) : Perubahan yang bersifat kuantitatif. panjang badan dan linggkar kepala pada neonatus! JAWABAN 1. Kehamilan pada usia muda merupakan faktor resiko karena pada umur < 20 tahun kondisi ibu masih dalam pertumbuhan sehingga asupan makanan lebih banyak digunakan untuk mencukupi kebutuhan ibu. Pada wanita yang hamil pada umur lebih dari 35 tahun juga menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya komplikasi kehamilan. Kehamilan di bawah umur 20 tahun atau lebih 30 tahun merupakan kehamilan yang beresiko tinggi. tetapi kondisi tubuh dan kesehatannya sudah mulai menurun sehingga dapat mempengaruhi janin intra uteri dan dapat menyebabkan kelahiran BBLR. Sedangkan pada ibu yang sudah tua meskipun mereka berpengalaman.4. Faktor-faktor penyebab BBLR  Umur ibu WHO merekomendasikan bahwa usia yang dianggap paling aman menjalani kehamilan dan persalinan adalah 20 hingga 35 tahun. Jelaska berat badan. 2. Hal ini disebabkan karena resiko munculnya masalah kesehatan kronis. Sedangkan kehamilan lebih dari 35 tahun organ reproduksi kurang subur serta memperbesar resiko kelahiran dengan kelainan kongenital dan beresiko untuk mengalami kelahiran prematur. ukuran. yaitu sekitar usia 20 tahun ketika tubuhnya berhenti tumbuh. terutama meningkatnya kasus melahirkan bayi dengan BBLR. dimensi pada tingkat sel. Persentase tertinggi bayi dengan berat badan lahir rendah terdapat pada kelompok remaja dan wanita berusia lebih dari 40 tahun. Umur yang baik bagi ibu untuk hamil adalah 20-35 tahun. Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan (Skill) struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks. yaitu bertambahnya jumlah. organ maupun individu. sebagai hasil dari proses pematangan/ maturasi. Anatomi tubuhnya mulai mengalami degenerasi sehingga kemungkinan terjadi komplikasi . Apa saja faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak? 6. Ibu yang terlalu muda seringkali secara emosional dan fisik belum matang. Hambatan yang akan terjadi pada kehamilan dengan usia kurang dari 20 tahun yaitu pada saat hamil kurang memperhatikan kehamilannya termasuk kontrol kehamilan yang akan berdampak pada meningkatnya resiko komplikasi kehamilan .  Perkembangan (development) : Perubahan yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. Apakah ada hubungan ikterus dengan BBLR? jelaska klasifikasi dari ikterus dan etiologi dari ikterus! 5.

Pada kehamilan ganda distensi uterus berlebihan. Paritas yang aman ditinjau dari sudut kematian maternal adalah paritas 1- 4. multipara (ibu yang melahirkan anak kedua dan ketiga). Untuk usia muda kurang dari 20 tahun dan terlalu tua di atas 35 tahun. Setelah itu. Paritas yang beresiko melahirkan BBLR adalah paritas 0 yaitu bila ibu pertama kali hamil dan mempengaruhi kondisi kejiwaan serta janin yng dikandungnya. Berat badan satu janin pada kehamilan kembar rata-rata 1000 gram lebih ringan daripada kehamilan tunggal. Berat badan kedua janin pada kehamilan kembar tidak sama. dapat berbeda antara 50-1000 gram. sehingga melewati batas toleransi dan sering terjadi partus prematurus. semakin banyak trauma yang ditinggalkan menyebabkan penyulit pada kehamilan dan persalinan berikutnya. pada saat kehamilan dan persalinan.  Kehamilan ganda Berat badan janin pada kehamilan kembar lebih ringan daripada janin pada kehamilan tunggal pada umur kehamilan yang sama. karena pembagian darah pada plasenta untuk kedua janin tidak sama. Kehamilan grandemultipara (paritas tinggi) menyebabkan kemunduran daya lentur (elastisitas) jaringan yang sudah berulang kali direngangkan oleh kehamilan sehingga cenderung untuk timbul kelainan letak ataupun kelainan pertumbuhan plasenta dan pertumbuhan janin sehingga melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR). kenaikan berat badan lebih kecil karena regangan yang berlebihan sehingga menyebabkan peredaran darah plasenta mengurang. dan grandemultipara (ibu yang melahirkan anak keempat atau lebih). Paritas ibu diklasifikasikan menjadi primipara (ibu yang melahirkan anak pertama).  Paritas Paritas adalah jumlah anak yang telah dilahirkan oleh seorang ibu baik lahir hidup maupun lahir meninggal.Hal ini dapat mempengaruhi suplai gizi dari ibu ke janin dan semakin tinggi paritas maka resiko nuntuk melahirkan BBLR semakin tinggi . Sampai kehamilan 30 minggu kenaikan berat badan janin kembar sama dengan janin kehamilan tunggal.4 kali lebih besar untuk melahirkan BBLR karena setiap proses kehamilan dan persalinan menyebabkan trauma fisik dan psikis. Kebutuhan ibu akan zat-zat makanan pada kehamilan ganda . Ibu dengan paritas lebih dari empat anak beresiko 2. Faktor usia dapat mempengaruhi kondisi mulut rahim karena terlalu lemah sehingga bayi dapat lahir prematur. Seorang ibu yang sering melahirkan mempunyai resiko mengalami anemia pada kehamilan berikutnya apabila tidak memperhatikan kebutuhan nutrisinya karena selama hamil zat-zat gizi akan terbagi untuk ibu dan janin yang dikandungnya. akibatnya akan terjadi kematian perinatal juga menjelaskan bayi lahir prematur juga dikarenakan usia ibu sangat muda atau terlalu tua. dan paritas lebih dari 4 dapat berpengaruh pada kehamilan berikutnya kondisi ibu belum pulih jika hamil kembali.

Menandai permulaan penggantian perilaku refleksif dengan tindakan volunteer. bertambah.Bayi menerima dan mengadaptasi reaksi mereka terhadap lingkungan dan mengenai stimulus yang menghasilkan respon Sebelumnya bayi akan menangis sampai puting dimasukkan ke dalam mulut. (1) perpisahan yaitu bayi belajar memisahkan dirinya sendiri dari benda lain di dalam lingkungan. 3. rooting. individualitas dan temperamen bayi diekspresikan dengan refleks fisiologis menghisap. Tahap-tahap tumbuh kembang anak sesuai umur pada skenario  Perkembangan Kognitif Fase Sensorimotor ( Piaget ) Selama fase sensorimotor bayi.Permulaan akomodasi tampak jelas. Bayi menggunakan pencapaian perilaku sebelumnya terutama sebagai dasar untuk menambah keterampilan intelektual dan keterampilan motorik sehingga memungkinkan eksplorasi lingkungan yang lebih besar.  Tahap Keempat. koordinasi skema kedua dan penerapannya ke situasi baru. Dalam hal ini fase sensorimotor terdiri atas 4 tahap yaitu:  Tahap pertama. Pada saat lahir. Selama 6 bulan bayi percaya bahwa benda hanya ada selama mereka dapat melihatnya secara visual. (3) kemampuan untuk menggunakan simbol dan representasi mental. reaksi sirkular sekunder adalah lanjutan dari reaksi sirkulasi primer dan berlangsung sampai usia bulan. Keberadaan objek adalah komponen kritis dari kekuatan hubungan orang tua dan anak.  Tahap Ketiga. Terjadi 3 proses perilaku pada bayi yaitu Imitasi.Selama periode 1 – 4 bulan. terdapat tiga peristiwa yang terjadi selama fase ini yang melibatkan antara lain. . reaksi sirkulasi primer. Misalnya ketika bayi mampu mendapatkan benda yang diperhatikannya telah disembunyikan di bawah bantal atau di belakang kursi. yang akan menyebabkan anemia dan penyakit defisiensi lain. tidak hanya sekedar kepuasan saja.Mengguncang digunakan untuk mendengar suara. dari lahir sampai 1 bulan diidentifikasi dengan penggunaan refleks bayi. bermain dan afek yaitu manifestasi emosi atau perasann yang dikeluarkan. (2) penerimaan konsep keberadaan objek atau penyadaran bahwa benda yang tidak lagi ada dalam area penglihatan sesungguhnya masih ada. menggenggam dan menangis. sehingga sering lahir bayi yang kecil. aktifitas seperti menghisap dan menggenggam menjadi tindakan yang sadar yang menimbulkan respon tertentu. sekarang mereka menghubungkan puting dengan suara orang tua.  Tahap Kedua. terlihat dalam pembentukan ansietas terhadap orang asing pada usia 6– 8 bulan. Dari menggenggam dan memegang sekarang menjadi mengguncang dan menarik.

memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya. terjadi pertambahan berat badan 90-150 mg perminggu selama enam bulan kemudian.25 cm per bulan selama enam bulan kemudian. Usia 5 bulan.Selain itu ketika supine. kepala tidak terjuntai ketika ditarik keposisi duduk dan dapat menyeimbangkan kepala dengan baik. ketika dipegang pada posisi berdiri. punggung kurang membulat. begitu juga dengan berat badan menjadi dua kali lipat dari berat badan lahir. Di usia 8 bulan bayi sudah melakukan genggaman dengan cubitan menggunakan jari telunjuk.Duduk di kursi tinggi dengan punggung lurus. Perkembangan Fisik Perkembangan fisik pada bayi dikategorikan dalam beberapa usia antara lain yaitu dimana Usia 4 bulan. Begitu juga ketika duduk bayi mampu mempertahankan kepala tetap tegak dan kuat. duduk dengan lebih lama ketika punggung disangga dengan baik. Di usia 8 bulan bayi duduk mantap tanpa ditopang dan menahan berat badan pada kedus tungkai serta menyesuaikan postur tubuh untuk mencapai seluruh benda. dapat membawa benda kemulut. pertambahan tinggi badan 1.Meraih kembali benda yang terjatuh. melakukan posisi simetris yang dominan seperti berguling dari posisi telentang ke miring. lengkung hanya di daerah lumbal. bayi memasukkan kakinya ke mulut dan bayi mengangkat kepala dari permukaan secara spontan.  Motorik halus Bayi meliputi menginspeksi dan memainkan tangan.  Perkembangan Motorik Perkembangan motorik bayi dibedakan menjadi 2 bagian yaitu motorik kasar dan motorik halus. dapat mengangkat dada dan abdomen atas dari permukaan serta menahan berat badan pada satu tangan. mempertahankan dua kubus dengan memperhatikan kubus ketiga.Ketika posisi prone. kecepatan pertumbuhan mulai menurun. bayi mengambil posisi simetris dengan lengan ekstensi. bermain dengan kerincingan dan jari kaki. mencoba meraih benda dengan tangan namun terlalu jauh.Bayi mampu menggenggam benda dengan telapak tangan secara sadar. menarik pakaian dan selimut ke wajah untuk bermain. memegangi satu kubus sambil memperhatikan kubus lainnya. . refleks Moro. ketika dipegang dalam posisi berdiri bayi menahan hampir semua berat badannya dan tidak lagi memperhatikan tangannya. mampu duduk tegak bila ditegakkan. mampu menaikan kepala dan dada dari permukaan sampai sudut 90 derajat. bayi berusaha melonjak dengan aktif. adanya tanda pertumbuhan gigi. Di Usia 7 bulan. leher tonik dan rooting sudah hilang. bayi mulai mengences. mulai tumbuh gigi seri di sentral atas serta memperlihatkan pola teratur dalam pola eliminasi urine dan feces di Usia 8 bulan. memegang dua kubus lebih lama dan membantingnya ke atas meja. jari ke empat dan kelima. Usia 6 bulan. berguling dari posisi telungkup ke telentang. Dimana motorik kasar terdiri dari.Duduk condong kedepan pada kedua tangan. menggenggam kaki dan menariknya ke mulut. mulai tumbuh gigi dengan munculnya dua gigi seri di sentral bawah serta bayi mulai dapat mengunyah dan menggigit.

 Perkembangan Sosial Perkembangan sosial bayi pada awalnya dipengaruhi oleh refleksinya. Kadar bilirubin indirek (larut dalam lemak) tidak melewati 12 mg/dL pada neonatus cukup bulan dan 10mg/dL pada kurang bulan. b) Ikterus dengan kadar bilirubin melebihi 12mg/dL pada neonatus cukup bulan dan 10mg/dL pada neonates lahir kurang bulan/premature. Bermain juga menjadi agen sosialisasi utama dan memberikan stimulus yang diperlukan untuk belajar dan berinteraksi dengan lingkungan 4. jarang menangis selama periode terjaga. c. seperti menggenggam dan pada akhirnya bergantung terutama pada interaksi antara mereka dengan pemberian asuhan utama. Selanjutnya menghasilkan suara vocal dan merangkai suku kata. mengeluarkan suara yang parau. menikmati mendengarkan suaranya sendiri. b. e. menggumam menyerupai ucapan satu suku kata. Tidak terbukti mempunyai hubungan dengan keadaan patologis tertentu. berbicara ketika orang lain berbicara. mengucapkan tanda penekanan dan emosi serta menggabungkan suku kata sepertidada. c) Ikterus dengan peningkatan bilirubun lebih dari 5mg/dL per hari. Kadar bilirubin direk (larut dalam air) kurang dari 1mg/dL.Menangis dan perilaku refleksi adalah metode untuk memenuhi kebutuhan bayi dalam periode neonatal dan senyum social merupakan langkah awal dalam komunikasi social. untuk mengekspresikan ketidaksenangannya. berteriak kuat untuk memperlihatkan kesenangan.membawa benda dengan menarik pada tali dan berusaha untuk tetap meraih mainan yang diluar jangkauan. sangat penting disaat kelahiran. Klasifikasi ikterus Terdapat 2 jenis ikterus: ikterus fisiologis dan patologis.Kelekatan orang tua dan anak yang dimulai sebelum kelahiran. d. . kecil dan nyaman selama pemberian makan. f. namun tidak ada maksud di dalamnya.  Ikterus patologis Ikterus patologis memiliki karakteristik seperti berikut: a) Ikterus yang terjadi pada 24 jam pertama kehidupan. Timbul pada hari kedua-ketiga. mulai menirukan suara.  Perkembangan Bahasa Komunikasi verbal bermakna bayi pertama kali adalah menangis. berteriak mengeluarkan suara mendekut dan bercampur huruf konsonan dan tertawa keras. “ berbicara” cukup banyak ketika di ajak bicara. Gejala ikterus akan hilang pada sepuluh hari pertama kehidupan.Kelekatan kepada orang tua. Kecepatan peningkatan kadar bilirubin tidak melebihi 5 mg/dL per hari.  Ikterus fisiologis Ikterus fisiologis memiliki karakteristik sebagai berikut: a. mendengarkan secara selektif kata–kata yang dikenal. vokalisasi kepada maianan dan bayangan di cermin.

maupun yang berasal dari dalam tubuh seperti yang terjadi pada reaksi transfuse dan eritroblastosis fetalis.d) Ikterus yang menetap sesudah 2 minggu pertama. Akibatnya bilirubin mengalami akan mengalami regurgitasi kembali kedalam sel hati dan terus memasuki peredaran darah. sirosis hepatic. dll. .  Ikterus Hepatoseluler Kerusakan sel hati menyebabkan konjugasi bilirubin terganggu sehingga bilirubin direk akan meningkat dan juga menyebabkan bendungan di dalam hati sehingga bilirubin darah akan mengadakan regurgitasi ke dalam sel hati yang kemudian menyebabkan peninggian kadar bilirubin konjugasi di dalam aliran darah. Peningkatan pembentukan bilirubin dapat disebabkan oleh: . sepsis. . e) Ikterus yang mempunyai hubungan dengan proses hemolitik. bahan kimia.Toksin yang berasal dari luar tubuh seperti: obat – obatan.Infeksi seperti malaria.Kelainan sel darah merah . Sebaliknya karena ada bendungan pengeluaran bilirubin kedalam saluran pencernaan berkurang sehingga tinja akan berwarna dempul karena tidak mengandung sterkobilin.  etiologi dari ikterus Penyebab ikterus dapat dibagi kepada tiga fase yaitu:  Ikterus Prahepatik Produksi bilirubin yang meningkat yang terjadi pada hemolisis sel darah merah. tumor. Kerusakan sel hati terjadi pada keadaan: hepatitis.  Ikterus Pascahepatik Bendungan pada saluran empedu akan menyebabkan peninggian bilirubin konjugasi yang larut dalam air. f) Kadar bilirubin direk melebihi 1mg/dL. infeksi atau keadaan patologis lain yang telah diketahui. masuk ke ginjal dan di eksresikan oleh ginjal sehingga ditemukan bilirubin dalam urin.

endokrin. yaitu secara bertahap. dan sangat mempengaruhi tercapinya atau tidak potensi yang sudah ada dalam diri manusia tersebut sesuai dengan genetiknya. jenis kelamin. dan berhentinya pertumbuhan tulang. berat dan tinggi anak semakin bertambah dan secara simultan mengalami peningkatan untuk berfungsi baik secara kognitif. keadaan rumah.  Lingkungan keluarga dan adat istiadat. stress. sekolah. teman sebaya. perawatan kesehatan.  Lingkungan fisik. dan fungsi metabolisme. dapat menentukan beberapa karkteristik seperti jenis kelamin. rambut. tingkat sensitifitas jaringan terhadap rangsangan. .5. Merupakan faktor keturunan secara genetik dari orang tua kepada anaknya. infeksi. psikososial maupun spiritual. umur pubertas. toksin atau zat kimia.  Lingkungan psikososial. Potensi genetik yang berkualitas hendaknya dapat berinteraksi dengan lingkungan yang positif agar memperoleh hasil yang optimal. pertumbuhan fisik. Faktor ini tidak dapat berubah sepanjang hidup manusia. kepribadian orang tua. penyakit kronis. ras. stabilitas rumah tangga. dan beberapa keunikan sifat dan sikap tubuh seperti temperamen. interaksi anak dengan orang tua. meliputi ras. meliputi pekerjaan atau pendapatan keluarga. warna mata. cuaca. pendidikan orang tua. meliputi sanitasi. Faktor. cinta kasih.  Lingkungan postnatal ( lingkungan setelah kelahiran ) Lingkungan posnatal dapat di golongkan menjadi:  Lingkungan biologis. stress. meliputi stimulasi.faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak Secara umum terdapat dua faktor utama yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. dan radiasi. Faktor ini dapat ditentukan dengan adanya intensitas dan kecepatan dalam pembelahan sel telur. immunitas. radiasi.  Faktor Lingkungan/ eksternal Lingkungan merupakan faktor yang mempengaruhi individu setiap hari mulai lahir sampai akhir hayatnya. faktor mekanis. Faktor lingkungan ini secara garis besar dibagi menjadi 2 yaitu :  Lingkungan pranatal (faktor lingkungan ketika masihdalam kandungan) Faktor pranatal yang berpengaruh antara lain gizi ibu pada waktu hamil. motivasi belajar. gizi. yaitu :  Faktor heriditer/ genetik Faktor heriditer Pertumbuhan adalah suatu proses alamiah yang terjadi pada individu.

apabila kondisi status kesehatan kurang baik. 6. Selama masa tumbuh kembang. Berat badan dan tinggi badab normal pada bayi : . vitamin. karbohidrat. mineral. akan terjadi perlambatan. anak sangat membutuhkan zat gizi seperti protein. Anak yang lahir dan dibesarkan dalam lingkungan status sosial yang tinggi cenderung lebih dapat tercukupi kebutuhan gizinya dibandingkan dengan anak yang lahir dan dibesarkan dalam status ekonomi yang rendah. lemak. dan air. Faktor Status Sosial ekonomi Status sosial ekonomi dapat berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Apabila kebutuhan tersebut tidak di penuhi maka proses tumbuh kembang selanjutnya dapat terhambat. Namun sebaliknya.  Faktor kesehatan Status kesehatan dapat berpengaruh pada pencapaian tumbuh kembang.  Faktor nutrisi Nutrisi adalah salah satu komponen penting dalam menunjang kelangsungan proses tumbuh kembang. Pada anak dengan kondisi tubuh yang sehat. percepatan untuk tumbuh kembang sangat mudah.

 Pada bayi usia 0 – 3 bulan : akan terjadi penambahan ukuran lingkar kepala sebesar 2 cm per bulannya  Pada bayi usia 4 – 6 bulan : akan bertambah 1 cm per bulannya  Pada bayi usia 6 – 12 bulan : ukuran lingkar kepala akan bertambah 0.Perkembangan Normal ukuran lingkar kepala bayi :  Pada bayi baru lahir (0 bulan) : ukuran lingkar kepala normal adalah 34 – 35 cm. .5 cm per bulan  Pada bayi usia 12 – 24 bulan (1 – 2 tahun) : ukuran lingkar kepala akan bertambah 2 cm per tahun.

2007. D i k u t i p pada tanggal 07 Februari 2013.dan Perkembangan Secara Fisik .Bahiyatun.al-maghribi com.Jakarta. 2009. Jakarta.N. IG.ibudanbalita. Gde Ranuh SpA(K) 6) Medscape 2015 Perkembangan pada anak .com .Tumbuh Kembang dan Terapi Bermain Pada Anak . Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan. 4) Depkes RI. 2) Cendekia. 3) Prof. Dikutip pada tanggal 07 Februari 2013Damayanti.EGC. DAFTAR PUSTAKA 1) Adriana. 5) Buku Tumbuh kembang anak. Psikologi Ibu dan Anak. D. Jakarta. Dewi Maritalia 2011. Keterampilan.http://www. Salemba. 2011. Soetjiningsih SpA(K) dan Prof.Jakarta.T u m b u h K e m b a n g A n a k U s i a 2 5 T a h u n . http ://www.Sistem Kesehatan Nasional..Tumbuh Kembang Balita: Kecerdasan. 2013. Edisi 2 Penyunting Prof. 2011.