Satuan Acuan Penyuluhan Bahaya NAPZA

genespangestu
March 18, 2014

Post navigation

Skip to content

 Home
 About

SATUAN ACARA PENYULUHAN

BAHAYA NAPZA

Kasus

Berdasarkan data Badan Koordinasi Narkotika Nasional tahun 2000, ada sekitar 3,5 juta orang
penyalahguna narkotika di Indonesia, dan yang menjadi target utama pasar narkotika ini adalah
para remaja yaitu kalangan SMP dan SMA. Untuk itu SMAN XX Jakarta mengundang
mahasiswa jurusan keperawatan Poltekkes Kemenkes Jakarta III untuk memberikan penyuluhan
dan pendidikan kesehatan mengenai bahaya NAPZA kepada siswa-siswa di SMA tersebut

Topik : Bahaya NAPZA

Judul : Bahaya NAPZA dikalangan remaja

Sasaran : Siswa-siswa SMAN XX Jakarta

Hari, Tanggal : 2 November 2013

Waktu : 60 menit

Tempat : Aula SMAN XX Jakarta

1. A. TUJUAN

MEDIA PENYULUHAN – Leaflet – Power Point . Menjelaskan pengertian tentang NAPZA dan macamnya. Tujuan khusus Setelah dilakukan penyuluhan. 1. Menyebutkan bahaya penggunaan NAPZA. 5. Menyebutkan cara pencegahan penggunaan NAPZA 1. 3. Faktor Penyebab Penyalahgunaan NAPZA. SASARAN Sasaran penyuluhan adalah siswa-siswa SMAN XX Jakarta. 4. alkohol. B. C. MATERI/ISI 1. Menyebutkan tanda dan gejala ketergantungan obat. 5. Pengertian dan macam. psikotrpika. D. 2. 4. Tujuan umum Peserta yang mengikuti acara penyuluhan mampu memahami tentang narkotika.macam NAPZA. 2. Tanda dan gejala ketergantungan obat. peserta penyuluhan dapat menjelaskan: 1. diskusi dan tanya jawab 1. dan zat adiktif lainnya. 2.1. METODE PEMBELAJARAN Metode yang digunakan adalah ceramah. Bahaya penggunaan NAPZA. Cara pencegahan penggunaan NAPZA 1. 3. E. Menyebutkan Faktor Penyebab Penyalahgunaan NAPZA.

– Menjelaskan tanda dan gejala ketergantungan obat. F. – Menjelaskan bahaya penggunaan NAPZA. PENUTUP – Berdiskusi mengenai – Bertanya atau 10 menit materi yang disampaikan menjawab pertanyaan – Mengevaluasi – Mendengarkan dan pengetahuan siswa-siwa memperhatikan tentang materi yang disampaikan dengan memberi – menjawab salam sesi tanya jawab – menyimpulkan materi yang telah disampaikan. Penyebab Penyalahgunaan NAPZA. – memberi salam . – Bertanya jika ada yang tidak jelas. PEMBUKAAN – Memberi salam dan – menjawab salam 10 menit perkenalan – mendengarkan dan – Menjelaskan tujuan. – Memperhatikan – Menjelaskan Faktor dan menyimak. Kegiatan Penyuluh Peserta Waktu 1. – Menjelaskan Cara pencegahan penggunaan NAPZA 3. 1. PELAKSANAAN KEGIATAN No.macam memperhatikan NAPZA. memperhatikan manfaat dan cakupan materi 2 KEGIATAN INTI – Menjelaskan – Mendengarkan dan 40 menit pengertian dan macam.

Kontrak waktu dengan sasaran 1. 1. Sebutkan apa saja bahaya NAPZA? 4. Kegiatan penyuluhan dilakukan sesuai jadwal yang direncanakan 3. 3. Evaluasi Proses 2. G. Sebutkan faktor penyebab penyalahgunaan NAPZA ? 3. 2. Evaluasi Struktur 1. EVALUASI 1. Menyiapkan SAP 2. Coba Jelaskan kembali pengertian NAPZA ? 2. Pengertian . Evaluasi Hasil Lisan : 1. Bagaimana cara mencegah penyalahgunaan NAPZA ? MATERI NAPZA A. Menyiapkan media 3. Menyiapkan tempat 4. 1. Peserta penyuluhan kooperatif dan aktif berpartisipasi selama proses penyuluhan 1.

LSD.Bali Post. Berbagai Faktor Penyebab Penyalahgunaan NAPZA Pada setiap kasus. NAPZA adalah singkatan dari Narkotika.bkkbn. Zat adiktif juga termasuk nikotin (tembakau) dan kafein (kopi). makan.id ). NARKOTIKA: zat-zat alamiah maupun buatan (sintetik) dari bahan candu/kokaina atau turunannya dan padanannya – digunakan secara medis atau disalahgunakan yang mempunyai efek psikoaktif. ada berbagai penyebab yang khas mengapa seseorang menyalahgunakan NAPZA dan ketergantungan. NAPZA terdiri atas bahan-bahan yang bersifat alamiah (natural) maupun yang sintetik (buatan). ALKOHOL : zat aktif dalam berbagai minuman keras. obat anti depresi dan anti psikosis. Kata lain yang sering dipakai adalah Narkoba (Narkotika. shabu-shabu. 2002 ). Psikotropika dan Bahan-bahan berbahaya lainnya) ( http://www. Penggunaan NAPZA berlanjut akan mengakibatkan ketergantungan secara fisik dan/ atau psikologis serta kerusakan pada sistem syaraf dan organ-organ otonom. dihirup (melalui hidung) maupun intravena (melalui jarum suntik) sehingga dapat mengubah pikiran. dan stimulasi seksual.id. baik secara oral (melalui mulut). thinner cat. dan perilaku seseorang.NAPZA merupakan singkatan narkotika. Beberapa faktor yang berperan pada penyalahgunaan NAPZA adalah : . mengapa seseorang akhirnya terjebak dalam perilaku ini merupakan sesuatu yang unik dan tidak dapat disamakan begitu saja dengan kasus lainnya. Alkohol. sedangkan yang buatan berasal dari bahan-bahan kimiawi. psikotropika. Artinya. suasana hati atau perasaan. B. dan Zat Adiktif lainnya. mengandung etanol yang berfungsi menekan syaraf pusat PSIKOTROPIKA: adalah zat-zat dalam berbagai bentuk pil dan obat yang mempengaruhi kesadaran karena sasaran obat tersebut adalah pusat-pusat tertentu di sistem syaraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Psikotropika. NAPZA adalah zat-zat kimiawi yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia.co. lem).go. ZAT ADIKTIF lainnya yaitu zat-zat yang mengakibatkan ketergantungan (aseton. Bahan alamiah terdiri atas tumbuhan dan tanaman. Semakin kuat napza mempengaruhan pusat-pusat penghayatan maka semakin kuat pula potensi ketergantungan yang akan ditimbulkan. ( http://www. Karena itu bagi yang sudah menghayatinya selalu muncul dorongan kuat untuk menggunakan napza guna memperoleh kenikmatan lahir batin atau eforia. dan zat adiktif lainnya yang bekerja pada pusat penghayatan kenikmatan otak sebagaimana kenikmatan sensasi. Nizar R. Psikotropik meliputi : Ecxtacy. Zat-zat tersebut sangat berbahaya karena bisa mematikan sel-sel otak. obat penenang/ tidur.

Hal ini juga berkaitan dengan mudahnya ia menyalahkan lingkungan dan lebih melihat faktor- faktor di luar dirinya yang menentukan segala sesuatu. kemampuan remaja untuk memecahkan masalahnya secara adekuat berpengaruh terhadap bagaimana ia mudah mencari pemecahan masalah dengan melarikan diri. ayah dan anak. atau demi kemajuan dan masa depan anak itu sendiri tanpa diberi kesempatan untuk berdialog dan menyatakan ketidaksetujuannya. ibu dan anak. yaitu keluarga yang diliputi kecemasan dengan alasan yang kurang kuat. Keluarga dengan orangtua yang otoriter. Selain itu.  Faktor Kepribadian Kepribadian penyalahguna NAPZA juga turut berperan dalam perilaku ini. . Keluarga dengan konflik yang tinggi dan tidak pernah ada upaya penyelesaian yang memuaskan semua pihak yang berkonflik. dengan anak yang hanya sekadar harus menuruti apa kata orang tua dengan alasan sopan santun. Keluarga yang memiliki sejarah (termasuk orangtua) mengalami ketergantungan NAPZA Keluarga dengan manajemen keluarga yang kacau. dan sering berlebihan dalam menanggapi sesuatu. mudah cemas dan curiga. biasanya penyalahguna NAPZA memiliki konsep diri yang negatif dan harga diri yang rendah. yang terlihat dari pelaksanaan aturan yang tidak konsisten dijalankan oleh ayah dan ibu. Pada remaja. dengan ditandai oleh ketidak mampuan mengekspresikan emosinya secara wajar. Terlalu sibuk dan kurang memberi perhatian pada anak. Konflik dapat terjadi antara ayah dan ibu. pasif agresif dan cenderung depresi. yaitu keluarga yang menuntut anggotanya mencapai kesempurnaan dengan standar tinggi yang harus dicapai dalam banyak hal. adat istiadat. Di sini peran orangtua sangat dominan. Tidak sepaham dalam mendidik anak. kepribadian yang dependen dan tidak mandiri memainkan peranan penting dalam memandang NAPZA sebagai satu-satunya pemecahan masalah yang dihadapi. juga turut mempengaruhi. Dalam hal ini. Keluarga yang perfeksionis. mudah cemas. Keluarga yang neurosis. maupun antar-saudara.  Faktor Keluarga Faktor orangtua atau keluarga yang ikut menjadi pencetus remaja menjadi penyalahgunaan napza adalah orangtua yang: Kurang komunikatif dengan anak dan terlalu menuruti kemauan anak (permisif). Perkembangan emosi yang terhambat.

keberhasilan dari kelompok teman sebaya yang memiliki perilaku dan norma yang mendukung penyalahgunaan NAPZA dapat muncul. Bahkan beberapa media massa mendapat informasi bahwa para penjual narkotika menjual barang dagangannya di sekolah-sekolah. akan sangat memudahkan kelompok teman sebaya untuk mempengaruhinya menyalahgunakan NAPZA. termasuk sampai di SD. Tekanan kelompok dialami oleh semua orang bukan hanya remaja. Kegagalan untuk memenuhi tekanan dari kelompok teman sebaya. Sebaliknya. karena pada kenyataannya semua orang ingin disukai dan tidak ada yang mau dikucilkan. sosial dan akademik. Sangat wajar bila dalam usianya remaja membutuhkan pengakuan dari lingkungan sebagai bagian pencarian identitas diri. yaitu cara teman-teman atau orang-orang seumur untuk mempengaruhi seseorang agar berperilaku seperti kelompok itu.  Faktor Kesempatan Ketersediaan NAPZA dan kemudahan memperolehnya juga dapat dikatakan sebagai pemicu. sifat serta perilaku seseorang akan sangat berpengarug terhadap penyalah gunaan obat tersebut karena kondisi lingkungan yang kurang aktiv dalam upaya pemberantasan peredaran obat- obatan tersebut atau sikap tak acuh seolah membiarkan penyalahgunaan napza. mencapai prestasi dalam bidang olah raga. menyebabkan zat- zat ini dengan mudah diperoleh. . Namun bila ia memiliki kepribadian yang tidak mandiri dan menganggap segala sesuatunya harus diperoleh dari lingkungan. Di sinilah sebenarnya peran keluarga dalam meningkatkan harga diri dan kemandirian pada anak remajanya.  Faktor Kelompok Kelompok teman sebaya dapat menimbulkan tekanan kelompok. Penegakan hukum yang belum sepenuhnya berhasil tentunya dengan berbagai kendalanya juga turut menyuburkan usaha penjualan NAPZA di Indonesia. dapat menyebabkan frustrasi dan mencari kelompok lain yang dapat menerimanya. Indonesia yang sudah menjadi tujuan pasar narkotika internasional. seperti berinteraksi dengan kelompok teman yang lebih populer.  Faktor lingkungan Lingkungan masyarakat yang bayak berperan dalam menentukan karakteristik seseorang.

selain tidak dapat hidup normal. dan apakah digunakan bersama obat lain. kecenderungan alergi. Perubahan Perilaku 1. Para pemakai NAPZA biasanya juga menjadi beban bagi orang-orang lain di sekitarnya mulai dari keluarganya sendiri sampai masyarakat luas. Semua jenis obat dan zat dapat membahayakan tubuh bila digunakan tidak sesuai dengan aturan pemakaiannya. Bekas suntikan/goresan di lengan /kaki 1. Perubahan Fisik 1. Seberapa besar efeknya bagi tubuh tergantung pada jenis obat yang digunakan. sehingga selanjutnya pemakai tidak dapat lagi hidup normal. Menyendiri 4. Paranoid D. dll. bagaimana cara menggunakan obat itu. Emosi labil 2.C. termasuk otak dan sumsum belakang organ-organ otonom seperti jantung. dan pancaindera. harapan atau perasaan saat memakai. Secara fisiologis organ tubuh yang paling banyak dipengaruhi adalah sistem syaraf pusat (SSP) . NAPZA membahayakan hidup pemakai sendiri maupun orang lain. Tanda dan gejala ketergantungan obat Tanda-tanda umum untuk mengenali apakah anak sudah mulai terlibat dalam penyalahgunaan NAPZA: 1. Halusinasi 8. Pergi tanpa pamit 7. 5. berapa banyak dan sering digunakan. dan faktor biologis seperti berat badan. Orang yang menyalahgunakan NAPZA disebut pengguna obat biasanya tidak dapat hidup normal. Tampak mengantuk 3. Mata merah. Bahaya penggunaan NAPZA. Badan kurus 2. paru-paru. hati. Takut sinar/air 3. Menjual barang 6. Efek obat akan sangat tergantung pada berbagai faktor yang saling berinteraksi. Efek obat terhadap tubuh manusia juga tergantung dari berbagai faktor psikologis seperti kepribadian. cekung 4. Kerusakan pada organ-organ tubuh itu menghilangkan dan merusak fungsi-fungsi tubuh pemakai sebagai manusia normal. Bohong/mencuri. ia juga bisa menghadapi kematian karena overdosis atau penyakit lain. Penyalahgunaan obat menciptakan ketergantungan fisik maupun psikologis pada tingkat . Bagi pemakai. ginjal.

nikmat. Sosial dan Ekonomi : Merugikan keluarga. percobaan bunuh diri karena tidak dapat mendapatkan obat yang dibutuhkan. lingkungan. masyarakat bahkan bangsa. Ketergantungan secara psikologis menimbulkan tingkah laku yang kompulsif (berkeras. Ketergantungan atau kecanduan menyebabkan pengguna tidak dapat hidup tanpa obat. paru. a. hati. baik secara fisik. Cara Pencegahan Penggunaan NAPZA Penyembuhan ketergantungan Napza di bagi menjadi tiga bagian yaitu pencegahan. Psikologis atau kejiwaan : Perasaan tertekan bila tidak memakai obat tersebut. Ketergantungan fisik menyebabkan timbulnya rasa sakit luar biasa bila ada usaha untuk mengurangi pemakaiannya atau bila pemakaian akan dihentikan. psikologis maupun sosial. Tetapi perasaan positif ini hanya berlangsung sementara. Lingkungan : pengguna NAPZA akan cenderung berperilaku tidak sesuai dengan norma dalam masyarakat. Ketergantungan dimulai ketika orang dengan sadar memilih untuk menyalahgunakan obat. yang terjadi adalah justru rasa sakit dan tidak nyaman sehingga pemakai merasa perlu menggunakannnya lagi. Dosis yang tinggi dan pemakaian yang sering diperlukan untuk menenangkan keinginan yang besar. Ketergantungan pada NAPZA inilah yang mengakibatkan berbagai dampak negatif dan berbahaya. Keadaan ini semakin buruk manakala tubuh sang pemakai menjadi kebal. detoksifikasi (membersihkan . sehingga kebutuhan tubuh akan zat yang biasa dipakainya tersebut meningkat untuk dapat sampai pada efek yang sama “tingginya” (disebut toleransi). Ketergantungan bukan hanya berarti memakai obat secara berlebih. Begitu efek NAPZA habis. Penyalahgunaan NAPZA menimbulkan berbagai perasaan enak. Semakin tinggi dosis dan semakin sering pemakaian. bahagia. melakukan tindak kekerasan. e. Fisik : sistim syaraf pusat yaitu otak dan sum-sum tulang belakang. sekolah. Hal ini terus berulang sampai pemakai menjadi tergantung. Hukum Dan Keamanan : Pemakai NAPZA seringkali tidak dapat mengendalikan diri dan bersikap sesuai dengan norma-norma umum masyarakat dan hal itu melanggar hukum yang berlaku di negera Indonesia.yang berbeda-beda. semakin besar kemungkinan pemakai mengalami over dosis (takaran melebihi kemampuan tubuh menerimanya) yang menyebabkan kematian. c. d. E. Ketergantungan disebabkan efek obat pada kerja dan metabolisme otak yang merubah penyalahgunaan menjadi ketergantungan akan obat dan sebuah penyakit kronis. terapi (pengobatan) dan rehabilitasi. Terapi di bagi menjadi dua tahapan. senang. ginjal) dan pancaindera. b. organ-organ otonom (jantung. tenang dan nyaman pada pemakainya. ngotot) untuk memperoleh obat-obatan tersebut Ketergantungan ini menyebabkan perilaku orang tersebut menjadi aneh dan kadang-kadang tak terkendali. yaitu selama zat bereaksi dalam tubuh.

sosial dan keimanannya. 3. yang dalam pengobatannya bermaksud bukan hanya fisik pasien yang disembuhkan tetapi juga kejiwaan. 2. Peranan Orang Tua  Menciptakan keluarga yang harmonis  Menanamkan rasa tanggung jawab dan percaya diri  Menciptakan komunikasi secara terbuka dan harmonis  Menyalurkan hobi dan bakatnya secara positif  Memperlakukan anak secara adil 1. Peranan Diri Sendiri  Jangan pernah mencoba  Bergaul dengan selektif  Jadi diri sendiri  Melakukan kegiatan yang positif  Pendirian yang teguh  Kenali lingkungan dengan benar  Kenali dengan benar informasi tentang Napza  Mendekatkan diri dengan Tuhan 1. 1.Napza dari tubuh ) dan pasca detoksifikasi ( pemantapan ). 1. Peranan Masyarakat  Gerakan kampanye anti Napza  Bekerjasama dengan orang yang berpengaruh .

dan dengan alasan yang masuk akal. tetapi dapat dilakukan dengan halus dan sopan tetapi harus tegas.  Bentengi dirimu dengan iman dan mendekatkan diri kepada Tuhan.  Menakutkan atau mencurigakan (misalnya menemui bandar NAPZA). Peranan Pemerintah   UU tentang Narkotika dan Psikotropika  Pembentukan LSM  Pembentukan Tempat Rehabilitasi Meskipun kita harus bergaul dengan sesama teman tanpa memilih-milih. Sedekat apapun hubungan pertemanan kita. kita harus selalu berani menolak ajakan yang :  Tidak bermanfaat (misalnya nonkrong sambil mengisap ganja sampai malam). 1.  Menolak ajakan teman tidak perlu dilakukan dengan kasar atau marah. Dengan cara yang baik tetapi tegas. tapi saya tidak mau karena saya tidak suka nongkrong”. tapi saya tidak mau terlibat dalam kegiatan yang merugikan saya”. Karena dirimu sungguh berarti. “terima kasih. namun kita harus tetap menjaga agar pergaulan tidak merugikan dan membahayakan diri kita. Masa depan yang cerah menantimu selalu. Carilah alasan yang tepat untuk menolak seperti : “terima kasih. “saya tidak mau karena saya harus mengerjakan hal penting di rumah”. 4. teman yang mengajak dapat mengerti dan berhenti merayu atau memaksa kita. Daftar pustaka .  Jelas merugikan atau melanggar aturan (misalnya permintaan untuk menjualkan obat/NAPZA). Say No To Drug.

Jakarta. (2000). Kumpulan Catatan Kuliah Ilmu Keperawatan Jiwa Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik.Depkes RI. Depkes RI. Narkoba dan Remaja. Leave a Reply Create a free website or blog at WordPress.com. Penerbit: PKBI Bandung Margono. Gangguan Mental Prilaku Akibat Penggunaan Zat Psikoaktif. Pedoman Terapi Pasien Ketergantngan Narkotika dan Zat Adiktif Lainnya. (1999). Hendy (2002). Advertisements Share this:  Twitter  Facebook  Google  Bookmark the permalink.  Follow  . Imran.