PANDUAN PRAKRIK KLINIS OBSTETRI

STANDAR PROSEDUR No. Dokumen : Ditetapkan oleh
OPERASIONAL No. Revisi : Kepala UPTD Kesehatan
Tanggal Terbit : Puskesmas Karangnungggal
Halaman :

H. Syarhan dr.MM
NIP: 19691201 2002121 004
ASUHAN ANTENATAL
1. Pengertian Asuhan antenatal adalah upaya preventif program pelayanan kesehatan
(Definisi ) obstetrik untuk optimalisasi luaran maternal dan neonatal melalui
serangkaian kegiatan pemantauan rutin selama kehamilan. Untuk
melakukan asuhan antenatal yang baik, petugas pelaksana asuhan harus
memiliki kompetensi untuk mengenali perubahan hormonal, anatomi, dan
fisiologi yang terkait dengan proses kehamilan. Pemahaman perubahan
fisiologi tersebut adalah dasar untuk mengenali kondisi patologis kesehatan
ibu dan bayi yang dikandungnya termasuk melakukan rujukan optimal dan
tepat waktu
2. Tujuan a. Membangun rasa saling percaya antara klien dan petugas
kesehatan
b. Mengupayakan kondisi terbaik bagi ibu dan bayi yang
dikandungnya
c. Memperoleh informasi dasar tentang kesehatan ibu dan
kehamilannya
d. Mengidentifikasi dan menatalaksanakan kehamilan risiko tinggi
e. Memberikan edukasi untuk menjaga kualitas kehamilan
a. Menghindarkan masalah kesehatan yang dapat membahayakan
ibu hamil dan bayi yang dikandungnya
3. Pengamatan Agar dapat melakukan asuhan antenatal, petugas kesehatan harus
Dan mengetahui hal- hal berikut ini :
Pemeriksaan 1. Perubahan fisiologis hormonal pada kehamilan
Antenatal 2. Uji hormonal kehamilan
3. Perubahan anatomi dan fisiologi pada kehamilan
a. Pembesaran disertai penipisan dinding uterus
b. Deteksi DJJ
c. Gerakan janin
d. Palpasi bagian–bagian tubuh
e. Ballotement
4. Jadwal kunjungan asuhan antenatal
5. Pemeriksaan rutin dan penelusuran penyulit selama kehamilan
a. Pemeriksaan umum (generalis)
b. Pemeriksaan khusus (lokalis)
c. Pemeriksaan abdomen
 Inspeksi
 Palpasi
 Auskultasi
d. Pemeriksaan labolatorium
e. Pemeriksaan tambahan (Ultrasonografi, Rontgen, Genetika,
dsb)
6. Pemantauan gejala dan tanda bahaya selama kehamilan
a. Perdarahan pada kehamilan muda dan lanjut
b. Hipertensi atau kejang
c. Nyeri perut menjelang persalinan

Gangguan kesehatan dan penyakit berbahaya yang menyertai kehamilan  Tuberkolosis paru  Malaria  Hepatitis B  Infeksi menular seksual (IMS)  Dekompensatio kordis  HIV / AIDS (Prevention of Mother to Child Transmission PMTCT) 7. Beberapa gejala dan tanda terkait dengan gangguan kehamilan adalah :  Muntah berlebihan yang berlangsung selama kehamilan  Disuria  Menggigil atau demam  Ketuban pecah dini atau sebelum waktunya  Uterus lebih besar / lebih kecil dari usia kehamilan yang sesungguhnya e. yaitu:  Keluhan yang dirasakan oleh ibu hamil  Hasil pemeriksaan setiap kunjungan  Menilai kesejahteraan janin 8. Nutrisi yang adekuat Kalori Protein Kalsium Zat besi Asam folat b. Beberapa informasi penting tersebut adalah: a. Lakukan pemeriksaan dan pencatatan kesehatan ibu hamil dari satu kunjungan ke kunjungan berikutnya. d. Perawatan gigi Kebersihan tubuh dan pakaian . Pemantauan pada kunjungan berkala asuhan antenatal anjurkan ibu untuk melakukan kunjunga antenatal secara berkala dan teratur. Edukasi kesehatan bagi ibu hamil Kunjungan antenatal memberi kesempatan bagi petugas kesehatan untuk memberikan informasi kesehatan esensial bagi ibu hamil dan keluarganya. Perawatan payudara c.