PANDUAN PRAKRIK KLINIS OBSTETRI

STANDAR No. Dokumen : Ditetapkan oleh
PROSEDUR No. Revisi : Kepala UPTD
OPERASIONAL Tanggal Terbit : Kesehatan Puskesmas
Halaman : Karangnungggal

H. Syarhan dr.MM
NIP: 19691201
2002121 004
PANGGUL SEMPIT
1. Batasan Setiap kelainan pada diameter yang mengurangi kapasitas panggul
sehingga dapat menimbulkan distosia pada persalinan.
2. Klasifikasi a. Kesempitan pintu atas panggul
b. Kesemoitan panggul tengah
c. Kesempitan pintu bawah panggul
3. Kriteria a. Kesempitan pintu atas panggul
diagnosis Panggul sempit relatif : jika konjugata vera > 8,5 – 10 cm
Panggul sempit absolut : jika konjugata vera < 8,5 cm
b. Kesempitan panggul tengah
Diagnosis dapat ditegakan atas dasar pemeriksan radiologi
panggul tengah mungkin sempit kalau jumlah diameter
interspinarum dan diameter sagitalis posterior pelvik ( normalnya
10,5 cm + 5 cm = 15,5 cm ) mencapai < 13,5 cm. Bila diameter
interspinarium < 10 cm, atau dinding panggul konvergen, sakrum
lurus atau konveks.
c. Kesempitan pinggul bawah panggul
Bila arkus pubis < 90 atau sudut lancip
4. Pemeriksaan a. Perasat muller
penunjang b. Perasat osborne
5. Pengelolaan  Pada kesempitan panggul tengah dan pintu bawah dilakukan
seksio sesarea
 Pada panggul sempit relatif dilakukan partus percobaan untuk
janin dengan letak belakang kepala ( lihat bab partus percobaan )
 Pada panggul sempit absolut, dilakukan seksio sesarea.

Related Interests